Sebagai wujud nyata gerakan dakwah dan pengabdian kepada masyarakat, Lembaga Kesehatan Masyarakat (LKM) BKPRMI Kabupaten Banyuwangi terus menggulirkan berbagai program sosial berbasis masjid dan pemberdayaan umat.
Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar pada Minggu siang, 25 Januari 2026, di kediaman BD. Diah Fitrianingsih, S.Keb., M.Kes., CH.
Rapat ini membahas sejumlah agenda strategis yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat hingga memasuki bulan Ramadan.
Salah satu program utama yang akan direalisasikan adalah Bakti Sosial (Baksos) Cek Kesehatan Gratis yang dijadwalkan pada Jumat, 6 Februari 2026, bertempat di salah satu masjid di wilayah Kecamatan Blimbingsari.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan kesehatan berbasis masjid yang diinisiasi oleh LKM BKPRMI Banyuwangi.
Selain itu, LKM BKPRMI juga akan membuka booth kesehatan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Gintangan pada Sabtu, 31 Januari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.
Booth tersebut akan memberikan edukasi kesehatan serta layanan kesehatan ringan bagi masyarakat yang beraktivitas di ruang publik.
Agenda penting lainnya adalah pembentukan DUTA/Laskar LKM BKPRMI yang akan disinergikan dengan DPK LKM Kecamatan Blimbingsari. Kegiatan ini direncanakan berlangsung di Masjid Patoman pada Jumat, 6 Februari 2026.
Dalam rapat tersebut juga disampaikan sejumlah program kolaboratif lintas lembaga di bawah naungan BKPRMI.
Salah satunya adalah kegiatan diklat SAR yang akan digelar oleh Brigade Masjid di Wonosobo selama satu hari penuh, dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai salat Magrib, yang dilanjutkan dengan prosesi pembaretan.
Dalam diklat ini juga akan diselipkan materi penyuluhan PPGD (Pelatihan Penanganan Gawat Darurat). Menariknya, panitia akan memilih satu peserta terbaik oleh pelatih yang akan mendapatkan hadiah berupa voucher umrah.
Selain program pelatihan, BKPRMI Banyuwangi juga menyiapkan kegiatan kultum selama bulan Ramadan yang akan berlangsung selama 30 hari penuh.
Kultum tersebut akan menjadi bagian dari syiar Islam dengan tema-tema yang telah disiapkan sebelumnya.
Tak hanya itu, akan digelar pula kompetisi video bertajuk “Remaja Rijig-Rijig Masjid” yang dilaksanakan selama bulan Ramadan.
Setiap DPK diwajibkan mengirimkan satu video sebagai bentuk partisipasi dalam syiar kreatif berbasis media digital.
Di bidang pendampingan hukum, disepakati pula program sinergi dengan PERADI. Setiap satu DPK akan didampingi oleh satu orang advokat dari PERADI yang akan masuk dalam Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di masing-masing kecamatan.
Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi, H. Mujiono, menegaskan bahwa seluruh kegiatan yang berada di lingkungan BKPRMI harus dilaksanakan dengan semangat sinergi dan kolaborasi antar lembaga.
“Setiap kegiatan, walaupun diinisiasi oleh satu lembaga seperti LKM, maka lembaga lain di bawah naungan BKPRMI harus ikut berpartisipasi.
Baik Brigade maupun lembaga-lembaga lainnya, semua harus bersinergi agar kegiatan semakin sukses, bersinar, dan dikenal luas oleh masyarakat,” tegasnya.
Melalui berbagai program tersebut, BKPRMI Banyuwangi berharap peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan sosial, kesehatan, dakwah, serta penguatan umat di tengah masyarakat.
Sementara itu, LKM BKPRMI Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat gerakan dakwah yang solutif dan kolaboratif.









