Tag: banyuwangi

  • Pasar Ramadan Dusun Lateng Desa Gladag Menjadi Daya Tarik Baru Tahun Ini

    Pasar Ramadan Dusun Lateng Desa Gladag Menjadi Daya Tarik Baru Tahun Ini

    Selama bulan Ramadan, warga Dusun Lateng, Desa Gladag, menggelar Pasar Ramadan yang menjadi daya tarik baru di wilayah tersebut.

    Pasar yang diadakan sepanjang jalan alternatif Lateng menuju RTH Gladag ini memberikan suasana berbeda dengan latar belakang pemandangan persawahan yang asri.

    Pasar Ramadan Dusun Lateng ini mulai dibuka pada 1 Ramadan 1446 Hijriah dan akan berlangsung hingga akhir bulan Ramadan.

    Puluhan stand berjejer menghias ruas jalan, ada yang jual jajanan, aneka jenang, ikan atau lauk untuk bekal buka nanti sampai berbagai macam jenis minuman.

    Menurut Isatul, yang akrab disapa Mbok Is dan merupakan salah satu pemilik stand, “Ini adalah pertama kalinya event pasar Ramadan diadakan di Dusun Lateng.

    Selain untuk meningkatkan nilai ekonomi UMKM di sekitar, pasar ini juga memberikan suasana baru di Ramadan tahun ini.”

    Pasar Ramadan ini tidak hanya dinikmati oleh warga Dusun Lateng, namun juga oleh pengunjung dari desa tetangga seperti Kedaleman dan Rogojampi.

    “Senang sekali moment Ramadan kali ini berbeda dari biasanya. Pasar Ramadan Dusun Lateng ramai sekali, mulai dari jajanan, kuliner, hingga minuman, semuanya ada di sini,” ujar Reni, salah satu pengunjung.

    Suasana semakin meriah dengan hadirnya alunan musik tradisional yang mengiringi aktivitas pasar. Pengunjung pun dapat menikmati senja yang indah sambil berbelanja.

    Event ini diselenggarakan oleh remaja Dusun Lateng dan didukung oleh Pemerintah Desa Gladag, khususnya oleh Kepala Dusun.

    Dengan adanya Pasar Ramadan ini, tidak hanya meningkatkan perekonomian lokal, tetapi juga menciptakan suasana kebersamaan yang hangat selama bulan suci Ramadan.

  • MGMP IPA MTs Selenggarakan Workshop Penyusunan Ebook Multimoda dengan Pendekatan Deep Learning

    MGMP IPA MTs Selenggarakan Workshop Penyusunan Ebook Multimoda dengan Pendekatan Deep Learning

    Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di Madrasah Tsanawiyah (MTs), MGMP IPA MTs yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menggelar workshop pembuatan modul dan buku pengayaan IPA Deep Learning berbasis Ebook Multimoda.

    Sebanyak 56 guru IPA MTs dan MTsN Se-Kabupaten Banyuwangi mengikuti kegiatan workshop tersebut secara luring dan daring yang berlangsung selama 7 hari, mulai dari tanggal 20 – 26 Februari 2025.

    Kegiatan yang digelar secara hybrid dan puncaknya dilaksanakan di MTsN 3 Banyuwangi ini membuahkan karya modul IPA dalam bentuk ebook berbasis deep learning.

    Acara dibuka oleh Kepala MTsN 3 Banyuwangi, Drs. Nur Khozin, M.Pd.I yang juga merupakan ketua KKM MTs Kabupaten Banyuwangi.

    Dalam sambutannya, Nur Khozin mengungkapkan kegembiraannya atas terselenggaranya workshop yang sejalan dengan upaya Kemendikbud dalam memperdalam pembelajaran berbasis kebutuhan murid melalui pendekatan deep learning.

    Ketua MGMP IPA MTs, Rusmi Indriyani, M.Pd menyampaikan apresiasi bahwa kegiatan ini bisa menjadi ajang silaturahmi dan saling berbagi ilmu pengetahuan.

    "Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan sinergi, silaturahmi, dan transfer ilmu pengetahuan akan terus terjaga setelah sekian lama mengalami kekosongan pertemuan yang biasanya rutin diadakan satu semester minimal satu kali," tutur pegiat literasi nasional yang saat ini menjabat Waka Kurikulum di MTsN 6 Glenmore.

    Narasumber workshop, Yeti Chotimah, M.Pd., yang juga pustakawan sastrawacana.id/ serta ambassador Ebook Multimoda Jatim, menyampaikan rasa bangganya karena dapat berbagi ilmu dan pengalaman dengan guru-guru IPA MTs.

    Salah satu karya Ebook multimoda yang telah disusun oleh Yeti Chotimah berjudul "Wastra Nusantara", yang telah dibaca ratusan orang dan telah mendapatkan ESBN.

    Muzayyanah, S.Pd., guru MTs Pesanggaran Banyuwangi sekaligus peserta pelatihan, menyampaikan bahwa pelatihan yang melibatkan guru secara aktif seperti ini sangat membangkitkan semangat dan menghasilkan produk nyata dari pembelajaran.

    Selain itu, narasumber juga memberikan bonus dengan mengenalkan beberapa game edukasi berbasis IT, seperti Wordwall dan Liveworksheet, yang sangat disukai oleh murid.

    "Apalagi narasumber juga mengenalkan kami dengan lab maya. Dimana lab maya tersebut bisa kami manfaatkan seolah langsung praktek. Hal ini memungkinkan sekolah yang belum mempunyai lab IPA atau alatnya terbatas, dapat memanfaatkan lab maya untuk mengajak murid melakukan kegiatan praktikum," Ujar alumni FKIP Biologi Unej.

    Workshop ini menginspirasi Eva Sholehah, S.P. dari MTsN 10 Rogojampi bahwa guru-guru IPA, IT, maupun mata pelajaran lainnya dapat berinovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang menyenangkan serta mendorong semangat belajar siswa dengan memanfaatkan gawai secara efektif.

    "Kami tertarik hadirkan narasumber di madrasah kami untuk murid materinya membuat karya cerita bergambar sedang gurunya yang seru tanpa jenuh yakni ragam game dan ice breaking," tutupnya.

  • Warga Dusun Lateng Gelar Selamatan Penampan Puasa Sambut Ramadan 1446 H

    Warga Dusun Lateng Gelar Selamatan Penampan Puasa Sambut Ramadan 1446 H

    sastrawacana.id/, Banyuwangi – Menjelang bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, warga Dusun Lateng, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, menggelar tradisi selamatan penampan puasa.

    Acara yang berlangsung pada Jumat sore (28/2) ini menjadi momen tahunan yang diwarisi turun-temurun sebagai bentuk syukur dan doa bersama agar diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa.

    Selamatan ini diadakan di berbagai tempat, seperti mushola, balai dusun, dan jalan-jalan kampung.

    Kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama, kemudian diakhiri dengan makan bersama dalam bentuk ancakan—sebuah tradisi khas masyarakat setempat sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

    Salah satu tokoh agama dusun Lateng, ustad Hanan sekaligus syuriah ranting NU dusun Lateng desa Gladag menyampaikan bahwa tradisi ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

    "Selamatan penampan puasa ini sudah dilakukan sejak zaman dulu. Selain sebagai ungkapan syukur, ini juga menjadi doa bersama agar ibadah Ramadan berjalan lancar dan penuh berkah,"ujarnya.

    Warga setempat berharap tradisi ini tetap dilestarikan oleh generasi mendatang sebagai bagian dari budaya dan kearifan lokal yang memiliki nilai religius tinggi.

    Dengan semangat kebersamaan, masyarakat Dusun Lateng siap menyambut Ramadan dengan penuh kebahagiaan dan keikhlasan

  • Banyuwangi Perkuat Pendidikan Inklusif, Global Village Foundation Rencanakan Bangun Pabrik Kursi Roda Adaptif

    Banyuwangi Perkuat Pendidikan Inklusif, Global Village Foundation Rencanakan Bangun Pabrik Kursi Roda Adaptif

    Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pendidikan inklusif.

    Hal ini terlihat dari kegiatan Aktualisasi Sekolah Luar Biasa (SLB) sebagai pusat sumber (Resource Center) yang digelar di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Selasa (25/2/2025).

    Acara ini diikuti oleh para pendidik dari unsur Pendidikan Inklusi maupun Pendidikan Luar Biasa di Banyuwangi, juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur cabang Banyuwangi yang diwakili KTU Aries Agung Paewei, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Suratno, SPd,. MM., Co Founder Global Village Foundation, Mr. Andi Bracey., Lead Educational Consultan PERKINS USA, Ms, Chen Min Parera.

    Masfufah, S.Pd, selaku Ketua Panitia, menyatakan bahwa SLB tidak hanya berperan sebagai pusat pengetahuan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, tetapi juga sebagai tempat pelatihan keterampilan dan konsultasi.

    “Kami telah melatih 178 guru dengan dukungan PERKINS Internasional dan menerima sumbangan 1.500 kursi roda adaptif dari Global Village Foundation,” ujarnya.

    Kami berharap Banyuwangi dapat menjadi rule model bukan hanya untuk Jawa Timur, tetapi juga untuk Indonesia.

    Kami juga berharap adanya kolaborasi tanpa batas dengan semua pihak dapat mendukung layanan terbaik untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Banyuwangi, dan di seluruh Indonesia sehingga transformasi Pendidikan Indonesia menjadi lebih baik.

    Mr. Andi Bracey, Co-Founder Global Village Foundation, mengungkapkan rencana organisasinya untuk membangun pabrik kursi roda adaptif di Banyuwangi.

    “Sejak 1990, kami fokus pada anak-anak berkebutuhan khusus dan telah mendistribusikan lebih dari 13.000 kursi roda adaptif di Indonesia. Dengan adanya pabrik ini, kami ingin memastikan kebutuhan kursi roda adaptif bisa diproduksi secara lokal,” jelasnya.

    Global Village Foundation saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Australia Barat untuk merealisasikan rencana tersebut.

    “Jawa Timur adalah Sister City Provinsi Australia Barat, dan lokasi Banyuwangi yang dekat dengan kantor cabang kami di Bali menjadi pertimbangan utama,” tambah Bracey.

    Abdullah Azwar Anas, MSI yang hadir secara virtual menekankan pentingnya kolaborasi antar berbagai bidang untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusif.

    “Pendidikan inklusif adalah kunci untuk memastikan setiap anak, termasuk difabel, mendapatkan kesempatan yang sama,” ujarnya.

    Ms. Chen Min Parera dari PERKINS USA juga menegaskan pentingnya pendidikan dan pelatihan yang tepat bagi penyandang bisu tuli.

    “PERKINS International telah berdedikasi dalam memberikan pelatihan keterampilan agar mereka bisa hidup setara di tengah masyarakat,” katanya.

    Suratno, S.Pd.,MM., selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi dalam sambutannya mengatakan sejak dicanangkan pada 2014 sebagai Kabupaten Inklusi, Banyuwangi terus berbenah dalam memperbaiki infrastruktur Pendidikan, fasilitas serta aksesibilitas.

    Suratno menegaskan bahwa pemerintah menjamin hak anak berkebutuhan khusus untuk bersekolah di sekolah reguler.

    “Dalam perbup juklak juknis penerimaan siswa baru ada narasi yang menegaskan bahwa setiap anak berkebutuhan khusus yang ingin bersekolah di sekolah regular maka wajib diterima,” ujarnya.

    Suratno juga mengapresiasi dua Lembaga internasional . Global Village Foundation dan PERKINS International yang memiliki perhatian tinggi terhadap Pendidikan khusus di Banyuwangi.

    Eka Prastama Widiyanta, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia, mengapresiasi pemerintah Banyuwangi atas kegiatan ini.

    “Dengan terbitnya Permen No. 48 Tahun 2023 dan PMA No. 1 Tahun 2024, Dinas Pendidikan wajib memastikan setiap anak disabilitas bisa bersekolah di sekolah reguler maupun madrasah terdekat. Ini adalah langkah besar menuju pendidikan inklusif,” tegasnya.

    Dengan rencana pembangunan pabrik kursi roda adaptif dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Banyuwangi siap menjadi pionir dalam mewujudkan pendidikan inklusif dan layanan terbaik bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Indonesia.

  • Edukasi Jurnalistik KJJT dan Polresta Banyuwangi: Cetak Generasi Cerdas, Kritis, dan Taat Hukum

    Edukasi Jurnalistik KJJT dan Polresta Banyuwangi: Cetak Generasi Cerdas, Kritis, dan Taat Hukum

    Di tengah derasnya arus informasi digital saat ini, Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) bersama Polresta Banyuwangi menggelar edukasi jurnalistik bagi pelajar SMP/MTs se-Kabupaten Banyuwangi.

    Kegiatan bertajuk “Edukasi Jurnalistik Membangun Generasi Taat Hukum” ini bertujuan membekali para siswa dengan kemampuan literasi yang mumpuni agar terhindar dari berita hoaks dan perilaku negatif seperti bullying.

    Pada Selasa (25/2/2025), kegiatan edukasi digelar di SMPN 1 Banyuwangi dengan menghadirkan narasumber dari KJJT Banyuwangi, termasuk Yudha AO, Fitron Jelani, Bobby Yudha, serta Maulana Affandi, seorang penulis dan pegiat literasi.

    Turut hadir pula Aipda Vicki dari Sat Binmas Polresta yang dalam paparannya menjelaskan berbagai bentuk bullying yang kerap terjadi di sekolah, baik verbal maupun fisik, serta sanksi yang dapat menjerat pelaku.

    Para narasumber memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya literasi dan jurnalistik dalam menyaring informasi serta konsekuensi hukum dari tindakan bullying.

    M. Sodiq, S.Pd (1)

    Kegiatan dibuka oleh Kepala SMPN 1 Banyuwangi, M. Sodiq, S.Pd yang mengapresiasi kegiatan edukasi jurnalistik karena dirasa sangat bermanfaat untuk kreativitas siswa, khususnya dalam menghadapi mengenali hoax di era digital.

    “Terima kasih kepada teman-teman KJJT dan pihak Polresta Banyuwangi yang telah hadir, semoga apa yang disampaikan bisa bermanfaat bagi siswa, khususnya dalam meningkatkan kreativitas dan pemahaman tentang informasi digital,” ujarnya.

    Aipda Vicki

    Materi pertama disampaikan oleh Aipda Vicki yang memberi pengetahuan terkait apa saja bentuk perundungan yang kerap terjadi di sekolah.

    Ia juga menegaskan bahwa saat ini perundungan tidak hanya soal fisik saja, tapi juga ke arah digital, misalnya menggunakan stiker WhatsApp yang sifatnya mengolok-olok.

    “Kan biasanya ada foto temannya dijadikan stiker, terus dishare ke banyak orang. Lebih baik jangan, karena bisa membuat orang lain merasa malu dan sakit hati, itu bisa menjadi bentuk bullying,” tegasnya.

    Tak hanya perihal perundungan, Aipda Vicki juga menyelipkan informasi terkait kegiatan-kegiatan yang melanggar aturan hukum, seperti balap liar, hingga bahaya miras bagi pelajar.

    Maulana Affandi

    Dilanjut ke materi selanjutnya oleh Maulana Affandi yang memberi arahan bagaimana peran literasi dan jurnalistik untuk membentengi para pelajar dari informasi hoax yang marak di media sosial belakangan ini.

    “Bagaimana caranya agar kita tidak mudah termakan hoax? Ya, cara paling mudah adalah dengan literasi, terutama banyak membaca,” ujarnya.

    Tak hanya itu, Maulana Affandi yang saat ini menjabat Direktur Penerbit Lintang Banyuwangi juga menambahkan bahwa literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis saja, tetapi juga tentang memahami informasi secara kritis.

    Setelah pemaparan materi, para narasumber mengajak para siswa untuk praktik langsung menulis berita tentang kegiatan edukasi ini.

    Fitron Jelani mengawali dengan memberi arahan kepada para siswa tentang bagaimana etika saat ingin mewawancarai narasumber, termasuk mengatur tata bahasa agar komunikasi jadi lebih baik.

    “Biasakan untuk memperkenalkan diri dulu, ya. Namanya siapa, terus dari mana, kemudian dijelaskan maksud dan tujuannya,” papar Fitron, yang kemudian langsung dipraktikkan oleh siswa.

    Tak hanya itu, Fitron Jaelani juga memberikan pengetahuan tentang pertanyaan apa saja yang hendaknya ditanyakan kepada narasumber, sehingga muatan serta substansi beritanya jadi lebih bermanfaat bagi pembaca.

    Sementara pemateri lain, Yudha AO lebih fokus kepada teknik penulisan berita, termasuk bagaimana penyusunan kata demi kata agar lebih mudah dibaca dan dipahami.

    “Berita hendaknya diawali dari nama daerah terlebih dahulu, misalnya Banyuwangi,” ujarnya, sembari memperlihatkan contoh berita di layar proyektor.

    Yudha AO juga menegaskan bahwasanya dalam menghasilkan karya jurnalistik, para siswa harus memerhatikan kalimat yang dirangkai agar tidak terjadi pemborosan kata.

    Di sisi lain, pemateri lain, Bobby Yudha yang kerap disapa Bobby menjelaskan rinci bagaimana struktur berita yang baik dan benar, sehingga berita tersebut menjadi lebih tertata dan mudah dimengerti.

    Sembari mencontohkan ke secarik kertas, Bobby membimbing siswa bagaimana proses menulis karya jurnalistik dengan dimulai dari pembuatan judul terlebih dahulu.

    Sebagai bentuk apresiasi, narasumber memberikan buah tangan berupa buku antologi puisi Algoritma Cinta karya Andi Budi Setiawan dan beberapa cokelat.

    Sementara itu, Ketua KJJT Wilayah Banyuwangi, Ricky Sulivan, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini.

    Ia menekankan bahwa pembekalan kejurnalistikan akan membantu pelajar mendeteksi berita palsu dan memahami produk jurnalistik yang berkualitas.

    “Dengan literasi yang baik, pelajar dapat mengenali arah sebuah berita, sehingga meminimalisir kesalahpahaman,” ujarnya.

    Ricky Sulivan menambahkan bahwa pemahaman tentang jurnalistik sangat krusial bagi generasi muda.

    Mereka perlu mengetahui bagaimana proses pembuatan berita yang benar, mulai dari penerapan prinsip 5W+1H, cara mengumpulkan data, hingga etika wawancara.

    Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda Banyuwangi yang cerdas, kritis, dan taat hukum.

    Dengan pemahaman literasi yang baik, para pelajar tidak hanya akan lebih bijak dalam menerima informasi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara positif di era digital yang serba cepat ini.

  • 20 Tahun JRKBB, Siap Hadapi Tantangan Zaman Melalui Media Sosial dan Jurnalistik Digital

    20 Tahun JRKBB, Siap Hadapi Tantangan Zaman Melalui Media Sosial dan Jurnalistik Digital

    Dalam rangka memperingati 20 tahun Jaringan Radio Komunitas Broadcast Banyuwangi (JRKBB), panitia menyelenggarakan lokakarya bertema media sosial dan jurnalistik warga di era digital.

    Acara ini digelar pada Minggu (12/1/24) di Sekretariat RAPI Lokal 8 Sendangwaras, Karangsari, Sempu, dengan menghadirkan Humas Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) Setnas Pusat, Indah Catur Cahyaningtyas, sebagai keynote speaker.

    Indah Catur menyampaikan apresiasi kepada pegiat JRKBB yang tetap bertahan dengan semangat gotong royong dalam menghidupi radio komunitas di tengah berbagai dinamika dan tantangan zaman.

    "Maka spirit Banyuwangi mewarnai semangat JRKI se-Nusantara dan menjadi perhatian AMARC yang menaungi radio komunitas se-Asia Pasifik!" ungkap reporter Rakom Bung Tomo FM dan DPK Radio Ar Rohman FM ini, disambut tepuk tangan para hadirin.

    Lebih lanjut, pembina Yayasan Aura Lentera Indonesia yang fokus pada pendampingan disabilitas ini juga mengucapkan terima kasih kepada KPUD dan Bawaslu Kabupaten Banyuwangi yang telah menggandeng JRKBB dalam sosialisasi Pilkada 2024.

    Ketua panitia, Haderi, menyampaikan terima kasih kepada anggota yang telah mengirimkan 45 kader untuk belajar media sosial dan jurnalistik di era digital bersama para pakar.

    Panitia menghadirkan narasumber Hadi Purwanto dari Radio Planet FM yang telah bertahun-tahun sukses berkonvergensi ke berbagai platform media sosial hingga mampu merangkul lansia dan menjadi favorit pemirsa Gen-Z.

    Dalam materinya, Hadi Purwanto menjelaskan bagaimana sejarah hadirnya radio hingga masuk ke dunia digital saat ini.

    Kemudian, narasumber selanjutnya yaitu Martagela Kamahayo, YouTuber dari channel Jaring Usaha Gage dengan 23 ribu pengikut yang pernah meraup penghasilan hingga 8 juta sehari.

    Martagela Kamahayo mengajarkan kepada peserta bagaimana merintis channel YouTube yang kemudian dapat menjadi sumber penghasilan utama.

    "Saya dulu juga berawal dari nol, niat berhenti kerja dan memutuskan untuk jadi YouTuber. Alhamdulillah, setelah proses yang cukup panjang, kini YouTube bisa jadi sumber penghasilan," ujarnya.

    Dari sektor media online, acara ini turut menghadirkan dua pemimpin umum yang telah sukses mengelola platform digital mereka, yaitu Ahmad Masduki dari Jurnalnews dan Maulana Affandi dari sastrawacana.id/.

    Keduanya berbagi wawasan mendalam mengenai strategi efektif dalam memanfaatkan media online, mulai dari pengelolaan konten, optimalisasi platform, hingga teknik pemasaran digital yang dapat membuat sebuah informasi atau produk menjadi viral dan menarik perhatian khalayak luas.

    Masduki lebih menekankan tentang bagaimana cara menulis berita yang baik sesuai dengan kaidah jurnalistik.

    Ia menuturkan jika menulis berita bukan hal yang sulit bagi para pegiat radio karena sebagai penyiar tentu sudah familiar dengan kalimat-kalimat yang sifatnya jurnalistik.

    "Menulis berita itu mudah, saya yakin kalian bisa. Saya ngajarin anak sekolah bisa, jadi kalian harusnya lebih bisa," terangnya.

    Sementara Maulana Affandi, pemimpin redaksi sastrawacana.id/ sekaligus Penerbit Lintang Banyuwangi menekankan bagaimana landasan berpikir sebelum memulai mendigitalisasikan radio yang dimiliki.

    Menurut Affandi, di era digital ini persaingan teramat ketat, sehingga perlu ada pembeda agar bagi yang baru terjun dapat bersaing dengan pemain lama.

    "Kalau yang kita sajikan sama, audiens cenderung lebih memilih brand yang sudah terkenal. Maka, kita harus punya karakteristik sendiri dalam memulai bermedia sosial," ujarnya.

    Acara juga menghadirkan Andre Repelita Waluyo, founder aplikasi Gata yang memanfaatkan kartu nama digital untuk mengoptimalkan potensi platform.

    Dalam materinya, Andre menjelaskan bagaimana pengorganisasian digital sehingga semua informasi dapat diakses dengan mudah hanya dengan satu platform.

    Sehingga, para pegiat radio tidak hanya bisa mempublish konten saja, tapi juga dapat berjualan yang membuat aktivitas digital menjadi lebih mudah.

    Acara yang dipandu oleh host Qurrota A’yunin dari Podcast Gotongroyong'45 ini juga mengundang Yeti Chotimah untuk berbagi refleksi tentang literasi digital, meliputi pencegahan hoaks, kejahatan di media sosial, hingga bijak menggunakan AI.

    Kegiatan ini didukung oleh Kangmas Riyadi Pete Purwanto, Ketua RAPI 08 & Forum Komunikasi Kecamatan Sehat Sempu; Yudha HRD dari Beras Ratu Ayu, serta Syaiful Hadi, presenter Pil Hitam JSS Slaber Trust.

    Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng ingkung persembahan Radio Bisma FM, dilanjutkan dengan makan bersama nasi bungkus daun pisang, serta doa yang dipimpin Bung Aguk Darsono untuk mengenang mantan pengurus yang telah berpulang ke hadirat Ilahi Rabbi.

  • Deklarasi Kemenangan di Posko Baluk, Ipuk: Ini Kemenangan Masyarakat Banyuwangi

    Deklarasi Kemenangan di Posko Baluk, Ipuk: Ini Kemenangan Masyarakat Banyuwangi

    sastrawacana.id/ – Pasangan calon (paslon) Pilkada Banyuwangi nomor urut 1 Ipuk Mujiono menggelar deklarasi kemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banyuwangi 2024 di Posko Kemenangan Baluk, pada Rabu (27/11) pukul 20.00 WIB.

    Ditemani oleh para ketua partai pengusung, Ipuk Fiestiandani menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada segenap pihak yang telah gigih berkampanye hingga memastikan kemenangan dalam kontestasi ini.

    “Alhamdulilah mayoritas masyarakat Banyuwangi masih memilih Ipuk dan Mujiono,” tuturnya.

    Dalam pidatonya, Ipuk juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para relawan serta awak media yang selama ini menjadi penghubung informasi kepada masyarakat terkait seluruh proses Pilkada 2024.

    Ia menjelaskan jika perhitungan sementara dari tim internal, pihaknya masih unggul dalam kontestasi pilkada tahun ini.

    Lebih dari itu, ia menuturkan jika kemenangan ini bukanlah kemenangan tim maupun pribadi, tapi kemenangan untuk segenap masyarakat Banyuwangi.

    “Bagi kami kemenangan ini bukan kemenangan Ipuk dan Mujiono, tapi kemenangan seluruh masyarakat Banyuwangi,” tegasnya dengan penuh semangat.

    Kegiatan malam ini semakin khidmat dan membahagiakan dengan hadirnya ratusan jamaah yang turut bersholawat, memberikan suasana penuh kebahagiaan dan rasa syukur atas keberhasilan tersebut.

    Kendati hasil sementara unggul di atas 50%, Ipuk mengingatkan kepada segenap pendukung dan relawan agar tetap menjaga kondusivitas dan menunggu keputusan resmi dari KPU.

  • Desa Kemiren Banyuwangi Raih Juara 2 Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024

    Desa Kemiren Banyuwangi Raih Juara 2 Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024

    Kabupaten Banyuwangi kembali mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional.

    Desa Kemiren, yang terletak di Kecamatan Glagah, berhasil meraih Juara 2 dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 kategori Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM).

    Penghargaan ini diterima pada acara Malam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024 yang digelar di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pada Minggu malam (17/11).

    Plt. Bupati Banyuwangi, Sugirah, hadir langsung untuk menerima penghargaan tersebut yang diserahkan oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto, bersama Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana.

    Kompetisi Ketat di Tingkat Nasional

    Desa Wisata Adat Kemiren bersaing dengan lebih dari 6.000 desa wisata dari seluruh Indonesia.

    Setelah melewati proses seleksi yang ketat, desa ini berhasil masuk dalam 50 besar dan akhirnya meraih posisi runner-up.

    “Kami bersyukur desa-desa di Banyuwangi terus menunjukkan potensinya. Desa Kemiren menjadi bukti bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi, potensi lokal bisa diangkat hingga tingkat nasional,” ujar Sugirah, Selasa (19/11).

    Keberhasilan Berkat Pemberdayaan SDM dan Inovasi

    Kepala Desa Kemiren, M. Arifin, menjelaskan bahwa penghargaan ini diraih berkat upaya konsisten dalam pemberdayaan SDM.

    Program pelatihan UMKM, energi terbarukan, dan tata kelola pariwisata telah memberikan dampak positif bagi perekonomian dan menciptakan lapangan kerja di desa.

    Desa Kemiren juga menjadi pelopor dalam mendukung kesetaraan gender.

    Peran perempuan dalam kegiatan adat dan seni, seperti pertunjukan tari Gandrung dan seni burdah, semakin menonjol.

    “Dengan 40 homestay dan peningkatan jumlah UMKM bersertifikasi, kami optimis desa ini dapat menjadi inspirasi bagi desa wisata lainnya,” tambah Arifin.

    Destinasi Wisata yang Edukatif dan Unik

    Desa Kemiren menawarkan pengalaman wisata yang kaya akan budaya, termasuk edukasi tentang tradisi lokal, kuliner khas di Pesantogan Kemangi, serta eksplorasi rumah adat Osing.

    Selain itu, desa ini juga memanfaatkan teknologi berbasis aplikasi Smart Kampung untuk meningkatkan pelayanan publik.

    Identitas budaya yang kuat, seperti seni Gandrung, angklung paglak, dan mocoan lontar yusup, menjadikan Desa Kemiren sebagai destinasi yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik.

  • Sinergi Posyandu Gelatik dan TBM Al Djawahir, Langkah Nyata Membangun Masyarakat Sehat dan Cerdas

    Sinergi Posyandu Gelatik dan TBM Al Djawahir, Langkah Nyata Membangun Masyarakat Sehat dan Cerdas

    Setiap bulan di hari Rabu pada pekan pertama, kegiatan posyandu Gelatik digelar di Taman Baca Masyarakat (TBM) Al Djawahir yang turut melibatkan petugas kesehatan dari Puskesmas Gambiran.

    Acara dipimpin oleh Hendri Kusniawati, bidan wilayah Dusun Krajan II Desa Gambiran yang didampingi oleh perawat wilayah, Sutikno, serta bidan Nur Handiyah dan bidan Rista.

    Rangkaian kegiatan posyandu mencakup pemeriksaan kesehatan bayi, balita, ibu hamil, remaja, dan lansia. Selain itu, terdapat pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita.

    Pada hari ini, Rabu (6/11), PMT disediakan dengan menu nugget ikan laut yang kaya gizi.

    Total terdapat 28 balita dari RT 01 dan RT 02 RW 06 Dusun Krajan II yang mendapatkan layanan kesehatan.

    Untuk pemeriksaan kesehatan lansia, diadakan pengecekan tekanan darah dan gula darah, dengan sekitar 15 orang yang hadir untuk menerima layanan tersebut.

    Acara ini juga turut dihadiri oleh Kepala Puskesmas Gambiran, dr. Yos.

    Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan tips sehat CERDIK (Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin berolahraga, Diet sehat gizi seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres).

    Menurut dr. Yos, tips CERDIK tidak hanya sebagai panduan kesehatan bagi lansia, namun juga langkah preventif untuk menghindari penyakit menular.

    Para ibu aktivis lingkungan juga turut berperan dalam kegiatan posyandu ini, diantaranya Sulastri, Reni Maulida, Umi Alifah, Siti Aminah, dan Triya Eli Farida.

    Siti Aminah yang juga menjabat sebagai Bu RT 02 mengungkapkan rasa syukurnya terhadap partisipasi masyarakat sekitar yang telah mendukung kegiatan Posyandu.

    “Alhamdulillah, partisipasi masyarakat di posyandu Gelatik ini sangat bagus, sehingga kesehatan masyarakat bisa di RT 01 dan RT 02 RW 06 Dusun Krajan ll Desa Gambiran ini bisa terpantau,” paparnya.

    Etik Dwi Sukmawati yang merupakan istri dari Sekdes Gambiran menyampaikan harapannya atas perpindahan lokasi posyandu dari rumahnya ke Taman Baca Masyarakat Al Djawahir.

    Menurutnya, kolaborasi ini berdampak positif karena para orang tua yang mengantarkan anaknya untuk pemeriksaan kesehatan juga dapat membaca buku di TBM Al Djawahir.

    “Dengan dipindahkannya tempat posyandu yang dulu di rumahnya ke Taman Baca Masyarakat Al Djawahir ini bisa menjadi kolaborasi positif, yang mana para orang tua yang mengantarkan anaknya untuk periksa kesehatan juga membaca buku di Taman Baca Masyarakat Al Djawahir. Jadi bisa dapat sehat juga dapat ilmu pengetahuan baru” ungkap Etik yang juga merupakan ibu dari tiga anak.

    Selain kegiatan posyandu, TBM Al Djawahir juga menyelenggarakan kegiatan belajar agama pada malam Rabu dan Jumat.

    Kegiatan ini diikuti oleh 16 guru ngaji yang tergabung dalam Korwil 1 yang saat ini mencakup wilayah Gambiran dan Genteng.

    Bapak Djawahir, selaku penasihat TBM Al Djawahir, menyatakan kegembiraannya atas kegiatan yang diadakan di taman baca tersebut.

    Beliau berharap agar kegiatan seperti ini terus berlanjut dan TBM Al Djawahir semakin sering mengadakan kegiatan yang bermanfaat bagi umat. (Dafiq)

  • Bawaslu Banyuwangi Gelar Sosialisasi Pemilu Ramah Difabel Bareng Komunitas Aura Lentera

    Bawaslu Banyuwangi Gelar Sosialisasi Pemilu Ramah Difabel Bareng Komunitas Aura Lentera

    Bawaslu Kabupaten Banyuwangi adakan sosialisasi partisipasi pemilu bagi penyandang disabilitas di Hotel El Royal Banyuwangi, pada Minggu (3/11/24).

    Gelaran ini bertujuan untuk memastikan kesetaraan hak politik bagi para difabel dalam pilkada 27 November mendatang.K

    Komisioner Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Khomisa Kurnia Indra membuka acara yang dihadiri oleh organisasi difabel diantaranya DMI, PPDI, Pertuni, Difawangi, HWDI, Gerkatin, INAF, Taliwangi, Aura Lentera, serta media komunitas pendukung difabel, yaitu JRKBB dan JRKI.Y

    Yel-yel “Setara untuk Indonesia Jaya” disampaikan juga dalam bahasa isyarat yang dipimpin oleh Divisi Program Komunitas Aura Lentera Indah Catur Cahyaningtyas dengan penerjemah bahasa isyarat Firdaus.

    Kehadiran Firdaus memastikan seluruh peserta difabel tuna rungu dapat mengikuti sosialisasi dengan baik.

    Materi utama disampaikan oleh Indah Catur Cahyaningtyas, aktivis difabel yang pernah jadi PPK Banyuwangi dah Caleg Dapil 1 yang mengajak peserta memahami hak politik mereka.

    Indah menegaskan pentingnya partisipasi difabel dalam pemilu untuk menentukan arah pembangunan daerah.

    Selain itu, ia menyoroti perlunya Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ramah difabel agar akses pemilih difabel lebih mudah.

    Dalam sesi diskusi interaktif, ia mengajak peserta berbagi pengalaman tentang kendala yang pernah dihadapi dalam pemilu sebelumnya sebagai bahan evaluasi bagi Bawaslu untuk perbaikan di masa depan.

    Di akhir sesi tanya jawab, Windoyo, Ketua Aula Lentera menyampaikan apresiasinya dan berharap agar Bawaslu memberikan dukungan penuh terhadap hak politik difabel.

    “Kami berharap Bawaslu bareng KPUD benar-benar memperhatikan kebutuhan difabel dalam pemilu kali ini,” paparnya.

    Sosialisasi ini menunjukkan komitmen Bawaslu Banyuwangi dalam menciptakan pemilu yang inklusif dan merata bagi seluruh warga, tanpa terkecuali.

    Kami ingin partisipasi pemilih meningkat dan berkualitas sesuai regulasi serta damai hingga kehidupan bermasyarakat dan bernegara saling sinergi dan peduli tanpa melihat perbedaan yang ada,” tutur pimpinan sekretariat Banwaslu Abdul Aziz,SH,MH. (AW/AWN)