Kategori: Menurut Para Ahli

  • 10 Pengertian Kemiskinan Menurut Para Ahli

    Pengertian Kemiskinan

    Secara harfiah, miskin artinya tidak berharta benda, tidak mampu mengimbangi tingkat kebutuhan hidup standar, dan tingkat penghasilan ekonominya rendah.

    Arti kemiskinan dapat didefenisikan sebagai suatu kondisi kekurangan materi pada sejumlah atau segolongan orang, dibandingkan dengan standard kehidupan yang berlaku dalam masyarakat.

    Pengertian Kemiskinan Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa definisi kemiskinan menurut para ahli.

    1. Suryawati, 2004

    Secara umum, kemiskinan diartikan sebagai kondisi ketidakmampuan pendapatan dalam mencukupi kebutuhan pokok sehingga kurang mampu untuk menjamin kelangsungan hidup.

    2. Amelia, 2012

    Secara ekonomi, kemiskinan dapat dilihat dari tingkat kekurangan sumber daya yang dapat digunakan memenuhi kebutuhan hidup serta meningkatkan kesejahteraan sekelompok orang.

    3. BAPPENAS (2004)

    Mendefinisikan kemiskinan sebagai kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang, laki-laki dan perempuan, tidak mampu memenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat.

    4. Amartya Sen dalam Bloom dan Canning, (2000)

    Bahwa seseorang dikatakan miskin bila mengalami “capability deprivation” dimana seseorang tersebut mengalami kekurangan kebebasan yang substantif. Menurut Bloom dan Canning, kebebasan substantif ini memiliki dua sisi: kesempatan dan rasa aman.

    5. World Bank (2015)

    Dalam definisi kemiskinan ialah kemiskinan itu merupakan kondisi dimana seseorang tidak dapat menikmati segala macam pilihan dan kesempatan dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya seperti tidak dapat memenuhi kesehatan, standard hidup layak, kebebasan, harga diri, dan rasa dihormati seperti orang lain.

    6. Kartasasmita (1993)

    Masyarakat miskin sesuai karakteristiknya, umumnya lemah dalam kemampuan berusaha dan terbatas aksesnya pada kegiatan ekonomi, sehingga semakin tertinggal jauh dari masyarakat lainnya yang mempunyai potensi lebih tinggi.

    7. Menurut BPS (2016)

    Kemiskinan adalah ketidakmampuan dari sisi ekonomi, materi dan fisik untuk mencukupi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang di ukur dengan pengeluaran.

    8. Haughton dan Shahidur (2012:3)

    Kemiskinan selalu berhubungan dengan ketimpangan, dan kerentanan karena orang yang tidak di anggap miskin bisa saja sewaktu-waktu menjadi miskin jika mengalami permasalahan misalkan krisis finansial, dan penurunan harga usaha pertanian.

    9. Menurut teori Nurkse (dalam Kuncoro 1997:107)

    Kemiskinan bertumpu pada teori lingkaran setan kemiskinan, adanya ketidaksempurnaan pasar, kurangnya modal, dan keterbelakangan Sumber daya manusia menyebabkan produktivitas rendah.

    10. Menurut Sony Harry. (2007) dalam Nurwati. (2008)

    Kemiskinan dapat di bedakan menjadi dua yaitu kemiskinan bersifat kronis, dan kemiskinan bersifat sementara.

    a. Kemiskinan kronis adalah kemiskinan yang dapat di lihat dari kondisi alam, insfratuktur, yang sangat sulit untuk akses perekonomian.

    b. Kemiskinan sementara adalah kemiskinan yang bersifat sementara atau pada waktu tertentu kondisi kehidupan dapat berubah menjadi baik, misalnya masyarakat mengalami bencana alam.

  • 7 Pengertian Pasar Modal Menurut Para Ahli

    7 Pengertian Pasar Modal Menurut Para Ahli

    Pengertian Pasar Modal

    Pasar modal adalah pasar yang memfasilitasi perdagangan berbagai jenis instrumen keuangan, seperti saham, obligasi, dan sekuritas lainnya antara investor dan perusahaan yang membutuhkan pendanaan.

    Tujuan dari pasar modal adalah untuk memungkinkan perusahaan memperoleh dana dari investor melalui penjualan saham atau obligasi dan memberikan investor dengan kesempatan untuk menghasilkan keuntungan dari investasi mereka.

    Dalam pasar modal, harga instrumen keuangan ditentukan oleh permintaan dan penawaran, dan fluktuasi harga tergantung pada kondisi ekonomi, kinerja perusahaan, dan berbagai faktor lainnya.

    Investor dapat membeli dan menjual instrumen keuangan pada pasar modal melalui broker atau perusahaan sekuritas.

    Pasar modal juga dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu pasar modal primer dan pasar modal sekunder.

    Pasar modal primer adalah pasar di mana perusahaan menjual saham atau obligasi kepada investor untuk pertama kalinya.

    Sedangkan pasar modal sekunder adalah pasar di mana saham atau obligasi yang telah diterbitkan diperdagangkan antara investor.

    Pengertian Pasar Modal Menurut Para Ahli

    Adapun beberapa pengertian pasar menurut ahli adalah sebagai berikut.

    1. Menurut Tandelilin (2017: 25)

    Definisi pasar modal adalah tempat pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan melakukan kegiatan jual-beli sekuritas.

    2. Menurut Harjito dan Martono (2014: 383)

    Pasar modal (capital market) merupakan suatu pasar dimana dana–dana jangka panjang baik hutang maupun modal sendiri diperdagangkan.

    3. Menurut Mishkin (2017:28) yang dialihbahasakan oleh Hutagalung

    Pasar yang memperjual-belikan instrumen jangka panjang (jatuh tempo setahun atau lebih) atau instrumen ekuitas.

    4. Menurut Fahmi (2012:55)

    Pasar modal merupakan tempat dari berbagai pihak khususnya perusahaan untuk menjual saham (stock) dan obligasi (bond) dengan tujuan untuk memperoleh tambahan dana atau untuk memperkuat modal perusahaan yang berasal dari hasil penjualan tersebut.

    5. Menurut Mohamad Samsul (2015:57)

    Pasar modal terdiri dari kata pasar dan modal, jadi pasar modal dapat didefinisikan sebagai tempat bertemunya permintaan dan penawaran terhadap modal; baik bentuk ekuitas maupun jangka panjang.

    6. Menurut Darmadji & Fakhruddin (2011:1)

    Pasar modal adalah tempat diperjualbelikannya instrumen keuangan jangka panjang seperti utang, ekuitas (saham), instrumen derivatif dan instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lainnya (misalnya pemerintah), dan sebagai sarana kegiatan berinvestasi.

    7. Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan

    Pengertian pasar modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan Perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek sebagaimana dimaksud dalam undang-undang mengenai pasar modal.

  • 10 Pengertian Administrasi Keuangan Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Administrasi Keuangan Menurut Para Ahli

    Pengertian Administrasi Keuangan

    Administrasi keuangan adalah serangkaian upaya pencatatan, pengolahan, dan penyimpanan semua data aktivitas yang berhubungan dengan keuangan suatu organisasi atau lembaga.

    Tujuan dari administrasi keuangan adalah untuk memastikan bahwa sumber daya keuangan organisasi digunakan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan bisnis yang telah ditetapkan.

    Administrasi keuangan meliputi berbagai aspek, seperti manajemen kas, pengelolaan hutang dan piutang, investasi, pengelolaan risiko, dan pembuatan laporan keuangan.

    Seorang administrator keuangan bertanggung jawab untuk mengelola sumber daya keuangan sebuah organisasi sehingga harus memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk memahami laporan keuangan dan menjalankan tugas-tugas terkait keuangan lainnya.

    Pengertian Administrasi Keuangan Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian administrasi keuangan menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. The Liang Gie

    Definisi administrasi keuangan adalah proses perencanaan, penyediaan, dan penggunaan uang dalam suatu perusahaan/ organisasi. Dengan kata lain, administrasi keuangan merupakan kegiatan penataan keuangan, yang mencakup penyusunan anggaran belanja, penentuan sumber dana, cara pemakaian, hingga pembukuan.

    2. Mamesah (1995 : 14)

    Arti administrasi keuangan adalah rangkaian kegiatan dan prosedur dalam mengelola keuangan secara tertib, sah, hemat, berdaya guna dan berhasil guna. (mengelola keuangan tersebut meliputi penerimaan-penerimaan dan sumber-sumbernya serta pembiayaanpembiayaan).

    3. Siagian (1995 : 56)

    Administrasi keuangan adalah suatu truisme / paling sedikit suatu kekayaan bahwa biaya yang tersedia bagi suatu negara yang sedang giat melakukan pembangunan selalu terbatas dibandingkan dengan banyaknya kegiatan pembangunan yang perlu dibiayai.

    4. Nawawi (1994 : 28)

    Menurut Nawawi pengertian administrasi keuangan dapat dibedakan menjadi 2 (dua) bagian:

    1) Administrasi keuangan dalam arti sempit (kegiatan tata usaha) adalah proses penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran yang melalui kegiatan pinata usahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga upaya penunjang perwujudan kebijaksanaan keuangan yang telah ditetapkan; dan

    2) Administrasi keuangan dalam arti luas adalah pengaturan dan penetapan kebijaksanaan dalam pengadaan dan penggunaan keuangan untuk mewujudkan semua tugas-tugas pokok sebagai volume kerja organisasi agar tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien.

    5. Siagian (2004 : 2)

    Administrasi adalah sebagai keseluruhan proses kerja sama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

    6. Menurut Depdiknas (2000)

    Manajemen keuangan merupakan tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan.

    7. Herbert A. Simon (1999 : 3)

    Administrasi sebagai kegiatan-kegiatan kelompok kerjasama tuntuk mencapai tujuan-tujuan bersama.

    8. Leonard D. White dalam Inu Kencana Syafiie, dkk (1999)

    Administrasi adalah suatu proses yang umum ada pada usaha kelompok-kelompok, baik pemerintah maupun swasta, baik sipil maupun militer, baik dalam ukuran besar maupun kecil.

    9. Dwight Waldo (1971)

    Administrasi adalah suatu daya upaya yang kooperatif, yang mempunyai tingkat rasionalitas yang tinggi.

    10. Dimock & Domock (1992 : 20)

    Administrasi adalah suatu ilmu yang mempelajari apa yang dikehendaki rakyat melalui pemerinath, dan cara mereka memperolehhnya.

  • Pengertian dan Contoh Teori Belajar Behavioristik

    Pengertian dan Contoh Teori Belajar Behavioristik

    Pengertian Teori Belajar Behavioristik

    Teori belajar behavioristik adalah pendekatan untuk memahami perilaku individu melalui observasi secara langsung dengan menggunakan metode pelatihan, pembiasan, dan pengalaman.

    Teori behavioristik dalam kegiatan belajar diaplikasikan untuk memindahkan pengetahuan agar apa yang dipahami oleh guru juga dipahami oleh murid.

    Jadi, dalam penerapan teori belajar behavioristik mengedepankan perubahan perilaku siswa dalam proses pembelajaran yang dihasilkan oleh adanya interaksi antara stimulus dan respons.

    Sebagai contohnya, secara naluriah, bayi akan belajar merangkak dan melakukan aktivitas itu dengan terus-menerus.

    Namun, dibutuhkan orang lain untuk memandu dan mengajarkan cara merangkak agar bayi dapat melakukannya dengan baik.

    Begitupun dalam dunia pendidikan, guru berperan sebagai pendidik yang mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa dengan metode pelatihan, bembiasaan, serta pengalaman.

    Sederhananya, teori belajar behavioristik dapat diartikan sebagai teori yang mempelajari perilaku manusia, yang dalam dunia pendidikan adalah siswa.

    Teori belajar behavioristik banyak diterapkan di sekolah-sekolah dengan tujuan membentuk siswa untuk berperilaku baik.

    Pengertian Teori Belajar Behavioristik Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa definisi teori belajar behavioristik menurut para ahli.

    1. Thorndike (1911)

    Teori behavioristik dikaitkan dengan belajar adalah proses interaksi antara stimulus (yang berupa pikiran, perasaan, atau gerakan) dan respons (yang juga berupa pikiran, perasaan, dan gerakan).

    2. Watson

    Bahwa belajar merupakan proses interaksi antara stimulus dan respons, namun stimulus dan respons yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur.

    3. Desmita (dalam Nahar, 2016: 65)

    Teori belajar behavioristik merupakan teori yang memahami tingkah laku yang menggunakan pendekatan objektif, mekanistik, dan materialistik, sehingga perubahan tingkah laku pada seseorang dapat dilakukan melalui upaya pengkondisian.

    4. Familus (2016: 99)

    Menyatakan bahwa Teori Behavioristik merupakan teori belajar yang lebih menekankan pada perubahan tingkah laku serta sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon.

    Contoh Teori Belajar Behavioristik

    Berikut ini adalah beberapa contoh teori belajar behavioristik di sekolah:

    1. Guru memberikan apresiasi kepada siswa yang dapat menjawab pertanyaan. Dengan begitu, maka siswa akan lebih giat belajar.

    2. Sekolah menerapkan aturan poin untuk setiap kesalahan. Dengan begitu, siswa akan lebih berhati-hati untuk tidak melanggar aturan.

    3. Dalam proses pembelajaran, guru akan lebih banyak memberikan contoh berupa instruksi.

    4. Guru akan lebih banyak memberikan latihan atau praktek.

    5. Guru memberi motivasi kepada siswa di sekolah.

  • Pengertian Yurisdiksi Menurut Para Ahli

    Pengertian Yurisdiksi Menurut Para Ahli

    Secara etimologis, yurisdiksi berasal dari bahasa latin “yurisdictio” yang terdiri dari 2 suku kata, yuris yang berarti hukum, dan dictio yang berarti ucapan atau perkataan.

    Sehingga, arti yurisdiksi adalah ucapan atau sabda yang memiliki dasar hukum.

    Memiliki dasar hukum hukum dapat diartikan sebagai kekuasaan atau kewenangan berdasarkan hukum

    Sementara menurut KBBI, yurisdiksi adalah:

    • Kekuasaan mengadili; lingkup kuasa kehakiman; peradilan
    • Lingkungan hak dan kewajiban, serta tanggung jawab dalam suatu wilayah atau lingkungan kerja tertentu; kekuasaan hukum.

    Pengertian Yurisdiksi Menurut Para Ahl

    Berikut ini adalah beberapa definisi yurisdiksi menurut para ahli.

    1. B. James George Jr

    Mendefinisikan yurisdiksi sebagai kekuasaan negara untuk menetapkan hukum, untuk menerapkan hukum dan untuk menuntut atau mengadili.

    2. Malcolm N. Shaw

    Kekuasaan negara untuk mengatur orang, kebendaan dan peristiwa dan mencerminkan landasan dari kedaulatan negara, kesederajatan antar negara dan tidak campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain.

    3. Csabafi, 1971:45

    Yurisdiksi negara dalam hukum internasional berarti hak dari suatu negara untuk mengatur dan mempengaruhi dengan langkah-langkah dan tindakan yang bersifat legislatif, eksekutif, dan yudikatif atas hak-hak individu, milik atau harta kekayaannya, perilaku-perilaku atau peristiwa-peristiwa yang tidak semata-mata merupakan masalah dalam negeri.

    4. Huala Adolf

    Yurisdiksi adalah kekuasaan atau kewenangan hukum negara terhadap orang, benda, atau peristiwa (hukum). Yurisdiksi menyebabkan suatu negara mempunyai hak terhadap seseorang, benda, peristiwa hukum yang ada dalam suatu negara ataupun yang ada di luar negara tersebut (2002:183).

    5. Wayan Parthiana

    Apabila yurisdiksi dikaitkan dengan negara maka berarti kekuasaan atau kewenangan negara untuk menetapkan dan memaksakan hukum yang dibuat oleh negara itu sendiri.

  • Non Fiksi: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contohnya

    Non Fiksi: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contohnya

    Pengertian Non Fiksi

    Non fiksi adalah sebuah cerita atau karangan yang sifatnya memuat fakta, bukan imajinasi atau khayalan dari penulis.

    Karena berdasarankan fakta, maka karya non fiksi dibuat melalui riset yang dilakukan oleh pakar yang ahli dalam bidangnya.

    Selain itu, karya non fiksi juga harus bisa dipertanggungjawabkan kebenaran atas informasi yang disampaikan sehingga penulis harus menyertakan data valid sesuai fakta yang terjadi.

    Menurut KBBI, arti non fiksi adalah yang tidak bersifat fiksi, tetapi berdasarkan fakta dan kenyataan, baik tentang karya sastra, karangan, dan sebagainya.

    Pengertian Non Fiksi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian non fiksi menurut para ahli.

    1. Sumarjo dan Saini (1997)

    Teks nonfiksi merupakan jenis sastra nonimajinatif yang disusun tidak berdasarkan cerita rekaan.

    2. Tarigan (1991)

    Teks nonfiksi ialah yang tidak hanya bersifat realitas namun juga bersifat aktualitas.

    3. Trim (2014)

    Teks nonfiksi ialah tulisan berbasis data dan fakta sebenarnya disajikan dengan gaya bahasa formal atau nonformal berupa argumentasi, eksposisi, atau deskripsi.

    4. Geir Farner

    Pengertian non fiksi merupakan klasifikasi untuk setiap karya informatif yang seringkali berisi mengenai cerita yang pengarangnya dengan itikad baik bertanggung jawab atas kebenaran atau akurasi dari peristiwa, orang, dan atau informasi yang disajikan di dalam tulisan.

    Ciri-Ciri Non Fiksi

    • Bersifat Nyata: Buku nonfiksi memaparkan cerita nyata, bukan imajinasi atau khayalan.
    • Memakai Bahasa Denotatif: Mengandung kata bermakna sebenarnya dan tidak ada kiasan di dalamnya.
    • Menggunakan Metode Ilmiah: Penyampaian informasi dilakukan secara ilmiah yang memuat wawasan dan pengetahuan agar mudah dipahami pembaca.
    • Menggunakan Kata Baku: Buku nonfiksi menggunakan bahasa baku, bukan bahasa santai yang digunakan sehari-hari.
    • Memuat Referensi: Buku nonfiksi memuat banyak referensi sebagai sumber rujukan.
    • Ditulis oleh Pakar: Buku nonfiksi ditulis oleh seseorang yang ahli dalam bidangnya.
    • Melalui Riset: Buku nonfiksi ditulis berdasarkan hasil riset, baik secara langsung maupun tak langsung.

    Contoh Non Fiksi

    Berikut ini adalah beberapa contoh non fiksi.

    • Buku Sejarah: Berisi seputar kejadian yang terjadi di masa lalu, contohnya buku Praja Blambangan.
    • Buku Filsafat: Buku yang mengulas ilmu pengetahuan bidang tertentu.
    • Buku Biografi: Buku yang berisi seputar kehidupan seseorang sepanjang hidupnya.
    • Buku Sains: Berisi seputar ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan sains.
    • Buku Pelajaran: Buku yang digunakan di sekolah untuk dipelajari siswa.
    • Buku Motivasi: Berisi informasi seputar kehidupan, termasuk cara meraih kebahagiaan ataupun kesuksesan.
    • Buku Memoar: Buku yang berisi tentang sejarah lampau dari seseorang.
    • Jurnal: Berisi seputar informasi ilmiah yang didapat dari penelitian.
  • Kalimat Logis: Pengertian Menurut Ahli dan Contohnya

    Kalimat Logis: Pengertian Menurut Ahli dan Contohnya

    Pengertian Kalimat Logis

    Kalimat logis adalah kalimat yang masuk akal dan dapat diterima oleh nalar pembaca.

    Kalimat seperti ini memudahkan pembaca untuk memahami maksud yang ingin disampaikan tanpa menimbulkan kebingungan.

    Kalimat logis sangat penting dalam menulis, berbicara, maupun menyampaikan informasi agar pesan tersampaikan dengan jelas dan tepat.

    Ciri-ciri kalimat logis antara lain:

    • Maksud kalimat jelas dan mudah dipahami.
    • Struktur kalimat runtut dan sesuai kaidah bahasa.
    • Tidak menimbulkan ambiguitas atau makna ganda.
    • Dapat diterima oleh akal sehat pembaca.

    Definisi Kalimat Logis Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian logis menurut para ahli adalah sebagai berikut.

    1. Jan Henrik Rapar

    Logis adalah sebuah kata-kata yang dapat mempertimbangkan suatu akal dan pikiran.

    2. Soekadijo

    Menurut Soekadijo, logis dapat diartikan sebagai cara untuk menghasilkan sebuah ketepatan nalar dalam meneliti sebuah permasalahan.

    3. William Alston

    William Alston mengemukakan bahwa logis adalah cara pengucapan untuk menemukan sebuah simpulan yang memisahkan hal yang dianggap sah atau tidak. Bahkan usaha yang dilakukan harus disertai dengan pemikiran yang cermat.

    4. W. Poespoprodjo

    Dalam buku yang ditulis oleh W. Poespoprodjo, logis dapat didefinisikan sebagai pengetahuan dalam menelaah sebuah permasalahan secara cermat dan tepat.

    5. Markhamah dan Sabardila (2014:15).

    Suatu kalimat dapat dikatakan memenuhi logika kalimat ketika makna kalimat itu dapat diterima oleh akal sehat. Kalimat yang seperti itu dapat disebut kalimat logis.

    Contoh Kalimat Logis

    Berikut ini adalah beberapa contoh kalimat logis dan penjelasannya.

    Kalimat logis:

    Bagi yang membawa HP, tolong HP nya dimatikan.

    Kalimat tidak logisnya:

    Bagi yang membawa HP tolong dimatikan.

    Artinya; mematikan orang yang membawa HP.

    Kalimat logis:

    Saya mengajarkan matematika di kelas.

    Kalimat tidak logisnya:

    Saya mengajar matematika di kelas

    Artinya; mengajar matematika, bukan siswa.

    Kalimat logis:

    Kepada bapak Agus, kami persilakan.

    Kalimat tidak logisnya:

    Waktu dan tempat, kami persilakan.

    Artinya; yang diberi waktu dan tempat bukan pembicara.

  • 10 Pengertian Etnosentrisme Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Etnosentrisme Menurut Para Ahli

    Pengertian Etnosentrisme

    Etnosentrisme merupakan konsep penting dalam ilmu sosial yang sering dibahas dalam konteks hubungan antarbudaya.

    Secara umum, etnosentrisme menggambarkan sikap atau pandangan seseorang atau kelompok yang menempatkan budaya sendiri sebagai pusat atau standar utama dalam menilai budaya lain.

    Sikap ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari rasa bangga yang berlebihan terhadap budaya sendiri hingga meremehkan atau menilai inferior budaya lain.

    Pemahaman mengenai etnosentrisme tidak hanya penting untuk mengetahui bagaimana suatu kelompok menilai kelompok lain, tetapi juga untuk memahami potensi konflik sosial yang muncul akibat perbedaan budaya.

    Pengertian Etnosentrisme Menurut Para Ahli

    Berbagai ahli telah mengemukakan definisi dan pandangan mereka mengenai etnosentrisme, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang konsep ini.

    Para ahli tersebut menjelaskan etnosentrisme dari berbagai sudut pandang, mulai dari psikologi, sosiologi, hingga komunikasi antarbudaya.

    Berikut ini adalah penjelasan pengertian etnosentrisme menurut beberapa ahli yang diakui secara akademis.

    1. Poerwanti

    Poerwanti mengartikan etnosentrisme sebagai pandangn bahwa kelompok sendiri merupakan pusat segalanya dan kelompok lain akan selalu dibandingkan dan dinilai sesuai dengan standar kelompoknya sendiri.

    2. Dayakisni dan Yuniardi (2004)

    Menurut Dayakisni dan Yuniardi, etnosentrisme adalah sikap dalam melihat dan melakukan interpretasi terhadap seseorang ataupun kelompok lain berdasarkan nilai-nilai yang ada pada budayanya sendiri.

    3. Joseph A DeVito

    Etnosentrisme menurut Joseph adalah kecenderungan untuk evaluasi nilai, kepercayaan, dan perilaku dalam budaya sendiri yang lebih baik logis dan wajar dibanding budaya lain.

    4. Adorno

    Menurut Adorno, Etnosentrisme adalah kecenderungan seseorang yang kurang belajar, bergaul, dan pemeluk agama fanatik. Ia juga berpandangan bahwa Etnosentrisme merupakan pandangan tanpa kritik dan memiliki kesetiaan kuat suatu bangsa.

    5. Alo Liliweri

    Etnosentrisme adalah paham yang dianut oleh kelompok atau suku bangsa yang menganggap lebih superior dibandingkan kelompok luar.

    6. Zastrow

    Menurut Zastrow, Etnosentrisme adalah suatu sikap yang dilakukan oleh kelompok etnis secara tertutup tanpa mempertimbangkan keadaan kelompok sosial lainnya.

    7. Barger

    Menurut Barger, Etnosentrisme adalah kecenderungan berpikir bahwa kelompoknya sendiri lebih superior dari kelompok lain atau menilai kelompok lain inferior dari kelompoknya sendiri.

    8. Sumner

    Menurut Sumner, Etnosentrisme adalah kecenderungan manusia yang mengikuti naluri biologinya untuk mementingkan diri sendiri, lebih unggul dari orang lain, dan menjadi seorang individualistik. Hal ini akan membuat hubungan yang bersifat antagonistik (pertentangan) dengan kebudayaan lain, akibat sikap yang berlebihan tanpa adanya pengontrolan.

    9. Coleman dan Cressey

    Menurut Coleman dan Cressey, Etnosentrisme adalah seseorang yang berasal dari kelompok etnis yang cenderung melihat budaya mereka sebagai yang terbaik dibandingkan dengan kebudayaan yang lainnya.

    10. Menurut KBBI

    Etnosentrisme adalah sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaan sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain.

  • 7 Pengertian Etnolinguistik Menurut Para Ahli

    7 Pengertian Etnolinguistik Menurut Para Ahli

    Pengertian Etnolinguistik

    Dalam kehidupan masyarakat, bahasa bukan hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai cerminan budaya dan identitas suatu kelompok.

    Oleh karena itu, dalam kajian linguistik, muncul cabang ilmu yang khusus menelaah hubungan antara bahasa dan budaya yang disebut etnolinguistik.

    Etnolinguistik mempelajari bagaimana bahasa digunakan dalam konteks budaya dan sosial masyarakat, termasuk nilai-nilai, tradisi, dan pola pikir yang terkandung di dalamnya.

    Ilmu ini sangat penting terutama dalam memahami keberagaman budaya dan bahasa di berbagai belahan dunia, termasuk masyarakat adat yang belum memiliki sistem tulisan.

    Secara umum, etnolinguistik adalah ilmu yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan lingkungan sosial dan budaya penuturnya.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), etnolinguistik merupakan cabang linguistik yang menyelidiki hubungan antara bahasa dan masyarakat pedesaan atau masyarakat yang belum memiliki tulisan.

    Melalui pendekatan ini, kita dapat mengetahui bahwa bahasa bukan hanya sekadar struktur, tetapi juga sarat makna yang berakar pada kehidupan sosial dan budaya masyarakat penutur.

    Pengertian Etnolinguistik Menurut Para Ahli

    Untuk memahami konsep etnolinguistik lebih mendalam, sejumlah pakar telah mengemukakan pandangan dan definisinya berdasarkan pendekatan dan sudut pandang yang berbeda. Berikut adalah pengertian etnolinguistik menurut para ahli.

    1. Menurut Kridalaksana (1983: 42)

    Pengertian etnolinguistik adalah:

    • Cabang linguistik yang menyelidiki hubungan antara bahasa dan masyarakat pedesaan atau masyarakat yang belum mempunyai tulisan, bidang ini juga disebut linguistik antropologi.
    • Cabang linguistik antropologi yang menyelidiki hubungan bahasa dan sikap kebahasawan terhadap bahasa, salah satu aspek etnolinguistik yang sangat menonjol ialah masalah relavitas bahasa.

    2. Menurut Abdullah (2013:10)

    Etnolinguistik adalah jenis linguistik yang menaruh perhatian terhadap dimensi bahasa (kosakata, frasa, klausa, wacana, unit-unit lingual lainnya) dalam dimensi sosial dan budaya (seperti upacara ritual, peristiwa budaya, folklor dan lainnya) yang lebih luas untuk memajukan dan mempertahankan praktik-praktik budaya dan struktur sosial masyarakat.

    3. Menurut Duranti (1997)

    Mengemukakan bahwa bahwa etnolinguistik adalah kajian bahasa dan budaya yang merupakan subbidang utama dari antropologi.

    4. Menurut Putra (1997)

    Dalam makalah “Temu Ilmiah Bahasa dan Sastra berjudul Etnolinguistik: Beberapa Bentuk Kajian” mengemukakan bahwa etnolinguistik secara etimologis terbentuk dari kata etnologi dan linguistik.

    5. Menurut Foley (2001:3)

    Etnolinguistik memandang bahasa melalui sudut pandang konsep antropologi yang berupa budaya sehingga kajian etnolinguistik dapat mengungkap makna dibalik penggunaan, penyalahgunaan ataupun bukan penyalahgunaan bahasa, bentuk yang berbeda dari suatu bahasa, register, dan gaya bahasa.

    6. Menurut Haugen dalam Aron, (2007: 10)

    Menyatakan bahwa etnolinguistik merupakan satu kajian dari sepuluh kajian ekologi bahasa yang sudah mapan.

    Haugen mengartikan bahwa etnolinguistik atau linguistik antropologi atau linguistik kultural membedah pilih-memilih penggunaan bahasa, cara dan pola pikir dalam kaitan dengan pola penggunaan bahasa, bahasa-bahasa ritual, dan kreasi wacana.

    7. Menurut Ensiklopedia Britanica (2016)

    Etnolinguistik sebenarnya adalah cabang dari ilmu antropolinguistik yang mengkaji hubungan antara bahasa dan prilaku atau aktifitas budaya penuturnya.

  • 10 Pengertian Negosiasi Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Negosiasi Menurut Para Ahli

    Negosiasi merupakan bagian penting dalam kehidupan sosial manusia, terutama dalam upaya mencapai kesepakatan tanpa merugikan salah satu pihak.

    Kata “negosiasi” berasal dari bahasa Inggris negotiation yang berarti perundingan.

    Dalam praktiknya, negosiasi melibatkan dua pihak atau lebih yang saling bertukar gagasan, kepentingan, atau bahkan barang dan jasa, dengan tujuan untuk menemukan titik temu yang saling menguntungkan.

    Proses ini tidak hanya terjadi dalam dunia bisnis atau politik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat tawar-menawar di pasar atau membahas kesepakatan dalam sebuah proyek kelompok.

    Untuk memahami lebih dalam tentang konsep ini, berbagai ahli telah memberikan definisinya masing-masing mengenai pengertian negosiasi, yang akan dijelaskan berikut ini.

    Pengertian Negosiasi Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian negosiasi menurut para ahli adalah sebagai berikut

    1. Robbins (2003)

    Mengartikan negosiasi adalah sebuah proses yang di dalamnya dua pihak atau lebih bertukar barang dan jasa dan berupaya menyepakati tingkat kerjasama tersebut bagi mereka.

    2. Jackman (2005)

    Pengertian negosiasi adalah sebuah proses yang terjadi antara dua pihak atau lebih yang pada mulanya memiliki pemikiran berbeda, hingga akhirnya mencapai kesepakatan.

    3. Oliver (dalam Purwanto, 2006)

    Negosiasi adalah sebuah transaksi dimana kedua belah pihak mempunyai hak atas hasil akhir.

    4. Ross (2008: 6)

    Negosiasi adalah jumlah dari semua cara kita menyampaikan informasi tentang apa yang kita inginkan, apa yang kita dambakan, dan apa yang kita harapkan dari orang lain.

    5. Lumumba (2013: 10)

    Negosiasi adalah sebuah proses karena harus ada aktifitas didalamnya. Proses yang dimaksud adalah proses kompleks. Dalam proses tersebut, harus terdapat dua pihak yang bernegosiasi apakah yang bersifat individual maupun kolektif.

    Selain itu, itu juga harus terdapat perbedaan yang mungkin bernuansa persaingan, konflik atau bahkan perang sebagai dasar untuk bernegosiasi. Karena kalau tidak terdapat perbedaan maka tidak ada dasar untuk bernegosiasi.

    6. Goodpaster (Agnesia 2014: 17)

    Menyatakan bahwa negosiasi adalah proses interaksi dan komunikasi yang dinamis dan beraneka ragam, mengandung seni dan penuh rahasia untuk mencapai suatu tujuan yang dianggap menguntungkan para pihak.

    7. Baguley (2000)

    Dijelaskan tentang definisi negosiasi yaitu suatu cara untuk menetapkan keputusan yang dapat disepakati dan diterima oleh dua pihak dan menyetujui apa dan bagaimana tindakan yang akan dilakukan di masa mendatang.

    8. Alwi (2008: 778)

    Negosiasi adalah tawar-menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain.

    9. Kosasih (2014:86)

    Mengungkapkan teks negosiasi bentuk interaksi sosial yang berfungsi untuk mencapai kesepakatan di antara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan berbeda.

    10. Mulyadi (2016:147)

    Negosiasi berasal dari kata to negotiate, tobe negotiating dalam bahasa Inggris yang berarti “merundingkan, membicarakan kemungkinan tentang suatu kondisi, dan atau menawar”.

    Kata-kata turunannya antara lain “negotiation” yang berarti “menunjukkan suatu proses atau aktivitas untuk merundingkan, membicarakan sesuatu hal untuk disepakati dengan orang lain”.

    Dan “negotiable” yang berarti “dapat dirundingkan, dapat dibicarakan, dapat ditawar.