Tag: menurut para ahli

  • 15 Definisi Kompetensi Menurut Para Ahli

    15 Definisi Kompetensi Menurut Para Ahli

    Apa itu kompetensi? Secara umum, kompetensi adalah kemampuan, pengetahuan/wawasan serta sikap yang dijadikan suatu pedoman dalam melakukan tanggung jawab. Kompetensi sendiri bisa dikaitkan dengan setiap status seseorang.

    Misalnya ia adalah seorang siswa, maka kompetensinya adalah berkenaan dengan keilmuan yang dimiliki.

    Begitupula dengan seorang karyawan atau pekerja, maka kompetensi yang berkenaan adalah tentang skil, kedisiplinan, etos kerja, dan sebagainya.

    Menurut Kbbi, kompetensi adalah 1 kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan (memutuskan sesuatu); 2 Ling kemampuan menguasai gramatika suatu bahasa secara abstrak atau batiniah.

    Pengertian Kompetensi Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian kompetensi menurut para ahli adalah sebagai berikut.

    1. Spencer dalam Moeheriono (2009:3)

    Definisi kompetensi dalah karakteristik yang mendasari seseorang berkaitan dengan efektifitas kinerja individu dalam pekerjaannya atau karakteristik dasar individu yang memiliki hubungan kausal atau sebab-akibat dengan kriteria yang dijadikan acuan, efektif atau berkinerja prima atau superior di tempat kerja atau pada situasi tertentu.

    2. Sudarmanto (2009:45)

    Kompetensi merupakan suatu atribut untuk melekatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan unggul.

    Atribut tersebut adalah kualitas yang diberikan pada orang atau benda, yang mengacu pada karakteristik tertentu yang diperlukan untuk dapat melaksanakan pekerjaan secara efektif.

    Atribut tersebut terdiri atas pengetahuan, keterampilan, dan keahlian atau karakteristik tertentu.

    3. Moeheriono (2009:13)

    Kompetensi individu adalah kemampuan dan keterampilan melakukan kerja. Kompetensi setiap orang dipengaruhi oleh dua (2) faktor, yaitu : 1. Kemampuan dan keterampilan kerja dan 2. Motivasi dan etos kerja.

    4. Boyatzis Dalam Hutapea Dan Nurianna Thoha (2008)

    Kompetensi adalah kapasitas yang ada pada seseorang yang bisa membuat orang tersebut mampu memenuhi apa yang disyaratkan oleh pekerjaan dalam suatu organisasi sehingga organisasi tersebut mampu mencapai hasil yang diharapkan.

    5. Byars Dan Rue (1997)

    Kompetensi didefinisikan sebagai suatu sifat atau karakteristik yang dibutuhkan oleh seorang pemegang jabatan agar dapat melaksanakan jabatan dengan baik, atau juga dapat berarti karakteristik/ciri-ciri seseorang yang mudah dilihat termasuk pengetahuan, keahlian dan perilaku yang memungkinkan untuk berkinerja.

    6. Purwadarminta

    Kompetensi adalah kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan atau memutuskan sesuatu hal.

    7. Association K.U. Leuven

    Kompetensi adalah peingintegrasian dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang memungkinkan untuk melaksanakan satu cara efektif.

    8. Robert A. Roe (2001)

    Kompetensi dapat digambarkan sebagai kemampuan untuk melaksanakan satu tugas, peran atau tugas, kemampuan mengintegrasikan pengetahuan, ketrampilan-ketrampilan, sikap-sikap dan nilai-nilai pribadi, dan kemampuan untuk membangun pengetahuan dan keterampilan yang didasarkan pada pengalaman dan pembelajaran yang dilakukan.

    9. Steven Moulton, SPHR

    Kompetensi bisa didefinisikan sebagai kemampuan teknikal yang membedakan perusahaan dengan pesaing.

    Sementara bagi individu, kompetensi bisa didefinisikan sebagai kombinasi pengetahuan, keahlian, dan kebisaan yang mempengaruhi kinerja kerjanya. Ia mengaku, definisi kompetensi bisa sangat beragam dan berbeda dari satu orang ke orang lainnya.

    10. Drs. Budiman Sanusi Mpsi

    Kompetensi adalah keseluruhan pengetahuan, keterampilan, perilaku, dan sikap yang ditampilkan oleh orang-orang yang sukses/berhasil dalam mengerjakan suatu tugas dengan prestasi kerja yang optimal.

    11. Watson Wyatt dalam Ruky (2003:106)

    Kompetensi adalah kombinasi dari keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge), dan perilaku (attitude) yang dapat diamati dan di-terapkan secara kritis untuk suksesnya sebuah organisasi dan prestasi kerja serta kontribusi pribadi karyawan terhadap organisasinya.

    12. E. Mulyasa

    Kompetensi adalah perpaduan antara pengetahuan, keterampilan, dan nilai serta sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.

    13. Stephen Robbin

    Kompetensi adalah keahlian atau kapasitas seseorang dalam mengerjakan beraneka macam tugas dalam suatu pekerjaan, yang mana keahlian tersebut ditetapkan oleh 2 faktor, yakni keahlian intelektual dan keahlian fisik.

    14. Echols dan Shadily

    Kompetensi secara etimologi berasal dari kata bahasa Inggris “competency” yang artinya kecakapan atau kemampuan.

    15. Van Looy, Van Dierdonck dan Gemmel

    Kompetensi adalah sebuah ciri-ciri manusia yang berkaitan dengan efektifitas performa, ciri-ciri yang bisa dilihat dari gaya bertindak, berperilaku dan berpikir orang tersebut.

  • 13 Pengertian Psikologi Pendidikan Menurut Para Ahli

    13 Pengertian Psikologi Pendidikan Menurut Para Ahli

    Psikologi Pendidikan

    Menurut (Slater, 2005), psikologi diartikan sebagai studi ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan dan tingkah laku manusia.

    Psikologi pendidikan dimaksudkan untuk memberi pengaruh dalam kegiatan pendidikan pembelajaran dan proses belajar mengajar yang lebih efektif dengan memperhatikan respon kejiwaan dan  tingkah laku anak didik.

    Secara umum, psikologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara manusia belajar dalam pendidikan, pengaturan, efektivitas intervensi pendidikan, psikologi pengajaran, dan psikologi sosial dari sekolah sebagai organisasi.

    Psikologi Pendidikan Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian psikologi pendidikan menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Arthur S. Reber (Syah, 1997)

    Definisi Psikologi pendidikan adalah sebuah subdisiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah kependidikan yang berguna dalam hal-hal sebagai berikut :

    • Penerapan prinsip-prinsip belajar dalam kelas
    • Pengembangan dan pembaharuan kurikulum
    • Ujian dan evaluasi bakat dan kemampuan
    • Sosialisasi proses-proses dan interaksi proses-proses tersebut dengan pendayagunaan ranah kognitif
    • Penyenggaraan pendidikan keguruan

    2. Tardif (Syah, 1997)

    Definisi Psikologi pendidikan adalah sebuah bidang studi yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan tentang perilaku manusia untuk usaha-usaha kependidikan.

    3. Barlow (Syah, 1997)

    Definisi Psikologi pendidikan adalah sebuah pengetahuan berdasarkan riset psikologis yang menyediakan serangkaian sumber-sumber untuk membantu anda melaksanakan tugas-tugas seorang guru dalam proses belajar mengajar secara efektif.

    4. Witherington (Buchori dalam Syah, 1997)

    Psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia.

    5. Whiterington, (1982:10)

    Pengertian Psikologi pendidikan adalah studi yang sistematis terhadap proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan. Sedangkan pendidikan adalah proses pertumbuhan yang berlangsung melalui tindakan-tindakan belajar.

    6. (Borich & Tombari, 1997)

    Pengertian Psikologi pendidikan ialah satu disiplin yang memfokuskan kajiannya kepada pengetahuan teoretikal dan pengetahuan empirikal mengenai pengajaran dan pembelajaran dalam bilik darjah.

    7. (Banks & Thompson, 1995)

    Pengertian Psikologi pendidikan adalah Kajian tentang perlakuan atau tingkah laku manusia dalam proses pengajaran dan pembelajaran dalam bilik darjah.

    8. Psikologi pendidikan Menurut Pandangan Democritus

    Democritus, filsuf pertama yang menekankan pentingnya pengaruh lingkungan dan suasana rumah terhadap perkembangan kepribadian seseorang sehingga lingkungan dan suasana rumah perlu dibina sebaik mungkin agar suasananya kondusif (menguntungkan) bagi perkembangan anak.

    9. Psikologi pendidikan Menurut Pandangan Plato dan Aristoteles

    Plato dan Aristoteles mengembangkan sistem pendidikan berdasarkan pada prinsip-prinsip psikologi. Mereka menulis tentang model-model pendidikan yang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat yang berbeda-beda.

    10. Menurut Pandangan Rousseau

    Rousseau (seorang penganut Naturalis), mendasarkan ide-ide pendidikan pada prinsip-prinsip perkembangan manusia. Oleh karena itu, memahami prinsip-prinsip perkembangan adalah penting untuk perlakuan dalam pendidikan.

    11. Menurut John Locke

    Menurut Locke, seluruh pengetahuan pada hakikatnya berasal dari pengalaman. Apa yang kita ketahui melalui pengalaman itu bukanlah objek atau benda yang hendak kita ketahui itu sendiri, melainkan hanya kesan-kesan pada pancaindra kita. Jadi, Pengertian psikologi pendidikan secara singkat adalah ilmu-ilmu psikologi yang diterapkan dalam dunia pendidikan.

    12. Djiwandono (2002)

    Mengatakan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku dan pengalaman manusia.

    13. Muhibin Syah (2003)

    Psikologi pendidikan adalah sebuah disiplin psikologi yang membahas masalah psikologis yang terjadi dalam dunia pendidikan.

  • 6 Pengertian Kosakata Menurut Para Ahli

    6 Pengertian Kosakata Menurut Para Ahli

    Pengertian Kosakata

    Kosakata merupakan salah satu aspek bahasa yang sangat penting keberadaannya. Dalam kamus besar bahasa indonesia, Kbbi (Dekdikbut, 1996: 527), Kosakata diartikan sebagai, “perbendaharaan kata”.

    Dalam Bahasa Inggris, kosakata disebut dengan vocabulary, yaitu himpunan kata yang dimiliki oleh seseorang atau entitas lain, atau merupakan bagian dari suatu bahasa tertentu.

    Adapun fungsi kosakata adalah dirangkai atau disusun menjadi sebuah kalimat yang utuh.

    Pengertian Kosakata Menurut Para Ahli

    1. Kridalaksana dalam Tarigan (1994:446)

    Kosakata adalah (1) komponen bahasa yang memuat secara informasi tentang makna dan pemakaian kata dalam bahasa; (2) kekayaan kata yang dimiliki seorang pembicara, penulis atau suatu bahasa; dan (3) daftar kata yang disusun seperti kamus, tetapi dengan penjelasan yang singkat dan praktis.

    2. Soedjito dalam Tarigan (1994:447)

    Kosakata merupakan: (1) semua kata yang terdapat dalam satu bahasa; (2) kekayaan kata yang dimiliki oleh seorang pembicara; (3) kata yang dipakai dalam satu bidang ilmu pengetahuan; dan (4) daftar kata yang disusun seperti kamus disertai penjelasan secara singkat dan praktis.

    3. Dowdowski (1982: 1454)

    Arti kosakata merupakan keseluruhan kata yang terdapat dalam suatu bahasa. Kosakata adalah keseluruhan kata yang tersedia baik kosakata aktif yang digunakan oleh pembaca dan penulis maupun kosakata fasif yang digunakan oleh pembaca dan pendengar.

    4. Adiwinarta dalam Husen (1994: 7)

    Kosakata adalah : 1). Semua kata yang terdapat dalam suatu bahasa, 2). Kata yang dikuasai oleh seseorang atau kata-kata yang dipakai oleh segolongan orang dalam lingkungan yang sama, 3). Daftar sejumlah kata dan frase dari suatu bahasa yang disusun secara alfabetis disertai batasan dan keterangan”.

    5. Swahnell (1986: 633)

    Makna kosakata atau penggunaan kata dalam bahasa, buku, karangan atau cabang ilmu pengetahuan dan penyusunan kata dalam bahasa.

    6. Rahayu (1999: 6)

    Definisi kosakata adalah keseluruhan kata atau perbendaharaan kata atau istilah yang mengacu pada konsep-konsep tertentu yang dimiliki oleh seseorang atau suatu bahasa dalam suatu lingkungan.

  • 10 Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli

    Pengertian Bahasa

    Pengertian bahasa adalah alat komunikasi manusia dengan manusia lainnya dengan bunyi (suara), gerakan, dan ekspresi. Jadi, bahasa tidak hanya berkutat soal bunyi sanya, tapi juga tanda yang mendukungnya.

    Secara etimologi, bahasa berasal dari bahasa Sanskerta भाषा, bhāṣā. Sedangkan menurut Kbbi, bahasa adalah:

    • sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri.
    • percakapan (perkataan) yang baik; tingkah laku yang baik; sopan santun.
    • sistem kata atau simbol yang memungkinkan untuk berkomunikasi dengan komputer, terutama untuk memasukkan instruksi-instruksi komputer melalui kata-kata yang mudah dipahami, dan kemudian diterjemahkan ke dalam kode mesin.

    Bahasa Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian bahasa menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Bill Adams

    Bahasa adalah sebuah sistem pengembangan psikologi individu dalam sebuah konteks inter-subjektif.

    2. Wittgenstein

    Bahasa merupakan bentuk pemikiran yang dapat dipahami, berhubungan dengan realitas, dan memiliki bentuk dan struktur yang logis.

    3. Ferdinand de Saussure

    Bahasa adalah ciri pembeda yang paling menonjol karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai kesatuan yang berbeda dari kelompok yang lain.

    4. Plato

    Bahasa pada dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut.

    5. Bloch & Trager

    Bahasa adalah sebuah sistem simbol yang bersifat manasuka dan dengan sistem itu suatu kelompok sosial bekerja sama.

    6. Carrol

    Bahasa adalah sebuah sistem berstruktural mengenai bunyi dan urutan bunyi bahasa yang sifatnya manasuka, yang digunakan, atau yang dapat digunakan dalam komunikasi antar individu oleh sekelompok manusia dan yang secara agak tuntas memberi nama kepada benda-benda, peristiwa-peristiwa, dan proses-proses dalam lingkungan hidup manusia.

    7. Sudaryono

    Bahasa adalah sarana komunikasi yang efektif walaupun tidak sempurna sehingga ketidaksempurnaan bahasa sebagai sarana komunikasi menjadi salah satu sumber terjadinya kesalahpahaman.

    8. Saussure

    Definisi bahasa adalah objek dari semiologi.

    9. Mc. Carthy

    Arti bahasa adalah praktik yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan berpikir.

    10. William A. Haviland

    Bahasa adalah suatu sistem bunyi yang jika digabungkan menurut aturan tertentu menimbulkan arti yang dapat ditangkap oleh semua orang yang berbicara dalam bahasa itu.

  • 8 Pengertian Batik Menurut Para Ahli

    8 Pengertian Batik Menurut Para Ahli

    Pengertian Batik

    Secara etimologi, kata batik berasal dari bahasa Jawa, yaitu ”tik” yang berarti titik/matik (kata kerja, membuat titik) yang kemudian berkembang menjadi istilah ”batik” (Indonesia Indah ”batik”, 1997, 14).

    Batik sendiri adalah sebuah karya seni kain bergambar yang memiliki corak dan motif khusus.

    Adapun corak dan motifnya menggunakan malam, lilin, serta pewarna yang dicap dan ditulis dengan unsur seni yang tinggi.

    Dunia telah mengakui, bahwa baju batik adalah seni yang berasal dari Indonesia.

    Maka tak heran jika batik menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi Bangsa kita tercinta ini.

    Batik Menurut Para Ahli

    Berikut adalah beberapa pengertian batik menurut para ahli.

    1. Murtihasi dan Mukminatun (1979)

    Bataik adalah cara pembuatan bahan sandang berupa tekstil yang bercorak pewarnaan dengan menggunakan lilin sebagai penutup untuk mengamankan warna dari perembesan warna yang lain dalam pencelupan.

    2. Irwan Tirta

    Batik adalah teknik menghias kain atau testil dengan menggunakan lilin dalam proses pencelupan warna, yang semua proses tersebut menggunakan tangan.

    3. Hamzuri

    Definisi batik adalah lukisan atau gambar pada mori yang dibuat dengan menggunakan alat bernama canting.

    Orang yang melukis atau menggambar pada mori memakai canting disebut membatik.

    Membatik ini menghasilkan batik yang berupa macam-macam motif dan mempunyai sifat khusus yang dimiliki oleh batik itu sendiri.

    4. Afif Syakur

    Arti batik adalah serentang warna yang meliputi proses pemalaman (lilin), pencelupan (pewarnaan) dan pelorotan (pemanasan), hingga menghasilkan motif yang halus yang semuanya ini memerlukan ketelitian yang tinggi.

    5. Santosa Doellah

    Batik adalah sehelai kain yang dibuat secara tradisional dan terutama juga digunakan dalam matra tradisional, memiliki beragam corak hias dan pola tertentu yang pembuatannya menggunakan teknik celup rintang dengan lilin batik sebagai bahan perintang warna.

    6. Konsensus

    Pengertian batik menurut konsensus Nasional 12 maret 1996, batik adalah karya seni rupa pada kain dengan pewarnaan rintang yang menggunakan lilin batik sebagai perintang warna (wax resist technique).

    7. UNESCO

    Batik adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik perintang warna (wax resist technique), termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan.

    Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009.

    8. KBBI

    Menurut Kbbi, batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya melalui proses tertentu; kain batik.

  • 12 Pengertian Bimbingan Konseling Menurut Para Ahli

    12 Pengertian Bimbingan Konseling Menurut Para Ahli

    Pengertian Bimbingan Konseling

    Bimbingan dan konseling merupakan terjemahan dari bahasa inggris, yaitu guidance and counseling. Kata “guidance” berasal dari kata kerja to guide yang berarti memimpin, menunjukkan, atau membimbing ke jalan yang baik.

    Jadi, kata “guidance” dapat diartikan sebagai pengarahan atau petunjuk kepada seseorang. Sedangkan “counseling” berasal dari kata kerja to counsel yang berarti menasehati atau menganjurkan kepada seseorang secara face to face.

    Sehingga bisa disimpulkan arti bimbingan konseling adalah sebuah proses pengarahan dan menasehati seseorang secara langsung dalam hal yang bermanfaat, misalnya tentang pola pikir, tingkah laku, dan cara berbicara.

    Pengertian Bimbingan Konseling Menurut Ahli

    Adapun pengertian bimbingan konseling menurut para ahli adalah sebagai berikut.

    1. Prayitno (2003)

    Memberikan pengertian bimbingan konseling sebagai suatu bentuk pelayanan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar peserta didik mandiri dan berkembang secara baik.

    2. Nur Faudjia (2011)

    Memberikan pengertian bimbingan konseling sebagai proses pemberian bantuan konselor yang dilakukan melalui wawancara untuk kemudian peserta didik mampu merencanakan masa depan yang lebih baik.

    3. Jainab Aqib (2010)

    Memberikan pengertian bimbingan konseling sebagai bentuk kegiatan yang integral, dimana bimbingan dan konseling tak terpisahkan dengan layanan bimbingan yang lain.

    4. Hikmawati (2011:1)

    Pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku.

    5. Tohirin (2013:25)

    Bimbingan dan konseling merupakan proses bantuan yang diberikan oleh pembimbing (konselor) kepada individu (konseli) melalui pertemuan tatp muka atau hubungan timbal balik antara keduanya, supaya konseli mempunyai kemampuan atau kecakapan melihat dan menemukan masalahnya serta mempunyai kemampuan memecahkan masalahnya sendiri.

    6. Jones (dalam Prayitno 2013: 100)

    Konseling adalah kegiatan dimana semua fakta dikumpulkan dan semua pengalaman siswa difokuskan pada masalah tertentu untuk diatasi sendiri oleh yang bersangkutan dimana ia diberi bantuan pribadi dan langsung dakam pemecahan masalah itu.

    Konselor tidak memecahkan masalah untuk klien. Konseling harus ditunjukkan pada perkembangan yang progresif dari individu untuk memecahkan masalah-masalahnya sendiri tanpa bantuan.

    7. Willis (2011:14)

    Bimbingan merupakan ”proses bantuan terhadap individu agar ia memahami dirinya dan dunianya, sehingga dengan demikian ia dapat memanfaatkan potensi-potensinya”.

    8. Bernard & Fullmer (dalam Prayitno, 2013:95)

    Bimbingan merupakan segala kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu.

    9. Frank Parson (1951)

    Bimbingan sebagai bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat memilih, mempersiapkan diri dan memangku suatu jabatan dan mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya.

    10. Chiskolm (1959)

    Bimbingan membantu individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri, yaitu membantu individu memahami dirinya sendiri, pengertian menitikberatkan pada pemahaman terhadap potensi diri yang dimiliki.

    11. Mathewson (1969)

    Bimbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yang menekankan proses belajar yang sistematik. Maksudnya, bimbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yang menekankan pada proses belajar. Pengertian ini menekankan bimbingan sebagai bentuk pendidikan dan pengembangan diri, tujuan yang diinginkan diperoleh melalui proses belajar.

    12. Crow (dalam Aqib, 2013:94)

    Bimbingan dapat diartikan bantuan yang diberikan oleh seseorang, laki-laki atau perempuan, yang memiliki kepribadian yag memadai dan telah terlatih dengan baik kepada individu-individu setiap usia untuk membantunya mengatur kegiatan hidupnya sendiri, mengembangkan pandangan hidupnya sendiri, membuat keputusan sendiri dan menanggung bebannya sendiri.

  • 10 Pengertian Dongeng Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Dongeng Menurut Para Ahli

    Dongeng merupakan salah satu bentuk karya sastra lama yang hingga kini tetap digemari oleh berbagai kalangan, terutama anak-anak.

    Sejak dahulu, dongeng berperan penting dalam menyampaikan pesan moral, nilai-nilai kehidupan, serta hiburan kepada masyarakat melalui cerita yang bersifat imajinatif dan mengandung makna mendalam.

    Cerita dalam dongeng biasanya bersifat fiktif atau khayalan, namun di balik kisahnya yang sederhana, tersimpan pesan moral yang mengajarkan tentang kebaikan, kejujuran, kerja keras, dan nilai-nilai luhur lainnya.

    Karena itu, dongeng tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter yang efektif.

    Pengertian Dongeng Menurut Para Ahli

    Berikut adalah beberapa definisi dongeng menurut para ahli.

    1. Kamisa, 1997: 144

    Dongeng adalah suatu cerita yang dituturkan atau dituliskan dengan maksud menghibur. Sifatnya adalah fiktif sehingga tidak benar-benar terjadi. Selain itu, dongeng juga merupakan ajaran moral yang terkandung dalam sebuah cerita.

    2. Nurgiantoro, 2005:198

    Definisi dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi dan dalam banyak hal sering tidak masuk akal.

    3. Agus Triyanto, 2007:46

    Dongeng adalah cerita fantasi sederhana yang tidak benar-benar terjadi berfungsi untuk menyampaikan ajaran moral mendidik dan juga menghibur, sehingga dongeng merupakan salah satu bentuk karya sastra yang ceritanya tidak benar-benar terjadi/fiktif.

    4. Menurut Semi, 1988:29”

    Dongeng biasanya menceritakan tentang sebuah asal mula suatu tempat atau suatu negeri atau mengenai suatu peristiwa-peristiwa yang aneh dan menakjubkan tentang kehidupan manusia atau binatang.

    5. Badrun “1983:29”

    Pengertian dongeng adalah suatu cerita prosa hasil seni rakyat yang hidup subur dalam angan-angan masyarakat, impian dan sebuah kenyataan bercampur menjadi satu dalam dunia angan-angan.

    6. Bascom

    Dongeng adalah salah satu jenis prosa rakyat yang tidak dianggap benar-benar terjadi dan tidak terikat dengan waktu atau tempat.

    7. Trisna

    Pengertian dongeng merupakan cerita zaman dahulu.

    8. Charles Perrault

    Dongeng ialah cerita pendek mengenai petualangan khayal dengan situasi dan tokoh-tokoh yang gaib dan luar biasa.

    9. Liberatus Tengsoe

    Arti dongeng adalah cerita khayal yang kebenarannya sulit dipercaya karena disajikan hal-hal ajaib, aneh dan tidak masuk akal.

    10. KBBI

    Menurut Kbbi, dongeng adalah:

    • cerita yang tidak benar-benar terjadi (terutama tentang kejadian zaman dulu yang aneh-aneh): anak-anak gemar mendengarkan — Seribu Satu Malam
    • perkataan (berita dan sebagainya) yang bukan-bukan atau tidak benar: uraian yang panjang itu dianggapnya hanya — belaka
  • Pengertian Kode, Alih Kode dan Campur Kode Menurut Para Ahli

    Pengertian Kode, Alih Kode dan Campur Kode Menurut Para Ahli

    Pengertian Kode

    Sebelum kita membahas perbedaan alih kode dan campur kode, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu definisi dari kode itu sendiri.

    Jadi, kode adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut salah satu varian di dalam hierarki kebahasaan.

    Sehingga selain kode yang mengacu kepada bahasa (seperti bahasa Inggris, Belanda, Jepang, Indonesia), juga varian kelas sosial disebut dialek sosial atau sosiolek (misalnya: bahasa Jawa halus dan kasar).

    Tidak luput juga meliputi varian ragam dan gaya dirangkum dalam laras bahasa (gaya sopan, gaya hormat, atau gaya santai), dan varian kegunaan atau register (bahasa pidato, bahasa doa, dan bahasa sehari-hari).

    Pengertian Kode Menurut Para Ahli

    Berikut ini beberapa definisi kode menurut para ahli.

    1. Menurut Poedjosoedarmo (1982:30)

    Kode merupakan suatu sistem tutur yang penerapan unsur bahasanya mempunyai ciri khas sesuai dengan latar belakang penutur dengan lawan tutur, dan situasi tutur yang ada. Jadi dalam kode itu terdapat unsur bahasa seperti kalimat, kata, morfem, dan fonem.

    2. Apple (1976)

    Mendefinisikan alih kode sebagai “gejala peralihan pemakaian bahasa karena berubahnya situasi”. Contohnya ada dua orang Sunda yang berbincang dengan menggunakan bahasa Sunda. Kemudian setelah beberapa menit datang orang Bali yang tidak bisa menggunakan bahasa Sunda, sehingga mereka bertiga memakai bahasa indonesia.

    3. Hymes (1878: 103)

    Alih kode itu bukan hanya terjadi antar bahasa, tetapi dapat juga terjadi antara ragam-ragam atau gaya-gaya yang terdapat dalam satu bahasa. Yaitu misalnya perubahan antara ragam santai dan ragam resmi bahasa indonesia.

    Alih KodeAlih kode (code switching) adalah peristiwa peralihan dari satu kode ke kode yang lain. Misalnya penutur menggunakan bahasa Indonesia, kemudian beralih menggunakan bahasa Jawa/bahasa lainnya.

    Alih kode juga menjadi salah satu aspek ketergantungan bahasa (languagedependency) dalam masyarakat multilingual. Dalam masyarakat multilingual, ditemui fakta bahwa sangat sulit seorang penutur mutlak hanya menggunakan satu bahasa.

    Alih Kode Menurut Para Ahli

    Beirkut ini beberapa definisi alih kode menurut para ahli.

    1. Nababan (1984:31)

    Menyatakan bahwa konsep alih kode ini mencakup juga kejadian pada waktu kita beralih dari satu ragam bahasa yang satu ke ragam yang lain. Misalnya, ragam formal ke ragam santai, dari kromo inggil (bahasa jawa) ke bahasa ngoko dan lain sebagainya.

    2. Kridalaksana (1982:7)

    Mengemukakan bahwa penggunaan variasi bahasa lain untuk menyesuaikan diri dengan peran atau situasi lain, atau karena adanya partisipasi lain disebut alih kode

    3. Holmes (2001:35)

    Menegaskan bahwa suatu alih kode mencerminkan dimensi jarak sosial, hubungan status, atau tingkat formalitas interaksi para penutur.

    4. Suwito (1985:67)

    Menyebutkan bahwa kode adalah salah satu variasi dalam hierarki kebahasaan. Selanjutnya diberi ilustrasi, misalnya kita mengatakan bahwa “manusia adalah makhluk-makhluk berbahasa (homo lingual)”.

    Campur Kode

    Campur kode (code-mixing) terjadi apabila seorang penutur menggunakan suatu bahasa secara dominan mendukung suatu tuturan disisipi dengan unsur bahasa lainnya.

    Hal ini biasanya berhubungan dengan karakteristk penutur, seperti latar belakang sosial, tingkat pendidikan, rasa keagamaan.

    Campur Kode Menurut Para Ahli

    Berikut ini beberapa definisi campur kode menurut para ahli.

    1. Nababan (1984:32)

    Mengatakan campur kode adalah suatu keadaan berbahasa dimana orang mencampur dua (atau lebih) bahasa atau ragam bahasa dalam suatu tindak tutur.

    2. Sumarsono (2004:202)

    Menjelaskan kata-kata yang sudah mengalami proses adaptasi dalam suatu bahasa bukan lagi kata-kata yang mengalami gejala interfensi, bukan pula alih kode, apalagi campur kode.

  • Pengertian Resensi Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Pengertian Resensi Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Definisi Resensi

    Resensi adalah sebuah ulasan atau penilaian terhadap suatu karya, baik berupa buku, film, atau karya lainya.

    Kata resensi sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere.

    Artinya dengan meresensi, maka seseorang akan melihat, menimbang, atau menilai karya tersebut.

    Dalam bahasa Belanda, resensi dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah review.

    Namun, dari ketiga istilah tersebut tetap mengacu pada hal yang sama, yaitu mengulas buku.

    Resensi Menurut Para Ahli

    Menurut Saryono (1997:56) pengertian resensi adalah sebuah tulisan berupa esai dan bukan merupakan bagian suatu ulasan yang lebih besar mengenai sebuah buku.

    Isinya meliputi laporan, ulasan, dan pertimbangan baik-buruknya buku tersebut. Dalam resensi, biasanya dilengkapi/didukung dengan ilustrasi buku, misalnya foto buku atau cover.

    Menurut WJS Poerwadarminta (dalam romli, 2003: 75) arti resensi secara bahasa adalah sebagai pertimbangan atau perbincangan tentang sebuah buku yang menilai kelebihan atau kekurangan buku tersebut.

    Dimana orang yang meresensi akan memberikan dorongan kepada masyarakat tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca dan seberapa manfaatnya buku tersebut.

    Resensi juga berkaitan dengan literasi novel, yaitu kemampuan individu untuk memahami, menganalisis, dan mengevaluasi sebuah novel dengan baik.

    Kemampuan ini meliputi pemahaman terhadap alur cerita, karakter tokoh, tema, dan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis melalui novel tersebut.

    Sehingga secara sederhana, resensi bisa dikatakan sebagai sebuah tindakan yang memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik suatu buku.

    Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), resensi adalah:

    pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku: majalah itu memuat — buku-buku yang baru terbit
    pendapat atau pertimbangan redaksi tentang hasil kesenian, kesusastraan, dan sebagainya

    Jenis Jenis Resensi

    Secara umum, resensi terbagi menjadi tiga jenis, diantaranya:

    • Resensi Informatif, yaitu resensi yang hanya menyampaikan isi secara singkat dan umum dari keseluruhan isi buku.
    • Resensi Deskriptif, yaitu resensi yang mengulas secara detail pada tiap bagian atau bab dalam buku.
    • Resensi Kritis, yaitu resensi yang berbentuk ulasan terperinci dengan metodologi penelitian. Isi dari resensi kritis biasanya cukup tajam dan objektif dalam menilai sebuah buku.

    Struktur Resensi

    Ada beberapa struktur resensi, berikut diantaranya:

    • Identitas, yang mencakup judul buku, penerbit, pengaran, tahun terbit, tebal halaman.
    • Orientasi, yaitu penjelasan tentang kelebihan buku, misalnya penghargaan yang pernah diraih.
    • Sinopsis, yaitu ringkasan yang menggambarkan isi cerita tentang buku tersebut.
    • Analisis, yaitu paparan tentang keberadaan unsur-unsur cerita, seperti tema, watak, penokohan, latar, dan alur.
    • Evaluasi, yaitu paparan tentang kelebihan dan kekurangan suatu karya.

    Unsur Resensi

    Dalam resensi novel atau buku, diperlukan unsur-unsur resensi yang harus dipenuhi, sebagai berikut:

    1. Judul Resensi

    Judul sebuah resensi harus mempunyai korelasi dengan isi resensi. Tidak lupa juga, judul resensi harus dibuat semenarik mungkin agar bisa memberikan nilai tersendiri.

    2. Menyusun Data Buku

    Selanjutnya adalah menyusun data buku. Adapun hal yang dapat dilakukan dalam penyusunan data buku adalah sebagai berikut.

    • Judul
    • Pengarang
    • Penerbit
    • Tahun terbit beserta cetakannya
    • Dimensi buku
    • Harga

    3. Isi Resensi Buku

    Isi resensi biasanya selalu berisi tentang sinopsis, ulasan singkat buku dengan kutipan singkat yang dianggap penting. Tidak lupa juga, perlu dicantumkan kelebihan serta kelemahan buku.

    4. Penutup Resensi Buku

    Pada bagian penutup resensi, bisa diisi dengan kesimpulan yang berisi aalasan kenapa buku tersebut ditulis dan kepada siapa buku tersebut ditujukan.

    Manfaat Resensi

    Adapun beberapa manfaat resensi adalah sebagai berikut:

    1. Bahan Pertimbangan

    Memberikan gambaran umum kepada pembaca tentang suatu karya dan memengaruhi mereka atas karya tersebut. Sehingga mereka mendapat pertimbangan apakah layak untuk membeli/tidak, membaca/tidak.

    2. Nilai Materi

    Menjadi sumber penghasilan. Sebab begitu banyak penerbit yang menginginkan buku-buku terbitannya di resensi hingga bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas.

    3. Promosi Buku

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, resensi bisa membuat sebuah karya menjadi lebih dikenal masyarakat luas. Maka dari itu, banyak penulis/penerbit yang menginginkan jika karya terbarunya diresensi.

    4. Melatih Kreativitas

    Meresensi buku juga bisa melatih kreativitas seseorang. Di mana, kata-kata yang digunakan haruslah yang baik dan benar sehingga bisa diterima oleh masyarakat luas.

    Ciri Ciri Resensi

    Apa saja ciri-ciri resensi? Berikut diantaranya:

    • Terdapat judul resensi.
    • Memberikan identitas buku secara lengkap.
    • Ada sinopsis atau ulasan buku.
    • Menyajikan kelebihan dan kelemahan buku.
    • Penggunaan bahasa yang baik dan benar.
    • Memberi masukan, kritik, dan saran kepada penulis.
    • Memberi apresiasi atas sebuah karya tulis.
    • Menilai karya sastra secara objektif.

    Tujuan & Manfaat Resensi

    Adapun tujuan dan manfaat resensi adalah sebagai berikut.

    • Membantu pembaca untuk mengetahui gambaran umum sebuah buku secara ringkas.
    • Mengetahui kelebihan dan kelemahan buku yang diresensi.
    • Mengetahui latar belakang penulis dan alasan buku itu dibuat.
    • Menguji kualitas sebuah karya dan membandingkan dengan karya lainnnya.
    • Memberi masukan kepada penulis yang berupa kritik dan saran.
    • Mengajak untuk berdiskusi tentang karya yang diresensi.
    • Memberikan pemahaman secara komprehensif kepada pembaca.

    Contoh Resensi

    Berikut adalah contoh resensi buku yang berjudul Serpihan Masa Lalu karya Utami Panca Dewi.

    Judul : Serpihan Masa Lalu
    Penulis : Utami Panca Dewi
    Penerbit : Nuansa
    Cetakan : Pertama, 2016
    Tebal : 155 halaman
    ISBN : 978-602-73112-7-5

    Novel remaja ini bercerita tentang perjalanan seorang wanita bernama Dara.

    Sejak kepergian ibunya, Dara menjadi anak yang pendiam. Tentunya hal membuat itu ayahnya, Farid menjadi prihatin.

    Ayahnya yang berprofesi sebagai dokter berinisiatif mengajak Dara mengunjungi Rumah Singgah Bina Insani, yang sekaligus panti asuhan bagi anak-anak yang kurang beruntung, milik Bu Respati.

    Dokter Farid ingin Dara memiliki keceriaan kembali seperti sebelum ditinggal ibunya.

    Diawali dengan memperkenalkan diri di kelas barunya, banyak anak panti yang meminta Dara menjelaskan cara penyelesaian soal-soal IPA.

    Sebab, Dara merupakan siswi paling cerdas di kelas XI IPA 2. Dia mampu menjelaskan soal-soal secara mudah, melebihi teman-teman sekelasnya.

    Melihat keceerdasan Darai, Bu Respati mintanya menjadi guru atau pengajar mata pelajaran IPA bagi anak-anak panti.

    Kebetulan Rumah Singgah itu belum memiliki guru IPA dan Dara menyetujuinya. Jadi, setiap Jumat sore, Dara memberi pelajaran IPA pada anak-anak panti.

    Setelah berbulan-bulan mengajar di Rumah Singgah, akhirnya Dara sadar akan passion-nya. Seketika Dara ingin menjadi guru.

    Dia benar-benar menikmati momen saat berada di tengah anak-anak panti tersebut.

    Dia merasa jika menemukan kepuasan ketika murid-muridnya bisa memahami materi yang dijelaskannya. Bisa dikatakan sebagai sebuah kebanggaan tersendiri.

    Tentu saja cita-cita ini bertolak belakang dengan keinginan dokter Farid, ayahnya.

    Sebagai seorang dokter senior, Farid ingin Dara menjadi dokter juga agar dapat menggantikan mengelola klinik tersebut.

    Banyak pihak yang heran dengan cita-cita Dara. Salah satunya adalah Ruben, kakak kelasnya yang diam-diam menyukai Dara.

    Namun, Dara tetap teguh dengan harapannya. Dia menganggap bahwa setiap anak bebas memilih jalan yang diinginkan tanpa harus memenuhi permintaan orang tuanya.

    Padahal Dara memiliki rasa kepada Ruben. Tapi, Dara memilih mengubur perasaannya karena cita-citanya tersebut.

    Selain itu, dia juga memikirkan perasaan Mela, sepupu Dara, juga menyukai Ruben.

    Karena orang tua Mela baru saja bercerai, Mela harus pindah tempat tinggal dan sekolah. Terlebih lagi Mela mengidap thallasemia.

    Dara tak ingin sepupunya bersedih. Jika bersama Ruben bisa membuat Mela bahagia, Dara rela mengesampingkan perasaannya, walau harus sedikit terluka.

    Di sisi lain, Dara juga tertarik pada Ale, seorang remaja seusianya yang menjadi penjaja koran di lampu merah.

    Adik Ale, Adelia, seorang berkebutuhan khusus merupakan salah satu anak asuh Rumah Singgah Bina Insani, murid Dara.

    Setelah ayahnya meninggal, Ale berjuang membesarkan adiknya. Dia rela putus sekolah asal adiknya bisa mengenyam pendidikan.

    Dokter Farid tidak senang melihat kedekatan Dara dengan Ale.

    Menurutnya, anak jalanan seperti Ale yang berambut gondrong tidak punya sopan santun dan tidak punya masa depan sehingga tidak layak untuk dicintai.

    Apalagi mengetahui Dara terlambat pulang karena pergi bersama Ale, makin beranglah Dokter Farid.

    Untuk menjauhkan anak kesayangannya dari Ale, Farid mengizinkan Dara mengambil program studi Pendidikan Biologi di Yogyakarta.

    Bagi Dara, tak masalah dijauhkan dari Ale, selama tidak dilarang menjadi guru. Sebab, cita-citanya sudah bulat menjadi seorang guru yang berguna bagi setiap anak.

  • 9 Pengertian Apresiasi Menurut Para Ahli

    Pengertian Apresiasi

    Jelaskan pengertian apresiasi? Apresiasi adalah sebuah bentuk penghargaan kepada suatu karya seni dan sastra yang dihasilkan dari proses pengamatan, penglihatan, pendengaran, dan penjiwaan.

    Menurut bahasa, apresiasi berasal dari bahasa latin, yaitu “Apreciatio” yang artinya menghargai. Sedangkan secara terminologi, arti apreasiasi adalah proses penilaian seorang ahli terhadap sesuatu.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti apreasiasi adalah:

    apresiasi/ap·re·si·a·si/ /aprésiasi/ n 1 kesadaran terhadap nilai seni dan budaya; 2 penilaian (penghargaan) terhadap sesuatu; 3 kenaikan nilai barang karena harga pasarnya naik atau permintaan akan barang itu bertambah;

    Pengertian Apresiasi Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian apresiasi menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Alfred North Whitehead

    Apresiasi adalah proses pengapresiasian terhadap sebuah hal yang dilakukan oleh seseorang dalam sebuah kegiatan guna mendapatkan suatu hal, dan berpartisipasi di dalamnya dengan penilaian secara keseluruhan.

    2. Effendi

    Pengertian apresiasi menurut Effendi merupakan aktivitas menggauli cipta sastra dengan sungguh-sungguh sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap karya sastra.

    3. Aminuddin

    Berdasarkan pandangan Aminuddin, apresiasi mengandung makna pengenalan melalui perasaan atau pun kepekaan batin dan pengakuan terhadap unsur-unsur keindahan yang diungkapkan oleh pengarangnya.

    4. Albert R. Candler

    Definisi apresiasi merupakan kegiatan mengartikan serta menyadari sepenuhnya seluk beluk karya seni, serta menjadi sensitif mengenai gejala estetis dan artistik, sehingga dapat menikmati dan menilai karya tersebut secara semestinya.

    Dalam aktivitas mengapresiasi, seorang penghayat melaksanakan aktivitas pencarian pengalaman estetis, sehingga motivasi yang timbul adalah motivasi pengalaman estetis (berupa kepuasan kontemplatif dan intuitif).

    5. Elliyati

    Berdasarkan pandangan Elliyati, apresiasi merupakan setiap kegiatan mengakrabi karya sastra secara bersungguh-sungguh. Berkaitan dengan hal itu, apresiasi membutuhkan kesungguhan penikmat sastra untuk mengenali, menghargai, dan menghayati, sehingga ia dapat menemukan penjiwaan yang benar-benar dalam.

    6. Effendi (1973)

    Apresiasi adalah sebuah aktifitas atau kegiatan untuk menggauli sastra yang diciptakan dengan ketulusan hati dan kesungguhan hingga dihasilkan karya yang menumbuhkan pengertian, kepekaan, kritis, penghargaan, dan kepekaan rasa yang cukup baik terhadap hasil cipta sastra.

    7. John Dewey

    Apa itu apresiasi? Definisi apresiasi adalah menikmati sebuah kesenangan atau pengalaman terhadap sesuatu.

    8. Jarret

    Definisi apresiasi adalah perhatian seseorang terhadap sesuatu yang bisa berupa ketertarikan, kesenangan, dan pemanfaatan terhadap sesuatu tersebut.

    9. Hornby

    Pengertian apresiasi menurut Horby apresiasi mengacu kepada pengertian pengenalan dan pemahaman yang tepat, pertimbangan, penilaian, dan pernyataan yang memberikan penilaian.

    Tujuan Apresiasi

    Apresiasi dilakukan bukan tanpa alasan. Adapun tujuan apresiasi adalah sebagai berikut:

    • Memberi penghargaan positif kepada sastrawan dan seniman.
    • Mengembangkan nilai estetika dari karya seni dan karya sastra.
    • Meningkatkan kemampuan imajinasi dan kreativitas para seniman.
    • Untuk menyempurnakan sebuah karya.
    • Memberi semangat agar seniman terus berkarya.
    • Memperbaiki karya agar menjadi lebih baik.
    • Mendukung/menghargai karya.
    • Menjelaskan kepada publik bahwa karya tersebut layak dikonsumsi/tidak.
    • Memberi masukan kepada seniman dan sastrawan.