Kategori: Berita

  • Mahasiswa UM Sulap Daun Mangga Jadi Teh Herbal Sehat, Warga RW 15 Lowokwaru Antusias Ikuti Pelatihan

    Mahasiswa UM Sulap Daun Mangga Jadi Teh Herbal Sehat, Warga RW 15 Lowokwaru Antusias Ikuti Pelatihan

    Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melalui mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang dibimbing oleh Dr. Ajeng Putri Pratiwi, M.Pd., sukses menggelar pelatihan produksi teh daun mangga di RW 15 Kelurahan Lowokwaru, Kota Malang.

    Kegiatan ini menarik perhatian warga karena menghadirkan solusi kesehatan berbasis bahan alami sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif yang menjanjikan.

    Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut diketuai oleh Stevanus Purbadirja dari Departemen Biologi bersama tim mahasiswa lintas program studi Universitas Negeri Malang.

    Tim tersebut terdiri atas Talita Armitya Fahrsya Suhadi dari Departemen Matematika, Jalilatul Hikmah dan Rahel Andini Dwi Sasmita dari Departemen Biologi, serta Louis Giatra dari Departemen Teknik Industri.

    pengabdian masyarakat Mahasiswa Universitas Negeri Malang

    Melalui semangat kolaborasi dan kepedulian sosial, tim mahasiswa menghadirkan pelatihan inovatif yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat sekaligus pemanfaatan sumber daya lokal menjadi produk bernilai ekonomi.

    Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat pun mendapat apresiasi positif dari warga setempat.

    Ketua PKK RW 15, Ibu Iin, menyampaikan apresiasinya saat memberikan sambutan pada Sabtu (10/05).

    “Ini merupakan inovasi baru dan menarik sehingga ibu-ibu semuanya yang hadir bisa mengikuti dan mengimplementasikannya di lingkungan kita,” ujarnya.

    Pelatihan tersebut mengusung konsep pemanfaatan daun mangga sebagai bahan minuman herbal yang kaya antioksidan.

    Selama ini, daun mangga kerap dianggap sebagai limbah yang kurang bernilai.

    Namun, di tangan mahasiswa UM, daun mangga diolah menjadi teh sehat dengan cita rasa khas dan manfaat yang baik bagi tubuh.

    Daun mangga diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, mangiferin, dan polifenol yang dipercaya dapat membantu menjaga daya tahan tubuh.

    Kandungan tersebut juga berpotensi menjadikan teh daun mangga sebagai alternatif minuman herbal preventif di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat.

    Kegiatan berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat dari warga RW 15 Lowokwaru.

    Puluhan peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga hingga pelaku UMKM lokal tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan, mulai dari pemilihan daun mangga berkualitas hingga teknik penyeduhan dan pengemasan produk agar memiliki nilai jual tinggi.

    Tidak sedikit warga yang mengaku baru mengetahui bahwa daun mangga dapat diolah menjadi produk herbal yang menarik dan berpotensi dipasarkan.

    “Saya kira daun mangga hanya sekadar daun biasa, ternyata bisa dijadikan teh. Ini inovasi yang baru dan keren, dan pelatihan ini bermanfaat karena membuka pengetahuan baru bagi warga,” ujar Ibu Ulla, Ketua RT 04/RW 15, dalam wawancara pada Sabtu (10/05).

    Pengabdian masyarakat Mahasiswa Universitas Negeri Malang

    Pendapat serupa juga disampaikan Ketua PKK RW 15 Lowokwaru yang mengapresiasi kreativitas mahasiswa UM dalam menghadirkan program inovatif yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

    “Kegiatan ini sangat positif karena tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama warga RW 15. Kegiatan ini sangat diapresiasi oleh warga, terlihat dari antusiasme peserta yang hadir, di mana setiap RT memiliki perwakilan untuk mengikuti kegiatan,” terangnya.

    Sementara itu, Stevanus Purbadirja selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata implementasi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan melalui aksi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.

    “Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mampu menghadirkan solusi kreatif yang bermanfaat bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat secara langsung, sesuai dengan program UM saat ini yang harus berdampak dan beraksi nyata,” jelasnya.

    Suasana pelatihan semakin hidup ketika peserta mencoba langsung hasil seduhan teh daun mangga yang telah dibuat bersama. Aroma khas dan rasa unik dari teh tersebut membuat banyak warga tertarik untuk mengembangkan produk secara mandiri.

    Bahkan, beberapa peserta mulai berdiskusi mengenai peluang pemasaran produk melalui media sosial dan kemungkinan menjadikannya sebagai produk unggulan yang dapat dikembangkan di RW 15.

    Program ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi melalui inovasi berbasis sumber daya lokal.

    Kehadiran mahasiswa UM di tengah masyarakat membuktikan bahwa generasi muda tidak hanya berperan sebagai pelajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan ide kreatif dan solusi nyata bagi lingkungan sekitar.

  • BPVP Banyuwangi Jadi Ruang Tumbuh Keterampilan di Tengah Tantangan Dunia Kerja

    BPVP Banyuwangi Jadi Ruang Tumbuh Keterampilan di Tengah Tantangan Dunia Kerja

    Di tengah tantangan dunia kerja yang terus berkembang, kehadiran Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) menjadi bukti nyata bahwa negara hadir dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

    Melalui berbagai program pelatihan berbasis kompetensi, BPVP memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan, memperluas peluang kerja, hingga membangun kemandirian ekonomi.

    BPVP sendiri merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang berfokus pada pengembangan keterampilan tenaga kerja dan peningkatan produktivitas masyarakat.

    Salah satunya BPVP Banyuwangi yang terus aktif menghadirkan berbagai pelatihan sesuai kebutuhan dunia industri dan usaha saat ini.

    Beragam pelatihan diberikan mulai dari bidang teknologi, otomotif, desain, tata boga, hingga kewirausahaan.

    Peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.

    BPVP Banyuwangi juga terus mendorong penguatan kolaborasi dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat agar program pelatihan yang dijalankan semakin tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat nyata.

    Sub Koordinator Bidang Pengukuran Peningkatan Produktivitas dan Pemantauan Pelatihan Vokasi BPVP Banyuwangi, Eko Wahyu Prasetyo, S.Pd., saat ditemui praktisi digital dan literasi Maulana Affandi, S.S., menyampaikan bahwa BPVP Banyuwangi terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperluas manfaat pelatihan kepada masyarakat.

    “BPVP Banyuwangi pada prinsipnya siap bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat, komunitas, lembaga pendidikan maupun pemerintah daerah agar pelatihan yang diberikan benar-benar berdampak dan sesuai kebutuhan dunia kerja saat ini,” ujarnya saat ditemui pada Senin (11/5).

    Tak hanya itu, pelayanan BPVP Banyuwangi juga mendapat apresiasi positif karena dinilai terbuka dan responsif dalam menerima masyarakat yang ingin berkonsultasi maupun mengajukan program pelatihan.

    Salah satunya melalui petugas yang menangani proposal serta permohonan pelatihan TMT (Tailor Made Training), Puri Wulandari, S.Psi., yang aktif memberikan penjelasan terkait program-program yang dapat dijalankan dan disinergikan dengan kebutuhan masyarakat maupun komunitas.

    Ketua Komunitas Gotong Royong Empat Puluh Lima yang juga aktif di Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dan Forum Banyuwangi Sehat (FBS), Aguk Wahyu Nuryadi, menilai program pelatihan BPVP menjadi salah satu solusi penting di tengah ketatnya persaingan kerja dan meningkatnya angka PHK.

    “Saat persaingan lapangan kerja semakin ketat hingga banyak terjadi PHK, maka keterampilan melalui pelatihan BPVP yang bersertifikat bisa menjadi salah satu solusi untuk memperoleh penghasilan demi menghidupi keluarga. Negara hadir melalui program BPVP Kemenaker, baik yang dilaksanakan di kantor maupun melalui TMT yang bisa dilakukan di balai desa, aula yayasan hingga gazebo komunitas sebagai ruang akses yang dapat dimanfaatkan semua kalangan,” ujarnya.

    Menurutnya, BPVP juga membuka ruang kesetaraan bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas maupun lulusan Paket PKBM agar memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan keterampilan.

    “Harapannya tentu lahir para pengusaha baru yang mampu membuka lapangan pekerjaan. Karena amal tidak hanya dilakukan di tempat ibadah atau kepada dhuafa saja, tetapi membuka lapangan pekerjaan juga merupakan amal ibadah yang luar biasa,” tambahnya.

    Dengan pendekatan yang terbuka dan kolaboratif tersebut, BPVP Banyuwangi diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak peningkatan kualitas SDM sekaligus memperluas akses pelatihan kerja yang lebih merata bagi masyarakat.

  • Dies Natalis Ke-32 SMP Negeri 3 Rogojampi Berlangsung Meriah, Jadi Ajang Kreativitas dan Kebersamaan Siswa

    Dies Natalis Ke-32 SMP Negeri 3 Rogojampi Berlangsung Meriah, Jadi Ajang Kreativitas dan Kebersamaan Siswa

    Suasana meriah menyelimuti halaman SMP Negeri 3 Rogojampi pada Senin (11/5) dalam peringatan Dies Natalis ke-32 sekolah yang digelar penuh semangat dan antusiasme.

    Kegiatan yang diikuti seluruh warga sekolah tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus menampilkan kreativitas siswa di berbagai bidang.

    Acara dibuka bersama oleh Ketua Komite dan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Rogojampi.

    Dalam sambutannya, Plt Kepala Sekolah Dra. Hj. Sri Utami menyampaikan bahwa Dies Natalis bukan sekadar perayaan hari lahir sekolah, melainkan juga refleksi perjalanan pendidikan serta upaya bersama dalam membangun generasi yang berprestasi dan berkarakter.

    Ia juga mengapresiasi para pendahulu yang telah purna tugas dan berjasa menjaga kejayaan “Sempega” hingga saat ini.

    “Momentum Dies Natalis ini harus menjadi penyemangat bagi seluruh siswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan menjaga nama baik sekolah. Sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga ruang untuk tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, disiplin, dan bertanggung jawab,” ujar alumnus IKIP PGRI Banyuwangi yang akan memasuki masa pensiun tiga bulan lagi itu di hadapan siswa, guru, dan tamu undangan.

    Menurutnya, semangat gotong royong antara guru, siswa, komite sekolah, dan orang tua menjadi kekuatan utama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif dan perlu terus digalakkan.

    “Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan acara ini. Saya berharap semangat kebersamaan seperti ini terus terjaga demi kemajuan SMP Negeri 3 Rogojampi dan menjaga nama baik almamater kita,” tambahnya.

    Setelah sambutan kepala sekolah, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Komite Sekolah, Ir. Isnain.

    Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung perkembangan siswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

    “Anak-anak membutuhkan dukungan bersama. Ketika sekolah dan orang tua berjalan seiring, maka akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak dan kepedulian sosial yang baik,” kata Ir. Isnain sembari menitipkan pesan kepada peserta didik untuk menyampaikan salam kepada orang tua terkait komitmen sekolah dalam mendukung aktivitas dan prestasi siswa, mulai tingkat lokal hingga nasional.

    Mantan Kepala SMK 6 Muhammadiyah sekaligus pensiunan guru MTsN 10 itu juga menjelaskan bahwa 32 tahun lalu, tepatnya 4 Mei, sekolah tersebut resmi beralih status dari Sekolah Kejuruan Keterampilan Putri (SKKP) menjadi SMP Negeri 3 Rogojampi.

    Ia menambahkan, tahun ini hingga tahun depan para guru yang pernah mengajar di era SKKP mulai memasuki masa pensiun.

    Sementara itu, Ketua Panitia Jumadi, S.Pd mengatakan kegiatan semacam ini mampu menjadi wadah bagi siswa untuk belajar berorganisasi, bekerja sama, menumbuhkan rasa percaya diri, sekaligus belajar berwirausaha.

    “Kegiatan seperti ini sangat positif karena siswa belajar langsung tentang tanggung jawab, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan melalui bazar per kelas. Ini pengalaman berharga yang tidak selalu didapat di dalam kelas,” tutur guru olahraga yang juga pembina OSIS tersebut.

    Puncak pembukaan acara ditandai dengan pelepasan balon ke udara sebagai simbol harapan dan cita-cita yang terus menjulang tinggi.

    Momen tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang hadir.

    Setelah itu, penampilan tari kreatif dari para siswa sukses memukau penonton dengan gerakan energik dan kostum berwarna-warni yang menambah semarak suasana.

    Tidak hanya pertunjukan seni, Dies Natalis juga diramaikan dengan berbagai stan bazar yang dikelola siswa dari masing-masing kelas, termasuk pameran prakarya, aktivitas laboratorium IPA, serta literasi perpustakaan.

    Beragam makanan dan minuman dijajakan, mulai dari kuliner tradisional seperti cenil, klepon, dan tahu walik hingga makanan kekinian seperti dimsum, corndog, dan aneka minuman boba.

    Stan-stan tersebut dipadati pengunjung sejak pagi hari.

    Para siswa tampak antusias menawarkan dagangan mereka sambil menghias stan sekreatif mungkin agar menarik perhatian pembeli.

    Kegiatan bazar ini menjadi salah satu daya tarik utama dalam perayaan Dies Natalis tahun ini.

    Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman belajar kewirausahaan bagi siswa.

    Mereka belajar mengatur keuangan, bekerja sama dalam tim, hingga melayani pembeli secara langsung.

    Perayaan Dies Natalis SMP Negeri 3 Rogojampi berlangsung penuh keceriaan dan kebersamaan selama tiga hari.

    Pada hari pertama, bazar diikuti siswa kelas 7, dilanjutkan kelas 8 pada hari kedua.

    Sementara hari ketiga akan ditandai dengan kegiatan jalan sehat yang menyediakan berbagai doorprize alat rumah tangga persembahan dunia usaha dan SMK swasta di sekitar sekolah.

    Melalui kegiatan ini, sekolah berharap semangat kreativitas, solidaritas, dan cinta terhadap almamater dapat terus tumbuh di kalangan siswa maupun seluruh warga sekolah.

    “Insya Allah saat tanggal merah Kamis, 14 Mei, kami para guru, tenaga kependidikan, ustaz madin, serta komite akan melakukan refreshing ke Pulau Merah. Sedangkan tasyakuran purna wiyata kelas 9 akan digelar Kamis, 21 Mei, di halaman sekolah,” tutur KTU Drs. Imam Anshori. (Bung Aguk/Affandi)

  • Meriahkan Harlah Muslimat NU Ke-80, Muslimat NU Banyuwangi Gelar Lomba Paduan Suara

    Meriahkan Harlah Muslimat NU Ke-80, Muslimat NU Banyuwangi Gelar Lomba Paduan Suara

    Banyuwangi – Dalam rangka memperingati Harlah Muslimat NU ke-80, PC Muslimat NU Kabupaten Banyuwangi menggelar Lomba Paduan Suara yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan pada Minggu, 10 Mei 2026 bertempat di Kampus Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi.

    Kegiatan ini diikuti oleh 25 PAC Muslimat NU se-Kabupaten Banyuwangi sebagai bagian dari syiar organisasi sekaligus penguatan ukhuwah antar kader Muslimat NU.

    Mengusung tema “80 Tahun Muslimat NU: Khidmat untuk Umat, dan Bangsa yang Bermartabat”, kegiatan tersebut menjadi ajang kreativitas dan kekompakan kader Muslimat NU dalam menampilkan kemampuan seni paduan suara bernuansa religius, perjuangan, dan kebangsaan.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PCNU Banyuwangi Achmad Turmudzi yang memberikan apresiasi tinggi kepada Muslimat NU Banyuwangi yang terus bergerak aktif dan solid dalam menjalankan roda organisasi.

    Dalam sambutannya, Achmad Turmudzi menyampaikan bahwa Muslimat NU telah menunjukkan karya dan kerja organisasi yang kreatif serta mampu menumbuhkan semangat berorganisasi di tengah masyarakat.

    “Di sini terlihat bahwa berorganisasi itu menyenangkan dan berdampak pada kesehatan, baik fisik maupun spiritual. Muslimat NU terus menunjukkan kekompakan dan semangat yang luar biasa,” ujarnya.

    Turut hadir pula Desi Prakasiwi selaku anggota legislatif yang memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya lomba paduan suara tersebut.

    Selain itu, dalam kapasitasnya sebagai pengurus Koperasi Annisa, ia juga menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi dalam mendukung keberlangsungan organisasi.

    Menurutnya, tumbuh dan berkembangnya organisasi sangat ditentukan oleh kemauan dan kemampuan dalam berusaha.

    Melalui Koperasi Annisa, berbagai kebutuhan organisasi maupun penguatan finansial anggota dapat terus didorong secara bersama-sama.

    “Melalui Annisa inilah segalanya bisa tercapai dalam kemampuan organisasi menjaga finansial diri maupun keorganisasian,” ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua PC Muslimat NU Banyuwangi Yayuk Istianah menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh komponen Muslimat NU, khususnya PAC Muslimat NU se-Banyuwangi yang telah turut menyemarakkan kegiatan tersebut.

    Ia mengungkapkan bahwa seluruh peserta telah mempersiapkan diri jauh hari bahkan berbulan-bulan untuk mengikuti lomba paduan suara ini dengan maksimal.

    “Kami sangat mengapresiasi semangat seluruh PAC Muslimat NU se-Banyuwangi. Mereka berlatih dengan penuh kesungguhan demi menyukseskan kegiatan Harlah Muslimat NU ke-80 ini,” tuturnya.

    Dalam perlombaan tersebut, juara pertama berhasil diraih oleh grup paduan suara PAC Muslimat NU Kecamatan Banyuwangi.

    Posisi juara kedua diraih PAC Muslimat NU Tegalsari, sedangkan juara ketiga diraih PAC Muslimat NU Kecamatan Kalipuro.

    Selain itu, panitia juga memberikan penghargaan juara harapan secara berurutan kepada PAC Muslimat NU Kecamatan Srono, Cluring, dan Muncar atas penampilan terbaik dan semangat partisipasi mereka dalam kompetisi tersebut.

    Salah seorang pengurus PAC Muslimat NU Banyuwangi, Fitri, menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya atas capaian yang diraih timnya.

    “Tidak sia-sia latihan dan kerja keras dari kami berhari-hari dan berminggu-minggu mempersiapkan lomba ini,” ungkapnya dengan penuh haru dan bangga.

    Acara berlangsung semarak dengan antusiasme peserta dan pendukung yang memenuhi lokasi kegiatan.

    Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat solidaritas organisasi, serta meneguhkan semangat khidmat Muslimat NU kepada umat dan bangsa.

  • Pergunu Banyuwangi Gelar Workshop Melek Investasi untuk Tingkatkan Literasi Finansial Guru

    Pergunu Banyuwangi Gelar Workshop Melek Investasi untuk Tingkatkan Literasi Finansial Guru

    Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Kabupaten Banyuwangi terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan guru melalui berbagai program edukatif.

    Salah satunya diwujudkan dengan menggelar Workshop Melek Investasi pada Minggu, 10 Mei 2026 bertempat di SMK Gajah Mada Banyuwangi.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Pergunu dalam memuliakan guru, tidak hanya pada aspek pendidikan dan pengabdian, tetapi juga dalam membangun kesadaran finansial melalui edukasi investasi dan financial check up yang selama ini kerap luput dari perhatian bersama.

    Workshop tersebut dinilai penting di tengah maraknya berbagai modus investasi bodong yang banyak merugikan masyarakat.

    Para peserta mendapatkan pemahaman tentang bagaimana mengenali investasi yang aman, terukur, dan sesuai kemampuan finansial masing-masing.

    Salah seorang peserta, Faturrahman, mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan semacam ini.

    Menurutnya, workshop tersebut memberikan wawasan baru sekaligus pengalaman nyata tentang pentingnya kehati-hatian dalam berinvestasi.

    “Saya sudah beberapa kali investasi tapi ujungnya gagal,” ungkapnya di sela-sela kegiatan workshop.

    Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua PC Pergunu Banyuwangi, Drs. H. Witjanarko MPd Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa salah satu bentuk memuliakan guru adalah dengan memberikan pemahaman terkait pengelolaan keuangan dan investasi yang aman.

    “Salah satu upaya kita dalam memuliakan guru adalah memberikan pemahaman tentang investasi yang aman,” tegasnya.

    Sementara itu, Ketua Panitia Workshop, Imam Jauhari, menegaskan bahwa Pergunu tidak boleh hanya menunggu perubahan datang dengan sendirinya, tetapi harus aktif mempercepat peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru melalui berbagai pendampingan nyata.

    “Kemuliaan tidak mungkin diraih dengan hanya menunggu, tetapi bagaimana kemuliaan itu mengejar kita karena kita melangkah jauh melampaui kemuliaan yang terjadi,” ujarnya.

    Acara berlangsung hangat dan gayeng karena konsep pembelajaran dikemas dalam forum diskusi santai dua arah.

    Workshop dipandu langsung oleh praktisi investasi, Fitrian Wahyu Ilahi dari PT Media Solusi Informasi beralamat jalan ikan waderpari 276 kertosari yang memberikan berbagai materi seputar dasar-dasar investasi, pengelolaan keuangan, hingga strategi membangun kekuatan finansial pribadi secara bertahap.

    “Investasi jangan terburu-buru besar dulu. Kita lakukan semampu kita dan istiqamah,” jelas Fitrian saat memberikan materi kepada peserta.

    Suasana diskusi semakin hidup ketika beberapa peserta turut berbagi pengalaman terkait kegagalan investasi yang pernah dialami.

    Dari pengalaman tersebut, peserta belajar memahami pentingnya literasi finansial sebelum mengambil keputusan investasi.

    Dalam sesi akhirnya, Fitrian juga memberikan berbagai tips investasi aman sekaligus membantu peserta mengenali kondisi finansial asli masing-masing sebagai langkah awal membangun kesehatan keuangan.

    Workshop ini direncanakan akan berlangsung secara berkelanjutan.

    Pergunu Banyuwangi menilai bahwa edukasi finansial tidak cukup dilakukan hanya dalam satu kali pertemuan, melainkan membutuhkan pendampingan intensif agar para guru benar-benar mampu menerapkan pola pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

    Workshop ini juga dihadiri penasehat PERGUNU KH. Ahmad Musytaha sekaligus memimpin doa demi lancarnya acara ini.

  • PAUD Mutiara dan PKBM KOPPAT Rogojampi Gelar Prosesi Kelulusan Penuh Haru di Banyuwangi

    PAUD Mutiara dan PKBM KOPPAT Rogojampi Gelar Prosesi Kelulusan Penuh Haru di Banyuwangi

    Yayasan Inklusi Homeschooling PAUD Mutiara dan PKBM KOPPAT Rogojampi menggelar prosesi pengalungan gordon kelulusan bagi peserta didik di El Hotel Banyuwangi, Sabtu (9/5/2026).

    Sebanyak 37 anak PAUD Mutiara resmi menyelesaikan masa taman kanak-kanak dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang MI/SD.

    Selain itu, 15 peserta didik PKBM KOPPAT Rogojampi juga dinyatakan lulus Paket B dan Paket C.

    Para lulusan berhak menerima ijazah dan pengalungan gordon lembaga yang dilakukan oleh Kepala PAUD Sida Humaeroh, S.Pd., bersama Ketua Yayasan Ellyfatus Sholehah, S.Pd.

    Acara penuh kebahagiaan tersebut turut dihadiri perwakilan Himpaudi, perwakilan TK di Rogojampi, Kepala Desa Rogojampi Hj. Jamilah, serta keluarga peserta didik yang tidak ingin melewatkan momen penting dalam perjalanan pendidikan putra-putri mereka.

    Dalam prosesi yang dikemas secara menarik oleh Smart TV pimpinan Kang Suroso Gitik itu, sebanyak 120 murid PAUD menampilkan berbagai ekspresi dan kreativitas, mulai dari praktik salat, doa, puji-pujian, hafalan Al-Qur’an, hingga peragaan busana muslim.

    Anak-anak berkebutuhan khusus yang menjadi peserta didik juga turut tampil di atas panggung.

    “Kami siap mendampingi 4–5 anak berkebutuhan khusus menyesuaikan kemampuan SDM yang ada. Dan bagi yang yatim kami gratiskan,” ujar Ketua Yayasan.

    Ia menambahkan, selain program AKSARA, lembaga yang berlokasi di Perumahan Mutiara Concrong tersebut juga berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan sebagai PKBM inklusi yang melayani remaja difabel.

    Perwakilan wali murid, Fatma Nila Dewi, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh guru dan keluarga besar yayasan.

    Menurutnya, PAUD Mutiara bukan sekadar tempat bermain dan belajar, tetapi telah menjadi rumah kedua yang mendukung tumbuh kembang anak-anak dengan penuh cinta dan cerita indah.

    “Terima kasih kepada segenap guru dan keluarga yayasan. Doa kami, semoga semuanya dilimpahi kesehatan, umur yang manfaat, rezeki berkah, serta kebahagiaan dunia akhirat,” tuturnya.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi “Anak Kreasi Pelita untuk Negeriku” yang berlangsung penuh keceriaan dan sarat nilai akhlak mulia.

    Momen haru pun terasa saat anak-anak cium tangan guru dan memeluk bunda mereka.

    Para guru juga menyalami para wali murid untuk saling memaafkan dan mendoakan, diiringi suasana penuh haru dengan mata berkaca-kaca.

    “Peran orang tua amat penting dalam mendukung proses kami menyiapkan mutiara-mutiara ini agar menjadi pelangi keluarga dan pelita negeri,” ujar Sida Humaeroh.

    Pembina Yayasan, Drs. Zainul Arifin, tampak bahagia atas keberhasilan para peserta didik yang ia anggap sebagai bagian dari keluarganya sendiri.

    Ia menjelaskan, acara kelulusan di hotel ini telah berlangsung untuk ke-16 kalinya dan bukan bertujuan untuk gaya hidup ataupun pamer.

    “Kami tidak memiliki gedung aula yang memadai, sehingga hotel menjadi solusi yang praktis. Dan semuanya merupakan hasil musyawarah keluarga besar,” tutur dai sekaligus pegiat sosial, ekonomi kerakyatan, dan pekerja migran tersebut.

    Ia juga menyampaikan kemungkinan agenda kelulusan tahun depan akan dikemas lebih berkesan dengan kegiatan menginap di hotel sekaligus outbound parenting.

    Acara tasyakuran ditutup dengan petikan gitar dari guru PAUD sekaligus kreator Lukbi yang mengiringi nyanyian seluruh guru PAUD.

    Suasana semakin khidmat dengan pembacaan puisi “Layar Kecil Melesat ke Bintang” oleh tutor PKBM yang juga Guru Pendamping Khusus (GPK) Nasional, Yeti Chotiimah, M.Pd

  • FKKS Srono Perkuat Sinergi Desa Sehat Bersama Relawan dan Stakeholder Kesehatan

    FKKS Srono Perkuat Sinergi Desa Sehat Bersama Relawan dan Stakeholder Kesehatan

    Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS) Kecamatan Srono menggelar pertemuan koordinasi bersama berbagai elemen kesehatan dan pemberdayaan masyarakat di Kantor Kecamatan Srono, Rabu (7/5).

    Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Forum Banyuwangi Sehat (FBS), puskesmas se-Kecamatan Srono, PLKB, petugas Kelompok Kerja (Pokja) Desa Sehat, unsur kesejahteraan rakyat (Kesra), hingga kader KPM Rumah Desa Sehat (RDS) dari seluruh desa di wilayah Kecamatan Srono.

    Acara dibuka dengan sambutan Ketua FKKS Srono yang diwakili Sekretaris FKKS, Harun. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara Pokja Desa Sehat, FKKS, dan Rumah Desa Sehat (RDS) agar program kesehatan di tingkat desa dapat berjalan lebih optimal.

    “Semakin baik sinergi antara Pokja Desa Sehat, FKKS, hingga Rumah Desa Sehat, maka hasil yang dicapai juga akan semakin baik. Akan semakin berkah jika turut menggandeng takmir masjid, DMI, hingga CSR perusahaan,” ujar aktivis GESID dan Tuku-Tuku Online tersebut.

    Peserta FKKS Srono

    Sambutan berikutnya disampaikan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Srono, Imam Basori, S.Sos., mewakili Camat Srono. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga citra Banyuwangi sebagai daerah yang dikenal bersih dan sehat.

    “Banyuwangi sudah dikenal sebagai daerah yang bersih dan sehat. Karena itu, semua pihak harus bersama-sama menjaga dan mendukung program-program kesehatan yang ada,” ujarnya.

    Sementara itu, perwakilan Forum Banyuwangi Sehat, Aguk Wahyu Nuryadi atau yang akrab disapa Bung Aguk, mengingatkan pentingnya komunikasi aktif antara Pokja Desa Sehat dengan pemerintah desa, khususnya sekretaris desa sebagai penanggung jawab Rumah Desa Sehat.

    Menurutnya, RDS memiliki peran strategis dalam menyusun perencanaan dan penganggaran bidang kesehatan desa, termasuk penanganan stunting, tuberkulosis (TBC), serta berbagai persoalan kesehatan lainnya.

    “Rumah Desa Sehat diharapkan menjadi ruang bersama bagi seluruh pelaku, praktisi, hingga relawan kesehatan untuk berkumpul dan menyusun langkah bersama,” jelasnya.

    Bung Aguk juga menegaskan agar seluruh program kerja tahunan disusun secara rapi, terukur, dan terdokumentasi dengan baik karena nantinya menjadi bagian dari laporan kepada Forum Banyuwangi Sehat.

    Ia berharap konsep “sehat” di Banyuwangi tidak hanya dimaknai sebatas kesehatan fisik, tetapi juga mencakup kesehatan pendidikan, ekonomi, relasi sosial, hingga kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

    Bung Aguk FBS

    Dalam kesempatan yang sama, aktivis Forum Banyuwangi Sehat asal Siliragung, Desika Ulfanissa, S.Kep., memaparkan sejumlah regulasi terkait pelaksanaan program kesehatan di desa.

    Beberapa poin yang disoroti antara lain pentingnya tertib administrasi kegiatan, mulai dari surat undangan, notulen rapat, dokumentasi kegiatan, SK pengurus Pokja Desa Sehat, hingga penyusunan program kerja dan laporan keuangan yang dibahas melalui forum Rumah Desa Sehat.

    Pada sesi akhir, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti forum tersebut karena dinilai dapat menjadi pedoman sekaligus ruang berbagi pengalaman bagi relawan kesehatan di lapangan.

    Pendamping desa, Nanang Qosim, menyampaikan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya sinergi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat yang berjalan sesuai regulasi.

    Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat para kader dan relawan kesehatan yang selama ini menjadi ujung tombak pengabdian di tingkat dusun.

    “Kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, komunikasi dan pendampingan harus terus dilakukan, mulai dari penyusunan program, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban,” ungkap warga Wonosobo tersebut.

  • Peringati Milad ke-56, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi Gelar Donor Darah sebagai Wujud Nyata Kepedulian terhadap Sesama

    Peringati Milad ke-56, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi Gelar Donor Darah sebagai Wujud Nyata Kepedulian terhadap Sesama

    Nuansa kepedulian dan semangat kemanusiaan terasa begitu kuat di lingkungan RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi.

    Dalam rangka memperingati milad ke-56, rumah sakit yang telah lama menjadi rujukan masyarakat ini menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Ayo Berdonor Darah”, yang disambut dengan antusias oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

    Sejak pukul 08.00 WIB pagi hari, halaman rumah sakit telah dipenuhi warga yang datang dengan satu tujuan mulia: berbagi kehidupan melalui setetes darah.

    Para peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, pegawai, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum.

    Mereka berbaur tanpa sekat, memperlihatkan bahwa kepedulian sosial mampu menyatukan semua kalangan dalam satu gerakan kemanusiaan.

    Kegiatan donor darah ini bukanlah kegiatan baru. Pelaksanaannya telah memasuki penyelenggaraan yang ke-49 kali dan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali oleh RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi.

    Namun, pelaksanaan kali ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan milad ke-56 RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi.

    Selain itu, peningkatan jumlah peserta dari waktu ke waktu juga menjadi bentuk apresiasi tersendiri atas keberhasilan kegiatan ini.

    Menurut Rangga Zulfikar, S.Kom selaku koordinator donor darah dari RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, jumlah peserta donor terus mengalami peningkatan pada setiap pelaksanaan kegiatan.

    “Setiap kegiatan, jumlah pendonor terus meningkat. Ini menandakan kesadaran masyarakat tentang pentingnya donor darah semakin tinggi,” ujar Rangga.

    Ia menegaskan bahwa kegiatan donor darah ini bukan sekadar bagian dari rangkaian seremonial milad, tetapi merupakan wujud nyata gerakan kemanusiaan dalam membantu sesama.

    Donor darah, menurutnya, adalah bentuk kepedulian sederhana yang memiliki dampak sangat besar bagi kehidupan orang lain.

    donor darah pku rogojampi

    Mudah Dijangkau, Nyaman, dan Bersahabat

    Salah satu faktor yang membuat kegiatan donor darah di RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi diminati masyarakat adalah lokasi rumah sakit yang strategis dan mudah dijangkau.

    Letaknya yang berada di jalur utama memudahkan masyarakat dari berbagai wilayah di Banyuwangi untuk datang berpartisipasi.

    Selain itu, pelayanan yang diberikan juga menjadi nilai tambah tersendiri. Para petugas dikenal ramah, komunikatif, serta profesional dalam melayani para pendonor.

    Suasana yang diciptakan selama kegiatan berlangsung membuat para peserta merasa nyaman, bahkan seperti berada di rumah sendiri.

    Khusnul Khotimah, salah satu pendonor yang telah mengikuti kegiatan donor darah sebanyak 25 kali, membagikan pengalamannya selama mengikuti kegiatan donor di tempat tersebut.

    “Donor di sini itu nyaman sekali. Petugasnya ramah, suasananya santai, jadi tidak tegang. Saya merasa seperti donor di rumah sendiri,” ujarnya dengan senyum.

    Makna Donor Darah: Lebih dari Sekadar Memberi

    Menurut Tri Eni selaku koordinator tim donor darah dari PMI Kabupaten Banyuwangi yang bertugas saat kegiatan berlangsung, donor darah memiliki makna yang sangat mendalam bagi kehidupan sosial masyarakat.

    “Donor darah adalah bentuk nyata dari kepedulian kita terhadap sesama. Kita mungkin tidak tahu siapa yang menerima darah kita, tapi kita tahu bahwa itu bisa menyelamatkan nyawa,” jelasnya.

    Ia juga menambahkan bahwa setiap tetes darah yang didonorkan merupakan harapan bagi mereka yang membutuhkan, seperti pasien kecelakaan, ibu yang sedang melahirkan, penderita anemia, hingga pasien dengan penyakit kronis.

    Kebutuhan Darah di Banyuwangi Masih Tinggi

    Di sisi lain, kebutuhan darah di Kabupaten Banyuwangi masih tergolong tinggi. Setiap harinya, rumah sakit membutuhkan persediaan darah untuk berbagai keperluan medis.

    Namun demikian, ketersediaan stok darah sering kali belum sebanding dengan kebutuhan yang ada.

    Oleh karena itu, kegiatan donor darah seperti ini menjadi sangat penting untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah agar tetap aman dan mencukupi.

    “Kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan. Kita tidak bisa menunggu saat butuh baru mencari. Stok darah harus selalu tersedia,” tegas Tri Eni.

    Donor darah juga menjadi simbol solidaritas sosial bahwa manusia hidup saling membutuhkan dan saling menguatkan satu sama lain.

    Manfaat Donor Darah bagi Kesehatan

    Menurut Rizka, ahli gizi RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi yang pada kesempatan tersebut juga ikut berdonor, kegiatan donor darah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga memberikan banyak manfaat kesehatan bagi pendonornya sendiri.

    Beberapa manfaat donor darah di antaranya adalah:

    • Menjaga kesehatan jantung dengan membantu mengurangi kadar zat besi berlebih dalam tubuh.
    • Meningkatkan produksi sel darah baru sehingga tubuh terasa lebih segar.
    • Membantu mendeteksi dini penyakit karena sebelum donor dilakukan pemeriksaan kesehatan sederhana.
    • Membantu menjaga berat badan melalui proses pembakaran kalori saat donor darah.
    • Memberikan efek psikologis positif karena munculnya rasa bahagia setelah membantu orang lain.

    “Donor darah itu sehat, bukan melemahkan. Justru membuat tubuh lebih bugar jika dilakukan secara rutin,” tambah Rizka.

    Donor Darah sebagai Gerakan Sosial

    Kegiatan donor darah ini juga menjadi bagian dari gerakan sosial yang lebih luas.

    Dalam momentum milad ke-56 ini, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi ingin menegaskan perannya bukan hanya sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga sebagai pelopor aksi kemanusiaan di tengah masyarakat.

    Donor darah menjadi wujud nyata implementasi nilai-nilai kemanusiaan yang dipegang teguh, yaitu menolong tanpa pamrih dan selalu hadir untuk masyarakat yang membutuhkan.

    Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial serta memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

    RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, Tempat Donor yang Dipercaya Masyarakat

    Kepercayaan masyarakat terhadap RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi sebagai tempat donor darah terus meningkat dari waktu ke waktu.

    Hal ini tidak terlepas dari konsistensi pelayanan yang profesional, fasilitas yang memadai, serta pendekatan humanis kepada setiap pendonor.

    Banyak masyarakat yang menjadikan rumah sakit ini sebagai lokasi utama untuk berdonor secara rutin.

    Bahkan tidak sedikit pendonor yang mengajak keluarga maupun teman untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan ini.

    “Di sini itu sudah seperti rumah kedua bagi pendonor. Nyaman, aman, dan terpercaya,” ujar salah satu peserta.

    Harapan Untuk Masa Depan

    Dengan semangat milad ke-56, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi berharap kegiatan donor darah ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

    “Ayo kita jadikan donor darah sebagai gaya hidup. Bukan hanya saat ada acara, tapi menjadi kebiasaan,” pesan Rangga sebagai penggerak kegiatan donor darah dalam rangka milad ke-56 RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi.

    Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih aktif terlibat dalam kegiatan sosial seperti donor darah, karena generasi muda merupakan agen perubahan di masa depan.

    Kegiatan “Ayo Berdonor Darah” bukan sekadar agenda tahunan atau bagian dari peringatan milad semata. Kegiatan ini merupakan simbol kepedulian, harapan, dan kehidupan.

    Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, masih ada tangan-tangan tulus yang rela berbagi tanpa pamrih. Setetes darah mungkin terlihat kecil, tetapi bagi mereka yang membutuhkan, setetes darah adalah segalanya.

    Dan di RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, semangat itu terus mengalir—menghidupkan, menguatkan, dan menyatukan.

    Penulis: Heri Iskandar, S.Kep., Ners

  • Pelatihan Reportase JRKBB di Bisma FM Gambiran Dorong Adaptasi Media ke Era Digital

    Pelatihan Reportase JRKBB di Bisma FM Gambiran Dorong Adaptasi Media ke Era Digital

    Jaringan Radio Komunitas Broadcast Banyuwangi (JRKBB) di sela kegiatan halal bihalal menggelar pelatihan peningkatan kapasitas kru melalui pelatihan reportase di Studio Bisma FM, Gambiran, Minggu (12/4).

    Kegiatan ini menghadirkan pegiat Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) serta wartawan media online.

    Ketua Perkumpulan Komunitas Gotong Royong ’45 sekaligus Pembina JRKBB, Aguk Wahyu Nuryadi yang akrab disapa Bung Aguk, berharap insan pers di lingkungan radio komunitas dapat memahami fungsi media tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana informasi dan edukasi.

    “Media itu bukan sekadar hiburan, tetapi juga harus menjadi sarana informasi dan edukasi. Karena itu anggota JRKBB tidak cukup hanya mengisi program karaoke, tetapi juga perlu ada talkshow, podcast, pemutaran ILM, hingga penyajian berita,” ujarnya.

    Bung Aguk JRKI

    Ia juga menyinggung momentum Hari Pers Nasional 2026 yang sebelumnya digelar di Kedai Makmoer saat pelantikan JRKBB, yang turut dihadiri pemimpin redaksi JurnalNews, SastraWacana, serta akademisi Nafi Feridian, S.T., M.T.

    Menurutnya, forum tersebut menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi serta penyajian informasi yang akurat dan bebas hoaks.

    “Karena itu hari ini kita praktikkan langsung bagaimana membaca berita, laporan lapangan, serta adaptasi di era digital dengan pemanfaatan media sosial,” tambahnya.

    Di akhir sambutannya, Aguk juga mengajak peserta untuk mendoakan almarhum mantan Ketua JRKI Jawa Timur, Untung Surojo, serta orang tua salah satu pengurus JRKBB yang baru meninggal dunia.

    Materi pertama disampaikan oleh Wakil Ketua Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) Jawa Timur, Hadi Purwanto, yang juga telah 29 tahun mengelola Radio Planet FM Bajulmati.

    Dalam pemaparannya, penyiar dengan nama udara “Ha Pe Aja” ini mendorong peserta untuk menjadi jurnalis warga di era transformasi digital.

    Hadi Purwanto

    Menurutnya, jurnalisme warga harus tetap mengedepankan prinsip dasar jurnalistik seperti 5W+1H, akurasi, keberimbangan, serta penyajian berita yang sistematis dan dilengkapi dokumentasi yang tepat.

    “Pastikan fakta objektif, jangan opini, harus berimbang, runtut, dan sesekali menggunakan kalimat langsung. Jangan lupa dokumentasi juga harus diberi caption yang mendukung,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Hadi juga memberi contoh bagaimana cara membaca berita ketika siaran radio, agar informasi yang disampaikan benar-benar dimengerti dan diterima oleh pendengar.

    Acara yang dipandu Haderi dari Radio Komunitas BRIT FM Gendoh Sempu ini kemudian menghadirkan narasumber jurnalis sekaligus content creator, Maulana Affandi, S.S., yang juga Pemimpin Umum dari sastrawacana.id/ dan Penerbit Lintang Banyuwangi.

    Ia menekankan pentingnya memahami demografi audiens serta waktu siar (primetime) yang efektif dalam penyebaran informasi.

    “Dalam dunia media saat ini, memahami demografi audiens itu sangat penting. Kita tidak bisa menyampaikan informasi dengan cara yang sama kepada semua segmen. Selain itu, penentuan waktu siar atau primetime juga sangat menentukan efektivitas pesan yang disampaikan, karena setiap kelompok audiens memiliki waktu konsumsi informasi yang berbeda,” ujar Maulana Affandi.

    Alumni Universitas Jember yang kini menempuh pendidikan S2 di Universitas Muhammadiyah Malang itu juga mempraktikkan penggunaan platform digital seperti Spotify sebagai media siaran alternatif.

    “Dengan memanfaatkan platform digital, kita dapat menghadirkan banyak kanal siaran tanpa membutuhkan infrastruktur besar. Sederhana, namun tetap bisa dikelola secara profesional, dimonetisasi melalui iklan, serta digunakan untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,,” ungkapnya.

    Sementara itu, pimpinan Bisma FM, Hariyanto, mendorong kru radio komunitas untuk memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai peluang pengembangan dan peningkatan penghasilan.

    “Sekarang banyak pilihan aplikasi, streaming Facebook, TikTok, hingga YouTube. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya,” ujarnya.

    Kegiatan pelatihan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber dan kartu pers JRKBB, serta doa penutup yang dipimpin oleh Ki Sukirman dari Radio Krisna FM Wongsorejo, yang juga dikenal sebagai pengusaha kuliner lontong lepet dan pisang.

  • Memasuki Usia Ke-3, Kopiwangi Pererat Kebersamaan dan Semangat Literasi

    Memasuki Usia Ke-3, Kopiwangi Pererat Kebersamaan dan Semangat Literasi

    Di usianya yang ke-3 tahun, ibarat bayi yang sedang lucu-lucunya—Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI) menggelar Halal Bihalal sekaligus Milad ke-3 dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

    Dari langkah kecil yang sederhana, KOPIWANGI terus tumbuh menjadi ruang pulang bagi para pegiat literasi untuk saling menyapa, berbagi, dan menguatkan.

    Momentum ini tak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap kata, ide, dan karya yang lahir adalah bagian dari upaya bersama menjaga nyala literasi di Banyuwangi.

    Bertempat di LKP TBM Elit Jalan Bolodewo 51G Kebalen Kidul, Desa Lemahbangdewo, Kecamatan Rogojampi, yang merupakan kediaman Drs. Ir. Jaenuri, NZ, M.Pd (anggota kehormatan KOPIWANGI) kegiatan Halal Bihalal & Milad ke-3 KOPIWANGI berlangsung dengan hangat.

    Tuan rumah dengan tulus membuka ruang dan fasilitas demi terselenggaranya kegiatan ini.

    Meski di usia senja, Jaenuri NZ yang merupakan penulis puisi basa Using, tetap menunjukkan semangat yang menyala dengan memberikan motivasi dan dorongan kepada anggota KOPIWANGI untuk terus menulis, merawat bahasa dan budaya lokal, serta menjadikan literasi sebagai jalan pengabdian yang tak lekang oleh waktu.

    Tepat pukul 09.00 WIB, acara Halal Bihalal & Milad ke-3 KOPIWANGI resmi dimulai. Maria Ulfa selaku pembawa acara membuka kegiatan dengan sebuah pantun, yang menjadi ciri khas tersendiri dalam setiap kegiatan KOPIWANGI.

    Selanjutnya, seluruh hadirin diminta berdiri untuk bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dengan penuh khidmat dan semangat, para peserta mengikuti lagu kebangsaan tersebut sebagai wujud rasa nasionalisme dan kebersamaan.

    Mengalawali sambutan yang pertama disampaikan perwakilan pengurus KOPIWANGI – Nur Ahmadi, S.Pd, M.M masih dalam bulan syawal mengucapakan permintaan maaf kepada semua sobat KOPIWANGI yang hadir.

    Berikutnya Nur Ahmadi menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kedatangan sobat KOPIWANGI. Ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk membesarkan komunitas.

    “Terima kasih kami ucapkan kepada sobat KOPIWANGI yang hadir, ini merupakan komitmen bersama untuk membesarkan KOPIWANGI. Bagi sobat KOPIWANGI yang belum bisa hadir harapannya dalam kegiatan selanjutnya bisa hadir bersama untuk memeriahkan” jelas Nur Ahmadi.

    Acara selanjutnya sebagai bentuk syukur atas 3 tahun perjalanan KOPIWANGI, pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh ustad Moh. Halili, M.HI.

    Sebelum memulai doa bersama, Halili mengajak semua hadirin untuk diam sejenak bersyukur atas semua pemberian dari Allah SWT, bisa hadir dan bertemu dengan orang-orang hebat di komunitas ini.

    Setelah acara doa bersama milad ke-3 KOPIWANGI dilanjutkan dengan prosesi Halal Bihalal saling berjabat tangan satu dengan lainnya.

    MC memberikan arahan kepada hadirin untuk berkeliling sembari berjabat tangan diiringi dengan alunan musik religi membuat suasana semakin khidmat.

    Sebelum ceremonial potong tumpeng berlangsung, momen sharing dan diskusi anggota KOPIWANGI menjadi ritual yang tidak bisa ditinggalkan.

    MC mempersilahkan kepada Andi Budi Setiawan selaku Ketua KOPIWANGI untuk memimpin acara sharing dan diskusi. Mengawali sesi sharing dan diskusi, Andi BS menyampaikan histori perjalanan KOPIWANGI sebelum sebesar ini.

    Selanjutnya Andi BS menyampaikan profil KOPIWANGI dilihat dari visi, misi dan tujuan besarnya. Beberapa event kegiatan literasi yang sudah berjalan, karya-karya KOPIWANGI dan kemitraan yang sudah terjalin baik.

    “Tak terasa dalam 3 tahun ini banyak pencapaian yang sudah diraih KOPIWANGI, mulai dari program literasi yang berdampak bagi sekolah maupun masyarakat (pegiat literasi), karya-karya dari sobat KOPIWANGI yang sudah diterbitkan diantaranya Lentera Di Pengujung Asa (2024), Pena Sang Surya (2024), Marhaban Ya Ramadan : Antologi Pantun, Puisi dan Quote Ramadan (ebook Dispusip Banyuwangi, 2025), Sajak Merah Putih : Antologi Puisi Pahlawan (ebook Dispusip Banyuwangi, 2025) dan Tandang Bareng Mbangun Banyuwangi – Antologi Pantun Basa Using (ebook Dispusip Banyuwangi, 2026). Ini merupakan bentuk nyata peran KOPIWANGI dalam menyalakan literasi di Banyuwangi” jelas Andi BS.

    Lina Kamalin Kopiwangi

    Di tengah sesi sharing dan diskusi, hadir Lina Kamalin, M.Pd selaku penasihat KOPIWANGI sekaligus Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi.

    Di tengah kesibukan yang luar biasa, Lina Kamalin selalu menyempatkan hadir membersamai sobat KOPIWANGI.

    Dalam sambuannya, ia menyampaikan beberapa pesan dan juga motivasi untuk sobat KOPIWANGI yang hadir.

    “Saya sudah berkomitmen pada diri saya, setiap kegiatan Halal Bihalal dan Milad KOPIWANGI, saya akan selalu menyempatkan hadir untuk membersamai sobat KOPIWANGI,” ungkap Lina Kamalin selaku Penasihat KOPIWANGI.

    Ia kemudian mengibaratkan kebersamaan dalam komunitas seperti konsep dalam ilmu fisika.

    “Garpu tala hanya akan beresonansi kuat ketika bertemu dengan frekuensi yang sama. Ia tidak memaksa, tidak mendominasi—ia hanya bergetar, lalu menemukan yang seirama,” jelasnya.

    Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan semangat yang dibangun di KOPIWANGI.

    “Komunitas ini tidak hadir untuk menyeragamkan, tetapi untuk mempertemukan. Setiap anggota datang dengan latar, pengalaman, dan ‘nada’ yang berbeda. Namun ketika ada satu semangat yang sama—cinta pada literasi—di situlah resonansi itu mulai terasa,” pungkasnya.

    Hal tersebut memberikan energi positif sekaligus menguatkan nyala semangat literasi bagi sobat KOPIWANGI dalam menjalankan peran sebagai agen perubahan dan penggerak literasi di Banyuwangi.

    Tidak berhenti di situ, Lina Kamalin juga mendorong anggota KOPIWANGI untuk terus meningkatkan kualitas karya.

    Selain menulis puisi, pentigraf, dan esai, ia mengajak agar mulai mengembangkan tulisan ke ranah artikel dan opini yang mengangkat isu-isu aktual di masyarakat untuk dipublikasikan melalui media cetak maupun daring.

    Menurutnya, langkah ini menjadi peran penting komunitas literasi dalam memberikan kontribusi pemikiran sekaligus sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah daerah demi Banyuwangi yang lebih baik.

    Sebelum acara berakhir, seremoni pemotongan tumpeng menjadi puncak dari kegiatan hari itu. Bunda Lina didaulat untuk memotong nasi tumpeng dan menyerahkannya kepada Ketua KOPIWANGI.

    Momen ini menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan tiga tahun KOPIWANGI, sekaligus peneguhan kebersamaan dan harapan agar semangat literasi terus tumbuh, menguat, dan memberi manfaat bagi sesama.

    Setelah sesi pemotongan tumpeng selesai dilanjutkan dengan foto bersama. Diakhir MC menutup acara dengan pembagian hadiah bagi hadirin yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar dilanjutkan dengan ramah tamah.

    Menutup seluruh rangkaian kegiatan, kehangatan yang terjalin hari itu seakan meninggalkan jejak yang sulit dilupakan. Bukan sekadar pertemuan, tetapi juga pengingat bahwa kebersamaan yang sederhana mampu melahirkan energi besar untuk terus bergerak.

    Di usia yang ke-3 ini, KOPIWANGI tidak hanya merayakan perjalanan, tetapi juga meneguhkan langkah ke depan—bahwa literasi akan terus hidup selama ada hati yang peduli, tangan yang menulis, dan ruang yang saling menguatkan.

    Dari Rogojampi, semangat itu kembali dinyalakan, untuk terus tumbuh dan memberi makna bagi Banyuwangi.