Tag: pengertian

  • 10 Pengertian Komunitas Menurut Para Ahli

    Secara harfiah, komunitas berasal dari bahasa latin, yaitu communities yang berarti publik, kebersamaan.

    Maka, secara umum, komunitas dapat diartikan sebagai kelompok individu yang memiliki minat, tujuan, atau karakteristik yang sama.

    Kelompok individu tersebut berkumpul bersama untuk saling berinteraksi, berbagi pengalaman, dan membangun hubungan sosial.

    Tujuan utama dari komunitas adalah untuk menciptakan ikatan antara anggotanya, memfasilitasi pertukaran informasi, pengetahuan, dan pengalaman, serta memberikan dukungan dan saling membantu.

    Komunitas juga bisa menjadi tempat bagi individu untuk mengekspresikan diri, mengembangkan minat atau bakat mereka, dan merasa diakui dan diterima.

    Pengertian Komunitas Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian komunitas menurut para ahli.

    1. Kertajaya Hermawan (2008)

    Komunitas adalah sekelompok orang yang peduli satu sama lain yang lebih dari yang seharusnya, dimana dalam sebuah komunitas terjadi relasi pribadi yang erat antar anggota komunitas tersebut karena adanya kesamaan interest atau values.

    2. Soenarno (2002)

    Komunitas adalah sebuah identifikasi dan interaksi sosial yang dibangun dengan berbagai dimensi kebutuhan fungsional.

    3. Mac Iver (Mansyur, cholil 1987:69)

    Community diistilahkan sebagai persekutuan hidup atau paguyuban dan dimaknai sebagai suatu daerah masyarakat yang ditandai dengan beberapa tingkatan pertalian kelompok sosial satu sama lain.

    4. Muzafer Sherif dalam buku Dinamika Kelompok (2009:36)

    Kelompok sosial adalah suatu kesatuan sosial yang terdiri dari dua atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan teraratur, sehingga di antara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur, dan norma-norma tertentu.

    5. Iriantara (2004: 22)

    Definisi komunitas merupakan “Sekumpulan individu yang mendiami lingkungan tertentu serta terkait dengan kepentingan yang sama.”

    6. Wenger (1998: 63)

    Pengertian komunitas adalah sebuah kontruksi sosial yang dibagun berdasarkan atas initial-interest dan tujuan yang serupa pada sebuah ikhtiar yang membentuk identitas komunitas tersebut.

    7. McMillan dan Chavis (1986)

    Komunitas merupakan kumpulan dari para anggotanya yang memiliki rasa saling memiliki, terikat diantara satu dan lainnya dan percaya bahwa kebutuhan para anggota akan terpenuhi selama para anggota berkomitmen untuk terus bersama-sama.

    8. Jim Ife (1995 : 55)

    Komunitas diartikan sebagai warga setempat yang dapat dibedakan dari masyarakat lebih luas melalui kepentingan bersama atau tingkat interaksi yang tinggi.

    9. Cattel

    Komunitas adalah sekumpulan individu yang dalam hubungannya dapat memuaskan kebutuhan satu dengan yang lainnya.

    10. Fleder

    Komunitas merupakan sekumpulan individu yang memiliki persamaan yang saling berdekatan dan terlibat dalam suatu tugas bersama. Alhasil, anggota-anggota komunitas saling bergantung dalam mencapai satu tujuan.

  • 10 Pengertian Komunikasi Bisnis Menurut Para Ahli

    Komunikasi bisnis adalah proses pertukaran informasi, gagasan, dan pesan antara individu atau kelompok dalam konteks dunia bisnis.

    Komunikasi bisnis dapat berlangsung dalam berbagai bentuk, termasuk komunikasi lisan maupun tertulis.

    Komunikasi lisan dapat terjadi melalui rapat, presentasi, atau percakapan tatap muka. Sementara komunikasi tertulis mencakup surat, email, laporan, dan dokumen resmi lainnya.

    Tujuan komunikasi bisnis adalah untuk menyampaikan informasi dengan jelas dan efektif agar dapat dipahami oleh penerima.

    Hal ini juga melibatkan membangun hubungan yang baik dengan pelanggan, karyawan, dan mitra bisnis untuk meningkatkan kerjasama dan kepercayaan.

    Pengertian Komunikasi Bisnis Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian komunikasi bisnis menurut para ahli.

    1. Katz (1994:4)

    Komunikasi Bisnis adalah adanya pertukaran ide, pesan, dan konsep yang berkaitan dengan pencapaian serangkaian tujuan komersil.

    2. William Albig

    Pengertian komunikasi bisnis adalah suatu tindakan pertukaran informasi, ide atau opini, intruksi, dan sebagainya, yang disampaikan secara personal maupun non-personal melalui lambang dan sinyal untuk mencapai target perusahaan.

    3. Rosenbalt (1982:7)

    Komunikasi Bisnis adalah pertukaran ide-ide opini, informasi, instruksi dan sejenisnya, yang dikemukakan baik secara personal ataupun nonpersonal melalui simbol atau tanda, untuk mencapai tujuan- tujuan perusahaan.

    4. Djoko Purwanto, M.B.A

    Definisi komunikasi bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam bentuk komunikasi, baik komunikasi verbal maupun komunikasi nonverbal untuk mencapi tujuan tertentu.

    5. Persing (1981:108)

    Komunikasi Bisnis adalah proses penyampaian arti melalui lambang-lambang yang meliputi keseluruhan unsur-unsur yang berhubungan dengan proses penyampaian dan penerimaan pesan, baik itu dalam bentuk tulisan, lisan, maupun nonverbal yang dilakukan di dalam suatu organisasi yang membayar orang yang secara bersama-sama memproduksi dan memasarkan barang-barang dan jasa guna memperoleh keuntungan.

    6. Purwanto (2004: 3)

    Komunikasi bisnis merupakan salah satu aspek komunikasi yang terfokus kepada keefektifan penyampaian pesan. Suatu transaksi bisnis akan terjadi apabila didalamnya terjadi komunikasi yang efektif.

    7. James J. Floyd, 2006)

    Komunikasi yang diterapkan pada bidang bisnis atau perdagangan, baik produk berupa barang maupun jasa.

    8. Curtis (1992:6)

    Komunikasi bisnis menurut Curtis adalah komunikasi dalam organisasi bisnis yang di tunjukan untuk menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan.

    9. Philip Kolter

    Menurut Philip Philip Kolter, pengertian komunikasi bisnis adalah suatu kegiatan manusia yang ditujukan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui peroses pertukaran.

    10. Himstreet

    Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antara individu melalui sistem yang biasa (lazim), baik dengan symbol-simbol, sinyal-sinyal, maupun perilaku atau tindakan.

  • 10 Pengertian Administrasi Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Administrasi Menurut Para Ahli

    Administrasi adalah proses pengelolaan dan pelaksanaan tugas-tugas administratif dalam suatu organisasi atau lembaga.

    Tujuan utama administrasi adalah memastikan bahwa semua kegiatan dan sumber daya dalam organisasi berjalan dengan efisien, teratur, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

    Melalui pelaksanaan tugas-tugas administratif dengan baik, administrasi membantu menciptakan lingkungan kerja yang teratur, menyatukan visi, dan meningkatkan produktivitas.

    Pengertian Administrasi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian administrasi menurut para ahli.

    1. Dr. Sondang Siagian (2012:13)

    Admintrasi dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses kerja sama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

    2. Irra Chisyanti Dewi ( 2011: 3)

    Admintrasi memiliki pengertian dalam arti yaitu sebagai perkerjaan tulis menulis atau ketataushaan atau kesekretarisan ―, yaitu meliputi kegiatan menerima, mencatat, menghimpun, mengolah, mengadakan, mengirim, menyimpan.

    3. The Liang Gie (2009:9)

    Adminstrasi merupakan proses kerjasama beberapa individu dengan cara yang efisien dalam mencapai tujuan sebelumnya.

    4. Prajudi Atmosudirdjo (dalam Ayub, 2007:30)

    Pengertian administrasi dalam arti sempit adalah tata usaha atau office work yang meliputi kegiatan catat-mencatat, tulis-menulis, mengetik, korespodensi, kearsipan, dan sebagainya.

    5. Ismail Nawawi (2009:33)

    Pengertian administrasi adalah mencatat setiap komponen administrasi yang meliputi komponen manajemen, organisasi, maupun kegiatan operasional.

    6. Sondang P

    Keseluruhan proses kerjasama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

    7. Herbert A. Simon

    In its broadest sense, administration can be defined as the activities of a group cooperating to accomplish common goals. (Dalam pengertian yang terluas, administrasi dapat dirumuskan sebagai kegiatan dari kelompok orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama).

    8. Prayudi Atmosudirdjo

    Administrasi merupakan suatu fenomena sosial, suatu perwujudan tertentu di dalam masyarakat modern. Eksistensi daripada administrasi ini berkaitan dengan organisasi, artinya administrasi itu terdapat di dalam suatu organisasi.

    9. Luther Gulick

    Administration has to do with getting things done, with the accomplishment of defined objectives. (Administrasi berkenaan dengan penyelesaian hal apa yang hendak dikerjakan, dengan tercapainya tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.

    10. Ordway Tead

    Administrasi meliputi kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan oleh pejabat-pejabat eksekutif dalam suatu organisasi, yang bertugas mengatur, memajukan, dan melengkapi usaha kerja sama sekumpulan orang yang sengaja dihimpun untuk mencapai tujuan tertentu.

  • 10 Pengertian Lembaga Sosial Menurut Para Ahli

    Lembaga sosial adalah struktur atau organisasi yang secara formal atau informal diakui oleh masyarakat dan memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan sosial dan menjalankan fungsi-fungsi tertentu dalam masyarakat.

    Lembaga sosial berperan dalam mengatur dan mengarahkan interaksi sosial serta membentuk pola-pola perilaku yang diakui dan diikuti oleh anggota masyarakat.

    Contoh lembaga sosial meliputi keluarga, sekolah, agama, pemerintahan, sistem hukum, ekonomi, organisasi-organisasi masyarakat, dan sebagainya.

    Setiap lembaga sosial memiliki aturan, norma, nilai, dan struktur yang mengatur perilaku individu dan kelompok dalam masyarakat.

    Lembaga sosial berfungsi untuk memenuhi berbagai kebutuhan sosial, seperti pendidikan, pemeliharaan hubungan sosial, organisasi ekonomi, pemberian bantuan sosial, pemerintahan, dan pemeliharaan nilai-nilai budaya.

    Pengertian Lembaga Sosial Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian lembaga sosial menurut para ahli.

    1. Leopold Von Weise dan Becker

    Lembaga social adalah jaringan proses hubungan antar manusia dan antar kelompok yang berfungsi memelihara hubungan itu beserta pola-polanya yang sesuai dengan minat kepentingan individu dan kelompoknya.

    2. Robert Mac Iver dan C.H. Page

    Lembaga social adalah prosedur atau tatacara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia yang tergabung dalam suatu kelompok masyarakat.

    3. Soerjono Soekanto

    Pranata social adalah himpunana norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehiduppan masyarakat.

    4. Koentjaraningkrat

    Pranata social adalah suatu system tatakelakuan dan hubungan yang berpusat kepada akatifitas social untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.

    5. W. Hamilton

    Lembaga merupakan tata cara kehidupan kelompok, yang apabila dilanggar akan dijatuhi berbagai derajat sanksi.

    6. Paul Horton dan Chester L. Hunt

    Lembaga sosial adalah sistem norma-norma sosial dan hubungan-hubungan yang menyatukan nilai-nilai dan prosedur-prosedur tertentu dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

    7. Peter L. Berger

    Lembaga sosial adalah suatu prosedur yang menyebabkan perbuatan manusia ditekan oleh pola tertentu dan dipaksa bergerak melalui jalan yang dianggap sesuai dengan keinginan masyarakat.

    8. Dede Rosyada (1994:163)

    Melihat pranata-pranata sosial itu muncul dan berkembang sebagai refleksi dari sebuah kebudayaan.

    9. Bruce J. Cohen

    Lembaga sosial merupakan sistem pola sosial yang tersusun rapi dan secara relatif bersifat permanen serta mengandung perilaku tertentu yang kokoh dan terpadu demi pemuasan dan pemenuhan kebutuhan pokok
    manusia.

    10. Harry M. Johnson

    Lembaga sosial adalah seperangkat norma yang terinstitusionalisasi (institutionalized), yaitu: 1) Telah diterima sejumlah besar anggota sistem sosial; 2) Ditanggapi secara sungguh – sungguh; dan 3) Diwajibkan, dan terhadap pelanggarnya dikenakan sanksi tertentu.

  • 10 Pengertian Kepribadian Menurut Para Ahli

    Kepribadian adalah keseluruhan pola perilaku, sikap, emosi, dan karakteristik psikologis yang membedakan individu satu dengan yang lainnya.

    Hal ini mencakup cara seseorang berpikir, merasakan, dan berinteraksi dengan dunia sekitarnya.

    Kemudian, kepribadian mencerminkan kombinasi unik dari faktor-faktor genetik, lingkungan, dan pengalaman hidup yang membentuk individu.

    Sementara menurut KBBI, kepribadian adalah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakannya dari orang atau bangsa lain.

    Pengertian Kepribadian Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian kepribadian menurut para ahli.

    1. Koswara (2005: 35)

    Definisi kepribadian (personality) adalah suatu istilah yang mengacu pada gambaran-gambaran sosial tertentu yang diterima oleh individu dari kelompoknya atau masyarakat, kemudian individu tersebut diharapakan bertingkah laku berdasarkan atau sesuai dengan gambaran sosial (peran) yang di terimanya itu.

    2. Darlega, Winstead & Jones

    Kepribadian adalah sistem yang relatif stabil mengenai karakteristik individu yang bersifat internal, yang berkontribusi terhadap pikiran, perasaan, dan tingkah laku yang konsisten.

    3. Eysenck

    Menyatakan kepribadian yaitu “jumlah total dari aktual atau potensial organisme yang ditentukan oleh hereditas dan lingkungan.

    4. Woodworth

    Kepribadian bukanlah suatu subtansi melainkan gejalanya dan suatu gaya hidup. Kepribadian tidaklah menunjukkan jenis suatu aktivitas, seperti berbicara, mengingat, berfikir, atau bercinta, tetapi seseorang individu dapat menampakkan kepribadiannya dalam cara-cara ia melakukan aktifitas-aktifitas tersebut tadi.

    5. Sjarkawi (2008: 11)

    Kepribadian adalah ciri atau karakteristik atau gaya atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima dari lingkungan, misalnya keluarga pada masa kecil, dan juga bawaan, dan juga bawaan seseorang sejak lahir.

    6. (Agus Sujanto, dkk: 10)

    Kata kepribadian berasal dari kata Personality (bhs. Inggris) yang berasal dari kata persona (bhs. Latin) yang berarti kedok atau topeng. Yaitu tutup muka yang sering dipakai oleh pemain-pemain panggung, yang maksudnya untuk menggambarkan perilaku, watak atau pribadi seseorang.

    7. Chaplin (1981)

    Menganggap watak sebagai “the individual’s personality considered from an ethical or moral point of view”, kepribadian seseorang dilihat dari sudut pandang etik atau moral.

    8. George Kelly (Sjarkawi, 2008: 19)

    Menyatakan bahwa kepribadian sebagai cara yang unik dari indivdu dalam mengartikan pengalaman-pengalaman hidupnya.

    9. Gordon Allport (Sjarkawi, 2008: 19)

    Menyaatkan bahwa kepribadian merupakan suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran individu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran individu secara khas.

    10. Sigmend Freud (Sjarkawi, 2008: 19)

    Menyatakan bahwa kepribadian merupakan suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem, yakni, id, ego, dan super ego, sedangkan tingkah laku tidak lain merupakan hasil daro konflik dari rekonsiliasi ketiga unsur dalam sistem kepribadian tersebut.

  • 10 Pengertian Sarana dan Prasarana Menurut Para Ahli

    Pengertian Sarana dan Prasarana Secara Umum

    Sarana dan prasarana adalah dua konsep yang sering digunakan dalam konteks infrastruktur dan fasilitas yang mendukung berbagai kegiatan manusia.

    Sarana merujuk pada segala jenis objek atau alat yang digunakan untuk memudahkan atau memungkinkan pelaksanaan suatu kegiatan atau proses.

    Contoh sarana meliputi gedung, ruangan, kendaraan, peralatan, perpustakaan, dan lain sebagainya. Sarana dapat berupa fisik atau non-fisik, tergantung pada jenis kegiatan yang dilakukan.

    Sementara prasarana merujuk pada struktur atau fasilitas yang menyediakan dasar atau kerangka untuk menjalankan aktivitas atau proses tertentu.

    Prasarana melibatkan elemen-elemen seperti jaringan transportasi (jalan, jembatan, bandara), sistem komunikasi (jaringan telepon, internet), infrastruktur energi (listrik, gas), sistem air (pembangkit air, pipa saluran air), dan sebagainya.

    Prasarana bertujuan untuk menciptakan kondisi yang memadai bagi aktivitas manusia dalam berbagai bidang.

    Pengertian sarana menurut KBBI adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan; alat; media.

    Pengertian prasarana menurut KBBI adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (usaha, pembangunan, proyek, dan sebagainya).

    Pengertian Sarana dan Prasarana Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian sarana dan prasarana menurut para ahli.

    1. Moenir (2006)

    Sarana adalah segala jenis peralatan yang berfungsi sebagai alat utama alat langsung untuk mencapai tujuan. Sedangkan prasarana adalah merupakan seperangkat alat yang berfungsi secara tidak langsung untuk mencapai tujuan.

    2. Agus S. Suryobroto (2004: 4)

    Sarana atau alat adalah segala sesuatu yang diperlukan dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, yang mudah dibawa, dan dapat dipindahkan oleh pelakunya atau siswa. Sedangkan prasarana atau fasilitas adalah sesuatu yang diperlukan dalam pembelajaran pendidikan jasmani, bersifat permanen atau tidak dapat di pindah-pindahkan.

    3. Mulyasa (2004: 49)

    Memaparkan bahwa yang disebut dengan sarana belajar merupakan segala peralatan yang secara langsung digunakan oleh guru atau siswa dalam proses belajar mengajar contohnya seperti gedung, ruang kelas, meja, kursi, serta media pembelajaran.

    4. Daryanto (2008: 51)

    Secara bahasa yang disebut dengan prasarana berarti alat yang tidak langsung digunakan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan misalnya : lokasi atau tempat, bangunan sekolah, lapangan olahraga, uang dan sebagainya.

    5. Makin & Baharuddin (2010: 84)

    Prasarana adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pengajaran, seperti halaman, kebun, taman sekolah, jalan menuju sekolah dan sebagainya.

    6. Jayadinata (dalam Juliawan,2015:5)

    Prasarana merupakan suatu faktor potensial yang sangat penting dalam menentukan arah dan masa depan perkembangan suatu wilayah, karena pembangunan tidak akan sukses dan berjalandengan baik tanpa dukungan prasarana yang memadai, prasarana kota merupakan fasilitas umum yang menjadi penunjang utama terselenggaranya suatu proses atau kegiatan dalam kota yang pada akhirnya akan menentukan perkembangan kota.

    7. Diwiryo (dalam Juliawan, 2015:6)

    Fungsi prasarana adalah untuk melayani dan mendorong terwujudnya lingkungan permukiman dan lingkungan usaha yang optimal sesuai dengan fungsinya, upaya memperbaiki lingkungan membutuhkan keseimbangan antar tingkat kebutuhan masyarakat.

    8. Kasan (2000: 91)

    Pengertian sarana pendidikan adalah alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan, misalnya: ruang, buku, perpustakaan, laboratorium, dan sebagainya.

    9. Hamalik (1980:23)

    Pengertian sarana dan prasarana menurut Hamalik ialah seluruh bentuk perantara yang dipakai orang untuk menyebar ide, sehingga ide tersebut bisa sampai pada penerima.

    10. Soepartono (2006:699)

    Sarana dan prasarana OR adalah suatu kegiatan yang dimanfaatkan dalam melaksanakan pendidikan jasmani yang meliputi lapangan dan bangunan OR beserta perlengkapan untuk melaksanakan proses belajar mengajar pendidikan jasmani.

  • 10 Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli

    Sosiologi adalah studi ilmiah mengenai masyarakat manusia, hubungan sosial, dan perilaku sosial.

    Menurut KBBI, definisi sosiologi adalah pengetahuan atau ilmu tentang sifat, perilaku, dan perkembangan masyarakat; ilmu tentang struktur sosial, proses sosial, dan perubahannya.

    Disiplin ini mempelajari bagaimana individu dan kelompok berinteraksi dalam struktur sosial tertentu, serta pengaruh institusi sosial, norma, dan nilai-nilai sosial terhadap perilaku manusia dan perubahan sosial.

    Tujuan sosiologi adalah memahami dan menjelaskan fenomena sosial, meningkatkan kesadaran sosial, dan berkontribusi pada perbaikan masyarakat.

    Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian sosiologi menurut para ahli.

    1. Roucek dan Warren

    Pengertian Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.

    2. Soejono Sukamto

    Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.

    3. William Kornblum

    Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.

    4. Allan Jhonson

    Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalamnya mempengaruhi sistem tersebut.

    5. Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi

    Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.

    6. Emile Durkheim

    Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu di manafakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu.

    7. William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf

    Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.

    8. Pitirim Sorokin

    Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.

    9. Paul B. Horton

    Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.

    10. Menurut Soerjono Soekanto

    Sosiologi adalah ilmu yang kategoris, murni, abstrak, berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris, serta bersifat umum.

  • 10 Pengertian Masalah Sosial Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Masalah Sosial Menurut Para Ahli

    Masalah sosial adalah masalah yang muncul di lingkungan sosial masyarakat sehingga memunculkan ketidakseimbangan, konflik, atau kesulitan dalam interaksi sosial dan kehidupan sehari-hari.

    Masalah sosial melibatkan aspek-aspek sosial, ekonomi, politik, budaya, dan lingkungan yang mempengaruhi individu, kelompok, atau masyarakat secara luas.

    Masalah sosial dapat berkaitan dengan berbagai bidang kehidupan, seperti kemiskinan, pengangguran, ketimpangan ekonomi, ketidakadilan, kekerasan, diskriminasi, dan masih banyak lagi.

    Penyebab masalah sosial sangat kompleks dan melibatkan faktor-faktor seperti ketidakadilan struktural, kurangnya akses terhadap sumber daya, perubahan sosial, perbedaan sosial, dan kebijakan publik yang tidak efektif.

    Pengertian Masalah Sosial Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian masalah sosial menurut para ahli.

    1. Soetomo

    Pengertian masalah sosial adalah sebagai suatu kondisi yang tidak diinginkan oleh sebagian besar warga masyarakat.

    2. Lesli

    Masalah sosial sebagai suatu kondisi yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan sebagian besar warga masyarakat sebagai sesuatu yang tidak diinginkan atau tidak disukai dan karena perlunya untuk diatasi atau diperbaiki.

    3. Martin S. Weinberg

    Masalah sosial adalah situasi yang dinyatakan sebagai sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai oleh warga masyarakat yang cukup signifikan, dimana mereka sepakat dibutuhkannya suatu tindakan untuk mengubah situasi tersebut.

    4. Soerjono Soekanto (2012: 312)

    Definisi masalah sosial merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsur- unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial, atau menghambat terpenuhinya keinginan-keinginan pokok sehingga menyebabkan kepincangan ikatan sosial warga kelompok sosial tersebut.

    5. Rubington dan Weinberg (1989)

    Masalah sosial adalah suatu kondisi yang dinyatakan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh sebagian warga, yang sepakat bahwa suatu kegiatan bersama diperlukan untuk mengubah kondisi itu.

    6. Bulmer

    Masalah sosial adalah situasi dan kondisi yang tidak diinginkan oleh masyarakat, karena adanya paradigma kesalahan sosial atau gejala sosial yang dinggap tidak wajar.

    7. Kartini Kartono

    Permasalahan sosial adalah suatu situasi yang dapat menggu kesetabilan kehidupan manusia, situasi ini dianggap sebagai situasi yang menyimpang hingga akhirnya harus segera mungkin untuk dapat diselesaikan.

    8. Merton dan Nisbet (1971)

    Masalah sosial sebagai sesuatu yang bukan kebetulan, melainkan berakar pada satu atau lebih kebutuhan masyarakat yang terabaikan.

    9. Jenssen

    Masalah Sosial adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan atau sebagai kesenjangan antara situasi yang ada dengan situasi yang seharusnya.

    10. Arnold Rose

    Mendefinisikan masalah sosial dapat sebagai suatu situasi yag telah mempengaruhi sebagian besar masyarakat sehingga mereka percaya bahwa situasi itu adalah sebab dari kesulitan mereka.

  • 15 Pengertian Kelompok Sosial Menurut Para Ahli

    15 Pengertian Kelompok Sosial Menurut Para Ahli

    Secara umum, kelompok sosial adalah sekelompok individu yang saling berinteraksi dan terhubung dalam suatu lingkungan

    Kelompok sosial dapat memiliki karakteristik yang beragam, termasuk tujuan yang sama, norma dan nilai bersama, serta peran dan struktur yang terorganisir.

    Kelompok sosial sering kali memiliki norma-norma, nilai-nilai, dan aturan yang diikuti oleh anggotanya.

    Hal ini membantu mengatur perilaku dan interaksi dalam kelompok, serta membentuk identitas dan keanggotaan. Contoh kelompok sosial meliputi keluarga, teman, komunitas, organisasi, dan masyarakat.

    Interaksi antara anggota kelompok sosial dapat beragam, mulai dari komunikasi sehari-hari hingga kolaborasi dalam mencapai tujuan bersama.

    Pengertian Kelompok Sosial Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian kelompok sosial menurut para ahli.

    1. Sherif and Sherif (1956)

    Kelompok sosial adalah suatu unit sosial yang terdiri dari dua atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan teratur, sehingga di antara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur, dan norma-norma tertentu yang khas bagi kelompok itu.

    2. Joseph S. Roucek & Roland S. Warren

    Kelompok sosial adalah suatu kelompok yang meliputi dua atau lebih manusia yang diantara mereka terdapat beberapa pola interaksi yang dapat dipahami oleh para anggotanya/orang lain secara keseluruhan.

    3. Roland Freedman Cs

    Definisi kelompok sosial adalah organisasi terdiri atas 2 (dua) atau lebih individu yang tergantung oleh ikatan-ikatan suatu sistem ukuran-ukuran kelakuan yang diterima dan disetujui oleh semua anggotanya.

    4. Soejono Soekanto (2006:104)

    Kelompok sosial atau social group adalah himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama, karena adanya hubungan di antara mereka. Hubungan tersebut antara lain menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling menolong.

    5. Sarwono (2009)

    Mendefinisikan kelompok sebagai sekelompok (dua orang atau lebih) yang memiliki persepsi sebagai satu kesatuan serta memiliki perasaan sebagai bagian dari kelompok, memiliki tujuan bersama dan saling ketergantungan satu sama lain.

    6. Polak (2004)

    Pengertian kelompok sosial adalah satu group, yaitu sejumlah orang yang ada antara hubungan satu sama lain dan hubungan itu bersifat sebagai sebuah struktur.

    7. Jhonson & Jhonson (Sarwono 2009)

    Mengatakan bahwa kelompok adalah dua atau lebih individu berinteraksi secara langsung, peduli dengan hubungannya dalam sebuah grup, saling peduli antara anggota grup, dan saling peduli dengan ketergantungan positif untuk berusaha mencapai tujuan bersama.

    8. Schein (2003)

    Memberikan pengertian kelompok sebagai sejumlah orang yang berbagi nilai (share) terhadap pandangan yang sama dari suatu masalah dan mengembangkan penyelesaian share tersebut.

    9. Purwasih, dkk (2018:48)

    Mngemukakan pengertian kelompok sosial adalah kumpulan individu yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya dan saling berinteraksi. Tiap-tiap anggota kelompok sosial saling memperhatikan dan berhubungan satu sama lain.

    10. Hendropuspito dalam Waluya (2009)

    Arti kelompok sosial adalah suatu kumpulan nyata, teratur, dan tetap dari orang-orang yang melaksanakan peranannya yang saling berkaitan guna mencapai tujuan yang sama.

    11. Abdul Syani (2007)

    Istilah kelompok mempunyai pengertian sebagai suatu kumpulan dari orang-orang yang mempunyai hubungan dan berinteraksi, dimana dapat mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama.

    12. Bruce J Cohen (1997)

    Kelompok adalah sejumlah orang yang berinteraksi secara bersama-sama dan memiliki kesadaran keanggotaan yang didasarkan pada kehendak-kehendak prilaku yang disepakati.

    13. Jusman Iskandar (2003)

    Kelompok juga dapat didefinisikan sebagai setiap kumpulan yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi.

    14. Huky (1987)

    Kelompok merupakan suatu unit yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang saling berinteraksi atau saling berkomunikasi.

    15. George Homans

    Kelompok sosial yaitu kumpulan individu yang melakukan kegiatan, interaksi & memiliki perasaan untuk membentuk suatu keseluruhan yang terorganisasi & berhubungan timbal balik.

  • 10 Pengertian Perilaku Konsumen Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Perilaku Konsumen Menurut Para Ahli

    Perilaku konsumen adalah tindakan, sikap, dan keputusan yang diambil oleh individu dalam proses memilih, membeli, dan menggunakan produk atau layanan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya.

    Perilaku konsumen mencakup semua aspek yang terlibat dalam proses pembelian, seperti penelusuran informasi, evaluasi produk, pengambilan keputusan, dan tindakan setelah pembelian.

    Perilaku konsumen dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor psikologis, sosial, budaya, dan situasional.

    Faktor-faktor ini dapat mempengaruhi preferensi, persepsi, sikap, dan keyakinan konsumen terhadap produk atau merek tertentu.

    Misalnya, motivasi, persepsi nilai, sikap terhadap merek, norma sosial, dan pengaruh kelompok dapat mempengaruhi perilaku konsumen.

    Pengertian Perilaku Konsumen Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian perilaku konsumen menurut para ahli, antara lain:

    1. Swasta dan Handoko (dalam Adnan,2019)

    Perilaku konsumen adalah sebagai kegiatan individu yang secara langsung telibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang-barang dan jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan dan persiapan penentu kegiatan-kegiatan tersebut.

    2. The American Marketing Association dalam Peter dan Olson (2013)

    Mendefinisikan perilaku konsumen sebagai dinamika interaksi antara pengaruh dan kesadaran perilaku dan lingkungan tempat manusia melakukan pertukaran aspek- aspek kehidupan.

    3. Engel (2010)

    Pengertian perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses mendahului dan menyusul tindakan ini.

    4. Kotler dan Keller (2008:166)

    Definisi perilaku konsumen adalah studi tentang bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, menggunakan, dan bagaimana barang, jasa, ide, atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka.

    5. Mowen dan Minor (Sangadji dan Sopiah, 2013 : 7)

    Perilaku konsumen adalah studi unitunit dan proses pembuatan keputusan yang terlibat dalam penerimaan, penggunaan dan pembelian, dan penentuan barang, jasa dan ide.

    6. Harman Malau (2017:217)

    Perilaku konsumen adalah tingkah laku tentang individu, kelompok, atau organisasi dan proses yang mereka gunakan untuk memilih, mengamankan, menggunakan, dan membuang produk, jasa, pengalaman, atau ide untuk kepuasan.

    7. Kosasih, et al. (2013) dalam Miauw (2016)

    Perilaku konsumen adalah tentang bagaimana individu, kelompok, ataupun organisasi memilih, membeli, menggunakan, dan bagaimana barang, jasa, ide, atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka.

    8. Setiadi (2015:2)

    Arti perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengonsumsi, dan menghabiskan produk atau jasa, termasuk proses keputusan yag mendahului dan menyusuli tindakan ini.

    9. Firmansyah (2018)

    Pengertian perilaku konsumen adalah sebuah kegiatan yang berkaitan erat dengan suatu proses pembelian barang atau jasa.

    10. Griffin (Hanum & Hidayat, 2017)

    Perilaku konsumen adalah semua kegiatan psikologi yang mendorong tindakan pada saat sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan halhal di atas atau kegiatan mengevaluasi.