Tag: banyuwangi

  • DPD LKM BKPRMI Banyuwangi Gaspol Aksi Nyata, Siapkan Baksos Kesehatan hingga Program Sinergi Lintas Lembaga

    DPD LKM BKPRMI Banyuwangi Gaspol Aksi Nyata, Siapkan Baksos Kesehatan hingga Program Sinergi Lintas Lembaga

    Sebagai wujud nyata gerakan dakwah dan pengabdian kepada masyarakat, Lembaga Kesehatan Masyarakat (LKM) BKPRMI Kabupaten Banyuwangi terus menggulirkan berbagai program sosial berbasis masjid dan pemberdayaan umat.

    Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar pada Minggu siang, 25 Januari 2026, di kediaman BD. Diah Fitrianingsih, S.Keb., M.Kes., CH.

    Rapat ini membahas sejumlah agenda strategis yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat hingga memasuki bulan Ramadan.

    Salah satu program utama yang akan direalisasikan adalah Bakti Sosial (Baksos) Cek Kesehatan Gratis yang dijadwalkan pada Jumat, 6 Februari 2026, bertempat di salah satu masjid di wilayah Kecamatan Blimbingsari.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan kesehatan berbasis masjid yang diinisiasi oleh LKM BKPRMI Banyuwangi.

    Selain itu, LKM BKPRMI juga akan membuka booth kesehatan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Gintangan pada Sabtu, 31 Januari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.

    Booth tersebut akan memberikan edukasi kesehatan serta layanan kesehatan ringan bagi masyarakat yang beraktivitas di ruang publik.

    Agenda penting lainnya adalah pembentukan DUTA/Laskar LKM BKPRMI yang akan disinergikan dengan DPK LKM Kecamatan Blimbingsari. Kegiatan ini direncanakan berlangsung di Masjid Patoman pada Jumat, 6 Februari 2026.

    Dalam rapat tersebut juga disampaikan sejumlah program kolaboratif lintas lembaga di bawah naungan BKPRMI.

    Salah satunya adalah kegiatan diklat SAR yang akan digelar oleh Brigade Masjid di Wonosobo selama satu hari penuh, dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai salat Magrib, yang dilanjutkan dengan prosesi pembaretan.

    Dalam diklat ini juga akan diselipkan materi penyuluhan PPGD (Pelatihan Penanganan Gawat Darurat). Menariknya, panitia akan memilih satu peserta terbaik oleh pelatih yang akan mendapatkan hadiah berupa voucher umrah.

    Selain program pelatihan, BKPRMI Banyuwangi juga menyiapkan kegiatan kultum selama bulan Ramadan yang akan berlangsung selama 30 hari penuh.

    Kultum tersebut akan menjadi bagian dari syiar Islam dengan tema-tema yang telah disiapkan sebelumnya.

    Tak hanya itu, akan digelar pula kompetisi video bertajuk “Remaja Rijig-Rijig Masjid” yang dilaksanakan selama bulan Ramadan.

    Setiap DPK diwajibkan mengirimkan satu video sebagai bentuk partisipasi dalam syiar kreatif berbasis media digital.

    Di bidang pendampingan hukum, disepakati pula program sinergi dengan PERADI. Setiap satu DPK akan didampingi oleh satu orang advokat dari PERADI yang akan masuk dalam Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di masing-masing kecamatan.

    Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi, H. Mujiono, menegaskan bahwa seluruh kegiatan yang berada di lingkungan BKPRMI harus dilaksanakan dengan semangat sinergi dan kolaborasi antar lembaga.

    “Setiap kegiatan, walaupun diinisiasi oleh satu lembaga seperti LKM, maka lembaga lain di bawah naungan BKPRMI harus ikut berpartisipasi.

    Baik Brigade maupun lembaga-lembaga lainnya, semua harus bersinergi agar kegiatan semakin sukses, bersinar, dan dikenal luas oleh masyarakat,” tegasnya.

    Melalui berbagai program tersebut, BKPRMI Banyuwangi berharap peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan sosial, kesehatan, dakwah, serta penguatan umat di tengah masyarakat.

    Sementara itu, LKM BKPRMI Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat gerakan dakwah yang solutif dan kolaboratif.

  • DPC Peradi Banyuwangi Gelar Arisan di Blimbingsari, Bahas Materi KUHP–KUHAP Baru

    DPC Peradi Banyuwangi Gelar Arisan di Blimbingsari, Bahas Materi KUHP–KUHAP Baru

    Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Banyuwangi menggelar kegiatan arisan yang bertempat di Rumah Makan Dapur Gebyok, Blimbingsari, pada Sabtu, 24 Januari 2026.

    Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 advokat yang tergabung dalam DPC Peradi Banyuwangi.

    Acara arisan tersebut diselenggarakan sebagai upaya mempererat silaturahmi serta memperkuat kebersamaan antaranggota.

    Dalam suasana yang hangat dan akrab, para advokat berkumpul untuk saling berbagi pengalaman sekaligus pengetahuan terkait profesi advokat.

    DPC Peradi Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme anggotanya dalam menjalankan tugas sebagai penegak hukum.

    Melalui kegiatan arisan ini, diharapkan tercipta semangat baru serta kerja sama yang semakin solid di antara para anggota.

    Dalam sambutannya, Ketua DPC Peradi Banyuwangi, Eko Sutrisno, SH, menyampaikan bahwa selain agenda arisan, pada hari yang sama juga akan dilaksanakan pembukaan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) DPC Peradi Banyuwangi yang bekerja sama dengan Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi.

    Oleh karena itu, ia berharap seluruh pengurus harian dapat hadir dalam agenda tersebut.

    Selain arisan, pertemuan ini juga diisi dengan penyampaian materi terkait pembuktian berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru berlaku. Materi tersebut disampaikan oleh Jaenuri, SH.

    “Dalam konteks pembuktian, KUHP dan KUHAP yang baru menekankan pentingnya keadilan restoratif serta perlindungan hak asasi manusia. Hakim dan jaksa juga diharapkan dapat mempertimbangkan berbagai faktor yang ada,” ujarnya.

    Sebagai tuan rumah kegiatan, H. Mujiono, SH menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota DPC Peradi Banyuwangi yang telah hadir.

    Ia berharap rasa kekeluargaan sebagai bagian dari keluarga besar Peradi dapat terus terjaga. Acara yang berlangsung guyub tersebut ditutup dengan sesi foto bersama, ramah tamah, serta makan bersama.

  • English TOEFL Junior dan Robotic Competition Meriahkan Dies Natalis ke-33 SMKS Muhammadiyah 6 Rogojampi

    English TOEFL Junior dan Robotic Competition Meriahkan Dies Natalis ke-33 SMKS Muhammadiyah 6 Rogojampi

    SMKS Muhammadiyah 6 Rogojampi menggelar English TOEFL Junior Competition dan Robotic Competition dalam rangka Dies Natalis ke-33, dengan mengusung tema “Tumbuh dalam Kebersamaan, Maju dalam Perubahan”, Sabtu (21/1/2026).

    Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi SMP/MTS sederajat se-Kabupaten Banyuwangi.

    Kepala SMKS Muhammadiyah 6 Rogojampi, Fahima Sholatin, M.Pd., menyampaikan bahwa peringatan dies natalis tahun ini dirancang untuk membangkitkan semangat pelajar dalam mengenali potensi diri, khususnya di bidang bahasa internasional dan teknologi berbasis robotika.

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kepercayaan diri pelajar sejak dini dalam berbahasa Inggris sekaligus mengenal perkembangan teknologi robotik,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak dua hari sebelumnya dengan pelatihan robotika kepada 10 SMP binaan SMKS Muhammadiyah 6 Rogojampi.

    Para siswa dilatih merakit robot secara mandiri, yang kemudian dilombakan pada hari puncak kegiatan.

    Robot hasil karya peserta tersebut selanjutnya dihibahkan kepada sekolah masing-masing sebagai upaya mendorong semangat belajar robotika.

    Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Eko Budi Santoso, S.Sos., M.M.

    Dalam sambutannya, Eko mengapresiasi langkah SMKS Muhammadiyah 6 Rogojampi yang dinilai tepat dalam mengarahkan pelajar SMP/MTS untuk mengenal kemampuan berbahasa Inggris dan teknologi robotik di era digital.

    “Daripada waktu habis untuk aktivitas gawai yang kurang bermanfaat, kegiatan seperti ini justru mendorong pelajar keluar dari zona nyaman dan mengenal ilmu pengetahuan serta teknologi yang berguna bagi masa depan mereka,” katanya.

    Eko juga menekankan pentingnya kompetisi sebagai sarana mengukur kemampuan diri, memperluas jejaring pertemanan, serta menumbuhkan motivasi belajar sejak dini.

    “Masa depan adalah milik mereka yang bersungguh-sungguh belajar,” tegasnya.

    Pembukaan acara ditandai dengan pembacaan basmalah dan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya kompetisi.

    Pernyataan Eko, “Kalian semua adalah pemenang dan kalianlah juaranya,” disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Banyuwangi serta Kasubbag Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Wilayah Banyuwangi.

    Selain peserta lomba, para guru pembimbing dan orang tua juga hadir memberikan dukungan moral dan doa.

    Rangkaian acara pembukaan dimeriahkan dengan penampilan Paduan Suara Gita Suara Barista, dilanjutkan tari Gandrung yang disambut antusias oleh seluruh hadirin.

    Usai pembukaan, peserta diarahkan ke ruang kompetisi untuk mengikuti lomba dengan sistem penilaian yang ketat dan terukur, termasuk penggunaan perangkat digital dalam pelaksanaan ujian.

    Sebanyak 104 peserta mengikuti English TOEFL Junior Competition, sementara 12 peserta berkompetisi dalam Robotic Competition.

    Para pemenang memperebutkan tropi, uang pembinaan, dan sertifikat, dengan total hadiah mencapai sekitar Rp5 juta.

    Untuk kategori robotika, ditetapkan juara I, II, dan III, sedangkan TOEFL Junior Competition menetapkan juara I, II, III, serta Harapan I, II, dan III.

  • Rapat LPP SDM LPKS BKPRMI Digelar di Safinda Tukangkayu, Dihadiri Ketua Umum BKPRMI

    Rapat LPP SDM LPKS BKPRMI Digelar di Safinda Tukangkayu, Dihadiri Ketua Umum BKPRMI

    Banyuwangi — LPPSDM LPPKS BKPRMI menggelar rapat koordinasi pada Jumat, 23 Januari 2026.

    Kegiatan ini berlangsung di Safinda Tukangkayu, Banyuwangi, dengan suasana penuh khidmat dan semangat kebersamaan.

    Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum BKPRMI, H. Mujiono, S.H beserta jajaran pengurus dan perwakilan LPPSDM LPPKS BKPRMI.

    Kehadiran Ketua Umum memberikan motivasi tersendiri bagi seluruh peserta rapat untuk terus menguatkan peran BKPRMI dalam pengembangan kualitas SDM, khususnya di bidang pendidikan, keterampilan, dan pembinaan generasi muda masjid.

    Dalam sambutannya, Ketua Umum BKPRMI menekankan pentingnya sinergi antar lembaga di tubuh BKPRMI agar program-program yang dirancang benar-benar memberi dampak nyata bagi umat dan masyarakat.

    “Rapat ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat sinergi antar lembaga di tubuh BKPRMI. LPPSDM dan LPPKS harus menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam mencetak kader-kader masjid yang berilmu, berakhlak, dan memiliki keterampilan yang relevan dengan tantangan zaman,” tutur H. Mujiono, S.H

    Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk terus menjaga semangat pengabdian, keikhlasan, dan profesionalisme dalam berorganisasi.

    Rapat membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya evaluasi program kerja, perencanaan kegiatan pengembangan SDM ke depan, serta penguatan peran LPPKS BKPRMI sebagai pusat pembinaan dan kader dakwah yang unggul.

    Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk terus mempererat ukhuwah serta meningkatkan kualitas kontribusi BKPRMI bagi umat.

  • Perkuat Konsolidasi, DPK BKPRMI Kalipuro Gelar Rapat Persiapan MUSCAM 2026

    Perkuat Konsolidasi, DPK BKPRMI Kalipuro Gelar Rapat Persiapan MUSCAM 2026

    Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kecamatan Kalipuro menggelar Rapat Persiapan Musyawarah Kecamatan (MUSCAM) Tahun 2026 pada Rabu malam, 21 Januari 2026.

    Kegiatan ini berlangsung di Lingkungan Krajan RT/RW 003/002, Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro.

    Rapat yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut berlangsung khidmat dan sarat dengan semangat kebersamaan.

    Hadir dalam kegiatan ini Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi, H. Mujiono, jajaran pengurus DPK BKPRMI Kecamatan Kalipuro, serta perwakilan lembaga di bawah naungan DPD BKPRMI Banyuwangi, di antaranya LPPTKA, LPPKS, LPEKIN, LKM, dan lembaga terkait lainnya.

    Dalam sambutannya, H. Mujiono menegaskan pentingnya MUSCAM sebagai forum strategis organisasi.

    Menurutnya, MUSCAM menjadi momentum evaluasi kinerja, konsolidasi kepengurusan, sekaligus penentuan arah gerak BKPRMI ke depan.

    Ia juga menyampaikan sekilas sejarah BKPRMI yang berdiri sejak tahun 1977, serta kiprahnya dalam pembinaan pendidikan keislaman, pemuda, dan remaja masjid, khususnya melalui pengembangan TKA/TPQ di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Banyuwangi.

    Rapat berlangsung dinamis dengan berbagai agenda pembahasan, mulai dari teknis pelaksanaan MUSCAM, kesiapan panitia, hingga penguatan peran dan kontribusi BKPRMI di tingkat kecamatan.

    Beragam masukan dan gagasan konstruktif disampaikan oleh para peserta demi menyukseskan MUSCAM DPK BKPRMI Kecamatan Kalipuro Tahun 2026.

    Melalui rapat persiapan ini, diharapkan pelaksanaan MUSCAM nantinya dapat berjalan lancar dan demokratis, serta menghasilkan kepengurusan yang solid dan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi umat, khususnya dalam pembinaan generasi muda Islam di Kecamatan Kalipuro.

    Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar BKPRMI senantiasa istiqamah dalam pengabdian, serta terus menjadi wadah dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan pemuda remaja masjid.

  • Pengajian Isra Mikraj di Masjid Baitul Huda Kabat, Jamaah Diajak Menelaah Sholat sebagai Benteng Agama

    Pengajian Isra Mikraj di Masjid Baitul Huda Kabat, Jamaah Diajak Menelaah Sholat sebagai Benteng Agama

    Masjid Baitul Huda, Dusun Jurangjero, Desa Kalirejo, Kecamatan Kabat, dipenuhi jamaah dalam pengajian peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, Jumat malam (16/1/2026).

    Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut berlangsung khidmat, meriah, dan tertib hingga selesai.

    Pengajian rutin tahunan ini diselenggarakan oleh Takmir Masjid Baitul Huda bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI), bekerja sama dengan GP Ansor Ranting Kalirejo.

    Jamaah yang hadir berasal dari berbagai unsur, mulai dari tokoh masyarakat, perangkat desa, banom NU, hingga warga sekitar.

    Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan Ketua Takmir Masjid Baitul Huda, Mohamad Jakpar, serta Kepala Desa Kalirejo, Moch. Arifin.

    Dalam sambutannya, Ketua Takmir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan peringatan Isra Mikraj dapat terselenggara dengan lancar.

    Suasana pengajian semakin semarak saat sesi selingan yang diisi oleh Hadrah Syafaatul Azka, yang menambah kekhidmatan sekaligus membangkitkan semangat jamaah sebelum memasuki acara inti berupa mauidhoh hasanah.

    Pengajian inti disampaikan oleh Ustadz Qomaruzaman, Lc, penceramah asal Desa Badean, Kecamatan Kabat.

    Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tema “Menelaah Sholat sebagai Benteng Agama dan Kisah Perjuangan Rasulullah”.

    Jamaah diajak menempatkan peristiwa Isra Mikraj sebagai momentum penting untuk meneguhkan kembali kewajiban sholat.

    “Sholat merupakan kunci dari amal-amal yang lain,” ujar Ustadz Qomaruzaman.

    Ia menegaskan bahwa sholat bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan fondasi utama yang menjaga keimanan, akhlak, dan arah kehidupan seorang muslim.

    Menurutnya, perintah sholat yang diterima langsung oleh Rasulullah SAW dalam peristiwa Isra Mikraj menunjukkan betapa agung dan sentralnya ibadah tersebut. Ketika sholat terjaga, maka aspek kehidupan lainnya akan ikut terarah dan terpelihara.

    Sementara itu, Kepala Desa Kalirejo, Moch. Arifin, mengapresiasi kekompakan panitia dan partisipasi masyarakat dalam menjaga tradisi peringatan hari besar Islam.

    Ia berharap kegiatan keagamaan semacam ini terus dilestarikan sebagai sarana memperkuat iman, persaudaraan, dan kebersamaan warga.

    Pengajian ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan serta keteguhan iman bagi seluruh jamaah.

    Melalui peringatan Isra Mikraj ini, panitia berharap nilai-nilai perjuangan Rasulullah SAW dan makna sholat dapat semakin membumi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya warga Desa Kalirejo dan sekitarnya.

  • Majestic Basketball Event 3×3 2026 Resmi Digelar, Ratusan Pelajar Jawa Timur Ramaikan Banyuwangi

    Majestic Basketball Event 3×3 2026 Resmi Digelar, Ratusan Pelajar Jawa Timur Ramaikan Banyuwangi

    Upaya pembinaan prestasi olahraga bola basket pelajar di Jawa Timur kembali menemukan momentumnya melalui Majestic Basketball Event 3×3 Competition 2026 Season 3.

    Kejuaraan ini resmi digelar selama tiga hari, 16–18 Januari 2026, bertempat di GOR Sahabat Banyuwangi, dengan melibatkan ratusan atlet pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur.

    Diselenggarakan oleh Komunitas Majestic di bawah naungan Perbasi Jawa Timur, ajang ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga ruang edukatif bagi atlet pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

    Sebanyak 112 tim yang terdiri dari sekitar 56 tim putra dan 56 tim putri ikut ambil bagian. Para peserta datang dari Banyuwangi, Jember, Surabaya, Pasuruan, hingga Malang.

    Atmosfer kompetisi terasa semakin hidup karena sejumlah atlet yang berlaga telah memiliki pengalaman bertanding di level Porprov Jawa Timur, Kejurprov, Popnas, hingga DBL.

    Kehadiran mereka menjadi tantangan sekaligus motivasi tersendiri bagi atlet-atlet muda lainnya.

    Pada jenjang sekolah dasar, peserta yang berpartisipasi antara lain SD Lazuardi, SDN Model, SD 4 Penganjuran, SD IT Al Qomar, SD Al Ushwah, SD Al Khoiriyah, SD Mutu, SDK Alethea Genteng, SDK Santa Maria Banyuwangi, SD Menghua, SD Bloom, SD Greeta, dan beberapa sekolah lainnya.

    Sementara itu, dari jenjang sekolah menengah pertama, kejuaraan ini diikuti oleh SMPN 1 Banyuwangi, SMPN 2 Banyuwangi, SMPN 1 Giri, SMPN 1 Genteng, SMP Lazuardi, SMP Adz Dzikra, SMPK Santa Yusup, SMPK Maria Genteng, SMPK Alethea Genteng, serta SMPK Maria Fatima.

    Tingginya partisipasi sekolah-sekolah ini mencerminkan antusiasme pelajar SMP terhadap pembinaan basket yang terstruktur dan berkelanjutan.

    Adapun dari jenjang sekolah menengah atas, peserta yang ambil bagian meliputi SMAN 1 Glagah, SMAN 1 Giri, SMK PGRI Rogojampi, SMAN 1 Darusolah, SMAK Hikmah Mandala Banyuwangi, MA Kader Adz Dzikra Banyuwangi, SMAN 1 Jember, SMAN 1 Jeraldh, SMAN 8 Malang, MAN 1 Pasuruan, serta Vita School Surabaya.

    Selain itu, terdapat pula tim umum seperti Tosca, Skyhawk, dan CKD, yang semakin memperkaya dinamika kompetisi lintas wilayah di Jawa Timur.

    Ketua Panitia, Nuzulia Fajrina, SH, menyampaikan bahwa kejuaraan ini lahir dari kegelisahan sekaligus harapan.

    Kegelisahan atas terbatasnya ruang tanding berjenjang bagi atlet muda, serta harapan agar bakat-bakat basket daerah memiliki panggung yang layak untuk berkembang.

    “Kami ingin menyediakan wadah yang sehat dan terarah bagi atlet basket pelajar. Bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga untuk membangun mental, kepercayaan diri, dan pengalaman bertanding di level provinsi,” ujarnya.

    Menggunakan peraturan resmi FIBA 3×3, setiap tim diperkuat oleh empat pemain dengan sistem pertandingan fase grup.

    Seluruh laga dipimpin oleh wasit bersertifikat dan didukung kesiapan panitia serta tim medis guna menjamin keamanan dan kenyamanan peserta.

    Kejuaraan ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Perbasi Banyuwangi, KONI, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Kementerian Agama Banyuwangi, serta sejumlah sponsor seperti Rieda Perdana, Hotel KYRIE, OWN, HOPE Physiotherapy, PT SLSA, Bee Sportphotography, Kiddy, dan Jajan Ra Ya.

    Hadir pula sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua KONI, Ketua Perbasi Ricco Antar Budaya, serta Exco Perbasi Jawa Timur NSH Imanuddin Husnuzan, yang memberikan dukungan langsung terhadap pembinaan basket usia dini dan pelajar.

    Selain trofi dan medali, panitia menyiapkan uang pembinaan, jersey champion, serta piagam tingkat Jawa Timur bagi juara 1 hingga 4. Bagi panitia, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol kemenangan, melainkan penanda proses panjang dan kerja keras para atlet muda.

    Lebih dari sekadar kompetisi, Majestic Basketball Event 3×3 membawa pesan reflektif bahwa setiap ikhtiar dalam proses pembinaan akan bermuara pada keberhasilan.

    Di akhir kegiatan, panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Komunitas Majestic Ballers yang secara konsisten menghadirkan ruang bertumbuh bagi atlet muda melalui penyelenggaraan event ini untuk ketiga kalinya.

    Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan dukungan lintas instansi, ajang ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan, sekaligus bagian dari denyut pembinaan basket pelajar yang terus tumbuh dan bersemangat di Banyuwangi dan Jawa Timur.

  • Sinergi LBHA, BKPRMI Bersama Pemkab Banyuwangi Perkuat Perlindungan Hukum untuk Santri dan Guru Ngaji

    Sinergi LBHA, BKPRMI Bersama Pemkab Banyuwangi Perkuat Perlindungan Hukum untuk Santri dan Guru Ngaji

    Silaturahmi antara LBHA (Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi) dan DPD BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) dengan Bagian Hukum Setda Pemkab Banyuwangi berlangsung hangat dan produktif di kantor Bagian Hukum Setda Pemkab Banyuwangi, pada Selasa (13/12).

    Dirda LBHA dan Ketua Umum BKPRMI, H. Mujiono, SH, diterima oleh perwakilan Bagian Hukum Setda Pemkab Banyuwangi, Sadhu Bagas Suratno dan Nur Wahid Rosyadi.

    Dalam kesempatan ini, LBHA dan BKPRMI membahas sinergi dan kolaborasi untuk meningkatkan kesadaran hukum serta perlindungan anak, khususnya bagi santri dan guru ngaji di Banyuwangi.

    Dirda LBHA menegaskan komitmen LBHA untuk terus mendukung program-program pemerintah daerah dalam upaya perlindungan hukum terhadap anak.

    Ketua Umum BKPRMI, H. Mujiono, SH juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Bagian Hukum Setda Pemkab Banyuwangi terhadap berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan BKPRMI.

    “Dukungan Bagian Hukum Setda Pemkab Banyuwangi sangat berarti bagi BKPRMI, kami mengucapkan terima kasih atas kerja samanya,” ujar H. Mujiono, SH.

    Selain itu, diskusi tersebut juga membahas rencana kerja sama lebih lanjut dalam meningkatkan kesadaran hukum dan perlindungan bagi santri serta guru ngaji di wilayah Banyuwangi.

    Perwakilan Bagian Hukum menyambut baik inisiatif LBHA dan BKPRMI, serta menyatakan kesiapan untuk mendukung dan memfasilitasi kerja sama antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat keagamaan, khususnya BKPRMI, dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat di Banyuwangi.

    Momen silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kerja sama yang lebih erat dan produktif antara BKPRMI, LBHA, dan Bagian Hukum Setda Pemkab Banyuwangi dalam memperkuat kesadaran hukum serta perlindungan bagi santri dan guru ngaji di Banyuwangi.

  • Upacara Adat Tujuh Bulanan Nusantara Warnai Kehamilan Pasangan Hafidz di Rogojampi

    Upacara Adat Tujuh Bulanan Nusantara Warnai Kehamilan Pasangan Hafidz di Rogojampi

    Pasangan hafidz, Muhammad Haidar Rosyid dan Fani Faizah Hurriyatul Alawiyah Hasan, menggelar upacara adat tujuh bulanan atau mitoni/tingkeban sebagai penanda usia kehamilan pertama mereka.

    Prosesi adat nusantara tersebut berlangsung di Gang Garuda V, Katesan, Prejengan 1, Rogojampi, Selasa (6/1/2026).

    Rosyid yang berasal dari suku Using dan Fani dari suku Madura menjalani prosesi adat yang sarat makna kebudayaan dan spiritual.

    Ritual mitoni dipandu Bu Mumun dari suku Sunda, dengan tamu undangan lintas etnis, mulai dari Jawa, Minang, hingga Madura.

    Acara dipandu oleh Aguk Darsono, pengurus Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Banyuwangi dari unsur suku Jawa, yang mengenakan busana surjan galur merah dan kopiah batik khas Jogokariyan, Yogyakarta.

    Prosesi diawali dengan pembacaan Ummul Kitab, Surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan sungkeman calon ayah dan ibu kepada kedua orang tua untuk memohon doa restu.

    Selanjutnya, dua keluarga besar serta tokoh agama dan masyarakat secara bergiliran memasukkan air dari tujuh sumber ke dalam belanga.

    Menariknya, sebagian air tersebut berasal dari sumber-sumber yang diperoleh Rosyid saat berziarah ke makam para wali, mulai dari makam pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Sukorejo, Asembagus, hingga makam para aulia di Pulau Madura.

    Sukorejo sendiri merupakan tempat Rosyid menimba ilmu sejak SMA hingga sarjana, sekaligus menghafal Al-Qur’an 30 juz.

    Tahapan berikutnya, kembang setaman dimasukkan ke dalam belanga oleh ibunda Rosyid dan kakak Fani, Lisa Zakiyah.

    Ritual mitoni ini menjadi ikhtiar spiritual (krenteg hajad) agar calon ibu dan bayi diberi keselamatan, kesejahteraan, serta kelancaran proses kelahiran. Fani sendiri dikenal sebagai hafidzah yang menimba ilmu di pondok pesantren di Yogyakarta.

    Prosesi siraman dilakukan dengan pasangan mengenakan busana takwa dan gamis.

    Rangkaian prosesi simbolik dijalani dengan penuh khidmat, mulai dari pelilitan kain putih pada calon ibu, pelepasan telur, hingga menggendong dan melepas kelapa cengkir gading yang dihias tokoh wayang Arjuna dan Srikandi.

    Prosesi ini ditutup dengan pelepasan ikatan janur di perut calon ibu sebagai doa agar proses kelahiran berjalan lancar, ibu dan jabang bayi diberi keselamatan, serta sang suami selalu siaga mendampingi.

    Siraman diawali oleh calon kakek dari pihak perempuan, H. Hasan Basori, seorang guru agama sekaligus Ketua Asosiasi BPD se-Wongsorejo.

    Prosesi dilanjutkan oleh ibu pihak laki-laki, Asmiyati; Bu Mumun; para sesepuh keluarga; dan ditutup oleh ayah pihak laki-laki, Muhammad Nur, pengrajin suvenir, plakat, dan kaligrafi.

    Setelah itu, Rosyid menyiram istrinya menggunakan kendi yang kemudian dijatuhkan hingga pecah.

    Pecahan kendi tersebut diperebutkan warga sebagai simbol keberkahan, dilanjutkan tradisi “jualan” dawet dan rujak oleh pasangan calon orang tua.

    Usai berganti busana kering, Bu Mumun memperagakan ritual pemilihan tujuh kain batik bermotif khas, seperti gajah oling, karapan potre kuning, sido mukti, hingga sembrung cacing.

    Setelah enam motif dinilai kurang sesuai, pilihan jatuh pada kain batik parang barong yang melambangkan kewibawaan dan keanggunan.

    Dengan selempang batik tersebut, Fani melanjutkan prosesi berjualan rujak dan dawet yang disambut antusias warga.

    Rangkaian acara ditutup dengan pembagian jenang merah putih dan nasi tumpeng berkat, disertai doa syukur dan keselamatan yang dipimpin H. Hasan Basori.

    Acara yang dimulai selepas salat Asar berakhir menjelang waktu samarwulu, diiringi lantunan selawat dari Masjid Besar Baturahim.

    Pada malam harinya, rangkaian selamatan dilanjutkan dengan tahlilan ba’da Magrib yang dipimpin Kepala Dusun Prejengan 1, M. Basuni.

    Sebanyak 33 jamaah mengikuti tahlilan dengan pembacaan Surat Yusuf, Maryam, Muhammad, Luqman, Al-Ikhlas sebanyak 99 kali, serta Surat Yasin secara berjamaah.

    “Semoga keluarga Rosyid dan Fani menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, melahirkan generasi Qur’ani yang berbakti kepada orang tua, membahagiakan kakek-nenek, serta berguna bagi agama, bangsa, dan negara,” doa M. Basuni yang diamini seluruh jamaah.

  • Rayakan 13 Tahun, EL Grup Berbagi Kebahagiaan Bersama Lansia di Muncar

    Rayakan 13 Tahun, EL Grup Berbagi Kebahagiaan Bersama Lansia di Muncar

    Senyum bahagia merekah terpancar dari wajah 30 lansia saat menerima kunjungan “anak cucu” mereka dari EL Grup dalam kegiatan berwisata hati ke Panti Jompo Sahabat Lansia Blambangan, Muncar, Rabu (7/1/2026).

    Kegiatan ini digelar sebagai bentuk tasyakuran atas 13 tahun berdirinya EL Hotel Banyuwangi Residence, sekaligus perayaan hadirnya Banyuwangi Park yang turut mendukung pengembangan pariwisata di Bumi Blambangan.

    Direktur PT Mitra Buana Niaga (EL Grup), Vera Safira, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud rasa syukur perusahaan yang diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

    “Sebagai ungkapan syukur, tahun ini kami berbagi kebahagiaan dengan para lansia di panti jompo,” ujar Vera Safira yang hadir bersama sekitar 45 karyawan EL Grup.

    Senada, General Manager EL Hotel Banyuwangi, Wilmar Des Rizal, menyampaikan rasa haru dan bahagianya bisa bersilaturahmi langsung dengan para lansia.

    “Oma, opa, kami ini anak cucumu yang datang menjenguk,” ucapnya penuh kehangatan.

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PHRI Banyuwangi serta mitra IHC RS Bhakti Husada Krikilan yang turut mendampingi dan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para lansia.

    EL Grup di Panti Jompo Sahabat Lansia Muncar

    Dalam kesempatan tersebut, perwakilan PHRI Banyuwangi, Hafrida, menyampaikan ucapan selamat atas hari jadi ke-13 EL Grup.

    Ia berharap kegiatan bakti sosial seperti ini dapat menginspirasi anggota PHRI lainnya.

    “Kami doakan seluruh usaha yang tergabung dalam EL Grup semakin laris, banyak pengunjung, dan meraih kesuksesan di Banyuwangi,” ujarnya, yang diamini oleh seluruh hadirin.

    Tak hanya berbagi bantuan berupa dana, sembako, pampers, selimut, dan kebutuhan lainnya, EL Grup juga menghadirkan kebahagiaan melalui berbagai aktivitas interaktif.

    Para lansia diajak bermain permainan sederhana menggunakan bola kecil, bernyanyi lagu-lagu nostalgia, berbagi cerita masa kecil, hingga berjoget bersama badut Park dan Joira Istimewa. Kegiatan tersebut ditutup dengan pembuatan buket bunga bersama.

    Sementara itu, Ketua Yayasan Sahabat Lansia, Indah Purwaningrum, menjelaskan bahwa saat ini yayasan mengasuh 30 lansia serta 16 anak yatim yang dibekali pendidikan agama.

    “Tujuan kami adalah menyiapkan para lansia agar dapat menjalani masa akhir hidup dengan bahagia dan husnul khotimah,” ujarnya.

    Indah menuturkan, yayasan yang berdiri sejak tiga tahun lalu ini awalnya beroperasi di Desa Kelir dengan menyewa lahan.

    Sekitar dua tahun terakhir, yayasan berpindah ke Muncar dan kini telah memiliki lahan sendiri meski masih dalam proses mencicil pembangunan panti.

    “Karena panti kami masih terakreditasi C, kami belum mendapatkan bantuan permakanan dari Dinas Sosial. Syaratnya minimal akreditasi B, sehingga selama ini bantuan murni berasal dari swasta dan para donatur,” jelasnya.

    Ia menambahkan, yayasan juga telah memiliki mobil layanan dan rumah singgah di Malang yang digunakan saat harus mendampingi rujukan perawatan anak yatim maupun lansia.

    “Alhamdulillah, kami hanya menjadi kurir dari para donatur dan dermawan,” tutup relawan Rumah Kebangsaan Banyuwangi tersebut.