Tag: menurut para ahli

  • 10 Pengertian Etnosentrisme Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Etnosentrisme Menurut Para Ahli

    Pengertian Etnosentrisme

    Etnosentrisme merupakan konsep penting dalam ilmu sosial yang sering dibahas dalam konteks hubungan antarbudaya.

    Secara umum, etnosentrisme menggambarkan sikap atau pandangan seseorang atau kelompok yang menempatkan budaya sendiri sebagai pusat atau standar utama dalam menilai budaya lain.

    Sikap ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari rasa bangga yang berlebihan terhadap budaya sendiri hingga meremehkan atau menilai inferior budaya lain.

    Pemahaman mengenai etnosentrisme tidak hanya penting untuk mengetahui bagaimana suatu kelompok menilai kelompok lain, tetapi juga untuk memahami potensi konflik sosial yang muncul akibat perbedaan budaya.

    Pengertian Etnosentrisme Menurut Para Ahli

    Berbagai ahli telah mengemukakan definisi dan pandangan mereka mengenai etnosentrisme, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang konsep ini.

    Para ahli tersebut menjelaskan etnosentrisme dari berbagai sudut pandang, mulai dari psikologi, sosiologi, hingga komunikasi antarbudaya.

    Berikut ini adalah penjelasan pengertian etnosentrisme menurut beberapa ahli yang diakui secara akademis.

    1. Poerwanti

    Poerwanti mengartikan etnosentrisme sebagai pandangn bahwa kelompok sendiri merupakan pusat segalanya dan kelompok lain akan selalu dibandingkan dan dinilai sesuai dengan standar kelompoknya sendiri.

    2. Dayakisni dan Yuniardi (2004)

    Menurut Dayakisni dan Yuniardi, etnosentrisme adalah sikap dalam melihat dan melakukan interpretasi terhadap seseorang ataupun kelompok lain berdasarkan nilai-nilai yang ada pada budayanya sendiri.

    3. Joseph A DeVito

    Etnosentrisme menurut Joseph adalah kecenderungan untuk evaluasi nilai, kepercayaan, dan perilaku dalam budaya sendiri yang lebih baik logis dan wajar dibanding budaya lain.

    4. Adorno

    Menurut Adorno, Etnosentrisme adalah kecenderungan seseorang yang kurang belajar, bergaul, dan pemeluk agama fanatik. Ia juga berpandangan bahwa Etnosentrisme merupakan pandangan tanpa kritik dan memiliki kesetiaan kuat suatu bangsa.

    5. Alo Liliweri

    Etnosentrisme adalah paham yang dianut oleh kelompok atau suku bangsa yang menganggap lebih superior dibandingkan kelompok luar.

    6. Zastrow

    Menurut Zastrow, Etnosentrisme adalah suatu sikap yang dilakukan oleh kelompok etnis secara tertutup tanpa mempertimbangkan keadaan kelompok sosial lainnya.

    7. Barger

    Menurut Barger, Etnosentrisme adalah kecenderungan berpikir bahwa kelompoknya sendiri lebih superior dari kelompok lain atau menilai kelompok lain inferior dari kelompoknya sendiri.

    8. Sumner

    Menurut Sumner, Etnosentrisme adalah kecenderungan manusia yang mengikuti naluri biologinya untuk mementingkan diri sendiri, lebih unggul dari orang lain, dan menjadi seorang individualistik. Hal ini akan membuat hubungan yang bersifat antagonistik (pertentangan) dengan kebudayaan lain, akibat sikap yang berlebihan tanpa adanya pengontrolan.

    9. Coleman dan Cressey

    Menurut Coleman dan Cressey, Etnosentrisme adalah seseorang yang berasal dari kelompok etnis yang cenderung melihat budaya mereka sebagai yang terbaik dibandingkan dengan kebudayaan yang lainnya.

    10. Menurut KBBI

    Etnosentrisme adalah sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaan sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain.

  • 7 Pengertian Etnolinguistik Menurut Para Ahli

    7 Pengertian Etnolinguistik Menurut Para Ahli

    Pengertian Etnolinguistik

    Dalam kehidupan masyarakat, bahasa bukan hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai cerminan budaya dan identitas suatu kelompok.

    Oleh karena itu, dalam kajian linguistik, muncul cabang ilmu yang khusus menelaah hubungan antara bahasa dan budaya yang disebut etnolinguistik.

    Etnolinguistik mempelajari bagaimana bahasa digunakan dalam konteks budaya dan sosial masyarakat, termasuk nilai-nilai, tradisi, dan pola pikir yang terkandung di dalamnya.

    Ilmu ini sangat penting terutama dalam memahami keberagaman budaya dan bahasa di berbagai belahan dunia, termasuk masyarakat adat yang belum memiliki sistem tulisan.

    Secara umum, etnolinguistik adalah ilmu yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan lingkungan sosial dan budaya penuturnya.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), etnolinguistik merupakan cabang linguistik yang menyelidiki hubungan antara bahasa dan masyarakat pedesaan atau masyarakat yang belum memiliki tulisan.

    Melalui pendekatan ini, kita dapat mengetahui bahwa bahasa bukan hanya sekadar struktur, tetapi juga sarat makna yang berakar pada kehidupan sosial dan budaya masyarakat penutur.

    Pengertian Etnolinguistik Menurut Para Ahli

    Untuk memahami konsep etnolinguistik lebih mendalam, sejumlah pakar telah mengemukakan pandangan dan definisinya berdasarkan pendekatan dan sudut pandang yang berbeda. Berikut adalah pengertian etnolinguistik menurut para ahli.

    1. Menurut Kridalaksana (1983: 42)

    Pengertian etnolinguistik adalah:

    • Cabang linguistik yang menyelidiki hubungan antara bahasa dan masyarakat pedesaan atau masyarakat yang belum mempunyai tulisan, bidang ini juga disebut linguistik antropologi.
    • Cabang linguistik antropologi yang menyelidiki hubungan bahasa dan sikap kebahasawan terhadap bahasa, salah satu aspek etnolinguistik yang sangat menonjol ialah masalah relavitas bahasa.

    2. Menurut Abdullah (2013:10)

    Etnolinguistik adalah jenis linguistik yang menaruh perhatian terhadap dimensi bahasa (kosakata, frasa, klausa, wacana, unit-unit lingual lainnya) dalam dimensi sosial dan budaya (seperti upacara ritual, peristiwa budaya, folklor dan lainnya) yang lebih luas untuk memajukan dan mempertahankan praktik-praktik budaya dan struktur sosial masyarakat.

    3. Menurut Duranti (1997)

    Mengemukakan bahwa bahwa etnolinguistik adalah kajian bahasa dan budaya yang merupakan subbidang utama dari antropologi.

    4. Menurut Putra (1997)

    Dalam makalah “Temu Ilmiah Bahasa dan Sastra berjudul Etnolinguistik: Beberapa Bentuk Kajian” mengemukakan bahwa etnolinguistik secara etimologis terbentuk dari kata etnologi dan linguistik.

    5. Menurut Foley (2001:3)

    Etnolinguistik memandang bahasa melalui sudut pandang konsep antropologi yang berupa budaya sehingga kajian etnolinguistik dapat mengungkap makna dibalik penggunaan, penyalahgunaan ataupun bukan penyalahgunaan bahasa, bentuk yang berbeda dari suatu bahasa, register, dan gaya bahasa.

    6. Menurut Haugen dalam Aron, (2007: 10)

    Menyatakan bahwa etnolinguistik merupakan satu kajian dari sepuluh kajian ekologi bahasa yang sudah mapan.

    Haugen mengartikan bahwa etnolinguistik atau linguistik antropologi atau linguistik kultural membedah pilih-memilih penggunaan bahasa, cara dan pola pikir dalam kaitan dengan pola penggunaan bahasa, bahasa-bahasa ritual, dan kreasi wacana.

    7. Menurut Ensiklopedia Britanica (2016)

    Etnolinguistik sebenarnya adalah cabang dari ilmu antropolinguistik yang mengkaji hubungan antara bahasa dan prilaku atau aktifitas budaya penuturnya.

  • 10 Pengertian Negosiasi Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Negosiasi Menurut Para Ahli

    Negosiasi merupakan bagian penting dalam kehidupan sosial manusia, terutama dalam upaya mencapai kesepakatan tanpa merugikan salah satu pihak.

    Kata “negosiasi” berasal dari bahasa Inggris negotiation yang berarti perundingan.

    Dalam praktiknya, negosiasi melibatkan dua pihak atau lebih yang saling bertukar gagasan, kepentingan, atau bahkan barang dan jasa, dengan tujuan untuk menemukan titik temu yang saling menguntungkan.

    Proses ini tidak hanya terjadi dalam dunia bisnis atau politik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat tawar-menawar di pasar atau membahas kesepakatan dalam sebuah proyek kelompok.

    Untuk memahami lebih dalam tentang konsep ini, berbagai ahli telah memberikan definisinya masing-masing mengenai pengertian negosiasi, yang akan dijelaskan berikut ini.

    Pengertian Negosiasi Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian negosiasi menurut para ahli adalah sebagai berikut

    1. Robbins (2003)

    Mengartikan negosiasi adalah sebuah proses yang di dalamnya dua pihak atau lebih bertukar barang dan jasa dan berupaya menyepakati tingkat kerjasama tersebut bagi mereka.

    2. Jackman (2005)

    Pengertian negosiasi adalah sebuah proses yang terjadi antara dua pihak atau lebih yang pada mulanya memiliki pemikiran berbeda, hingga akhirnya mencapai kesepakatan.

    3. Oliver (dalam Purwanto, 2006)

    Negosiasi adalah sebuah transaksi dimana kedua belah pihak mempunyai hak atas hasil akhir.

    4. Ross (2008: 6)

    Negosiasi adalah jumlah dari semua cara kita menyampaikan informasi tentang apa yang kita inginkan, apa yang kita dambakan, dan apa yang kita harapkan dari orang lain.

    5. Lumumba (2013: 10)

    Negosiasi adalah sebuah proses karena harus ada aktifitas didalamnya. Proses yang dimaksud adalah proses kompleks. Dalam proses tersebut, harus terdapat dua pihak yang bernegosiasi apakah yang bersifat individual maupun kolektif.

    Selain itu, itu juga harus terdapat perbedaan yang mungkin bernuansa persaingan, konflik atau bahkan perang sebagai dasar untuk bernegosiasi. Karena kalau tidak terdapat perbedaan maka tidak ada dasar untuk bernegosiasi.

    6. Goodpaster (Agnesia 2014: 17)

    Menyatakan bahwa negosiasi adalah proses interaksi dan komunikasi yang dinamis dan beraneka ragam, mengandung seni dan penuh rahasia untuk mencapai suatu tujuan yang dianggap menguntungkan para pihak.

    7. Baguley (2000)

    Dijelaskan tentang definisi negosiasi yaitu suatu cara untuk menetapkan keputusan yang dapat disepakati dan diterima oleh dua pihak dan menyetujui apa dan bagaimana tindakan yang akan dilakukan di masa mendatang.

    8. Alwi (2008: 778)

    Negosiasi adalah tawar-menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain.

    9. Kosasih (2014:86)

    Mengungkapkan teks negosiasi bentuk interaksi sosial yang berfungsi untuk mencapai kesepakatan di antara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan berbeda.

    10. Mulyadi (2016:147)

    Negosiasi berasal dari kata to negotiate, tobe negotiating dalam bahasa Inggris yang berarti “merundingkan, membicarakan kemungkinan tentang suatu kondisi, dan atau menawar”.

    Kata-kata turunannya antara lain “negotiation” yang berarti “menunjukkan suatu proses atau aktivitas untuk merundingkan, membicarakan sesuatu hal untuk disepakati dengan orang lain”.

    Dan “negotiable” yang berarti “dapat dirundingkan, dapat dibicarakan, dapat ditawar.

  • 9 Pengertian Definisi Formal Menurut Para Ahli

    9 Pengertian Definisi Formal Menurut Para Ahli

    Setiap individu di dunia ini pasti memiliki hubungan yang erat dengan pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

    Namun, ketika kita berbicara tentang pendidikan formal, makna dan tujuannya sering kali membutuhkan penjelasan yang lebih dalam agar tidak disalahpahami.

    Pendidikan formal bukan sekadar proses belajar di bangku sekolah, melainkan suatu jalur terstruktur yang disusun secara sistematis untuk membentuk kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik dalam lingkup yang berjenjang dan terorganisir.

    Di balik bentuk dan sistemnya yang teratur, pendidikan formal juga menyimpan filosofi dan landasan yang kuat dalam membangun peradaban dan mencetak generasi yang siap menghadapi kehidupan bermasyarakat.

    Pengertian Definisi Formal Menurut Para Ahli

    Untuk memahami konsep ini secara lebih mendalam, penting untuk menelusuri beragam definisi dari para ahli yang telah banyak memberi sumbangsih dalam dunia pendidikan.

    Dengan mengenali perspektif mereka, kita dapat memahami bahwa pendidikan formal bukanlah hal yang sempit, melainkan jembatan penting menuju perkembangan diri dan kemajuan sosial.

    1. Axin (Suprijanto, 2009: 6)

    Mendefinisikan pendidikan formal adalah kegiatan belajar yang disengaja, baik oleh warga belajar maupun pembelajarannya di dalam suatu latar yang distruktur sekolah.

    2. Menurut Faisal (Suprijanto, 2009: 6)

    Berpendapat bahwa pendidikan formal adalah pendidikan sistem persekolahaan.

    3. Trommsdorff dan Dassen (2001)

    Pendidikan formal ialah model pendidikan yang mengikuti tren ‘model barat’, terdiri dari instruksi sistematis dalam pengetahuan dan juga keterampilan ‘universal’, yang disediakan pada waktu serta tempat yang sudah diatur sebelumnya oleh para ahlinya.

    4. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003

    Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi.

    5. KBBI

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pendidikan Formal adalah segenap bentuk pendidikan atau pelatihan yang diberikan  secara terorganisasi dan berjenjang, baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus.

    6. Menurut Dr. Nanang Fattah

    Pendidikan adalah proses seseorang mengembangkan kemampuan, sikap, dan tingkah laku lainnya di dalam masyarakat tempat mereka lahir.

    7. Faud Ihsan, 2010

    Pendidikan adalah usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengn nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan.

    8. Notoatmojdo, 2003

    Pendidikan secara umum adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan.

    9. Mudyaharjo, 2008

    Pendidikan adalah usaha dasar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan/atau latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa yang akan datang.

  • 10 Pengertian Multikulturalisme Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Multikulturalisme Menurut Para Ahli

    Multikulturalisme merupakan konsep yang sangat relevan dalam kehidupan masyarakat modern yang terdiri dari berbagai latar belakang etnis, budaya, agama, dan nilai-nilai sosial.

    Istilah ini tidak hanya mencerminkan keberagaman, tetapi juga mencakup sikap, pandangan, dan kebijakan yang menekankan pentingnya penerimaan dan penghargaan terhadap perbedaan.

    Dalam konteks keindonesiaan maupun global, multikulturalisme menjadi dasar penting untuk membangun keharmonisan sosial dan toleransi antargolongan.

    Pengertian Multikulturalisme Menurut Para Ahli

    Para ahli dari berbagai bidang telah mengemukakan definisi tentang multikulturalisme, yang memperkaya pemahaman kita terhadap konsep ini.

    Berikut ini adalah beberapa pengertian multikulturalisme menurut para ahli.

    1. Roald (2009)

    Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan tentang ragam kehidupan di dunia, atau kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan tentang adanya keragaman, kebhinekaan, pluralitas, sebagai realitas utama dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem sosial-budaya, dan politik yang mereka anut.

    2. Lawrence Blum, dikutip Lubis (2006:174)

    Multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan serta penilaian atas budaya seseorang, serta suatu penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain.

    3. A. Rifai Harahap, 2007, mengutip M. Atho’ Muzhar

    Multikulturalisme mencakup gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan dan tindakan, oleh masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya, namun mempunyai cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama dan mempunyai kebanggan untuk mempertahankan kemajemukan tersebut.

    4. Azyumardi Azra (2007)

    Multikulturalisme pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik.

    5. Parsudi Suparlan (2002)

    Akar kata dari multikulturalisme adalah kebudayaan, yaitu kebudayaan yang dilihat dari fungsinya sebagai pedoman bagi kehidupan manusia.

    6. Cholil (2008:7)

    Multikulturalisme merupakan kepercayaan yang menyatakan bahwa kelompokkelompok etnik atau budaya (ethnic and cultural groups) dapat hidup berdampingan secara damai yang ditandai oleh kesediaan untuk menghormati budaya lain.

    7. Clifford Geertz

    Masyarakat Multikultural ialah suatu masyarakat yang terbagi ke dalam subsistem yang lebih kurang dapat berdiri dan masing-masing dari subsistem tersebut akan terikat oleh ikatan primordial.

    8. KBBI

    Gejala pada seseorang atau suatu masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan.

    9. Nasikun

    Menurut Nasikun, multikulturalisme merupakan suatu kondisi masyarakat yang berisfat majemuk yang secara struktur memiliki sub-sub kebudayaan yang ditandai dengan kurang berkembangya sistem nilai, sehingga menimbulkan munculnya beragam konflik sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat.

    10. Bhikhu Parekh

    Multikultural merupakan kesepakatan yang telah dibuat oleh masyarakat yang didasari oleh rasa kesatuan dengan mengesampingkan perbedaan seperti perbedaan agama, etnis, politik, budaya, dan perbedaan lainnya.

  • Pengertian Multikulturalisme Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Pengertian Multikulturalisme Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Pengertian multikulturalisme

    Multikulturalisme adalah sebuah pandangan atau ideologi yang mengaku dan mengagungkan perbedaan dimana ketika semua kelompok budaya dan ras mendapat hak dan kewajiban yang setara di dalam kehidupan bermasyarakat.

    Menurut bahasa, multikulturalisme berasal dari kata “multi” dan “kultural” yang secara etimologi dapat diartikan sebagai “keragaman budaya”.

    Pandangan multikulturalisme atau keberagaman budaya bermanfaat untuk menciptakan dan menjaga budaya-budaya yang berbeda dalam suatu masyarakat.

    Keragaman ras, etnis, dan agama menjadi karakteristik tersendiri yang disebabkan oleh banyak faktor, seperti:

    • Geografis
    • Pernikahan campur budaya
    • Masuknya budaya asing
    • Iklim yang berbeda
    • Perbedaan sistem religi
    • Asal-usul berlainan

    Pengertian Multikulturalisme Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian multikulturalisme menurut para ahli:

    1. Roald (2009)

    Pengertian ultikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan tentang ragam kehidupan di dunia, atau kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan tentang adanya keragaman, kebhinekaan, pluralitas, sebagai realitas utama dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem sosial-budaya, dan politik yang mereka anut.

    2. Lawrence Blum, dikutip Lubis (2006:174)

    Multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan serta penilaian atas budaya seseorang, serta suatu penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain.

    3. A. Rifai Harahap, 2007, mengutip M. Atho’ Muzhar

    Multikulturalisme mencakup gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan dan tindakan, oleh masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya, namun mempunyai cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama dan mempunyai kebanggan untuk mempertahankan kemajemukan tersebut.

    4. Azyumardi Azra (2007)

    Multikulturalisme pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat.

    Multikulturalisme dapat juga dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik.

    5. Parsudi Suparlan (2002)

    Akar kata dari multikulturalisme adalah kebudayaan, yaitu kebudayaan yang dilihat dari fungsinya sebagai pedoman bagi kehidupan manusia.

    6. Cholil (2008:7)

    Multikulturalisme merupakan kepercayaan yang menyatakan bahwa kelompokkelompok etnik atau budaya (ethnic and cultural groups) dapat hidup berdampingan secara damai yang ditandai oleh kesediaan untuk menghormati budaya lain.

    7. Clifford Geertz

    Masyarakat Multikultural ialah suatu masyarakat yang terbagi ke dalam subsistem yang lebih kurang dapat berdiri dan masing-masing dari subsistem tersebut akan terikat oleh ikatan primordial.

    8. KBBI

    Gejala pada seseorang atau suatu masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan.

    9. Nasikun

    Menurut Nasikun, multikulturalisme merupakan suatu kondisi masyarakat yang berisfat majemuk yang secara struktur memiliki sub-sub kebudayaan yang ditandai dengan kurang berkembangya sistem nilai, sehingga menimbulkan munculnya beragam konflik sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat.

    10. Bhikhu Parekh

    Multikultural merupakan kesepakatan yang telah dibuat oleh masyarakat yang didasari oleh rasa kesatuan dengan mengesampingkan perbedaan seperti perbedaan agama, etnis, politik, budaya, dan perbedaan lainnya.

    Contoh Multikulturalisme

    Berikut ini adalah beberapa contoh multikulturalisme:

    • Saling menghormati antar umat beragama.
    • Menghargari pendapat serta prinsip hidup orang lain.
    • Tidak menjelek-jelekan budaya atau suku tertentu.
    • Saling tolong-menolong dalam kehidupan masyarakat tanpa melihat latar belakang suku dan budaya.
    • Semua orang mendapat hak yang sama dalam hal apapun.
    • Toleransi hidup beragama dalam masyarakat
  • 9 Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan Menurut Para Ahli

    9 Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan Menurut Para Ahli

    Pengertian Pendidikan Kewarganegaraa

    Pendidikan kewarganegaraan adalah pendidikan moral yang ditanamkan kepada siswa untuk menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur dan memiliki jiwa nasionalisme.

    Pendidikan kewarganegaraan menjadi prinsip dasar kehidupan sosial di masyarakat untuk mengetahui hak dan kewajiban yang harus dilakukan.

    Dalam pendidikan kewarganegaraan, siswa diarkan moral bermasyarakat, seperti tenggang rasa, gotong royong, arif, toleransi, bijaksana, tanggungjawab, dan sebagainya.

    Dengan adanya pendidikan kewarganegaraan, diharap mampu mencetak generasi muda bangsa yang unggul dengan budi pekerti luhur agar dapat memajukan bangsa dan negara.

    Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara kepada generasi penerus bangsa agar cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa.

    Pengerian Kewarganegaraan Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa definisi kewarganegaraan menurut para ahli.

    1. Wolhoff

    Kewarganegaraan ialah keanggotaan suatu bangsa tertentu yakni sejumlah manusia yang terikat dengan yang lainnya karena kesatuan bahasa kehidupan social-budaya serta kesadaran nasionalnya.

    2. Ko Swaw Sik ( 1957 )

    Kewarganegaraan ialah ikatan hukum antara Negara dan seseorang. Ikatan itu menjadi suatu “kontrak politis” antara Negara yang mendapat status sebagai Negara yang berdaulat dan diakui karena memiliki tata Negara. Kewarganegaraan merupakan bagian dari konsep kewargaan.

    3. Daman

    Kewarganegaraan istilah hal-hal yang berhubungan dengan penduduk suatu bangsa.

    4. Graham Murdock ( 1994 )

    Kewarganegaraan ialah hak untuk berpartisipasi secara utuh dalam berbagai pola struktur social, politik dan kehidupan kultural serta untuk membantu menciptakan bentuk-bentuk yang selanjutnya dengan begitu maka memperbesar ide-ide.

    5. R. Parman

    Kewarganegaraan ialah suatu hal-hal yang berhubungan dengan penduduk suatu bangsa.

    6. Soemantri

    Kewarganegaraan ialah sesuatu yang berhubungan dengan manusia sebagai individu dalam suatu perkumpulan yang terorganisir dalam hubungan dengan Negara.

    7. Mr. Wiyanto Dwijo Hardjono, S.Pd.

    Kewarganegaraan ialah keanggotaan seseorang dalam satuan politik tertentu (secara khusus:Negara) yang dengannya membawa hak untuk berprestasi dalam kegiatan-kegiatan politik.

    8. Stanley E. Ptnord dan Etner F.Peliger

    Kewarganegaraan ialah studi yang berhubungan dengan tugas-tugas pemerintahan dan hak-kewajiban warga Negara.

    9. Daryono

    Kewarganegaraan adalah isi pokok yang mencakup hak dan kewajiban warga Negara. Kewarganegaraan merupakan keanggotaan seseorang dalam satuan politik tertentu (secara khusus: Negara ) yang dengannya membawa hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. Seseorang dengan keanggotaan yang demikian disebut warga Negara.

  • 7 Pengertian Hiponim Menurut Para Ahli

    7 Pengertian Hiponim Menurut Para Ahli

    Hiponim merupakan salah satu konsep penting dalam ilmu semantik yang berkaitan dengan hubungan makna antarkata.

    Secara umum, hiponim menggambarkan hubungan antara kata yang lebih khusus dengan kata yang lebih umum.

    Untuk memahami makna dan ruang lingkup istilah ini secara lebih komprehensif, berbagai ahli bahasa telah memberikan definisi yang beragam sesuai dengan pendekatan dan kerangka teoritis masing-masing.

    Pengertian Hiponim Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah pandangan beberapa ahli mengenai pengertian hiponim

    1. Menurut Verhaar (2001:396)

    Pengertian hiponim adalah hubungan antara yang lebih kecil (secara ekstensional) dan yang lebih besar (secara ekstensional juga).

    2. Menurut Chaer (2013:100)

    Menjelaskan bahwa konsep hiponim dan hipernim mengandaikan adanya kelas bawahan dan kelas atasan, adanya makna sebuah kata yang berada di bawah makna kata lainnya.

    3. Menurut Depdiknas (2012:99)

    Hiponim adalah bentuk yang maknanya terangkum dalam hipernim, atau subordinatnya, atau superordinatnya, yang mempunyai makna yang lebih luas.

    4. Menurut Djajasudarma (2008:48)

    Hiponim yaitu hubungan makna yang mengandung pengertian hierarki.

    5. Sumarlam (2003: 45)

    Hiponim merupakan satuan bahasa dari kata, frasa dan kalimat yang maknanya dinilai sebagai bagian dari makna unit bahasa lainnya.

    6. Palmer (1983: 78)

    Hiponim mencakup relasi logis pada entilamen yang berarti bahwa jika hiponimnya sudah dikatakan maka bisa dibayangkan nama kelompoknya dan apabila nama kelompok sudah disebutkan, maka hiponimnya bisa disebutkan.

    7. Edi Subroto (1995: 25)

    Hiponim memperlihatkan hubungan antara kata yang sifatnya vertikal (atas – bawah) ataupun hubungan antara klasifikas dengan anggota-anggota yang menjadi anggota kelompok maupun bawahannya.

  • Pengertian Hiponim Menurut Ahli Dan Contohnya

    Pengertian Hiponim Menurut Ahli Dan Contohnya

    Pengertian Hiponim

    Hiponim adalah hubungan di dalam semantik antara makna yang spesifik dengan makna yang generik.

    Maksudnya, ada golongan kata yang tercakup pada golongan kata generik, yang maknanya lebih luas.

    Contohnya kata “ayam” dan “kucing”.

    Kata “ayam” dan “kucing” adalah hiponim dari kata “hewan”.

    Contoh lain kata “paus” yang merupakan hiponim dari kata “ikan”.

    Jadi, kata “paus” berhiponim kepada kata “ikan”. Sedangkan kata “ikan” tidak berhiponim kepada kata “paus”.

    Sebab, kata ikan sudah mewakili seluruh makna dari jenis-jenis ikan.

    Sehingga ketika disebutkan kata “paus”, sudah dapat dimengerti bahwa paus adalah jenis ikan.

    Pengertian Hiponim Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian hiponim menurut para ahli.

    1. Menurut Verhaar (2001:396)

    Pengertian hiponim adalah hubungan antara yang lebih kecil (secara ekstensional) dan yang lebih besar (secara ekstensional juga).

    2. Menurut Chaer (2013:100)

    Menjelaskan bahwa konsep hiponim dan hipernim mengandaikan adanya kelas bawahan dan kelas atasan, adanya makna sebuah kata yang berada di bawah makna kata lainnya.

    3. Menurut Depdiknas (2012:99)

    Hiponim adalah bentuk yang maknanya terangkum dalam hipernim, atau subordinatnya, atau superordinatnya, yang mempunyai makna yang lebih luas.

    4. Menurut Djajasudarma (2008:48)

    Hiponim yaitu hubungan makna yang mengandung pengertian hierarki.

    5. Sumarlam (2003: 45)

    Hiponim merupakan satuan bahasa dari kata, frasa dan kalimat yang maknanya dinilai sebagai bagian dari makna unit bahasa lainnya.

    6. Palmer (1983: 78)

    Hiponim mencakup relasi logis pada entilamen yang berarti bahwa jika hiponimnya sudah dikatakan maka bisa dibayangkan nama kelompoknya dan apabila nama kelompok sudah disebutkan, maka hiponimnya bisa disebutkan.

    7. Edi Subroto (1995: 25)

    Hiponim memperlihatkan hubungan antara kata yang sifatnya vertikal (atas – bawah) ataupun hubungan antara klasifikas dengan anggota-anggota yang menjadi anggota kelompok maupun bawahannya.

  • 10 Pengertian Kohesi Leksikal Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Kohesi Leksikal Menurut Para Ahli

    Pengertian Kohesi Leksikal

    Dalam sebuah wacana, keterkaitan antarbagian sangat penting agar teks dapat dipahami secara utuh oleh pembaca.

    Hubungan antarunsur dalam wacana tidak hanya terbentuk melalui tata bahasa, tetapi juga melalui pilihan kata atau kosakata yang digunakan.

    Keterjalinan makna melalui kosakata inilah yang disebut dengan kohesi leksikal. Kehadiran kohesi leksikal menjadikan sebuah wacana lebih padu, tidak terputus, serta memiliki alur yang teratur.

    Tanpa adanya kohesi leksikal, sebuah teks akan terasa terpisah-pisah dan sulit untuk dipahami secara menyeluruh.

    Kohesi leksikal pada dasarnya membicarakan bagaimana kata-kata yang dipilih saling berhubungan satu sama lain sehingga menciptakan keserasian makna.

    Hubungan ini bisa muncul melalui pengulangan kata, sinonim, antonim, hiponimi, maupun kolokasi. Semua unsur tersebut bekerja sama untuk menjaga agar wacana tetap padu baik secara makna maupun bentuk.

    Pengertian Kohesi Leksikal Menurut Para Ahli

    Untuk memahami konsep kohesi leksikal dengan lebih mendalam, sejumlah ahli telah memberikan penjelasan yang beragam sesuai sudut pandang masing-masing.

    Pendapat para ahli ini memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana kohesi leksikal bekerja dan mengapa unsur ini sangat penting dalam membangun teks yang efektif.

    1. Baryadi 1990: 46)

    Pengertian kohesi leksikal adalah keterkaitan leksikal antara bagian-bagian wacana. Kohesi leksikal dapat dirinci menjadi pengulangan (reiteration), hiponimi (hyponimi), sinonim (synonimi), antonimi (antonymi), dan kolokasi (collocation).

    2. Sumarlam (2008: 35)

    Menjelaskan, bahwa kohesi leksikal adalah hubungan antarunsur dalam wacana secara semantis.

    3. Zaimar & Ayu (2011: 146)

    Mengemukakan bahwa kohesi leksikal adalah keterpautan atau keterjalinan makna di dalam suatu wacana dapat dilihat pada segi kosakatanya.

    4. Mulyana (2005: 55)

    Dilihat dari segi pengertian, kohesi leksikal memiliki tujuan diantaranya ialah untuk mendapatkan efek intensitas makna bahasa, kejadian informasi, dan keindahan bahasa lain.

    5. Kushartanti (dalam Kusnita 2014: 245)

    Menjelaskan “kohesi leksikal adalah hubungan semantik antarunsur pembentuk wacana dengan memanfaatkan unsur leksikal atau kata”

    6. Sudaryat (2008: 160)

    Menguraikan bahwa unsur kohesi leksikal yang menjadi keutuhan wacana itu dapat dibedakan menjadi enam macam, yaitu repetisi, sinonimi, hipernimi, ekuivalensi, kolokasi, dan antonimi.

    7. Mujianto (2010: 83)

    Hubungan leksikal merupakan pengulangan bagian teks tidak hanya dilakukan dengan mengulang struktur sintaksis, katak kata, maupun bunyi.

    8. Zaenal Arifin dkk. (2015: 67)

    Menyatakan bahwa kohesi leksikal menunjukan pada hubungan lesikal di antara bagian-bagian wacana untuk mendapatkan keserasian struktur secara kohesif.

    9. Indiyastini (2009: 70)

    Pengertian kohesi leksikal adalah alat pemadu kalimat-kalimat yang berupa sistem leksikal.

    10. Aswandi (2018: 43)

    Hubungan leksikal antara bagian-bagian wacana untuk mendapatkan keserasian struktur secara kohesif terjadi karena adanya alat kohesi.