Tag: sastra

  • MTsN 6 Banyuwangi Sambut Kehadiran Sastrawan Malaysia dalam Rangkaian Jambore Sastra Asia Tenggara

    MTsN 6 Banyuwangi Sambut Kehadiran Sastrawan Malaysia dalam Rangkaian Jambore Sastra Asia Tenggara

    Sebagai bagian dari rangkaian Jambore Sastra Asia Tenggara dalam Festival Sastra dan Gandrung Sewu, sebanyak 200 penyair mengunjungi 33 sekolah tingkat SMP, MTs, MA, dan SMA di Kabupaten Banyuwangi.

    MTs Negeri 6 Banyuwangi yang terletak tak jauh dari Pasar Sapi Karangharjo Glenmore, termasuk dalam program “Sastrawan Goes to School”.

    Sastrawan yang ditugaskan meliputi Norasmah Binti Mohd Noor asal Malaysia, Tri Wulaning Purnami, guru SMKN 1 Surabaya, Yeti Chotimah, guru SMPN 3 Rogojampi dengan prestasi di bidang seni budaya dan literasi, serta Bung Aguk Wahyu Nuryadi yang dikenal kerap membimbing pembacaan puisi, pidato, pantomim, dan bercerita.

    Acara yang berlangsung pada Jumat (25/10/24) diawali dengan hadrah bersholawat dan Mars MTsN 6 Banyuwangi, serta pantun sebagai sambutan bagi para penyair.

    Kepala MTsN 6 Banyuwangi, Kholiq Masduki, S.Pd., M.Si., menyambut hangat kedatangan para sastrawan.

    “Kesempatan langka bagi murid-murid kami untuk mendapatkan ilmu dari para penyair. Semoga murid kami dapat memanfaatkan anugerah ini sebaik-baiknya. Dengan menulis, adab dan akhlak akan semakin halus,” ungkap alumni Universitas Jember dan ITS ini.

    Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, yang merupakan anggota Komunitas Lentera Sastra dan pencipta Mars MTsN 6, H. Nur Saewan, M.Pd., juga menyampaikan selayang pandang tentang wisata dan sejarah Glenmore.

    Di antaranya terdapat perkebunan kopi, coklat, karet, dan tebu, serta 13 destinasi wisata yang menjadikan Glenmore dikenal sebagai “Secuil Eropa di Pulau Jawa.”

    Dalam acara tersebut, dua siswi, Fitri dan Nazifa El Hadi, turut tampil membacakan puisi.

    Fitri membawakan karya bertema Hari Santri, sementara Nazifa dengan penuh semangat membacakan puisi karya Bung Karno.

    Dipandu oleh Ibu Setyorini, acara ini diikuti oleh 101 murid dari kelas 7, 8, dan 9 A.

    Materi pertama disampaikan oleh Cikgu Norasmah yang menjelaskan cara menggali ide cerita dari pengalaman pribadi, curhatan teman, atau lingkungan sekitar.

    “Cakap sekali, dalam 5 menit ada 8 anak yang berhasil membuat cerita anekdot!” ujar dosen asal Melaka Selangor ini, yang meski sering ke Indonesia, baru pertama kali mengunjungi Banyuwangi.

    “Ayo terus berkarya, nanti kalian bisa diundang ke Malaysia!” ucapnya, yang disambut tepuk tangan meriah.

    Saat ditanya oleh Arina, seorang murid, tentang perbandingan literasi antara Malaysia dan Indonesia, Cikgu Norasmah memuji etos kerja orang Madura dan Minang yang ditemuinya di Malaysia.

    Pemateri berikutnya, Bu Wulan yang telah menerbitkan lebih dari 100 karya sastra dan dinobatkan sebagai salah satu dari 10 penulis fiksi terbaik di Jawa Timur, menjelaskan bahwa puisi memiliki teori dan rumus tersendiri.

    “Puisi itu lebih berat dari novel dan cerpen karena lebih padat,” katanya. Ia juga memberi tugas kepada murid untuk membuat puisi minimal 3 baris dan maksimal 3 bait, dan akan memilih 3 karya terbaik.

    Bung Aguk kemudian memberikan tips memenangkan lomba baca puisi, serta mempraktikkan teknik pernapasan, artikulasi vokal, dan penggunaan suara perut.

    “Pembimbing sebaiknya tidak langsung menyuruh anak membaca, tetapi lebih dulu membedah puisi untuk menangkap esensinya,” ujar pembina Sanggar Merah Putih ’45 yang banyak anak didiknya sukses meraih trofi lomba.

    Ia juga tampil membacakan puisi karyanya yang dikurasi dalam Banyu 7 Sumber.

    Mbok Yeti Chotimah, Ketua MGMP Bahasa Using dan Guru Penggerak SMPN 3 Rogojampi, turut membacakan puisi dari buku Ijen Purba: Tanah Air Batu, sambil mengapresiasi kreativitas peserta didik.

    Kunjungan ini diakhiri dengan nuansa sastra dalam kehidupan di MTsN 6, dimulai dengan menikmati kopi robusta Kalibaru di lounge transit, lalu diakhiri dengan acara makan siang di Doesoen Kakao dengan aneka kuliner berbahan coklat, dipandu oleh Budiyati, seorang pendidik yang bersuamikan seorang sinder. (AWN/YC)

  • Antologi Ijen Purba Satukan 200 Penyair se-Asia Tenggara dalam Pesta Sastra Banyuwangi

    Antologi Ijen Purba Satukan 200 Penyair se-Asia Tenggara dalam Pesta Sastra Banyuwangi

    Pendopo Sabha Swagata Banyuwangi menjadi saksi peluncuran antologi puisi bertajuk Ijen Purba: Tanah, Air, dan Batu yang meloloskan 200 penyair se-Asia Tenggara, pada Kamis (24/10/24).

    Acara ini dibuka dengan suara Gending Jagakaryo yang harmonis berpadu dengan sholawat jamaah Masjid Agung Baiturahman yang melaksanakan sholat hajat setiap malam Jumat.

    Acara tersebut dihadiri oleh para penyair terkemuka dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura, yang merayakan persaudaraan sastra lintas negara dalam Festival Sastra.

    Festival ini juga diisi dengan seminar, pertunjukan wayang, dan Gandrung Sewu di Pantai Marina Boom.

    Pembukaan acara dilakukan oleh PJ. Sekretaris Kabupaten Banyuwangi, Dr. Guntur Priambodo yang juga membacakan puisi karya Elvin Hendarta.

    Guntur Priambodo yang juga seorang ahli musik dan perbankan, membawakan puisi tersebut dengan penuh penghayatan, menciptakan suasana khidmat yang mencerminkan keindahan serta keunikan alam dan budaya Banyuwangi.

    Dr. Chaironi Hidayat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi memimpin doa di hadapan para peserta yang memenuhi acara yang dihadiri oleh banyak seniman dan budayawan.

    Doa ini menjadi simbol harapan untuk kebaikan, kesuksesan, dan keharmonisan dalam kehidupan yang dipenuhi nilai-nilai spiritual dan seni.

    Ketua panitia penyelenggara, M. Iqbal Baraas, SH, M.Hum yang akrab disapa Mawar Merah, mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terhadap kesuksesan acara ini.

    Kehadiran KH. D. Zawawi Imron, penyair legendaris asal Madura yang dikenal dengan karya terkenalnya Sang Celurit Emas, semakin menambah aura kebangsawanan sastra malam itu.

    Penyair asal Batang-Batang Sumenep ini, setelah membacakan puisi legendaris IBU yang diciptakan di Prejengan Rogojampi tahun 1966, beranjak ke Masjid Agung untuk mengikuti siraman rohani.

    Antologi Ijen Purba merupakan persembahan yang menghormati alam Banyuwangi, memaknai kedalaman elemen tanah, air, dan batu, serta menyuarakan kekuatan alam sebagai bagian dari perjalanan manusia.

    Ketua Lentera Sastra Banyuwangi, Syafaat, mengungkapkan bahwa beberapa anggotanya berhasil lolos kurasi JSAT, termasuk tujuh anggota lainnya, serta banyak penyair dari Sanggar Merah Putih’45, Sengker Kuwung Belambangan, dan Dewan Kesenian Blambangan yang juga berhasil.

    Pada acara pembukaan, KH. D. Zawawi Imron membacakan puisi yang berhubungan dengan Banyuwangi, khususnya Rogojampi.

    Penyerahan buku kepada madrasah diterima oleh Dr. Chaironi Hidayat, sementara untuk sekolah diterima oleh Suratno, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi.

    Dari ratusan puisi yang masuk, hanya 200 yang berhasil lolos di tangan kurator Wayan Jengki Sunarta (Bali), Mutia Sukma (Yogyakarta), dan Mahwi Air Tawar (Bandung).

    Selain dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Banyuwangi, acara ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh sastra, seperti Tengsoe Tjahyono, Riri Satria (Universitas Indonesia), dan Dr. Dewi Motik Pramono dari DPP IWAPI.

    Rohani Din asal Singapura juga mengungkapkan kesan mendalam terhadap Jambore Sastra di Banyuwangi,

    “Saya lebih awal datang ke Banyuwangi agar lebih lama menikmati indahnya alam,” ungkap Bunda Anie, sapaan akrabnya.

    Pada hari kedua Jambore Sastra, Jumat (25/10/24), para penyair akan menyebar ke beberapa sekolah dan madrasah di Kabupaten Banyuwangi untuk berbagi pengalaman di bidang sastra.

    Diharapkan, para pelajar di Banyuwangi dapat menjadi sastrawan internasional. (Syaf/Aguk)

  • Laros Ikut Jambore Cerpen BBJT di Surabaya, Karya Siswa Banyuwangi Menuju Panggung Nasional

    Laros Ikut Jambore Cerpen BBJT di Surabaya, Karya Siswa Banyuwangi Menuju Panggung Nasional

    Sebanyak 20 siswa berbakat dari Banyuwangi dan Madura mengikuti Perkemahan Cerpen Bahasa Ibu yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT) di Swiss-Belinn Hotel Surabaya, pada 21-25 Oktober 2024.

    Kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi siswa dalam menulis cerpen berbahasa daerah serta melestarikan bahasa ibu.

    Karya-karya terbaik para peserta akan dibukukan dan diterbitkan oleh BBJT.

    “Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi siswa untuk terus berkarya dan mencintai bahasa daerahnya,” ungkap Kepala BBJT Dr. Umi Kulsum, M.Hum.

    Para peserta yang merupakan pemenang Festival Tunas Bahasa Ibu tahun 2023 dan 2024 mengikuti serangkaian pelatihan menulis cerpen di bawah bimbingan para ahli.

    Mereka juga berkesempatan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan.

    “Ini adalah kesempatan yang sangat berharga bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan menulis kreatif mereka,” ujar Yeti Chotimah, S.Pd., M.Art., Ketua MGMP Bahasa Using SMP.

    Siswa Banyuwangi yang ikut serta kali ini adalah Mochamad Khoirul Anam (SDN 3 Sraten), Khansa Ramadani Kusuma (SDN 1 Kabat), Kalea Nadhira Fiorenza (SDN Kepatihan), Aqira Fayyola Nadifa (SDN 2 Karangsari), Rizkia Talita Zahra (SDN Olehsari), Gadis Sifatus Soleha (SMPN 2 Srono), Putri Hidayatul Meicha (SMPN 3 Rogojampi), Frisca Dwi Maulida (SMPN 1 Kabat), Jazilah Iga Palsa (SMPN 2 Cluring), dan Nadhiva Rahmadania Putri (SMPN 2 Banyuwangi).

    Setiap siswa didampingi oleh seorang guru. “Tentu ini ilmu berharga kembangkan ilmu sastra fiksi dan melestarikan bahasa ibu sesuai daerahnya!” tambah Yeti Chotimah, S.Pd., M.Art.

    BBJT juga berkomitmen untuk mendukung pelestarian bahasa daerah di Jawa Timur.

    Selain Perkemahan Cerpen, BBJT juga menyelenggarakan kegiatan seperti Festival Teater Jawa dan Revitalisasi Bahasa Daerah di sejumlah kabupaten.

    Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk lebih peduli terhadap pelestarian bahasa daerah.

    “Bahasa daerah bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga merupakan warisan budaya yang harus kita jaga,” tegas Umi Kulsum.

    BBJT berencana untuk menyelenggarakan Perkemahan Cerpen kembali tahun depan, serta terus mengembangkan program-program yang mendukung pelestarian bahasa dan sastra daerah. (Yechot/Aguk)

  • UNESCO Nobatkan Rabat Maroko sebagai Ibu Kota Buku Dunia 2026

    UNESCO Nobatkan Rabat Maroko sebagai Ibu Kota Buku Dunia 2026

    Ibu kota Maroko, Rabat, telah resmi diakui oleh UNESCO sebagai Ibu Kota Buku Dunia untuk tahun 2026.

    Penghargaan ini tidak hanya menjadi prestasi bagi kota tersebut, tetapi juga mencerminkan pertumbuhan pesat industri buku lokal.

    Perlu diketahui, Rabat memiliki 54 penerbit yang aktif beroperasi dan dikenal sebagai tuan rumah pameran buku internasional terbesar ketiga di seluruh Afrika.

    Dengan pengakuan ini, diharapkan perekonomian kota akan semakin berkembang dan akses terhadap pengetahuan menjadi lebih merata di kalangan masyarakat.

    Sebelum Rabat terpilih, gelar Ibu Kota Buku Dunia telah diberikan kepada Rio de Janeiro di Brasil untuk tahun 2025 dan Strasbourg di Prancis untuk tahun 2024.

    Kota-kota ini bertugas untuk mempromosikan literasi dan buku kepada masyarakat di semua kalangan dan usia, baik di tingkat lokal maupun internasional.

    Rabat: Pusat Pengembangan Sastra dan Literasi

    Keputusan UNESCO untuk menobatkan Rabat sebagai Ibu Kota Buku Dunia didasarkan pada komitmen kota ini terhadap pengembangan industri buku.

    Selain itu, Rabat menunjukkan perhatian yang besar terhadap pemberdayaan perempuan dan pemuda melalui membaca serta upaya untuk mengurangi angka buta huruf.

    Semua ini sejalan dengan inisiatif nasional dan pertumbuhan industri penerbitan yang semakin berkembang.

    Sejak inisiatif ini diluncurkan pada tahun 2001, Rabat menjadi kota ke-26 yang mendapatkan penghargaan.

    Kota ini memiliki rencana ambisius untuk meluncurkan berbagai program yang bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta memperkuat sektor penerbitan lokal.

    Selain itu, peningkatan literasi bagi seluruh warga negara juga akan menjadi fokus utama.

    Rabat dijadwalkan untuk secara resmi memulai perannya sebagai Ibu Kota Buku Dunia pada 23 April 2026, bersamaan dengan peringatan Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia.

    Industri buku di Rabat tidak hanya berfungsi sebagai bagian penting dari ekonomi kreatif kota, tetapi juga berperan dalam mendemokratisasi pengetahuan.

    Dengan kehadiran 54 penerbit, pameran buku internasional terbesar ketiga di Afrika, serta meningkatnya jumlah toko buku, Rabat berada di jalur yang tepat untuk menjadi pusat literasi yang lebih inklusif.

    Audrey Azoulay, Direktur Jenderal UNESCO, menekankan bahwa Rabat telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap kemajuan literasi.

    Dia mencatat pentingnya pemberdayaan perempuan dan pemuda melalui membaca serta usaha melawan buta huruf di komunitas yang kurang terlayani.

    Dengan pengakuan ini, Rabat diharapkan dapat memfasilitasi pertumbuhan komunitas sastra yang lebih dinamis dan inklusif, memberikan kontribusi signifikan terhadap dunia literasi di tingkat global.

  • Pelatihan Literasi RKM SMK PGRI Rogojampi: Membangun Generasi Cinta Sastra dan Seni

    Pelatihan Literasi RKM SMK PGRI Rogojampi: Membangun Generasi Cinta Sastra dan Seni

    Komunitas Literasi Ruang Karya Media (RKM) SMK PGRI Rogojampi mengadakan pelatihan literasi yang khusus dihadiri oleh anggota komunitas sekolah tersebut pada Sabtu, (12/10/2024).

    Pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam bidang literasi, khususnya seni, sastra, dan teknologi.

    Di RKM, para siswa belajar banyak hal, mulai dari menulis puisi dan cerpen hingga keterampilan membaca puisi dan bercerita.

    Selain itu, mereka juga dilatih untuk menulis esai, artikel, dan berita, sehingga dapat memperluas wawasan literasi mereka.

    Pada kesempatan ini, pelatihan RKM mengangkat tema “Sastra & Cerita” sebagai topik utama.

    Andi Budi Setiawan selakun pendamping RKM, turut hadir dan memberikan motivasi kepada seluruh anggota tentang pentingnya literasi di era milenial.

    Andi mengingatkan bahwa untuk meraih prestasi di bidang literasi, diperlukan tiga hal utama: membangun kesadaran diri, berpikir terbuka, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.

    “Ada tiga poin penting dalam belajar, yaitu membangun kesadaran diri, berpikir terbuka dan pemelajar sepanjang hayat. Literasi butuh niat yang kuat, konsistensi dan kesabaran dalam berproses. Tak ada padi yang tumbuh dalam sehari” ujarnya.

    Tak hanya Andi, pelatihan kali ini juga dihadiri oleh Putri Nurul Azizah, atau yang akrab disapa Kak Putri.

    Kak Putri adalah seorang penulis dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur yang telah meraih banyak prestasi di bidang literasi.

    Kehadirannya di acara tersebut membawa semangat dan inspirasi baru bagi anggota komunitas.

    Kak Putri berbagi pengalamannya dalam dunia literasi dan memberikan dorongan agar peserta memiliki niat yang kuat serta cinta terhadap literasi.

    Kak Putri memberikan materi seputar puisi, mulai dari cara membaca puisi yang baik, aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi, hingga kriteria penilaian dalam kompetisi baca puisi.

    Materi ini disampaikan dengan sangat rinci dan penuh semangat, mengingatkan bahwa membaca puisi tidak hanya soal melafalkan kata-kata, tetapi juga menjiwai dan menyampaikan makna puisi kepada pendengar.

    Antusiasme peserta semakin tinggi karena pada tanggal 27 Oktober 2024 nanti akan diadakan Olimpiade Literasi Baca Puisi dan Bercerita.

    Acara ini diselenggarakan oleh Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI) untuk memperingati Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia.

    Para peserta merasa termotivasi untuk berpartisipasi dalam ajang ini dan mereka pun sangat serius menyimak materi yang diberikan Kak Putri.

    Tak hanya mendengarkan, para peserta juga diajak untuk tampil di depan kelas dan mempraktikkan cara membaca puisi.

    Momen ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menerima umpan balik langsung dari Kak Putri.

    Dengan seksama, ia memberikan catatan dan saran perbaikan pada penampilan peserta.

    “Secara umum, penampilan adik-adik sudah bagus. Mereka sangat antusias. Hanya tinggal berlatih lagi untuk memperbaiki kekurangan yang ada,” jelas Kak Putri seusai kegiatan.

    Harapan besar ditumpukan pada kegiatan ini agar dapat berjalan secara kontinu dan berkelanjutan.

    Walaupun hanya merupakan sebuah komunitas literasi, RKM memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter siswa, memperdalam kecintaan terhadap literasi, dan menjadi wadah pembelajaran untuk meraih prestasi.

    Dengan dukungan penuh dari pihak sekolah, diharapkan komunitas literasi ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih luas.

    Kemudian, diharap pula jika RKM bisa menjadi inspirasi bagi komunitas literasi lainnya dan mampu membina generasi muda yang berwawasan luas serta berbakat di bidang literasi.

  • Andi BS Beri Motivasi dan Inspirasi Literasi untuk Murid SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi

    Andi BS Beri Motivasi dan Inspirasi Literasi untuk Murid SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi

    Di tengah suasana penuh semangat, Andi BS, seorang penulis dan ketua komunitas literasi KOPIWANGI hadir di SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi untuk memberikan motivasi dan berbagi pengetahuan kepada para siswa, (9/10/2024).

    Dalam temu santai ini, Andi membahas berbagai topik, mulai dari pentingnya literasi hingga pengalaman pribadinya dalam meniti karier di dunia sastra.

    Kehadirannya disambut antusias oleh para siswa ekstra teater yang terlihat sangat bersemangat menyimak pesan-pesan inspiratif yang disampaikan.

    Selama sesi interaktif, Andi mengajak para siswa untuk percaya pada diri mereka sendiri dan kemampuan yang dimiliki.

    Ia menekankan bahwa sering kali, hambatan terbesar dalam meraih kesuksesan adalah kurangnya kepercayaan diri.

    “Jangan pernah ragu untuk bermimpi besar dan mewujudkannya,” ujarnya.

    Pesan ini sangat relevan, terutama bagi siswa-siswa yang sedang mempersiapkan diri menghadapi masa depan dan tantangan dunia kerja.

    Andi juga menuturkan bahwa salah satu penyebab kegagalan yang umum dialami oleh banyak orang karena rasa malu.

    Dari malu tersebut, orang tidak bisa mengluarkan potensi terbaiknya, sehingga sama saja dengan menyia-nyiakan kesempatan yang ada.

    Selain itu, Andi juga memberikan apresiasi khusus dengan menghadiahkan buku antologi puisi karyanya, “Eunoia Sangkakala,” kepada seorang siswa yang terpilih.

    Buku tersebut bukan hanya sekadar hadiah, tetapi juga simbol inspirasi yang diharapkan dapat memicu minat para siswa untuk menulis dan mengekspresikan diri.

    Andi menjelaskan bagaimana menulis puisi bisa menjadi sarana untuk mengungkapkan perasaan dan pandangan hidup, serta membangun karakter diri.

    Andi BS mendorong siswa untuk menggali dan mengembangkan bakat serta minat mereka.

    “Setiap orang memiliki potensi unik yang harus ditemukan dan diasah,” katanya.

    Menurutnya, minat yang mendalam pada suatu bidang dapat menjadi jalan menuju kesuksesan.

    Ia mengingatkan siswa bahwa masa depan ada di tangan mereka dan dengan usaha yang gigih, mereka dapat mencapai impian.

    Sebagai ketua dari KOPIWANGI, Andi juga menjelaskan sedikit mengenai Olimpiade Literasi dan Lomba Baca Puisi yang diselenggarakan oleh KOPIWANGI.

    Andi berharap agar kegiatan semacam ini dapat memajukan literasi di Banyuwangi dan semakin banyak pelajar yang menjadi pegiat literasi.

    “Kita membutuhkan lebih banyak generasi muda yang aktif dalam dunia literasi, karena dari merekalah masa depan literasi Banyuwangi bisa berkembang lebih jauh,” katanya.

    Dalam pertemuan ini, Andi BS tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga menanamkan semangat berkarya dan mempercayai diri sendiri.

    Ia berharap, para siswa dapat menghadapi masa depan dengan optimisme dan keberanian, serta menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan mereka.

    Melalui kegiatan ini, Andi mengajak generasi muda untuk terus mengejar ilmu dan mengembangkan diri, demi masa depan yang lebih baik.

  • Syafaat Serahkan Buku Catatan Perjalanan Petugas Haji 2024 kepada Tim Irjen Kemenag di Banyuwangi

    Syafaat Serahkan Buku Catatan Perjalanan Petugas Haji 2024 kepada Tim Irjen Kemenag di Banyuwangi

    Dalam acara yang sederhana namun bermakna, Syafaat, seorang petugas haji tahun 2024, menyerahkan Buku Catatan Kecil Perjalanan Petugas Haji kepada Tim Irjen Kementerian Agama, Muh. Taqiyudin dan Adha Anggaini.

    Penyerahan tersebut berlangsung di ruang PTSP Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, pada Selasa (08/10/2024), bertepatan Taqiyudin sedang melaksanakan tugas di daerah tersebut.

    Perkenalan Syafaat dengan Taqiyudin terjadi saat keduanya bertugas sebagai Dalgas (Pengendali Petugas) di Terminal Jiyad, Makkah.

    Kala itu, mereka tengah menjalankan tugas untuk membantu jamaah yang membutuhkan dukungan, terutama setelah menyelesaikan ibadah thawaf.

    Salah satu momen penting terjadi ketika Taqiyudin dan timnya membantu jamaah dari kelompok SUB-58 yang menggunakan kursi roda setelah thawaf.

    Jamaah tersebut kemudian diantar kembali ke hotel Bilal di kawasan Misfalah.

    Pada saat yang sama, Syafaat bertugas mendampingi jamaahnya yang masih melaksanakan thawaf, menjadikannya saksi dari berbagai situasi yang mengharukan di tanah suci.

    Buku Catatan Kecil yang disusun oleh Syafaat mencatat berbagai pengalaman berharga yang diperolehnya selama bertugas sebagai petugas haji.

    Buku ini mengandung catatan tantangan-tantangan yang dihadapi, pelajaran yang dipetik, dan berbagai refleksi tentang tugas mulia tersebut.

    Syafaat mengungkapkan harapannya bahwa pengalaman ini bisa memberikan manfaat dan menjadi sumber inspirasi bagi rekan-rekannya.

    Ia juga berharap buku ini mampu mendorong petugas haji lainnya untuk terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah di masa mendatang.

    Muh. Taqiyudin sangat mengapresiasi dedikasi Syafaat yang telah menuangkan pengalamannya dalam bentuk catatan yang mendalam.

    “Buku ini bukan sekadar catatan perjalanan, tetapi juga menggambarkan dedikasi dan komitmen kita dalam melayani jamaah,” ungkap Taqiyudin.

    Bagi Syafaat, Buku Catatan Kecil ini bukan hanya sekadar dokumentasi pengalaman pribadi, tetapi juga cerminan dari kolaborasi yang harmonis antara petugas haji.

    Melalui buku ini, ia menekankan pentingnya kerjasama dan dukungan antara petugas demi memberikan layanan terbaik selama musim haji.

    Ia juga menyatakan bahwa silaturahmi antar petugas haji tidak boleh berhenti ketika musim haji selesai, melainkan harus terus dilanjutkan untuk menjaga solidaritas dan semangat melayani.

    Syafaat menyampaikan bahwa selain tugas formal yang diemban, ia merasa terpanggil untuk terus memberikan bimbingan dan bantuan kepada jamaah.

    Ia menekankan pentingnya pengabdian berkelanjutan kepada jamaah, baik yang sedang dalam perjalanan ibadah maupun yang baru bersiap untuk berangkat.

    Penyerahan Buku Catatan Kecil Perjalanan Petugas Haji ini menegaskan bahwa setiap pengalaman, sekecil apapun, memiliki nilai yang bisa dibagikan.

    Syafaat berharap karya sederhana namun penuh makna ini dapat menjadi pelajaran dan motivasi bagi para petugas haji di masa depan.

    Selain itu, diharap juga karyanya dapat menginspirasi untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan haji, demi tercapainya pengalaman ibadah yang semakin baik bagi para jamaah. (Syaf)

  • KOPIWANGI Gelar Olimpiade Literasi Khusus Pelajar untuk Rayakan Bulan Bahasa di Banyuwangi

    KOPIWANGI Gelar Olimpiade Literasi Khusus Pelajar untuk Rayakan Bulan Bahasa di Banyuwangi

    Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi yang lebih dikenal sebagai KOPIWANGI mengadakan Olimpiade Literasi Baca Puisi & Bercerita dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia pada Oktober 2024.

    Pesertanya adalah pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Banyuwangi, mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTS, hingga SMA/SMK/MA.

    Olimpiade pertama dari KOPIWANGI ini diselenggarakan sebagai wadah bagi siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang literasi, terutama baca puisi dan bercerita.

    Dengan berkompetisi dalam olimpiade ini, para peserta diharapkan dapat mengukur sejauh mana kemampuan mereka serta mengekspresikan bakat yang mereka miliki.

    Ketua KOPIWANGI, Andi Budi Setiawan S.Pd menuturkan jika komunitasnya berkomitmen untuk mengembangkan literasi di Banyuwangi, terutama bagi pelajar.

    “Harapannya, literasi di Banyuwangi bisa lebih berkembang, khususnya di kalangan pelajar,” ujarnya.

    Ia juga berharap jika KOPIWANGI mampu menjadi wadah untuk menguatkan budaya membaca dan menulis di Banyuwangi.

    “Semoga KOPIWANGI bisa menguatkan literasi di Banyuwangi, terutama budaya membaca dan menulis,” imbuhnya.

    Sesuai rencana awal, event ini akan digelar di Pendopo Kecamatan Rogojampi pada tanggal 27 Oktober 2024 dan terbuka bagi seluruh pelajar di wilayah Banyuwangi.

    Peserta dapat didampingi oleh guru pembina maupun orang tua, sehingga diharapkan dukungan dari pihak sekolah dan keluarga turut mendorong potensi yang dimiliki oleh peserta atau anak didik.

    Momen ini dianggap istimewa bagi banyak peserta karena dalam beberapa tahun terakhir, tidak ada acara serupa yang diselenggarakan, terutama di wilayah Rogojampi.

    Olimpiade ini akan melombakan dua bidang utama, yaitu Baca Puisi dan Bercerita.

    Untuk lomba baca puisi, tema yang diusung adalah Pahlawan atau Pemuda, sedangkan lomba bercerita memiliki tema bebas asalkan tidak menyinggung unsur SARA.

    Dalam lomba ini, setiap kategori akan memperebutkan posisi juara 1 hingga 3 serta harapan 1 hingga 3. Pembagian kategori berdasarkan jenjang pendidikan, yaitu:

    • SD/MI: Juara 1-3 dan Harapan 1-3
    • SMP/MTS: Juara 1-3 dan Harapan 1-3
    • SMA/SMK/MA: Juara 1-3 dan Harapan 1-3

    Setiap peserta yang ikut serta dalam olimpiade ini akan mendapatkan sertifikat penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

    Dukungan dari sekolah-sekolah di Banyuwangi dianggap sangat penting untuk menyukseskan acara ini.

    Selain itu, KOPIWANGI berencana menjadikan olimpiade ini sebagai acara tahunan, sejalan dengan program mereka di bidang Event Literasi.

    Sebagai informasi tambahan, KOPIWANGI telah rutin mengadakan berbagai kegiatan literasi, baik secara daring maupun luring, seperti lomba cipta puisi, baca puisi, bercerita, hingga menulis esai.

  • Perpustakaan Nasional Salurkan Hibah Buku untuk 38 Penerima di Pamekasan

    Perpustakaan Nasional (Perpusnas) kembali memberikan hibah buku kepada perpustakaan di Pamekasan, dengan total 38 penerima yang terdiri dari berbagai lembaga.

    Hibah ini mencakup tiga taman bacaan masyarakat (TBM), 31 perpustakaan desa (perpusdes), dan empat perpustakaan kelurahan.

    Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Pamekasan, Achmad Sjaifudin, menyampaikan bahwa pihaknya aktif melakukan pembinaan terhadap perpustakaan.

    Ia menjelaskan bahwa pada tahun ini, perpustakaan di Pamekasan juga menerima hibah buku dari Perpusnas.

    ”Hibah tahun ini diberikan langsung oleh Perpusnas ke perpustakaan di bawah,” katanya pada Selasa (1/10/2024).

    Bantuan ini ditujukan untuk pengembangan sarana dan prasarana perpustakaan, serta untuk meningkatkan potensi literasi di masyarakat.

    “Tahun ini ada 38 lembaga yang mendapatkan itu,” tambahnya.

    Setiap perpustakaan akan mendapatkan 1.000 buku beserta rak. Saat ini, yang telah disalurkan baru berupa rak buku, sementara untuk buku-buku masih menunggu laporan lebih lanjut.

    “Bentuk bantuan ini berupa buku dan rak,” jelasnya.

    Achmad menginformasikan bahwa bantuan tersebut langsung disalurkan ke masing-masing perpustakaan penerima.

    Hingga kini, baru satu perpustakaan yang memberikan laporan tentang bantuan tersebut, sedangkan 37 perpustakaan lainnya masih belum memberikan informasi.

    ”Yang lain kami belum mendapat laporan. Waktunya kami belum tahu karena buku ini langsung ke perpustkaan terkait,” paparnya.

    Salah satu penerima hibah, Ketua Komunitas Mandhala Senom Pamekasan, Ach. Rofiq, menyatakan bahwa komunitasnya telah menerima bantuan tersebut.

    Bantuan ini kini digunakan untuk bahan bacaan bagi anak-anak didik di komunitas serta untuk kegiatan pengembangan literasi.

    ”Memang bertahap penyalurannya. Rak dulu baru buku. Alhamdulillah datang semua 1.000 buku, tapi memang kecil,” tuturnya.

    Sumber: Radar Madura

  • Dinas Perpustakaan DIY Gelar Bedah Buku untuk Tingkatkan Minat Baca dan Edukasi Masyarakat

    Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, bekerja sama dengan DPRD DIY mengadakan acara bedah buku yang bertajuk Langkah Bijak dalam Mendidik Anak di Pedukuhan Kragilan, Sinduadi, Mlati, Sleman, pada Jumat (4/10/2024).

    Kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan minat baca tetapi juga untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

    Anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, menjelaskan bahwa sejak tahun 2022, Pemerintah Daerah DIY telah meraih predikat sebagai provinsi dengan tingkat minat baca terbaik di Indonesia. Prestasi ini terus diupayakan untuk dipertahankan, salah satunya melalui kegiatan bedah buku.

    “Bedah buku digelar di seluruh DIY. Tidak hanya di wilayah perkotaan tetapi juga menyasar pedukuhan-pedukuhan,” ungkap Anton saat menjadi narasumber dalam acara tersebut di Kragilan.

    Meskipun berada di peringkat teratas, budaya membaca di DIY masih kurang dari 1% dari total jumlah penduduk.

    Oleh karena itu, peningkatan budaya membaca sangat penting agar masyarakat semakin gemar membaca buku dan menambah pengetahuan serta wawasan mereka.

    Anton juga menambahkan bahwa program bedah buku ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan minat baca, tetapi juga sebagai media sosialisasi dan edukasi terkait masalah yang dihadapi masyarakat serta solusinya.

    Tema bedah buku pun bervariasi. Dalam acara di Kragilan ini, tema yang diangkat berfokus pada pengasuhan anak, yang sangat relevan mengingat perkembangan teknologi dan informasi yang mempengaruhi cara orang tua mendidik anak.

    Pustakawan Ahli Muda DPAD DIY, Trilastiti Suryaningtyas, menyatakan bahwa program bedah buku ini terlaksana berkat kerja sama dengan anggota DPRD DIY dalam upaya meningkatkan budaya membaca di Bumi Mataram.

    Kegiatan bedah buku merupakan salah satu program untuk meningkatkan minat baca masyarakat. DPAD DIY juga memiliki berbagai program lain, seperti kunjungan ke perpustakaan.

    Menurut Trilastiti, koleksi yang tersedia di DPAD DIY sangat beragam. Di kantor DPAD DIY juga terdapat program bioskop enam dimensi dan diorama yang menggambarkan sejarah perkembangan DIY.

    “Kami juga mengembangkan perpustakaan digital melalui I-Jogja. Mudah-mudahan dengan berbagai program yang dimiliki, maka budaya membaca di masyarakat bisa terus ditingkatkan,” tutupnya.

    Sumber: Harianjogja