Pertandingan Pencak Silat Dipimpin Oleh? Ini Jawaban dan Pembahasannya

Sastrawacana.id

Pertandingan Pencak Silat
Pertandingan Pencak Silat (Flickr.com/Ben Cho)

Pertandingan pencak silat dipimpin oleh 1 wasit dan 5 juri, dimana wasit bertugas memimpin pertandingan agar tidak terjadi kecurangan, sedangkan juri mencatat penilaian.

Pembahasan

Pencak silat adalah seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia. Pencak silat melibatkan berbagai gerakan fisik, teknik bertarung, dan aspek budaya.

Seni bela diri ini memiliki beragam aliran atau perguruan yang mengajarkan berbagai gaya dan filosofi yang berbeda.

Baca juga: 8 Seni Bela Diri Paling Mematikan di Dunia

Pencak silat mencakup teknik-teknik serangan dan pertahanan yang melibatkan pukulan, tendangan, lemparan, kuncian, serta penggunaan senjata tradisional seperti keris, golok, atau tongkat

Selain aspek fisik, pencak silat juga mengedepankan nilai-nilai moral, etika, dan kehormatan dalam latihan dan kompetisi.

Pencak silat tidak hanya sebagai seni bela diri, tetapi juga merupakan bagian penting dari warisan budaya Indonesia.

Di samping digunakan sebagai alat pertahanan diri, pencak silat juga dipertunjukkan dalam acara-acara budaya, upacara tradisional, dan sebagai bagian dari identitas kebangsaan Indonesia.

Dalam sebuah pertandingan, bekal utama wasit dan juri adalah memahami peraturan pertandingan secara baik dan benar.

Kemudian penting juga untuk memahami segala sesuatu yang menjadi jiwa peraturan dan ketentuan teknis pelaksanaannya.

Wasit yang baik adalah guru bagi para pesilat, hendaknya wasit menerapkan peraturan yang baik sehingga para pesilat tahu mana yang benar dan mana yang salah dalam sebuah pertandingan.

Dalam memutuskan pemenang, wasit dan juri memiliki beberapa kriteria, antara lain:

1. Menang Angka

Jika pertandingan berhasil diselesaikan dalam 2 babak (untuk usia dini) dan 3 babak (untuk usia dewasa) serta jumlah juri yang menentukan menang atas seorang Pesilat lebih banyak dari padalawannya.

2. Menang Teknik

Jika lawan sudah tidak dapat melanjutkan pertandingan lagi, baik itu karena permintaan sendiri, rekomendasi dokter, permintaan pelatih/pesilat, maupun keputusan wasit,

3. Menang Mutlak

Disebabkan karena pesilat jatuh akibat serangan yang sah dan tidak dapat bangkit, maka setelah hitungan Wasit ke 10 (10 detik) tidak dapat berdiri tegak dengan sikap pasang.

4. Menang Diskualifikasi

Karena lawan mendapat Peringatan III setelah melakukan pelanggaran berat.

5. Menang W.M.P. (Wasit Menghentikan Pertandingan)

Wasit mempunyai wewenang untuk memutuskan pertandingan yang tidak seimbang.

Dalam hal ini perlu diamati / diperhatikan apakah benar-benar tidak seimbang , ataukah hanya merupakan taktik Pesilat dalam babak pendahuluan.

6. Menang Undur Diri

Disebabkan karena lawan tidak hadir di gelanggang setelah pemanggilan yang ketiga. Tenggang waktu setiap pemanggilan adalah 30 detik.

Baca Juga

Bagikan:

Sastrawacana.id

Sastrawacana.id

Media Literasi Indoenesia
x