Blog

  • Tradisi Kembang Ndog Warnai Santunan Bulanan LKSA Khadijah Banyuwangi

    Tradisi Kembang Ndog Warnai Santunan Bulanan LKSA Khadijah Banyuwangi

    Kegiatan santunan bulanan untuk anak asuh non panti LKSA Khadijah yang berlokasi di Jalan MT Haryono 58 Banyuwangi, kembali digelar pada pekan kedua bulan September 2025.

    Bertepatan dengan masuknya bulan Maulid, jajaran pengurus menambahkan suasana khas dengan menghadirkan jodang kembang ndog, tradisi yang telah melekat kuat dalam perayaan Maulid di Banyuwangi, Jumat siang (12/09/25).

    Aguk Wahyu Nurhadi selaku Humas LKSA Khadijah sekaligus pembawa acara membuka kegiatan dengan memberikan penjelasan mengenai sejarah serta makna dari tradisi kembang ndog-ndogan.

    Ia menuturkan, tradisi ini merupakan gagasan KH. Faqih Cemoro, salah satu ulama besar pendiri NU yang berasal dari Desa Balak, Songgon.

    Kembang dimaknai sebagai simbol keindahan dan wewangian, yang melukiskan rasa bahagia umat Islam menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW.

    Sedangkan telur, terdiri atas tiga bagian: kulitnya melambangkan Islam, putihnya merepresentasikan Iman, dan kuningnya menjadi simbol ihsan.

    Aguk menambahkan, ada alasan khusus mengapa pengurus menyiapkan telur bebek alih-alih telur ayam.

    “Bebek ketika bertelur tidak berkoar, ibarat tangan kanan memberi tanpa diketahui tangan kiri. Sementara ayam selalu berkokok setiap kali bertelur, layaknya orang beramal namun penuh riya,” papar seniman sekaligus wartawan ini.

    Ia juga mengingatkan agar kembang ndog tidak dibuat menyerupai barong atau ogoh-ogoh, sebab hal itu dinilai menyimpang dari esensi syiar agama.

    Suasana religius kemudian dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Asatid LKSA Khadijah, Ustadz Abdul Rostid, S.Pd.

    Rangkaian ibadah dimulai dengan bacaan Ummul Kitab, Asmaul Husna, istighotsah, asyroqol, mahallul qiyam, serta tahlil singkat yang ditujukan untuk orang tua anak asuh maupun pendiri yayasan yang telah wafat.

    Santunan Bulanan LKSA Khadijah Banyuwangi

    Tidak lupa doa khusus juga dipanjatkan bagi para donatur serta dermawan yang memiliki hajat tertentu.

    Usai doa bersama, giliran Ketua LKSA Khadijah, Hj. Miftahul Rochmah, menyampaikan mauidhoh hasanah.

    Ia mengawali tausiyah dengan menyenandungkan lagu yang menggambarkan perjalanan hidup keluarga Rasulullah SAW.

    Disampaikan bahwa Nabi Muhammad sejak kecil telah menjadi yatim piatu, ditinggal ibunda Siti Aminah pada usia masih belia hingga akhirnya dibesarkan oleh kakek, kemudian pamannya.

    “Meski yatim piatu, Rasulullah mampu menjadi teladan sempurna. Beliau sukses sebagai pedagang Al-Amin, menjadi khalifah amanah, memiliki anak cucu yang saleh, dan tentunya menjadi sosok uswatun hasanah yang patut diteladani. Kita semua berharap mendapatkan syafaat beliau di akhirat kelak. Aamiin,” ucap guru agama SMPN 2 yang telah purna tugas tersebut.

    Ia juga berpesan agar setiap muslim menghormati tiga sosok penting dalam hidupnya, yaitu orang tua kandung, mertua, dan guru.

    Santunan LKSA Khadijah Banyuwangi

    Menurutnya, guru tak hanya terbatas pada pendidikan formal di sekolah, tetapi juga guru ngaji, guru seni budaya, guru bela diri, bahkan guru kehidupan yang dijumpai di perjalanan meraih ridho Allah.

    Pesan penting lainnya, lanjut Hj. Miftahul Rochmah, adalah bukti kecintaan kepada Rasulullah yang diwujudkan melalui sholawat dan perilaku akhlaqul karimah dalam keseharian.

    Hadir pula relawan Gotong Royong, Maulana Affandi dalam gelaran tersebut bersama Ahmad Saiful, pemuda yang sedang ikhtiar untuk hijrah demi kehidupan yang lebih baik.

    Setelah salat Asar berjamaah, acara dilanjutkan dengan pembagian kembang ndog kepada seluruh anak asuh dan tamu undangan.

    Kegiatan ditutup dengan makan bersama menyantap hidangan nasi rawon, lalu pembagian paket sembako dan santunan pendidikan bagi 25 anak asuh LKSA Khadijah.

  • Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Jambore FPRB 2025, Yayasan Aura Lentera Bawa Inovasi Mitigasi

    Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Jambore FPRB 2025, Yayasan Aura Lentera Bawa Inovasi Mitigasi

    Sebanyak lima perwakilan dari Yayasan Aura Lentera Banyuwangi akan hadir dalam Jambore III Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jawa Timur yang digelar pada Jumat hingga Minggu, 12–14 September 2025.

    Ajang tahunan ini akan mempertemukan sekitar seribu relawan kebencanaan dari berbagai daerah Jawa Timur, termasuk komunitas lokal Banyuwangi, dalam satu forum besar untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkuat jejaring relawan.

    Ketua Yayasan Aura Lentera, Windoyo, menuturkan bahwa keikutsertaan pihaknya merupakan wujud konsistensi dalam kerja-kerja kemanusiaan.

    Selama ini, yayasan yang ia pimpin aktif dalam penanggulangan bencana, mulai dari aksi lapangan hingga penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana Kabupaten Banyuwangi.

    Tak hanya itu, Windoyo juga dikenal sebagai pengajar di SLB Negeri Banyuwangi dan pernah mengharumkan nama daerah dengan meraih penghargaan The Best 30 pada East Java Education Summit (Ejies) 2025.

    Prestasi tersebut diperolehnya berkat inovasi edukasi kebencanaan bagi siswa tunanetra melalui aplikasi screen reader di smartphone, sehingga mereka dapat memperoleh informasi tentang mitigasi bencana secara lebih mudah.

    “Dalam jambore ini kami mengajak rekan-rekan yang tunanetra dan relawan, dengan harapan bisa kita lanjutkan mengajari teman-teman Diffabel di komunitas kami,” ujarnya.

    Gelaran jambore tahun ini mengusung tema “Together We Are Strong, Humanity for All” dan akan berlangsung di kawasan wisata Pantai Grand Watudodol, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.

    Menurut Windoyo, kelima anggota Yayasan Aura Lentera yang sudah resmi terdaftar siap berkontribusi dalam diskusi maupun kegiatan lapangan, bahkan sebagian di antaranya akan didapuk sebagai narasumber.

    Dari sisi penyelenggaraan, Ketua Panitia Lokal H. Ali Affan memastikan bahwa segala persiapan berjalan sesuai rencana.

    Panitia Banyuwangi telah berkoordinasi dengan panitia provinsi serta menjalin komunikasi intensif dengan Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono dan Kepala BPBD Danang Hartanto.

    Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang menyediakan fasilitas pendukung, mulai dari toilet portabel hingga perlengkapan teknis lainnya.

    “Pemkab Banyuwangi bersedia membantu sejumlah fasilitas yang bisa disediakan oleh Pemkab dan sangat dibutuhkan oleh panitia jambore,” tegas Affan.

    Format kegiatan jambore disusun sedemikian rupa agar tidak hanya berisi pertemuan formal, tetapi juga memberi ruang interaktif.

    Peserta akan mengikuti sesi pleno, diskusi paralel, simulasi lapangan, dialog kebijakan, hingga ekspo interaktif.

    Pembukaan acara akan dimeriahkan dengan Gebyar Seni PRB, lalu dilanjutkan dengan berbagai praktik lapangan seperti simulasi water rescue, konservasi mangrove, serta latihan penanganan tsunami yang melibatkan koordinasi antarwilayah.

    Tidak berhenti di situ, panitia juga menyiapkan pameran praktik baik PRB yang ditampilkan melalui papan refleksi dan galeri komunitas, forum kemitraan dengan pelaku usaha dan CSR, hingga stan UMKM binaan relawan kebencanaan dari seluruh Jawa Timur.

    Sebuah sesi ngobrol santai akan digelar untuk merumuskan rekomendasi bersama yang nantinya disampaikan dalam Bulan PRB Nasional 2025.

    Menurut Affan, jambore ini bukan sekadar ajang pertemuan, melainkan wadah refleksi kolektif untuk memperkuat ketangguhan Jawa Timur dalam menghadapi ancaman bencana.

    “Dalam jambore nanti juga akan dilakukan penyusunan rekomendasi Pengurangan Risiko Bencana Jawa Timur untuk tingkat nasional,” pungkasnya.

  • Cara Penulisan Nama di Tiket Pesawat yang Benar

    Cara Penulisan Nama di Tiket Pesawat yang Benar

    Banyak orang menganggap remeh cara menuliskan nama di tiket pesawat.

    Padahal, maskapai mewajibkan nama di tiket harus sama persis dengan nama di dokumen identitas resmi, baik KTP untuk penerbangan domestik maupun paspor untuk penerbangan internasional.

    Kesalahan sekecil apa pun, seperti salah ejaan satu huruf atau tertukar urutan nama, bisa membuat proses check in tertunda bahkan ditolak.

    Karena itu, sebelum melakukan pemesanan, sangat penting memeriksa kembali nama yang ditulis. Peraturan ini berlaku di semua maskapai, baik penerbangan dalam negeri maupun luar negeri.

    Baca juga: 7 Alasan Kenapa Pesawat Dominan Berwarna Putih

    Aturan Umum Penulisan Nama di Tiket

    Ketika mengisi data penumpang, kamu akan menemukan kolom nama depan dan nama belakang. Isinya harus menyesuaikan dengan dokumen identitas.

    Jika kamu memiliki nama lengkap yang terdiri dari dua atau tiga kata, ikuti urutan sesuai dokumen tanpa menambahkan gelar atau singkatan yang tidak ada di identitas.

    Bagi pemilik nama satu kata saja, seperti “Slamet” atau “Kevin”, ada aturan khusus. Beberapa sistem pemesanan mengharuskan dua kolom terisi.

    Dalam kasus seperti ini, kamu bisa menuliskan nama yang sama di kolom depan dan belakang atau menambahkan keterangan standar seperti FNU (First Name Unknown) sesuai arahan maskapai.

    Contoh Penulisan Nama yang Tepat

    Bayangkan kamu memiliki nama lengkap Ditha Ananda. Jika sistem meminta nama depan dan nama belakang, maka tuliskan Ditha di kolom nama depan dan Ananda di kolom nama belakang.

    Kalau nama kamu tiga kata, misalnya Ditha Ananda Rahma, maka sebagian sistem menempatkan Ditha sebagai nama depan, Ananda sebagai nama tengah, dan Rahma sebagai nama belakang.

    Jika hanya ada dua kolom, gabungkan nama depan dan tengah menjadi satu di kolom first name, lalu isi last name dengan nama terakhir.

    Sementara untuk nama satu kata, tulis nama yang sama di kedua kolom bila sistem tidak menerima satu nama saja. Hal ini umum dilakukan dan tetap dianggap sah oleh sebagian besar maskapai.

    Baca juga: Hanya Profesi Dokter yang Dicantumkan di Tiket Pesawat, Ini Alasannya

    Perbedaan Penulisan Nama di Tiket Domestik dan Internasional

    Untuk penerbangan domestik, dasar pencocokan nama adalah KTP atau SIM. Walau demikian, maskapai tetap mewajibkan penulisan sesuai dokumen resmi.

    Sedangkan untuk penerbangan internasional, aturan lebih ketat. Nama yang ditulis di tiket harus persis sama dengan nama yang tercetak di paspor.

    Perbedaan sekecil apa pun bisa membuat penumpang ditolak saat melalui imigrasi. Oleh karena itu, sangat penting menyalin nama sesuai dengan paspor, termasuk spasi dan urutan huruf.

    Apa yang Harus Dilakukan Jika Nama Salah?

    Tidak jarang penumpang baru sadar ada kesalahan setelah tiket berhasil dibeli. Jika hal ini terjadi, jangan panik. Segera hubungi pihak maskapai atau agen perjalanan tempat tiket dibeli.

    Beberapa maskapai memperbolehkan koreksi nama gratis untuk kesalahan kecil, misalnya satu huruf yang tertukar.

    Namun jika perubahan cukup signifikan, biasanya akan dikenakan biaya tambahan. Proses koreksi harus dilakukan jauh hari sebelum keberangkatan agar tidak mengganggu jadwal penerbangan.

    Tips Agar Tidak Salah Menulis Nama di Tiket

    Ada beberapa langkah sederhana agar tidak salah menulis nama di tiket pesawat, antara lain:

    1. Periksa kembali nama sebelum melakukan pembayaran.

    2. Salin nama sesuai identitas tanpa menambahkan gelar.

    3. Gunakan huruf kapital jika diminta sistem.

    4. Jangan memasukkan tanda baca yang tidak ada di dokumen resmi.

    5. Jika ragu, tanyakan langsung ke maskapai.

    Jadi, menulis nama di tiket pesawat harus dilakukan dengan hati-hati. Nama harus sesuai identitas tanpa tambahan atau singkatan.

    Untuk nama satu kata, gunakan cara yang direkomendasikan maskapai agar sistem bisa menerima. Jika ada kesalahan, segera lakukan koreksi sebelum hari keberangkatan.

    FAQ tentang Cara Penulisan Nama di Tiket Pesawat

    1. Apa yang terjadi jika salah menulis nama di tiket pesawat?
    Kesalahan nama bisa membuat penumpang ditolak saat check in atau boarding.

    2. Bagaimana cara penulisan nama di tiket pesawat jika hanya punya satu nama?
    Nama bisa ditulis dua kali, di kolom depan dan belakang, atau mengikuti aturan maskapai dengan kode FNU.

    3. Apakah bisa mengubah nama di tiket pesawat setelah pemesanan?
    Bisa, tetapi kebijakan berbeda tiap maskapai. Beberapa mengenakan biaya koreksi.

    4. Haruskah nama di tiket pesawat sama dengan paspor?
    Ya, untuk penerbangan internasional nama di tiket harus identik dengan paspor.

    5. Apakah boleh menambahkan gelar atau singkatan di tiket pesawat?
    Tidak boleh. Nama harus sesuai dokumen resmi tanpa tambahan apa pun

  • Pemkab Jember Salurkan Honor Tahap Awal untuk 22 Ribu Guru Ngaji

    Pemkab Jember Salurkan Honor Tahap Awal untuk 22 Ribu Guru Ngaji

    Pemerintah Kabupaten Jember mulai mencairkan honorarium bagi para Guru Ngaji sebagai bagian dari program prioritas Bupati Muhammad Fawait.

    Tahun ini tercatat ada 22.000 penerima, jumlah terbanyak sejak program tersebut digulirkan. Sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya jumlahnya sekitar 19.000 orang.

    Penyaluran perdana dilakukan di Balai Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Rabu (10/9/2025).

    Kepala Bagian Kesra Setda Jember, Nurul Hafid Yasin, menuturkan bahwa mekanisme pencairan kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

    Guru Ngaji tidak lagi harus menunggu lama di bank, melainkan bisa menerima haknya langsung di balai desa masing-masing.

    “Guru Ngaji adalah sosok mulia. Tidak pantas mereka keleleran antre di bank. Karena itu penyaluran dilakukan di desa, supaya lebih mudah dan manusiawi,” paparnya.

    Pada tahap pertama, pencairan menyasar 23 kecamatan dengan total penerima sebanyak 15.175 orang.

    Jumlah itu terdiri dari 191 Guru Kitab Suci non-Islam, 266 modin, dan 14.718 Guru Ngaji Islam. Delapan kecamatan lainnya dijadwalkan menyusul pada pekan depan.

    Selain memberikan honorarium, Pemkab Jember juga membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk seluruh Guru Ngaji.

    Perlindungan tersebut mencakup risiko kecelakaan kerja hingga santunan kematian, bahkan berlaku di luar aktivitas mengajar.

    Ali, seorang Guru Ngaji asal Desa Yosorati yang sudah mengabdi sejak 2009, mengaku terharu dengan pola pencairan baru ini.

    “Dulu kami sering harus antre lama untuk menerima honor. Sekarang jauh lebih mudah. Tidak hanya honor, tapi juga ada perlindungan BPJS. Saya merasa bangga dan sangat bersyukur,” katanya.

    Program ini menjadi wujud penghargaan pemerintah daerah terhadap peran penting Guru Ngaji sebagai pendidik akhlak dan penopang pembentukan karakter generasi muda di Jember.

    Sumber: RRI

  • Polresta Banyuwangi Bongkar Sindikat Curanmor, Motor Curian Diserahkan Lagi ke Pemiliknya

    Polresta Banyuwangi Bongkar Sindikat Curanmor, Motor Curian Diserahkan Lagi ke Pemiliknya

    Polresta Banyuwangi kembali menorehkan prestasi dengan mengungkap sindikat pencurian kendaraan bermotor lintas daerah.

    Empat orang tersangka berhasil diamankan, masing-masing dengan peran berbeda, mulai dari eksekutor, penadah, hingga pelaku dengan modus penipuan.

    Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, menegaskan bahwa kasus ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam memberantas tindak kejahatan jalanan.

    “Pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan kami dalam memberantas curanmor yang sangat meresahkan masyarakat,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (11/9/2025).

    Salah satu tersangka berinisial M diketahui merupakan residivis. Dengan berpura-pura menjadi pembeli motor, ia meminta kunci dan surat kendaraan untuk uji coba lalu melarikannya.

    Aksinya sempat viral setelah terekam kamera CCTV di Perumahan Adimas Sobo, Kelurahan Sobo, Banyuwangi, pada Minggu sore (31/8/2025).

    Dengan gerak cepat dan tepat, kepolisian Banyuwangi langsung meringkus para pelaku.

    Dari tangan M, polisi menyita dua unit sepeda motor, uang tunai Rp600 ribu, satu BPKB, dan satu STNK. Ia dijerat Pasal 362, 372, dan 378 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

    Tersangka lain berinisial NH dan BH berperan sebagai pelaku lapangan dan penadah. Mereka kerap menggunakan kunci leter T untuk merusak motor, bahkan nekat membobol pagar rumah.

    Sementara itu, AR menjalankan modus berbeda dengan menyamar sebagai penghuni kos sebelum mencuri kendaraan saat korban tertidur.

    Keduanya dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara, serta Pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman empat tahun penjara.

    Polresta Banyuwangi Bongkar Sindikat Curanmor

    Bagi polisi, pengungkapan kasus ini tidak hanya berhenti pada penangkapan. Lebih dari itu, pengembalian motor hasil curian kepada pemiliknya menjadi bagian dari pelayanan publik.

    Salah satu momen haru terjadi ketika Kapolresta menyerahkan motor kepada Imron H, seorang pengemudi ojek online berusia 52 tahun. Motor yang menjadi sumber utama penghasilan itu akhirnya kembali setelah sempat hilang.

    “Alhamdulillah motor saya kembali. Terima kasih kepada Polresta Banyuwangi,” ucap Imron dengan mata berkaca-kaca.

    Kapolresta memastikan proses pengembalian barang bukti akan terus dilakukan setelah melalui tahapan identifikasi.

    Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat perlu terus waspada dan bekerja sama dengan aparat agar tindak kejahatan serupa dapat dicegah sejak dini.

    Bagi warga Banyuwangi, keberhasilan ini bukan sekadar kabar tentang penangkapan pelaku kejahatan, tapi juga menjadi tanda bahwa harapan selalu ada ketika aparat dan masyarakat berjalan beriringan.

  • Dinas Kesehatan Banyuwangi Fasilitasi Pelatihan Akupresur Bersama P3AI

    Dinas Kesehatan Banyuwangi Fasilitasi Pelatihan Akupresur Bersama P3AI

    Pengobatan tradisional dan alternatif terus berkembang di Banyuwangi ditandai dengan banyak talenta muda bermunculan. Masyarakat pun sering memadukan ikhtiar penyembuhan melalui medis maupun alternatif.

    Di rumah sakit tersedia obat herbal melalui toga, sementara di kampung masih ada dukun bayi yang kini didampingi bidan desa.

    Fenomena ini ditangkap oleh Persaudaraan Pelaku dan Pemerhati Akupresur Indonesia (P3AI) yang berkomitmen mengembangkan organisasi di seluruh Jawa Timur sekaligus membina para Teraphys di nusantara dengan tetap mengikuti kearifan lokal.

    Ketua DPC P3AI Kabupaten Banyuwangi, Niken Kurnia, mengajak para Teraphys pijat tradisional, tibbun nabawi, maupun herbalis untuk bersama-sama mengurus STPT atau Surat Tanda Pendaftaran Tempat Pelatihan.

    Niken Kurnia

    Proses ini dilakukan dengan penuh persaudaraan dan kebersamaan, berkolaborasi dengan pemerintah sebagai pembina melalui Dinas Kesehatan.

    Seiring semakin banyaknya terapis muda yang profesional di Banyuwangi, P3AI bersama Omah Sehat Banyuwangi dan Dinas Kesehatan Banyuwangi mengadakan Pelatihan dan Pembekalan Akupresur serta percepatan STPT.

    Kegiatan ini digelar secara online melalui Zoom Meeting pada 22–24 September 2025 dan dilanjutkan dengan pertemuan tatap muka pada 4–5 Oktober 2025 di Aula Dinas Kesehatan Banyuwangi.

    Dalam pertemuan di Omah Sehat Perum Permata Hijau, Rabu (10/9/25), Niken menegaskan pentingnya pembekalan dan paguyuban komunitas profesi penyehat.

    Hal ini demi kenyamanan klien sekaligus ketenangan para Teraphys dalam menjalankan peran profesionalnya.

    “Biasanya acara seperti ini di luar kota bisa mencapai 4–5 juta rupiah. Namun kali ini pakarnya hadir langsung di Banyuwangi dengan biaya tidak sampai sejuta, tepatnya hanya 850 ribu rupiah. Peserta juga akan tergabung dalam grup WhatsApp untuk terus belajar dari pengalaman sejawat lainnya,” ujar ibu dua anak yang baru saja wisuda sebagai akupresuris di Jakarta ini.

    Di Omah Sehat juga terpampang izin operasional dari Dinas Kesehatan. Klien yang datang pun beragam, mulai dari anggota kepolisian, TNI, pengusaha, hingga masyarakat umum seperti pelaku UMKM dan pegiat media sosial.

    Dalam kegiatan pembekalan ini, P3AI akan memperkenalkan dirinya sebagai organisasi resmi akupresur di Indonesia yang telah diakui Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Nasional. Peserta juga akan dibimbing terkait alur pengurusan STPT Penyehat Akupresur.

    “Pelatihan ini ditujukan agar para terapis semakin profesional. Karena tempat terbatas, silakan segera mendaftar dan melakukan transfer hingga 20 September,” ujar Niken yang juga biasa menangani bekam, tusuk jarum, hingga terapi infrared.

    STPT memiliki banyak manfaat bagi terapis, antara lain legalitas resmi yang diakui dan terdaftar di Dinas Kesehatan, perlindungan hukum, perluasan kesempatan kerja, pembinaan serta pelatihan berkala bersama organisasi profesi, peningkatan kepercayaan masyarakat, dan pengakuan sebagai terapis profesional.

    Pelatihan ini akan disampaikan oleh Sekjen P3AI Ratna Amdayanti, A.Md, Akup., serta Ketua Umum P3AI Abu Bakar Siddiq, A.B. Materi yang diberikan mencakup sejarah, teori dasar, hingga SOP akupresur.

    Peserta juga akan memperoleh modul akupresur, surat keterangan kelulusan mengikuti ORPRO P3AI, kesempatan mengikuti uji kompetensi akupresur level 2–4, serta fasilitas lain berupa KTA P3AI, pin, buku profil, dan surat rekomendasi dari P3AI.

    “Yuk lengkapi legalitas kita sebagai terapis dengan mengikuti acara ini. Segera daftarkan diri melalui Omah Sehat Banyuwangi,” ajak Niken sambil tersenyum, menutup perbincangan dengan kalimat bahwa sehat itu indah dan membahagiakan.

  • UPZ Baznas Rogojampi Tinjau Kondisi Aripin, Warga Kedaleman yang Lumpuh Akibat Kecelakaan Kerja

    UPZ Baznas Rogojampi Tinjau Kondisi Aripin, Warga Kedaleman yang Lumpuh Akibat Kecelakaan Kerja

    Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Rogojampi melakukan kunjungan ke rumah Aripin (48), warga Dusun Krajan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Rabu (10/9).

    Kunjungan ini dilakukan setelah pihak keluarga Aripin mengajukan permohonan bantuan kepada Baznas Banyuwangi untuk meringankan beban hidup sekaligus kebutuhan pengobatannya.

    Koordinator UPZ BAZNAS Rogojampi, Haji Andi Mikoyanto menyampaikan keprihatinannya kepada Aripin dan memberi motivasi kepada pihak keluarga untuk tetap tabah menerima ujian ini.

    “Ini ujian buat Pak Aripin, yang sabar, insyaAllah rasa sakit ini menggugurkan dosa-dosa jenengan dan akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT,” nasihatnya kepada Aripin dan keluarga.

    Aripin mengalami kelumpuhan sejak empat tahun lalu setelah terjatuh dari atap toko saat bekerja sebagai kuli bangunan.

    “Awalnya saya jatuh di tempat kerja. Beberapa hari kemudian, kaki dan tangan saya tidak bisa digerakkan, sampai sekarang,” tutur Aripin dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di rumahnya.

    Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pengobatan medis hingga alternatif untuk kesembuhannya.

    “Saya sudah berobat ke mana-mana, tapi belum ada hasil. Harapan saya, semoga ada bantuan agar kondisi saya bisa membaik dan keluarga tidak terlalu berat menanggung,” ungkapnya.

    Kini, aktivitas Aripin sangat terbatas. Ia hanya bisa terbaring di tempat tidur dengan kondisi tangan dan kaki yang tidak dapat digerakkan.

    Situasi ini tentu tidak mudah, namun istrinya, Mutamaroh, dengan penuh kesabaran tetap mendampingi dan merawatnya.

    Sementara kebutuhan rumah tangga ditopang dari penghasilan Mutamaroh sebagai tukang jahit pakaian, serta putri tunggal mereka, Firda, yang bekerja di sebuah toko dekat kantor Kecamatan Rogojampi.

    Aripin sendiri dikenal aktif dalam kegiatan masyarakat dan keagamaan sebelum mengalami musibah.

    Ia merupakan penggerak pengajian rutin di Dusun Krajan. Karena itu, banyak pihak menaruh perhatian terhadap kondisinya saat ini, salah satunya datang dari Maulana Affandi yang masih memiliki hubungan saudara.

    “Saya pribadi merasa prihatin melihat kondisi Pak Aripin. Beliau dulu sangat aktif dalam kegiatan masyarakat dan keagamaan. Sekarang, ketika beliau dalam keadaan sulit, sudah seharusnya kita yang ada di sekelilingnya ikut hadir untuk memberikan dukungan, baik moril maupun materiil,” ujarnya.

    Dukungan serupa juga datang dari Ketua Komunitas Gotong Royong 45, Agus Wahyu Nuryadi atau Bung Aguk yang mengajak semua pihak ikut peduli.

    “Melihat keadaan Pak Aripin, hati kita tentu terenyuh. Karena itu saya mengajak masyarakat, komunitas sosial, maupun pemerintah untuk hadir. Kita perlu bahu-membahu memberikan bantuan agar beliau bisa tetap melanjutkan pengobatannya dan keluarganya tidak merasa sendirian,” kata Bung Aguk.

    Bung Aguk juga menyampaikan bahwa melalui koordinasi dengan Wakil Bupati Banyuwangi, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana telah siap menyalurkan kursi roda 3 in 1 bagi Aripin, setelah surat permohonan dari kepala desa diterima.

    Harapan besar pun disampaikan Aripin agar dirinya mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun lembaga sosial.

    Kehadiran UPZ Baznas Rogojampi dalam meninjau langsung kondisi Aripin menjadi langkah awal untuk memetakan kebutuhan bantuan yang akan diberikan.

    Masyarakat pun berharap adanya tindak lanjut nyata sehingga perjuangan keluarga Aripin bisa lebih ringan dijalani.

  • UMKM Desa Karangrejo Tembus Pasar Luar Negeri Berkat Branding dan Promosi Digital

    UMKM Desa Karangrejo Tembus Pasar Luar Negeri Berkat Branding dan Promosi Digital

    Pemerintah Desa Karangrejo, Kecamatan Blimbingsari, berhasil mengangkat potensi UMKM warganya hingga menembus pasar internasional.

    Upaya ini dilakukan dengan memberikan dukungan branding, kemasan, dan promosi secara gratis yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

    Sejak 2023, berbagai produk UMKM Desa Karangrejo mulai dipasarkan melalui website resmi desa serta platform digital lainnya.

    Produk unggulan yang ditawarkan meliputi keripik, sale pisang, beras kencur, hingga degan jelly. Harga produk pun terjangkau, mulai dari Rp10 ribuan, sehingga mudah diterima pasar.

    Langkah ini sangat membantu para pelaku UMKM, yang kebanyakan sebelumnya kesulitan melakukan pemasaran secara mandiri

    Dengan adanya dukungan dari desa, mereka kini dapat menjangkau konsumen lebih luas hingga ke mancanegara.

    Selain itu, Desa Karangrejo juga pernah berpartisipasi dalam ajang Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) pada tahun 2024.

    Pada kesempatan itu, produk sale pisang asal Karangrejo menjadi salah satu produk dengan penjualan terbanyak.

    Ibu Sriami, istri Kepala Desa Karangrejo, menyampaikan bahwa dukungan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Pelayanan ini kami lakukan agar pelaku UMKM di Karangrejo bisa lebih maju. Harapannya, perekonomian desa semakin meningkat dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

    Dalam pengelolaan promosi, Desa Karangrejo memiliki tim khusus yang terdiri dari Alvin dan Hendra.

    Keduanya berperan penting dalam membantu masyarakat membuat branding produk sekaligus memasarkan hingga berhasil dikenal di luar negeri.

    Dengan kolaborasi antara desa, BUMDes, dan pelaku UMKM, Desa Karangrejo semakin menunjukkan diri sebagai desa yang mampu memanfaatkan potensi digital untuk kemajuan ekonomi warganya.

  • Perpustakaan Cendana, Pusat Semangat Literasi Warga Karangrejo

    Perpustakaan Cendana, Pusat Semangat Literasi Warga Karangrejo

    Desa Karangrejo di Kecamatan Blimbingsari memiliki salah satu daya tarik yang membedakannya dari desa lain, yakni keberadaan perpustakaan desa dengan koleksi yang lengkap dan terawat.

    Perpustakaan yang dikenal dengan nama Perpustakaan Cendana ini setiap hari selalu ramai dikunjungi warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang datang untuk membaca atau sekadar mencari inspirasi dari buku yang tersedia.

    Koleksi buku di Perpustakaan Cendana sangat beragam. Tidak hanya buku bacaan umum, tetapi juga terdapat buku-buku tentang usaha dan pengembangan keterampilan.

    Hal ini membuat perpustakaan benar-benar menjadi sarana belajar sekaligus ruang berbagi pengetahuan bagi masyarakat Karangrejo.

    Kepala Desa Karangrejo, Subandriyo, menuturkan bahwa keberadaan perpustakaan ini menjadi kebanggaan seluruh warga.

    Kepala Desa Karangrejo
    Subandriyo, Kepala Desa Karangrejo

    “Perpustakaan ini bisa berdiri kokoh berkat kerja sama semua pihak. Perangkat desa dan masyarakat sama-sama menjaga dan menghidupkan. Kolaborasi adalah kunci utama keberhasilannya,” ucapnya.

    Sekretaris Desa Karangrejo, Abdul Haris, juga menambahkan pentingnya keberadaan perpustakaan ini.

    “Di sini ada berbagai jenis buku, termasuk buku tentang usaha. Harapannya, ketika masyarakat membaca, mereka bisa mendapatkan ide dan semangat baru untuk mencoba hal-hal yang bermanfaat,” ujarnya.

    Perpustakaan Cendana tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga telah mengukir prestasi.

    Tahun ini, perpustakaan desa Karangrejo berhasil masuk enam besar dalam ajang Apresiasi Penyelenggaraan Perpustakaan Umum (APPPU) Terbaik Desa tingkat Provinsi Jawa Timur.

    Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa perpustakaan desa ini terus berkembang dan mampu bersaing di level provinsi.

    Pemerintah Desa Karangrejo berharap perpustakaan yang telah menjadi kebanggaan bersama ini dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempertahankan prestasi yang pernah diraih.

  • Wujudkan Desa Sehat, Karangrejo Gelar Rapat Evaluasi dan Penyusunan RKPDes

    Wujudkan Desa Sehat, Karangrejo Gelar Rapat Evaluasi dan Penyusunan RKPDes

    Pemerintah Desa Karangrejo bersama jajaran terkait menggelar rapat koordinasi dan evaluasi kinerja Pokja Desa Sehat serta Rumah Desa Sehat (RDS) pada Rabu (10/9).

    Pertemuan ini dihadiri Kepala Desa Karangrejo Subandriyo, Sekretaris Desa Abdul Haris, Kepala Puskesmas Blimbingsari Indah Swartiningtyas, SST, Bd, M.Kes, perwakilan Forum Banyuwangi Sehat (FBS) Bung Aguk, dan Kasie PMK Kecamatan Blimbingsari Abdul Aziz, S.H., M.H.

    Agenda utama rapat adalah penyusunan program kegiatan tahun 2026 dengan fokus pada pemberdayaan perempuan, anak, serta peningkatan kesehatan masyarakat.

    Kepala Desa Karangrejo Subandriyo dalam sambutannya menegaskan bahwa evaluasi merupakan bagian penting dari setiap program dan menekankan perlunya kolaborasi antar pihak agar setiap kegiatan dapat terselesaikan dengan baik.

    “Kita harus kerja cepat, cerdas, dan tanggap. Setiap tim wajib memahami fungsi dan tugasnya masing-masing. Kolaborasi antar pihak tidak boleh berhenti supaya semua kegiatan bisa terselesaikan dengan baik,” ujar Subandriyo.

    Evaluasi kinerja Pokja Desa Sehat Kecamatan Blimbingsari

    Sementara itu, Aziz Kasi PMK Kecamatan Blimbingsari menjelaskan bahwa RDS (Rumah Desa Sehat) merupakan wadah berkumpulnya seluruh pelaku kesehatan desa sekaligus tempat Koordinasi dan evaluasi berbagai program Kesehatan serta Penyusunan Program Kegiatan untuk Tahun selanjutnya.

    Ia mengimbau agar rapat koordinasi dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali.

    Beberapa aspek yang menjadi perhatian Pokja Desa Sehat antara lain penyelenggaraan pasar rakyat sehat, penataan lingkungan bebas sampah dan semak belukar, kerja bakti membersihkan parit dan selokan, serta kegiatan senam bersama.

    “RDS ini wadah strategis untuk membicarakan masalah kesehatan desa. Jadi rapat semacam ini dilakukan setiap tiga bulan sekali agar capaian lebih terukur. Kita bisa fokus pada kegiatan nyata, seperti penataan lingkungan bebas sampah, kerja bakti membersihkan parit, dan juga senam bersama,” jelas Aziz.

    Narasumber berikutnya, Bung Aguk, memberikan arahan terkait kendala kesehatan di tingkat desa. Ia menekankan pentingnya komunikasi langsung dari pelaku lapangan agar setiap permasalahan dapat segera dicarikan solusi.

    Disampaikan pula bahwa identitas kader seperti seragam, rompi, atau pin diperlukan untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan rasa tanggung jawab.

    Tak hanya itu, Bung Aguk juga menyoroti kendala yang masih dihadapi dalam pelayanan kesehatan di tingkat desa. Ia menekankan pentingnya komunikasi langsung antara kader lapangan dengan pihak desa.

    “Kalau ada masalah di lapangan, jangan menunggu. Segera sampaikan agar bisa cepat dicari solusinya,” papar Bung Aguk.

    Kepala Puskesmas Blimbingsari, Indah, menekankan bahwa program desa sehat bukan hanya fisik, tetapi juga mental. Ia mengungkapkan adanya peningkatan kasus gangguan mental di masyarakat sehingga puskesmas menyediakan layanan dan obat-obatan untuk penanganannya.

    Ia juga menyoroti prestasi Kecamatan Blimbingsari yang berhasil mempertahankan status zero stunting dan zero AKI.

    Selain itu, Indah memperkenalkan program baru PERMATA HATI berupa layanan persalinan rawat jalan yang dapat diakses 24 jam.

    Bagi pemilik BPJS layanan ini gratis, sementara masyarakat tanpa BPJS bisa mengajukan bantuan melalui aplikasi SIKS-NG dengan pendampingan operator desa.

    “Kesehatan mental sama pentingnya dengan fisik. Kami sudah menyiapkan layanan serta obat-obatan untuk masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, Blimbingsari berhasil mempertahankan status zero stunting, ini prestasi yang harus kita jaga bersama,” ujar Indah.

    Sekretaris Desa Abdul Haris menutup rapat dengan menyampaikan komitmennya untuk terus memperhatikan kesejahteraan kader desa.

    Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah mengajak kader berwisata sambil belajar mengenai lingkungan sehat.

    Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Desa Karangrejo bersama pihak terkait berharap dapat memperkuat sinergi dan menghadirkan program yang lebih efektif untuk mewujudkan masyarakat desa yang sehat, baik jasmani maupun rohani.