Blog

  • Lomba Literasi dan Seni Meriahkan Peringatan Harjaba ke-254 di Saestwo Cafe Banyuwangi

    Lomba Literasi dan Seni Meriahkan Peringatan Harjaba ke-254 di Saestwo Cafe Banyuwangi

    Dalam rangka memperingati Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-254, Saestwo Cafe berkolaborasi dengan komunitas Gotong Royong 45 dan media sastrawacana.id/ menggelar lomba literasi dan seni pada Jumat (19/12/2025).

    Kegiatan ini didukung oleh sejumlah komunitas dan organisasi di Banyuwangi, antara lain BKPRMI Kabupaten Banyuwangi, Koppiwangi, Gata, Jurnalnews, PERGUNU, ELC Sibon, dan Aura Lentera.

    Rangkaian lomba berlangsung selama dua hari, 19–20 Desember 2025, dengan melibatkan peserta dari kalangan anak-anak hingga dewasa.

    Lomba hari pertama diisi dengan tiga cabang, yakni pidato cilik (pildacil), bercerita menggunakan bahasa Using, serta lomba melukis.

    Lomba Pildacil Harjaba Saestwo Cafe

    Sejak siang, peserta silih berganti tampil di hadapan dewan juri, disaksikan orang tua dan pengunjung kafe yang turut memberi dukungan.

    Sementara itu, untuk hari kedua yang akan digelar hari Sabtu (20/12), panitia menjadwalkan lomba membaca puisi dari buku antologi Gotong Royong yang diterbitkan oleh Penerbit Lintang Banyuwangi dan story telling sebagai penutup rangkaian kegiatan.

    Pembukaan acara dilakukan oleh Ketua Panitia, H.M. Shodiqin yang juga Owner Saestwo Cafe.

    Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut digelar bukan sekadar untuk memeriahkan Harjaba, tetapi juga sebagai upaya menumbuhkan minat literasi dan apresiasi seni sejak usia dini.

    Lomba Bercerita Using Harjaba Saestwo Cafe

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong tumbuhnya minat literasi dan apresiasi seni sejak usia dini. Anak-anak perlu diberi ruang untuk mengekspresikan gagasan dan kreativitasnya,” ujar Shodiqin.

    Ia juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan lomba ini sekaligus sebagai peringatan momentum Hari Ibu.

    Di sela sambutannya, Shodiqin mengajak seluruh peserta dan panitia menyanyikan lagu Kasih Ibu yang membuat suasana acara terasa lebih hangat dan penuh kebersamaan.

    Selain lomba, kegiatan hari pertama juga dihiasi dengan tasyakuran 10 tahun Koppiwangi (Komunitas Peduli Pendidikan Banyuwangi).

    Tasyakuran tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Koppiwangi Mujiono, S.H., beserta jajaran pengurus dan anggota komunitas.

    Mujiono, S.H menyampaikan bahwa Koppiwangi sejak awal berdiri berkomitmen untuk mendukung akses dan kualitas pendidikan melalui berbagai kegiatan literasi.

    Tasyakuran 10 tahun Koppiwangi

    Menurutnya, kolaborasi lintas komunitas seperti ini penting untuk menjaga semangat gotong royong dalam dunia pendidikan.

    “Kegiatan seperti ini menjadi contoh bahwa literasi bisa tumbuh dari ruang-ruang alternatif, tidak harus selalu di sekolah atau ruang formal,” ujarnya.

    Kemeriahan acara juga didukung kehadiran pelaku ekonomi kreatif lokal.

    Green Jasmine dan Batik Gerilya tampak membuka lapak di area kegiatan, memamerkan berbagai produk unggulan seperti batik khas Banyuwangi dan aneka kerajinan tangan.

    Kehadiran mereka menambah warna tersendiri sekaligus menjadi ajang promosi produk lokal kepada masyarakat.

    Pemenang Lomba Melukis Harjaba Saestwo Cafe

    Dari sisi apresiasi peserta, panitia menyediakan berbagai hadiah menarik. Salah satunya dukungan dari PT Tulus Hijrah Baitullah yang memberikan hadiah berupa voucher uang muka (DP) umrah senilai Rp2 juta bagi setiap pemenang lomba.

    Kemudian, khusus untuk lomba pildacil, juara pertama mendapatkan hadiah tambahan berupa voucher menginap di Hotel Aston.

    Hadiah tersebut dipersembahkan oleh Ketua BKPRMI Kabupaten Banyuwangi, Achmad Sururuddin, S.E., M.Pd., sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi anak-anak di bidang dakwah dan public speaking.

    Panitia berharap, rangkaian lomba ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.

    Melalui peringatan Harjaba ke-254, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang bertemu bagi komunitas, orang tua, dan anak-anak untuk bersama-sama menumbuhkan budaya literasi, seni, serta semangat gotong royong di Banyuwangi.

  • DPC Peradi Banyuwangi Peringati HUT ke-21, Tegaskan Komitmen Peningkatan Kualitas Advokat

    DPC Peradi Banyuwangi Peringati HUT ke-21, Tegaskan Komitmen Peningkatan Kualitas Advokat

    Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Banyuwangi menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Peradi ke-21 di Hotel Aston Banyuwangi, Kamis (18/12/2025).

    Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi yang mewakili Bupati Banyuwangi, serta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

    Pada peringatan HUT ke-21 ini, Peradi Banyuwangi mengusung tema “Meningkatkan Kualitas Advokat dalam Rangka Menyongsong Berlakunya KUHP dan KUHAP Baru.”

    Tema tersebut selaras dengan berbagai agenda Peradi, baik di tingkat nasional maupun daerah, khususnya dalam penguatan kapasitas advokat melalui diskusi, sosialisasi, dan pendidikan hukum berkelanjutan.

    Ketua DPC Peradi Banyuwangi, Eko Sutrisno, S.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan peringatan HUT Peradi ke-21 sengaja dipilih pada 18 Desember 2025 karena bertepatan dengan Hari Jadi Banyuwangi ke-254.

    HUT Peradi ke-21 Banyuwangi

    Menurutnya, hal tersebut merupakan wujud kecintaan dan komitmen Peradi Banyuwangi terhadap daerah.

    “Ini adalah salah satu bentuk kecintaan DPC Peradi Banyuwangi kepada Kabupaten Banyuwangi,” ujarnya.

    Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi Peradi dalam mendukung peningkatan kualitas penegakan hukum di Banyuwangi.

    Ia menegaskan peran strategis advokat sebagai pilar penting dalam menjaga marwah keadilan serta melindungi hak-hak masyarakat.

    Selain dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi, kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Forkopimda, antara lain dari Polresta Banyuwangi, Kodim Banyuwangi, Lanal Banyuwangi, Pengadilan Negeri Banyuwangi, Pengadilan Agama Banyuwangi, serta para mitra kerja DPC Peradi Banyuwangi lainnya.

    Sesuai dengan tema yang diusung, rangkaian acara Dirgahayu Peradi ke-21 ditutup dengan seminar nasional yang menghadirkan Prof. Dr. Ir. Firmanto Laksana P., S.H., M.M., M.H., CLA sebagai narasumber. (Mujiono, S.H)

  • Perkuat Budaya Baca Sejak Dini, Penerbit Lintang dan Dinas Perpustakaan Banyuwangi Kunjungi MI Kedaleman

    Perkuat Budaya Baca Sejak Dini, Penerbit Lintang dan Dinas Perpustakaan Banyuwangi Kunjungi MI Kedaleman

    Upaya menghidupkan budaya literasi di kalangan pelajar terus dilakukan oleh Penerbit Lintang bersama media literasi sastrawacana.id/ dengan melakukan kunjungan serta donasi buku.

    Kegiatan ini menyasar lembaga-lembaga pendidikan di berbagai wilayah Banyuwangi sebagai bagian dari gerakan penguatan minat baca sejak dini.

    Kunjungan kali ini terasa lebih istimewa karena dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Banyuwangi, Yusdi Irawan, S.E., M.Si., yang berlangsung di MI Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, pada Rabu (17/12/2025).

    Di sela-sela kesibukannya, Yusdi Irawan menyempatkan diri untuk turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen Dinas Perpustakaan Kabupaten Banyuwangi dalam mendukung penguatan budaya baca di lingkungan sekolah.

    Kehadirannya sekaligus menjadi wujud perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan perpustakaan sekolah sebagai sarana edukatif yang strategis bagi pembentukan karakter dan peningkatan kualitas literasi peserta didik sejak usia dini.

    Kunjungan Perpusda di MI Kedaleman

    Dalam kesempatan tersebut, Yusdi Irawan memantau langsung kondisi perpustakaan MI Kedaleman sekaligus berdialog dengan pihak sekolah terkait literasi.

    Selain menyerahkan sejumlah buku, ia juga memberikan masukan yang berhubungan dengan pengelolaan perpustakaan dan strategi menumbuhkan minat baca siswa sejak usia dini.

    Menurutnya, keberadaan perpustakaan sekolah harus dimaknai lebih dari sekadar fasilitas pelengkap, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang aktif dan berkelanjutan.

    “Perpustakaan sekolah bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi ruang yang hidup dan mampu menumbuhkan minat baca anak-anak. Jadi, perlu ada rutinitas membaca karena kebiasaan akan berubah menjadi budaya membaca,” ujar Yusdi Irawan.

    Ia menambahkan, penguatan literasi sejak sekolah dasar menjadi fondasi penting bagi pembangunan sumber daya manusia di masa depan.

    Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Kopiwangi, Andi Budi Setiawan, S.Pd., yang dalam kesempatan itu menyerahkan sejumlah buku, termasuk karya tulisnya sendiri.

    Seperti diketahui, Andi Budi Setiawan merupakan penulis asal Banyuwangi yang telah melahirkan berbagai karya sastra serta aktif mendorong gerakan literasi di daerah.

    Kepala Sekolah MI Kedaleman, Nur Lailiyah, S.Ag, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan.

    Ia menilai kehadiran Kepala Dinas Perpustakaan bersama Penerbit Lintang dan sastrawacana.id/ menjadi semangat baru bagi sekolah.

    “Kunjungan ini menjadi energi positif bagi kami. Kami merasa mendapat dukungan moral untuk terus mengembangkan perpustakaan serta budaya membaca di sekolah,” ungkap Nur Lailiyah.

    Ia berharap ke depan dapat terjalin kolaborasi berkelanjutan dengan Perpustakaan Daerah Banyuwangi.

    Sebagai informasi, MI Kedaleman Rogojampi dikenal sebagai salah satu sekolah yang memiliki keunggulan dalam bidang keagamaan.

    Para siswa dibekali pendidikan akhlakul karimah sejak dini sebagai fondasi pembentukan karakter.

    Melalui penguatan literasi yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan, sekolah ini berupaya mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

    Sementara itu, Pemimpin Redaksi Penerbit Lintang, Maulana Affandi, S.S., menegaskan bahwa kegiatan donasi buku dan kunjungan sekolah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Penerbit Lintang dalam mendukung gerakan literasi di Banyuwangi.

    “Kami percaya bahwa literasi tidak bisa dibangun secara instan. Butuh kehadiran, ketelatenan, dan kerja bersama berbagai pihak. Kunjungan seperti ini adalah upaya sederhana kami untuk menghadirkan buku lebih dekat dengan anak-anak, sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka pada membaca,” ujar Maulana Affandi.

    Menurutnya, sinergi antara komunitas literasi, media, sekolah, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem literasi yang sehat dan berkelanjutan.

    Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan menjangkau lebih banyak sekolah, terutama di wilayah-wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses bacaan.

    Kegiatan donasi buku dan kunjungan ini diharapkan menjadi langkah kecil namun berkelanjutan dalam menumbuhkan semangat membaca serta memperkuat ekosistem literasi di Banyuwangi.

  • Kemenag Banyuwangi Merajut Karakter Lewat Workshop Pentigraf

    Kemenag Banyuwangi Merajut Karakter Lewat Workshop Pentigraf

    Di bawah payung peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyalakan obor literasi melalui Workshop Pentigraf (cerita pendek tiga paragraf) yang digelar secara hibrida, Selasa (16/12/2025).

    Aula MAN 3 Banyuwangi menjadi ruang temu luring, sementara layar-layar daring menghubungkan madrasah lain dalam satu tarikan napas yang sama: sastra sebagai jalan pembentukan karakter.

    Membuka kegiatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, menegaskan bahwa pentigraf bukan sekadar latihan merangkai kata.

    Pentiraf merupakan disiplin batin, cara berpikir holistik yang memaksa penulis memahami persoalan secara utuh, lalu merumuskannya dengan ringkas, padat, dan bermakna. Dalam kependekan, karakter diuji; dalam kesederhanaan, kedalaman dituntut.

    Ketua Panitia HAB ke-80 Kementerian Agama RI pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Fathurrahman, menyambut kegiatan ini dengan rasa syukur.

    Berlatar pengalaman jurnalistik yang tumbuh tanpa bangku pelatihan formal, ia melihat workshop ini sebagai ladang subur bagi tumbuhnya insan literasi yang andal dan berkarakter, sebuah ikhtiar yang kini bersemi di lingkungan Kemenag Banyuwangi, diinisiasi oleh Lentera Sastra.

    Dua suara menguatkan ikhtiar itu. Dr. Nurul Lutfia Rohmah dari Lentera Sastra, Ketua HISKI Komisariat Banyuwangi, membentangkan lanskap teori dan kepekaan sastra.

    Sementara Syafaat, Ketua Lentera Sastra, menautkan teori dengan laku: peserta tidak berhenti pada pemahaman, melainkan melangkah ke praktik. Mereka menulis, berlomba, dan karya terbaiknya kelak dibukukan, menjadi jejak yang dapat dibaca waktu.

    Pelaksanaan hibrida menjahit jarak: materi disampaikan luring di MAN 3 Banyuwangi dan daring bersama siswa MTs Nurul Iman, Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari.

    Dari ruang ke ruang, dari layar ke layar, sastra bekerja sebagai jembatan, menumbuhkan budaya literasi, mengasah kreativitas, dan meneguhkan karakter peserta didik. Di tiga paragraf, Banyuwangi belajar merangkum dunia; di sastra, ia menemukan arah. (Syafaat)

  • Membentuk Generasi Qur’ani Berkarakter, SMPQ Akmalul Muhsinin Siap Sambut Siswa Baru 2026/2027

    Membentuk Generasi Qur’ani Berkarakter, SMPQ Akmalul Muhsinin Siap Sambut Siswa Baru 2026/2027

    Komitmen mencetak generasi Qur’ani yang berakhlakul karimah dan berdaya saing global menjadi ruh utama pendirian SMP Qur’an Akmalul Muhsinin Banyuwangi.

    Mengusung visi “mencetak peserta didik Qur’ani yang berwawasan nasional dan global”, lembaga ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan Islam yang utuh dan relevan dengan tantangan zaman.

    Kepala SMPQ Akmalul Muhsinin, H. Wawuh Sondi Purnomo, S.T., Gr, mengungkapkan bahwa kurikulum yang diterapkan mengacu pada Kurikulum Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dipadukan dengan pendidikan diniyah pesantren.

    Fokus utamanya meliputi tahsinul Qur’an, tafhimul Qur’an, dan tahfidhul Qur’an, sekaligus pembiasaan karakter islami dalam kehidupan sehari-hari.

    “Selain program nasional seperti olahraga rutin Anak Indonesia Sehat dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, kami juga menanamkan 7 karakter santri yang dijalankan secara istiqamah,” jelas H. Wawuh.

    Karakter tersebut antara lain disiplin salat berjamaah, istighotsah, mendoakan orang tua dan leluhur, serta pembiasaan membaca Al-Qur’an setiap hari.

    SMPQ Akmalul Muhsinin

    Tak hanya unggul dalam aspek spiritual, SMPQ Akmalul Muhsinin juga menyiapkan peserta didik agar berprestasi sesuai bakat dan minat.

    Berbagai pembinaan dan pelatihan disiapkan, mulai dari hafidz Qur’an, pidato, baca puisi, kaligrafi, khitobah, MC, hingga seni hadrah.

    Semua diarahkan untuk membentuk santri yang percaya diri, komunikatif, dan siap tampil di ruang publik.

    “Visi kami jelas, menyiapkan generasi emas 2045 yang berakhlak mulia, unggul dalam IPTEK, berjiwa Qur’ani, dan memiliki semangat keindonesiaan,” tegas H. Wawuh yang juga aktif sebagai Wakil Manajemen Mutu SMKN 1 Kalipuro, Ketua Ranting NU, serta pengurus BKPRMI.

    Dalam penerimaan peserta didik baru Tahun Pelajaran 2026/2027, SMPQ Akmalul Muhsinin lebih merekomendasikan siswa untuk mukim atau mondok, agar proses pembinaan karakter dan spiritual berjalan optimal.

    Pendaftaran dibuka setiap hari pukul 08.00–21.00 WIB di Kantor Sekretariat Jl. Kopral Sanusi No. 32 Karangbaru, Panderejo, Banyuwangi. Adapun persyaratan pendaftaran meliputi:

    • fotokopi ijazah legalisir,
    • KK,
    • akta kelahiran,
    • KTP orang tua,
    • pas foto,
    • KIP (bila ada),
    • serta pembayaran biaya administrasi sesuai ketentuan.

    Terkait pembiayaan pendidikan, SMPQ Akmalul Muhsinin menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan Qur’ani yang terjangkau dan transparan.

    Dalam penerimaan peserta didik baru Tahun Pelajaran 2026/2027, lembaga ini membebaskan biaya uang pendaftaran, sehingga calon wali santri dapat langsung fokus pada kesiapan pendidikan putra-putrinya.

    Khusus bagi peserta didik yang mukim atau mondok, biaya bulanan ditetapkan dengan sistem yang fleksibel.

    Bagi wali santri yang melakukan pembayaran pada tanggal 1 hingga 9 setiap bulan, dikenakan biaya sebesar Rp250.000.

    Rincian biaya tersebut meliputi Rp200.000 untuk kebutuhan makan dua kali sehari, listrik, air, dan kebutuhan asrama selama satu bulan, serta Rp50.000 sebagai infaq sekolah.

    Sementara itu, bagi pembayaran yang dilakukan mulai tanggal 10 dan seterusnya, biaya bulanan ditetapkan sebesar Rp350.000, dengan rincian Rp300.000 untuk kebutuhan makan dua kali sehari, listrik, air, dan operasional asrama selama satu bulan, serta Rp50.000 untuk infaq sekolah.

    Skema pembiayaan ini dirancang agar wali santri dapat menyesuaikan dengan kondisi masing-masing, sekaligus memastikan kebutuhan pendidikan, pembinaan karakter, dan kesejahteraan santri tetap terpenuhi secara optimal.

    Dengan biaya yang relatif terjangkau tersebut, SMPQ Akmalul Muhsinin berharap semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses pendidikan Qur’ani berbasis pesantren tanpa terbebani secara finansial.

    Bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut terkait SPMB SMP Qur’an Akmalul Muhsinin, dapat menghubungi panitia melalui:

    • Jainul Abidin: 0838 7568 4605
    • Kepsek: 0812 8185 6321

    Dengan konsep pendidikan terpadu, suasana islami, dan pembinaan karakter yang kuat, SMPQ Akmalul Muhsinin Banyuwangi optimistis menjadi pilihan strategis bagi orang tua yang mendambakan pendidikan Qur’ani yang berkualitas dan berkelanjutan.

  • SMPQ Akmalul Muhsinin Hadirkan Kurikulum I‘Rab, Fokus Pemahaman Al-Qur’an Sejak Dini

    SMPQ Akmalul Muhsinin Hadirkan Kurikulum I‘Rab, Fokus Pemahaman Al-Qur’an Sejak Dini

    Di tengah kegelisahan orang tua terhadap pendidikan generasi muda yang kian tergerus arus zaman, Yayasan Akmalul Muhsinin Banyuwangi menghadirkan ikhtiar baru melalui pendirian SMP Qur’an (SMPQ) Akmalul Muhsinin.

    Lembaga pendidikan ini akan resmi menerima peserta didik baru pada Tahun Pelajaran 2026/2027, dengan konsep pendidikan yang memadukan kurikulum nasional dan basis pesantren.

    Yayasan Akmalul Muhsinin bukanlah nama baru dalam dunia pendidikan Islam.

    Selama lebih dari satu dasawarsa, yayasan ini dikenal konsisten mencetak santri yang mampu membaca kitab kuning dengan metode Amsilati, serta melahirkan hafidz dan hafidzah 30 juz.

    Kehadiran SMPQ Akmalul Muhsinin menjadi tonggak sejarah baru karena untuk pertama kalinya yayasan menghadirkan lembaga pendidikan formal setingkat SMP yang terintegrasi langsung dengan sistem kepesantrenan.

    Pengasuh Pondok Pesantren Akmalul Muhsinin, KH Imam Hasan Thoha, menjelaskan bahwa selama ini para santri menempuh pendidikan formal di berbagai lembaga, seperti MA Baiturrahman, MAN, SMKN, SMK swasta, serta sekolah terbuka filial SMPN 2 Kalipuro untuk jenjang SMP.

    Pengasuh SMPQ Akmalul Muhsinin

    Santri yang belajar pun berasal dari berbagai wilayah, mulai Kalipuro, Muncar, Srono, Kabat, Sempu, Kalibaru, hingga luar daerah seperti Bali, Pasuruan, dan Madura.

    “Selain itu, kami juga membina anak-anak yatim piatu melalui LKSA Graha Anak Sholeh, seluruh kebutuhan pendidikan hingga dapur kami gratiskan,” tutur KH Imam Hasan Thoha, alumni Ponpes Al-Amien Prenduan Madura yang juga pernah memimpin LAZIZ Baiturrahman dan kini menjadi salah satu Ketua Yayasan Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi.

    Keunikan SMPQ Akmalul Muhsinin terletak pada penerapan metode I‘Rab dalam pembelajaran Al-Qur’an, sebuah pendekatan yang tidak hanya menekankan hafalan, tetapi juga pemahaman makna dan kaidah kebahasaan. Metode ini diklaim sebagai satu-satunya di Banyuwangi.

    “Santri tidak hanya hafal Al-Qur’an, tapi paham maknanya dan mampu menjelaskan. Bahkan, sejak dini sudah kami siapkan untuk bisa mengajar adik kelas dan siap tampil khutbah,” ujar KH Imam Hasan Thoha saat ditemui di sela kegiatan rutin majelis sholawat dan dzikir di kompleks pesantren yang beralamat di Jl. Kopral Sanusi No. 32 Karangbaru, Panderejo, Banyuwangi.

    Untuk mendukung pembelajaran, SMPQ Akmalul Muhsinin menargetkan pembukaan dua rombongan belajar putra dan putri.

    Bangunan kelas dan asrama putra juga telah dipersiapkan di Jl. Mahakam, Mojoroto, Penataban, Giri, Banyuwangi.

    Selain menyiapkan sarana fisik, SMPQ Akmalul Muhsinin juga merancang sistem pendidikan yang terstruktur dan relevan dengan kebutuhan orang tua masa kini.

    Kurikulum yang diterapkan mengacu pada Kurikulum Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dipadukan dengan pendidikan diniyah khas pesantren.

    Di dalamnya mencakup program tahsinul Qur’an, tafhimul Qur’an, dan tahfidhul Qur’an, serta target penguasaan kitab-kitab dasar dan kitab kuning.

    Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlakul karimah.

    Dalam keseharian, santri dibiasakan menjalani suasana islami melalui sholat berjamaah lima waktu, istighotsah, pembacaan wirid dan sholawat, serta pembiasaan mendoakan orang tua dan para leluhur sesuai tuntunan sunnah Nabi.

    SMPQ Akmalul Muhsinin juga menanamkan tujuh karakter santri dan pelajar hebat yang dijalankan secara istiqamah.

    Karakter tersebut meliputi kedisiplinan ibadah, tanggung jawab, kemandirian, kepedulian sosial, cinta Al-Qur’an, adab terhadap guru dan orang tua, serta semangat belajar dan berprestasi. Nilai-nilai ini menjadi fondasi pembentukan kepribadian santri sejak dini.

    Dalam pengembangan potensi, lembaga ini tidak menutup mata terhadap bakat dan minat peserta didik.

    Berbagai program pembinaan disiapkan, mulai dari hafidz Qur’an, pidato dan khitobah, baca puisi religi, kaligrafi, seni hadrah, hingga pelatihan MC dan keterampilan tampil di depan umum.

    Seluruhnya diarahkan agar santri siap berperan di tengah masyarakat dengan percaya diri dan etika yang terjaga.

    Secara visi, SMPQ Akmalul Muhsinin menargetkan lahirnya peserta didik yang berakhlakul karimah, berjiwa kader Qur’ani, unggul dalam IPTEK, berwawasan nasional dan global, serta memiliki semangat keindonesiaan dalam menyongsong Generasi Emas 2045.

    Oleh karena itu, peserta didik lebih direkomendasikan untuk mukim atau mondok, agar proses pembinaan karakter dan spiritual dapat berjalan lebih optimal dan berkesinambungan.

    Terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027, pendaftaran dibuka setiap hari pukul 08.00–21.00 WIB. Calon wali santri dapat langsung datang ke Kantor Sekretariat di Jl. Kopral Sanusi No. 32 Karangbaru, Panderejo, Banyuwangi, atau berkomunikasi dengan panitia pendaftaran.

    Adapun biaya pendaftaran dan administrasi ditetapkan oleh panitia sesuai ketentuan lembaga dan disampaikan secara transparan kepada calon wali santri saat proses pendaftaran. Yayasan juga dikenal memiliki komitmen sosial, termasuk pembinaan dan pembiayaan penuh bagi anak-anak yatim piatu melalui unit layanan kesejahteraan sosial yang dimilikinya.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran, program pendidikan, serta sistem mondok SMPQ Akmalul Muhsinin, masyarakat dapat menghubungi panitia melalui:

    • Jainul Abidin (WA 0838 7568 4605)
    • Kepsek (WA 0812 8185 6321).

    Dengan konsep pendidikan terpadu, metode pembelajaran Al-Qur’an berbasis I‘Rab, serta lingkungan pesantren yang kondusif, SMPQ Akmalul Muhsinin Banyuwangi hadir sebagai ikhtiar serius dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya hafal Al-Qur’an, tetapi juga paham, berkarakter, dan siap mengabdi untuk umat dan bangsa.

  • Kembangkan Teh Antioksidan dari Daun Mangga, Tim UM Sabet Juara 2 LKTI KSM FEST UI

    Kembangkan Teh Antioksidan dari Daun Mangga, Tim UM Sabet Juara 2 LKTI KSM FEST UI

    Universitas Negeri Malang (UM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.

    Tim mahasiswa UM berhasil meraih Juara Dua dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) KSM FEST yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia tahun 2025.

    Kompetisi yang mengangkat tema “Investing in a Green Future: Empowering Economic Independence Through Sustainable Solutions” ini diikuti perguruan tinggi ternama dari seluruh Indonesia dan berlangsung secara daring pada 21 Oktober–23 November 2025.

    Ajang ini menjadi wadah bergengsi bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas, inovasi, serta kemampuan riset di bidang sains berkelanjutan.

    Tim CIPTA HERBA NUSANTARA dari FMIPA UM yang beranggotakan Khezia Rachel D.P (S1 Bioteknologi), IZ Fathma Agmadina (S1 Bioteknologi), dan Stevanus Purbadirja (S1 Pendidikan Biologi) membawa karya penelitian berjudul “Inovasi Teh Herbal Fungsional: Mengubah Limbah Daun Mangga Varietas Alpukat Menjadi Sumber Antioksidan Potensial untuk Kesejahteraan Berkelanjutan.”

    Teh Daun Mangga Universitas Negeri Malang

    Penelitian ini mengangkat isu pemanfaatan limbah pertanian daun mangga varietas alpukat yang melimpah sebagai sumber antioksidan alami untuk diolah menjadi teh herbal fungsional.

    Inovasi tersebut tidak hanya menawarkan potensi ekonomi hijau, tetapi juga mendukung upaya pengurangan limbah agroindustri. Selama proses penelitian, tim dibimbing oleh Dr. Frida Kunti Setiowati, ST, M.Si.

    Keberhasilan meraih Juara Dua ini merupakan hasil kerja keras, komitmen, dan kolaborasi seluruh anggota tim dalam menyusun riset hingga menyiapkan presentasi akhir.

    Bagi mereka, kompetisi ini menjadi pengalaman penting untuk mengasah kemampuan penelitian, komunikasi ilmiah, dan kerja tim.

    “Kami sangat bersyukur bisa meraih Juara 2 di kompetisi seprestisius ini. Proses dimulai dari penyusunan abstrak, kemudian lolos ke tahap KTI full paper, hingga presentasi final di depan dewan juri Universitas Indonesia. Dukungan tim dan bimbingan Ibu Dr. Frida Kunti Setiowati membuat semuanya mungkin,” ungkap Stevanus Purbadirja, ketua tim.

    Hal senada disampaikan Khezia Rachel D.P, yang menambahkan, “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan bimbingannya hingga kami bisa meraih prestasi ini.”

    Dr. Frida Kunti Setiowati

    Dosen pembimbing, Dr. Frida Kunti Setiowati, juga menyampaikan kebanggaannya.

    “Prestasi ini semakin menguatkan posisi Universitas Negeri Malang sebagai institusi pendidikan tinggi yang siap mencetak lulusan berkompeten dan peduli terhadap isu lingkungan serta pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” tutupnya.

  • Daftar Pemenang Lomba Literasi HUT ke-26 DWP Cabdindik Banyuwangi

    Daftar Pemenang Lomba Literasi HUT ke-26 DWP Cabdindik Banyuwangi

    Perayaan HUT ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Cabdindik Kabupaten Banyuwangi berlangsung dengan nuansa yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

    Bertempat di Aula SMKN 1 Glagah pada Sabtu (6/12/2025), acara tahun ini tak hanya diisi seremonial, tetapi juga diramaikan dengan gelaran lomba menulis cerpen dan cipta baca puisi yang menjadi pusat perhatian seluruh peserta.

    Inisiatif menghadirkan ajang literasi ini datang dari Ketua DWP Cabdindik Kabupaten Banyuwangi, Siti Nurjanah Slamet Riyadi, S.E, yang ingin membuka ruang kreatif bagi perempuan di lingkungan pendidikan.

    Sebanyak 29 lembaga berpartisipasi, menghadirkan semangat yang membuat suasana pagi terasa begitu hidup.

    Menurut Siti Nurjanah, kegiatan ini adalah langkah kecil namun berarti dalam mendorong anggota DWP untuk berani mengekspresikan gagasan mereka.

    Ia menilai, banyak potensi yang selama ini tersimpan dan perlu mendapat ruang untuk ditampilkan.

    Adapun juri yang dihadirkan merupakan pegiat literasi yang telah berpengalaman di berbagai kegiatan kepenulisan dan kesastraan, yakni Maulana Affandi, S.S. dan Andi Budi Setiawan, S.Pd.

    Kehadiran para juri ini turut memberikan warna tersendiri, karena peserta dapat memperoleh penilaian sekaligus masukan langsung dari praktisi yang aktif berkecimpung di dunia literasi.

    Dalam proses penjurian, setiap karya dinilai melalui sejumlah kriteria yang telah ditetapkan.

    Untuk kategori cipta baca puisi, penilaian difokuskan pada pemilihan diksi, kedalaman makna, serta penampilan saat membacakan karya.

    Sementara itu, pada lomba menulis cerpen, juri menilai struktur dan isi cerita yang mencakup tema, alur, perwatakan, dan latar.

    Keindahan bahasa juga menjadi aspek penting, terlihat dari ketepatan diksi, gaya bahasa yang digunakan, serta keefektifan kalimat.

    Tak kalah diperhatikan adalah aspek teknis seperti tata bahasa, ejaan, tanda baca, hingga kerapian tulisan.

    Keseluruhan kriteria ini dirancang untuk memastikan setiap karya tampil utuh, kuat, dan bernilai secara literer.

    Setelah melalui proses penilaian oleh juri pegiat literasi, terpilihlah sejumlah nama yang dinyatakan sebagai pemenang untuk dua kategori perlombaan tersebut. Berikut daftarnya:

    Pemenang Lomba Cipta Baca Puisi

    • Juara 1: Siri Rohmatin Nazilah — SMAN 1 Glagah
    • Juara 2: Muntamah Khoir — SMKN 1 Banyuwangi
    • Juara 3: Danik Suselowati — SMAN 1 Cluring
    • Harapan 1: Lisa Nur Afita – SMAN Glenmore
    • Harapan 2: Vika Nur Imamah — SMAN 1 Banyuwangi
    • Harapan 3: Citra Nuraini — SMAN 1 Rogojampi

    Pemenang Lomba Menulis Cerpen

    • Juara 1: Viola Lutfy Sagita — SMAN 1 Cluring
    • Juara 2: Selvia Rahmawati — SMAN 1 Gambiran
    • Juara 3: Syina Dalila, S.Pd., M.Pd — SMKN 1 Glagah
    • Harapan 1: Ghina Ararifah, S.Pd — SLBN Banyuwangi
    • Harapan 2: Alifia Nudia Umbarika, S.Pd — SMAN 1 Srono
    • Harapan 3: Lesmiyati Hariyani — SMAN Darussholah Singojuruh

    Perayaan HUT ke-26 DWP Cabdindik Banyuwangi tahun ini bukan hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga momentum untuk menegaskan bahwa literasi memiliki ruang penting di lingkungan pendidikan.

    Melalui antusias para peserta, dukungan para juri, serta semangat kolaboratif dari berbagai lembaga, kegiatan ini berhasil menghadirkan atmosfer yang menginspirasi.

    Harapannya, langkah kecil ini dapat menjadi awal dari tradisi literasi yang terus tumbuh, memberi ruang bagi lebih banyak perempuan untuk berkarya, berekspresi, dan menguatkan peran mereka dalam membangun budaya baca dan tulis yang lebih maju di Banyuwangi.

  • Barurrohim Terpilih sebagai Ketua Tanfidziah MWC NU Kecamatan Banyuwangi

    Barurrohim Terpilih sebagai Ketua Tanfidziah MWC NU Kecamatan Banyuwangi

    Konferensi Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Banyuwangi pada Minggu (7/12/2025) sukses menuntaskan proses pergantian kepemimpinan yang digelar di Aula Pondok Pesantren Putri Al Anwari Kertosari Banyuwangi.

    Tiga kandidat, yakni Sugito, Haikal Kafili, dan Barurrohim bersaing secara demokratis melalui proses pemungutan suara yang melibatkan 23 anak ranting NU se-Kecamatan Banyuwangi.

    Pada putaran pertama, Sugito meraih 3 suara, Haikal Kafili memperoleh 11 suara, dan Barurrohim mendapatkan 9 suara.

    Konferensi Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Banyuwangi

    Berdasarkan tata tertib konferensi, dua peraih suara tertinggi, yakni Haikal Kafili dan Barurrohim ditetapkan maju ke putaran final pemilihan Ketua Tanfidziah MWC NU.

    Persaingan berlanjut secara ketat hingga pemungutan suara terakhir.

    Hasil akhir menunjukkan Barurrohim unggul tipis dengan 13 suara, sementara Haikal Kafili mengantongi 10 suara.

    Dengan demikian, Barurrohim yang akrab disapa Ayung resmi memimpin MWC NU Kecamatan Banyuwangi untuk periode 2025–2030.

    Konferensi kali ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kaderisasi, membangun soliditas organisasi, serta merumuskan arah perjuangan pengurus baru agar lebih progresif bagi jam’iyah NU, masyarakat, bangsa, dan negara.

    “Terima kasih kepada seluruh peserta konferensi atas kepercayaan yang diberikan. Saya mengajak seluruh pengurus dan anggota jam’iyah NU se-Kecamatan Banyuwangi untuk bekerja bersama secara ikhlas bagi NU dan umat,” ujar Barurrohim seusai terpilih.

    Sholeh Kurniawan, Wakil Sekretaris dari kepengurusan sebelumnya, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dan stakeholder atas dukungan moral maupun material selama masa tugas.

    MWC NU Kecamatan Banyuwangi

    “Semua pencapaian pengurus lama bukanlah hasil kerja individu, tetapi buah kolaborasi dan kerja bersama yang terbangun dengan tulus,” ungkapnya sambil menyampaikan selamat kepada Barurrohim.

    Ucapan selamat juga disampaikan Ustad Fata Zamroni, fungsionaris pengurus lama sekaligus Ketua MUI Kecamatan Banyuwangi.

    Ia berharap kepemimpinan yang baru dapat membawa manfaat besar bagi NU, khususnya di Kecamatan Banyuwangi, pada masa mendatang.

  • Saestwo Cafe Siap Jadi Ruang Kreativitas Memperingati Harjaba ke-254

    Saestwo Cafe Siap Jadi Ruang Kreativitas Memperingati Harjaba ke-254

    Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-254 pada 18 Desember 2025 sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap Perang Puputan Bayu 1771, sejumlah komunitas dan pelaku usaha lokal berkolaborasi menggelar rangkaian kegiatan bertajuk Lomba Literasi Gotong Royong Harjaba 2025.

    Kegiatan yang akan digelar pada 19–20 Desember 2025 di Saestwo Cafe, Jl. Jembrana, Perum BGM Klarak–Kalipuro ini diinisiasi oleh Saestwo Cafe bersama Komunitas Gotong Royong 45 dan Penerbit Lintang yang menerbitkan Antologi Gotongroyong sebagai materi Lomba Baca Puisi.

    Tujuannya ialah menyediakan wadah ekspresi positif bagi generasi muda agar mereka memiliki ruang yang sehat untuk menyalurkan gagasan, menumbuhkan kreativitas, serta membangun rasa percaya diri.

    “Harjaba adalah momentum penting untuk merayakan kebersamaan, kreativitas, dan kecintaan pada daerah. Melalui lomba ini, kami ingin memberi ruang bagi anak-anak dan remaja untuk menampilkan potensi mereka sekaligus menumbuhkan rasa bangga pada seni dan budaya Banyuwangi,” ujar Bung Aguk Darsono dari EO Senyum Agmadina, salah satu inisiator kegiatan.

    Kateogori Lomba

    Lomba ini mengusung tema Gotong Royong untuk Banyuwangi Berdaya (Lestarikan Bahasa Daerah, Bangga Bahasa Indonesia, dan Kuasai Bahasa Asing), dengan kategori sebagai berikut:

    • Pidato Dai Cilik (SD/MI/TQA)
    • Story Telling Bahasa Inggris (SD/MI)
    • Bercerita Bahasa Using (usia 10–15 tahun)
    • Melukis di Kanvas (usia 10–17 tahun)
    • Baca Puisi Antologi Gotong Royong (umum)

    Ketua Panitia HM. Shodiqin, S.Pd., MM mengajak berbagai pihak untuk bersinergi, mulai dari para pegiat seni, LKSA yatim-dhuafa, pesantren, BKPRMI, hingga emak-emak pegiat lingkungan dari komunitas Green Jasmine.

    HM Shodiqin

    “Seluruh pemenang dan guru pendamping yang beruntung bisa mendapatkan voucher umroh dua juta dari H. Tulus,” ujar guru SMKN 1 Kalipuro yang baru tiga bulan lalu pulang dari Baitullah.

    Pada hari pertama setelah salat Jumat, selain lomba pildacil dan melukis, panitia juga menghadirkan para pelukis seperti Ben Hendro, Wega Averina, MH Basoeki, Momo, dan Mbah Eko untuk melukis langsung di tempat dengan objek yang ada di kafe.

    Tak ketinggalan, penyair Pramoe Soekarno, Mayor Saimah, dan veteran IGM Sudharma turut tampil membawakan karya mereka.

    Dukungan Mengalir Deras

    Sejumlah dukungan pun mengalir, menambah hangatnya suasana kebersamaan dalam gelaran ini, mulai dari dari PT Tulus Hijrah Baitullah, Koppiwangi (Komunitas Pegiat Peduli Pendidikan Banyuwangi), Yayasan Aura Lentera Indonesia, serta sejumlah media partner seperti sastrawacana.id/, Jurnal News, Menaramadinah.com, JRKBB, dan kanal YouTube Ha Pe Aja.

    “Alhamdulillah, bersamaan dengan satu dasawarsa perjalanan kami, relawan Koppiwangi juga mengadakan tasyakuran tumpengan setelah lomba pildacil,” tutur H. Mujiono, SH, selaku founder dari Koppiwangi.

    Sementara itu, Ketua Umum BKPRMI, Ahmad Sururudin, SE., M.Si., pun turut mendukung dengan memberi hadiah spesial untuk pemenang lomba Pildacil.

    “Juara 1 pildacil beserta orang tuanya akan mendapat bonus menginap di hotel atau homestay yang memiliki kolam renang,” terangnya.

    Untuk kategori story telling, finalis mendapatkan bonus voucher discount English Language Course (ELC) Sibon Mandar.

    Sementara Toko Seragam & Bordir Tiga Jaya Star (081336275599) menyediakan plakat untuk kategori Baca Puisi Gotongroyong.

    Saestwo Cafe sebagai Ruang Kolaborasi

    Owner Saestwo Cafe, Vonny Lagenia Suhendi, mengatakan bahwa tempat usahanya memang dirancang sebagai ruang kolaborasi yang nyaman dan strategis.

    Selama ini Saestwo menjadi tempat berkumpul berbagai komunitas, mulai dari Corolla Club & Mercy BWI, komunitas lagu nostalgia, resepsi pernikahan, hingga mahasiswa yang membutuhkan suasana tenang untuk menulis karya fiksi maupun skripsi dengan dukungan Wi-Fi.

    “Bulan depan, jelang puasa, komunitas barista kopi juga berencana mengadakan event di Saestwo Cafe,” ujarnya sambil tersenyum.

    Lomba Harjaba Saestwo Cafe

    Informasi Pendaftaran

    Untuk calon peserta, pendaftaran dibuka hingga 15 Desember 2025 pukul 11.45 WIB.

    Pendaftaran dapat dilakukan langsung di Saestwo Cafe & Creative Space, Klatak, menemui peracik menu Romi (WA 082131497260) atau secara online melalui tautan bit.ly/HarjabaFest2025.

    Biaya pendaftaran untuk tiap peserta sebesar Rp 35.000.

    Informasi lengkap mengenai petunjuk teknis masing-masing lomba dapat ditemukan dengan mengetik kata kunci “lomba Harjaba 2025 di Saestwo Cafe” pada mesin pencarian Google yang terhubung dengan aplikasi GATA.