Tag: banyuwangi

  • Redaksi Sastrawacana.id Beri Pelatihan Jurnalistik di SMK Models, Peserta: Isinya Daging Semua!

    Redaksi Sastrawacana.id Beri Pelatihan Jurnalistik di SMK Models, Peserta: Isinya Daging Semua!

    Redaksi sastrawacana.id/ yang diwakili oleh Maulana Affandi, S.S dan Andi Budi Setiawan, S.Pd, memberi pelatihan jurnalistik tingkat lanjut untuk siswa SMK Models, Rabu (11/2).

    Kegiatan ini menjadi ajang bagi peserta untuk menajamkan kemampuan menulis berita, menentukan angle, dan memahami strategi pengelolaan media sekolah secara praktis.

    Pelatihan yang mulai pukul 13.30 WIB tersebut berlangsung interaktif, dengan total 20 peserta aktif dari angkatan 02.

    Setiap peserta diajak langsung terlibat dalam praktik jurnalistik, mulai dari menyusun judul berita, menentukan sudut pandang, hingga merancang konten untuk media digital sekolah.

    Andi Budi Setiawan membuka sesi dengan menekankan pentingnya mindset jurnalis pelajar.

    Ia mengajak siswa memahami bahwa menjadi jurnalis bukan sekadar menulis, tetapi juga mengamati, menganalisis, dan menafsirkan setiap peristiwa secara kritis.

    “Setiap kegiatan sekolah memiliki cerita yang berbeda. Tugas kalian adalah menemukan yang paling relevan dan bermakna untuk dibagikan,” jelas Andi kepada para peserta.

    Sementara itu, Maulana Affandi menyoroti pentingnya website sekolah sebagai media jurnalistik.

    Ia menjelaskan perbedaan antara website humas dan media jurnalistik, serta bagaimana website bisa menjadi ruang untuk menampilkan berita yang memiliki sudut pandang dan nilai edukatif.

    Peserta diajak belajar membuat artikel yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik bagi pembaca digital.

    Metode pelatihan memadukan teori singkat, diskusi kelompok, dan praktik langsung.

    Peserta mencoba membuat judul, menentukan angle, dan menulis artikel pendek dari studi kasus yang diberikan. Interaksi ini membuat suasana kelas hidup dan penuh semangat.

    Salah satu peserta mengaku terinspirasi oleh materi yang diberikan.

    “Saya baru sadar menulis itu bukan sekadar laporan kegiatan. Kita harus bisa menangkap inti dan pesan dari setiap peristiwa. Pelatihan hari ini benar-benar isinya daging semua!” ujarnya antusias.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional 2026, sekaligus momen berharga bagi jurnalis SMK Models yang tergabung dalam Mojoer Media.

    Tak hanya menggelar pelatihan, Mojoer Media juga merilis buku terbaru mereka berjudul Journey of Organization yang mendokumentasikan perjalanan organisasi dan kegiatan jurnalistik sekolah.

    Pelatihan ini diharapkan dapat membekali jurnalis pelajar untuk menghasilkan tulisan yang bernilai, mengelola media sekolah dengan profesional, dan menjadi bagian dari regenerasi Models Jurnalisme yang adaptif dengan perubahan zaman.

    Dengan semangat “Menata aksara, membedah realita,” siswa diajak untuk menulis dengan pemikiran, menyebarkan informasi yang bermanfaat, dan membangun budaya literasi yang kuat di lingkungan sekolah.

  • Buma Competition Week 2026 Sebar Golden Ticket untuk Juara Kompetisi Siswa SD/MI se-Jatim dan Bali

    Buma Competition Week 2026 Sebar Golden Ticket untuk Juara Kompetisi Siswa SD/MI se-Jatim dan Bali

    sastrawacana.id/ – Ajang tahunan bergengsi Buma Competition Week 2026 (BCW ke 26) resmi digelar mulai 31 Januari hingga 3 Februari 2026.

    Kompetisi yang diadakan oleh SMP Bustanul Makmur Genteng ini menyuguhkan enam cabang lomba, yaitu MIPA, IPS, English Competition, Festival Anak Sholeh, Lomba Menggambar Poster, dan Baca Puisi.

    Menariknya, BCW ke 26 tahun ini menawarkan hadiah spesial berupa golden ticket bagi juara 1 hingga harapan 2 di setiap lomba.

    Tiket emas ini memungkinkan para pemenang diterima langsung di SMP Bustanul Makmur sebagai peserta didik angkatan ke-24 tahun ajaran 2026/2027.

    Ajang ini sukses menarik lebih dari 500 peserta tingkat SD/MI dari Jawa Timur dan Bali.

    BCW yang telah berlangsung hampir dua dekade ini tidak hanya menjadi wahana kompetisi prestisius, tetapi juga barometer keberhasilan siswa dalam berbagai lomba berjenjang seperti OSN, Porseni, maupun perlombaan resmi lainnya.

    “Banyak alumni BCW yang juga berhasil meraih prestasi di kompetisi nasional lainnya,” ujar H. Imamuddin, M.Pd.I, Kepala SMP Bustanul Makmur.

    H. Imamuddin menjelaskan bahwa BCW merupakan program tahunan yang bukan sekadar rutinitas sekolah, tetapi juga digunakan sebagai sarana evaluasi sekaligus pembentukan karakter siswa sesuai dengan motto sekolah: Berbudi dan Berprestasi.

    Dengan pendekatan pendidikan berbasis karakter yang terintegrasi dengan budaya pesantren, SMP Bustanul Makmur menghadirkan suasana pendidikan unik serta mendukung kreativitas siswa lewat kegiatan seperti pelatihan kepemimpinan dan evaluasi akademik maupun non-akademik.

    Ajang Pembuktian Prestasi

    Pada tahun lalu, SMP Bustanul Makmur berhasil mencetak banyak prestasi membanggakan.

    Dua siswanya, Istiqlal Syukri Ahmad dan Raeesa Tazkiya Zahra, menjuarai Festival Bahasa Ibu Osing tingkat lokal dan akan mewakili Jawa Timur dalam perhelatan tingkat nasional yang digelar pada Hari Pendidikan Nasional (2 Mei 2026) di Jakarta.

    Selain itu, tim sekolah ini juga menyabet medali perak dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional.

    Saat ini, SMP Bustanul Makmur telah menerima 105 pendaftar ulang melalui pendaftaran masuk berbasis jalur prestasi gelombang pertama dan kedua.

    Sekolah ini memiliki kapasitas sebanyak 192 siswa setiap tahunnya dengan penerimaan peserta didik baru yang tidak membatasi zonasi tempat tinggal.

    Siswa dari luar daerah seperti Bali maupun Jawa Barat pun dapat bersekolah sambil mondok di pesantren yang dikelola oleh KH Robitul Haq.

    Namun, siswa yang berdomisili di sekitar Genteng seperti Sempu, Tegalsari, dan Gambiran tetap diperbolehkan tinggal di rumah.

    Keseruan BCW: Dari Kompetisi hingga Edupreneurship

    Tidak hanya kompetisi saja yang menjadi sorotan dalam BCW ke 26. Pameran seni lukis, kriya, prakarya, hingga bazar kreatif turut memeriahkan kegiatan.

    Siswa kelas sembilan bahkan dilibatkan aktif dalam kegiatan kewirausahaan. Misalnya, Arung Samudra, siswa kelas 9 mengatakan ia sangat antusias berjualan aneka makanan selama acara berlangsung.

    “Saya senang makan dan jajan. Jadi seru sekali bisa ikut menjual sambil belajar kerjasama dengan teman-teman di sekolah,” ujarnya dengan penuh semangat.

    Hal senada disampaikan Axelle, siswi kelas 7, yang mengaku belajar banyak hal dari mengikuti kegiatan bazar.

    “Saya jadi tahu betapa sulitnya orang tua mencari uang untuk pendidikan anak-anak mereka. Ini pengalaman yang menyadarkan saya untuk lebih menghargai usaha orang tua,” ungkapnya.

    Sementara itu, Jamaludin, M.Pd., wali kelas 9E, menjelaskan bahwa pihaknya sengaja membagi tugas kepada seluruh siswa untuk melatih kolaborasi dan tanggung jawab.

    Dalam bazar tersebut, tiap kelas terbagi menjadi tim kecil yang bertugas sebagai kasir, marketing, belanja bahan keperluan jualan, hingga teknis pelaksanaan kegiatan sehari-hari.

    Dengan segala rangkaian acara menarik dan penuh manfaat seperti ini, tidak heran jika Buma Competition Week selalu dinanti oleh para siswa dan sekolah-sekolah di wilayah Jawa Timur dan Bali. Ajang ini menjadi bukti bahwa SMP Bustanul Makmur mampu mengembangkan potensi siswanya

  • RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi Terima Penghargaan BPJS Kesehatan atas Transformasi Digital Layanan

    RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi Terima Penghargaan BPJS Kesehatan atas Transformasi Digital Layanan

    Banyuwangi – Komitmen RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali mendapat pengakuan.

    Rumah sakit yang berlokasi di Kabupaten Banyuwangi ini menerima penghargaan bergengsi dari BPJS Kesehatan atas keberhasilannya mengimplementasikan transformasi digital pelayanan secara terintegrasi pada awal 2026.

    Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, dalam rangkaian kegiatan penguatan komitmen kerja sama Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) tahun 2026.

    Apresiasi diberikan atas konsistensi RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi dalam menerapkan berbagai inovasi layanan digital, di antaranya integrasi sistem antrean online melalui aplikasi Mobile JKN, integrasi sistem klaim untuk mempercepat proses administrasi dengan BPJS Kesehatan, serta implementasi E-SEP berbasis biometrik (fingerprint dan FRISTA) guna meningkatkan efisiensi dan validitas penerbitan Surat Eligibilitas Peserta (SEP).

    Direktur RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, dr. Fuadi Shiham, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi bukti nyata komitmen manajemen dan seluruh jajaran rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, dan transparan bagi masyarakat.

    “Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melanjutkan transformasi digital. Kami ingin memastikan pasien memperoleh kemudahan layanan, mulai dari pendaftaran hingga pelayanan di poli, tanpa harus menghadapi antrean panjang,” ujarnya.

    BPJS Kesehatan sendiri terus mendorong seluruh FKRTL untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital demi mewujudkan layanan kesehatan yang setara dan bermutu. Keberhasilan RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus inspirasi bagi fasilitas kesehatan lain di Banyuwangi dan wilayah sekitarnya.

    Selain RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, sejumlah rumah sakit di Jawa Timur juga tercatat menerima penghargaan serupa pada awal 2026, menegaskan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis digital.

  • Kapolresta Banyuwangi Undang Media dan LSM di Hari Pers Nasional 2026, Tekankan Pentingnya Berita Sehat untuk Bangsa Kuat

    Kapolresta Banyuwangi Undang Media dan LSM di Hari Pers Nasional 2026, Tekankan Pentingnya Berita Sehat untuk Bangsa Kuat

    BANYUWANGI — Kapolresta Banyuwangi mengundang pegiat media lintas platform dan aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Hall Room Hotel Aston Banyuwangi, Senin (9/2/2026).

    Momentum HPN ini dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antara pers, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat sipil.

    Tema besar yang mengemuka adalah pentingnya pemberitaan yang sehat, beretika, dan bertanggung jawab demi menjaga iklim demokrasi serta ketahanan bangsa.

    Ketua PWI Banyuwangi, Budi Wiriyanto, mengaku merasa terhormat atas undangan tersebut.

    Ia menegaskan bahwa kebebasan pers harus berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik dan regulasi yang berlaku.

    Profesi wartawan memang tidak dapat dipidana sepanjang menjalankan tugas secara profesional, sebagaimana putusan Mahkamah Konstitusi.

    Namun jika karya jurnalistik menyimpang dari aturan dan kode etik, tentu tetap ada risiko hukum.

    Sementara itu, Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Banyuwangi, Rahmawati Setyodini, SIP, MPA, menilai kemajuan dan popularitas Banyuwangi tidak lepas dari peran strategis jurnalis, warganet, serta kolaborasi berbagai pihak.

    “Dengan keterbatasan fiskal daerah, kolaborasi semua pihak dibutuhkan untuk mencapai harapan bersama,” tuturnya.

    Amanat Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, SIK, SH, MH yang berhalangan hadir karena mengikuti rapat pimpinan di Jakarta, dibacakan oleh Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, SIK.

    Dalam pesannya, Kapolresta mengucapkan selamat Hari Pers Nasional sekaligus mengajak insan pers terus memperkuat sinergi.

    “Mari kita jalin kerja sama untuk menghadirkan berita yang sehat, mendukung ekonomi berdaulat, menjaga kamtibmas, demi bangsa yang kuat dan suasana yang aman serta sejahtera,” ujarnya.

    AKBP Teguh juga menegaskan bahwa kritik melalui pemberitaan merupakan bagian dari kontrol publik yang harus diterima secara dewasa oleh institusi kepolisian.

    “Pemberitaan kritis adalah bentuk introspeksi bagi kami sebagai pelayan, pengayom, dan penegak hukum,” katanya sambil tersenyum.

    Dari unsur masyarakat sipil, Aktivis LSM Rumah Kebangsaan, Hakim Said, SH, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut.

    Ia berharap insan pers terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik seiring perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai etika dan adab kebangsaan.

    “Harmoni dan welas asih di Banyuwangi harus kita rawat bersama. Ilmu dan adab perlu diwariskan kepada kader-kader bangsa yang akan hidup di masa depan,” tegasnya.

    Kegiatan ini juga dihadiri pegiat media komunitas, di antaranya Hadi Purwanto, reporter Radio Planet FM Wongsorejo dari komunitas JRKI–JRKBB

    Ia mengapresiasi kebersamaan lintas media dan organisasi pers yang terjalin setara dalam memaknai Hari Pers Nasional.

    Puncak peringatan HPN 2026 ditandai dengan pemotongan tumpeng.

    Wakapolresta menyerahkan potongan tumpeng kepada Ketua PWI Banyuwangi, sementara Sekretaris Dinas Kominfo menyerahkan kepada wartawan senior Surya, yang kini aktif di Redaksi Seblang, Herry Sulaksono.

    Acara ditutup dengan foto bersama, ramah tamah, dan ngopi bareng.

  • Perkuat Media NU di Era Digital, MWC NU Rogojampi dan YPIA Rogojampi Gelar Lokakarya Jurnalistik Berbasis AI

    Perkuat Media NU di Era Digital, MWC NU Rogojampi dan YPIA Rogojampi Gelar Lokakarya Jurnalistik Berbasis AI

    sastrawacana.id/ – Dalam rangka memperingati Harlah ke-100 Masehi Nahdlatul Ulama, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Rogojampi bersama Yayasan Pendidikan Islam Ahlussunah WalJama'ah (YPIA) Rogojampi bekerja sama dengan Media sastrawacana.id/ menggelar Lokakarya Jurnalistik Digital NU bertema Inovasi Penulisan Berita dan Dokumentasi NU Berbasis Artificial Intelligence.

    Kegiatan ini dilaksanakan di MI Islamiyah Rogojampi, Ahad (8/2/2026).

    Lokakarya yang dimulai pukul 08.30 WIB ini diikuti puluhan peserta, mayoritas dari kalangan kader muda NU, termasuk perwakilan IPNU, IPPNU ISNU, pengurus ranting NU se-Kecamatan Rogojampi, serta operator dan kepala sekolah lembaga pendidikan di bawah naungan YPIA Rogojampi.

    Hadir pula jajaran syuriah dan tanfidziyah MWC NU Rogojampi, pengurus YPIA, serta perwakilan lembaga pendidikan mulai dari TKM Khodijah 2, MI Islamiyah Rogojampi, MTs Rogojampi, hingga SMA Sultan Agung Rogojampi.

    Kegiatan diawali dengan khutbah iftitah yang disampaikan oleh Rois Syuriah MWC NU Rogojampi, Kyai. Faturrozaq Ahdini.

    Dalam pesannya, Kyai Faturrozaq menekankan pentingnya tanggung jawab moral warga NU di era digital.

    Ia menyebutkan tiga hal yang menjadi tanda rahmat Allah SWT kepada manusia, yakni menjaga lisan dan tulisan, mengenali zaman atau era yang sedang dihadapi, serta istiqamah di jalan Ahlussunnah wal Jamaah.

    “Di era digital dan kecerdasan buatan, menjaga ucapan dan tulisan menjadi sangat penting. Jari jemari kita hari ini bisa menjadi ladang pahala, tetapi juga bisa menjadi sumber masalah jika tidak dijaga,” pesan Kyai Faturrozaq singkat namun reflektif.

    Ketua Pengurus YPIA Rogojampi, Drs. H. Moh. Dimyati, MM, dalam sambutannya menegaskan bahwa literasi digital merupakan kebutuhan mendesak, terutama bagi generasi muda NU.

    Ia menyampaikan bahwa perkembangan teknologi tidak bisa dihindari, sehingga harus direspons dengan sikap bijak dan bertanggung jawab.

    “Generasi muda NU harus sadar teknologi. Kita sudah berada di era digital. Media harus digunakan secara bijak, karena apa yang keluar dari mulut dan tulisan kita akan dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.

    Ia juga menekankan pentingnya mekanisme kontrol editorial, agar setiap berita yang dipublikasikan benar, jelas, dan membawa manfaat.

    Sementara itu, Nanang Khoriri, SH, yang mewakili Ketua Tanfidziyah MWC NU Rogojampi, menyoroti Artificial Intelligence (AI) sebagai fenomena yang memiliki manfaat sekaligus risiko.

    Menurutnya, warga NU tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus selangkah lebih maju dalam memahami dan memanfaatkan AI, khususnya dalam pengelolaan media dan informasi.

    “AI punya kelebihan dan kelemahan. Karena itu, kita harus bijak dalam menggunakan media sosial dan teknologi, agar tidak terjebak arus informasi yang menyesatkan,” tegasnya.

    Lokakarya ini menghadirkan Maulana Affandi Digital Specialist Lintang Academy sebagai narasumber utama.

    Dalam pemaparannya, ia mengungkapkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia hingga tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan.

    Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi peluang besar bagi NU untuk memperkuat dakwah dan narasi keumatan melalui media digital.

    Ia menjelaskan secara teknis pemanfaatan AI dalam penulisan berita dan konten.

    Mulai dari proses ide, penyusunan prompt yang tepat, hingga menghasilkan draft awal yang kemudian harus diedit dan diverifikasi oleh manusia.

    “AI bukan pengganti jurnalis. Ide, arah, dan nilai tetap menjadi tanggung jawab manusia. Hasil AI hanyalah bahan mentah yang wajib disunting agar layak konsumsi publik,” jelasnya.

    Dalam sesi diskusi, peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan, terutama terkait penggunaan AI untuk menulis berita NU secara cepat dan praktis tanpa meninggalkan kaidah jurnalistik.

    Maulana menegaskan bahwa manusia tetap menjadi pengendali utama, sedangkan AI hanyalah alat bantu yang bisa diarahkan sesuai kebutuhan.

    Menjelang akhir sesi pertama, peserta diajak praktik langsung menulis berita dengan bantuan AI.

    Praktik ini memberikan pengalaman nyata bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara efektif, asalkan digunakan secara etis dan bertanggung jawab.

    Narasumber kedua, Andi BS sebagai Jurnas sastrawacana.id/, menekankan bahwa menulis berita NU adalah bentuk khidmah.

    andi budi setiawan mwcnu rogojampi

    Ia mengingatkan pentingnya prinsip kejujuran, kejelasan, dan kemanfaatan, serta penggunaan pola dasar 5W+1H.

    Ia juga mengajak peserta mengangkat kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, dan budaya NU, serta menghindari kabar provokatif dan praktik salin-tempel.

    Sebagai tindak lanjut, peserta diberi tugas menulis berita tentang kegiatan di lingkungan masing-masing dalam waktu 1×24 jam untuk dikumpulkan kepada panitia sebagai produk lokakarya.

    Salah satu peserta menyampaikan, “Saya sangat mendukung kegiatan lokakarya jurnalistik semacam ini. Materinya padat dan sangat bermanfaat, membantu menulis berita secara mudah, cepat, dan praktis.”

    Panitia berharap lokakarya ini menjadi langkah awal penguatan media NU di Rogojampi, sekaligus mendorong keberlanjutan pengelolaan media online mwcnurogojampi.com dan ypiarogojampi.mwcnurogojampi.com sebagai sarana dakwah, literasi, dan syiar NU yang berdampak luas bagi masyarakat Rogojampi dan Banyuwangi.

  • Peringati Hari Pers Nasional 2026, JRKBB Gelar Diskusi Media dan Pelantikan Pengurus Baru

    Peringati Hari Pers Nasional 2026, JRKBB Gelar Diskusi Media dan Pelantikan Pengurus Baru

    sastrawacana.id/ – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dimanfaatkan Jaringan Radio Komunitas Broadcast Banyuwangi (JRKBB) sebagai momentum penguatan identitas dan peran media komunitas.

    Melalui kegiatan diskusi santai bertajuk Gesah Ngopi yang dirangkai dengan pelantikan pengurus baru, JRKBB menegaskan eksistensi radio komunitas sebagai bagian dari pers nasional.

    Kegiatan tersebut digelar di Kedai Makmoer, kawasan TMP Tukang Kayu, Banyuwangi, Minggu (8/2/2026).

     

    Salah satu agenda utama dalam acara ini adalah penyerahan kartu pers secara simbolis oleh Wakil Ketua Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) Wilayah Jawa Timur kepada anggota JRKBB.

    Diskusi Gesah Ngopi dipandu penyiar bahasa Osing, Mislatin Rehana, dengan menghadirkan sejumlah narasumber lintas latar belakang.

    Hari Pers Nasional 2026 di Kedai Makmoer Banyuwangi

    Hadir sebagai pemantik diskusi, praktisi serta akademisi Nafi Feridian, ST, MT.,, Ahmad Masduki, SP, M.Pd selaku Pemimpin Redaksi Jurnalnews.com, serta Affandi Maulana, SS, Pemimpin Umum Sastrawacana dan Penerbit Lintang.

    Wakil Ketua JRKI Jawa Timur, Hadi Purwanto, turut hadir dan berbagi pandangan terkait tantangan jurnalisme komunitas di era digital.

    Peringatan HPN ini juga dihadiri tokoh agama dan pegiat budaya Banyuwangi, di antaranya KH Imam Hasan Thoha, Pengasuh Pondok Ahsanul Muhsinin, serta Drs. H. Agus Iskandar Zulkarnaen, Ketua Takmir Masjid Al Hilal.

    Sementara itu, nuansa budaya Osing terasa kental saat penyair Ir. Jaenuri, M.Pd membacakan geguritan dari buku karyanya berjudul 99.

    Rangkaian acara semakin semarak dengan bakti sosial kesehatan tanpa obat yang digelar Akupuntur Majestic Banyuwangi, serta hiburan musik electone dari Aura Lentera yang dimainkan Nurhadi Windoyo dengan vokal Nurul Imam, S.Pd.I.

    Penampilan keduanya mendapat apresiasi karena ditampilkan oleh seniman tunanetra.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Perkumpulan Komunitas Gotong Royong Empat Puluh Lima, Aguk Wahyu Nuryadi, selaku pembina JRKBB, secara resmi mengukuhkan pengurus JRKBB masa bhakti 2026–2028 hasil Rembug IX yang dilaksanakan di Paltuding Ijen.

    Bambang Irawan dari Radio Komunitas Brit FM Gendoh, Sempu, kembali dipercaya memimpin JRKBB untuk periode kedua.

    Salah satu peserta kegiatan dari komunitas Gotong Royong 45, menilai peringatan HPN kali ini memberi ruang refleksi bagi media komunitas.

    “Acara ini bukan sekadar seremonial. Kami diingatkan bahwa radio komunitas punya tanggung jawab jurnalistik, sekaligus kedekatan sosial dengan masyarakat. Itu kekuatan yang tidak dimiliki media besar,” ujarnya.

    Melalui peringatan HPN 2026 ini, JRKBB berharap radio komunitas di Banyuwangi semakin berdaya dalam menghadirkan informasi, edukasi, hiburan, serta iklan layanan masyarakat yang berpihak pada kepentingan publik. (Yeti Chotimah/Q’Nin/JN–SW)

  • Green Island Banyuwangi, Mini Raja Ampat di Ujung Timur Pulau Jawa

    Green Island Banyuwangi, Mini Raja Ampat di Ujung Timur Pulau Jawa

    Green Island adalah salah satu destinasi wisata alam paling menarik di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang belakangan viral dan semakin dikenal wisatawan lokal maupun luar daerah.

    Terletak di perairan Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, pulau kecil ini menawarkan lanskap laut, pantai, dan vegetasi hijau yang memukau layaknya gambaran “Raja Ampat versi Jawa”.

    Selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2025–2026, Green Island dan kawasan wisata sekitarnya mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan, para wisatawan datang untuk menikmati keindahan alam yang masih asri ini.

    Pesona Alam yang Mempesona

    Green Island dikenal dengan air lautnya yang jernih bergradasi dari biru muda, toska hingga biru tua, berpadu dengan pasir putih dan vegetasi hijau tropis yang alami.

    Pemandangan ini menjadikan pulau kecil ini sebagai lokasi ideal untuk kegiatan fotografi, snorkeling, atau sekadar bersantai menikmati panorama laut Nusantara yang tenang.

    Panorama di atas bukit Green Island sangat populer di kalangan wisatawan karena dari sana terlihat gugusan pulau-pulau kecil dan laut lepas yang luas, memberikan pengalaman visual serupa dengan destinasi wisata eksotis lainnya di Indonesia.

    Lokasi dan Cara Menuju Green Island

    Green Island secara administratif terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.

    Jaraknya sekitar 75 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi dengan waktu tempuh kurang lebih 2 hingga 2,5 jam perjalanan darat.

    Rute Perjalanan:

    • Transportasi Darat: Menuju Pantai Mustika Pancer menggunakan kendaraan pribadi atau sewa.
    • Penyeberangan Laut: Dari dermaga Pantai Mustika, harus menyewa perahu nelayan setempat. Perjalanan laut hanya memakan waktu sekitar 15–20 menit saja.

    Daya Tarik Green Island Banyuwangi

    Apa yang membuat Green Island begitu istimewa dibandingkan pantai lainnya di Banyuwangi?

    • View “Mini Raja Ampat”: Dari puncak bukit Green Island, pengunjung akan melihat gugusan pulau karang kecil yang dikelilingi gradasi air laut berwarna biru toska dan hijau jernih.
    • Spot T yang Estetik: Terdapat formasi batuan karang unik berbentuk huruf “T” yang menjadi latar foto favorit wisatawan karena menghadap langsung ke Samudera Hindia.
    • Pasir Putih dan Air Jernih: Pantai di pulau ini memiliki pasir putih yang sangat halus dengan ombak yang cenderung tenang, cocok untuk berenang atau sekadar bermain air.
    • Trekking Ringan: Untuk mendapatkan pemandangan terbaik, perlu mendaki anak tangga selama kurang lebih 10–15 menit menuju puncak pulau.

    Pengelolaan & Konservasi

    Sampai saat ini, Green Island masih dikelola secara informal oleh komunitas lokal di sekitar Pantai Rajegwesi dan Mustika.

    Belum banyak fasilitas wisata modern seperti resto di lokasi ini, karena fokus utama adalah mempertahankan kondisi alam pulau yang masih alami dan asri.

    Pengunjung juga diimbau untuk tidak meninggalkan sampah, menjaga ekosistem laut, serta menghormati habitat alami pulau demi kelestarian lingkungan jangka panjang.

    Tips Berkunjung ke Green Island

    Karena Green Island adalah pulau tak berpenghuni dengan fasilitas yang sangat minim, perhatikan hal berikut:

    • Waktu Terbaik: Datanglah pagi hari (Pukul 07.00 – 11.00 WIB) saat warna air laut sedang cerah-cerahnya dan ombak cenderung tenang.
    • Bawa Bekal Sendiri: Tidak ada resto atau penjual makanan di pulau. Pastikan membawa air minum dan camilan dari daratan.
    • Gunakan Alas Kaki yang Tepat: Gunakan sandal gunung atau sepatu air karena jalur trekking dan karang di tepi pantai cukup tajam.
    • Bawa Pulang Sampah: Bantu jaga keasrian pulau dengan tidak meninggalkan sampah apa pun di lokasi.

    Informasi Tiket dan Biaya Terbaru

    Harga tiket masuk ke kawasan ini sangat terjangkau, namun biaya utama terletak pada sewa kapal penyeberangan.

    • Tiket Masuk: berkisar antara Rp10.000 – Rp25.000.
    • Sewa Perahu: Berkisar antara Rp250.000 – Rp350.000 per perahu (kapasitas 5–6 orang). Sangat disarankan untuk datang berkelompok agar biaya lebih ringan.
    • Paket Open Trip: Banyak agen wisata menawarkan paket one-day trip mulai dari Rp150.000 – Rp250.000 per orang, sudah termasuk perahu dan pemandu.
  • E-Learning STIKOM PGRI Banyuwangi, Inovasi Perkuliahan Digital di Era Modern

    E-Learning STIKOM PGRI Banyuwangi, Inovasi Perkuliahan Digital di Era Modern

    STIKOM PGRI Banyuwangi merupakan perguruan tinggi swasta yang fokus pada pendidikan teknologi informasi dan sistem komputer di Banyuwangi, Jawa Timur.

    Lembaga ini memiliki fasilitas pembelajaran digital berupa portal e-learning yang dapat diakses oleh mahasiswa dan dosen untuk mendukung kegiatan akademik secara online.

    Apa Itu E-Learning di STIKOM Banyuwangi?

    E-learning STIKOM PGRI Banyuwangi adalah sebuah platform pembelajaran daring yang berfungsi sebagai Learning Management System (LMS) untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar secara digital.

    Portal ini digunakan sebagai media penyampaian materi kuliah, diskusi, pengumpulan tugas, dan berbagai aktivitas akademik lain yang bisa dijalankan secara online.

    Situs portal e-learning tidak memuat informasi publik yang detail mengenai fiturnya di halaman utama, tetapi domainnya aktif sebagai bagian dari sistem pembelajaran kampus, menunjukkan bahwa institusi memiliki fasilitas digital untuk kebutuhan akademik mahasiswa dan dosen.

    Peran E-Learning dalam Proses Akademik

    Platform ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran digital di lingkungan STIKOM untuk:

    • Menyediakan akses materi kuliah secara on demand sehingga mahasiswa dapat belajar lebih fleksibel.
    • Mendukung interaksi antara mahasiswa dan dosen di luar jam perkuliahan tatap muka.
    • Menjadi wadah administrasi akademik digital yang terintegrasi dengan sistem informasi kampus lainnya seperti portal Sistem Informasi Mahasiswa (SIM)
    • Wadah bagi mahasiswa untuk bertanya dan berdiskusi mengenai topik perkuliahan tertentu secara asinkron.

    Dengan adanya e-learning, STIKOM PGRI Banyuwangi mengikuti tren digitalisasi pendidikan tinggi yang semakin relevan dengan kebutuhan kompetensi teknologi saat ini.

    Platform seperti ini membantu mahasiswa meningkatkan keterampilan literasi digital serta adaptasi terhadap pembelajaran berbasis teknologi, sesuai dengan fokus pendidikan kampus pada bidang teknologi informasi.

    Cara Mengakses E-Learning

    Untuk menjaga keamanan data dan privasi akademik, akses ke sistem E-Learning dibatasi hanya bagi civitas akademika aktif. Langkah-langkah login:

    • Kunjungi portal resmi E-Learning (biasanya melalui subdomain kampus atau portal LMS STIKOM).
    • Masukkan Username (biasanya menggunakan NIM/Nomor Induk Mahasiswa).
    • Masukkan Password yang telah didaftarkan melalui bagian Sistem Informasi (Puskom).
    • Pilih mata kuliah yang diikuti pada semester berjalan.

    Keunggulan Sistem Pembelajaran Daring di STIKOM

    Berikut adalah keunggulan E-Learning STIKOM Banyuwangi:

    • Aksesibilitas Tinggi: Platform dapat diakses secara fleksibel melalui berbagai perangkat seperti smartphone, tablet, maupun laptop kapan saja dan di mana saja.
    • Penerapan Konsep Paperless: Meminimalisir penggunaan kertas dalam proses administrasi kelas dan pengumpulan tugas mahasiswa secara digital.
    • Fleksibilitas Pembelajaran: Memberikan kemudahan bagi mahasiswa yang memiliki kesibukan luar kampus atau sedang menempuh program magang dan MBKM.
    • Tracking Kemajuan Mandiri: Mahasiswa dapat memantau progres pembelajaran dan melihat perolehan nilai secara langsung serta transparan melalui sistem
  • PC ISNU Banyuwangi Gelar Lingkar Diskusi Teladani Jejak Perjuangan Gus Dur

    PC ISNU Banyuwangi Gelar Lingkar Diskusi Teladani Jejak Perjuangan Gus Dur

    Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Banyuwangi melalui Seksi Sosial Humaniora kembali melaksanakan kegiatan Lingkar Diskusi sebagai bagian dari ikhtiar penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman.

    Diskusi yang mengusung tajuk “Kembali Meneladani Jejak Perjuangan dan Nilai Pedoman KH Abdurrahman Wahid” ini digelar pada Selasa malam, 27 Januari 2026, bertempat di Masjid At-Ta’awun, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi.

    Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Seksi Sosial Humaniora PC ISNU Banyuwangi, Ginanjar Prastyanto, yang didampingi oleh Mohamad Soleh Kurniawan, yang juga aktivis di DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi.

    Lingkar diskusi ini merupakan gelombang ke-3 setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Kecamatan Kalipuro dan Kecamatan Pesanggaran.

    Konsistensi pelaksanaan diskusi ini menjadi bukti komitmen PC ISNU Banyuwangi dalam menghadirkan ruang dialektika intelektual yang sehat dan inklusif di tengah masyarakat.

    Dalam sambutannya, Ginanjar Prastyanto menyampaikan bahwa figur KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur merupakan sosok yang relevan untuk terus dikaji dan diteladani, terutama di tengah tantangan sosial dan keagamaan saat ini.

    Menurutnya, nilai-nilai moderasi beragama, pluralisme, serta kelapangan dada yang diperjuangkan Gus Dur merupakan pedoman penting bagi generasi sekarang dalam menjaga persatuan dan harmoni sosial.

    “Gus Dur mengajarkan kepada kita bahwa Islam harus hadir sebagai rahmat bagi semua, bukan sebagai sumber konflik. Moderasi, sikap terbuka, dan penghormatan terhadap perbedaan adalah warisan besar yang harus terus kita rawat,” ungkap Ginanjar.

    Diskusi malam itu berlangsung dinamis dengan pembahasan mendalam seputar keteladanan Gus Dur dalam merawat keberagaman, memperjuangkan keadilan sosial, serta keberaniannya dalam membela kelompok-kelompok minoritas.

    Para peserta juga diajak merefleksikan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam konteks lokal Banyuwangi.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) ISNU Rogojampi, Irfan Hidayat, beserta jajaran pengurus.

    Kehadiran PAC ISNU Rogojampi menambah semarak diskusi sekaligus memperkuat sinergi antarstruktur organisasi ISNU di tingkat cabang dan anak cabang.

    Melalui lingkar diskusi ini, PC ISNU Banyuwangi berharap dapat terus menumbuhkan kesadaran kritis, memperkuat karakter intelektual kader, serta menjaga spirit perjuangan Gus Dur agar tetap hidup dan membumi di tengah masyarakat.

    Kegiatan serupa direncanakan akan terus berlanjut di kecamatan lain sebagai bagian dari gerakan intelektual dan sosial ISNU Banyuwangi.

  • PERGUNU Banyuwangi Gelar Workshop School Branding untuk Perkuat Citra dan Daya Saing Sekolah

    PERGUNU Banyuwangi Gelar Workshop School Branding untuk Perkuat Citra dan Daya Saing Sekolah

    Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Kabupaten Banyuwangi menggelar Workshop School Branding pada 25–27 Januari 2026.

    Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan citra, daya saing, serta kualitas pengelolaan lembaga pendidikan di bawah naungan PERGUNU.

    Workshop tersebut diikuti oleh para pendidik dan pengelola lembaga pendidikan yang memiliki komitmen kuat dalam pengembangan mutu serta penguatan identitas sekolah.

    Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, S.Ag., MM.

    Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya school branding sebagai instrumen untuk membangun kepercayaan publik sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang berbasis nilai, profesionalisme, dan keberlanjutan.

    Pembukaan kegiatan turut dihadiri Ketua PC PERGUNU Kabupaten Banyuwangi, Drs. H. Witjanarko, M.Pd., Ketua PAC PERGUNU Kecamatan Banyuwangi, Haikal Kafili, M.Pd., serta Ketua Panitia Pelaksana, H. Wawuh Purnomo, S.T., Gr., bersama jajaran pengurus PERGUNU lainnya.

    Seluruh pihak memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan workshop sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas lembaga pendidikan.

    Materi utama disampaikan oleh Dr. Yusmia Widiastuti, S.P., M.M., yang mengulas secara komprehensif konsep, strategi, dan praktik school branding sesuai dengan tantangan dunia pendidikan saat ini.

    Peserta dibekali pemahaman mengenai penguatan identitas sekolah, pengelolaan citra lembaga, serta strategi komunikasi yang efektif dan berkelanjutan.

    Selain pemaparan materi, workshop juga dilengkapi dengan sesi simulasi yang meliputi pengembangan perencanaan (plan development) dan implementasi program (plan implementation).

    Seluruh sesi dipandu oleh fasilitator untuk memastikan peserta mampu menerapkan konsep branding secara praktis dan terstruktur.

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi presentasi, di mana peserta memaparkan hasil perencanaan strategi branding sekolah masing-masing.

    Presentasi ini disertai pendampingan serta arahan dari fasilitator sebagai bentuk evaluasi dan penguatan konsep.

    Sebagai bentuk penguatan implementasi, workshop juga mencakup kegiatan fieldwork atau praktik lapangan di lembaga masing-masing peserta.

    Pada tahap ini, peserta mendapatkan pendampingan langsung guna memastikan penerapan school branding berjalan efektif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik sekolah.

    Melalui Workshop School Branding ini, PERGUNU Banyuwangi berharap para peserta mampu merumuskan serta mengimplementasikan strategi branding sekolah secara optimal, sehingga dapat meningkatkan mutu layanan pendidikan, memperkuat kepercayaan masyarakat, dan mendorong kemajuan lembaga pendidikan di Kabupaten Banyuwangi.