Kategori: Puisi

  • Puisi Tentangmu

    Puisi Tentangmu

    oleh

    Azka

    Mau kutulis apa tentang aku, kamu atau kita
    Tanya pagi saat matahari bangunpun
    Aku sudah jenuh

    Kita hanya waktu
    Deretan angka angka yang bekejaran
    Mencapai kepastian
    Jikapun sampai aku segera melambai
    Dengan nasib

    Entah waktu atau aku yang akan jadi pasti
    Di antara kita yang satu demi satu
    Menggapai impian tentang

    Indah pada waktunya

  • Puisi Tentang Rindu

    Tentang Rindu

    oleh

    Rama

    Jauh menuju hatiku

    Perpaduan antara suka duka

    pelangi memudar

    Tapi senyum itu Tak habis bayang

    Ingin lagi

    Ku ulangi lagi

    pisahkan aku

    Liar sekali

    Mau-mau pergi

    Aku jadi ingin kembali

    Dengan oleh-oleh ceritanya ini rindu

    Tunggu merasa lama

    Semua gunung karang lautan

    Tidak seperti senja oktober

  • Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru Beserta Contohnya

    Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru Beserta Contohnya

    Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru

    Puisi adalah sebuah karya sastra yang diciptakan oleh rajutan kata indah sesuai dengan apa yang dirasakan oleh penyair.

    Puisi sendiri biasanya dipenuhi dengan kata-kata imajinatif yang mengandung makna dalam sehingga banyak yang beranggapan jika puisi adalah salah satu karya sastra yang sifatnya sakral.

    Puisi Lama

    Dalam perkembangannya, puisi terbagi menjadi dua jenis, yaitu puisi lama dan baru. Puisi Lama adalah puisi yang terikat dengan aturan-aturan tertentu dalam pembuatannya. Aturan tersebut berhubungan dengan kata, baris, bait, rima dan irama.

    Sedangkan puisi baru atau yang juga disebut dengan puisi modern adalah kebalikan dari puisi lama, yang mana puisi baru tidak lagi terikat dengan aturan-aturan tersebut, alias bebas.

    Macam Macam Puisi Lama

    Nah, agar lebih jelasnya, berikut adalah beragam puisi lama yang masih digunakan sampai saat ini:

    1. Pantun

    Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang sangat populer di Indonesia. Pantun sendiri berasal dari Bahasa Minangkabau, yaitu ‘panutun’.  Adapun ciri-ciri pantun sebagai berikut:

    • Setiap bait terdiri dari empat baris
    • Setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata
    • Memiliki irama (a-a-a-a/ a-b-a-b / a-a-b-b)
    • Baris pertama dan kedua adalah sampiran
    • Baris ketiga dan keempat adalah isi

    Contoh Pantun :

    Anjing bermain dengan tali
    Kera duduk membaca koran
    Bagaimana hati tak geli
    Kepala botak suka sisiran

    2. Karmina

    Karmina juga bisa disebut sebagai pantun kilat yang hanya terdiri dari dua baris saja. Karmina sendiri biasanya disajikan dalam acara-acara kebudayaan serta sebagai materi pembelajaran di sekolah.

    Berikut adalah ciri-ciri Karmina:

    • Setiap bait terdiri dari dua baris
    • Setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 kata
    • Memiliki irama pada setiap frasa dengan pola a-b-a-b
    • Baris pertama adalah sampiran
    • Baris kedua adalah isi

    Contoh Karmina:

    Satu titik dua koma
    Kamu cantik saya yang punya

    3. Talibun

    Talibun adalah kebalikan dari Karmina. Jika Karmina merupakan puisi singkat, Talibun adalah puisi yang memiliki baris lebih panjang. Adapun ciri-ciri dari Talibun adalah sebagai berikut:

    • Setiap bait terdiri dari lebih dari empat baris (harus genap)
    • Setap baris memiliki 8 sampai 12 suku kata
    • Irama a-b-c-a-b-c
    • Setengah baris pertama adalah sampiran
    • Setengah baris selanjutnya adalah isi

    Contoh Talibun:

    Telah penat hamba mendaki
    Mendaki batu berjenjang
    Bulan tak juga terang-terangnya
    Telah penat hamba menanti
    Telah putih mata memandang
    Tuan tak kunjung datang juga

    4. Seloka

    Seloka adalah puisi lama yang hampir mirip dengan pantun, hanya saja yang membedakannya adalah letak isi. Berikut adalah ciri-ciri seloka:

    • Setiap bait terdiri dari 4 sampai 8 baris (genap)
    • Setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata
    • Memiliki irama a-b-a-b
    • Setiap baris adalah isi

    Contoh Seloka:

    Jalan-jalan kekota bertemu umi pipik
    Naik motor milik si Dahlan
    Jadilah pengendara yang baik
    Agar selamat sampai tujuan

    Naik motor milik si Dahlan
    Pergi ke pasar membeli nanas
    Agar selamat sampai tujuan
    Selalu taatilah lalu lintas

    5. Gurindam

    Gurindam adalah bentuk puisi lama yang berupa pantun singkat. Berikut adalah ciri-ciri dari gurindam:

    • Setiap bait terdiri dari dua baris
    • Tiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata
    • Memiliki irama a-a atau b-b
    • Setiap baris adalah isi

    Contoh Gurindam:

    Hendaklah pemimpin memegang amanat
    Supaya dicintai dan dihormati oleh rakyat

    6. Mantra

    Mantra memang terkenal dengan unsur gaib dan mistis, tapi mantra sendiri merupakan jenis puisi lama yang digunakan oleh nenek moyang kita.

    Walaupun tidak selalu terbentur aturan, tapi mantra juga kadang memiliki irama dalam setiap baitnya. Selain itu, mantra juga memiliki unsur seni dengan menggunakan kata-kata yang imajinatif.

    Puisi Baru

    Puisi baru atau yang juga disebut dengan puisi modern adalah kebalikan dari puisi lama, yang mana puisi baru tidak lagi terikat dengan aturan-aturan tersebut, alias bebas.

    Macam Macam Puisi Baru

    Adapun jenis-jenis puisi baru sebagai berikut:

    1. Balada

    Balada merupakan puisi baru yang berisi cerita atau kisah. Ciri-cirinya adalah:

    • Terdiri dari 3 bait
    • Setiap bait terdiri dari 8 baris
    • Memiliki irama a-b-a-b-c-c-b
    • Beralih menjadi a-b-a-b-b-c-c-b-c

    Contoh Balada:

    Balada Ibu yang Dibunuh
    karya WS Rendra

    Ibu musang di lindung pohon tua meliang
    Bayinya dua ditinggal mati lakinya.
    Bualan sabit terkait malam memberita datangnya
    Waktu makan bayi-bayinya mungil sayang.
    Matanya berkata pamitan, bertolaklah ia
    Dirasukinya dusun-dusun, semak-semak, taruhan harian atas nyawa.
    Burung kolik menyanyikan berita panas dendam warga desa
    Menggetari ujung bulu-bulunya tapi dikibaskannya juga.
    Membubung juga nyanyi kolik sampai mati tiba-tiba
    Oleh lengking pekik yang lebih menggigitkan pucuk-pucuk daun
    Tertangkap musang betina dibunuh esok harinya.
    Tiada pulang ia yang mesti rampas rejeki hariannya
    Ibu yang baik, matinya baik, pada bangkainya gugur pula dedaun tua.
    Tiada tahu akan meraplah kolik meratap juga
    Dan bayi-bayinya bertanya akan bunda pada angin tenggara
    Lalu satu ketika di pohon tua meliang
    Matilah anak-anak musang, mati dua-duanya.
    Dan jalannya semua peristiwa
    Tanpa dukungan satu dosa, tanpa.

    2. Hymne

    Hmne merupakan salah satu jenis puisi baru yang berisi tentang rasa syukur serta pujian kepada Tuhan, pahlawan, Tanah Air, Almamater, hingga tempat tertentu. Dalam perkembangannya, hymne sering dijadikan musik atau lagu yang dinyanyikan.

    contoh hymne:

    Doa
    Karya: Taufik Ismail

    Tuhan kami
    Telah nista kami dalam dosa bersama
    Bertahun membangun kultus ini
    Dalam pikiran yang ganda
    Dan menutupi hati nurani
    Ampunilah kami
    Ampunilah
    Amiin

    Tuhan kami
    Telah terlalu mudah kami
    Menggunakan asmaMu bertahun di negeri ini
    Semoga Kau rela menerima kembali
    Kami dalam barisanMu
    Ampunilah kami
    Ampunilah
    Amiin

    3. Epigram

    Epigram adalah puisi baru yang berisi tentang etika, moral, serta tuntunan hidup manusia.

    Contoh Epigram:

    Hari ini tak ada tempat berdiri
    Sikap lamban berarti mati
    Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan
    Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas

    4. Romansa

    Romansa merupakan jenis puisi baru yang cukup populer di kalangan anak muda karena unsur atau isi dari romansa merupakan ungkapan serta luapan rasa cinta dan kasih sayang

    Contoh Romansa:

    Sajak Putih
    Karya: Chairil Anwar

    Buat tunanganku Mirat
    Bersandar pada tari warna pelangi
    Kau depanku bertudung sutra senja
    Di hitam matamu kembang mawar dan melati
    Harum rambutmu mengalun bergelut senda

    Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
    Meriak muka air kolam jiwa
    Dan dalam dadaku memerdu lagu
    Menarik menari seluruh aku

    Hidup dari hidupku, pintu terbuka
    Selama matamu bagiku menengadah
    Selama kau darah mengalir dari luka
    Antara kita Mati datang tidak membelah

    Buat miratku, Ratuku! kubentuk dunia sendiri,
    Dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini!
    Kucuplah aku terus, kucuplah
    Dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku

    5. Satire

    Satire adalah jenis puisi baru yang sifatnya mengenai sindiran halus kepada penguasa atau orang yang memiliki jabatan khusus dalam sebuah lembaga, Negara, hingga kerajaan.

    Contoh satire:

    Aku bertanya
    Oleh : WS Rendra

    Aku bertanya…
    tetapi pertanyaan-pertanyaanku
    membentur jidat penyair-penyair salon,
    yang bersajak tentang anggur dan rembulan,

    sementara ketidakadilan terjadi
    di sampingnya,
    dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
    termangu-mangu dalam kaki dewi kesenian.

  • Puisi Pesan dari Langit Karya Yani

    Pesan Dari Langit
    oleh
    Yani

    Ketika pertanyaanmu tak terjawab
    Saat hatimu menginginkan sebuah

    Jawaban
    Menangislah di atas sajadah
    Memohonlah saat kau berdoa
    Merintih dan memohon disetiap bait
    Permintaan
    Dilangit ketujuh tempat singgahsana
    Terindah dibalik malam yang kalam
    ya lillahi robbi pasti mendengar
    apa yang kau pertanyakan

    Tentang
    Cinta yang kau ragukan

    Tentang
    Setia yang kau harapkan

    Tentang
    Rindu ingin dipertemukan

    Tentang
    Rasa yang tak ingin diduakan

    Tiada tempat
    sebaik baik mengadu

    Dan tiada tempat
    Sebaik baik jawaban
    Bersabarlah dan ikhlaslah
    semua rintihanmu dan keluh kesahmu
    akan terjawab dengan kebahagiaan disana

    Diatas langit ketujuh
    saat kau  kembali
    pada pelukkan robbmu.

  • Puisi Rindu Karya Yani

    Rindu
    oleh
    Yani

    Kau begitu berisik
    Rindu padamu begitu mengusik
    Ada kamu disetiap langkahku

    Ada kamu disetiap hariku
    Aku tak sanggup menepis bayangmu

    Tatap matamu menyejukan hatiku
    Wahai sang pujaan hati
    Diam diam tapi sayang
    Diam diam kau buat kuberhayal

    Kita nikmati cinta yang indah
    Andai semua rasa dapat dituangkan
    Dalam aksara asmara semalam

    Ah….. malu aku malu
    Keinginan buatku tersipu
    Berisik yang mengusik rinduku
    Tak sanggup kutepis dari hatiku
    Kuingin kau selalu jadi milikku

  • Puisi Samar Karya Yani

    Samar
    oleh
    Yani

    Samar
    Kulukis bayang wajahmu saat senja temaram
    Disudut sudut hatiku masih kuingat
    raut wajahmu meskipun samar

    Senyum terakhir yang kulihat dari bibir indahmu
    Kini Kucoba goreskan dalam aksara penaku
    ingin rasanya kudengar kembali tawa dan suara lembutmu
    Tapi sadarku..  kau tak mungkin aku milikki

    Aku tak ingin seperti
    punduk rindukan bulan
    Meski di palung hati kau masih kurindukan

    Biarlah namamu kutulis sebagai sang mantan
    Potrekmu pun ku hapus dari beranda maya
    Suatu kesalahan bila aku terus bertahan
    mencintai milik orang

    Rasamu yang pernah kau ucapkan
    Cintamu yang pernah kau titipkan
    Akan kukenang sebagai pelajaran

    Mencintai suami orang
    bukanlah wanita bijaksana

    Karena aku tak ingin bahagia
    di atas derita wanita yang lainnya

  • Puisi Cinta dan Mimpi Karya Eva

    Puisi Cinta dan Mimpi
    Oleh
    Eva

    Dulu..
    Hanyalah sebuah mimpi
    Mimpi Indah yang selalu menemani

    Dulu..
    Hanyalah sebuah bintang
    Yang hanya mampu ku pandang

    Dulu..
    Teramat kuat berlari
    Mengabaikan rasa yang ku beri
    Teramat besar membenci
    Agar ku lekas pergi

    Tapi..
    Hati bersikukuh untuk tetap berdiri
    Melawan benci dengan Cinta suci
    Membalas perih dengan janji
    Janji yang selalu enggan untuk mati

    Dan hari ini..
    Ku bisa memeluk mimpi
    Hingga tak ada yang mampu mengakhiri
    Ku bisa menyentuh bintang
    Bukan hanya sekedar memandang

    Hari ini..
    Ku bisa memeluk erat hatimu
    menikmati senyum indahmu
    Mencumbu setiap hela nafasmu
    Dan membangun mimpi bersamu

  • Puisi Kesempatan Kedua Karya Didi

    Kesempatan Kedua
    oleh
    Didi

    aku masih punya hati
    punya rasa untuk kita
    dan aku akan menanti
    sampai kapanpun kau minta
    yakinkanlah cinta
    kan berpihak padaku
    biar kan dia
    datang memanggilmu untukku

    saat bersamamu
    takkan aku lupakan, aku hilangkan
    walau berat saat kau
    pergi dariku, meninggalkanku

    berikannlah kesempatan yang ke dua untuk kita
    meyesalku tlah tancapkan luka dalam di hatimu
    percayalah aku ksn berubah untukmu

    kesalahan bukan tuk di kenang
    lupakan

  • Puisi Sayup Kangen Karya Rama

    Sayup Kangen
    oleh
    Rama

    Dekatkan aku dengan rumahmu
    Yang layu disejukkan aroma
    Ingatkan ku pulang
    Agar bersih juga kotor
    Selalu kita bicarakan berdua

    Selayaknya saja
    Doa, pelukan, kasih

    Rahasia
    Sedikitkan waktuku
    Jika seringmu melepaskan
    Tempatkan saja

    Seperti biasaku menyembunyikannya
    Aku tak butuh kata dia mereka
    Tidurkanku

    Di ruang seada-adanya karma si buyung.

  • Puisi Kasih di Rindu

    Kasih di Rindu
    oleh
    Rama

    Pedang panjang
    Langit memerah muram mengusam
    Aku ular yang memisah dari kawanan
    Badak sudah terpisah kulit
    Juga daging pengganti ku diam beribu gunjingan

    Dobrak Maju.. dobrak maju..
    Sampai mati aku sialan!

    Gila!
    Lupa siapa bajingan-bajingan lintah itu
    Dogma racuni otak kau

    Aku ingin nari-nari lepas
    Nikmati rintik abadi
    Hujan akan turun di sore kasih