Kategori: Berita

  • Indonesia Raih Empat Medali Perunggu di International Mathematical Olympiad 2025

    Indonesia Raih Empat Medali Perunggu di International Mathematical Olympiad 2025

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda berprestasi melalui program pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan.

    Hasil pembinaan tersebut kembali membuahkan prestasi di kancah internasional.

    Pada ajang International Mathematical Olympiad (IMO) ke-66 tahun 2025 yang berlangsung di Sunshine Coast, Queensland, Australia, tanggal 10–20 Juli 2025, tim Indonesia berhasil meraih empat medali perunggu dan dua Honorable Mention.

    Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh peserta dari 110 negara di seluruh dunia.

    Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian para siswa.

    Ia menyebut keberhasilan ini sebagai buah dari proses seleksi dan pembinaan yang tersusun secara sistematis.

    “Selamat atas prestasi gemilang yang adik-adik capai. Kami sangat bangga karena perjalanan menuju ajang ini tidak mudah. Semoga adik-adik terus menjadi talenta yang menginspirasi dan berkarakter,” ujar Irene.

    Empat peraih medali perunggu Indonesia adalah:

    • Janssen Edyth Lim (SMAK Immanuel Pontianak)
    • Raymond Christopher Tanto (SMAK Kalam Kudus Sukoharjo)
    • Jesreel Hasiholan Sigalingging (SMAS Kristen 5 BPK Penabur Jakarta)
    • Louis Wilson Gunawan (SMAS 1 Kristen BPK Penabur Jakarta)

    Sementara itu, dua peserta yang meraih Honorable Mention adalah Leonardo Valerian (SMA Darma Yudha, Riau) dan Danica Odelia (SMAS Kristen BPK Penabur Gading Serpong)

    Dalam ajang IMO 2025 ini, delegasi Indonesia didampingi oleh Nanang Susyanto dari Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai ketua tim dan Aleams Barra dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai wakil ketua tim.

    Nanang menyampaikan bahwa skor tim Indonesia tahun ini meningkat sebanyak 11 poin atau sekitar 4,4 persen dibanding tahun sebelumnya, yang menunjukkan adanya perkembangan signifikan dalam sistem pembinaan nasional.

    Ia berharap prestasi ini menjadi pendorong semangat untuk memperkuat strategi pembinaan ke depan agar bisa meraih hasil lebih baik lagi pada ajang IMO berikutnya.

    Sebagai informasi, IMO merupakan kompetisi matematika tingkat menengah tertua dan paling prestisius di dunia.

    Keberhasilan Indonesia dalam ajang ini kembali menegaskan bahwa dengan pembinaan yang tepat dan dukungan berkelanjutan, pelajar Indonesia mampu bersaing dan berjaya di panggung internasional.

  • Empat Siswa Terbaik Indonesia Wakili Tanah Air di Olimpiade Informatika Internasional 2025

    Empat Siswa Terbaik Indonesia Wakili Tanah Air di Olimpiade Informatika Internasional 2025

    Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengirimkan empat siswa terbaik Indonesia untuk berlaga di ajang bergengsi International Olympiad in Informatics (IOI) 2025.

    Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Sabtu (26/7), menyampaikan bahwa kompetisi tersebut digelar di Sucre, Bolivia mulai tanggal 27 Juli hingga 3 Agustus 2025.

    Lebih dari 650 peserta dari 98 negara akan ambil bagian dalam kompetisi tingkat dunia ini.

    “Semua siswa yang terpilih di IOI ini sudah melalui proses yang sangat panjang mulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional, hingga tahap pembinaan. Kami yakin adik-adik dapat meraih prestasi yang membanggakan,” ujar Irene.

    Keempat siswa terpilih tersebut merupakan hasil binaan langsung dari Puspresnas. Mereka adalah:

    • Aufan Ahmad Mumtaza dari SMAS Al-Irsyad Satya
    • Kelven Nathanael dari SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya
    • Hanif Achdan Pietoyo dari SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta
    • Nathan Allan dari SMA Kanisius Jakarta

    Dukungan juga datang dari Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto, yang mengapresiasi pencapaian para siswa.

    “Selamat kepada adik-adik yang telah terpilih menjadi delegasi Indonesia. Proses sampai bisa mewakili Indonesia di ajang Internasional ini tentu tidak mudah. Selamat berjuang dan raih hasil yang terbaik,” katanya.

    Dalam ajang ini, para siswa juga akan didampingi oleh tim pembina, yaitu Ammar Fathin Sabili dari Universitas Indonesia sebagai Team Leader dan Joel Gunawan dari Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) sebagai Deputy Leader.

    “Kami optimistis punya peluang, semoga semua siswa mendapat semua medali. Besar harapannya mereka juga mendapat medali emas,” kata Ammar

    Sebagai informasi, IOI adalah ajang kompetisi internasional di bidang informatika yang menekankan kemampuan pemrograman (coding) dan penyelesaian masalah algoritmik tingkat tinggi.

    Sumber: Antara

  • Gubernur Jatim Apresiasi Kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Ponorogo

    Gubernur Jatim Apresiasi Kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Ponorogo

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi terhadap kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 di Ponorogo yang akan memulai proses belajar mengajar pada tanggal 1 Agustus 2025.

    Dalam kunjungan ke lokasi di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Tambakbayan pada Sabtu, 26 Juli lalu, Khofifah menyampaikan bahwa sekolah ini sangat representatif, berdiri di atas lahan seluas 4,5 hektare dan sudah dilengkapi fasilitas seperti ruang kelas, asrama, laboratorium, dan lapangan olahraga.

    “Sekolah Rakyat di Ponorogo ini sangat lengkap, luas, dan siap mencetak anak-anak hebat. Mulai dari kelas, asrama, lapangan olahraga, hingga laboratorium sudah disiapkan dengan baik,” kata Khofifah dalam keterangan di Ponorogo, Minggu.

    Khofifah menyebut Ponorogo sebagai salah satu dari dua daerah di Jawa Timur, selain Banyuwangi, yang telah menerapkan sistem Sekolah Rakyat terintegrasi dari tingkat SD hingga SMA.

    SR Terintegrasi 5 ini direncanakan menampung sebanyak 125 siswa dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), terbagi atas 25 siswa SD, 50 siswa SMP, dan 50 siswa SMA.

    Khofifah juga menyoroti sistem boarding school yang diterapkan sebagai kekuatan dalam membentuk karakter dan disiplin siswa.

    Ia meminta pengelola untuk menyusun jadwal harian yang mencakup jam tidur, belajar malam, hingga olahraga pagi, misalnya senam pagi selama 30 menit serta pembinaan karakter lewat kerja sama dengan TNI dan Polri.

    “Senam pagi 30 menit misalnya, akan melatih kedisiplinan dan pembinaan fisik sejak dini. Pembinaan karakter juga bisa diperkuat dengan pendampingan dari TNI dan Polri,” ujarnya.

    Selain itu, dia berharap penguatan kemampuan Bahasa Inggris melalui kolaborasi dengan lembaga di Kampung Inggris, Pare, Kediri.

    Tak hanya itu, Khofifah mendorong siswa untuk bermimpi besar, apakah menjadi profesional seperti dokter, guru, polisi, atau bahkan bupati/gubernur, serta meminta wali murid tetap memberikan dukungan moral.

    “Kalian bisa jadi dokter, guru, polisi, tentara, bahkan bupati atau gubernur. Jangan takut bermimpi tinggi,” paparnya.

    Kepala SR Terintegrasi 5 Ponorogo, Devitri Candrawati, menyampaikan bahwa revitalisasi gedung hampir selesai dan berbagai bantuan seperti kasur serta peralatan belajar sudah mulai tiba.

    Pemerintah Kabupaten Ponorogo menargetkan pembangunan tahap akhir rampung sebelum 1 Agustus. Rencana serupa juga disiapkan untuk Kecamatan Jenangan pada tahun berikutnya, dengan luas lahan mencapai 8 hektare.

    Sumber: Antara

  • Pemerintah Salurkan Bantuan Rp4,3 Miliar untuk Penguatan Pendidikan Keagamaan di Riau

    Pemerintah Salurkan Bantuan Rp4,3 Miliar untuk Penguatan Pendidikan Keagamaan di Riau

    Dalam rangka memperkuat pendidikan keagamaan di Provinsi Riau, pemerintah pusat melalui Komisi VIII DPR RI memberikan bantuan senilai Rp4.369.000.000 atau Rp4,3 miliar.

    Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang.

    Ia didampingi oleh perwakilan dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama RI, dan diterima secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, MPd, pada Jumat, 25 Juli 2025.

    Tak hanya itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktorat Pesantren juga memberikan tambahan bantuan sebesar Rp650 juta yang meliputi dua program utama, yaitu Inkubasi Bisnis Pesantren dan Sanitasi Pesantren Tahun 2025.

    “Kami sangat mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dan Komisi VIII DPR RI terhadap lembaga pendidikan keagamaan di Riau. Bantuan ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk penguatan pesantren,” ujar Muliardi.

    Ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk nyata dari upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren serta meningkatkan taraf hidup santri, khususnya dalam hal pengelolaan lingkungan dan sanitasi.

    Di sisi lain, Marwan Dasopang menegaskan bahwa pemberian bantuan ini mencerminkan komitmen negara dalam memastikan bahwa pendidikan agama, terutama di lingkungan pesantren, tidak tertinggal dalam hal fasilitas dan pengembangan ekonomi.

    “Pondok pesantren telah eksis sebelum Indonesia merdeka dan menjadi bagian dari perjuangan bangsa. Sudah sepatutnya mendapat perhatian negara. Kini saatnya pesantren diakui sebagai lembaga pendidikan formal, sejalan dengan visi Presiden tentang penguatan SDM Indonesia,” tegasnya.

    Ia turut menambahkan bahwa bantuan tersebut bukan hanya sebatas regulasi di atas kertas, tetapi merupakan bentuk dukungan nyata negara yang langsung menyasar lembaga pendidikan keagamaan.

    Marwan juga memberikan dorongan agar Direktorat Jenderal Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di bawah Kementerian Agama diperkuat baik dari segi struktur kelembagaan maupun alokasi anggaran.

    Sumber: riau.go.id

  • Dukung Pendidikan Agama, Pemkab Sidrap Dapat Apresiasi dari Menteri Agama RI

    Dukung Pendidikan Agama, Pemkab Sidrap Dapat Apresiasi dari Menteri Agama RI

    Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) atas keseriusannya dalam memperkuat pendidikan berbasis agama di wilayah tersebut.

    Hal ini disampaikan saat bersilaturahmi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sidrap di Villa An Nur yang berlokasi di Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, pada Jumat, 25 Juli 2025.

    Dalam sambutan resminya, Prof. Nasaruddin menilai bahwa langkah konkret yang diambil Pemkab Sidrap, seperti pengembangan madrasah, pendirian pondok pesantren, dan rumah tahfidz, merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang memiliki akhlak terpuji serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan yang kuat.

    “Kami menyambut baik komitmen Pemkab Sidrap dalam penguatan pendidikan agama. Ini adalah langkah penting untuk membangun generasi yang kuat iman dan akhlaknya,” ujar Menag.

    Ia juga menyoroti peran spiritualitas dalam mendukung kemajuan daerah. Menurutnya, keberkahan tidak semata berasal dari kemajuan teknologi, melainkan juga dari kekuatan doa dan keikhlasan masyarakatnya.

    “Buka semua pintu langit, karena rezeki dari langit itu seperti hujan yang menghidupkan bumi,” imbuhnya dengan penuh semangat.

    Di kesempatan yang sama, Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dan dukungan dari Menteri Agama terhadap perkembangan pendidikan agama di Kabupaten Sidrap.

    “Kami berkomitmen memperkuat pendidikan agama sebagai fondasi membangun masyarakat Sidrap yang religius dan berdaya saing,” tegas Syaharuddin.

    Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, terdapat 89 rumah tahfidz dan 19 pondok pesantren yang aktif di Sidrap.

    Pemerintah daerah pun terus berupaya untuk mendorong pemerataan serta peningkatan mutu pendidikan Islam di seluruh pelosok.

    Tidak hanya itu, Bupati juga menyampaikan berbagai pencapaian lainnya, termasuk di bidang pertanian.

    Dengan capaian produksi gabah sebanyak 350 ribu ton dalam satu kali panen, Sidrap menargetkan produksi satu juta ton per tahun melalui sistem tiga kali panen, yang berpotensi menciptakan nilai ekonomi sebesar Rp7,1 triliun.

    “Ini semua berkat doa para guru dan ulama. Sidrap siap menjadi lumbung beras, lumbung telur, energi terbarukan, dan pusat para penghafal Al-Qur’an serta ulama nasional,” pungkasnya.

    Dalam kegiatan tersebut, turut hadir istri Menteri Agama yang juga menjabat sebagai Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag RI, Hj. Helmi Halimatul Udhmah, beserta sejumlah staf ahli dan pejabat eselon I Kementerian Agama. Kedatangan rombongan disambut oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, Kepala Kemenag Sidrap, H. Muhammad Idris Usman, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tokoh-tokoh masyarakat.

    Setelah acara silaturahmi di Sidrap, Menag RI beserta rombongan melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Wajo untuk menghadiri wisuda santri di Pondok Pesantren As’Adiyah sekaligus meluncurkan Kurikulum Cinta.

    Sumber: Kemenag

  • RRQ Hoshi Tampil Dominan, ONIC Jalani Laga Hidup Mati Menuju Playoff MSC 2025

    RRQ Hoshi Tampil Dominan, ONIC Jalani Laga Hidup Mati Menuju Playoff MSC 2025

    Turnamen Mobile Legends: Bang Bang Mid Season Cup (MSC) 2025 yang digelar dalam rangkaian Esports World Cup (EWC) 2025 di Riyadh, Arab Saudi, tengah memasuki fase krusial.

    Dua wakil Indonesia, RRQ Hoshi dan ONIC Esports, menjadi sorotan setelah menampilkan performa mencolok di babak grup.

    Sementara RRQ memastikan langkah ke upper bracket playoff, ONIC harus menjalani laga hidup mati melawan tim kuat asal Filipina, Team Liquid Philippines (TLPH).

    Turnamen MSC 2025 menjadi ajang paling bergengsi di kancah Mobile Legends dunia tahun ini, dengan total hadiah fantastis mencapai USD 3 juta atau setara Rp 48,7 miliar, menjadikannya salah satu turnamen Mobile Legends dengan hadiah terbesar sepanjang sejarah.

    Dari jumlah tersebut, juara pertama akan membawa pulang hadiah senilai USD 1 juta atau sekitar Rp 16,2 miliar.

    RRQ Hoshi Sapu Bersih Grup B, Tampil Tanpa Cela

    Langkah meyakinkan diperlihatkan oleh RRQ Hoshi di grup B. Mereka sukses menumbangkan wakil Amerika Utara, Area 77, dengan skor telak 2-0 dalam pertandingan yang digelar Kamis, 24 Juli 2025.

    Dalam laga tersebut, RRQ menunjukkan dominasi penuh sejak awal permainan, dengan kombinasi drafting dan eksekusi yang sangat disiplin.

    Menariknya, dalam pertandingan ini RRQ turut mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang menggunakan hero Zetian dalam turnamen MSC 2025, sekaligus mencetak kemenangan perdana dengan hero tersebut.

    Kemenangan ini membuat RRQ dipastikan lolos ke upper bracket playoff dan tinggal menunggu lawan berikutnya yang akan ditentukan dari hasil lanjutan di grup mereka.

    ONIC Hadapi TLPH dalam Laga Penentuan

    Sementara itu, wakil Indonesia lainnya, ONIC Esports, dijadwalkan menjalani laga penting melawan Team Liquid Philippines (TLPH) pada Jumat, 25 Juli 2025 pukul 18.00 WIB.

    Laga ini menjadi penentu siapa yang berhak langsung melaju ke babak knockout dari grup A.

    Pertandingan ini diprediksi berjalan sengit. ONIC sebagai salah satu unggulan asal Indonesia harus menghadapi kekuatan agresif dari TLPH yang dikenal memiliki permainan cepat dan objektif.

    Jika ONIC menang, mereka otomatis melaju ke knockout stage sebagai pemuncak grup.

    Namun, jika kalah, mereka masih memiliki satu kesempatan lagi di lower bracket untuk merebut tiket playoff.

    Format Baru dan Persaingan Ketat

    MSC 2025 hadir dengan format turnamen yang cukup unik. Terdapat sistem upper dan lower bracket di fase grup, serta penambahan pertandingan perebutan tempat ketiga.

    Tim yang berhasil menang dengan skor 2-0 di fase grup juga memiliki hak istimewa untuk memilih lawan dari tim yang menang 2-1 dalam playoff.

    Format ini memberikan keuntungan strategis bagi tim-tim dominan seperti RRQ. Di sisi lain, tekanan tinggi membayangi tim-tim seperti ONIC yang berada di ambang batas untuk lolos langsung ke babak gugur.

    Pembagian Hadiah Puluhan Miliar Rupiah

    Besarnya nilai hadiah MSC 2025 menjadi magnet tersendiri. Total USD 3 juta akan dibagi kepada seluruh tim peserta, termasuk:

    • Juara 1: USD 1.000.000 (± Rp 16,2 miliar)
    • Runner-up: USD 500.000
    • Peringkat 3: USD 250.000
    • Peringkat 4: USD 150.000
    • Peringkat 5–8: USD 100.000
    • Peringkat 9–12: USD 66.000
    • Peringkat 13–16: USD 50.000
    • Peringkat 17–23: Antara USD 30.000–41.000

    Hadiah ini menjadi motivasi besar bagi seluruh tim untuk memberikan performa terbaik mereka. Bahkan tim yang tersingkir di fase grup pun tetap mendapatkan insentif signifikan.

    Jadwal Lengkap Pertandingan Hari Ini

    Berikut jadwal pertandingan MSC 2025, Jumat 25 Juli 2025:

    Grup A (Upper Bracket)

    • 16.00 WIB: Selangor Red Giants OG Esports (Malaysia) vs Mythic Seal (Myanmar)
    • 18.00 WIB: ONIC (Indonesia) vs Team Liquid Philippines (TLPH)
    • 20.00 WIB: Ultra Legends (Timur Tengah/Afrika Utara) vs CFU Gaming (Kamboja)
    • 22.00 WIB: Virtus.Pro (Rusia) vs Corinthians Esports (Brasil)

    Harapan Besar di Pundak Tim Indonesia

    Dengan performa gemilang RRQ dan potensi besar ONIC, harapan publik tanah air untuk melihat wakil Indonesia mengangkat trofi MSC 2025 semakin membara.

    Jika kedua tim mampu menjaga konsistensi permainan, bukan tidak mungkin final ideal antara dua wakil Merah Putih bisa terwujud.

    Namun jalan masih panjang. Lawan-lawan tangguh dari Filipina, Myanmar, hingga Brasil tengah mengincar posisi yang sama.

    Fokus, strategi, dan mental akan menjadi kunci utama dalam menentukan siapa yang keluar sebagai raja Mobile Legends tahun ini.

  • Kuliah Gratis Tanpa Biaya! Ini Cara Daftar KIP Kuliah 2025 Jalur Mandiri yang Masih Dibuka

    Kuliah Gratis Tanpa Biaya! Ini Cara Daftar KIP Kuliah 2025 Jalur Mandiri yang Masih Dibuka

    Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali membuka pendaftaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2025, sebuah program bantuan pendidikan yang memberikan kesempatan kuliah gratis hingga lulus bagi siswa-siswi berprestasi dari keluarga kurang mampu.

    Program ini berlaku untuk seluruh jalur masuk ke perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, termasuk jalur mandiri yang saat ini masih terbuka di berbagai kampus.

    Pendaftaran KIP Kuliah tahun 2025 dimulai sejak 4 Februari 2025 dan akan ditutup hingga 31 Oktober 2025.

    Artinya, para calon mahasiswa masih memiliki waktu untuk mendaftarkan diri melalui portal resmi, terlebih bagi mereka yang mengikuti seleksi mandiri di kampus tujuan masing-masing.

    Pendaftaran ini juga menjadi peluang besar untuk siswa yang tidak lolos seleksi nasional seperti SNBP atau SNBT, agar tetap bisa kuliah tanpa dibebani biaya pendidikan.

    Akses Pendidikan Tinggi yang Lebih Merata

    KIP Kuliah menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memberikan akses pendidikan tinggi yang adil dan merata.

    Program ini tidak hanya membebaskan biaya kuliah sepenuhnya, tetapi juga memberikan bantuan biaya hidup yang besarannya disesuaikan dengan wilayah tempat mahasiswa kuliah.

    Dengan bantuan tersebut, diharapkan mahasiswa dapat fokus menyelesaikan studi tanpa terkendala masalah finansial.

    Menurut informasi yang dihimpun, calon penerima KIP Kuliah harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain merupakan lulusan SMA/sederajat pada tahun berjalan atau dua tahun sebelumnya, telah diterima di program studi yang memiliki akreditasi A atau B, serta berasal dari keluarga tidak mampu secara ekonomi.

    Syarat dan Prosedur Pendaftaran

    Untuk mendaftar, calon mahasiswa wajib membuat akun KIP Kuliah melalui laman resmi kip-kuliah.kemdikbud.go.id atau aplikasi KIP Kuliah Mobile. Data yang dibutuhkan antara lain:

    • NIK (Nomor Induk Kependudukan)
    • NISN (Nomor Induk Siswa Nasional)
    • NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional)
    • Alamat email aktif

    Setelah akun berhasil dibuat, peserta akan diminta melengkapi informasi pribadi, akademik, serta kondisi ekonomi keluarga.

    Pendaftar yang telah diterima di perguruan tinggi melalui jalur manapun wajib mengisi data program studi yang mereka tempati untuk proses seleksi bantuan.

    Bagi calon mahasiswa yang belum mendapatkan beasiswa lain, program ini bisa menjadi satu-satunya penyelamat untuk tetap bisa kuliah.

    Apalagi, program ini tidak hanya berlaku di perguruan tinggi negeri, tetapi juga mencakup perguruan tinggi swasta yang sudah terdaftar sebagai mitra resmi.

    Bantuan yang Diberikan

    Mahasiswa yang lolos seleksi akan mendapatkan dua jenis bantuan, yaitu:

    • Biaya Pendidikan: seluruh biaya kuliah dibayarkan langsung oleh pemerintah kepada perguruan tinggi.
    • Biaya Hidup: diberikan langsung kepada mahasiswa dengan besaran yang disesuaikan dengan wilayah dan indeks kebutuhan, mulai dari Rp800.000 hingga Rp1.400.000 per bulan.

    Pencairan dana dilakukan secara berkala setiap semester dan akan terus diberikan hingga mahasiswa lulus, dengan catatan mahasiswa aktif dan menunjukkan kemajuan akademik yang baik.

    Jalur Mandiri Masih Dibuka

    Sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta masih membuka jalur mandiri hingga Agustus 2025.

    Kesempatan ini sangat penting dimanfaatkan oleh siswa yang belum mendapatkan kampus melalui jalur nasional.

    Pendaftar melalui jalur mandiri tetap berhak untuk mengajukan KIP Kuliah selama memenuhi syarat.

    Ada banyak perguruan tinggi ternama seperti Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Semarang (Unnes), hingga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang masih membuka pendaftaran jalur mandiri sekaligus menerima calon mahasiswa penerima KIP Kuliah.

    Sejak pendaftaran dibuka, animo pendaftar cukup tinggi. Banyak siswa dari daerah terpencil yang berharap bisa menempuh pendidikan tinggi tanpa membebani orang tua.

    Pemerintah melalui Kemendikbudristek mengimbau agar para siswa yang memenuhi kriteria segera mendaftar dan tidak menunggu batas akhir.

    Proses verifikasi data memerlukan waktu, dan semakin cepat mendaftar, semakin besar peluang untuk mendapat bantuan tersebut.

    Selain itu, calon mahasiswa diminta memastikan seluruh data identitas (NIK, NISN, dan NPSN) benar dan aktif agar tidak terjadi kesalahan pada saat verifikasi.

  • 5 Penyebab Mengapa Thailand dan Kamboja Berperang, Ini Akar Masalah Sebenarnya

    5 Penyebab Mengapa Thailand dan Kamboja Berperang, Ini Akar Masalah Sebenarnya

    Ketegangan antara Thailand dan Kamboja kembali memanas pada bulan Juli 2025.

    Konflik terbuka meletus di wilayah perbatasan yang disengketakan, menyebabkan korban jiwa dan memicu krisis politik serta kemanusiaan di kedua negara.

    Namun, pertanyaan yang banyak muncul adalah kenapa Thailand dan Kamboja bisa berperang? Apa sebenarnya yang menjadi akar masalahnya?

    Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa penyebab perang Thailand dan Kamboja secara lengkap, dari sejarah kolonial hingga konflik terbaru yang membara.

    1. Sengketa Wilayah Sejak Zaman Kolonial

    Konflik ini tidak muncul secara tiba-tiba. Perseteruan antara Thailand dan Kamboja sudah berlangsung sejak lama, terutama soal wilayah di sekitar Kuil Preah Vihear, kuil tua peninggalan abad ke-11 yang berada di perbatasan kedua negara.

    Masalah bermula sejak tahun 1907, saat Prancis sebagai penjajah Kamboja kala itu membuat peta perbatasan yang menempatkan kuil itu di wilayah Kamboja. Thailand, yang dulu dikenal sebagai Siam, tidak pernah benar-benar setuju dengan peta itu.

    Pada tahun 1962, Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan bahwa kuil tersebut memang milik Kamboja.

    Namun, hingga kini Thailand belum sepenuhnya menerima hasil putusan tersebut, terutama terkait wilayah di sekitar kuil.

    Thailand beranggapan bahwa beberapa area di sekitar kuil masih menjadi milik mereka.

    2. Kuil yang Jadi Simbol Nasionalisme

    Kuil Preah Vihear bukan sekadar bangunan bersejarah. Bagi Kamboja, kuil ini adalah simbol nasional dan kebanggaan budaya.

    Sementara itu, bagi Thailand, keberadaan kuil itu di perbatasan dianggap sebagai “perampasan” wilayah oleh Kamboja.

    Rasa nasionalisme dari kedua negara sering dimanfaatkan oleh para politisi untuk memperkuat dukungan rakyat.

    Akibatnya, isu kuil ini selalu sensitif dan mudah memicu konflik, apalagi jika ada provokasi sekecil apa pun.

    3. Pemicu Konflik Terbaru: Insiden Perbatasan

    Ketegangan terbaru dimulai sejak 28 Mei 2025, ketika terjadi bentrokan kecil di perbatasan.

    Seorang tentara Kamboja dilaporkan tewas akibat baku tembak singkat. Meski hanya berlangsung beberapa menit, insiden ini menjadi awal dari ketegangan besar.

    Setelah itu, beberapa provokasi terjadi:

    • Tentara Thailand menghalangi penyanyi Kamboja menyanyikan lagu kebangsaan di kawasan kuil.
    • Kedua negara menempatkan lebih banyak pasukan di wilayah perbatasan.
    • Beberapa laporan menyebutkan peletakan ranjau dan drone pengintai di daerah rawan.

    Semua ini menjadi “api dalam sekam” yang akhirnya meledak pada 24 Juli 2025.

    4. Puncak Perang: 24 Juli 2025

    Pada tanggal 24 Juli, pertempuran besar terjadi di sekitar Prasat Ta Muen Thom, sebuah situs bersejarah lain di perbatasan. Kedua belah pihak saling menuduh telah melakukan provokasi terlebih dahulu.

    Thailand melaporkan bahwa pasukan Kamboja memasuki wilayahnya dan menggunakan artileri berat.

    Sebagai respons, militer Thailand melakukan serangan udara menggunakan jet tempur F‑16.

    Akibat pertempuran ini Puluhan tentara dan warga sipil tewas, anak-anak dan perempuan menjadi korban ledakan, ribuan warga harus mengungsi dari rumah mereka, kemudian sekolah, rumah sakit, dan pasar di wilayah perbatasan hancur.

    5. Dampak Politik dan Ekonomi

    Konflik antara Thailand dan Kamboja tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga berdampak serius pada hubungan diplomatik dan ekonomi kedua negara.

    Kedua belah pihak saling menarik duta besar, menutup seluruh pos perbatasan, serta menghentikan total perdagangan ekspor-impor.

    Akses media dan siaran lintas batas pun diblokir sepenuhnya. Di sisi lain, ketegangan ini turut memperburuk situasi politik dalam negeri masing-masing, memperlihatkan betapa dalamnya dampak konflik yang terjadi.

    Jadi, konflik ini menunjukkan bahwa akar persoalan bukan hanya sebuah garis batas di peta, tapi juga bangunan narasi nasional dan kepentingan politik yang saling bertaut.

    ASEAN dan komunitas internasional tengah mendorong solusi diplomatik agar perang terbuka dapat dihindari.

    Sumber:

    washingtonpost.com
    ft.com
    the-sun.com
    apnews.com
    Wikipedia

  • Meriahkan Hari Anak Nasional, TBM Al-Djawahir Gelar Lomba Puitisasi Alquran, Bercerita, dan Mewarnai Se-Kabupaten Banyuwangi

    Meriahkan Hari Anak Nasional, TBM Al-Djawahir Gelar Lomba Puitisasi Alquran, Bercerita, dan Mewarnai Se-Kabupaten Banyuwangi

    Memaknai setahun berdirinya Taman Baca Masyarakat (TBM) Al-Djawahir sekaligus menyambut Hari Anak Nasional, digelar serangkaian lomba kreatif dan literatif yang meliputi puitisasi Alquran, bercerita, serta menggambar dan mewarnai pada Ahad (20/7/2025) di kawasan kompleks TBM Al-Djawahir, Gambiran, Banyuwangi.

    Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas komunitas yang melibatkan TBM Al-Djawahir, Mak'E Mart, Posyandu Desa, komunitas Gotong Royong 45, Sanggar Merah Putih'45, Jaringan Rumah Kita Banyuwangi (JRKBB), media literasi sastrawacana.id/, media online jurnalnews, event organizer Senyum Agmadina, serta komunitas-komunitas literasi lainnya di Kabupaten Banyuwangi.

    Dalam sambutan pembukaan, Djawahir selaku pendiri TBM Al-Djawahir menyampaikan sejarah singkat berdirinya taman baca tersebut.

    Sambutan Pendiri TBM Al Djawahir

    Ia menuturkan bahwa TBM ini lahir dari semangat menyediakan ruang alternatif belajar bagi masyarakat, khususnya anak-anak di wilayah Gambiran dan sekitarnya, agar lebih dekat dengan budaya membaca.

    Pengalaman beliau saat di perpustakaan sekolah membekas untuk diteruskan iqro’ membaca ke anak cucu.

    Ketua panitia, Dafik Ismail, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini perdana yang juga sebagai tasyakuran mendapatkan hibah 1000 buku dari Perpustakaan Nasional berikut rak bukunya.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dari berbagai wilayah di Banyuwangi yang telah ikut berpartisipasi, serta kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini seperti Perpustakaan Nasional, Enggal Modified beserta pegiat literasi dan seniman yang jadi juri serta media partner. Semoga kegiatan ini bisa menjadi semangat bersama dalam membumikan literasi di kalangan generasi muda,” ujar aktivis dakwah dalam naungan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) ini.

    Sambutan juga diberikan oleh Yeti Chotimah yang turut menyemarakkan acara dengan membagikan sejumlah buku hasil karyanya sebagai hadiah bagi para pemenang lomba.

    Kehadiran hadiah buku ini diharapkan menjadi motivasi tersendiri bagi peserta untuk terus berkarya dan mencintai literasi. Antara lain buku Sejarah seni budaya, bathokan, cerpen bisikan manis serta yang baru diluncurkan Penerbit Erlangga Jakarta, yakni cerita rakyat maupun adat tradisi Banyuwangi seperti Keboan, Puter Kayun dan Mantu Kucing. Rencana akan terbit 11 judul buku.

    Rangkaian lomba untuk kategori puitisasi Alquran dan bercerita, pelaksanaan lomba dilakukan dalam dua tahap, yaitu seleksi video secara daring dan penampilan langsung di lokasi acara bagi tiga finalis terpilih di masing-masing kategori.

    juri lomba puitisasi alquran
    juri lomba puitisasi alquran (Dok. Fathma/Syifa)

    Dewan juri lomba puitisasi dan bercerita terdiri dari tiga tokoh literasi dan seni yang berpengalaman, yakni Maulana Affandi (penulis dan pemimpin redaksi Penerbit Lintang) sebagai ketua juri, Syaiful Anwar (guru SMK Muhammadiyah 1 Genteng sekaligus penulis aktif ), dan R. Ayu Pudjiati (seniman teater asal Madura).

    Ketiganya tak hanya menilai, tetapi juga memberikan masukan langsung kepada peserta yang tampil di panggung.

    Mereka menyoroti pentingnya penguasaan panggung, ekspresi wajah, gestur, hingga pemilihan diksi yang tepat agar pesan cerita atau puisi tersampaikan secara kuat dan menyentuh.

    Dalam penjelasannya, Maulana Affandi menyampaikan bahwa seluruh peserta yang tampil langsung di lokasi adalah anak-anak terbaik yang telah lolos proses seleksi ketat dari seluruh peserta yang mengirim video.

    “Anak-anak yang hadir di panggung ini adalah mereka yang terpilih, bukan sembarang peserta. Maka dari itu, orang tua patut berbangga karena putra-putrinya menunjukkan kualitas dan semangat yang luar biasa,” ujarnya dengan semangat.

    Syaiful Anwar juga menegaskan bahwa proses ini diibaratkan sebagai menjajaki anak tangga yang harus dilalui untuk mencapai puncak.

    “Jadi, anggap saja perlombaan seperti ini sebagai proses anak menaiki anak tangga yang pada waktunya akan sampai di puncak,” jelasnya.

    Sementara itu, lomba menggambar dan mewarnai diperuntukkan bagi siswa TK dan SD, dan diikuti oleh puluhan peserta dari seluruh penjuru Kabupaten Banyuwangi.

    Suasana lomba tampak semarak karena para peserta datang bersama orang tua yang setia mendampingi.

    Sorak semangat, tawa anak-anak, serta dukungan dari para pendamping menambah hangat suasana kegiatan.

    Dewan juri untuk lomba mewarnai dan menggambar juga menghadirkan para praktisi seni dan pendidikan.

    lomba mewarnai dan menggambar
    lomba mewarnai dan menggambar (Dok. Fathma/Syifa)

    Ketua juri adalah Muhammad Taufik, S.Sn yang biasa dipanggil Oklek guru kesenian di SMP Muhammadiyah 1 (Muhi) Genteng.

    Ia didampingi oleh dua juri lainnya, yakni Indriana Laily dan Qurrota Ninin yang juga aktif dalam kegiatan seni dan pengembangan kreativitas anak.

    Dalam proses penilaian, Oklek tak lupa berpesan kepada segenap orang tua yang hadir agar terus mendampingi anak-anaknya untuk mengasah bakat seni yang dimiliki.

    “Anak-anak di sini sudah memiliki bakat seni yang luar biasa, jadi hendaknya didampingi terus, kalau bisa dihadirkan guru seni untuk mengasah bakatnya,” papar Oklek.

    Di akhir acara, para pemenang dari tiap kategori diumumkan dan diberikan penghargaan, berupa trofi, piagam, serta hadiah menarik.

    Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara para pemenang dan dewan juri sebagai penanda kebersamaan dan semangat literasi yang terus tumbuh di tengah masyarakat Banyuwangi.

  • Menyongsong Era Society 5.0, SD Negeri 2 Pakistaji Inisiasi Program Sabernet (Sehari Bersama Internet)

    Menyongsong Era Society 5.0, SD Negeri 2 Pakistaji Inisiasi Program Sabernet (Sehari Bersama Internet)

    Perkembangan teknologi yang semakin masif telah menyentuh hampir seluruh lini kehidupan. Semua sektor dituntut untuk beradaptasi, tak terkecuali dunia pendidikan yang merupakan fondasi utama dalam membentuk masa depan bangsa.

    Di era Internet of Things (IoT) ini, internet bukan hanya alat bantu untuk mempermudah berbagai urusan, melainkan telah menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari.

    Berangkat dari tantangan dalam proses pembelajaran yang mengharuskan guru dan murid memanfaatkan perangkat serta platform digital, Rohmaniyah, S.Pd., guru kelas VI saat itu, menginisiasi sebuah inovasi pembelajaran dengan mengintegrasikan internet ke dalam kegiatan belajar-mengajar.

    Inovasi tersebut diberi nama Sabernet (Sehari Bersama Internet). Tujuannya sederhana namun berdampak luas, yaitu menghadirkan pembelajaran yang relevan dan adaptif melalui pemanfaatan internet secara produktif.

    Melalui prosedur yang relatif mudah, setiap kelas diarahkan untuk menyisipkan elemen digital dalam pembelajaran sesuai dengan materi yang sedang dipelajari.

    Beragam platform digital dimanfaatkan, mulai dari YouTube, Google Classroom, Quizizz, Canva, Edmodo, Skuling, hingga Platform Merdeka Mengajar (PMM).

    Guru dan murid bersama-sama mempelajari berbagai platform tersebut, sehingga tidak hanya memperkaya proses pembelajaran, namun juga meningkatkan literasi digital warga sekolah secara menyeluruh.

    Pada awal pelaksanaan Sabernet di tahun 2022, kegiatan masih memanfaatkan gawai pribadi milik siswa dan beberapa laptop milik guru.

    Namun sejak SD Negeri 2 Pakistaji mendapatkan bantuan laboratorium komputer lengkap dengan Chromebook dan LCD pada tahun 2024, kegiatan ini terpusat di laboratorium tersebut, sehingga lebih terstruktur dan optimal.

    Dampak positif dari inovasi ini cukup signifikan. Terjadi perubahan pola penggunaan internet oleh warga sekolah, dari yang sebelumnya kurang produktif menjadi lebih bermakna dan mendukung proses pembelajaran.

    Internet bukan lagi sekadar hiburan, tetapi menjadi alat bantu yang memperkaya pengalaman belajar.

    Inovasi Sabernet juga telah mencatatkan sejumlah prestasi membanggakan, antara lain:

    • Masuk nominasi Innovation Government Awards (IGA) 2023,
    • Meraih Terbaik I Sayembara Pendidikan Kabupaten Banyuwangi oleh BBGP Jawa Timur dalam kategori Pemimpin Pembelajaran,
    • Tercantum dalam Peraturan Bupati Banyuwangi Nomor 51 Tahun 2023 tentang Inovasi Daerah.

    Tak hanya di lingkup sekolah, inovasi ini juga telah disosialisasikan ke beberapa sekolah di Kecamatan Kabat.

    Terbaru, Sabernet diikutsertakan dalam Pameran Solusi Pendidikan (PSP) pada ajang Temu Pendidik Nusantara XII yang digelar di SD Negeri Model Kabupaten Banyuwangi pada 8 Juli 2025.

    Rohmaniyah S.Pd bersama dengan Andi Budi Setiawan, S.Pd saat memperkenalkan inovasi Sabernet
    Rohmaniyah S.Pd bersama dengan Andi Budi Setiawan, S.Pd saat memperkenalkan inovasi Sabernet (Dok. sastrawacana.id/)

    Dalam salah satu dokumentasi kegiatan, terlihat Rohmaniyah sedang memperkenalkan inovasi Sabernet kepada Andi Budi Setiawan, S.Pd., redaktur media sastrawacana.id/, sekaligus Ketua Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI).

    Rohmaniyah berharap inovasi ini dapat disebarluaskan kepada komunitas literasi dan pendidikan lainnya agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak pihak.

    Pesan inspiratif darinya yang patut direnungkan dan menjadi motivasi bersama adalah:

    “Kebanyakan dari kita selalu berpikir tentang grand design dan ide-ide besar saat berbicara tentang inovasi. Padahal sejatinya, inovasi bisa lahir dari hal-hal kecil di sekitar kita yang dekat dan kita temui setiap hari. Sebab, yang paling penting dari sebuah inovasi adalah nilai kebermanfaatannya. Semakin mudah sebuah inovasi diterapkan, semakin besar pula peluang manfaatnya untuk dirasakan oleh banyak orang.”