SASTRAWACANA.id – Memasuki bulan Februari 2026, curah hujan yang tinggi di sebagian besar wilayah Indonesia mulai menimbulkan kekhawatiran akan lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Berdasarkan data kesehatan tahunan, bulan Februari seringkali menjadi puncak perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Penyakit DBD tidak bisa dianggap remeh. Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, kondisi pasien bisa menurun drastis dalam waktu singkat.

Oleh karena itu, penting bagi setiap keluarga untuk mengenali gejala awal agar tidak salah dalam melakukan tindakan medis.

Berikut adalah panduan lengkap mengenai gejala, fase kritis, hingga langkah darurat yang harus dilakukan jika anggota keluarga menunjukkan tanda-tanda DBD.

Baca juga: Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Secara Online lewat Lapak Asik, 1 Hari Cair Tanpa Antre!

Gejala DBD yang Sering Terabaikan

Berbeda dengan demam biasa, gejala DBD memiliki karakteristik khusus yang perlu diwaspadai:

  • Demam Tinggi Mendadak: Demam bisa mencapai 39-40°C yang berlangsung selama 2 hingga 7 hari.
  • Nyeri Sendi dan Otot: Sering disebut sebagai “breakbone fever” karena rasa nyeri yang luar biasa pada tulang dan otot.
  • Nyeri di Belakang Mata: Rasa sakit yang khas saat menggerakkan bola mata.
  • Muncul Bintik Merah: Ruam atau bintik merah di kulit yang tidak hilang saat ditekan.
  • Mual dan Muntah: Nafsu makan menurun drastis disertai nyeri ulu hati.

Waspadai “Fase Pelana Kuda”

Banyak orang terkecoh saat memasuki hari ke-4 atau ke-5, di mana suhu tubuh tiba-tiba turun ke angka normal.

Hati-hati! Ini seringkali merupakan Fase Kritis. Pada tahap ini, risiko terjadi kebocoran plasma atau penurunan trombosit paling besar.

Jika pasien tampak lemas, ujung jari dingin, atau terjadi pendarahan (seperti mimisan), segera bawa ke IGD rumah sakit terdekat.

Langkah Darurat di Rumah

Sebelum mendapatkan penanganan medis profesional, lakukan hal berikut:

  • Berikan Banyak Cairan: Air putih, oralit, atau jus buah untuk mencegah dehidrasi.
  • Kompres Air Hangat: Untuk membantu menurunkan suhu tubuh.
  • Pemberian Obat Penurun Panas: Gunakan paracetamol (Hindari Ibuprofen atau Aspirin karena dapat memicu pendarahan pada pasien DBD).

Baca Juga: Sangat Mudah! Cara Cek Status BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak Lewat HP, Pastikan Kartu Bisa Digunakan Sebelum Berobat!

Pencegahan 3M Plus

Jangan tunggu ada anggota keluarga yang sakit. Lakukan gerakan 3M Plus secara rutin: Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat tangki air, dan Mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air hujan.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.