Tag: Resensi

  • Sinopsis Buku My Grandmother Asked Me to Tell You She’s Sorry Karya Fredrick Backman

    Sinopsis Buku My Grandmother Asked Me to Tell You She’s Sorry Karya Fredrick Backman

    Buku My Grandmother Asked Me to Tell You She’s Sorry menceritakan seorang gadis berusia tujuh tahun bernama Elsa yang memiliki hubungan istimewa dengan neneknya yang berusia hampir 78 tahun.

    Sejak Elsa kecil, neneknya gemar mendongeng, membawa cucunya masuk ke dunia imajinasi bernama Miamas.

    Mereka memiliki bahasa rahasia yang hanya dimengerti berdua, membuat cerita mereka tetap menjadi milik mereka saja.

    Bahkan, bahasa ini sempat membuat polisi kebingungan saat mereka berdua dibawa ke kantor karena nenek mengemudi tanpa SIM.

    Baca juga: Sinopsis Novel Big Breasts and Wide Hips Karya Mo Yan

    Namun kebahagiaan itu berakhir ketika nenek meninggal dunia. Elsa sangat terpukul, apalagi ia tidak pernah diberitahu bahwa neneknya mengidap kanker.

    Sebelum pergi, nenek meninggalkan sebuah surat untuk Elsa, dengan pesan agar ia menyerahkannya pada seseorang yang disebut sebagai “monster”.

    Dalam perjalanan menemukan monster ini, Elsa bertemu dengan seekor anjing yang ia panggil Teman Kita, serta berbagai makhluk fantasi yang selama ini hanya ada di dunia dongeng neneknya. Dari merekalah, Elsa mulai memahami siapa neneknya sebenarnya.

    Elsa berbeda dari anak-anak lain seusianya. Ia berbicara seperti orang dewasa dan punya pengetahuan yang luas berkat kebiasaannya membaca Wikipedia.

    Sayangnya, hal itu membuatnya sering jadi korban ejekan dan perundungan di sekolah.

    Ia kerap pulang dengan tubuh penuh memar, diejek karena memakai syal Gryffindor, bahkan diminta kepala sekolah untuk mengubah sikapnya atau pergi ke psikolog.

    Bagi Elsa, hanya neneklah yang selalu membelanya dan mengajarkan bahwa menjadi berbeda bukanlah hal yang salah.

    Petualangan Elsa di dunia nyata dan dunia dongeng neneknya membentuk perjalanan penuh makna.

    Ia belajar bahwa rasa takut terbesar datang dari hal-hal yang tidak kita ketahui, dan keberanian sering kali lahir dari rasa kehilangan.

    Setelah kematian nenek, kisah tidak berakhir, melainkan terus hidup bersama Elsa yang kini melanjutkan perjalanannya sendiri sebagai pahlawan di dunia yang pernah mereka bangun bersama.

  • Sinopsis Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata

    Sinopsis Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata

    – Judul Buku Resensi : Sang Pemimpi
    – Tahun Terbit : 2011
    – Penerbit : Bentang Pustaka
    – Penulis : Andrea Hirata
    – Jumlah Halaman : 248 halaman

    Sinopsis Novel Sang Pemimpi

    Cerita novel sang pemimpi mengisahkan tentang persahabatan yang berjuang untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

    Mereka memiliki tekad yang kuat untuk mengenyam pendidikan di SMA Negeri yang kemudian mengantarkan mereka ke Kota Sorbenne, Perancis.

    Setelah berhasil melanjutkan sekolah ke SMA Negeri, perjuangan mereka tak berhenti sampai di situ saja.

    Untuk mewujudkan mimpi, mereka rela tinggal di daerah pasar yang kumuh.

    Selain itu, mereka juga bekerja sebagai kuli di pasar agar dapat memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari.

    Baca juga: Sinopsis Novel Rantau 1 Muara Karya A. Fuadi

    Adapun beberapa tokoh dalam buku novel sang Pemimpi ini adalah Arai yang hidupnya sebatang kara.

    Lalu ada Jimbron yang teguh dalam prinsip agama Islam, walaupun sedari kecil ia dididik oleh seorang pendeta.

    Kemudian ada tokoh Ikal yang orangtuanya mengalami kebangkrutan.

    Di tengah-tengah keterpurukan ini, 3 Sang Pemimpi mulai berambisi untuk mulai berani bermimpi.

    Diawali dari mimpi Arai yang kemudian disusul oleh kedua temannya.

    Bermodal keyakinan dan tekad yang bulat untuk meraih cita-cita membuat mereka pergi meninggalkan kampung halaman.

    Ada banyak tokoh pembantu lainnya dalam novel ini, antara lain Pak Mustar, Pak Drs. Julian Ichsan Balia, Nurmalala, Lakshmi, Taikong Hamim, Bang Zaitun dan masih banyak lagi.

    Itulah ringkasan novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata.

    Saat baca baca novel Sang Pemimpi, pembaca akan merasakan bagaimana kebulatan tekad anak yang berasal dari kampung untuk mengubah masa depan.

    Kemudian, buku Sang Pemimpi juga membawa pembaca melihat persahabatan yang tulus dan saling membantu dalam mewujudkan cita-cita.

  • Sinopsis Novel Rantau 1 Muara Karya A. Fuadi

    Sinopsis Novel Rantau 1 Muara Karya A. Fuadi

    Judul: Rantau 1 Muara

    Penulis: A. Fuadi

    Sinopsis Rantau 1 Muara

    Novel Rantau 1 Muara adalah novel ketiga dari serangkaian trilogi Negeri 5 Menara.

    Novel ini dibuka dengan Alif yang baru saja lulus dari Universitas Padjajaran.

    Alif yakin akan mudah mendapat pekerjaan, tapi ternyata tidak sesuai harapannya.

    Ia wisuda saat negaranya sedang krisis moneter hingga sulit mencari pekerjaan. Ia mengalami kegalauan yang sangat hebat.

    Di sisi lain ia juga harus membiayai Amak dan adik-adiknya.

    Untung saja Bang Togar mengingatkan bahwa media yang memublikasikan karya karyanya ada yang belum menyerahkan honor kepada Alif semasa Alif di Kanada. Ia mendapat pencerahan.

    Alif akhirnya menjadi penulis kolom tetap di Warta Bandung dan media yang berbeda memintanya menulis mengenai analisis politik luar negeri.

    Kini setiap tulisan yang keluar dari kamarnya adalah tulisan yang pasti dimuat.

    Jatah kiriman untuk Amak dan biaya sekolah adik-adiknya pun naik tiap bulannya. Alif mendapat tawraan untuk menjadi wartawan di Jakarta.

    Di sana, ia bertemu seorang gadis yang dulu pernah ia lihat. Namanya Dinara, sahabat dari Raisa.

    Hubungan mereka yang semula biasa saja akhirnya ‘mencair’ juga.

    Pernah suatu kali Alif dan Dinara mendapat tugas meliput Pramoedya Ananta Toer di Bojong.

    Di sepanjang perjalanan dari Jakarta ke Bogor itu, mereka ngobrol ngalur-ngidul mulai dari cita-cita Alif untuk kuliah di Amerika, cita-cita Dinara untuk kuliah di Westminster University di London, makna keluarga bagi Dinara, dan cara menjadi manusia terbaik versi Alif.

    Konyolnya, karena keasyikan ngobrol, mereka sampai stasiun Bogor, padahal mereka harus turun di stasiun Bojong. Semenjak kejadian itu, mereka semakin dekat.

    Dari pekerjaan Alif yang menjadi wartawan, kesempatan semakin terbuka lebar. Alif meraih beasiswa ke Washington DC, dia kuliah sambil bekerja menjual tiket.

    Di sana ia bertemu dengan Garuda, ia orang Indonesia asli orang Jawa. Bersamanya ia tinggal di Amerika. Dia sangat menyayangi alif layaknya adik sendiri.

    Cerita-ceritanya sangat menginspirasi Alif. Baik itu cerita tentang keluarganya ataupun tentang gadis pujaannya.

    Dari situ akhirnya Alif mulai berfikiran untuk melamar Dinara.

    Dengan penuh semangat, setelah lulus S2, Alif terbang dari Amerika menuju Indonesia demi meminta izin kepada papa Dinara yang lumayan sulit ia lakukan.

    Tapi Alif tidak menyerah. Sampai akhirnya ia direstui.

    Setelah menikah, Alif membawa Dinara ke Amerika, menjalani hidup berdua.

    Dinara menjadi wartawan di sebuah majalah terkemuka di Amerika, lalu setelah lulus kuliah, Alif menyusul Dinara.

    Mereka menjadi wartawan berpestrasi dan disegani. Alif bisa membiayai Amak, adik-adiknya sekaligus istrinya.

  • Sinopsis Novel Layar Terkembang Karya Sutan Takdir Alisjahbana

    Sinopsis Novel Layar Terkembang Karya Sutan Takdir Alisjahbana

    Judul: Layar Terkembang

    Penulis: Sutan Takdir Alisjahbana

    Sinopsis Novel Layar Terkembang

    Raden Wiriaatmaja memiliki dua anak perempuan bernama Tuti dan Maria yang mempunyai perangai bertolak belakang.

    Tuti adalah seorang wanita yang aktif berorganisai dan tidak mudah kagum dengan hal yang baru.

    Tuti menjadi guru pada sekolah H.I.S Arjuna di Petojo. Sedangkan Maria, sang adik, adalah murid H.B.S Carpentier Alting Stichting kelas penghabisan.

    Maria bersifat lebih ceria dan berseri-seri.

    Pada Hari Minggu, Tuti dan Maria pergi ke Pasar Ikan dan melihat-lihat akuarium.

    Ketika keluar dari pintu hendak pulang, mereka bertemu dengan pemuda yang bernama Yusuf, seorang mahasiswa Sekolah Mulo, A.M.S.

    Mereka pun berjalan bersama sembari menuntun sepeda dan berbincang. Yusuf mengantar Maria dan Tuti sampai ke rumah.

    Yusuf adalah putra Demang Munaf dari Martapura, Sumatra Selatan. Sejak pertemuan itu, Yusuf terus terbayang Tuti dan Maria.

    Terutama kepada sang adik, Maria, yang terlihat lebih ceria dan luwes.

    Tidak heran, sejak itu ia sering mengunjungi rumah Tuti dan Maria. Yusuf sering menjemput Maria untuk berangkat bersama menuju sekolah.

    Ia akan mengantar Maria sampai sekolah gadis itu, sembari menuntun sepeda dan bercakap.

    Sesudah ujian doktoral, Yusuf pulang kampung ke rumah orang tuanya di Martapura.

    Selama berlibur, Yusuf dan Maria saling bertukar surat. Tidak bisa menahan kerinduannya, akhirnya Yusuf menemui Maria yang sudah berpindah ke Bandung.

    Ia mengajak Tuti dan Maria untuk pergi ke air terjun Dago, tetapi karena Tuti sibuk berorganisasi, akhirnya hanya Yusuf dan Maria yang pergi.

    Di sanalah Yusuf mengungkapkan perasaannya kepada Maria.

    Merasa dimabuk cinta, hampir setiap hari Maria menceritakan tentang Yusuf, terkadang hanya melamun sepanjang hari.

    Membuat Tuti khawatir akan hubungan Yusuf dan Maria. Saat itulah ia menasihati adiknya agar tidak terlalu diperbudak cinta, tetapi Maria tidak mendengarkan. Terjadilah pertentangan dan perbedaan pendapat. Mereka berdua berselisih.

    Suatu hari, ada pemuda yang ingin melamar Tuti, tetapi ia menolak walaupun sempat galau.

    Pemuda yang melamarnya adalah orang baik-baik, teman kantornya, tetapi ia tidak bisa menerima.

    Ia terlalu sibuk dengan organisasinya. Ia tidak mau perkawinan hanya sebagai bahan pelarian karena kesepian.

    Selang waktu beberapa lama, Maria sering muntah darah. Saat dilarikan ke rumah sakit Pacet, ternyata Maria terkena penyakit malaria dan TBC.

    Selama Maria sakt, Tuti dan Yusuf-lah yang menjaganya. Hubungan Tuti dan Maria sudah semakin akur lagi karena Maria merasa berutang budi dengan kakaknya yang selalu emnjaganya.

    Semakin hari, keadaan Maria semakin parah. Sebelum Maria meninggal, ia berpesan kepada Yusuf dan kakaknya untuk saling terbuka dan menerima. Setelah itu, Maria mengembuskan naaps terakhir.

    Tuti dan Ysuuf berziarah ke makam Maria, meminta izin untuk menikah. Diakui, Yusuf mulai nyaman dengan kedekatannya bersama Tuti, pun sebaliknya.

  • Resensi Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari

    Resensi Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari

    Judul : Ronggeng Dukuh Paruh
    Pengarang : Ahmad Tohari
    Resensi oleh : Laila Fitri (http://laylafiyyy.blogspot.com/)

    Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari merupakan karya sastra fenomenal, menyatukan trilogi Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dinihari, dan Jantera Biangkala, dengan memasukkan kembali unsur-unsur yang tersensor selama 22 tahun.

    Setiap cerita dalam novel yang mengandung banyak bahasa tradsisional ini selalu diawali dengan deskripsi suasana sekitar, sehingga membuat pembaca seolah-olah ke dalam cerita.

    Novel Ronggeng Dukuh Paruk telah diangkat ke layar lebar dengan judul film Sang Penari. Film Sang Penari mampu menghidupkan suasana dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk.

    Gambaran tentang kemiskinan, kekumuhan, dan suasana pedesaan yang khas mampu memenuhi kebutuhan imajinasi pembaca novel Ronggeng Dukuh Paruk.

    Dalam film Sang Penari dikemas dengan sesuatu yang berbeda.

    Film Sang Penari tidak segamblang kata-kata Ahmad Tohari dalam novelnya.

    Ini dikarenakan banyak unsur yang tersensor untuk publik apabila disajikan dalam bentuk visual.

    Novel Ronggeng Dukuh Paruk dalam resensi ini adalah novel cetakan ke tujuh oleh penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.

    PT Gramedia telah banyak mencetak karya-karya berkualitas, salah satunya adalah novel Ronggeng Dukuh Paruk ini.

    Dengan kemasan dan format penulisan yang rapi dapat menarik minat pembaca. Karya ini dilindungi oleh UU RI No 19 tahun 2002 tentang hak cipta.

    Novel ini dipersembahkan untuk lelaki, perempuan, dan anak-anak Dukuh Paruk.

    Novel Ronggeng Dukuh Paruk ini menceritakan sebuah percintaan antarinsan manusia di sebuah daerah Jawa Tengah yang terpencil bernama Dukuh Paruk.

    Seorang laki-laki yang bernama Raus yang sejak kecil memang sudah ditakdirkan berjodoh dengan Srintil.

    Namun, kisah cinta mereka diwarnai banyak rintangan yang mengundang air mata.

    Cerita dimulai ketika Srintil mendapatkan roh indang (kepercayaan masyarakat dukuh paruk) dan mengharuskannya menjadi seorang ronggeng.

    Keinginan Srintil dan bakat yang dimilikinya sebagai penerus ronggeng yang telah lama punah mendapatkan dukungan dari sang kakek yang bernama Sakarya.

    Ronggeng Dukuh Paruk punah sejak peristiwa tempe bongkrek yang menewaskan hampir seluruh warganya itu.

    Sakarya setelah mengetahui bahawa roh indang ada dalam diri Srintil, maka ia kemudian membawa Srintil kepada Kartareja, seorang Dukun Ronggeng dan istrinya yang mantan ronggeng tetapi tidak laku pada zamannya.

    Pada saat itu seorang ronggeng adalah posisi paling dimuliakan oleh warga dukuh paruk.

    Ketika Srintil hendak menjadi ronggeng ia harus melewati beberapa tahap, salah satunya ialah bukak-klambu.

    Bukak klambu ialah ritual pelepasan keperawanan seorang ronggeng.

    Pada saat itu Srintil dihargai dengan satu keping emas, tetapi karena kelicikan suami-isri Kartareja akhirnya Srintil mendapatkan satu keping emas, 2 logam, dan satu sapi.

    Padahal dibalik itu semua, mereka justru tertipu dan hanya Srintil dan Raus yang tahu kejadian apa yang terjadi di belakang rumah sebelum Srintil menjalani ritual bukak klambu.

    Namun, setelah itu Raus menghilang dari Dukuh Paruk meninggalkan neneknya seorang diri dan bekerja di pasar Dawulan.

    Di sana Raus bertemu dengan Sersan Slamet dan Kopral Pujo.

    Karena pertemuan itulah akhirnya Raus akrab dengan lingkungan tentara, ia bekerja melayani tentara.

    Hingga suatu hari, ia diharuskan ikut bertugas karena para perampok merajarela.

    Raus ditugaskan di Dukuh Paruk, dan ia berhasil melumpuhkan 2 perampok.

    Setelah itu Raus menghilang, ia ikut sekolah tentara ke luar Dukuh Paruk.

    Di sisi lain, Srintil terus meronggeng dengan rombongannya serta Srintil terus melayani para lelaki petualang.

    Orang yang paling berperan ialah Nyai Kartareja yang mempunyai keahlian sebagai mucikari handal.

    Hampir seluruh masa remaja Srintil ia habiskan untuk hal tersebut.

    Dalam adat istiadat dukuh paruk seorang ronggeng dilarang menikah kerena menikah adalah akhir dari ronggeng, ia tidak akan laku.

    Keadaan itulah yang mengecam hubungan Srintil dan Raus, seolah masyarakat menganggap itu terlarang.

    Jika Srintil mikah maka ia akan berhenti menjadi Ronggeng dan itu berarti Dukuh Paruk dan kembali mati dalam hidupnya.

    Hingga suatu saat Srintil paham ada yang salah pada dirinya, karena cintanya pada Raus dan Goder (anak angkat yang disusui Srintil) ia mencoba berhenti melayani para laki-laki.

    Sejak awal Srintil menjadi ronggeng sering ia melakukan pemberontakan tetapi sering teredam oleh mulut manis Nyai Kartareja.

    Hingga kesenian Ronggeng yang menjayakan Dukuh Paruk sudah terkenal di berbagai daerah.

    Terlebih lagi setelah adanya suatu acara di Kecamatan Dawulan.

    Srintil dan rombongannya dipakai untuk mengisi rapat-rapat di kecamatan.

    Ternyata itulah yang memicu masalah besar, sering terjadi kerusuhan setelah pementasan ronggeng dan akhirnya Srintil dipenjarakan atas tuduhan terikat PKI.

    Pada saat itu suasana Dukuh Paruk sangat mencekam.

    Banyak orang terus bersembunyi di dalam rumah dan anak-anak pun kehilangan keceriaannya.

    Dalam keadaan seperti ini Srintil dipenjara entah di mana, sedangkan Raus belum juga kembali dari sekolah tentaranya.

    Secara garis besar cerita dalam novel ini termasuk karangan fiksi, tetapi dalam novel ini memuat unsur sejarah nyata tentang PKI dan tradisi Dukuh Paruk.

    Novel ini untuk usia SMA ke atas karena pemahamannya memerlukan pengetahuan yang sudah dimiliki pembaca sebelum membaca novel ini.

    Novel ini dapat menggabarkan suasana pada zaman kemerdekaan, pemberontakan, hingga zaman awal orde baru, meskipun unsur politik tersamarkan dengan cerita warga Dukuh Paruk yang buta huruf.

    Novel ini bisa menjadi ajang nostalgia para pembaca, selain diskripsi yang indah seperti aslinya maka pembaca dapat dihipnotis masuk pada zaman tersebut.

    Buku ini kategori bacaan yang sedang dan tidak banyak menguras imajinasi karena diskripsi yang detail dari pengarang.

    Keunggulan novel ini ialah pada gaya bahasa yang dikemas dalam bentuk yang menarik dan mudah dipahami.

    Perpaduan antara diskripsi, bahasa lokal, dan adat istiadat yang ada dapat mengundang air mata pembaca.

    Novel ini juga memasukkan unsur tembang-tembang daerah yang indah.

    Novel ini memuat 3 buku, yaitu Catatan Buat Emak, Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jantera Biangkala.

    Keterpaduan antarbuku tersebut merupakan keunggulan dari novel karya Ahmad Tohari ini.

    Cerita dan bahasa yang dimuat sangat fleksibel dan cocok dari masa ke masa.

    Baca juga: Resensi Buku Belajar Mendidik Karya Prof. Dr. B.S. Mardiatmadja, SJ

    Buku ini memual pula unsur ilmiah seperti dalam Bab 2, keilmiahan muncul ketika menyebutkan nama bakteri yang terkandung dalam tempe bongkrek, proses penyelidikan, dan penelitian ilmiah.

    Dalam cerita Ronggeng Dukuh Paruk ada tokoh pedagang dari Cina dan Ahmad Tohari menggambarkan secara nyata logat orang Cina tersebut.

    Kekurangan novel ini salah satunya ialah bahasa tradisional yang digunakan terlalu frontal, sehingga tidak cocok untuk anak-anak, seperti kata bajingan, asu buntung, tolol, bangsat dan lain-lain yang mendominasi cerita.

    Selain itu, banyak kesalahan EYD dalam novel seperti penggunaan ata ‘di’ dan ‘namun’ yang kurang tepat.

    Banyak penggunaan kata daerah tetapi hanya sedikit yang disertai dengan terjemahan, sehingga menimbulkan kesulitan pada pembaca untuk memahami cerita.

    Di dalam penulisan novel ini terdapat beberapa salah ketik seperti di halaman 22 kata ‘orangtua’ dan di halaman 81 kata ‘laiknya’.

    Novel ini kami bandingkan dengan film Sang Penari karena novel Ronggeng Dukuh Paruk ini menjadi inspirasi dibuatnya film Sang Penari.

    Film Sang Penari melukiskan bayangan nyata tentang keadaan dukuh paruk.

    Namun, ada beberapa perbedaan seperti kejadian keracunan tempe bongkrek itu dalam novel dituliskan Srintil masih bayi dan Raus berumur 3 tahun sedangkan dalam film Srintil sudah anak-anak.

    Dalam novel tidak disebutkan darimana asal keris ronggeng yang telah lama hilang tetapi dalam film ditunjukan bahwa Raus memungutnya saat ada kericuhan keracunan tempe bongkrek tersebut.

    Serta masih bayak perbedaan lain yang menimbulkan kekecewaan pada pembaca.

    Dengan demikian secara keseluruhan novel ini bagus, banyak pengetahuan sejarah yang diperoleh dari novel ini.

    Buku ini juga dapat bermanfaat untuk pembaca secara umum karena novel ini secara tersirat mengajarkan pembaca tentang budi pekerti, kemandirian, keteguhan prinsip, iman dan adat istiadat yang berlaku dalam suatu daerah.

    Setelah membaca buku ini akan banyak mendapatkan ilmu terapan yang dapat diterapkan di kehidupan bermasyarakat sehari-hari khususnya jiwa nasionalisme, pengorbanan, dan perjuangan

  • Resensi Novel Atheis Karya Achdiat K. Miharja

    Resensi Novel Atheis Karya Achdiat K. Miharja

    Judul: Atheis
    Penulis : Achdiat K. Miharja
    Terbitan pertama : Tahun 1949
    Jumlah halaman : 224

    Sinopsis Novel Atheis Karya Achdiat K. Miharja

    Karya sastra berupa Novel ini menceritakan kisah perjalanan hidup seorang jejaka priangan bernama Hasan.

    Hasan tinggal bersama kedua orang tua dan adik angkatnya yang bernama Fatimah.

    Sedari kecil Hasan sudah dididik dengan ajaran agama yang kuat, sehingga menjadikannya sebagai sosok yang alim dan soleh.

    Kealiman dan kesolehannya ini masih tetap melekat sampai ia dewasa, sehingga ia dijuluki Pak Ustad oleh rekan kerjanya di kota.

    Suatu hari ketika Hasan sedang bekerja, ia bertemu dengan sahabat masa kecilnya yang yang bernama Rusli.

    Dahulu mereka adalah sahabat yang cukup dekat, walaupun Rusli memiliki kebiasaan dan kelakuan buruk.

    Rusli juga mengenalkan Hasan pada Kartini, seorang janda muda yang cantik, kaya, sopan, dan memiliki pergaulan yang lumayan bebas.

    Kartini mengingatkan Hasan pada cinta pertamanya yang bernama Rukmini.

    Bayang-bayang Rukmini sering berkelebat dalam sanubarinya, dan Hasan pun akhirnya memutuskan untuk mulai mecintai Kartini.

    Walaupun pada saat pertama kali melihat Kartini yang bergaul bebas dengan Rusli membuat Hasan merasa risi

    Akan tetapi akhirnya ia sering juga mengunjungi rumah Rusli dan otomatis sering pula bertemu dengan Kartini.

    Seiring berputarnya waktu mereka akhirnya bersahabat menjadi sahabat karib.

    Melalui persahabatan inilah Rusli dan Kartini akhirnya berhasil merubah keyakinan Hasan terhadap Tuhan.

    Hasan mulai tidak percaya pada Tuhan, karena baginya kini Tuhan hanya ada dalam dunia imajinasi manusia.

    Keadaan ini bertambah parah setelah Hasan bertemu dengan Anwar yang menganggap dirinya sebagai Tuhan dan menjadi lebih buruk lagi saat ia menikah dengan Kartini.

    Hasan pada waktu itu berani memperolok orang tuanya yang masih saja percaya akan Tuhan.

    Akibatnya ia tidak diakui oleh ayahnya sampai ayahnya meninggal.

    Ia baru sadar tentang kesalahannya melupakan Sang Pencipta saat ia bercerai dengan Kartini dan ayahnya meninggal.

    Ia kemudian kembali salat dan berzikir kepada Tuhannya, yakni Allah SWT.

  • 4 Karya Mochtar Lubis yang Paling Fenomenal

    4 Karya Mochtar Lubis yang Paling Fenomenal

    Mochtar Lubis adalah seorang jurnalis sekaligus sastrawan top tanah air. Sejak zaman pendudukan Jepang, ia telah banyak memberikan kontribusi terhadap kemajuan literasi Indonesia.

    Selain itu, Mochtar Lubis juga dikenal sebagai penyair fenomenal yang terus mengkritik penguasa dengan karya-karyanya.

    Buku Mochtar Lubis

    Nah, dari sekian banyak karya-karyanya, ada beberapa yang cukup fenomenal dan masih menjadi pembicaraan hingga saat ini.

    sastrawacana.id/ telah merangkum, dari segudang karyanya, setidaknya ada empat buku Mochtar Lubis yang cukup fenomenal dan populer hingga sekarang. Berikut diantaranya.

    1. Harimau! Harimau!

    Buku berjudul Harimau! Harimau! adalah salah satu karya Mochtar Lubis yang cukup populer, diterbitkan pada tahun 1975.

    Buku ini bercerita tentang tujuh tokoh pendamar bernama Pak Haji, Pak Balam, Sanib, Buyung, Talib, Sutan, dan Wak Katok. Ketujuh orang ini sangat disegani di kampungnya karena mereka punya perilaku yang sopan dan baik.

    Pada suatu hari ketika sedang berburu kijang di hutan, mereka bertemu dengan harimau yang juga ingin memangsa kijang.

    Harimau tersebut marah karena merasa buruannya diambil, kemudian harimau itu menyerang Pak Balam dan Talib.

    Dari penyerangan itu, akhirnya terbongkar beberapa rahasia kelam keduanya yang jauh berbeda dengan pandangan masyarakat selama ini.

    Buku fenomenal ini ditulis ketika Mochtar Lubis berada di dalam penjara.

    Meski ditulis dalam jeruji besi, akhirnya buku Harimau! Harimau! diberi penghargaan sebagai buku terbaik dari Departemen Pendidikan dan Budaya RI dan sudah diterjemahkan ke dalam tiga bahasa, Inggris, Belanda, dan Mandarin.

    2. Senja di Jakarta

    Buku Senja di Jakarta merupakan sebuah kritik keras yang dituangkan ke dalam tulisan. Buku ini bercerita tentang bobroknya ekonomi, sosial, dan politik di Jakarta pada tahun 1950-an.

    Tokoh dalam buku Senja di Jakarta adalah Suryono dan ayahnya, Raden Kaslan. Dalam ceritanya, mereka berdua adalah orang yang bergelimang harta. Hanya saja harta itu hasil dari korupsi.

    Kritik Lubis pada buku Senja di Jakarta sangat terasa, bahkan sampai saat ini. Kemudian pada tahun 1957, Senja di Jakarta akhirnya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Claire Holt dengan tajuk Twilight in Jakarta.

    Tidak berhenti sampai di situ, buku ini juga diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, mulai dari Belanda, Malaysia, Itali, Spanyol, Korea, dan Jepang.

    3. Jalan Tak Ada Ujung

    Buku Jalan Tak Ada Ujung bercerita tentang sosok guru teladan bernama Isa yang selalu dilanda ketakutan.

    Isa memiliki sahabat yang bernama Hazil, seorang gerilyawan gagah yang tak kenal takut untuk berperang.

    Latarnya menggambarkan kondisi Indonesia yang sedang revolusi dan kondisi mencekam akibat peperangan.

    Buku yang terbit pada tahun 1952 ini mendapat banyak ulasan oleh para sastrawan lain sehingga disebut-sebut sebagai karya terbaik dari Mochtar Lubis.

    4. Maut dan Cinta

    Buku Maut dan Cinta bercerita tentang tokoh utama bernama Sadeli, seorang perwira yang mendapat tugas sebagai intelijen karena ia memiliki kecerdasan tinggi serta kefasihan berbahasa asing.

    Dalam buku ini, pembacan akan terbawa suasana betapa mencekamnya kondisi saat itu, ketika revolusi Kemerdekaan Indonesia.

    Ceritanya juga menceritakan tentang cinta, perjuangan, harapan, perlawanan, serta petualangan masa revolusi Indonesia.

    Banyak pesan yang disampaikan oleh Lubis dalam buku ini sehingga pada tahun 1979, Maut dan Cinta berhasil terpilih sebagai novel terbaik.

  • Resensi Novel Kamulah Pemeran Utama Karya Maulana Affandi

    Resensi Novel Kamulah Pemeran Utama Karya Maulana Affandi

    Judul : Kamulah Pemeran Utama
    Penulis : Maulana Affandi
    Tebal : 162 halaman
    Penerbit : Penerbit Renjani

    Resensi Novel Kamulah Pemeran Utama

    Bara adalah seorang mahasiswa berprestasi di kampusnya. Dia menjadi nomor satu dalam urusan nilai, bahkan melebihi kekasihnya, Nay. Melihat kemampuan akademis yang cukup baik,akhirnya tak sedikit dosen yang menawarkannya untuk mengikuti penelitian. Itulah Bara, yang indah kehidupannya di awal perkuliahan.

    Saat tahun ketiga masa kuliahnya, Bara mulai masuk ke dalam persimpangan jalan. Mahasiswa yang berprestasi, kini berubah menjadi mahasiswa abadi yang tak kunjung lulus. Bara mengenal game online dan membuatnya tak kenal waktu. Setiap hari selalu bermain hingga tanggungjawabnya dilupakan. Sama sekali dia tak memikirkan skripsi lagi.

    Di tengah asyiknya masuk ke dalam jurang kehancuran, Bara mengenal seorang wanita sesama Gamer, Bernama Furi. Bara tertarik karena Furi adalah seorang gamer, ditambah lagi dia memiliki tubuh yang seksi. Hingga pada suatu hari, Nay menyadari jika Bara menjalin hubungan dengan Furi.

    Alhasil, Nay langsung memuncak dan tak ingin meneruskan hubungannya. Nay sangat kecewa karena pengorbanannya selama ini tidak berarti. Hingga akhirnya Nay pergi meninggalkan Bara, untuk pulang ke kampung halamannya. Kini Bara sendiri. Dia mencoba kembali dengan Nay, bagaimana pun caranya.

    Agar bisa kembali merebut hati Nay, Bara mendekati teman se kos Nay yang bernama Reni. Di sinilah kisah baru Bara dimulai. Bara mulai dekat dengan Reni karena hampir setiap hari mereka bersama. Bara yang awalnya ingin menggali informasi tentang Nay, kini sedikit menaruh hati pada Reni.

    Padahal, Reni sengaja mendekatinya sebagai bahan penelitian untuk pacarnya yang bernama Giri. Giri adalah mahasiswa psikologi yang butuh bahan observasi tentang seseorang yang ditinggal oleh kekasihnya. Mengetahui keadaan Bara, maka Giri meminta Reni untuk meneliti, tanpa sepengetahuan Bara.

    Bara yang dilema, antara merindukan Nay dan menaruh harapan pada Reni akhirnya bingung dengan perasaannya sendiri. Hingga akhirnya Bara memberanikan diri untuk datang ke acara pernikahan Nay. Sesampainya di gedung pernikahan, Nay menceritakan semua rahasia tentang hubungan mereka.

    Ternyata selama ini Nay sudah menjalin hubungan dengan suaminya, yaitu Mas Aris. Bara merasa tertipu selama bertahun-tahun lamanya. Tapi kali ini dia bisa lebih tenang karena ada Reni, anggapnya. Tapi naasnya, Bara sama sekali tak menyadari jika Reni memanfaatkannya.

    Link baca novel: Klik di sini

  • Resensi Novel Salah Asuhan Karya Abdoel Moeis

    Resensi Novel Salah Asuhan Karya Abdoel Moeis

    Judul: Salah Asuhan
    Pengarang: Abdul Muis (1886-17 Juli 1959)
    Penerbit: Balai Pustaka
    Tahun Terbit: 1928, Cetakan XIX, 1990

    Ringkasan Novel Salah Asuhan

    Tokoh utama kisah ini adalah Hanapi, seorang anak yang dididik dengan cara barat, baik di sekolah maupun di rumah yang mana diharapkan kelak menjadi orang pandai.

    Sayang pendidikannya memberikan bentuk yang salah dalam diri Hanapi yaitu menjadi kebarat-baratan dan menganggap adat timur itu jelek. Bahkan menjadikan Hanapi sering memandang rendah orang lain.

    Tokoh kedua Corrie du Bussee yang merupakan anak blasteran Prancis dan Indonesia. Corrie dikisahkan sebagai kawan sepermainan Hanapi yang kelak berubah menjadi orang yang dicintai.

    Pada awalnya cinta Hanapi bertepuk sebelah tangan karena pengaruh masyarakat dan peranan orang tua. Dilanjutkan dengan Hanapi yang dipaksa menikah dengan orang yang tidak dicintainya.

    Alhasil kehidupan keluarga Hanapi bagaikan majikan dan pelayan rumah tangga yang menyebabkan banyak mendapat kecaman dari masyarakat.

    Akibat sebuah keadaan, Hanapi harus pergi jauh dan disana ia bertemu lagi dengan Corrie. Dimulailah benih-benih cinta yang telah padam itu tumbuh.

    Akhirnya mereka menikah meskipun memiliki hambatan besar yaitu perbedaan bangsa. Akibatnya banyak penolakan dari masyarakat, perbedaan pendapat, pertengkaran dan fitnah.

    Belum selesai kesengsaraan mereka, datang lagi pihak ke-3 yang menyebabkan hilangnya rasa percaya dan berakhir dengan sebuah perceraian. Karena perasaan api cinta tersebut masih ada maka usaha Hanapi untuk menggapai kembali masih menggelora.

    Tapi sayang ungkapan perasaan bahwa mereka saling mencintai tersebut tercapai ketika Corrie sekarat yang mana satu hari kemudian meninggal.

    Hancur perasaan Hanapi menyebabkan ia kembali ke kampung halaman. Tapi apa daya istri terdahulunya tak mau tinggal serumah. Dengan perasan tak berguna, Hanapi meminum sublimat (racun) yang mana menyebabkan ia harus pergi dari dunia ini.

    Tapi sebelum mengakhiri hayatnya, Hanapi berpesan kepada ibunya agar anaknya dididik dengan sebaik-baiknya dan jangan mengikuti jejak ayahnya yang salah tersebut.

    Analisa dari kisah tersebut:

    Manusia sering memandang bahwa pendidikan barat adalah yang terbaik, tapi pada kenyataan tidaklah selalu seperti itu.

    Begitu pula dengan sebaliknya. Jadi sebagai manusia haruslah dapat memilih yang baik dan sesuai dengan kepribadian diri dan bangsa. Bukan sebaliknya yang umumnya terjadi.

    Dalam menentukan calon pasangan, mungkin sering diceritakan tantang kawin paksa melawan cinta sejati.

    Orang tua biasanya memilih calon yang terbaik untuk anaknya karena mempertimbangkan pandangan masyarakat dan masa depan anaknya.

    Sedangkan anak hanya mempertimbangkan perasaan dan egonya sendiri, Maka diperlukanlah sebuah komunikasi untuk hal yang terbaik dalam mengambil sebuah keputusan.

    Pendidikan sangat penting terutama pendidikan di masa kecil. Satu hal yang menjadi perhatikan yaitu pendidikan yang kurang pada diri orang tua yang menyebabkan seringkali memberikan jawaban yang tak masuk akal dan cara mendidik anak yang kurang memadai dalam sosialisasinya.

  • Sinopsis Buku #CintaPentiumSatu Karya Maulana Affandi

    Sinopsis Buku #CintaPentiumSatu Karya Maulana Affandi

    • Judul : #CintaPentiumSatu (Upgrade Cintamu, Letakkan Dia pada Tempatnya)
    • Penulis : Maulana Affandi
    • Penerbit : Quanta (Elex Media Komputindo)
    • Tebal : 192 Halaman
    • Dimensi : 14 x 21 cm

    Sinopsis #CintaPentiumSatu

    Buku #CintaPentiumSatu akan memperkenalkan kita kepada cinta dan makna cinta yang sesungguhnya. Buku ini menjelaskan bahwa cinta tidak melulu tentang pasangan atau lawan jenis semata.

    Namun, di sepanjang hidup kita dan segala sesuatu di sekeliling kita adalah wujud dari cinta dari Sang Mahacinta. Di sepanjang perjalanan itu ada kalanya kita bertemu dengan cinta yang salah, maka #CintaPentiumSatu akan memberikan kita kekuatan untuk bangkit tatkala menemui cinta yang salah tersebut.

    Ada kalanya juga, dalam mengarungi hidup, kita menemui kegundahan tentang dua pilihan, seperti menikah atau berkarier. banyak yang salah langkah dalam menentukan dua pilihan tersebut hingga muncul penyesalan dalam diri.

    Untuk terhindar dari pilihan yang salah, buku #CintaPentiumSatu akan memberikan tips dan strategi dalam menentukan pilihan serta menemukan jawaban atas kegundahan tersebut.

    Kemudian, #CintaPentiumSatu juga akan memberikan berbagai macam solusi atas banyaknya problema kehidupan yang mengatasnamakan cinta.

    Poin penting yang ingin disampaikan dari buku ini adalah bagaimana cara kita meng-upgrade cinta itu sendiri agar mendapatkan kehidupan yang lebih berkualitas. Kita harus bisa bahagia dengan cinta yang tepat, bahagia dengan karier yang tepat, dan bahagia dunia akhirat.

    Selling Point

    Buku #CintaPentiumSatu akan mengajak pembaca khususnya remaja agar tidak terjerumus ke dalam cinta yang salah. Pun, jika kita pernah salah saat menempatkan cinta, buku ini akan menjadi obat terbaik untuk kembali bangkit. Dilengkapi dengan kisah-kisah ilustrasi yang relevan dalam hidup, nukilan kalimat mutiara atau ayat Al-Qur`an menjadikan buku ini lebih “menyatu” dengan keseharian pembaca. Buku ini dibawakan dengan fun dan layout 2 warna.

    Tag: #quanta #bukubaruquanta #motivasiislamiquanta #cintapentiumsatu #upgradecintamu#maulanaaffandi #islam #muslim