Kategori: Menurut Para Ahli

  • 9 Pengertian Definisi Formal Menurut Para Ahli

    9 Pengertian Definisi Formal Menurut Para Ahli

    Setiap individu di dunia ini pasti memiliki hubungan yang erat dengan pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

    Namun, ketika kita berbicara tentang pendidikan formal, makna dan tujuannya sering kali membutuhkan penjelasan yang lebih dalam agar tidak disalahpahami.

    Pendidikan formal bukan sekadar proses belajar di bangku sekolah, melainkan suatu jalur terstruktur yang disusun secara sistematis untuk membentuk kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik dalam lingkup yang berjenjang dan terorganisir.

    Di balik bentuk dan sistemnya yang teratur, pendidikan formal juga menyimpan filosofi dan landasan yang kuat dalam membangun peradaban dan mencetak generasi yang siap menghadapi kehidupan bermasyarakat.

    Pengertian Definisi Formal Menurut Para Ahli

    Untuk memahami konsep ini secara lebih mendalam, penting untuk menelusuri beragam definisi dari para ahli yang telah banyak memberi sumbangsih dalam dunia pendidikan.

    Dengan mengenali perspektif mereka, kita dapat memahami bahwa pendidikan formal bukanlah hal yang sempit, melainkan jembatan penting menuju perkembangan diri dan kemajuan sosial.

    1. Axin (Suprijanto, 2009: 6)

    Mendefinisikan pendidikan formal adalah kegiatan belajar yang disengaja, baik oleh warga belajar maupun pembelajarannya di dalam suatu latar yang distruktur sekolah.

    2. Menurut Faisal (Suprijanto, 2009: 6)

    Berpendapat bahwa pendidikan formal adalah pendidikan sistem persekolahaan.

    3. Trommsdorff dan Dassen (2001)

    Pendidikan formal ialah model pendidikan yang mengikuti tren ‘model barat’, terdiri dari instruksi sistematis dalam pengetahuan dan juga keterampilan ‘universal’, yang disediakan pada waktu serta tempat yang sudah diatur sebelumnya oleh para ahlinya.

    4. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003

    Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi.

    5. KBBI

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pendidikan Formal adalah segenap bentuk pendidikan atau pelatihan yang diberikan  secara terorganisasi dan berjenjang, baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus.

    6. Menurut Dr. Nanang Fattah

    Pendidikan adalah proses seseorang mengembangkan kemampuan, sikap, dan tingkah laku lainnya di dalam masyarakat tempat mereka lahir.

    7. Faud Ihsan, 2010

    Pendidikan adalah usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengn nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan.

    8. Notoatmojdo, 2003

    Pendidikan secara umum adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan.

    9. Mudyaharjo, 2008

    Pendidikan adalah usaha dasar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan/atau latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa yang akan datang.

  • 10 Pengertian Linguistik Historis Komparatif Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Linguistik Historis Komparatif Menurut Para Ahli

    Pengertian Linguistik Historis Komparatif

    Linguistik historis komparatif merupakan salah satu cabang ilmu bahasa yang memiliki peran penting dalam memahami bagaimana bahasa mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

    Bahasa sebagai alat komunikasi tidak pernah statis karena selalu berkembang mengikuti perjalanan sejarah manusia, perubahan budaya, serta interaksi sosial yang terjadi antarpenuturnya.

    Melalui kajian linguistik historis komparatif, para ahli bahasa dapat menelusuri asal-usul suatu bahasa, melihat hubungan kekerabatan antarbahasa, serta menemukan pola-pola perubahan bahasa yang muncul secara alami.

    Kajian ini tidak hanya sebatas melihat perbedaan bentuk bahasa dari masa lalu ke masa kini, tetapi juga mencoba memahami penyebab di balik perubahan itu sendiri.

    Misalnya, bagaimana suatu kata dalam bahasa tertentu bisa memiliki bentuk berbeda di bahasa lain yang masih serumpun, atau bagaimana aturan tata bahasa berkembang menyesuaikan kebutuhan komunikasi penuturnya.

    Dengan demikian, linguistik historis komparatif menjadi kunci penting untuk memahami perjalanan bahasa sebagai fenomena budaya sekaligus ilmiah.

    Pengertian Linguistik Historis Komparatif Menurut Para Ahli

    Para ahli telah memberikan definisi yang cukup beragam mengenai apa itu linguistik historis komparatif. Setiap definisi mencerminkan sudut pandang tertentu, baik dari sisi fungsi, ruang lingkup, maupun tujuannya.

    Untuk itu, berikut akan dipaparkan pengertian linguistik historis komparatif menurut para ahli agar mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif.

    1. Menurut Robins (1975)

    Linguistik Komparatif termasuk dalam bidang kajian linguistik memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan sumbangan berharga bagi pemahaman tentang hakekat kerja bahasa dan perkembangan (perubahan ) bahasa-bahasa di dunia.

    2. Keraf (1990:2)

    Linguistik komparatif merupakan suatu cabang dari ilmu bahasa (linguistik) yang berusaha untuk meletakkan dasar-dasar pengertian tentang perkembangan dan kekerabatan antara bahasa-bahasa di dunia dan mencoba menemukan unsur-unsur pengaruh timbal balik antara bahasa-bahasa yang pernah mengadakan kontak dalam sejarah.

    3. Antilla (1972: 20)

    Linguistik historis komparatif bertugas menetapkan data bahasa serta kekerabatan antara satu bahasa dengan bahasa lain sehingga memiliki kaitan dengan pengelompokan bahasa.

    4. Krisanjaya (2011:4)

    Linguistik bandingan historis memiliki tujuan utama untuk menemukan kesamaan rumpun dan kedekatan bahasa.

    Linguistik bandingan historis merupakan cabang ilmu linguistik yang mengkaji bahasa dan bertujuan untuk menemukan kesamaan unsur-unsur bahasa dalam kurun waktu tertentu.

    5. Suparno (2013: 28)

    Linguistik Historis Komparatif adalah kajian atas perkembangan dan perbandingan antara bahasa-bahasa adalah salah satu kajian linguistik. Dalam studi bahasa sekarang, bidang kajian ini disebut linguistik historis komparatif.

    6. Rahmawati (2019: 32)

    Linguistik Historis Komparatif adalah ilmu yang mengkaji seluk beluk perubahan bahasa baik dari sebab akibat dan cara suatu bahasa mengalami perubahan bahasa dari waktu ke waktu.

    7. Yendra (2018:52)

    Linguistik historis komparatif disebut juga linguistik diakronik yaitu ilmu linguistik yang mempelajari bahasa guna untuk mengetahui perubahan, perkembangan, struktural bahasa serta bagaiman bentuk keterkaitan bahasa satu dengan bahasa lainnya dari rumpun yang sama.

    8. Achmad & Abdullah (2013)

    Mengelompokkan linguistik historis komparatif ke dalam linguistik diakronis artinya linguistik historis komparatif berupaya mengkaji bahasa pada masa yang tidak terbatas.

    9. Pateda (1994)

    Linguistik historis komparatif membandingkan dua bahasa atau lebih pada waktu yang berbeda sehingga orang dapat menentukan kekeluargaan dan bahasa induk, bahasa yang digunakan.

    10. Maslakhah (2019: 159)

    Linguistik Historis Komparatif (Historical Comparative Linguistik) adalah cabang ilmu inguistik yang menelaah perkembangan bahasa dari satu masa ke masa yang lain, mengamati bagaimana bahasa mengalami perubahan, serta mengkaji sebab akibat perubahan bahasa.

  • 10 Pengertian Multikulturalisme Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Multikulturalisme Menurut Para Ahli

    Multikulturalisme merupakan konsep yang sangat relevan dalam kehidupan masyarakat modern yang terdiri dari berbagai latar belakang etnis, budaya, agama, dan nilai-nilai sosial.

    Istilah ini tidak hanya mencerminkan keberagaman, tetapi juga mencakup sikap, pandangan, dan kebijakan yang menekankan pentingnya penerimaan dan penghargaan terhadap perbedaan.

    Dalam konteks keindonesiaan maupun global, multikulturalisme menjadi dasar penting untuk membangun keharmonisan sosial dan toleransi antargolongan.

    Pengertian Multikulturalisme Menurut Para Ahli

    Para ahli dari berbagai bidang telah mengemukakan definisi tentang multikulturalisme, yang memperkaya pemahaman kita terhadap konsep ini.

    Berikut ini adalah beberapa pengertian multikulturalisme menurut para ahli.

    1. Roald (2009)

    Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan tentang ragam kehidupan di dunia, atau kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan tentang adanya keragaman, kebhinekaan, pluralitas, sebagai realitas utama dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem sosial-budaya, dan politik yang mereka anut.

    2. Lawrence Blum, dikutip Lubis (2006:174)

    Multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan serta penilaian atas budaya seseorang, serta suatu penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain.

    3. A. Rifai Harahap, 2007, mengutip M. Atho’ Muzhar

    Multikulturalisme mencakup gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan dan tindakan, oleh masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya, namun mempunyai cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama dan mempunyai kebanggan untuk mempertahankan kemajemukan tersebut.

    4. Azyumardi Azra (2007)

    Multikulturalisme pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik.

    5. Parsudi Suparlan (2002)

    Akar kata dari multikulturalisme adalah kebudayaan, yaitu kebudayaan yang dilihat dari fungsinya sebagai pedoman bagi kehidupan manusia.

    6. Cholil (2008:7)

    Multikulturalisme merupakan kepercayaan yang menyatakan bahwa kelompokkelompok etnik atau budaya (ethnic and cultural groups) dapat hidup berdampingan secara damai yang ditandai oleh kesediaan untuk menghormati budaya lain.

    7. Clifford Geertz

    Masyarakat Multikultural ialah suatu masyarakat yang terbagi ke dalam subsistem yang lebih kurang dapat berdiri dan masing-masing dari subsistem tersebut akan terikat oleh ikatan primordial.

    8. KBBI

    Gejala pada seseorang atau suatu masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan.

    9. Nasikun

    Menurut Nasikun, multikulturalisme merupakan suatu kondisi masyarakat yang berisfat majemuk yang secara struktur memiliki sub-sub kebudayaan yang ditandai dengan kurang berkembangya sistem nilai, sehingga menimbulkan munculnya beragam konflik sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat.

    10. Bhikhu Parekh

    Multikultural merupakan kesepakatan yang telah dibuat oleh masyarakat yang didasari oleh rasa kesatuan dengan mengesampingkan perbedaan seperti perbedaan agama, etnis, politik, budaya, dan perbedaan lainnya.

  • Pengertian Multikulturalisme Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Pengertian Multikulturalisme Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Pengertian multikulturalisme

    Multikulturalisme adalah sebuah pandangan atau ideologi yang mengaku dan mengagungkan perbedaan dimana ketika semua kelompok budaya dan ras mendapat hak dan kewajiban yang setara di dalam kehidupan bermasyarakat.

    Menurut bahasa, multikulturalisme berasal dari kata “multi” dan “kultural” yang secara etimologi dapat diartikan sebagai “keragaman budaya”.

    Pandangan multikulturalisme atau keberagaman budaya bermanfaat untuk menciptakan dan menjaga budaya-budaya yang berbeda dalam suatu masyarakat.

    Keragaman ras, etnis, dan agama menjadi karakteristik tersendiri yang disebabkan oleh banyak faktor, seperti:

    • Geografis
    • Pernikahan campur budaya
    • Masuknya budaya asing
    • Iklim yang berbeda
    • Perbedaan sistem religi
    • Asal-usul berlainan

    Pengertian Multikulturalisme Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian multikulturalisme menurut para ahli:

    1. Roald (2009)

    Pengertian ultikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan tentang ragam kehidupan di dunia, atau kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan tentang adanya keragaman, kebhinekaan, pluralitas, sebagai realitas utama dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem sosial-budaya, dan politik yang mereka anut.

    2. Lawrence Blum, dikutip Lubis (2006:174)

    Multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan serta penilaian atas budaya seseorang, serta suatu penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain.

    3. A. Rifai Harahap, 2007, mengutip M. Atho’ Muzhar

    Multikulturalisme mencakup gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan dan tindakan, oleh masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya, namun mempunyai cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama dan mempunyai kebanggan untuk mempertahankan kemajemukan tersebut.

    4. Azyumardi Azra (2007)

    Multikulturalisme pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat.

    Multikulturalisme dapat juga dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik.

    5. Parsudi Suparlan (2002)

    Akar kata dari multikulturalisme adalah kebudayaan, yaitu kebudayaan yang dilihat dari fungsinya sebagai pedoman bagi kehidupan manusia.

    6. Cholil (2008:7)

    Multikulturalisme merupakan kepercayaan yang menyatakan bahwa kelompokkelompok etnik atau budaya (ethnic and cultural groups) dapat hidup berdampingan secara damai yang ditandai oleh kesediaan untuk menghormati budaya lain.

    7. Clifford Geertz

    Masyarakat Multikultural ialah suatu masyarakat yang terbagi ke dalam subsistem yang lebih kurang dapat berdiri dan masing-masing dari subsistem tersebut akan terikat oleh ikatan primordial.

    8. KBBI

    Gejala pada seseorang atau suatu masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan.

    9. Nasikun

    Menurut Nasikun, multikulturalisme merupakan suatu kondisi masyarakat yang berisfat majemuk yang secara struktur memiliki sub-sub kebudayaan yang ditandai dengan kurang berkembangya sistem nilai, sehingga menimbulkan munculnya beragam konflik sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat.

    10. Bhikhu Parekh

    Multikultural merupakan kesepakatan yang telah dibuat oleh masyarakat yang didasari oleh rasa kesatuan dengan mengesampingkan perbedaan seperti perbedaan agama, etnis, politik, budaya, dan perbedaan lainnya.

    Contoh Multikulturalisme

    Berikut ini adalah beberapa contoh multikulturalisme:

    • Saling menghormati antar umat beragama.
    • Menghargari pendapat serta prinsip hidup orang lain.
    • Tidak menjelek-jelekan budaya atau suku tertentu.
    • Saling tolong-menolong dalam kehidupan masyarakat tanpa melihat latar belakang suku dan budaya.
    • Semua orang mendapat hak yang sama dalam hal apapun.
    • Toleransi hidup beragama dalam masyarakat
  • Prinsip Relevansi Adalah? Berikut Penjelasan Menurut Ahli

    Prinsip Relevansi Adalah? Berikut Penjelasan Menurut Ahli

    Pengertian Prinsip Relevansi

    Prinsip relevansi adalah prinsip kesesuaian atau kecocokan, dimana sesuatu saling berkaitan dan berhubungan.

    Dalam pendidikan, prinsip relevansi adalah sistem pendidikan yang berkaitan dengan perkembangan zaman sehingga siswa mendapat bekal wawasan yang berguna untuk bekal kehidupan.

    Menurut Sukmadinata (2007), prinsip relevansi terdiri dari dua jenis, yaitu relevansi internal dan relevansi eksternal.

    Relevansi internal

    Relevansi internal dalah adanya kesesuaian atau konsistensi antara komponen-komponen kurikulum seperti tujuan, isi, proses penyampaian dan evaluasi, atau dengan kata lain relevansi internal menyangkut keterpaduan komponen-komponen dalam kurikulum.

    Relevansi eksternal

    Sedangkan relevansi eksternal adalah kesesuaian antara kurikulum dengan tuntutan, kebutuhan, dan perkembangan dalam masyarakat.

    Relevansi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian relevansi menurut para ahli.

    1. Menurut Burhan Nurgiyantoro (1998: 50)

    Sementara dalam dunia pendidikan, Burhan Nurgiyantoro (1998:50) mengartikan prinsip relevansi sebagai berikut:

    Adanya kesatuan antara hasil pendidikan (lingkungan sekolah) dengan tuntutan kehidupan yang ada di masyarakat. Sehingga sistem pendidikan dapat dikatakan relevan jika lulusan yang dihasilkan suatu lembaga pendidikan berguna bagi kehidupan.

    Begitupun sebaliknya, jika kompetensi lulusan suatu lembaga pendidikan kurang fungsional bagi keperluan kehidupan, berarti sistem pendidikan yang dijalankan kurang relevan dengan tuntutan kehidupan.”

    2. Menurut Nurgiyantoro (1998:51)

    Relevansi pendidikan dapat ditinjau dari tiga segi.

    Pertama,  relevansi pendidikan dengan lingkungan peserta didik atau masyarakat setempat
    Kedua, relevansi pendidikan kaitannya dengan tuntutan pekerjaan.
    Ketiga, relevansi pendidikan kaitannya dengan perkembangan kehidupan masa kini dan masa yang akan datang.

    3. Subandijah (1993; 48).

    Relevansi adalah kesesuaian dan keserasian pendidikan dengan tuntutan masyarakat.

    4. Menurut Suharto dan Tata Iryanto

    Relevansi adalah kesesuaian sesuatu yang diinginkan, Sedang menurut Poerwadarminta bahwa relevansi adalah kesesuaian keberadaan sesuatu pada tempatnya atau yang diinginkan.

    5. Menurut Ali (2009)

    Pengertian relevansi pendidikan adalah kesesuaian antara kemampuan atau sekill yang diperoleh melalui jenjang pendidikan dengan kebutuhan pekerjaan.

    6. Menurut Poerwadarminta

    Pengertian relevansi adalah kesesuaian keberadaan sesuatu atau gaya kepemimpinan yang diinginkan oleh suatu kelompok.

    7. Menurut Ainon Mohd

    Relevansi adalah kaitan atau hubungan erat terkait pokok masalah yang sedang dihadapi. Relevansi merupakan pengembangan dari kata relevan. Secara bahasa relevansi memiliki arti keterkaitan, hubungan atau kecocokan.

    Sedangkan secara istilah, relevansi adalah sesuatu yang mempunyai kecocokan atau saling berhubungan. Pada intinya relevansi adalah keterkaitan hubungan atau kecocokan, begitu juga menurut KBBI yaitu saling berhubungan dan berkaitan.

    8. Menurut Green (1995:16)

    Relevansi adalah suatu sifat yang terdapat pada dokumen  yang bisa membantu pengarang dalam memecahkan kebutuhan informasi.

    9. Menurut Joan M. Reitz

    Menurut Joan M. Reitz, relevan adalah sebuah informasi dalam pencarian pada koleksi perpustakaan seperti data bibliografi, yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

  • 9 Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan Menurut Para Ahli

    9 Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan Menurut Para Ahli

    Pengertian Pendidikan Kewarganegaraa

    Pendidikan kewarganegaraan adalah pendidikan moral yang ditanamkan kepada siswa untuk menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur dan memiliki jiwa nasionalisme.

    Pendidikan kewarganegaraan menjadi prinsip dasar kehidupan sosial di masyarakat untuk mengetahui hak dan kewajiban yang harus dilakukan.

    Dalam pendidikan kewarganegaraan, siswa diarkan moral bermasyarakat, seperti tenggang rasa, gotong royong, arif, toleransi, bijaksana, tanggungjawab, dan sebagainya.

    Dengan adanya pendidikan kewarganegaraan, diharap mampu mencetak generasi muda bangsa yang unggul dengan budi pekerti luhur agar dapat memajukan bangsa dan negara.

    Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara kepada generasi penerus bangsa agar cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa.

    Pengerian Kewarganegaraan Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa definisi kewarganegaraan menurut para ahli.

    1. Wolhoff

    Kewarganegaraan ialah keanggotaan suatu bangsa tertentu yakni sejumlah manusia yang terikat dengan yang lainnya karena kesatuan bahasa kehidupan social-budaya serta kesadaran nasionalnya.

    2. Ko Swaw Sik ( 1957 )

    Kewarganegaraan ialah ikatan hukum antara Negara dan seseorang. Ikatan itu menjadi suatu “kontrak politis” antara Negara yang mendapat status sebagai Negara yang berdaulat dan diakui karena memiliki tata Negara. Kewarganegaraan merupakan bagian dari konsep kewargaan.

    3. Daman

    Kewarganegaraan istilah hal-hal yang berhubungan dengan penduduk suatu bangsa.

    4. Graham Murdock ( 1994 )

    Kewarganegaraan ialah hak untuk berpartisipasi secara utuh dalam berbagai pola struktur social, politik dan kehidupan kultural serta untuk membantu menciptakan bentuk-bentuk yang selanjutnya dengan begitu maka memperbesar ide-ide.

    5. R. Parman

    Kewarganegaraan ialah suatu hal-hal yang berhubungan dengan penduduk suatu bangsa.

    6. Soemantri

    Kewarganegaraan ialah sesuatu yang berhubungan dengan manusia sebagai individu dalam suatu perkumpulan yang terorganisir dalam hubungan dengan Negara.

    7. Mr. Wiyanto Dwijo Hardjono, S.Pd.

    Kewarganegaraan ialah keanggotaan seseorang dalam satuan politik tertentu (secara khusus:Negara) yang dengannya membawa hak untuk berprestasi dalam kegiatan-kegiatan politik.

    8. Stanley E. Ptnord dan Etner F.Peliger

    Kewarganegaraan ialah studi yang berhubungan dengan tugas-tugas pemerintahan dan hak-kewajiban warga Negara.

    9. Daryono

    Kewarganegaraan adalah isi pokok yang mencakup hak dan kewajiban warga Negara. Kewarganegaraan merupakan keanggotaan seseorang dalam satuan politik tertentu (secara khusus: Negara ) yang dengannya membawa hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. Seseorang dengan keanggotaan yang demikian disebut warga Negara.

  • 7 Pengertian Hiponim Menurut Para Ahli

    7 Pengertian Hiponim Menurut Para Ahli

    Hiponim merupakan salah satu konsep penting dalam ilmu semantik yang berkaitan dengan hubungan makna antarkata.

    Secara umum, hiponim menggambarkan hubungan antara kata yang lebih khusus dengan kata yang lebih umum.

    Untuk memahami makna dan ruang lingkup istilah ini secara lebih komprehensif, berbagai ahli bahasa telah memberikan definisi yang beragam sesuai dengan pendekatan dan kerangka teoritis masing-masing.

    Pengertian Hiponim Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah pandangan beberapa ahli mengenai pengertian hiponim

    1. Menurut Verhaar (2001:396)

    Pengertian hiponim adalah hubungan antara yang lebih kecil (secara ekstensional) dan yang lebih besar (secara ekstensional juga).

    2. Menurut Chaer (2013:100)

    Menjelaskan bahwa konsep hiponim dan hipernim mengandaikan adanya kelas bawahan dan kelas atasan, adanya makna sebuah kata yang berada di bawah makna kata lainnya.

    3. Menurut Depdiknas (2012:99)

    Hiponim adalah bentuk yang maknanya terangkum dalam hipernim, atau subordinatnya, atau superordinatnya, yang mempunyai makna yang lebih luas.

    4. Menurut Djajasudarma (2008:48)

    Hiponim yaitu hubungan makna yang mengandung pengertian hierarki.

    5. Sumarlam (2003: 45)

    Hiponim merupakan satuan bahasa dari kata, frasa dan kalimat yang maknanya dinilai sebagai bagian dari makna unit bahasa lainnya.

    6. Palmer (1983: 78)

    Hiponim mencakup relasi logis pada entilamen yang berarti bahwa jika hiponimnya sudah dikatakan maka bisa dibayangkan nama kelompoknya dan apabila nama kelompok sudah disebutkan, maka hiponimnya bisa disebutkan.

    7. Edi Subroto (1995: 25)

    Hiponim memperlihatkan hubungan antara kata yang sifatnya vertikal (atas – bawah) ataupun hubungan antara klasifikas dengan anggota-anggota yang menjadi anggota kelompok maupun bawahannya.

  • Monolog: Pengertian Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Monolog: Pengertian Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Pengertian Monolog

    Monolog adalah narasi yang dibacakan sendiri tanpa lawan bicara untuk mengekspresikan pikiran.

    Sementara menurut KBBI, monolog adala pembicaraan yang dilakukan dengan diri sendiri.

    Dalam monolog, seorang tokoh atau penutur mengungkapkan isi pikiran, perasaan, ide, atau gagasannya tanpa adanya dialog langsung dengan orang lain.

    Monolog biasanya muncul dalam karya sastra seperti drama, cerpen, maupun novel, tetapi juga dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya ketika seseorang berbicara sendiri untuk menenangkan diri atau merenung.

    Dalam dunia teater, monolog sering dipakai untuk menggambarkan keadaan batin tokoh secara mendalam.

    Melalui monolog, penonton bisa memahami konflik batin, keinginan, atau rahasia yang tidak diungkapkan lewat percakapan dengan tokoh lain.

    Hal ini membuat monolog menjadi salah satu teknik penting dalam seni peran karena mampu memperlihatkan sisi psikologis karakter secara lebih personal.

    Selain dalam seni pertunjukan, monolog juga digunakan dalam bentuk pidato atau orasi ketika seorang pembicara menyampaikan pesan di hadapan audiens.

    Walaupun disampaikan kepada banyak orang, bentuk komunikasi tersebut tetap dianggap monolog karena hanya ada satu pihak yang berbicara.

    Dengan kata lain, monolog merupakan sarana untuk menyampaikan isi hati atau gagasan dari satu individu kepada dirinya sendiri maupun kepada khalayak.

    Pengertian Monolog Menurut Para Ahli

    Adapun definisi monolog menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Suroso

    Pengertian monolog adalah berbicara sendiri, bercerita sendiri, tentang suatu peristiwa atau keadaan yang dialami tokoh.

    2. Kabisch (1985:43)

    Monolog adalah suatu percakapan yang dilakukan dengan diri sendiri. Sebagai seorang monolog, penggambaran bukan menggambarkan akan situasi sebagai monolog pengamat, tetapi juga memperjelas komentar.

    3. Alterman

    Menurut Alterman, monolog dapat di artikan sebagai a long monologue or monodrama is a one-person play. Monodramas can be a powerful form of theater.

    4. Abdullah

    Berbeda dengan pendapat Abdullah, yang mendefinisikan bahwa monolog adalah ungkapan kata hati dalam drama. Abdullah menyebutkan bahwa ada tiga macam monolog yang terdiri dari monolog, aside dan soluloque.

    5. Nano Riantiarno

    Menurut seniman teater Nano Riantiarno pengertian monolog adalah tradisi, monodrama yang diadopsi dari Yunani Klasik. Kemudian seiring berjalannya waktu dikembangkan oleh Wiliam Shakespeare dalam banyak bentuk drama.

    6. Shakespeare

    Sementara berbeda dengan Shakespeare yang menyebutkan seorang pelakon yang mengungkapkan fikiran dan perasaan tanpa kehadiran pelaku lain adalah soliloque, yang juga masih termasuk dalam drama panjang.

    7. Reantiarno

    Pengertian monolog menurut reantiarno monolog memiliki banyak aliran, bentuk pertunjukan dan memiliki perspektif keilmuan yang beragam. Ada yang namannya mono play, one man show, teater solo dan masih banyak istilah lain yang akan kita pelajari dalam monolog.

    8. Marquab

    Dialog dan monolog memiliki hubungan dalam drama. Menurut Marquab, dialog dan monolog adalah bentuk dari komunikasi dalam drama. Jika drama tidak komunikatif, maksud pengarang, pembangunan nresmon emosional tidak akan sampai.

    Contoh Monolog

    Mudasir? Kamu Mudasir? Bagaimana caranya kamu masuk kamar ini? Mudasir? Kenapa? Tidak kenal saya lagi?

    Saya Atikah. Isterimu. Dulu, kamu mengantar saya ke Jakarta. Kita berpisahan di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

    Kamu cerita di surat, sehabis mengantar saya kamu langsung pulang ke kampung mengurus sawah. Sampai setahun lebih kita saling berkirim surat.

    Sesudah musibah datang, surat-suratmu tidak datang lagi.Jangan pergi, Mudasir. Jangan tinggalkan saya. Apa saya sudah tidak punya daya tarik lagi?

    Kamu dulu sering bilang saya cantik. Saya memang cantik. Kecantikan yang alami, tanpa gincu dan bedak. Kamu suka saya apa adanya.

    Kamu sering bilang begitu. Ini saya, Atikah. Saya tahu, penyiksaan ini bikin saya tidak secantik dulu lagi.

    Kalau ada cermin di kamar ini, mungkin saya bisa segera tahu. Wajah saya bisa saja sudah seperti gombal busuk. Bacin dan tidak layak dipandang-pandang. Bikin jijik ya? (cuplikan naskah monolog Tolong karya N. Riantiarno)

    Contoh Monolog

    Saya sangat susah sekali sebab istri saya sangat cantik sekali.

    Kecantikannya itulah yang menyebabkan saya jadi susah dan hampir gila. Sungguh mati, saudara. Dia sangat cantik sekali.

    Sangat jarang Tuhan menciptakan perempuan cantik. Disengaja. Sebab perempuan-perempuan jenis itu hanya menyusahkan dunia.

    Luar biasa, saudara. Bukan main cantiknya istri saya itu. Hampir-hampir saya sendiri tidak percaya bahwa dia itu istri saya.

    Saya berani sumpah!

    Dulu sebelum dia menjadi istri saya tatkala saya bertemu pandang pertama kalinya disuatu pesta berkata saya dalam hati: maulah saya meyobek telinga kiri saya dan saya berikan padanya sebagai mas kawin kalau suatu saat nanti ia mau menjadi istri saya.

    Tuhan Maha Pemurah. Kemauan Tuhan selamanya sulit diterka. Sedikit banyak rupanya suka akan surpraise. Buktinya?

    Meskipun telinga saya masih utuh, toh saya telah berumah tangga dengan Supraba selama lima tahun lebih. (cuplikan teks monolo Kasir Kita karya Arifin C. Noer)

  • Postmodernisme: Pengertian Menurut Ahli, Ciri dan Tokohnya

    Postmodernisme: Pengertian Menurut Ahli, Ciri dan Tokohnya

    Pengertian Postmodernisme

    Postmodernisme adalah sebuah istilah yang sering digunakan dalam kajian filsafat, seni, sastra, hingga ilmu sosial.

    Konsep ini muncul sebagai bentuk reaksi sekaligus kritik terhadap modernisme yang dianggap gagal memenuhi janji-janjinya, terutama dalam hal membawa kemajuan, kebebasan, dan kesejahteraan manusia.

    Berbeda dengan modernisme yang menekankan rasionalitas, objektivitas, dan kepastian, postmodernisme justru hadir dengan watak yang lebih cair, relatif, dan terbuka terhadap keragaman pandangan.

    Karena alasan inilah postmodernisme sering dipahami sebagai gerakan yang menggugat fondasi berpikir lama sekaligus menawarkan cara pandang baru terhadap dunia.

    Fenomena postmodernisme tidak hanya berhenti pada ranah teori, melainkan juga merambah ke dalam praktik kehidupan sehari-hari.

    Konsep ini terlihat dalam cara manusia berinteraksi, memproduksi budaya, hingga memahami identitas dirinya.

    Pengertian Postmodernisme Menurut Para Ahli

    Oleh karena itu, untuk memahami lebih jauh tentang apa yang dimaksud dengan postmodernisme, diperlukan pandangan dari para ahli yang menelaahnya melalui perspektif berbeda.

    Pendapat-pendapat para ahli inilah yang akan memberi gambaran lebih jelas mengenai pengertian postmodernisme dalam berbagai konteks.

    1. Sarup (2003: 231-232)

    Postmodernisme adalah gerakan kultural yang semula terjadi di masyarakat Barat tetapi telah menyebar ke seluruh dunia, khususnya dalam bidang seni.

    2. Pauline Rosenau (1992)

    Postmodernisme merupakan kritik atas masyarakat modern dan kegagalannya memenuhi janji-janjinya.

    3. Emanuel (2006: 93)

    Postmodernisme adalah keseluruhan usaha yang bermaksud merevisi kembali paradigma modern.

    4. Ghazali & Effendi (2009: 161)

    Postmodernisme mengoreksi modernisme yang tidak terkendali yang telah muncul sebelumnya.

    5. Louis Leahy

    Postmodernisme adalah suatu pergerakan ide yang menggantikan ide ide zaman modern (Leahy, 1985: 271).

    Ciri Ciri Postmodernisme

    • Timbulnya pemberontakan secara kritis terhadap proyek modernitas.
    • Meledaknya industri media massa.
    • Munculnya radikalisme etnis dan keagamaan akibat reaksi ketika orang semakin meragukan terhadap kebenaran sains, teknologi dan filsafat yang dinilai gagal memenuhi janjinya untuk membebaskan manusia.
    • Munculnya kecenderungan baru untuk menemukan identitas dan apresiasi serta keterikatan rasionalisme dengan masa lalu.
    • Semakin menguatnya wilayah perkotaan (urban) sebagai pusat kebudayaan dan wilayah pedesaan sebagai daerah pinggiran.
    • Semakin terbukanya peluang bagi klas-klas sosial atau kelompok untuk mengemukakan pendapat secara lebih bebas.
    • Era postmodernisme juga ditandai dengan munculnya kecenderungan bagi tumbuhnya eklektisisme. (Baca Pengertian Eklektisisme)
    • Bahasa yang digunakan dalam wacana postmodernisme cenderung mengesankan ketidakjelasan makna dan banyak mengandung paradoks.
    • Berwatak relativisme, artinya pemikiran postmodernisme dalam hal realitas budaya (nilai nilai, kepercayaan, dan lainnya) tergambar dalam teori-teori yang
      dikembangkan oleh disiplin ilmu antropologi.

    Tokoh-Tokoh Postmodernisme

    Ada beberapa tokoh yang bisa disebut mewakili era teori Postmodernisme. Diantaranya:

    1. Jean-Francois Lyotard, merupakan salah satu filsuf postmodernisme cukup terkenal diantaranya tokoh-tokoh filsuf postmodernisme lainnya.

    2. Charles Sanders Peirce, ahli semiotika, logika, dan matematika.

    3. Roman Osipocich Jakobson, seorang linguist, ahli sastra, dan semiotikus yang lahir di Rusia (1896-1982)

    4. Jan Mukarovsky, Pengikut strukturalisme Praha yang lahir di Bohemia (1891-1975).

    5. Hans Robert Jauss, Ahli sastra dan kebudayaan abad pertengahan asal Jerman.

    6. Jurij Mikhailovich Lotman, seorang ahli semiotika struktural yang lahir di rusia (1922).

    7. Roland Barthes, seorang ahli semiotika, kritikus sastra, khususnya naratologi yang lahir di Cherbourg, Perancis (1915-1980).

    8. Umberto Eco, semiotikus, kritikus, novelis, dan jurnalis, lahir di Piedmot, Italia (1932).

  • 10 Pengertian Kohesi Leksikal Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Kohesi Leksikal Menurut Para Ahli

    Pengertian Kohesi Leksikal

    Dalam sebuah wacana, keterkaitan antarbagian sangat penting agar teks dapat dipahami secara utuh oleh pembaca.

    Hubungan antarunsur dalam wacana tidak hanya terbentuk melalui tata bahasa, tetapi juga melalui pilihan kata atau kosakata yang digunakan.

    Keterjalinan makna melalui kosakata inilah yang disebut dengan kohesi leksikal. Kehadiran kohesi leksikal menjadikan sebuah wacana lebih padu, tidak terputus, serta memiliki alur yang teratur.

    Tanpa adanya kohesi leksikal, sebuah teks akan terasa terpisah-pisah dan sulit untuk dipahami secara menyeluruh.

    Kohesi leksikal pada dasarnya membicarakan bagaimana kata-kata yang dipilih saling berhubungan satu sama lain sehingga menciptakan keserasian makna.

    Hubungan ini bisa muncul melalui pengulangan kata, sinonim, antonim, hiponimi, maupun kolokasi. Semua unsur tersebut bekerja sama untuk menjaga agar wacana tetap padu baik secara makna maupun bentuk.

    Pengertian Kohesi Leksikal Menurut Para Ahli

    Untuk memahami konsep kohesi leksikal dengan lebih mendalam, sejumlah ahli telah memberikan penjelasan yang beragam sesuai sudut pandang masing-masing.

    Pendapat para ahli ini memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana kohesi leksikal bekerja dan mengapa unsur ini sangat penting dalam membangun teks yang efektif.

    1. Baryadi 1990: 46)

    Pengertian kohesi leksikal adalah keterkaitan leksikal antara bagian-bagian wacana. Kohesi leksikal dapat dirinci menjadi pengulangan (reiteration), hiponimi (hyponimi), sinonim (synonimi), antonimi (antonymi), dan kolokasi (collocation).

    2. Sumarlam (2008: 35)

    Menjelaskan, bahwa kohesi leksikal adalah hubungan antarunsur dalam wacana secara semantis.

    3. Zaimar & Ayu (2011: 146)

    Mengemukakan bahwa kohesi leksikal adalah keterpautan atau keterjalinan makna di dalam suatu wacana dapat dilihat pada segi kosakatanya.

    4. Mulyana (2005: 55)

    Dilihat dari segi pengertian, kohesi leksikal memiliki tujuan diantaranya ialah untuk mendapatkan efek intensitas makna bahasa, kejadian informasi, dan keindahan bahasa lain.

    5. Kushartanti (dalam Kusnita 2014: 245)

    Menjelaskan “kohesi leksikal adalah hubungan semantik antarunsur pembentuk wacana dengan memanfaatkan unsur leksikal atau kata”

    6. Sudaryat (2008: 160)

    Menguraikan bahwa unsur kohesi leksikal yang menjadi keutuhan wacana itu dapat dibedakan menjadi enam macam, yaitu repetisi, sinonimi, hipernimi, ekuivalensi, kolokasi, dan antonimi.

    7. Mujianto (2010: 83)

    Hubungan leksikal merupakan pengulangan bagian teks tidak hanya dilakukan dengan mengulang struktur sintaksis, katak kata, maupun bunyi.

    8. Zaenal Arifin dkk. (2015: 67)

    Menyatakan bahwa kohesi leksikal menunjukan pada hubungan lesikal di antara bagian-bagian wacana untuk mendapatkan keserasian struktur secara kohesif.

    9. Indiyastini (2009: 70)

    Pengertian kohesi leksikal adalah alat pemadu kalimat-kalimat yang berupa sistem leksikal.

    10. Aswandi (2018: 43)

    Hubungan leksikal antara bagian-bagian wacana untuk mendapatkan keserasian struktur secara kohesif terjadi karena adanya alat kohesi.