Tag: sastra

  • Hizkil Achmad Dayan: Dari Pedesaan Hijau Menuju Panggung Literasi Nasional

    Hizkil Achmad Dayan: Dari Pedesaan Hijau Menuju Panggung Literasi Nasional

    Hizkil Achmad Dayan yang akrab dipanggil Hizkil merupakan pelajar berprestasi di MAN 1 Banyuwangi.

    Lahir di Desa Pondok Nongko, Kecamatan Kabat Oktober 2006. Saat ini Hizkil duduk di bangku kelas XII dan aktif dalam kegiatan akademik maupun non akademik di tingkat kabupaten sampai nasional.

    Hizkil sejak kecil memiliki ketertarikan dalam literasi. Disela-sela kesibukannya, Hizkil meluangkan waktu untuk membaca buku dan menulis puisi serta esai.

    Selain hobi tersebut, Hizkil juga suka berkebun karena bertepatan tinggal di pedesaan yang masih hijau dan asri.

    Menurutnya literasi adalah ibadah, pilihan habituasi terbaik yang dibenarkan aqli (akal) dan naqli (dalil).

    Secara akal, tidak mungkin manusia bisa menjalani, mempertahankan, apalagi mengembangkan hidupnya jika tanpa literasi.

    Melalui literasilah, skema-skema alam terbaca, sumber-sumber daya ternilai guna, dan peradaban-peradaban perlahan tumbuh di lanskap-lanskap dunia.

    Secara naqli, terlampau sering kita dengar, bahwa Allah telah “berpagi-pagi” memerintahkan kepada kita (hamba-Nya) untuk senantiasa mengamati alam dengan membaca.

    Membaca apa saja, asal dengan menyebut nama-Nya. Di sinilah literasi berperan “agung” sebagai alat atau cara kita mengamati semesta, merenungkan penciptaannya, hingga dengan mantap meniscayakan keberadaan-Nya.

    Hizkil memiliki minat dan bakat di sastra, penelitian ilmiah, saintis, teknisi pertanian, desainer grafis, desainer UI/UX, public speaker, dan cendekiawan muda.

    Hal itu dibuktikan dengan aktif dalam kegiatan yang ada didalam sekolah mulai dari Club Kimia Mansaolympia, Eksis Jurnalistik, dan KIR Neo-Adisiswa (2022-2024).

    Ia juga aktif dalam organisasi di masyarakat diantaranya PR IPNU desa Pondoknongko, Remas Baiturrahim Pondoknongko, Karang Taruna Pondoknongko, PAC IPNU kecamatan Kabat.

    Tak hanya itu, Hizkil juga aktif dalam Komunitas Pecinta Leterasi Banyuwangi dikenal dengan KOPIWANGI.

    Prestasi yang pernah diraihnya antara lain:

    1. Juara 2 Lomba Artikel Opini dan Konten Instagram Feskom UI 2024 Kategori Pelajar SLTA dan Mahasiswa Tingkat Nasional

    2. Juara 1 Lomba Essay Gemnas Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) 2024 Kategori Pelajar SLTA Tingkat Nasional

    3. Juara 3 Lomba Essay Phoenix Universitas Airlangga (Unair) 2024 Kategori Pelajar SLTA Tingkat Nasional. 

    4. Juara 1 Lomba Cipta Puisi Ikatan Guru Inovator Literasi Nasional (IGINOS) 2024 Kategori Pelajar SLTA Tingkat Nasional. 

    5. Juara 1 Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Bidang Kimia Kategori Pelajar MA Tingkat Kabupaten Banyuwangi. 

    6. Juara 1 Lomba Cerdas Cermat Kelompok Sadar Hukum (Kadarkum) mewakili Desa Pondoknongko, Kategori Desa/Kelurahan Tingkat Kabupaten Banyuwangi. 

    7. Penghargaan Siswa Berprestasi MA Se-Kabupaten Banyuwangi dalam rangka Kemenag Banyuwangi (Kemangi) Award 2023.

    Adapun karya yang telah terbit, diantaranya:

    1. Buku Antologi Puisi dan Cerpen: Kearifan Lokal Kreativitas Sastra, terbitan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI). 

    2. Buku Antologi Cerpen Eksis Jurnalistik MAN 1 Banyuwangi: Sembagi Arutala, terbitan Penerbit Temalitera.

    3. Esai (Individu): PHY-SMART (Phytoremediation Stimulating Method with Partnership): Aplikasi Program Fitoremediasi Berbasis Kolaborasi Guna Memulihkan Lahan Tercemar Sebagai Upaya Pembangunan Berkelanjutan

    4. Esai Kelompok bersama Muhammad Reihan Rafsanzani dan Wildan Athala Rifqi: HUMBLE (Human Bioprocess Learning): Inovasi Edukasi Fisiologi Berbasis Gamifikasi untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Masyarakat dalam Menyongsong Pembangunan Berkelanjutan, berhasil menjadi Juara 3 Essay Phoenix Unair 2024.

    5. Artikel Opini: Mengkaji Society 5.0: Di manakah Eksistensi Manusia?, berhasil menjadi Juara 2 Feskom UI 2024.

    6. Artikel Opini: Gen Z dan Pancasila Emas 2045, berhasil terbit di Times Indonesia (website) pada 20 Januari 2024.

    7. Artikel Opini: Flypast pada Upacara Kemerdekaan: Atraksi atau Polusi?, berhasil terbit di Radar Banyuwangi pada 23 Agustus 2023.

    8. Puisi: Entalpi Literasi, berhasil menjadi Juara 1 Cipta Puisi IGINOS 2024.

    9. Puisi: Madrasah Kauniyah, berhasil menjadi Juara 2 Cipta Puisi KOPIWANGI 2024.

    10. Puisi: Jika Kita Adalah Kupu-Kupu, peserta Cipta Puisi Internasional Sharepedia.id.

    Menurutnya di era media sosial, Gen Z lebih terpengaruh pada lingkungan eksternal dari pada internal.

    Mereka punya banyak kelebihan dibidang digital skill yang mumpuni, komunikatif, kreatif, dan cenderung peduli pada isu-isu global.

    Namun, ketergantungannya yang tinggi terhadap teknologi telah membuat mereka serba instan atau praktis, minim social skill, sehingga rawan gangguan mental.

    Hal-hal ini secara tidak langsung berpengaruh pada interest nya terhadap literasi.

    Namun kecenderungan untuk terjebak dopamine effect, mendapat validasi publik, dan ihwal ketergantungan lainnya telah membuat mereka rapuh di dalam walau terlihat gagah di luar (strawberry generation).

    Orientasi “keren” generasi ini telah berubah, dari yang awalnya keren adalah produktif menyerap ilmu dan menghasilkan karya-karya setiap hari, kini bergeser menjadi: keren adalah update foto-foto narsis di Instagram, ikut geng-geng unfaedah, dan menjadi superior di suatu komunitas sosial.

    “Untuk teman-teman millenial, saya berharap bisa menumbuhkan kesadaran dan lebih menghargai waktu. Setidaknya dengan tulisan ini, ada sedikit insight yang di dapat untuk berbenah. Berbenah mindset, berbenah kata, berbenah sikap, berbenah budaya, berbenah karakter, dan berbenah masa depan. Perhatikan, rumus cepatnya adalah berbenah mindset sama dengan berbenah masa depan. Tanamkan kesadaran pentingnya literasi, mulai akrabi buku-buku, dan yakinlah Allah akan memberikan jalan untuk mewujudkan komitmen dan masa depanmu” jelas Hizkil.

    Penulis: Andi Budi Setiawan

  • Bangun Komunitas Hang Kuat Lan Ikhlas

    Bangun Komunitas Hang Kuat Lan Ikhlas

    Banyuwangi – Sawijining lokakarya kang nginspirasi dianakake dening KOPAT (Komunitas Osing Peduli Adat Tradisi), hang nyorot pentinge peran perkumpulan lan yayasan ugo komunitas nong masyarakat.

    Acara hang ditekani macem-macem komunitas nong Banyuwangi iki koyoto RAPI 01, GBOT, BOB, Komunitas peduli difabel Aura Lentera, Perkumpulan Komunitas Gotongroyong45, Kolase, DKB, Omahsium ugo media peduli seni budaya Jurnalnews ngadiraken narasumber kang nginspirasi, Ir. Wowok Meirianto, M.T. lan Dr. Aqua Dwipayana, nong Waroeng Kemarang, Jumat (22/11/24).

    Dikawiti tampilan tari Gandrung hang  Istimewahe kerana hang nari lan panjake teko para pegawai waroeng hang wis ulih sertifikat sehat lan sadar pajak Iki.

    Ketua KOPAT Wowok Meirianto, nguweni pangertian hang jeru babagan perbédan antarane perkumpulan lan yayasan.

    Iyane nyeritakaken pentingie peran anggota nong sawijining perkumpulan cara mbangun komunitas hang ulet lan kreatif plus milu aturan negara yoiku duwe akte pendirian AHU Menkumham lewat notaris lan kulonuwun nong Bakesbangpol lewat RT sulung ugo keterangan domisili kepala desa.

    Penulis buku best seller The Power of Silaturahmi Dr. Aqua Dwipayana, motivator hang misuwur, nguweni motivasi pangalaman pribadi kelenddhi kesaktiyane silaturahmi lan kerjasama nong njeroni mbangun komunitas.

    Iyane ugo maparaken lima prinsip urip kang biso digawe ugeman mbagun organisasi. Yoiku; ngèti, sabar, syukur, ikhlas, lan andhap asor.

    Salah sijine fokus wigati hang  efektif, saling ngurmati, lan mikir positif ning njeroni komunitas.

    Saliyani kalawirani ugo nyeritakaken pentinge kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, lan kerja tuntas. Supoyo biso nggayuh tujuan bebarengan.

    Sesi pitakonan lan jawaban hang kalaksanakaken kanthi antusias nuduhake semangat para peserta kang kepengin ngebangno babagan pangelolaan komunitas. Ana hang takon strategi, ide, legalitas lan ngelanggengaken komunitas. 

    Acara ditutup pas jam 21.45 di akhiri Kang  Teguh Eko Rahadi Kades Tamansuruh nguweni kenang kenangan batik gajah Oling ugo soben-soben kesuwun gelem silaturahmi ugo gesah nong 100 uwong hang daftar sulung Iki.

    Aqua nyenengno kabeh diterusaken potrek bareng.

    “Pengalaman plus jiwa religiusnya serta video inspiratif nya menggugah peduli sosial kita dan terus bersyukur Ambi hing lali bahagia!” ungkap Mbok Yeti Chotimah, Ketua MGMP Bahasa Using SMP ambi njaluk tandatangan nong buku anyar tentang jebeng thulike Aqua: Alira & Avero.

  • Membanggakan, SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya Terbitkan Dua Buku Antologi Cerpen Siswa

    Membanggakan, SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya Terbitkan Dua Buku Antologi Cerpen Siswa

    SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya kembali mencetak sejarah baru di dunia pendidikan dengan meluncurkan dua buku antologi cerpen karya siswa kelas XI pada bulan November 2024.

    Buku-buku ini diberi judul Ada Apa di Balik Layar Ponselmu? dan Fragmen Masa Remaja SMA.

    Proyek literasi ini menunjukkan betapa sekolah tersebut tak hanya unggul dalam mencetak siswa-siswi berprestasi akademik, tetapi juga kreatif dan imajinatif.

    Karya tersebut lahir di bawah bimbingan penuh dedikasi dari dua guru inspiratif, Ainul Latifah, S.Pd., dan Dhimas Asih Kusuma Persadha, M.Pd.

    Dengan bimbingan pada pendidik, siswa-siswi mampu mengekspresikan ide-ide mereka melalui tulisan.

    Hasilnya, puluhan cerita pendek yang mengisahkan kehidupan sehari-hari, cinta, hingga cita-cita berhasil dirangkum menjadi dua buku yang menggambarkan realitas masa muda dengan penuh warna.

    Ada Apa di Balik Layar Ponselmu? menggali cerita-cerita yang terinspirasi dari dinamika kehidupan digital siswa.

    Mulai dari perjuangan menemukan jati diri di tengah hiruk-pikuk media sosial hingga kisah persahabatan yang diuji oleh teknologi.

    Buku ini menyentuh tema yang sangat relevan dengan kehidupan generasi muda masa kini.

    Sementara itu, Fragmen Masa Remaja SMA membawa pembaca menyelami berbagai perasaan, tantangan, dan keindahan masa SMA.

    Dari kisah cinta pertama yang penuh gejolak hingga perjuangan menggapai cita-cita di tengah keterbatasan, buku ini menawarkan beragam cerita yang memotret kehidupan remaja dengan jujur dan menyentuh hati.

    Kedua buku ini menjadi bukti bahwa siswa SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan literasi yang luar biasa.

    Hal ini tidak lepas dari peran para pembimbing yang mendorong siswa untuk menyalurkan ide-ide mereka dengan cara yang positif.

    Setiap tahunnya, pihak sekolah selalu berusaha mengajak siswa untuk berkarya dan mengabadikan hasilnya dalam bentuk buku sebagai salah satu langkah konkret untuk membangun budaya literasi di sekolah kami.

    Kepala sekolah, Elis Santi, M.Pd., memberikan dukungan penuh terhadap proyek literasi ini.

    Dalam Kata Pengantar di kedua buku tersebut, ia mengungkapkan kebanggaannya terhadap para siswa dan guru yang terlibat.

    “Terbitnya buku ini bukan hanya pembuktian bahwa SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya mampu mencetak generasi cerdas, tetapi juga kreatif dan penuh imajinasi,” tulis Elis.

    Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Banyuwangi, Ahmad Jaenuri, S.Pd., M.Pd., turut mengapresiasi lahirnya karya dari siswa-siswi SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya.

    Dalam Kata Pengantar, Ahmad Jaenuri berharap jika karya tersebut bisa menjadi pemantik untuk terus menggali potensi diri yang terpendam.

    Menurutnya, setiap individu memiliki keunikan dan bakat yang berbeda-beda, sehingga langkah yang diambil oleh SMAN 1 Rogojampi sangat tepat.

    “Semoga kumpulan cerpen ini dapat menjadi pemantik bagi kalian untuk terus menggali potensi diri yang terpendam,” tulisnya.

    Dhimas Asih Kusuma Persadha, M.Pd, salah satu guru pembimbing mengungkapkan rasa bangga terhadap anak didiknya.

    Ia berharap kreativitas yang telah terasah ini dapat terus berkembang, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di kehidupan sehari-hari karena setiap kata dapat mengubah dunia.

    “Setiap kata memiliki kekuatan untuk mengubah dunia. Gunakan pena kalian untuk menginspirasi,” harap Dhimas.

    Sementara itu, Ainul Latifah, S.Pd., menambahkan bahwa proses menulis bukan sekadar merangkai kata, tetapi juga mengenali diri sendiri.

    Ia percaya bahwa menulis dapat menjadi alat untuk merefleksikan perasaan dan pengalaman hidup.

    “Menulis bukan hanya sekadar menuangkan kata-kata di atas kertas, tetapi juga sebuah perjalanan untuk mengenali diri sendiri dan dunia sekitar kita,” kata Ainul.

    Proyek literasi ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas siswa, tetapi juga langkah besar dalam upaya meningkatkan budaya literasi di SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya.

    Dengan adanya karya-karya seperti ini, sekolah berharap dapat memberikan inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berkarya dan mengembangkan kemampuan mereka.

    Keberhasilan ini menunjukkan bahwa literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga tentang cara menyampaikan ide dan gagasan kepada dunia.

    SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya telah membuktikan bahwa mereka mampu menjadi pelopor dalam bidang ini.

    Sebagai institusi pendidikan, sekolah ini berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi siswa untuk berkreasi.

    Dengan dukungan guru-guru yang berdedikasi dan kepala sekolah yang visioner, tidak diragukan lagi bahwa SMAN 1 Rogojampi akan terus mencetak generasi yang cerdas, kreatif, dan berprestasi.

    Penulis: Maulana Affandi

  • Rumah Literasi Indonesia, Pusat Inspirasi dan Edukasi untuk Masyarakat Banyuwangi

    Rumah Literasi Indonesia, Pusat Inspirasi dan Edukasi untuk Masyarakat Banyuwangi

    Rumah Literasi Indonesia yang terletak di Ketapang, Banyuwangi adalah pusat edukasi dan literasi bagi anak-anak dan remaja.

    Tidak hanya menyediakan berbagai koleksi buku bacaan, tetapi juga menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif.

    Konsep yang diusung oleh sang penggagas, Tunggul Harwanto berhasil menarik perhatian berbagai pihak untuk berkolaborasi, termasuk lembaga internasional seperti UNICEF dan USAID hingga sejumlah perusahaan dalam negeri.

    Sebagai informasi, Tunggul Harwanto yang merupakan sosok di balik Rumah Literasi Indonesia memiliki latar belakang pendidikan yang menarik.

    Alumni SMAN 1 Jembrana, Bali ini melanjutkan pendidikannya di bidang keperawatan di STIKES Banyuwangi, lalu meraih gelar S2 di bidang Kedokteran Keluarga di sebuah perguruan tinggi negeri di Solo.

    Tunggul pernah menjadi dosen di Universitas Bhakti Indonesia Banyuwangi jurusan Keperawatan, namun ia memutuskan berhenti mengajar untuk fokus mengembangkan dunia literasi.

    Baginya, dunia literasi lebih dari sekadar menyediakan akses buku, tapi bentuk perjuangan untuk membuka wawasan dan masa depan generasi muda.

    “Rumah Literasi Indonesia ini adalah upaya kami untuk memberikan kesempatan bagi setiap anak dan remaja di pelosok daerah agar memiliki akses terhadap buku dan ilmu pengetahuan,” jelas Tunggul.

    Ia berharap Rumah Literasi Indonesia dapat membantu mengatasi kesenjangan dalam akses literasi, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

    Program Kegiatan di Rumah Literasi Indonesia

    Rumah Literasi Indonesia menjalankan beberapa program inovatif yang dirancang untuk menjangkau masyarakat luas.

    Program unggulannya adalah Gerakan 1000 Rumah Baca, sebuah gerakan untuk mengajak masyarakat mendirikan rumah baca berbasis komunitas di berbagai daerah.

    Gerakan ini dilandasi oleh visi bahwa keluarga memainkan peran penting dalam mendidik generasi muda.

    Dengan adanya 1000 rumah baca di seluruh pelosok negeri, anak-anak di daerah terpencil akan memiliki akses buku dan kegiatan literasi yang dapat membantu mengembangkan kemampuan mereka.

    Selain itu, Tunggul dan timnya juga aktif melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah di daerah terpencil.

    Melalui kegiatan ini, mereka mengajak siswa untuk bermimpi besar dan menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi yang sama dengan anak-anak di kota.

    Cara ini dianggap lebih proaktif dan berfokus pada “menjemput bola” sehingga para siswa merasa lebih dekat dengan dunia literasi.

    Tunggul dan relawan juga mengemas kunjungan ini dengan aktivitas kreatif dan inspiratif untuk membangun cita-cita dan imajinasi anak-anak.

    Kemudian, Rumah Literasi Indonesia juga menjalankan program Wisata Literasi yang unik.

    Program ini menggabungkan unsur pendidikan dengan kegiatan wisata yang menarik, sehingga cocok untuk semua usia, mulai dari pelajar hingga profesional.

    Para pengunjung dapat ikut serta dalam berbagai kegiatan, seperti pengumpulan sampah organik yang kemudian dapat ditukar dengan uang, hingga belajar tentang budidaya lobster dan maggot.

    Pengalaman wisata ini mengajarkan nilai keberlanjutan dan memberikan kesadaran lingkungan bagi para pengunjung.

    SocioPreneur dan Ekonomi Mandiri

    Untuk mendukung keberlangsungan Rumah Literasi, Tunggul menerapkan konsep socio-preneur di mana Rumah Literasi yang berfungsi sebagai ruang belajar dan juga sirkulasi ekonomi mandiri.

    Konsep ini memberi kesempatan kepada para relawan muda untuk mengembangkan bisnis yang berfokus pada penyelesaian masalah sosial, seperti kesehatan masyarakat, pendidikan, dan lingkungan.

    Program ini diharapkan tidak hanya membantu perekonomian komunitas sekitar, tetapi juga melatih para relawan muda dalam mengelola bisnis berkelanjutan dengan tujuan sosial.

    Berkat konsep socio-preneur yang diterapkan, Rumah Literasi Indonesia kini menarik berbagai pihak untuk berkolaborasi.

    Sejumlah lembaga, seperti UNICEF, Alibaba, Gramedia, ASDP, BUMN, dan Rotary International telah bekerja sama dengan Rumah Literasi Indonesia dalam mendukung program-program edukasi.

    Dukungan dari Para Relawan dan Apresiasi Masyarakat

    Setiap harinya, Rumah Literasi Indonesia dikunjungi oleh berbagai tamu, mulai dari perorangan, lembaga, hingga perusahaan yang tertarik untuk berkontribusi.

    Saat ini, lebih dari 500 relawan terlibat aktif dalam mendukung kegiatan di Rumah Literasi.

    Kehadiran para relawan ini menjadi bukti bahwa semangat literasi telah menyebar dan mengakar kuat di masyarakat.

    Bung Aguk, seorang aktivis sosial dan pegiat literasi yang pernah mengikuti Jambore Sastra Asia Tenggara mengapresiasi Rumah Literasi Indonesia.

    “Apa yang dilakukan Rumah Literasi Indonesia ini adalah contoh nyata bagaimana literasi bisa menyentuh dan memberdayakan masyarakat, bukan hanya sebagai sarana membaca, tetapi sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masa depan generasi muda,” ungkapnya.

    Bagi Bung Aguk, program ini bukan sekadar inisiatif lokal, melainkan gerakan besar yang sangat berarti dalam pembangunan masyarakat.

    Harapan di Masa Depan

    Tunggul berharap Rumah Literasi Indonesia bisa terus mengembangkan sayap dan menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia.

    Dengan dukungan masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak, ia optimis Rumah Literasi bisa menjadi contoh model literasi yang berkelanjutan.

    Baginya, Rumah Literasi Indonesia adalah upaya untuk memberikan setiap anak kesempatan yang sama untuk meraih ilmu pengetahuan.

    “Rumah Literasi Indonesia hadir bukan hanya untuk memberikan buku, tetapi untuk menginspirasi dan membentuk generasi yang berdaya,” tegas Tunggul.

    Ia berharap, apa yang mereka lakukan di Rumah Literasi Indonesia bisa memicu munculnya lebih banyak gerakan literasi di berbagai daerah, terutama di pelosok negeri. (MA)

  • Mengenang Pahlawan dan Menghidupkan Literasi, KOPIWANGI Gelar Lomba Menulis Puisi

    Mengenang Pahlawan dan Menghidupkan Literasi, KOPIWANGI Gelar Lomba Menulis Puisi

    Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, KOPIWANGI mengadakan lomba menulis puisi bertema pahlawan nasional khusus untuk para anggota komunitasnya pada Minggu, 10 November 2024.

    Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi dan penghormatan kepada jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia.

    Lomba ini juga merupakan salah satu bentuk nyata program KOPIWANGI dalam mendukung event literasi bagi anggota komunitasnya.

    Tujuan dari program ini adalah memberikan wadah kepada anggota yang memiliki minat dan bakat dalam menulis puisi, sekaligus mendorong semangat literasi di kalangan komunitas.

    Lomba diselenggarakan secara daring, di mana peserta memposting hasil karya puisinya dalam bentuk JPEG atau PNG yang telah dibuat sebelumnya melalui aplikasi Canva.

    Peserta kemudian mengunggahnya ke akun Instagram masing-masing dengan menambahkan caption: “Lomba Menulis Puisi Pahlawan Nasional” dan menandai akun IG komunitas, yaitu @komunitas_kopiwangi.

    Penilaian lomba ini berdasarkan jumlah like dan komentar terbanyak pada puisi yang diunggah.

    Satu karya terbaik dipilih untuk menerima hadiah berupa Buku Antologi Puisi berjudul “Lentera Di Pengujung Asa – Pendidikan Yang Memerdekakan” yang ditulis oleh anggota KOPIWANGI, serta sejumlah uang pembinaan.

    Lomba berlangsung dari tanggal 10 hingga 12 November 2024, dengan batas waktu penilaian hingga pukul 18.00 WIB. Pemenang lomba diumumkan pada 12 November 2024 pukul 20.00 WIB.

    Antusiasme peserta dalam mengikuti lomba sangat tinggi, terbukti dari keikutsertaan berbagai kalangan, mulai dari guru, pegiat literasi, hingga kepala sekolah.

    Namun, karena waktu penyelenggaraan lomba yang singkat, beberapa anggota komunitas tidak dapat ikut serta akibat kesibukan dan keterbatasan waktu, sehingga menyayangkan ketidakhadiran mereka dalam lomba ini.

    Pemenang lomba diraih oleh Rohmaniyah, S.Pd.Gr dengan puisinya yang berjudul “Ode Untuk Kartini.”

    Puisi Rohmaniyah
    Puisi Rohmaniyah

    Puisinya berhasil mendapatkan puluhan like dan komentar, menunjukkan betapa puisinya diminati dan diapresiasi oleh para pembaca.

    Pengumuman pemenang ini kemudian dibagikan di grup komunitas KOPIWANGI.

    KOPIWANGI terus berkomitmen melaksanakan program-program literasi yang bermanfaat

    Beberapa program yang sudah berjalan di antaranya lomba menulis puisi, lomba baca puisi dan bercerita, lomba menulis esai, serta seminar kesehatan mental.

    “Itu merupakan bentuk komitmen bersama dalam memajukan literasi di Banyuwangi. Harapannya ke depan KOPIWANGI semakin eksis dan konsisten memberikan budaya positif di bidang literasi”, ujar Andi BS, ketua KOPIWANGI.

  • Lomba Puisi Meriahkan Dies Natalis ke-41 SMP Negeri 1 Glenmore dengan Semangat Literasi dan Kreativitas Siswa

    Lomba Puisi Meriahkan Dies Natalis ke-41 SMP Negeri 1 Glenmore dengan Semangat Literasi dan Kreativitas Siswa

    Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-41, SMP Negeri 1 Glenmore menggelar berbagai acara lomba yang dapat diikuti oleh peserta didik mulai dari jenjang SD/MI hingga SMP.

    Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 4 hingga 9 November 2024, dengan mengusung tema SPENSANIA dan tagline ‘Tunjukkan Aksimu, Raih Prestasimu’.

    Lomba yang diselenggarakan memiliki berbagai kategori, baik individu maupun kelompok.

    Beberapa jenis lomba yang diadakan antara lain Market Day, Pantomim, Puisi, E-Sport, Clash of Champions, Run 5Km, Pioneering, Hadang, dan Futsal.

    Puncak acara SPENSANIA akan berlangsung pada 9 November 2024.

    Di sela-sela kegiatan tersebut, peserta didik SMP Negeri 1 Glenmore juga membuka bazar dan pameran produk yang menampilkan berbagai macam hasil karya siswa, mulai dari makanan dan minuman hingga produk-produk kreatif lainnya.

    Terdapat berbagai stand yang menyuguhkan jajanan tradisional yang dikemas secara modern, serta minuman kekinian yang patut untuk dicicipi.

    Semua produk yang dipamerkan merupakan hasil karya peserta didik SMP Negeri 1 Glenmore.

    Menurut Joko Sugiharto, S.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Glenmore, Dies Natalis ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin diselenggarakan.

    Tujuan dari lomba-lomba ini adalah untuk menumbuhkan semangat dan sportifitas di kalangan peserta didik.

    Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk melatih jiwa kewirausahaan para siswa, agar kelak mereka dapat menjadi entrepreneur yang sukses.

    Dalam bazar, para peserta didik diajarkan mulai dari perencanaan, promosi produk, proses produksi, hingga penjualan produk.

    Pada hari Kamis (7/11), juga diadakan lomba Baca Puisi tingkat SD/MI sederajat yang diikuti oleh peserta didik dari beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi.

    Lomba ini dilanjutkan dengan lomba Baca Puisi tingkat SMP.

    Peni Lestari, S.Pd., selaku Koordinator Lomba Baca Puisi, mengatakan, “Event ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi peserta didik yang memiliki bakat dan minat di bidang sastra, khususnya dalam membaca puisi.”

    Hal ini merupakan bagian dari komitmen SMP Negeri 1 Glenmore untuk meningkatkan literasi serta memperkuat penguasaan bahasa dan sastra di kalangan peserta didik.

    Peserta lomba Baca Puisi menunjukkan antusiasme yang luar biasa dalam membacakan puisi-puisi mereka.

    Kriteria penilaian lomba ini mencakup penghayatan, ekspresi, vokal, dan totalitas dalam membawakan puisi.

    Para peserta membawakan puisi dengan semangat dan ekspresi yang mendalam, sehingga mampu memukau penonton.

    Dewan juri lomba Baca Puisi terdiri dari Andi Budi Setiawan, Ketua Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI), Samsuri, anggota Komunitas Paras Blambangan sekaligus purna guru SMP Negeri 1 Glenmore, dan Akira Luhaning Walaranti, guru bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Glenmore.

    Karena banyaknya penampilan peserta yang luar biasa hebat, dewan juri mengaku kesulitan dalam menentukan siapa yang pantas keluar sebagai juara.

    Pada akhir kegiatan, tepatnya pada 9 November 2024, akan diumumkan para pemenang dari masing-masing lomba.

    Pemberian hadiah akan dilakukan dengan mengundang peserta lomba beserta para pembimbing untuk hadir dalam acara tersebut.

    Kegiatan ini akan ditutup dengan penampilan ekstrakurikuler dari SMP Negeri 1 Glenmore sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh peserta dan sebagai ajang promosi kepada masyarakat umum, khususnya SD/MI yang ada di wilayah Kecamatan Glenmore.

  • D. Zawawi Imron Hadir di Olimpiade Literasi KOPIWANGI, Menyemai Inspirasi bagi Generasi Muda Banyuwangi

    D. Zawawi Imron Hadir di Olimpiade Literasi KOPIWANGI, Menyemai Inspirasi bagi Generasi Muda Banyuwangi

    Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI) menggelar Olimpiade Literasi Baca Puisi dan Bercerita dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia, pada Minggu (27/10/2024).

    Acara ini menjadi lebih istimewa dengan kehadiran maestro sastra nasional, D. Zawawi Imron yang terkenal dengan julukan Celurit Emas.

    Kedatangan Zawawi Imron ke Banyuwangi sendiri adalah bagian dari rangkaian acara Jambore Sastra Asia Tenggara yang berlangsung dari 24 hingga 26 Oktober 2024, dan ia berkesempatan hadir dalam Olimpiade Literasi untuk bertemu langsung dengan para peserta.

    Kehadirannya di tengah para peserta dan guru pendamping memberikan nuansa khidmat sekaligus mendalam bagi seluruh hadirin.

    Duduk bersama peserta, Zawawi Imron menyempatkan diri untuk berbagi pengalaman dan motivasi dalam dunia sastra.

    Dengan semangat yang tulus, ia memberikan dorongan bagi para pelajar yang mengikuti olimpiade untuk mengembangkan bakat dan kecintaan mereka pada literasi.

    Dalam sesi tersebut, Zawawi menekankan pentingnya kepekaan dalam melihat realitas kehidupan melalui puisi dan cerita yang menurutnya dapat membantu seseorang menyelami makna kehidupan lebih dalam.

    Tak hanya memberi motivasi, Zawawi juga membacakan puisi legendarisnya yang berjudul “Ibu.”

    Puisi ini telah lama dikenal sebagai karya yang penuh emosi dan rasa syukur kepada sosok ibu, yang selalu menjadi inspirasi utama dalam hidupnya.

    Suasana menjadi begitu hening dan khusyuk saat Zawawi melantunkan puisi itu, seakan-akan tiap kata yang diucapkannya menyentuh hati para peserta, yang banyak di antaranya tampak terkesima.

    “Ibu” tidak hanya mengangkat tema kasih sayang dan pengorbanan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai luhur tentang cinta dan penghormatan terhadap orang tua.

    Di akhir sesi, D. Zawawi Imron menutup kehadirannya dengan sebuah nasihat sebagai tanda perpisahan, membuat suasana semakin hangat.

    Para peserta, guru, dan panitia tampak antusias mengabadikan momen bersama melalui foto yang nantinya akan menjadi kenang-kenangan berharga.

    Kehadiran Zawawi Imron dalam acara ini tak hanya menambah semangat literasi bagi pelajar Banyuwangi tetapi juga menegaskan bahwa puisi dan sastra tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

    Momen istimewa ini memberi warna tersendiri dalam pelaksanaan Olimpiade Literasi KOPIWANGI, yang sukses menarik minat besar dari berbagai kalangan, terutama generasi muda.

    Diharapkan, semangat yang dibawa Zawawi Imron dapat menjadi sumber inspirasi yang mendorong lebih banyak generasi muda Banyuwangi untuk berkarya dan memperkaya dunia sastra di masa mendatang.

  • Dua Buku Puisi Rissa Churria Resmi Diluncurkan, Jadi Inspirasi Penulis Muda Banyuwangi

    Dua Buku Puisi Rissa Churria Resmi Diluncurkan, Jadi Inspirasi Penulis Muda Banyuwangi

    Rissa Churria, penulis puisi asal Banyuwangi yang kini menetap di Depok resmi meluncurkan dua buku puisi terbarunya berjudul Kitab Puisi Kecup Selalu untuk Rasulullah dan Larung Murung.

    Acara peluncuran berlangsung khidmat di Arjuna Cafe dan Resto, Kemiren, Banyuwangi, pada Minggu (27/10/2024), dihadiri oleh sejumlah tokoh sastra serta komunitas seni Banyuwangi.

    Ketua Jagat Sastra Milenial, Riri Satria memberikan apresiasi atas konsistensi Rissa yang merupakan anggota komunitas tersebut dalam berkarya.

    Dalam sambutannya, Riri menyebutkan bahwa Rissa adalah sosok penulis produktif yang terus berkarya di sela-sela kesibukannya sebagai pengajar.

    “Karya-karya Rissa selalu menyiratkan pesan-pesan mendalam. Dedikasinya menjadi inspirasi bagi banyak penulis muda,” ungkap Riri.

    Syafaat, Ketua Komunitas Lentera Sastra, dan Hasan Basri, Ketua Dewan Kesenian Belambangan (DKB) turut hadir dan memberikan dukungan terhadap perkembangan sastra di Banyuwangi.

    Antariksawan Yusuf dari Media Belambangan.com dan Aekanu Haryono, Ketua Komunitas Killing Osing Banyuwangi juga hadir untuk menunjukkan dukungan mereka.

    Hasan Basri berharap semakin banyak penulis sastra dari Banyuwangi yang dapat dikenal di kancah internasional.

    Dalam momen spesial ini, Riri Satria juga memberikan bingkisan buku kepada dua kepala madrasah yang hadir, yakni Majidatul Himmah dari MI Darunnajah 2 Banyuwangi dan Sugeng Maryono dari MTsN 10 Banyuwangi.

    Keduanya menyampaikan rasa terima kasih atas buku-buku tersebut yang akan menjadi bacaan inspiratif bagi para siswa.

    Peluncuran buku ini menjadi bukti konsistensi Rissa Churria dalam memperkaya dunia sastra Banyuwangi meskipun tinggal di luar kota.

    Acara ini sekaligus menutup rangkaian Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) yang digelar pada 24-26 Oktober 2024.

    Diskusi hangat yang dipandu oleh Syafaat menambah semarak acara, dan sebagai bentuk apresiasi, Rissa memberikan buku kepada semua yang hadir.

  • Olimpiade Literasi KOPIWANGI 2024 Sukses Digelar, Antusias Pelajar Banyuwangi pada Literasi Kian Meningkat

    Olimpiade Literasi KOPIWANGI 2024 Sukses Digelar, Antusias Pelajar Banyuwangi pada Literasi Kian Meningkat

    Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia, Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI) menggelar Olimpiade Literasi Baca Puisi dan Bercerita, Minggu (27/10/2024).

    Event ini menjadi ajang istimewa bagi para pelajar untuk mengeksplorasi kemampuan literasi dalam atmosfer yang penuh semangat dan apresiasi terhadap karya sastra.

    Program Olimpiade ini adalah implementasi dari salah satu program unggulan KOPIWANGI yang bertujuan mengembangkan keterampilan literasi bagi anggotanya maupun peserta didik di seluruh Banyuwangi.

    KOPIWANGI sebagai komunitas literasi terus mengedepankan tiga program utama, antara lain:

    1. Pelatihan, pendampingan sampai penerbitan karya untuk anggota KOPIWANGI maupun peserta didik.

    2. Mengadakan event literasi baik via daring atau pun luring diantaranya lomba cipta puisi, lomba menulis esai, lomba baca puisi, bercerita sampai menulis buku bersama.

    3. Program pemberdayaan untuk anggota KOPIWANGI maupun peserta didik.

    Olimpiade Baca Puisi dan Bercerita ini merupakan bagian dari program literasi KOPIWANGI yang kedua, yakni penyelenggaraan berbagai kompetisi literasi.

    Ratusan Peserta Antusias dari Berbagai Sekolah

    Olimpiade Literasi ini diikuti oleh 123 peserta dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA di Banyuwangi.

    Dalam kategori lomba Baca Puisi, tercatat 91 peserta dengan rincian 42 dari SD/MI, 33 dari SMP/MTs, dan 16 dari SMA/SMK/MA.

    Sedangkan lomba Bercerita diikuti oleh 32 peserta yang terdiri dari 14 peserta SD/MI, 9 peserta SMP/MTs, dan 9 peserta SMA/SMK/MA.

    Setiap kategori mempertandingkan kemampuan peserta dalam menyampaikan makna puisi dan cerita dengan ekspresi dan emosi yang kuat.

    Ajang ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi pelajar untuk mengasah bakat dalam bidang literasi sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap sastra Indonesia.

    Adapun dewa juri yang terlibat dalam Olimpiade Literasi Baca Puisi & Bercerita diantaranya H. Abdullah Fauzi penulis sastra asal Banyuwangi, Maulana Affandi direktur Penerbit Lintang Banyuwangi sekaligus pimred dari media sastrawacana.id/ dan Tawangalun.com, dan kak Putri Nurul Azizah yang merupakan penulis Balai Besar Bahasa Provinsi Jawa Timur.

    Daftar Pemenang Olimpiade Literasi Baca Puisi dan Bercerita

    Berikut adalah daftar para juara dalam masing-masing kategori:

    Lomba Baca Puisi Jenjang SD/MI

    Juara 1: Sakura Nohana P

    Juara 2: RR Qyara Arkana P

    Juara 3: Avilla Fikratus P.Y

    Juara Harapan 1: Syifa Aulia

    Juara Harapan 2: Atika Zahra R

    Juara Harapan 3: Daffa Adiba Y

    Lomba Baca Puisi Jenjang SMP/MTs

    Juara 1: Sirojun Nawafil

    Juara 2: Sofhiatur Rizkia P

    Juara 3: Andri Maulana

    Juara Harapan 1: Ilham

    Juara Harapan 2: Rafa Tabina P

    Juara Harapan 3: Isma Ayu Arifin

    Lomba Baca Puisi Jenjang SMA/SMK/MA

    Juara 1: Ana Hurin M J

    Juara 2: Dewi Puspita

    Juara 3: Queen Fatimatus Zahra

    Juara Harapan 1: Novi Fitriatul M

    Juara Harapan 2: M. Rizky Yulleo

    Juara Harapan 3: Akmal Deban

    Lomba Bercerita Jenjang SD/MI

    Juara 1: Avila Fikratus Putri Y

    Juara 2: Muhammad Hafis Mahardika

    Juara 3: Alya Ayu Putri Sasaki

    Juara Harapan 1: Jophian Abid Aqila Pranaja

    Juara Harapan 2: Atika Zahra Ratifa

    Juara Harapan 3: Marsya Adelia Vanda

    Lomba Bercerita Jenjang SMP/MTs

    Juara 1: Siska Anindita

    Juara 2: Hudansyah Ahmad Madhani

    Juara 3: Friska Bahtiar R

    Juara Harapan 1: Melan Agustian Ramadhani

    Juara Harapan 2: Ivana Prita Nabila

    Juara Harapan 3: Dina Ayudyah Putri Wahyudi

    Lomba Bercerita Jenjang SMA/SMK/MA

    Juara 1: Nur Alyuni Citra

    Juara 2: Gita Maharani

    Juara 3: Virdiana Agustina

    Juara Harapan 1: Irma Wildani Silvia

    Juara Harapan 2: Mareta Maulida Putri

    Juara Harapan 3: Risma Nur Aini Reza

    Kehadiran Maestro Sastra D. Zawawi Imron

    D. Zawawi Imron di Olimpiadi Literasi KOPIWANGI
    D. Zawawi Imron di Olimpiadi Literasi KOPIWANGI

    Momen istimewa dalam Olimpiade Literasi ini adalah hadirnya maestro sastra nasional, D. Zawawi Imron, yang dikenal dengan julukan “Celurit Emas”.

    Meskipun memiliki agenda padat di Banyuwangi, D. Zawawi menyempatkan hadir untuk memberikan motivasi kepada peserta olimpiade.

    Dengan senyum penuh ketulusan, beliau duduk bersama para peserta dan guru pendamping, menyampaikan nasihat dan inspirasi bagi generasi muda yang memiliki minat di dunia literasi.

    Sebagai bentuk penghargaan dan kecintaannya terhadap literasi, D. Zawawi juga membacakan puisi berjudul “Ibu”, yang menggetarkan hati dan membuat para hadirin terpukau.

    Dalam suasana yang penuh kehangatan, beliau mengakhiri sesi dengan sebuah pantun perpisahan yang disambut tepuk tangan meriah dari para peserta dan guru.

    Olimpiade Literasi sebagai Agenda Tahunan

    Selain menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan minat baca puisi dan bercerita, olimpiade ini juga bertujuan untuk mempererat komunitas literasi di Banyuwangi.

    Dengan dukungan dari berbagai pihak, KOPIWANGI berharap Olimpiade Literasi ini dapat diselenggarakan setiap tahun sebagai agenda rutin.

    Hal ini diharapkan akan menjadi langkah nyata dalam memperkuat budaya literasi, serta memberikan kesempatan bagi anggota komunitas literasi untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan.

  • Penyair Goes to School di MTsN 10 Banyuwangi Hidupkan Semangat Sastra di Hati Pelajar

    Penyair Goes to School di MTsN 10 Banyuwangi Hidupkan Semangat Sastra di Hati Pelajar

    Kegiatan Penyair Goes to School dalam rangka Jambore Sastra Asia Tenggara berlangsung meriah di Aula MTsN 10 Banyuwangi pada Jumat, 25 Oktober 2024.

    Acara ini mengundang perhatian banyak pihak, khususnya para siswa yang hadir dengan antusias.

    Dua narasumber utama yang turut hadir dan berbagi ilmu dalam acara tersebut adalah Siswanto, S.Pd., M.A., dan Aekanu Haryono.

    Sebagai informasi, Siswanto, S.Pd., M.A., adalah seorang penyair asal Sumenep yang kini juga mengajar di Universitas Jember.

    Sementara Aekanu Haryono adalah Ketua Komunitas Killing Osing Banyuwangi serta anggota Majelis Kehormatan Dewan Kesenian Belambangan.

    Dalam kesempatan ini, Siswanto memberikan materi tentang teknik menulis sastra.

    Dengan gaya penyampaian yang inspiratif, ia mengajak para siswa untuk lebih mendalami dunia kepenulisan sastra, baik dari segi kreativitas maupun teknik.

    Siswanto menyampaikan berbagai tips penting tentang bagaimana memulai dan mengembangkan karya sastra yang berkualitas.

    “Saya kagum dengan kecepatan siswa MTsN 10 Banyuwangi dalam menyerap teknik menulis puisi yang berakar pada kearifan lokal Banyuwangi. Siswa di sini mumpuni dalam keterampilan menulisnya, dan kami terkejut dengan kualitas puisi-puisi yang mereka sajikan. Potensi ini harus terus dijaga dan dikembangkan agar semakin baik,” ungkap Siswanto, yang merupakan alumni FKIP Universitas Jember dan Universitas Gadjah Mada.

    Di sisi lain, Aekanu Haryono, seorang pemandu wisata terkenal di Banyuwangi, berbagi wawasan mengenai pentingnya sastra dan budaya lokal dalam membentuk identitas bangsa.

    Karya-karya Aekanu, seperti bukunya yang berjudul Sri Tanjung Hidup Lagi, telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, menandakan tingginya apresiasi terhadap sastra lokal di tingkat internasional.

    Aekanu menekankan bahwa menulis karya sastra yang berakar pada tradisi dan kearifan lokal adalah cara untuk menjaga identitas budaya bangsa.

    Kepala MTsN 10 Banyuwangi, Sugeng Maryono, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa terima kasih kepada para penyair dan pihak penyelenggara.

    “Kami sangat berterima kasih, MTsN 10 Banyuwangi terpilih menjadi salah satu lokasi kegiatan Penyair Goes to School. Semoga kegiatan ini memberikan motivasi dan inspirasi bagi anak-anak untuk mengenal lebih dalam dunia sastra dan menulis,” ungkapnya.

    Para siswa sangat antusias dengan kesempatan berdialog langsung bersama kedua penyair tersebut.

    Acara ini diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk semakin mencintai sastra, baik sebagai wujud kebudayaan maupun sebagai sarana pengembangan diri.

    Sebagai tuan rumah, MTsN 10 Banyuwangi menampilkan berbagai pertunjukan seni sebagai bentuk penyambutan, termasuk tari, pembacaan puisi, dan Lomba Keterampilan Baris-Berbaris (LKBB) yang sebelumnya meraih juara dalam kegiatan Dispora dan Radar Banyuwangi.

    Setelah acara, para tamu diajak menikmati hidangan ikan bakar di pantai Blimbingsari.

    Salah satu narasumber, yang kerap mengantar misi seni budaya Banyuwangi ke seluruh Nusantara dan mancanegara, menyatakan kekagumannya.

    “Kami ini tukang potret, tapi karena terpukau dan menikmati penyambutan dari warga pendidikan MTsN 10, kami bahkan lupa mengambil gambar, apalagi video!” ujarnya.

    Acara Penyair Goes to School ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi para siswa, tetapi juga mempererat hubungan antara pelajar, seniman, dan masyarakat yang peduli pada kemajuan sastra di Banyuwangi.