Kategori: Berita

  • Tawuran Usai Gerak Jalan HUT RI di Sidayu Gresik, Kaca Sekolah MI Pecah Dihujani Lemparan Batu

    Tawuran Usai Gerak Jalan HUT RI di Sidayu Gresik, Kaca Sekolah MI Pecah Dihujani Lemparan Batu

    Viral sebuah video di media sosial yang merekam insiden tawuran usai lomba gerak jalan peringatan HUT ke-80 RI di Sidayu, Gresik. Peristiwa itu disebut terjadi akibat kesalahpahaman antara dua kelompok peserta.

    Dalam rekaman berdurasi 16 detik, terlihat seorang pemuda berbaju hitam dikeroyok oleh beberapa pemuda lain yang mengenakan kaos abu-abu, diduga merupakan peserta gerak jalan.

    Video lain berdurasi 19 detik memperlihatkan kaca jendela dan pintu sebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI) pecah, diduga akibat lemparan batu saat bentrokan berlangsung.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan itu pecah saat lomba gerak jalan Wadeng-Sidayu pada Minggu (10/8/2025) sore, tepat menjelang garis finis.

    Kapolsek Sidayu, AKP Khairul Alam, membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskan bahwa insiden bermula dari salah paham antar pihak, namun persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh para kepala desa yang terlibat.

    “Benar, itu terjadi Minggu kemarin. Saat ini sudah kondusif dan sudah diselesaikan oleh kedua belah pihak oleh kepala desa masing-masing,” ujar Khairul, dikutip dari detikJatim, Selasa (12/8/2025).

    Khairul menuturkan, saat kejadian berlangsung, aparat kepolisian yang berada di lokasi segera bertindak untuk meredam bentrokan.

    Tindakan cepat tersebut berhasil menghentikan aksi saling lempar batu sebelum menimbulkan korban.

    “Kita sudah lakukan upaya cepat untuk menghentikan konflik tersebut. Dan Alhamdulillah tidak ada korban luka maupun korban jiwa,” jelasnya.

  • Banyuwangi Ikuti Verifikasi Lanjutan Kabupaten Sehat Tingkat Nasional

    Banyuwangi Ikuti Verifikasi Lanjutan Kabupaten Sehat Tingkat Nasional

    Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman.

    Pada Senin, 11 Agustus 2025, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan inovasi pada sembilan tatanan Kabupaten Sehat dalam agenda verifikasi lanjutan tingkat nasional.

    Kegiatan ini berlangsung secara daring dari Aula Rempeg Jagapati Pemkab Banyuwangi.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk didampingi oleh Wakil Bupati Mujiono, Sekretaris Daerah Guntur Priambodo, Asisten MY Bramudya, Kepala Bappeda Yayan TW, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah.

    Turut hadir pula Ketua Forum Banyuwangi Sehat Soekarjo beserta jajaran, perwakilan Forum Kabupaten/Kota Sehat (FKKS) Frida, Camat Kota Banyuwangi Hartono, Ketua TP PKK Anna Nazili Hanim, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya yang berperan dalam pengembangan Kabupaten Sehat.

    Verifikasi Lanjutan Kabupaten Sehat Tingkat Nasional
    Verifikasi Lanjutan Kabupaten Sehat Tingkat Nasional (Dok. sastrawacana.id/)

    Dalam pemaparannya, Bupati Ipuk menyoroti berbagai inovasi dan prestasi yang telah dicapai Banyuwangi pada masing-masing tatanan.

    Ia juga memaparkan penghargaan yang telah diraih, mulai dari tingkat nasional hingga pengakuan internasional seperti status Geopark.

    Semua pencapaian tersebut menjadi pertimbangan penting agar Banyuwangi kembali memperoleh penghargaan Swasti Sabha Wistara.

    Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antarinstansi dan kolaborasi berbagai pihak yang terus bekerja melayani masyarakat.

    Agenda verifikasi lanjutan ini dimoderatori oleh perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Anugerah, yang memberikan kesempatan kepada Dirjen untuk menyampaikan sambutan.

    Tim verifikator nasional kemudian memberikan catatan, masukan, dan permintaan data tambahan yang berkaitan dengan dokumen yang telah dikirim serta dinilai oleh pembina KKS Provinsi Jawa Timur.

    Tidak semua kota atau kabupaten lolos ke tahap verifikasi lanjutan. Bagi yang terpilih, tim nasional juga berpeluang melakukan tinjauan langsung ke lapangan untuk memastikan kesesuaian antara dokumen dan kondisi nyata.

    Asisten MY Bramudya dalam sambutannya menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan semata-mata untuk memperoleh penghargaan atau trofi.

    Verifikasi Lanjutan Kabupaten Sehat Tingkat Nasional

    Hal yang lebih penting adalah memastikan Banyuwangi tetap menjadi daerah yang bersih, nyaman, dan sehat, baik bagi warganya maupun bagi para tamu yang datang berkunjung.

    Sebagai tindak lanjut, seluruh catatan dari tim verifikasi nasional akan segera ditindaklanjuti.

    Dalam waktu maksimal 2 x 24 jam, data tambahan dan dokumen yang diminta akan disiapkan oleh SKPD terkait sesuai dengan sembilan tatanan Kabupaten Sehat.

    Penulis: Bung Aguk

    Editor: Maulana Affandi

  • Memaknai Hari Veteran dan Kemerdekaan, Perkumpulan Gotong Royong 45 Bersama Mitra Media Sambangi Dua Tokoh Veteran Banyuwangi

    Memaknai Hari Veteran dan Kemerdekaan, Perkumpulan Gotong Royong 45 Bersama Mitra Media Sambangi Dua Tokoh Veteran Banyuwangi

    Dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional ke 68 dan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80, Perkumpulan Gotong Royong 45 bekerja sama dengan Media sastrawacana.id/, Jurnalnews, dan Penerbit Lintang menggelar kunjungan ke dua tokoh veteran di Banyuwangi, yaitu IGB Sudharma dan Saimah, S.Hub. Int pada Sabtu (9/8/25).

    Sebelumnya, pada Kamis (7/8/2025), rombongan juga bertakzim kepada istri para pejuang kemerdekaan, yaitu Chasiastoetie (85), istri mendiang Suherman yang dimakamkan di TMP Wiswa Raga Satria, serta Wahyuni Oneng (89), istri mendiang Soedarsono Pr, anggota Brigade XII Mas TRIP Jatim yang turut mempertahankan kemerdekaan bersama arek-arek Suroboyo pada 10 November 1945.

    Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada para veteran yang telah mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.

    Safari juga mengajak generasi muda untuk terus mengenang perjuangan para pejuang sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air.

    Tidak sekadar berkunjung, tim turut melakukan sesi wawancara podcast dan akan dipublikasikan melalui kanal YouTube sastrawacana.id/.

    Harapannya, kisah perjuangan ini dapat tersampaikan ke seluruh pelosok negeri, terutama kepada anak muda yang menjadi penerus bangsa,

    Sesi Pertama: Menyusuri Kisah Perjuangan IGB Sudharma

    Veteran IGB Sudharma
    Veteran IGB Sudharma (Dok. sastrawacana.id/)

    Kunjungan pertama berlangsung di kediaman IGB Sudharma, Perumahan Kalipuro Asri, Banyuwangi.

    Sebagai informasi, IGB Sudharma adalah sosok pejuang yang cukup menginspirasi anak muda.

    Ia kerap datang di berbagai kegiatan sekolah untuk memberi motivasi dan semangat untuk mencintai tanah air dan pelestarian jiwa serta nilai juang 45.

    Dalam sesi wawancara yang dipandu oleh Heri Iskandar, veteran yang pernah bertugas di Timor Timur ini memaparkan pengalamannya bertaruh nyawa demi menjalankan misi negara.

    Ia bercerita bagaimana setiap hari harus saling rangkul dan bekerjasama dengan sesama prajurit karena situasi saat itu sangat genting.

    "Saat itu, saya dan rekan-rekan bertugas di Timor Timur dan pernah bersama Pak Prabowo Subianto. Setiap hari kami berada di garis depan, menghadapi medan berat, dan siap berkorban kapan saja demi merah putih,” ujar IGB Sudharma dengan sorot mata yang tajam, sembari tunjukkan lengan yang sempat terkena peluru.

    Dikenal sebagai petarung andal, IGB Sudharma menguasai berbagai cabang bela diri seperti karate, judo, dan tinju.

    Ia bahkan menunjukkan sejumlah dokumentasi saat melatih bela diri, memperlihatkan sisi kedisiplinan dan ketangguhan yang masih terjaga hingga kini.

    Di penghujung sesi, suasana berubah haru ketika IGB Sudharma membacakan puisinya berjudul Balada Seorang Veteran. Suaranya bergetar, air mata pun menetes.

    “Puisi ini saya tulis untuk semua pejuang yang pernah merasakan dingin malam dan panasnya peluru demi negeri ini,” tuturnya.

    Selain dikenal sebagai pejuang, IGB Sudharma juga seorang penyair yang telah merangkai kata sejak masa muda.

    Bahkan saat masih aktif bertugas, ia tetap menyempatkan diri menulis puisi. Semua karyanya kini dihimpun dalam sebuah buku berjudul Memoar Sang Veteran yang diterbitkan oleh Penerbit Lintang.

    Sesi Kedua: Menapak Jejak Perjalanan Saimah

    Veteran Saimah
    Veteran Saimah (Dok. sastrawacana.id/)

    Usai dari kediaman IGB Sudharma, rombongan melanjutkan kunjungan ke Perumahan Brawijaya Cevila Indah, tempat tinggal Saimah, S.Hub. Int.

    Veteran wanita ini menyambut tim dengan ramah, mengenakan seragam tugasnya sambil memperkenalkan diri dan bercerita tentang awal mula pengabdiannya di TNI AD hingga kini jadi komandan Kaminved Situbondo.

    Sesi wawancara kepada Saimah dipandu oleh Bung Aguk PPM yang merupakan anak seorang veteran juga.

    Dalam sesi wawancara, diketahui karier militer Saimah dimulai dari Disinfolahta Mabes AD. Diawali dari situ, ia mulai menapaki perjalanan panjang yang membawanya ke berbagai penugasan penting.

    Salah satunya pada tahun 2014, Saimah dipercaya untuk bergabung dengan Satgas Indobat XXIII-H Unifil di Lebanon sebagai Pasi Cimic.

    Delapan tahun kemudian, tepatnya 2022, ia mengemban amanat menjadi UN Military Staff Minusca di Central Asia Pasific.

    Tak hanya itu, ia juga pernah menjadi ajudan dari Ibu Ani Bambang Yudhoyono.

    Meski dikenal tegas dan berwibawa di lapangan, Saimah memiliki sisi seni yang kuat, ternyata Saimah memiliki sosok feminis, ia gemar menari dan menulis puisi.

    Dalam kunjungan ini, ia menorehkan karya berjudul Masa Transisi yang dibacakan langsung dengan suara merdu dan lantang.

    Tak hanya berkarier di dunia militer, Saimah juga mengelola sebuah klinik terapi kesehatan yang menawarkan layanan hipnoterapi, akupuntur, refleksi, bekam, dan akupresur.

    "Saya ingin tetap bermanfaat untuk masyarakat. Setelah saya pensiun, saya ingin membantu masyarakat karena menjaga kesehatan juga bagian dari pengabdian," ucapnya.

    Di akhir sesi, Saimah mengajak seluruh tim untuk menyaksikan tayangan video perjuangan para prajurit Indonesia.

    Video itu memperlihatkan dedikasi dan pengorbanan mereka di medan tugas, menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari kerja keras dan pengorbanan tanpa pamrih.

    Menghidupkan Semangat Perjuangan di Hati Generasi Muda

    Rombongan Gotong Royong 45
    Rombongan Gotong Royong 45 (Dok. sastrawacana.id/)

    Kegiatan kunjungan ini menjadi momen refleksi mendalam yang diharapkan tetap menghidupkan semangat perjuangan dan cinta tanah air agar terus terwariskan kepada generasi penerus bangsa.

    Perkumpulan Komunitas Gotong Royong 45 yang menaungi Sanggar Merah Putih, JRKBB, Asosiasi Usaha Mikro Kecil, dan Koperasi bersama IWAPI juga yang berpartisipasi serta para mitra medianya berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang bagi para veteran agar kisah perjuangan mereka tidak lekang oleh waktu.

    Usai veteran membacakan puisi, juga diimbangi oleh lantunan puisi karya Bung Karno oleh Reyhan Tholib, remaja asal Jalen yang kakeknya bernama Ismail, seorang veteran dalam mempertahan kemerdekaan saat agresi Belanda di wilayah Sempu dan Genteng.

    Seperti yang disampaikan oleh Bung Aguk selaku ketua Gotong Royong 45, bahwa veteran merupakan saksi sejarah yang kisah perjuangannya harus diabadikan.

    "Veteran adalah saksi sejarah hidup. Kita punya kewajiban menjaga cerita mereka agar tidak hilang, karena dari merekalah kita belajar arti kemerdekaan yang sesungguhnya," tukas Bung Aguk sembari pekik salam nasional "Merdeka, merdeka.. Merdeka..!" yang disambut 17 orang kafilah dengan kepalan tangan dan hormat.

    Penulis: Maulana Affandi/Bung Aguk

  • Tasyakuran Setahun Madrasah Diniyah Takmiliyah SMPN 3 Rogojampi

    Tasyakuran Setahun Madrasah Diniyah Takmiliyah SMPN 3 Rogojampi

    Mengenang setahun program inovasi Madrasah Diniyah (Madin) Takmiliyah diperingati pada Hari Kamis, 7 Agustus 2025, ditandai doa bersama warga sekolah dan tumpengan di gazebo SMPN 3 Rogojampi.

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi yang diwakili oleh Kabid SMP Didik Eko Wahyudi, S.Pd, meresmikan inovasi literasi Al-Qur’an di SMPN 3 Rogojampi pada 7 Agustus 2024. Program ini menjadi yang pertama di sekolah menengah pertama negeri di Banyuwangi.

    Acara peresmian juga dihadiri oleh pengawas H.M. Hasan, S.Ag., M.Pd.I, pengurus komite sekolah, para guru, tenaga kependidikan, dan siswa kelas 7 yang kini naik ke kelas 8.

    Kegiatan literasi Al-Qur’an ini dilaksanakan setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis pada jam ke nol. Siswa yang beragama Islam mempelajari Al-Qur’an serta doa sehari-hari, termasuk doa untuk kedua orang tua.

    Tasyakuran Setahun Madrasah Diniyah Takmiliyah SMPN 3 Rogojampi
    Tasyakuran Setahun Madrasah Diniyah Takmiliyah SMPN 3 Rogojampi (Dok. sastrawacana.id/)

    Tahun ini, kegiatan tersebut dilengkapi dengan sholat dhuhur berjamaah, serta sesi membaca iqro’ bagi siswa yang berhalangan hadir pada jam ke nol

    Direktur Madin Takmiliyah, Muslih, S.Ag., menjelaskan bahwa setelah kegiatan MPLS, sebanyak 17 ustadz telah melakukan tes kemampuan membaca Al-Qur’an kepada para siswa.

    Hasilnya, terdapat 50 anak yang sama sekali belum mengenal huruf dan angka hijaiyah, 35 anak sudah mulai bisa membaca juz ‘amma, dan 106 anak sudah tergolong lancar membaca Al-Qur’an.

    Dari hasil pemetaan tersebut, siswa kemudian dibagi ke dalam tiga kelas yaitu Ula, Wustho, dan Ulya.

    "Alhamdulillah dalam perjalanan setahun ini ada peningkatan kemampuan BTS serta ada prestasi qiroah di Festival Anak Sholeh, dapat apresiasi juara 1 SRC Kemenag Kabupaten Banyuwangi sebagai sekolah yang menerapkan budaya religius serta dapat hibah 600 Al-Qur'an dari Yayasan Al-Fatihah Semarang!" tutur Direktur yang juga Wakasek Kesiswaan ini seraya menyitir ayat barang siapa bersyukur maka Allah akan menambah nikmat-Nya.

    Plt Kepala SMPN 3 Rogojampi, Dra. Hj. Sri Utami, menyampaikan bahwa program Madin Takmiliyah sejalan dengan visi sekolah yang mengutamakan akhlak mulia, prestasi, dan budaya.

    Ia menambahkan, pada fase menjelang remaja, banyak anak yang merasa malu untuk mengaji di lingkungan tempat tinggalnya.

    "Maka program Madin jadi solusi untuk bekal sukses dunia akherat. Dan penerapan keyakinan sekolah bareng tim BK jadi lebih sinergi arahkan perilaku anak didik yang berkarakter," tutur guru matematika yang putra-putrinya ada yang jadi dokter dan calon guru ikuti jejak orangtuanya.

    Sementara itu, Ketua Komite, Ir. Isnain, berharap agar setiap siswa Muslim yang lulus dari Sempega sudah mampu membaca Al-Qur’an, lalu melanjutkan pembelajarannya hingga tamat SMA, SMK, atau MA

    Tasyakuran Setahun Madrasah Diniyah Takmiliyah SMPN 3 Rogojampi

    Ia juga menegaskan bahwa para orang tua siap mendukung melalui sedekah dan infak demi pendidikan yang membawa keberkahan ilmu, membentuk akhlak mulia, serta mengantarkan pada kebahagiaan dunia dan akhirat.

    "Kami berpesan buat guru dan ustadz untuk sabar, ikhlas serta jangan sampai emosi hingga lakukan kekerasan apalagi dendam saat membimbing dan mengajar peserta didik!" tukas purnatugas guru MTsN 10 ini sambil tersenyum.

    Ia juga menyampaikan pesan bahwa Madin ibarat taman yang menyenangkan, serta mengajak untuk bergabung dengan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Pendidikan Al-Qur'an BKPRMI yang menjadi binaan DMI dan MUI.

  • Pegiat Literasi SMK Models Ikuti Workshop Kepenulisan & Kurasi Karya Bersama KOPIWANGI

    Pegiat Literasi SMK Models Ikuti Workshop Kepenulisan & Kurasi Karya Bersama KOPIWANGI

    Models Jurnalisme, 1 Agustus 2025 – Suasana Meeting Room lantai 3 SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) berubah menjadi ruang penuh inspirasi pada Kamis, 31 Juli 2025.

    Pagi itu, ruangan yang biasanya digunakan untuk rapat dan diskusi menjelma menjadi pusat semangat literasi bagi para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Models Jurnalisme.

    Kegiatan hari itu bertajuk Workshop Kepenulisan dan Kurasi Karya, sebuah agenda yang tak sekadar berbicara soal teknik menulis, tetapi juga menyentuh sisi reflektif dan kreatif para peserta.

    Workshop ini menjadi bagian dari persiapan menuju penerbitan buku antologi siswa yang direncanakan terbit sebagai rangkaian peringatan Bulan Bahasa mendatang.

    Kurang lebih 20 siswa mengikuti acara ini dengan penuh semangat. Yang membuat acara ini istimewa adalah kehadiran Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI), sebuah komunitas literasi aktif yang telah lama bergerak di dunia kepenulisan dan penerbitan.

    Andi BS
    Ketua Kopiwangi, Andi BS (Dok. sastrawacana.id/)

    Dalam workshop tersebut, KOPIWANGI menghadirkan dua pemateri. Salah satunya adalah Andi Budi Setiawan, seorang pendidik sekaligus penulis dari SMK PGRI Rogojampi.

    Ia juga menjabat sebagai Ketua KOPIWANGI dan dikenal produktif di bidang jurnalistik dan sastra, dengan sejumlah buku puisi dan pentigraf yang telah ia terbitkan.

    Materi yang disampaikan dalam workshop tersebut berfokus pada tips menulis puisi dan pentigraf secara cepat, padat, dan layak terbit.

    Para peserta diajak memahami struktur karya sastra mini dalam bentuk yang ringan dan interaktif, sehingga tidak hanya mudah dipahami, tetapi juga langsung dapat dipraktikkan.

    Namun, lebih dari sekadar membahas format dan teknik menulis, Andi Budi Setiawan juga menekankan pentingnya nilai reflektif dalam literasi. Dalam salah satu momen penyampaian materi, ia berkata

    “Orang yang mencintai literasi sering kali tanpa sadar mampu memperdayakan diri sendiri bukan dalam arti negatif, melainkan karena mereka terbiasa mengevaluasi diri. Di situlah letak kekuatan literasi memperdayakan melalui pemahaman dan refleksi diri,” ujar Andi penuh semangat.

    Pernyataan tersebut mengundang perhatian seluruh peserta. Suasana hening sejenak sebuah tanda bahwa pesan tersebut tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan.

    Setelah sesi pemaparan, kegiatan berlanjut ke tahapan kurasi karya. Tulisan-tulisan para siswa kebanyakan berupa pengalaman selama mengikuti berbagai organisasi di SMK Models yang telah dikumpulkan sebelumnya, ditinjau secara langsung oleh para pemateri.

    Mereka memberi masukan dan menilai kelayakan karya-karya tersebut untuk dimasukkan dalam buku antologi Journey of Organisation.

    Sesi ini menjadi salah satu bagian paling menarik dari workshop. Para peserta merasakan bagaimana tulisannya dibaca dan diapresiasi oleh penulis dan kurator sungguhan.

    Bagi sebagian siswa, momen ini menjadi pengalaman pertama karya mereka diperhatikan secara serius oleh pihak luar.

    Menjelang akhir acara, suasana dibuat lebih santai melalui sesi ice breaking berupa permainan kata.

    Peserta diberikan satu kata secara acak dan diminta menghubungkannya dengan kata lain yang sesuai. Tawa dan semangat mulai terdengar memenuhi ruangan.

    Meski singkat, permainan ini berhasil mengasah spontanitas dan kreativitas berpikir peserta dalam waktu singkat.

    Workshop ini bukan sekadar satu hari belajar menulis. Ia adalah bagian dari proses yang lebih besar menghidupkan budaya literasi di sekolah, membangun kepercayaan diri dalam berkarya, dan menyatukan suara siswa dalam sebuah karya kolektif.

    Buku antologi yang sedang dipersiapkan bukan hanya kumpulan tulisan, melainkan bukti bahwa semangat menulis dan berpikir reflektif tetap tumbuh, bahkan di tengah kesibukan aktivitas sekolah.

    Melalui kolaborasi bersama KOPIWANGI, SMK Models membuka ruang bagi para siswa untuk tidak hanya menulis, tetapi juga menemukan suara mereka sendiri.

    Dan dari ruang kecil di lantai tiga itulah, semangat literasi dinyalakan, bukan hanya untuk hari itu, tetapi untuk perjalanan panjang ke depan.

  • SMA Darussholah Singojuruh Latih Jurnalis Muda Lewat Program Trasanda News

    SMA Darussholah Singojuruh Latih Jurnalis Muda Lewat Program Trasanda News

    SMA Negeri Darussholah Singojuruh mengadakan pelatihan jurnalistik untuk anggota Trasanda News.

    Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang jurnalistik dan diikuti anggota News Trasanda Media yang merupakan aktivis OSIS, Remaja Rohani Islam dan ekstra Jurnalistik.

    Dua narasumber dihadirkan yakni pegiat literasi Yeti Chotimah, M.Pd yang banyak menerbitkan buku dan guru berprestasi seni budaya Tingkat Jawa Timur serta wartawan sastrawacana.id/ dan JurnalNews, Bung Aguk Darsono. Keduanya membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka.

    Materi pelatihan mencakup Teknik Fotografi berupa teknik pengambilan gambar yang tepat untuk mendukung berita.

    Peserta Pelatihan Jurnalistik SMA Darussholah Singojuruh
    Peserta Pelatihan Jurnalistik SMA Darussholah Singojuruh (Dok. sastrawacana.id/)

    Serta Reportase mencakup teknik wawancara dan pengumpulan informasi yang selain akurat dah berimbang tetap perhatikan etika dan hindarkan SARA maupun hoax.

    "Dari karya mereka banyak artikel serta foto kurang berbicara. Maka kami bekali tips yang disukai pembaca. Dan mereka antusias untuk meningkatkan kemampuannya! " ungkap Yeti Chotimah yang memuji keterampilan literasi maupun komunikasi lembaga yang bermotto Akhlaqul karimah, sehat dan berprestasi itu.

    Kepala SMA Negeri Darussholah, Hj. Wahyu Windari, M.Pd menyampaikan misi pelatihan meningkatkan kemampuan anggota Trasanda News dalam membuat konten video dan berita berkualitas nan berkelas serta meningkatkan korsa taruna santri yang bisa meraih cita dan citra school branding.

    "Peralatan jurnalistik difasilitasi sekolah maka hendaknya tak ada egosentris tapi mau sinergi kolaborasi untuk sekolah kita tercinta! " tegas kepala lembaga yang punya 30 Rombel ini.

    Ahmat Jalbu Rizki yang jadi pemimpin redaksi mengaku ada energi dan wawasan baru dengan adanya bimtek ini.

    Peserta Pelatihan Jurnalistik di SMA Darussholah Singojuruh

    "Teman-teman juga semangat karena bisa langsung praktek dan dievaluasi serta ada contoh karya narasumber. Jadinya terasa gampang dan lebih bagus. Maka perlu ada lagi yang lebih mendalam serta praktek liputan di luar sekolah untuk mengasah naluri jurnalisnya! " tutur siswa Kelas XII yang punya channel YouTube dan bercita-cita jadi sarjana sastra murni ini.

    Sementara itu, Komunitas Belajar Guru SMA Negeri Darussholah Singojuruh juga berbagi ilmu soal media sosial dengan narasumber intern yang memegang akun Intsgaram dan Tiktok sekolah, yakni Holifatur Nur Anis, S. Pd dan Tri Bagus Setyo Adi, A. MaKom yang memaparkan seluk beluk teknis dan target sasaran pemirsa dan atau pembaca via HP termasuk wali murid dan anak SMP/Mts.

    Dalam acara yang dipandu M. Didin Kurniawan, S. Pd.I ini dipamungkasi Yeti Chotimah yang pernah menuntut ilmu hingga ke negeri China bareng Kepala SMANDA ini dengan mengajak semua guru dan staf TU mau berliterasi digital yang didasari ilmu Jurnalistik yang bisa menginspirasi.

    Pelatihan Jurnalistik di SMA Darussholah

    "Asal data 5W+1H lengkap, kita bisa membikin berita yang menarik dan berkualitas," ajakan yang disambut baik oleh para guru untuk langsung peaktek membuat tulisan.

    Bagi yang cepat dan bagus mendapatkan doorprize Buku Warung Bathokan Karya Yeti Chotimah dan Hasnan Singodimayan.

    Hj Wahyu Windari, M. Pd usai semua satu pemahaman soal Web sekolah dan mengelola media sosial menjadi kebutuhan bersama, maka akan diterbitkan SK untuk pelaksanaan tugas sesuai tupoksinya.

  • Keren! Universitas Negeri Malang Terapkan Smart Gate Super Canggih, Parkir Cukup Tempel KTM

    Keren! Universitas Negeri Malang Terapkan Smart Gate Super Canggih, Parkir Cukup Tempel KTM

    Universitas Negeri Malang (UM) resmi meluncurkan sistem Smart Gate pada Kamis (24/7/2025) sebagai bagian dari inovasi layanan kampus.

    Sistem ini mengintegrasikan pendataan plat nomor kendaraan, kartu identitas berteknologi RFID, dan pembayaran parkir non-tunai melalui QRIS.

    Dalam tahap awal implementasi, seluruh sivitas akademika UM, baik mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan diwajibkan mendaftarkan maksimal dua nomor polisi (nopol) kendaraan.

    “Setiap orang didata maksimal dua plat nomor (motor dan mobil), dosen, petugas, dan mahasiswa satu plat nomor. Data ini digunakan untuk akses masuk,” jelas Wakil Rektor II UM.

    Pengguna internal yang telah terdaftar akan dibebaskan dari biaya parkir.

    Sementara itu, bagi tamu kampus, tarif parkir ditetapkan sebesar Rp3.000 untuk sepeda motor, Rp5.000 untuk mobil, dan Rp20.000 untuk bus, dengan pembayaran dilakukan secara cashless menggunakan QRIS.

    Untuk mendukung sistem ini, UM mencetak 45.000 kartu identitas mahasiswa (KTM) dan kartu pegawai yang dilengkapi dengan teknologi Radio Frequency Identification (RFID), berlaku untuk mahasiswa angkatan 2020-2025.

    “Mahasiswa cukup menempelkan KTM untuk membuka portal. Warga UM memiliki akses khusus, sementara masyarakat umum hanya diizinkan masuk 10-15 menit,” tambahnya.

    Sistem Smart Gate telah diimplementasikan di seluruh fakultas, kecuali Fakultas MIPA yang masih menggunakan mesin ATM terintegrasi dengan KTM.

    Pembayaran parkir juga dapat dilakukan di berbagai titik, mulai dari gerbang masuk hingga area dalam kampus.

    UM juga menyiapkan masa uji coba selama satu bulan, di mana pengguna diminta melakukan scan barcode QRIS, sebagaimana sistem yang lazim digunakan di pusat perbelanjaan.

    Vendor yang bekerja sama dengan UM akan bertanggung jawab atas perawatan dan pemeliharaan mesin selama enam bulan setelah instalasi.

    Di sisi lain, sistem ini juga memperkuat aspek keamanan kampus. Sudah ada tiga kasus kriminalitas bermotor yang berhasil terdeteksi melalui CCTV di pintu masuk Smart Gate.

    Hal ini membuktikan efektivitas sistem dalam mencegah tindakan kriminal dan sekaligus mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 16, yaitu perdamaian, keadilan, dan institusi yang tangguh.

    UM turut melakukan sosialisasi penggunaan Smart Gate melalui video informatif yang diunggah ke platform YouTube.

    Peluncuran resmi sistem bagi mahasiswa baru dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus 2025. Sementara itu, petugas parkir di masing-masing fakultas akan diberdayakan secara optimal dalam masa transisi dan penerapan sistem.

    Dengan sistem Smart Gate ini, Universitas Negeri Malang tak hanya meningkatkan efisiensi dan keamanan akses, tetapi juga memperkuat komitmennya terhadap transformasi digital dan pelayanan berbasis teknologi.

    Model parkir dan kontrol akses berbasis digital ini diharapkan menjadi rujukan bagi kampus-kampus lain dalam pengembangan ekosistem smart campus yang berkelanjutan.

    Sumber: um.ac.id

  • Kemenag Luncurkan 183 Kuota Beasiswa Zakat Indonesia untuk 21 Kampus

    Kemenag Luncurkan 183 Kuota Beasiswa Zakat Indonesia untuk 21 Kampus

    Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi meluncurkan Program Beasiswa Zakat Indonesia (B-Zakat) tahun 2025.

    Pada tahap awal, sebanyak 183 kuota beasiswa disiapkan untuk jenjang S1 di 10 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan 11 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mitra.

    Peluncuran program ini menandai kolaborasi perdana antara Kemenag, BAZNAS, dan 18 LAZ di seluruh Indonesia dalam penyelenggaraan beasiswa berbasis dana zakat. Kuota tersebut masih bersifat dinamis dan memungkinkan untuk bertambah.

    Program B-Zakat mulai melakukan tahapan seleksi penerima beasiswa. Hasil seleksi administrasi telah diumumkan melalui akun pendaftar di laman resmi: http://pendaftaran-beasiswa.kemenag.go.id.

    Para peserta yang lolos akan mengikuti tahap wawancara daring pada 28–31 Juli 2025.

    Pedoman dan informasi teknis wawancara dikirimkan melalui akun masing-masing, serta kontak dan email yang telah didaftarkan.

    Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghofur, menyampaikan bahwa inisiasi program ini dilatarbelakangi oleh upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat dari kelompok mustahiq.

    B-Zakat digagas untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas kepada masyarakat yang kurang mampu dalam kategori mustahiq.

    Beasiswa ini diberikan kepada keluarga muslim dengan kategori fakir, miskin dan fi sabilillah.

    Menurut Waryono, selama ini beberapa LAZ telah memiliki program beasiswa tetapi bersifat parsial. Ada yang hanya memberikan bantuan penulisan tugas akhir, ada juga yang memberi beasiswa hanya dari semester 5 ke atas.

    “Bersinerginya sejumlahn LAZ didesain memberikan beasiswa full scholarship dari semester 1-hingga 8 (lulus)”, terang Waryono usai rapat seleksi administrative B-Zakat di Jakarta.

    Lebih jauh, program B-Zakat 2025 diklaim menjadi wujud transformasi pengelolaan zakat dari pendekatan konsumtif menjadi pemberdayaan produktif. Inisiatif ini juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam hal pengentasan kemiskinan dan pemerataan pendidikan.

    Dalam pelaksanaannya, Direktorat Zakat dan Wakaf (Zawa) Ditjen Bimas Islam Kemenag RI menggandeng Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kemenag.

    Kepala Puspenma, Ruchman Basori, menyebutkan bahwa animo pendaftar pada gelombang pertama cukup tinggi. Ada 1.357 pendaftar program B-Zakat dan 507 di antaranya dinyatakan lolos seleksi administrasi.

    Menurut Ruchman, seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel, dengan mempertimbangkan kelengkapan serta keabsahan dokumen sesuai syarat program.

    Daftar 21 Kampus Mitra Program B-Zakat 2025

    Berikut adalah daftar 21 kampus mitra yang akan menjadi tempat studi para penerima beasiswa B-Zakat:

    1. UIN Sunan Gunung Djati Bandung

    2. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

    3. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

    4. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

    5. UIN Walisongo Semarang

    6. UIN Sunan Ampel Surabaya

    7. UIN Alaudin Makasar

    8. UIN Profesor Kyai Haji Saifudin Zuhri

    9. UIN Raden Fatah Palembang

    10. UIN Imam Bonjol Padang

    11. Institut Pertanian Bogor

    12. Universitas Pendidikan Indonesia

    13. Universitas Diponegoro

    14. Universitas Hasanudin

    15. Institut Teknologi Bandung

    16. Universitas Brawijaya

    17. Universitas Indonesia

    18. Universitas Airlangga

    19. Universitas Padjadjaran

    20. Universitas Gajah Mada

    21. Institut Teknologi Sepuluh Nopember

    Program B-Zakat menjadi bukti nyata kontribusi zakat terhadap pembangunan pendidikan nasional.

    Sumber: uinsgd.ac.id

  • 201 Dosen Pemula Ikuti PKDP 2025, DIKTIS Kemenag Tekankan Moderasi dan Profesionalisme

    201 Dosen Pemula Ikuti PKDP 2025, DIKTIS Kemenag Tekankan Moderasi dan Profesionalisme

    Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS) Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Program Pengembangan Kapasitas Dosen Pemula (PKDP) 2025.

    Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Minggu hingga Selasa (27-29 Juli 2025), bertempat di Hotel Nemuru, Ciputat, Tangerang Selatan.

    PKDP merupakan program tahunan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi dasar dosen pemula di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), termasuk dosen dari Direktorat Bimbingan Masyarakat (Bimas) Budha.

    Total peserta yang mengikuti short course ini mencapai 201 orang dari wilayah DKI Jakarta dan Banten.

    Kegiatan resmi dibuka pada Minggu (27/7) oleh Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saifuddin Jahar, Ph.D., yang turut memberikan arahan.

    Dalam sambutannya, Prof. Asep menyampaikan pentingnya penyegaran dan pembaruan wawasan keilmuan dosen agar mampu menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.

    “Saat ini dan ke depan, tantangan dosen terus berkembang. Karena tugas sebagai profesional, dosen harus mendampingi dalam konteks keilmuan dan perspektif mahasiswa. Mari hidupkan kembali inovasi dan kolaborasi di bidang akademik dan non akademik. Selamat mengikuti kegiatan, selamat belajar,” jelasnya.

    Turut hadir dalam pembukaan acara antara lain Wakil Rektor II UIN Jakarta, Prof. Dr. Imam Subchi, MA, Dekan FISIP Prof. Dr. Dzuriyyatun Toyyibah, dan Wakil Dekan FITK Salamah Agung, Ph.D.

    Ketua LPM UIN Jakarta, Prof. Khamami Zada, dalam laporannya menjelaskan bahwa PKDP merupakan salah satu prasyarat penting bagi dosen untuk mengikuti program sertifikasi dosen (serdos).

    “PKDP ini sebagai salah satu syarat untuk dosen bisa mendapatkan sertifikasi dosen (serdos). Agar efektif dan efisien, kegiatan ini ada online dan offline selama 2 minggu termasuk ujian untuk semua peserta,” jelasnya.

    PKDP 2025 berlangsung dengan skema blended learning. Kegiatan dibagi ke dalam tiga fase, yaitu In Service Course (ISC) berupa pendampingan pembelajaran luring, On the Job Course (OJC) sebagai pendampingan pembelajaran daring, dan ISC II yang berupa evaluasi presentasi proyek hasil pendampingan secara daring.

    Selama kegiatan, para peserta akan memperoleh materi terkait kebijakan kompetensi dosen, perencanaan dan model pembelajaran, moderasi beragama, penulisan karya ilmiah, serta paradigma integrasi keilmuan di lingkungan PTKI.

    PKDP juga menegaskan komitmen inklusivitas dalam pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia. Kegiatan ini membuka ruang penguatan moderasi beragama, khususnya bagi dosen dari komunitas agama minoritas seperti Budha.

    Hal ini menunjukkan bahwa Kementerian Agama RI melalui DIKTIS tidak hanya fokus pada penguatan akademik, tetapi juga pada nilai-nilai kebangsaan dan keberagaman dalam pendidikan.

    Dengan penyelenggaraan PKDP 2025, DIKTIS Kemenag RI bersama UIN Jakarta menunjukkan peran strategis dalam mencetak dosen-dosen muda yang profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki pemahaman kebangsaan dan keagamaan yang moderat.

    Sumber: uinjkt.ac.id

  • Tanam Ribuan Pohon di Hulu Brantas, UNAIR dan 4 PTN-BH Galang Aksi Konservasi Air

    Tanam Ribuan Pohon di Hulu Brantas, UNAIR dan 4 PTN-BH Galang Aksi Konservasi Air

    Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap krisis air bersih dan dampak perubahan iklim, Universitas Airlangga (UNAIR) menggandeng empat Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) di Jawa Timur untuk melakukan aksi konservasi di hulu Sungai Brantas.

    Kegiatan penanaman pohon yang berlangsung pada Sabtu (26/7/2027) di Arboretum Sumber Brantas, Kota Batu, melibatkan Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Universitas Negeri Malang (UM).

    Aksi ini merupakan bentuk nyata pengabdian masyarakat (pengmas) yang diprakarsai UNAIR melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta SDGs Center, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Perum Jasa Tirta I, dan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.

    Ketua LPPM UNAIR, Prof. Dr. Gadis Meinar Sari, menyebutkan bahwa penanaman pohon ini adalah langkah awal dari program jangka panjang yang bertujuan menjaga keberlanjutan sumber air di Jawa Timur.

    Menurutnya, Sungai Brantas adalah urat nadi kehidupan masyarakat di wilayah tersebut dan pengelolaannya tidak bisa dilakukan secara parsial.

    “Jawa Timur masih punya banyak permasalahan yang butuh diselesaikan bersama, salah satunya adalah pengelolaan Sungai Brantas, dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

    Prof. Gadis menekankan bahwa pengabdian masyarakat tidak boleh berhenti pada kegiatan simbolis. Kolaborasi ini diharapkan membuka pintu bagi sinergi lintas bidang, mulai dari sosial humaniora, teknologi, ekonomi, hingga kesehatan.

    “Keberhasilan itu tidak bisa kita nikmati jika tidak semua elemen dilibatkan. Sedekah paling besar adalah air,” tambahnya.

    Ia berharap, semangat gotong royong yang muncul dalam aksi ini bisa menggerakkan lebih banyak pihak untuk terlibat dalam pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

    Agung Nugroho, Kepala Divisi di Perum Jasa Tirta I, menjelaskan bahwa Arboretum Sumber Brantas di Bumiaji bukanlah kawasan wisata, melainkan area konservasi yang berfungsi vital dalam menjaga ketersediaan air baku.

    Ia berharap kegiatan penanaman pohon ini akan membantu meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan serta meminimalisasi risiko banjir.

    Dalam jangka panjang, langkah ini akan menjaga kontinuitas aliran air ke hilir. Ia juga membuka peluang bagi kegiatan riset di kawasan arboretum dengan tetap menjaga fungsi konservatifnya.

    “Kawasan ini digunakan khusus untuk kegiatan konservasi dan tidak dibuka untuk umum atau wisata. Harapannya bisa menjaga kawasan arboritum. Jika ada yg mau penelitian disini juga diperbolehkan,” harapnya.

    Kepedulian serupa juga disuarakan oleh Direktur Operasi Perumda Air Minum Surya Sembada Surabaya, Nanang Widyatmoko.

    Ia menegaskan bahwa 93 persen kebutuhan air minum warga Surabaya bersumber dari Sungai Brantas. Karena itu, menjaga hulu sungai merupakan prioritas utama.

    Jika terjadi kerusakan atau gangguan, maka Surabaya bisa lumpuh. Apalagi dengan adanya perubahan iklim, pola hujan berubah, bendungan-bendungan mulai kekurangan stok air, dan kualitas air pun terancam karena limbah,” paparnya.

    Nanang menyambut baik keterlibatan kampus dalam isu-isu strategis seperti ini. Ia berharap, bentuk pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi bisa diarahkan untuk menjawab persoalan riil yang dihadapi penyedia layanan air, terutama di daerah yang kekurangan kapasitas teknis.

    “Air adalah shodaqoh terbaik. Dengan gotong royong, kita bisa memastikan air tetap mengalir untuk semua,” tandasnya.

    Aksi tanam pohon ini merupakan awal dari rangkaian program konservasi terpadu yang akan terus bergulir.

    LPPM dan SDGs Center UNAIR telah menyiapkan rencana lanjutan di wilayah hilir Sungai Brantas yang akan digelar pada bulan September mendatang, berlokasi di Kota Surabaya.

    Program ini menandai babak baru dalam pengabdian masyarakat lintas institusi di Jawa Timur.

    Dengan melibatkan lima PTN-BH sekaligus, kegiatan ini bukan hanya simbol kolaborasi akademik, tetapi juga refleksi kepedulian terhadap masa depan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

    Sumber: Unair