Tag: menurut para ahli

  • 10 Pengertian Jasa Menurut Para Ahli dan Karakteristiknya

    10 Pengertian Jasa Menurut Para Ahli dan Karakteristiknya

    Jasa adalah sebuah layanan berupa tindakan yang dapat membantu orang lain dalam menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan tertentu.

    Jasa sendiri sifatnya adalah bantuan dengan sifat intingable (tidak memiliki wujud atau bentuk fisik) sehingga dilakukan dengan mengandalkan intelektualitas.

    Maka, orang yang jualan jasa selalu mengandalkan keahlian serta intelektualitas untuk membantu pihak lain dalam menyelesaikan sebuah masalah.

    Berbeda dengan menjual produk, dimana ada bentuk fisik yang diperjualbelikan, sementara jasa adalah kasat mata karena tak ada bentuk fisik yang ditawarkan.

    Pengertian Jasa Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah pengertian jasa menurut para ahli.

    1. Rangkuti (2006 : 26)

    Jasa merupakan pemberian suatu kinerja atau tindakan tidak kasat mata dari suatu pihak ke pihak lain. Pada umumnya jasa diproduksi dan dikonsumsikan secara bersamaan sehingga interaksi antara pemberi dengan penerima jasa saling mempengaruhi hasil jasa tersebut.

    2. Phillip Kotler (Lupiyoadi 2006 : 6)

    Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak mengakibatkan kepemilikan sesuatu. Produksi jasa bisa berkaitan dengan produk fisik atau sebaliknya.

    3. Lehtien (1983)

    Jasa adalah suatu aktivitas atau runtutan aktivitas yang terjadi dalam interaksi dengan seseorang atau mesin untuk menyediakan kepuasan konsumen.

    4. Hurriyati (2010: 27)

    Pengertian jasa adalah setiap tindakan atau kinerja yang ditawarkan oleh satu pihak ke pihak lain yang dikonsumsi dan diproduksi pada saat bersamaan dan memberikan nilai tambahan serta secara prinsip tidak berwujud dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan.

    5. Kotler dan Keller (2012: 214)

    Any activity or performance that one party can offer another that is essensially intangible and does not result in the ownership of anything. It’s production may or not be tied to a physical product.

    Setiap aktivitas atau kinerja yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak menghasilkan kepemilikan apa pun. Produksinya mungkin terkait atau tidak terkait dengan produk fisik.

    6. Stanton (Sigit P, 2014)

    Jasa adalah pemberian suatu kinerja atau tindakan tidak kasar mata dan satu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu dan produksinya tidak terikat pada suatu produk fisik.

    7. Gronroos dalam buku Tjiptono dan Chandra (2016 : 13)

    Mengungkapkan bahwa jasa adalah proses yang terdiri atas serangkaian aktivitas intangible yang biasanya terjadi pada interaksi antara pelanggan dan karyawan jasa dan sumber daya fisik barang atau sistem penyedia jasa, yang disediakan sebagai solusi atas masalah pelanggan.

    8. Mursid (1993:116)

    Jasa adalah kegiatan yang dapat diidentifikasikan secara tersendiri, pada hakikatnya bersifat tidak teraba, untuk memenuhi kebutuhan dan tidak harus terikat pada penjualan produk atau jasa lain.

    9. Lovelock (2007)

    Jasa adalah merupakan layanan yang ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak yang lain. Proses tersebut tidak terkait dengan produk fisik, jasa tidak berwujud, dan biasanya tidak menyebabkan kepemilikan dari salah satu faktor produksi.

    10.  Djaslim Saladin (2004)

    Jasa adalah merupakan setiap kegiatan atau manfaat yang ditawarkan oleh suatu pihak ke pihak lain dan pada dasarnya tidak berwujud, serta tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu.

    Karakteristik Jasa

    Karakteristik jasa adalah sifat-sifat unik yang dimiliki oleh layanan yang membuatnya berbeda dari produk fisik.

    Para ahli memiliki beragam klasifikasi dan menyebutkan karakteristik jasa. Berikut adalah karakteristik jasa yang dikemukakan oleh para ahli.

    1. Karakteristik Jasa Menurut Tjiptono (2000: 15-18)

    Adapun karakteristik jasa menurut Tjiptono (2000: 15-18) adalah sebagai berikut.

    1. Tidak berwujud (intangibles): Jasa bersifat tidak berwujud, artinya tidak dapat dilihat, dirasa, diraba, atau didengar sebelum dibeli.

    2. Tidak dapat dipisahkan (inseparability): Jasa tidak dapat dipisahkan dari proses produksi dan konsumsinya.

    3. Keanekaragaman (variability): Jasa bersifat sangat beraneka ragam karena merupakan nonstandardized output, artinya banyak variasi bentuk, kualitas dan jenis tergantung pada siapa, kapan, dan dimana jasa tersebut dihasilkan.

    4. Tidak tahan lama (perishability): Jasa merupakan komunitas tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan, dengan demikian bila suatu jasa tidak dapat digunakan maka jasa tersebut akan berlalu begitu saja.

    2. Karakteristik Jasa Menurut Kotler dan Keller (2016 : 425)

    Karakteristik jasa menurut Kotler dan Keller (2016 : 425) adalah sebagai berikut:

    1. Intangibility (Tidak Berwujud): Jasa berbeda dengan barang. Bila barang merupakan suatu objek, alat, material, atau benda.

    2. Variability (Bervariasi): Jasa bersifat sangat variabel karena merupakan non-standarized output, artinya terdapat banyak variasi bentuk, kualitas, dan jenis, tergantung pada siapa, kapan, dan di mana jasa tersebut diproduksi.

    3. Inseparability (Tidak Terpisahkan): Barang biasanya diproduksi terlebih dahulu, kemudian dijual, baru dikonsumsi.

    4. Perishability (Tidak Tahan Lama): Perishability berarti bahwa layanan adalah komoditas yang tidak tahan lama, tidak dapat disimpan untuk pemakaian ulang di waktu yang akan datang, dijual kembali, atau dikembalikan.

    3. Karakteristik Jasa Menurut Griffin (1996) dalam Lupiyoadi (2014:7-8)

    Karakteristik jasa menurut Griffin (1996) adalah sebagai berikut:

    1. Intangibility (tidak berwujud): Jasa tidak dapat dilihat, dirasa, diraba, didengar, atau dicium sebelum jasa itu dibeli.

    2. Unstorability (tidak dapat disimpan): Jasa tidak mengenal persediaan atau penyimpanan dari produk yang telah dihasilkan.

    3. Customization (kustomisasi): Jasa sering kali didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, misalnya pada jasa asuransi dan kesehatan.

    4. Karakteristik Jasa Menurut Sumarni (2002:28)

    Menurut Sumarni (2002:28) jasa memiliki empat karakteristik, berikut diantaranya:

    1. Tidak berwujud.

    2. Tidak dapat dipisahkan atau tidak dapat diwakilkan.

    3. Tidak tahan lama.

    4. Keanekaragaman.

    5. Karakteristik Jasa Menurut Belly (Alma 2011: 244)

    Belly (Alma 2011: 244) mengemukakan ada 3 karakteristik jasa, yaitu:

    1. Lebih bersifat tidak berwujud daripada berwujud (more intangible than tangible)

    2. Produksi dan konsumsi bersamaan waktu (stimultaneous production and consumption)

    3. Kurang memiliki standard dan keseragaman (less standardized and uniform)

  • Pengertian Subjek Penelitian Menurut Ahli dan Contohnya

    Pengertian Subjek Penelitian Menurut Ahli dan Contohnya

    Subjek penelitian adalah sebuah unsur yang harus adalah dalam penelitian untuk sumber informasi bagi peneliti dalam mengumpulkan informasi.

    Maka, subjek penelitian penting dipahami oleh mahasiswa maupun akademisi yang hendak melakukan penelitian agar hasil penelitian menjadi lebih baik.

    Berikut ini adalah pengertian subjek penelitian dan contohnya yang telah dirangkum oleh sastrawacana.id/.

    Pengertian Subjek Penelitian

    Pengertian subjek penelitian adalah orang maupun sesuatu yang digunakan sebagai sumber informasi bagi peneliti.

    Sumber informasi didapat dari subjek sebagai informan, maka subjek penelitian mengikuti dari topik apa yang dibahas dalam sebuah penelitian,

    Semisal sedang meneliti tentang kebudayaan Jawa, maka subjek penelitiannya adalah para tokoh budayawan yang memiliki serta memahami sejarah dari keris.

    Sehingga dalam kegiatan observasi, subjek penelitian mempunyai peran yang sangat penting karena pada subjek tersebutlah didapatkan data yang sedang diamati.

    Adapun cara paling umum yang digunakan untuk menggali informasi dari subjek penelitian adalah dengan melakukan wawancara, yaitu tanya jawab langsung terhadap subjek penelitian.

    Pengertian Subjek Penelitian Menurut Ahli

    1. Muhammad Idrus (2009)

    Mendefinisikan subjek penelitian adalah elemen benda, individu maupun organisme sebagai sumber informasi yang diperlukan peneliti untuk mendapatkan data penelitian.

    2. Arikunto (2016:26)

    Subjek penelitian adalah memberi batasan subjek penelitian sebagai benda, hal atau orang tempat data untuk variabel penelitian melekat, dan yang dipermasalahkan.

    3. Sugiyono

    Subjek penelitian menurut Sugiyono adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variabel tertentu yang ditetapkan untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan.

    4. KBBI

    Subjek penelitian adalah orang, tempat, atau benda yang diamati dalam rangka pembuntutan sebagai sasaran.

    Contoh Subjek Penelitian

    Berikut ini adalah beberapa contoh subjek penelitian dari berbagai bidang.

    1. Contoh Subjek Penelitian Perpustakaan

    Dalam meneliti perpustakaan, maka peneliti perlu subjek yang menjadi sumber informasi. Dalam hal ini, subjek penelitian bisa pustakawan maupun mahasiswa yang memiliki tugas menjaga perpustakaan di kampus.

    2. Contoh Subjek Penelitian Pendidikan

    Dalam meneliti perkembangan pendidikan, maka peneliti membutuhkan subjek penelitian yang berkecimpung langsung, seperti guru maupun siswa untuk menggali informasi dan isu-isu terkini seputar pendidikan.

    3. Contoh Subjek Penelitian Perusahaan

    Ketika peneliti ingin melakukan penelitian terhadap kinerja sebuah perusahaan, maka subjek penelitian yang tepat adalah pimpinan perusahaan atau karyawan yang telah lama bekerja di perusahaan tersebut sehingga tahu bagaimana sejarah dan perkembangannya.

    4. Contoh Subjek Penelitian Lingkungan

    Dalam penelitian lingkungan, subjek penelitian adalah orang yang paham tentang masalah lingkungan sekitar, salah satunya adalah ketua RW setempat atau bahkan kepala desa dalam ruang lingkup yang lebih luas.

    5. Contoh Subjek Penelitian Olahraga

    Ketika ingin menggali informasi seputar olahraga, maka peneliti butuh pelaku sebagai subjek penelitian, yaitu pemain olahraga itu sendiri sehingga informasi yang didapat bisa efektif dan terpercaya.

    Itulah pengertian subjek penelitian dan contohnya. Kesimpulannya, subjek penelitian adalah orang atau benda yang menjadi sumber informasi bagi peneliti.

  • 8 Pengertian Monolog Menurut Para Ahli

    8 Pengertian Monolog Menurut Para Ahli

    Istilah monolog sangat populer dalam dunia drama dan seni peran. Monolog sendiri berasal dari Bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata, yaitu mono dan legein.

    Mono artinya tunggal, sedangkan legein artinya berbicara. Sehingga dapat dikatakan bahwa monolog adalah sebuah perbincangan yang dilakukan seorang diri, tanpa ada lawan bicara.

    Pengertian Monolog Menurut Para Ahli

    Untuk lebih jelas lagi, berikut ini adalah beberapa pengertian monolog menurut para ahli.

    1. Suroso

    Pengertian monolog adalah berbicara sendiri, bercerita sendiri, tentang suatu peristiwa atau keadaan yang dialami tokoh.

    2. Kabisch (1985:43)

    Monolog adalah suatu percakapan yang dilakukan dengan diri sendiri. Sebagai seorang monolog, penggambaran bukan menggambarkan akan situasi sebagai monolog pengamat, tetapi juga memperjelas komentar.

    3. Alterman

    Menurut Alterman, monolog dapat di artikan sebagai a long monologue or monodrama is a one-person play. Monodramas can be a powerful form of theater.

    4. Abdullah

    Mendefinisikan bahwa monolog adalah ungkapan kata hati dalam drama. Abdullah menyebutkan bahwa ada tiga macam monolog yang terdiri dari monolog, aside dan soluloque.

    5. Nano Riantiarno

    Menurut seniman teater Nano Riantiarno pengertian monolog adalah tradisi, monodrama yang diadopsi dari Yunani Klasik. Kemudian seiring berjalannya waktu dikembangkan oleh Wiliam Shakespeare dalam banyak bentuk drama.

    6. Shakespeare

    Sementara berbeda dengan Shakespeare yang menyebutkan seorang pelakon yang mengungkapkan fikiran dan perasaan tanpa kehadiran pelaku lain adalah soliloque, yang juga masih termasuk dalam drama panjang.

    7. Reantiarno

    Pengertian monolog menurut reantiarno monolog memiliki banyak aliran, bentuk pertunjukan dan memiliki perspektif keilmuan yang beragam. Ada yang namannya mono play, one man show, teater solo dan masih banyak istilah lain yang akan kita pelajari dalam monolog

    8. Marquab

    Dialog dan monolog memiliki hubungan dalam drama. Menurut Marquab, dialog dan monolog adalah bentuk dari komunikasi dalam drama. Jika drama tidak komunikatif, maksud pengarang, pembangunan nresmon emosional tidak akan sampai.

  • 10 Pengertian Dokumentasi Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Dokumentasi Menurut Para Ahli

    Pengertian Dokumentasi

    Dokumentasi adalah proses pembuatan, pengumpulan, dan penyimpanan informasi dalam bentuk tertulis, visual, atau audio untuk tujuan referensi atau penggunaan di masa depan.

    Dokumentasi dapat berupa catatan, laporan, diagram, foto, video, atau rekaman suara yang memberikan informasi tentang suatu kejadian atau proses.

    Dokumentasi sangat penting dalam bidang bisnis, pendidikan, teknologi, dan hampir semua bidang lainnya karena memudahkan orang untuk mengakses informasi yang relevan dan memastikan bahwa informasi tersebut dapat dipertahankan dan ditemukan kembali di kemudian hari.

    Sementara menurut KBBI, dokumentasi merupakan proses pengumpulan, pemilihan, pengolahan dan penyimpanan informasi dibidang pengetahuan.

    Pengertian Dokumentasi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian dokumentasi menurut para ahli.

    1. Menurut Sugiyono (2018:476)

    Dokumentasi adalah suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip, dokumen, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian.

    2. Louis Gottschalk (1986; 38)

    Pengertian kata ‘dokumen’ ini seringkali digunakan para ahli dalam dua pengertian.

    Pertama, berartisumber tertulis bagi informasi sejarah sebagai kebalikan dari kesaksian lisan, artefak, peninggalan-peninggalan terlukis, dan petilasan-petilasan arkeologis.

    Pengertian kedua diperuntukkan bagi surat-surat resmi dan surat-surat negara seperti surat perjanjian, undangundang, hibah, konsesi, dan lainnya.

    Gottschalk juga menyatakan bahwa dokumen (dokumentasi) dalam pengertian yang lebih luas berupa setiap proses pembuktian yang didasarkan atas jenis sumber apapun, baik yang bersifat tulisan, lisan, gambaran, atau arkeologis.

    3. Fuad & Sapto (2013 : 61)

    Dokumentasi merupakan salah satu sumber data skunder yang diperlukan dalam sebuah penelitian.

    4. Paul Otlet “International Economic Conference 1905”

    Definisi dokumentasi adalah kegiatan yang berupa pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan penemuan kembali serta penyebaran dokumen.

    5. Nurhadi Magetsari, dkk

    Arti dokumentasi adalah bahan yang termasuk ke dalam jenis, bentuk dan sifat apapun tempat informasi direkam dan rekaman yang ditulis atau dipahat menyampaikan informasi berupa fakta.

    6. Tung Palan

    Menjelaskan bahwa dokumentasi merupakan catatan otentik yang bisa dibuktikan dan bisa dijadikan bukti secara hukum yang mana dokumentasi tersebut berisi data-data yang lengkap dan nyata.

    7. Sulistyo Basuki

    Mengartikan dokumentasi sebagai pekerjaan mengumpulkan, menyusun dan mengelola dokumen litereter yang mencatat segala aktivitas manusia dan yang dianggap berguna untuk dijadikan sebagai bahan dan penerangan mengenai berbagai soal.

    8. Arikunto

    Pengertian dokumentasi menurut Arikunto adalah mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal yang berupa catatan, transkrip, surat kabar, buku, notulen, rapot, agenda dan lain sebagainya.

    9. Encyclopedia Britanica

    Dokumentasi yaitu sebuah pengawasan dan penyusunan bibiliografi yang menggunakan alat seperti indeks, sari karangan dan isi bibiliografi memakai cara tradisional untuk membuat informasi itu bisa dicapai.

    10. Federatioon Internationale de Decomentation (FID)

    Dokumentasi adalah aktivitas mengumpulkan dan menyebarkan berbagai jenis dokumen tentang semua lapangan pekerjaan.

  • 10 Pengertian Kemiskinan Menurut Para Ahli

    Pengertian Kemiskinan

    Secara harfiah, miskin artinya tidak berharta benda, tidak mampu mengimbangi tingkat kebutuhan hidup standar, dan tingkat penghasilan ekonominya rendah.

    Arti kemiskinan dapat didefenisikan sebagai suatu kondisi kekurangan materi pada sejumlah atau segolongan orang, dibandingkan dengan standard kehidupan yang berlaku dalam masyarakat.

    Pengertian Kemiskinan Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa definisi kemiskinan menurut para ahli.

    1. Suryawati, 2004

    Secara umum, kemiskinan diartikan sebagai kondisi ketidakmampuan pendapatan dalam mencukupi kebutuhan pokok sehingga kurang mampu untuk menjamin kelangsungan hidup.

    2. Amelia, 2012

    Secara ekonomi, kemiskinan dapat dilihat dari tingkat kekurangan sumber daya yang dapat digunakan memenuhi kebutuhan hidup serta meningkatkan kesejahteraan sekelompok orang.

    3. BAPPENAS (2004)

    Mendefinisikan kemiskinan sebagai kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang, laki-laki dan perempuan, tidak mampu memenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat.

    4. Amartya Sen dalam Bloom dan Canning, (2000)

    Bahwa seseorang dikatakan miskin bila mengalami “capability deprivation” dimana seseorang tersebut mengalami kekurangan kebebasan yang substantif. Menurut Bloom dan Canning, kebebasan substantif ini memiliki dua sisi: kesempatan dan rasa aman.

    5. World Bank (2015)

    Dalam definisi kemiskinan ialah kemiskinan itu merupakan kondisi dimana seseorang tidak dapat menikmati segala macam pilihan dan kesempatan dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya seperti tidak dapat memenuhi kesehatan, standard hidup layak, kebebasan, harga diri, dan rasa dihormati seperti orang lain.

    6. Kartasasmita (1993)

    Masyarakat miskin sesuai karakteristiknya, umumnya lemah dalam kemampuan berusaha dan terbatas aksesnya pada kegiatan ekonomi, sehingga semakin tertinggal jauh dari masyarakat lainnya yang mempunyai potensi lebih tinggi.

    7. Menurut BPS (2016)

    Kemiskinan adalah ketidakmampuan dari sisi ekonomi, materi dan fisik untuk mencukupi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang di ukur dengan pengeluaran.

    8. Haughton dan Shahidur (2012:3)

    Kemiskinan selalu berhubungan dengan ketimpangan, dan kerentanan karena orang yang tidak di anggap miskin bisa saja sewaktu-waktu menjadi miskin jika mengalami permasalahan misalkan krisis finansial, dan penurunan harga usaha pertanian.

    9. Menurut teori Nurkse (dalam Kuncoro 1997:107)

    Kemiskinan bertumpu pada teori lingkaran setan kemiskinan, adanya ketidaksempurnaan pasar, kurangnya modal, dan keterbelakangan Sumber daya manusia menyebabkan produktivitas rendah.

    10. Menurut Sony Harry. (2007) dalam Nurwati. (2008)

    Kemiskinan dapat di bedakan menjadi dua yaitu kemiskinan bersifat kronis, dan kemiskinan bersifat sementara.

    a. Kemiskinan kronis adalah kemiskinan yang dapat di lihat dari kondisi alam, insfratuktur, yang sangat sulit untuk akses perekonomian.

    b. Kemiskinan sementara adalah kemiskinan yang bersifat sementara atau pada waktu tertentu kondisi kehidupan dapat berubah menjadi baik, misalnya masyarakat mengalami bencana alam.

  • 7 Pengertian Pasar Modal Menurut Para Ahli

    7 Pengertian Pasar Modal Menurut Para Ahli

    Pengertian Pasar Modal

    Pasar modal adalah pasar yang memfasilitasi perdagangan berbagai jenis instrumen keuangan, seperti saham, obligasi, dan sekuritas lainnya antara investor dan perusahaan yang membutuhkan pendanaan.

    Tujuan dari pasar modal adalah untuk memungkinkan perusahaan memperoleh dana dari investor melalui penjualan saham atau obligasi dan memberikan investor dengan kesempatan untuk menghasilkan keuntungan dari investasi mereka.

    Dalam pasar modal, harga instrumen keuangan ditentukan oleh permintaan dan penawaran, dan fluktuasi harga tergantung pada kondisi ekonomi, kinerja perusahaan, dan berbagai faktor lainnya.

    Investor dapat membeli dan menjual instrumen keuangan pada pasar modal melalui broker atau perusahaan sekuritas.

    Pasar modal juga dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu pasar modal primer dan pasar modal sekunder.

    Pasar modal primer adalah pasar di mana perusahaan menjual saham atau obligasi kepada investor untuk pertama kalinya.

    Sedangkan pasar modal sekunder adalah pasar di mana saham atau obligasi yang telah diterbitkan diperdagangkan antara investor.

    Pengertian Pasar Modal Menurut Para Ahli

    Adapun beberapa pengertian pasar menurut ahli adalah sebagai berikut.

    1. Menurut Tandelilin (2017: 25)

    Definisi pasar modal adalah tempat pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan melakukan kegiatan jual-beli sekuritas.

    2. Menurut Harjito dan Martono (2014: 383)

    Pasar modal (capital market) merupakan suatu pasar dimana dana–dana jangka panjang baik hutang maupun modal sendiri diperdagangkan.

    3. Menurut Mishkin (2017:28) yang dialihbahasakan oleh Hutagalung

    Pasar yang memperjual-belikan instrumen jangka panjang (jatuh tempo setahun atau lebih) atau instrumen ekuitas.

    4. Menurut Fahmi (2012:55)

    Pasar modal merupakan tempat dari berbagai pihak khususnya perusahaan untuk menjual saham (stock) dan obligasi (bond) dengan tujuan untuk memperoleh tambahan dana atau untuk memperkuat modal perusahaan yang berasal dari hasil penjualan tersebut.

    5. Menurut Mohamad Samsul (2015:57)

    Pasar modal terdiri dari kata pasar dan modal, jadi pasar modal dapat didefinisikan sebagai tempat bertemunya permintaan dan penawaran terhadap modal; baik bentuk ekuitas maupun jangka panjang.

    6. Menurut Darmadji & Fakhruddin (2011:1)

    Pasar modal adalah tempat diperjualbelikannya instrumen keuangan jangka panjang seperti utang, ekuitas (saham), instrumen derivatif dan instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lainnya (misalnya pemerintah), dan sebagai sarana kegiatan berinvestasi.

    7. Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan

    Pengertian pasar modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan Perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek sebagaimana dimaksud dalam undang-undang mengenai pasar modal.

  • 10 Pengertian Administrasi Keuangan Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Administrasi Keuangan Menurut Para Ahli

    Pengertian Administrasi Keuangan

    Administrasi keuangan adalah serangkaian upaya pencatatan, pengolahan, dan penyimpanan semua data aktivitas yang berhubungan dengan keuangan suatu organisasi atau lembaga.

    Tujuan dari administrasi keuangan adalah untuk memastikan bahwa sumber daya keuangan organisasi digunakan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan bisnis yang telah ditetapkan.

    Administrasi keuangan meliputi berbagai aspek, seperti manajemen kas, pengelolaan hutang dan piutang, investasi, pengelolaan risiko, dan pembuatan laporan keuangan.

    Seorang administrator keuangan bertanggung jawab untuk mengelola sumber daya keuangan sebuah organisasi sehingga harus memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk memahami laporan keuangan dan menjalankan tugas-tugas terkait keuangan lainnya.

    Pengertian Administrasi Keuangan Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian administrasi keuangan menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. The Liang Gie

    Definisi administrasi keuangan adalah proses perencanaan, penyediaan, dan penggunaan uang dalam suatu perusahaan/ organisasi. Dengan kata lain, administrasi keuangan merupakan kegiatan penataan keuangan, yang mencakup penyusunan anggaran belanja, penentuan sumber dana, cara pemakaian, hingga pembukuan.

    2. Mamesah (1995 : 14)

    Arti administrasi keuangan adalah rangkaian kegiatan dan prosedur dalam mengelola keuangan secara tertib, sah, hemat, berdaya guna dan berhasil guna. (mengelola keuangan tersebut meliputi penerimaan-penerimaan dan sumber-sumbernya serta pembiayaanpembiayaan).

    3. Siagian (1995 : 56)

    Administrasi keuangan adalah suatu truisme / paling sedikit suatu kekayaan bahwa biaya yang tersedia bagi suatu negara yang sedang giat melakukan pembangunan selalu terbatas dibandingkan dengan banyaknya kegiatan pembangunan yang perlu dibiayai.

    4. Nawawi (1994 : 28)

    Menurut Nawawi pengertian administrasi keuangan dapat dibedakan menjadi 2 (dua) bagian:

    1) Administrasi keuangan dalam arti sempit (kegiatan tata usaha) adalah proses penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran yang melalui kegiatan pinata usahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga upaya penunjang perwujudan kebijaksanaan keuangan yang telah ditetapkan; dan

    2) Administrasi keuangan dalam arti luas adalah pengaturan dan penetapan kebijaksanaan dalam pengadaan dan penggunaan keuangan untuk mewujudkan semua tugas-tugas pokok sebagai volume kerja organisasi agar tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien.

    5. Siagian (2004 : 2)

    Administrasi adalah sebagai keseluruhan proses kerja sama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

    6. Menurut Depdiknas (2000)

    Manajemen keuangan merupakan tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan.

    7. Herbert A. Simon (1999 : 3)

    Administrasi sebagai kegiatan-kegiatan kelompok kerjasama tuntuk mencapai tujuan-tujuan bersama.

    8. Leonard D. White dalam Inu Kencana Syafiie, dkk (1999)

    Administrasi adalah suatu proses yang umum ada pada usaha kelompok-kelompok, baik pemerintah maupun swasta, baik sipil maupun militer, baik dalam ukuran besar maupun kecil.

    9. Dwight Waldo (1971)

    Administrasi adalah suatu daya upaya yang kooperatif, yang mempunyai tingkat rasionalitas yang tinggi.

    10. Dimock & Domock (1992 : 20)

    Administrasi adalah suatu ilmu yang mempelajari apa yang dikehendaki rakyat melalui pemerinath, dan cara mereka memperolehhnya.

  • Pengertian dan Contoh Teori Belajar Behavioristik

    Pengertian dan Contoh Teori Belajar Behavioristik

    Pengertian Teori Belajar Behavioristik

    Teori belajar behavioristik adalah pendekatan untuk memahami perilaku individu melalui observasi secara langsung dengan menggunakan metode pelatihan, pembiasan, dan pengalaman.

    Teori behavioristik dalam kegiatan belajar diaplikasikan untuk memindahkan pengetahuan agar apa yang dipahami oleh guru juga dipahami oleh murid.

    Jadi, dalam penerapan teori belajar behavioristik mengedepankan perubahan perilaku siswa dalam proses pembelajaran yang dihasilkan oleh adanya interaksi antara stimulus dan respons.

    Sebagai contohnya, secara naluriah, bayi akan belajar merangkak dan melakukan aktivitas itu dengan terus-menerus.

    Namun, dibutuhkan orang lain untuk memandu dan mengajarkan cara merangkak agar bayi dapat melakukannya dengan baik.

    Begitupun dalam dunia pendidikan, guru berperan sebagai pendidik yang mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa dengan metode pelatihan, bembiasaan, serta pengalaman.

    Sederhananya, teori belajar behavioristik dapat diartikan sebagai teori yang mempelajari perilaku manusia, yang dalam dunia pendidikan adalah siswa.

    Teori belajar behavioristik banyak diterapkan di sekolah-sekolah dengan tujuan membentuk siswa untuk berperilaku baik.

    Pengertian Teori Belajar Behavioristik Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa definisi teori belajar behavioristik menurut para ahli.

    1. Thorndike (1911)

    Teori behavioristik dikaitkan dengan belajar adalah proses interaksi antara stimulus (yang berupa pikiran, perasaan, atau gerakan) dan respons (yang juga berupa pikiran, perasaan, dan gerakan).

    2. Watson

    Bahwa belajar merupakan proses interaksi antara stimulus dan respons, namun stimulus dan respons yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur.

    3. Desmita (dalam Nahar, 2016: 65)

    Teori belajar behavioristik merupakan teori yang memahami tingkah laku yang menggunakan pendekatan objektif, mekanistik, dan materialistik, sehingga perubahan tingkah laku pada seseorang dapat dilakukan melalui upaya pengkondisian.

    4. Familus (2016: 99)

    Menyatakan bahwa Teori Behavioristik merupakan teori belajar yang lebih menekankan pada perubahan tingkah laku serta sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon.

    Contoh Teori Belajar Behavioristik

    Berikut ini adalah beberapa contoh teori belajar behavioristik di sekolah:

    1. Guru memberikan apresiasi kepada siswa yang dapat menjawab pertanyaan. Dengan begitu, maka siswa akan lebih giat belajar.

    2. Sekolah menerapkan aturan poin untuk setiap kesalahan. Dengan begitu, siswa akan lebih berhati-hati untuk tidak melanggar aturan.

    3. Dalam proses pembelajaran, guru akan lebih banyak memberikan contoh berupa instruksi.

    4. Guru akan lebih banyak memberikan latihan atau praktek.

    5. Guru memberi motivasi kepada siswa di sekolah.

  • Pengertian Yurisdiksi Menurut Para Ahli

    Pengertian Yurisdiksi Menurut Para Ahli

    Secara etimologis, yurisdiksi berasal dari bahasa latin “yurisdictio” yang terdiri dari 2 suku kata, yuris yang berarti hukum, dan dictio yang berarti ucapan atau perkataan.

    Sehingga, arti yurisdiksi adalah ucapan atau sabda yang memiliki dasar hukum.

    Memiliki dasar hukum hukum dapat diartikan sebagai kekuasaan atau kewenangan berdasarkan hukum

    Sementara menurut KBBI, yurisdiksi adalah:

    • Kekuasaan mengadili; lingkup kuasa kehakiman; peradilan
    • Lingkungan hak dan kewajiban, serta tanggung jawab dalam suatu wilayah atau lingkungan kerja tertentu; kekuasaan hukum.

    Pengertian Yurisdiksi Menurut Para Ahl

    Berikut ini adalah beberapa definisi yurisdiksi menurut para ahli.

    1. B. James George Jr

    Mendefinisikan yurisdiksi sebagai kekuasaan negara untuk menetapkan hukum, untuk menerapkan hukum dan untuk menuntut atau mengadili.

    2. Malcolm N. Shaw

    Kekuasaan negara untuk mengatur orang, kebendaan dan peristiwa dan mencerminkan landasan dari kedaulatan negara, kesederajatan antar negara dan tidak campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain.

    3. Csabafi, 1971:45

    Yurisdiksi negara dalam hukum internasional berarti hak dari suatu negara untuk mengatur dan mempengaruhi dengan langkah-langkah dan tindakan yang bersifat legislatif, eksekutif, dan yudikatif atas hak-hak individu, milik atau harta kekayaannya, perilaku-perilaku atau peristiwa-peristiwa yang tidak semata-mata merupakan masalah dalam negeri.

    4. Huala Adolf

    Yurisdiksi adalah kekuasaan atau kewenangan hukum negara terhadap orang, benda, atau peristiwa (hukum). Yurisdiksi menyebabkan suatu negara mempunyai hak terhadap seseorang, benda, peristiwa hukum yang ada dalam suatu negara ataupun yang ada di luar negara tersebut (2002:183).

    5. Wayan Parthiana

    Apabila yurisdiksi dikaitkan dengan negara maka berarti kekuasaan atau kewenangan negara untuk menetapkan dan memaksakan hukum yang dibuat oleh negara itu sendiri.

  • Non Fiksi: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contohnya

    Non Fiksi: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contohnya

    Pengertian Non Fiksi

    Non fiksi adalah sebuah cerita atau karangan yang sifatnya memuat fakta, bukan imajinasi atau khayalan dari penulis.

    Karena berdasarankan fakta, maka karya non fiksi dibuat melalui riset yang dilakukan oleh pakar yang ahli dalam bidangnya.

    Selain itu, karya non fiksi juga harus bisa dipertanggungjawabkan kebenaran atas informasi yang disampaikan sehingga penulis harus menyertakan data valid sesuai fakta yang terjadi.

    Menurut KBBI, arti non fiksi adalah yang tidak bersifat fiksi, tetapi berdasarkan fakta dan kenyataan, baik tentang karya sastra, karangan, dan sebagainya.

    Pengertian Non Fiksi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian non fiksi menurut para ahli.

    1. Sumarjo dan Saini (1997)

    Teks nonfiksi merupakan jenis sastra nonimajinatif yang disusun tidak berdasarkan cerita rekaan.

    2. Tarigan (1991)

    Teks nonfiksi ialah yang tidak hanya bersifat realitas namun juga bersifat aktualitas.

    3. Trim (2014)

    Teks nonfiksi ialah tulisan berbasis data dan fakta sebenarnya disajikan dengan gaya bahasa formal atau nonformal berupa argumentasi, eksposisi, atau deskripsi.

    4. Geir Farner

    Pengertian non fiksi merupakan klasifikasi untuk setiap karya informatif yang seringkali berisi mengenai cerita yang pengarangnya dengan itikad baik bertanggung jawab atas kebenaran atau akurasi dari peristiwa, orang, dan atau informasi yang disajikan di dalam tulisan.

    Ciri-Ciri Non Fiksi

    • Bersifat Nyata: Buku nonfiksi memaparkan cerita nyata, bukan imajinasi atau khayalan.
    • Memakai Bahasa Denotatif: Mengandung kata bermakna sebenarnya dan tidak ada kiasan di dalamnya.
    • Menggunakan Metode Ilmiah: Penyampaian informasi dilakukan secara ilmiah yang memuat wawasan dan pengetahuan agar mudah dipahami pembaca.
    • Menggunakan Kata Baku: Buku nonfiksi menggunakan bahasa baku, bukan bahasa santai yang digunakan sehari-hari.
    • Memuat Referensi: Buku nonfiksi memuat banyak referensi sebagai sumber rujukan.
    • Ditulis oleh Pakar: Buku nonfiksi ditulis oleh seseorang yang ahli dalam bidangnya.
    • Melalui Riset: Buku nonfiksi ditulis berdasarkan hasil riset, baik secara langsung maupun tak langsung.

    Contoh Non Fiksi

    Berikut ini adalah beberapa contoh non fiksi.

    • Buku Sejarah: Berisi seputar kejadian yang terjadi di masa lalu, contohnya buku Praja Blambangan.
    • Buku Filsafat: Buku yang mengulas ilmu pengetahuan bidang tertentu.
    • Buku Biografi: Buku yang berisi seputar kehidupan seseorang sepanjang hidupnya.
    • Buku Sains: Berisi seputar ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan sains.
    • Buku Pelajaran: Buku yang digunakan di sekolah untuk dipelajari siswa.
    • Buku Motivasi: Berisi informasi seputar kehidupan, termasuk cara meraih kebahagiaan ataupun kesuksesan.
    • Buku Memoar: Buku yang berisi tentang sejarah lampau dari seseorang.
    • Jurnal: Berisi seputar informasi ilmiah yang didapat dari penelitian.