Peluang produk lokal Banyuwangi untuk menembus pasar global semakin terbuka.
Hal tersebut mengemuka dalam talkshow bertajuk “Membangun Akses Produk Lokal Menjadi Incaran Pasar Global” yang menghadirkan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso di Aula Pelinggihan Tawang Alun, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Jumat (28/8).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pengusaha Nasyiatul Aisyiyah (APUNA) Banyuwangi ini mempertemukan Menteri Perdagangan dengan pelaku usaha, komunitas pengusaha, UMKM, serta berbagai penggerak ekonomi kreatif di Banyuwangi.
Turut mendampingi Menteri Perdagangan, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, serta sejumlah jajaran Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 150 peserta.
Talkshow berlangsung interaktif. Para pelaku usaha tidak hanya mendapatkan paparan kebijakan, tetapi dapat menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi dalam mengembangkan dan memasarkan produknya.
Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari kelayakan produk untuk ekspor, langkah awal memasuki pasar internasional, perizinan, strategi menemukan buyer, hingga pengalaman pelaku usaha yang telah melakukan ekspor tetapi mengalami persoalan karena tertipu agregator.
Bahkan, peluang produk hasil karya siswa SMK untuk menembus pasar ekspor juga menjadi salah satu pertanyaan yang disampaikan kepada Menteri Perdagangan.
Seluruh pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh Budi Santoso.
Penjelasan yang praktis dan membuka peluang tersebut membuat para pelaku usaha semakin antusias untuk mengembangkan produknya.
Budi Santoso yang akrab disapa Busan menjelaskan bahwa Kementerian Perdagangan memiliki jaringan perwakilan perdagangan di berbagai negara yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha Indonesia untuk membuka akses pasar.
“Kementerian memiliki Atase lebih dari 46 di berbagai negara yang bertugas untuk mencarikan buyer dan menangani business matching berbagai produk termasuk UMKM. Produk yang ingin diekspor apa dan bisa memilih mau ke negara mana, nantinya akan kami proses sampai menemukan buyer,” ungkap Busan.
Menurutnya, pelaku usaha tidak perlu hanya berfokus pada bagaimana menghasilkan produk, tetapi juga perlu memahami pasar yang dituju, meningkatkan kualitas, memenuhi persyaratan dan perizinan, serta membangun strategi pemasaran yang tepat.
Dari Produk Lokal, Menuju Pasar Global
Talkshow tersebut semakin menarik karena di lokasi kegiatan juga digelar pameran produk dari berbagai komunitas pengusaha Banyuwangi.
Beragam produk yang ditampilkan menunjukkan bahwa potensi ekonomi lokal Banyuwangi tidak hanya bertumpu pada komoditas pertanian, tetapi juga berkembang pada sektor pangan olahan, kopi, kerajinan, fesyen, kriya, hingga produk kreatif.
Sebanyak 22 peserta pameran turut menampilkan produknya, di antaranya Cigaraya Indonesia dengan cerutu daun talas, Alpukat Sofyan, Al-Balad Beans, Sambal Tempong Kemasan, LPNU Banyuwangi, APUNA, Pancoran Craft, Pakarwangi, Kejaya Handicraft, Pawoenkoe (Sinema Indonesia), Pawoenkoe Mevraiw, Kriya Bambu Papring, Iswara, Asosiasi UMAMI, Kopitalisasi, Bakpia Pewe, Karya Tangi, kerajinan bambu, Studer Pucuk Wetan (IWAPI), PT Rayan Smart Kreatif, serta Batik Papring.
Keberagaman produk tersebut menjadi gambaran bahwa Banyuwangi memiliki banyak produk lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan juga memperkenalkan program “Pojok Product Placement Pilihan Busan” sebagai salah satu peluang bagi produk pelaku usaha untuk masuk ke jaringan ritel modern.
“Tiga bulan sekali produk APUNA dan bapak ibu sekalian bisa didaftarkan ke Pilihan Busan. Kalau lolos, sudah pasti bisa masuk ke seluruh jaringan ritel modern,” jelas Busan.
Program tersebut disambut antusias oleh para pelaku usaha karena memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai jalur pengembangan pasar produk lokal, tidak hanya menuju konsumen domestik tetapi juga menuju jaringan perdagangan yang lebih luas.
APUNA Jadi Ruang Kolaborasi Perempuan Muda dalam Ekonomi

Ketua PDNA Banyuwangi, Roudhotul Jannah, mengatakan bahwa talkshow tersebut tidak hanya menjadi ruang bertemunya pemerintah dengan pelaku usaha, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antarpelaku UMKM di Banyuwangi.
Menurut Nana, sapaan akrab Roudhotul Jannah, APUNA hadir sebagai wadah bagi perempuan muda Nasyiatul Aisyiyah untuk berdaya dalam bidang ekonomi sekaligus membangun jejaring usaha yang lebih luas.
“Talkshow ini sekaligus menjadi ajang sinergi dan kolaborasi UMKM untuk bersama-sama meluaskan jejaring usahanya. APUNA adalah wadah perempuan muda Nasyiah untuk berdaya dalam ekonomi,” ungkap Nana.
Ia menambahkan, berbagai peluang yang disampaikan Menteri Perdagangan akan menjadi bahan tindak lanjut bagi APUNA Banyuwangi, termasuk dengan menghubungkannya melalui Koordinator Wilayah APUNA Jawa Timur.
“Peluang-peluang ekspor yang disampaikan oleh Menteri Perdagangan ini bisa difollow up ke Koordinator Wilayah APUNA Jawa Timur,” tambahnya.
Dari Silaturahmi Menjadi Jejaring Usaha
Semangat kolaborasi juga terasa dari para peserta. Salah satunya disampaikan oleh PC LPNU Banyuwangi melalui pesan di grup WhatsApp peserta kegiatan.
“Kami atas nama PC LPNU Banyuwangi juga terima kasih sudah diundang, mudah-mudahan nanti APUNA bisa bersinergi dan kolaborasi dengan kami, matur nuwun.”
Pesan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa pertemuan tersebut tidak berhenti pada forum sehari.
Lebih dari itu, talkshow menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai komunitas dan membuka kemungkinan kerja sama baru.
Bagi APUNA Banyuwangi, mempertemukan pelaku usaha dengan pemerintah sekaligus mempertemukan pelaku usaha satu dengan lainnya merupakan bagian penting dari upaya membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat.
Produk lokal tidak cukup hanya dikenal di daerah asalnya. Ia perlu diberi jalan untuk tumbuh, menemukan pasar, membangun jejaring, dan memiliki kesempatan untuk bersaing di tingkat global.
Melalui talkshow bersama Menteri Perdagangan RI ini, APUNA Banyuwangi membawa satu pesan penting: Banyuwangi tidak hanya memiliki produk lokal yang layak dibanggakan, tetapi juga memiliki potensi untuk menjadi bagian dari pasar global. (Zahrotul Janah)









