Tag: sastra

  • 5 Pekerjaan Lulusan Sastra Jepang dengan Gaji Tinggi

    5 Pekerjaan Lulusan Sastra Jepang dengan Gaji Tinggi

    Jepang adalah salah satu negara maju yang menjadi percontohan bagi negara-negara berkembang di seluruh belahan dunia.

    Selain maju dalam bidang teknologinya, Jepang juga punya kebudayaan dan tradisi yang melekat pada setiap warga.

    Hal itu yang menjadikan budaya Jepang begitu kuat sehingga bisa masuk ke banyak negara, termasuk Indonesia.

    Dengan melihat fakta itu, maka tak heran jika banyak Universitas-Universitas yang menyediakan program studi Sastra Jepang.

    Mahasiswa yang mengambil prodi Sastra Jepang akan diajarkan tentang seluk-beluk budaya, sejarah, serta bahasa yang digunakan oleh negara Jepang.

    Memang mengasyikkan. Tapi tak sedikit Mahasiswa Sastra Jepang yang akhirnya bertanya-tanya tentang profesi atau prospek kerja dari jurusan kuliahnya.

    Apalagi, pertanyaan-pertanyaan tentang “lulusan Sastra Jepang kerja apa?” seringkali muncul.

    Tentu itu bisa menurunkan semangat para Mahasiswa yang sedang menimba ilmu

    Bahkan, pada tingkat yang lebih ekstrem, ada yang keluar, alias ganti jurusan karena takut tidak mendapat pekerjaan yang layak setelah lulus nanti.

    Pekerjaan Lulusan Sastra Jepang

    Padahal, tidak demikian. Semua jurusan memiliki prospeknya masing-masing, termasuk jurusan Sastra Jepang.

    Lantas, apa saja prospek kerja untuk Mahasiswa Sastra Jepang? Simak informasinya berikut ini.

    1. Penerjemah

    Seorang penerjemah memiliki tanggungjawab untuk menerjemahkan dari satu bahasa ke bahasa lainnya.

    Sejak dulu sampai sekarang, posisi penerjemah selalu dibutuhkan, apalagi mengingat hubungan bilateral negara yang semakin kuat.

    Ketika kita ahli dalam Bahasa Jepang, maka tidak menutup kemungkinan kita akan menjadi seorang penerjemah, baik jalur swasta maupun negara.

    Contoh kecilnya saja kita bisa lihat ketika para pejabat negara yang sedang berkunjung ke Jepang, tentu mereka akan didampingi oleh penerjemah yang ahli dalam sastra dan bahasa Jepang.

    Sebab, sebagai penerjemah, tidak hanya harus tahu tentang bahasa saja, tapi juga tradisi dan budaya setempat.

    2. Penulis

    Menjadi seorang penulis adalah sebuah kebanggaan tersendiri.

    Apalagi jika karya kita sampai dibaca oleh banyak orang di luar sana. Ada banyak jenis tulisan, mulai dari fiksi hingga non fiksi.

    Jika kita pandai berbahasa Jepang, tidak ada salahnya kita mencoba menulis buku dalam bahasa Jepang.

    Sebab jika karya kita sampai diterima oleh penerbit di Jepang, maka nama kita akan semakin dikenal di luar negeri.

    Tentu ini sebuah prospek menggiurkan bagi Mahasiswa jurusan Sastra Jepang. Namun, tentu saja tidak mudah menulis dengan bahasa Jepang, dibutuhkan skil yang harus terus diasah.

    3. Pengajar

    Di Indonesia, pelajaran Bahasa Jepang sudah mulai diterapkan pada sekolah-sekolah internasional.

    Jika kita ahli dalam bahasa dan sastra Jepang, maka kita bisa menjadi salah satu tenaga pendidik. Bahkan, tidak sedikit les privat yang membuka kursus pendidikan Bahasa Jepang.

    Jadi, pandai bersastra Jepang adalah modal yang bisa kita gunakan untuk bahan mengajar di sekolah-sekolah maupun Universitas.

    4. Pemandu Wisata

    Jumlah wisatawan Jepang yang datang ke Indonesia setiap hari terus meningkat. Itu adalah sebuah keuntungan bagi pemerintah, maupun bagi kita yang pandai berbahasa Jepang.

    Ketika ada tamu datang dari Jepang, kita bisa menawarkan jasa sebagai pemandu wisata. Dengan kemampuan bahasa yang kita miliki, tentu saja tamu itu akan senang dengan arahan kita.

    5. Public Relation

    Seorang public relation dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik.

    Selain itu, juga harus menguasai beberapa bahasa asing, termasuk Bahasa Jepang karena selalu bertemu dengan orang-orang baru yang biasanya berasal dari banyak negara.

    Tentu saja kesempatan ini bisa kita ambil ketika kita jago berbahasa Jepang.

    Apalagi kita memiliki kemampuan komunikasi yang baik, maka kesuksesan bukan hanya sekedar mimpi belaka.

  • Daftar Tiruan Bunyi Terlengkap (Onomatope)

    Daftar Tiruan Bunyi Terlengkap (Onomatope)

    Daftar Tiruan Bunyi (Onomatope)

    Onomatope (dari Bahasa Yunani ονοματοποιία) adalah kata atau sekelompok kata yang menirukan bunyi-bunyi dari sumber yang digambarkannya.

    Konsep ini berupa sintesis dari kata Yunani όνομα (onoma = nama) dan ποιέω (poieō, = “saya buat” atau “saya lakukan”) sehingga artinya adalah “pembuatan nama” atau “menamai sebagaimana bunyinya”.

    Bunyi-bunyi ini mecakup antara lain suara hewan, suara-suara lain, tetapi juga suara-suara manusia yang bukan merupakan kata, seperti suara orang tertawa.

    Beberapa contoh onomatope:

    Suara hewan: menggonggong, mendesis, mengeong dsb.
    Suara lain: tercebur
    Suara manusia: ha-ha-ha

    Suara makhluk hidup

    Kucing mengeong
    Burung mencericip/berkicau
    Babi menguik
    Bebek meleter
    Anjing menggonggong/mendengking
    Serigala melolong
    Sapi melenguh
    Katak menguak
    Ular mendesis
    Kambing mengembik
    Merpati berdekut
    Ayam jantan berkokok
    Ayam betina berkotek
    Anak ayam menciap
    Macan mengaum
    Tikus mencicit
    Kuda meringkik
    Tidur mendengkur
    Berjalan terhuyung-huyung.

    Suara benda mati

    Meriam berdentam
    Angin berkesiur/mendesau
    Papan/kayu berderak
    Bel/lonceng berdentang
    Sendok berdenting
    Air bergemericik
    Pintu berderit
    Gigi gelemetuk (kedinginan)
    Telepon berdering
    Peluru berdesing
    Daun bergemeresik
    Jantung berdegup
    Uang logam bergemerincing
    Petir menggelegar
    Kuda berderap.
    Darah berdesir/menggelenyar.
    Selendang berkibar.

    Berdasarkan aktivitas

    Minum: gluk, gluk, gluk
    Menginjak kayu/ranting: krak, krak, krak
    Jatuh ke dalam air: Byur, jebur, plung (jika yang jatuh adalah benda)
    Menggunting: kres, kres, kres
    Meninju: Buk, dhuak
    Menyobek kertas: srek, srek
    Meledak: bum!
    Jatuh dengan keras: gedebuk! Gedebum!
    Barang pecah: Prang!
    Kaleng tertendang: Klontang!
    Menembak: Dor!
    Menyeruput: Srup, srup.
    Mengayun tongkat: Syuut, syuut.
    Menumpuk barang: Bruk, bruk.
    Batuk: Uhuk, uhuk.
    Bersin: Hatsyi! Hatsyi!
    Kunci diputar: Klik.
    Menusuk dengan pisau: Jleb.
    Perut keroncongan: Kruk, kruk.
    Kain dirobek: Breet, breeet.
    Menggigit makanan renyah: Kriuuk.
    Jam dinding kuno: Tik tok.
    Pohon bambu tertiup angin: Keriang keriut
    Ketukan di pintu: Tok tok tok.
    Sepatu hak tinggi di lantai: Tuk tuk tuk.
    Air menetes: Tes tes tes.

    Dari KBBI

    bang n tiruan bunyi spt bunyi – barang jatuh, meletup, dsb
    bap n tiruan bunyi barang jatuh di tanah lembut dsb; debap
    celebuk n tiruan bunyi spt batu dsb yg jatuh ke air
    celepik n tiruan bunyi spt barang kecil (cecak, kertas, dsb) jatuh di lantai
    celepuk n tiruan bunyi spt celepik tetapi lebih nyaring
    celung n tiruan bunyi spt bunyi angklung dsb
    ceter /cetér/ n tiruan bunyi cemeti (cambuk dsb) yg dicambukkan
    cit n tiruan bunyi spt bunyi tikus atau anak burung
    ciut n tiruan bunyi spt bunyi pohon ditempuh angin, pintu terbuka, dsb;
    berciut-ciut (menciut-ciut) v berbunyi “ciut, ciut”
    debak n bunyi spt bunyi orang meninju; debuk;
    debak-debuk v berulang-ulang berbunyi ”bak-buk” (spt bunyi barang-barang berat berjatuhan, orang meninju berulang-ulang, dsb)
    debam n tiruan bunyi spt bunyi benda berat jatuh ke lantai
    debap n tiruan bunyi spt bunyi barang jatuh dsb
    debar n, berdebar (berdebar-debar) v
    bergerak-gerak atau berdenyut-denyut keras atau lebih kencang
    decup n tiruan bunyi spt bunyi ikan menangkap kelekatu;
    berdecup(-decup) v berbunyi spt bunyi ikan menangkap kelekatu
    decur n tiruan bunyi spt bunyi air memancar (memancur dsb);
    medecur v 1 berbunyi spt bunyi air memancar; 2 memancar; memancur; bercucuran
    decut n tiruan bunyi spt bunyi bayi menyusu;
    berdecut(-decut) v berbunyi seperti bunyi bayi menyusu
    gar n tiruan bunyi spt bunyi guruh dsb; degar
    gelebuk n tiruan bunyi spt, barang jatuh
    gerdam n tiruan bunyi spt bunyi barang yg berat dan besar yg jatuh
    gerentang n tiruan bunyi berdentam-dentam (berdentang-dentang)
    koak (koak-koak) n tiruan bunyi spt bunyi burung gagak;
    letang n tiruan bunyi spt bunyi besi dipalu
    letik n tiruan bunyi spt bunyi gelas retak kena air panas;
    meletik v berbunyi
    mung n tiruan bunyi canang
    ning n tiruan bunyi sbg bunyi lonceng kecil
    nung n tiruan bunyi spt bunyi kenung

  • Puisi Rakyat: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis dan Contohnya

    Puisi Rakyat: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis dan Contohnya

    Pengertian Puisi Rakyat

    Pengertian puisi rakyat adalah salah satu jenis sastra lama yang terikat oleh aturan atau syarat penulisan, seperti jumlah bait, baris, dan irama.

    Biasanya puisi rakyat disimbolkan sebagai gambaran atau ungkapan tradisional yang bercerita tentang kehidupan sehari-hari.

    Lebih dari itu, puisi rakyat juga berisi pesan-pesan moral dan warisan para leluhur nenek moyang Indonesia yang lebih condong untuk selalu mengingat Tuhan (puji-pujian).

    Oleh karenanya, puisi rakyat masih terus dilestarikan sampai saat ini.

    Ciri – Ciri Puisi Rakyat

    Adapun ciri-ciri puisi rakyat adalah sebagai berikut:

    • Penutur atau pengarangnya tidak diketahui secara pasti.
    • Menyebar melalui mulut ke mulut.
    • Berupa sastra lisan.
    • Terikat aturan, seperti jumlah baris, bait, dan irama.
    • Berisi pesan dan nilai moral.
    • Kebanyakan untuk mengingat Tuhan.

    Elemen Puisi Rakyat

    • Puisi rakyat lebih kaku karena terikat aturan seperti jumlah kata dalam tiap baris, serta pengulangan kata yang biasanya diletakkan pada akhir sajak.
    • Puisi rakyat mengandung makna yang kuat melalui rangkaian kata.
    • Terdiri dari beberapa deret kalimat.

    Jenis – Jenis Puisi Rakyat

    Berikut adalah beberapa jenis puisi rakyat, diantaranya:

    1. Gurindam

    Pengertian gurindam adalah karya sastra lama berbentuk puisi yang terdiri dari dua baris kalimat yang memiliki rima atau sajak yang sama.

    Contohnya: Jika belajar besungguh-sungguh, Keberhasilan akan kau rengkuh.

    2. Syair

    Kata “Syair” berasal dari bahasa Arab Syu’ur yang berarti “Perasaan”.

    Kata Syu’ur berkembang menjadi kata Syi’ru yang berarti “Puisi” dalam pengertian umum. Syair dalam kesusastraan Melayu merujuk pada pengertian puisi secara umum.

    3. Pantun

    Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti “penuntun”.

    4. Mantra

    Mantra termasuk dalam puisi lama yang dalam masyarakat Melayu tidak dianggap sebagai karya sastra, tetapi lebih terkait dengan kebiasaan dan kepercayaan.

    5. Karmina

    Karmina dikenal dengan nama pantun kilat atau pantun dua seuntai adalah pantun yang terdiri dari dua baris.

    Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua adalah isi dengan pola sajak lurus.

    Karmina biasanya digunakan untuk menyampaikan sindiran ataupun ungkapan secara langsung.

    6. Seloka

    Seloka merupakan bentuk puisi Melayu Klasik, berisikan pepatah maupun perumpamaan yang mengandung senda gurau, sindiran bahkan ejekan.

    Biasanya ditulis empat baris memakai bentuk pantun atau syair, kadang-kadang dapat juga ditemui seloka yang ditulis lebih dari empat baris.

    7. Talibun

    Talibun adalah sejenis puisi lama seperti pantun karena mempunyai sampiran dan isi, tetapi lebih dari 4 baris.

    Berirama abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde, dstnya. Ciri-ciri Talibun adalah seperti berikut:- Ia merupakan sejenis puisi bebas Terdapat beberapa baris dalam rangkap untuk menjelaskan pemerian.

    Contoh Puisi Rakyat

    Berikut adalah beberapa contoh puisi rakyat, diantaranya:

    Jentayu Yang Luka

    Tiba-tiba dia bangkit
    Dengan kelembutan yang tetap sopan
    Berdiri di barisan paling hadapan
    Sebagai pahlawan keadilan

    Lama dulu wajahnya tersembunyi
    Di belakang pemimpin berani sang suami
    Mengintip dengan mata kecilnya
    Segala tingkah dan senyuman pura-pura
    Si pengampu yang bermuka dua
    Si penyembah yang berjiwa hamba
    Si pengemis segenggam laba

    Dia adalah jentayu yang luka
    Terbang mengepak menyonsong gumpalan awan
    Mencakar menjeritkan kebebasan dan keadilan
    Mencabar dunia yang semakin kejam.

    Contoh Puisi Rakyat Berupa Syair

    1.) Jauhi semua perbuatan jahat
    Jauhi pula pebuatan maksiat
    Mari kita segera bertaubat
    Supaya kita selamat dunia akhirat

    2.) Jangan risau dengan cobaan
    Jangan bersedih karena kesulitan
    Berdoa saja pada Tuhan
    Insya Allah Dia kan kabulkan

    3.) Jangan lalaikan perintah-Nya
    Kerjakan yang disuruh-Nya
    Bertaubatlah kepada-Nya
    Dia pasti menerimanya

    Contoh Puisi Rakyat Berupa Gurindam

    Hakikat Seorang Guru

    Siapa hendak menjadi guru
    Maka rajinlah menuntut ilmu

    Ketika sudah menjadi guru
    Jangan merasa paling berilmu

    Karena di atas langit yang biru
    Masih ada langit yang lebih biru

    Ajarlah murid dengan ilmumu
    Serta teladan tingkah lakumu

    Jikalau itu sudah kau laku
    Resmilah engkau menjadi guru

  • Sinopsis Novel Belenggu Karya Armijn Pane

    Sinopsis Novel Belenggu Karya Armijn Pane

    Sinopsis Novel Belenggu

    Novel Belenggu karya Armijn Pane menceritakan seorang dokter bernama Sukartono yang menikah dengan seorang gadis cantik dan cerdas bernama Sumartini.

    Awalnya, mereka tidak saling mencintai, namun karena memiliki kepentingan masing-masing, akhirnya keduanya sepakat untuk menikah.

    Sukartono (Tono) merasa bahwa Sumartini adalah orang yang cocok mendampinginya dengan melihat kecantikan serta kecerdasan yang dimiliki oleh Sumartini. Sedangkan Sumartini menikahi Sukartono dengan alasan ia ingin melupakan masa lalunya.

    Namun apa dikata, rumah tangga mereka tidak harmonis. Hampir setiap hari mereka bertengkar. Bahkan saling tak menyapa, alias diam tak berbicara, walau tinggal serumah.

    Sukartono adalah seorang dokter yang sangat profesional. Ia bekerja dengan disiplin tanpa kenal lelah. Bahkan, sifatnya yang dermawan juga sering membebaskan biaya untuk pasien yang tidak mampu.

    Namun, pengabdian Sukartono pada pekerjaanya telah membuatnya menomorduakan keluarga. Sumartini merasa diabaikan dan beranggapan bahwa suaminya lebih mencintai pekerjaan daripada dirinya.

    Jangankan untuk bermanja-manja, untuk komunikasi saja seakan tidak pernah ada waktu. Hari-hari mereka sering dilalui dengan pertengkaran. Sumartini merasa tidak dianggap oleh Sukartono.

    Hingga pada akhirnya, suatu hari Sukartono menerima telpon bahwa ada seorang pasien yang sedang sakit keras. Ia diminta menemui pasienya di suatu hotel. Dengan sigapnya, Sukartono pun memenuhi panggilan tersebut.

    Sesampainya di hotel, Sukartono terkejut bahwa pasienya adalah Siti Hayati, alias Rohaya yang merupakan teman sekolah dan sahabat masa kecilnya.

    Sembari memeriksa, Rohaya bercerita kepada Sukartono bahwa ia dipaksa nikah oleh orang tuanya dengan pria yang tidak dicintainya. Akhirnya Rohaya memutuskan untuk menjadi seorang janda dan pindah ke Jakarta.

    Dalam perasaan, sebenarnya Rohaya secara diam-diam telah mengagumi dan jatuh hati pada Sukartono. Itulah yang membuatnya mencari keberadaan Sukartono.

    Setelah bertemu, Rohaya kemudian memuai aksinya untuk rmerayu Sukartono. Semula Sukartono tidak terpengaruh dengan rayuan Rohaya. Tetapi karena terus diberi pujian, akhirnya ia mulai simpati kepada Rohaya.

    Sukartono merasa bahwa Rohaya bisa memberikan ketenangan hati yang selama ini tidak didapatkan dari Sumartini.

    Selang beberapa waktu. Sumartini mengetahui bahwa Sukartono ada hubungan lebih dengan Rohaya. Akhirnya Sumartini murka, kemudian pergi ke hotel tempat Rohaya menginap untuk melabraknya.

    Namun, setibanya di hotel, Sumartini tak jadi marah karena perasaannya luluh oleh kelembutan hati dan keramahan Rohaya.

    Setelah pulang dari hotel tempat Rohayah menginap, Sumartini berintrospeksi diri. Ia merasa terlalu kasar pada suaminya dan tidak bisa memberikan rasa kasih sayang seperti yang diinginkan suaminya. Hingga akhirnya ia memantapkan hati untuk berpisah dengan Sukartono.

    Mendengar keputusan itu, Sukartono langsung menolak. Namun, Sumartini tetap kukuh dengan keputusannya hingga akhirnya Sukartono tak kuasa untuk mencegahnya. Mereka pun bercerai

    Sukartono gundah, ditambah lagi ketika mengetahui bahwa Rohaya telah pergi dan meninggalkan sebuah surat yang menyatakan perasaanya pada Sukartono.

    Hingga akhirnya, Sukartono memilih untuk mengabdikan diri pada sebuah panti asuhan. Di tempat tersebut ia merasa tenang karena bisa membantu orang lain.

  • Sajak: Pengertian, Macam dan Contohnya

    Sajak: Pengertian, Macam dan Contohnya

    Pengertian Sajak

    Sebelum kita membahas macam-macam sajak, alangkah baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu apa arti sajak.

    Jadi, sajak adalah sebuah karya sastra yang penciptaannya tidak terikat dengan aturan-aturan tertentu.

    Ada juga yang mengatakan definisi sajak adalah salah satu bentuk karya sastra yang penyajiannya dilakukan dalam baris-baris teratur dan terikat.

    Bisa juga dikatakan sebagai persamaan bunyi. Persamaan yang terdapat pada kalimat atau perkataan, di awal, di tengah, dan di akhir perkataan.

    Sedangkan menurut ahli, pengertian sajak adalah puisi baru yang populer, lahir sebagai pilihan kepada puisi tradisional (Hashim Awing).

    Di Indonesia sendiri ada berbagai jenis sajak, salah satunya adalah sajak Sunda.

    Menurut Kbbi, sajak adalah:

    • gubahan sastra yang berbentuk puisi
    • bentuk karya sastra yang penyajiannya dilakukan dalam baris-baris yang teratur dan terikat
    • gubahan karya sastra yang sangat mementingkan keselarasan bunyi bahasa, baik kesepadanan bunyi, kekontrasan, maupun kesamaan
    • patut; kena; cocok:ia berpakaian indah lagi —
    • lagak lagu:manis sikap dan –nya

    Macam macam Sajak

    Setelah mengetahui arti dan definisi sajak, mari kita masuk ke poin utama dalam artikel ini, yakni membahas tentang macam-macam sajak. Apa saja macam-macam sajak? Berikut diantaranya:

    1. Sajak Awal

    Sajak awal adalah persamaan bunyi yang terdapat pada awal kalimat.

    Contoh sajak awal:

    Kalau tidak karena bulan
    Tidaklah bintang meninggi hari
    Kalau tidak karena tuan
    Tidaklah saya sampai kemari

    2. Sajak Tengah

    Sajak tengah adalah persamaan bunyi yang terdapat pada tengah kalimat.

    Contoh sajak tengah:

    Guruh petus penuba limbat
    Ikan lumba berenang-renang
    Tujuh ratus jadikan ubat
    Badan berjumpa maka senang

    3. Sajak Akhir

    Sajak akhir adalah persamaan bunyi yang terdapat pada akhir kalimat. Sajak ini terdapat di puisi lama dan puisi baru.

    Contoh sajak akhir:

    Berdiri aku di tepi pantai
    Memandang lepas ke tengah laut
    Ombak pulang peceh berderai
    Keribaan pasar rindu berpaut

    4. Asonansi

    Asonansi adalah persamaan bunyi huruf hidup (vokal) yang terdapat dalam perkataan atau kalimat.

    Contoh asonansi:

    Kini kami bertikai pangkai
    Diantara dua mana mutiara
    Jauhari ahli lalai menilai
    Lengahlangsung melewat abad

    5. Sajak Sempurna

    Sajak sempurna adalah persamaan bunyi pada suku kata terakhir secara penuh.

    Contoh sajak sempurna:

    Gabak hari awan pun mendung
    Pandan terkulai menderita
    Sejak mati ayah kandung
    Makan berrhurai air mata

    6. Sajak Tak Sempurna

    Sajak tak sempurna adalah persamaan bunyi yang penulisannya berbeda. Jadi hanya bunyinya saja yang sama.

    Contoh sajak tak sempurna

    Uncang buruk tak tertali
    Kian kemari bergantung-gantung
    Bujang buruk tak berbini
    Kian kemari meraung-raung

    Nah, itulah pengertian sajak, macam-macam sajak, dan contohnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Apa Saja Ciri Ciri Puisi Lama dan Puisi Baru?

    Apa Saja Ciri Ciri Puisi Lama dan Puisi Baru?

    Pengertian Puisi

    Sebelum membahas tentang ciri-ciri puisi, alangkah baiknya jika kita membahas pengertian puisi terlebih dahulu.

    Jadi, puisi adalah sebuah karya sastra yang dihasilkan dari buah pikir, ide, dan pengalaman pribadi yang dikemas dengan menggunakan kata-kata indah.

    Puisi pun dibedakan menjadi dua, yaitu puisi lama dan puisi baru. Kedua jenis puisi tersebut memiliki perbedaan mendasar, yaitu aturan.

    Puisi lama selalu mengikuti aturan yang terikat. Sedangkan puisi baru atau puisi modern sifatnya bebas, alias tidak terikat aturan-aturan tertentu dalam penulisannya.

    Ciri Ciri Puisi

    Setelah mengetahui definisi puisi singkat di atas, berikut ini adalah ciri-ciri puisi secara umum.

    1. Ciri Ciri Puisi Secara Umum

    • Ditulis dalam bentuk bait yang berisi beberapa baris
    • Tidak berbentuk paragraf layaknya naskah drama
    • Menggunakan diksi yang indah
    • Menggunakan majas secara dominan
    • Memiliki makna tersirat
    • Tidak menjelaskan alur, seting, dan tokoh
    • Padat dan langsung pada inti

    2. Ciri Ciri Puisi Lama

    • Kebanyakan puisi lama sifatnya anonim (tidak diketahui pengarangnya)
    • Terikat aturan, meliputi irama, ritme, notasi, diksi
    • Gaya bahasa yang digunakan statis
    • Lebih sering disampaikan secara lisan
    • Lebih banyak bernuansa perjuangan

    3. Ciri Ciri Puisi Baru

    • Nama pengarang diketahui
    • Tidak terikat aturan
    • Gaya bahasa yang digunakan dinamis
    • Lebih sering disampaikan pada tulisan
    • Lebih banyak bernuansa percintaan
  • Sejarah Singkat Lahirnya Pantun di Nusantara

    Lahirnya pantun cukup erat hubungannya dengan kebiasaan masyarakat lama yang suka mengemukakan maksud tidak secara berterus terang, melainkan dengan berpikir atau secara teka-teki.

    Bahkan pada jaman itu, banyak orang yang mengetahui dan pandai memahami bahasa berkias dianggap sebagai orang yang berilmu atau orang pandai (Hendy, 1990:48).

    Pantun sendiri tergolong sebagai puisi lama, beberapa keistemewaan pantun dibandingkan dengan bentuk puisi yang lain yaitu pantun relatif lebih mudah ditangkap maknanya.

    Dengan demikian pantun merupakan salah satu alat yang paling efektif untuk mengungkapkan perasaan.

    Menurut sejarah, pantun sudah dimiliki oleh nenek moyang bangsa Indonesia sebelum pengaruh kebudayaan Hindu dan Arab masuk ke Indonesia.

    Pantun adalah warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang paling unik (Suseno, 2008:9). Pantun yang merupakan bagian dari bentuk puisi lama, hampir merata dikenal di seluruh penjuru tanah air (Nusantara), walaupun diucapkan dalam bahasa daerah.

    Dalam versi lain, ada juga yang menyebut pantun adalah sebagai salah satu bentuk sajak yang diawali oleh syair-syair tasawuf Abul Jamal, yaitu seorang penyair dan sufi Melayu yang hidup pada abad 17 m di Barus. Ia merupakan murid dari Syekh Syamsudin Pasai.

    Syair yang ditulis oleh Abdul Jamal itu disebut dengan bandun, bantun dan lantun. Dalam syair tersebut, pantun diartikan sebagai puisi yang dilantunkan secara spontan untuk menghibur, menyindir dan berseloroh.

    Di beberapa daerah Nusantara seperti Sasak di Lombok dan Madura di Jawa Timur, pantun mempunyai arti nyanyian.

    Sebagian masyarakat Madura menyebut orang yang menyanyikan sajak dengan apantun (berpantun). Perkataan dan kebiasaan menyanyikan pantun telah dikenal mulai abad 18 M, yaitu pada saat lembaga-lembaga Islam mulai tumbuh.

    Sedangkan menurut ahli yang berasal dari Belanda abad ke 19, yaitu De Hollander dalam bukunya yang berjudul Handleideing bij de beofening der Maleische taal en letterkunde (1893) mengatakan bahwa pantun merupakan sebuah lirik yang dinyanyikan.

    Dia menyebutkan bahwa sebagian besar pantun berisi tema percintaan yang dibacakan atau dinyanyikan secara spontan.

    Pendapat tersebut dikemukakan setelah ia membaca dua hikayat Melayu, yaitu Hikayat Bikrama Datya Jaya dan Hikayat Bujangga Mahaputra.

    Dalam Hikayat Bikrama Datya Jaya banyak ditemukan kata-kata percintaan seperti ”Segala dayang-dayang pun bersyair dan berpantun dan berseloka”. Hollander mempunyai pendapat bahwa syair berasal dari Arab, seloka berasal dari India dan pantun adalah nyanyian asli Melayu.

    Namun, perkembangan pantun semakin hari semakin melebar. Tidak lagi digunakan sebagai bahan hiburan atau percintaan saja, tapi pantun juga mulai berkembang untuk hal lainnya.

    Misal penggunaan pantun untuk menyindir, mengkritik, pantun agama, pantun politik, pantun budaya, pantun motivasi, dan masih banyak lagi.

    Nah, itulah sejarah singkat lahirnya pantun. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Pengertian Prosa, Jenis dan Contohnya

    Pengertian Prosa, Jenis dan Contohnya

    Pengertian Prosa

    Kata prosa berasal dari bahasa latin yang artinya “terus terang”. Sehingga setiap jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta, ide, dan peristiwa.

    Oleh karenanya, prosa juga dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.

    Secara umum, prosa adalah karya sastra dalam bentuk bahasa yang terurai dan tidak terikat oleh rima, ritma, jumlah baris, atau aturan-aturan lainnya.

    Prosa juga bisa juga diartikan sebagai jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar.

    Serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya atau bisa juga diartikan sebagai hasil karya sastra lisan dan tulisan yang panjang, baik yang berbentuk cerita ataupun bukan cerita.

    Unsur Intrinsik Prosa

    Adapun unsur intrinsik prosa adalah sebagai berikut.

    1. Tema, adalah inti dari cerita atau prosa.
    2. Amanat atau pesan, yaitu nasehat yang hendak disampaikan kepada pembaca.
    3. Plot atau alur, adalah rangkaian peristiwa yang membentuk cerita.
    4. Karakteristik atau penokohan, adalah cara-cara pengarang menggambarkan watak pelaku.
    5. Sudut pandang, adalah cara pengarang menempatkan diri.
    6. Sudut pandang orang pertama, adalah pengarang sebagai pelaku.
    7. Sudut pandang orang ketiga, adalah pengarang tidak menjadi pelaku.
    8. Latar atau seting, adalah gambaran atau keterangan mengenai tempat, waktu, situasi atau suasana berlangsungnya peristiwa.
    9. Gaya bahasa, adalah corak pemakaian bahasa.

    Jenis Jenis Prosa

    Prosa dibagi menjadi dua, yaitu prosa lama dan prosa baru. Adapun penjelasannya sebagai berikut.

    A. Prosa Lama

    Prosa lama adalah prosa nusantara yang belum terpengaruhi budaya luar sehingga ide cerita atau cara penyampaian ceritanya masih khas Nusantara. Selain ditulis, prosa lama juga sering dilafalkan secara verbal.

    Contoh Prosa Lama

    Bentuk-bentuk prosa lama adalah sebagai berikut.

    1. Hikayat

    Hikayat adalah prosa lama yang sifatnya fiktif dengan mengisahkan tentang kehidupan para dewa, dewi, bidadari, pangeran, puteri, atau raja-raja yang mempunyai kekuatan gaib.

    Hikayat identik dengan karya sastra yang menceritakan tentang kesaktian yang dimiliki seseorang, walaupun sebenarnya hal tersebut hanyalah imajinasi belaka.

    Hikayat banyak mengambil tokoh-tokoh dalam sejarah.

    Contoh hikayat: Hikayat Hang Tuah, Kabayan, si Pitung, Hikayat si Miskin, Hikayat Indra Bangsawan, Hikayat Panji Semirang, Hikayat Raja Budiman.

    2. Sejarah

    Sejarah (tambo) adalah salah satu bentuk prosa lama yang isi ceritanya diambil dari suatu peristiwa sejarah berdasarkan fakta. Biasanya berisikan silsilah para raja.

    Contohnya : Sejarah Melayu karya datuk Bendahara Paduka Raja alias Tun Sri Lanang yang ditulis tahun 1612.

    3. Kisah

    Kisah adalah cerita tentang cerita perjalanan, pelayaran, perjuangan, dan pengembaraan orang jaman dulu yang suka keliling dari suatu tempat ke tempat lain dengan maksud dan tujuan tertentu.

    Contoh : Kisah Perjalanan Abdullah ke Negeri Kelantan, Kisah Abdullah ke Jedah.

    4. Dongeng

    Dongeng adalah suatu cerita yang bersifat khayal atau imajinasi. Dongeng memiliki banyak ragam, diantaranya:

    • Fabel

    Fabel adalah cerita lama yang menceritakan tentang kehidupan binatang sebagai lambang pengajaran moral sehingga cerita fabel biasa disebut sebagai cerita binatang.

    Contoh : Kancil dengan Buaya, Kancil dengan Harimau, dan masih banyak lagi.

    • Mite (mitos)

    Mitos adalah cerita yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap sesuatu benda atau hal yang dipercayai mempunyai kekuatan gaib.

    Contoh : Nyai Roro Kidul, Harimau Jadi-Jadian, Kelambai, dan lain-lain.

    • Legenda

    Legenda adalah cerita lama yang mengisahkan tentang riwayat terjadinya sebuah tempat atau wilayah.

    Contoh : Legenda Banyuwangi, Tangkuban Perahu, Legenda Alas Purwo, dan lain-lain.

    • Sage

    Sage adalah cerita lama berhubungan dengan sejarah yang menceritakan keberanian, kepahlawanan, dan kesaktian seseorang.

    Contoh : Calon Arang, Ciung Wanara, Airlangga, dan lain-lain.

    • Parabel

    Parabel adalah cerita rekaan yang menggambarkan sikap moral atau keagamaan dengan menggunakan ibarat atau perbandingan.

    Contoh : Kisah Para Nabi, Hikayat Bayan Budiman, Bhagawagita, dan lain-lain.

    • Dongeng jenaka

    Dongeng jenaka adalah cerita tentang tingkah laku orang bodoh, malas atau cerdik dan masing-masing dikemas secara jenaka atau lucu. Sehingga dongeng jenaka sifatnya adalah untuk hiburan.

    5. Cerita Berbingkai

    Cerita berbingkai adalah cerita di dalam cerita. Masudnya adalah sebuah cerita yang didalamnya terdapat cerita lagi yang dituturkan oleh pelaku-pelakunya. Contoh : Seribu Satu Malam.

    B. Prosa Baru

    Prosa baru adalah jenis karangan prosa yang muncul setelah mendapat pengaruh sastra dan budaya Barat. Adapun bentuk-bentuk prosa baru adalah sebagai berikut.

    1. Roman

    Roman adalah bentuk prosa baru yang mengisahkan tokoh secara lengkap, mulai dari masa kanak-kanak, dewasa, danampai meninggal dunia.

    Roman juga mengungkap adat atau aspek kehidupan suatu masyarakat secara mendetail dan menyeluruh.

    Roman juga dibedakan menjadi beberapa jenis, diantaranya:

    • Roman Percintaan (Liebesroman)
    • Roman Petualangan (Abendteuerroman)
    • Roman Pendidikan (Bildsdungsroman)
    • Roman Kriminal (Krimi-und roman)
    • Roman Hiburan (Unterhaltungsroman)
    • Roman Psikologi (Psychologischerroman)
    • Roman Anak dan remaja ( Kinder-un Jugendroman)

    2. Novel

    Novel adalah bentuk prosa baru yang menceritakan kehidupan tokoh. Novel hampir sama seperti roman, tapi novel tidak selengkap roman.

    Keduanya sama-sama karya fiksi yang dikemas dalam bentuk tulisan dengan ide dan alur cerita yang imajinatif, artinya sesuai dengan kreativitas penulis. Contoh novel: Laskar Pelangi.

    3. Cerpen

    Cerpen adalah bentuk prosa baru yang menceritakan sebuah peristiwa secara singkat dan ringkas. Hampir mirip seperti novel, hanya saja cerpen dibuat lebih ringkas tanpa perlu ratusan halaman.

    Contoh cerpen: Bola Lampu oleh Asrul Sani.

    4. Riwayat

    Riwayat (biografi) adalah sebuah karangan prosa yang berisi tentang perjalanan dan pengalaman hidup pengarang sendiri (otobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang lain sejak kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia.

    Contoh: Soeharto Anak Desa, Prof. Dr. B.I Habibie, Ki Hajar Dewantara.

    5. Kritik

    Kritik adalah karya prosa yang menguraikan pertimbangan baik-buruk suatu hasil karya dengan memberi alasan-alasan dan kriteria tertentu yang sifatnya objektif.

    Maksud dan tujuan dari kritik adalah agar karya bisa menjadi lebih baik.

    6. Resensi

    Resensi adalah pembicaraan atau ulasan suatu karya (buku, film, drama) yang isinya bersifat memaparkan poin-poin penting dari karya tersebut agar pembaca mengetahui aspek-aspeknya, seperti tema, alur, perwatakan, dialog, konflik, dan sebagainya.

    7. Esai

    Essay atau Esai adalah tulisan yang mengandung opini, gagasan, pandangan, atau ekspresi seseorang mengenai sebuah hal yang sedang terjadi di masyarakat.

    Seringkali esai juga digunakan sebagai sebuah jajak pendapat dalam menilai peristiwa secara gamblang.

     

  • Kumpulan Puisi Taufik Ismail yang Melegenda

    Kumpulan Puisi Taufik Ismail yang Melegenda

    Taufik Ismail adalah salah satu sastrawan senior di Indonesia. Ia telah menciptakan begitu banyak karya sastra yang indah dan menyentuh hati.

    Untuk membaca biografi lengkap Taufik Ismail, silakan baca di sini: Biografi Taufik Ismail.

    Berikut adalah beberapa kumpulan puisi karya Taufik Ismail.

    SEBUAH JAKET BERLUMURAN DARAH

    Sebuah jaket berlumur darah
    Kami semua telah menatapmu
    Telah pergi duka yang agung
    Dalam kepedihan bertahun-tahun.

    Sebuah sungai membatasi kita
    Di bawah terik matahari Jakarta
    Antara kebebasan dan penindasan
    Berlapis senjata dan sangkur baja
    Akan mundurkah kita sekarang
    Seraya mengucapkan ’Selamat tinggal perjuangan’
    Berikara setia kepada tirani
    Dan mengenakan baju kebesaran sang pelayan?.

    Spanduk kumal itu, ya spanduk itu
    Kami semua telah menatapmu
    Dan di atas bangunan-bangunan
    Menunduk bendera setengah tiang.

    Pesan itu telah sampai kemana-mana
    Melalui kendaraan yang melintas
    Abang-abang beca, kuli-kuli pelabuhan
    Teriakan-teriakan di atas bis kota, pawai-pawai perkasa
    Prosesi jenazah ke pemakaman
    Mereka berkata
    Semuanya berkata
    Lanjutkan Perjuangan.

    Nasehat-Nasehat Kecil Orang Tua Pada Anaknya Berangkat Dewasa

    Jika adalah yang harus kaulakukan
    Ialah menyampaikan kebenaran
    Jika adalah yang tidak bisa dijual-belikan
    Ialah ang bernama keyakinan
    Jika adalah yang harus kau tumbangkan
    Ialah segala pohon-pohon kezaliman
    Jika adalah orang yang harus kauagungkan
    Ialah hanya Rasul Tuhan
    Jika adalah kesempatan memilih mati
    Ialah syahid di jalan Ilahi.

    KARANGAN BUNGA

    Tiga anak kecil
    Dalam langkah malu-malu
    Datang ke salemba
    Sore itu.

    Ini dari kami bertiga
    Pita hitam pada karangan bunga
    Sebab kami ikut berduka
    Bagi kakak yang ditembak mati
    Siang tadi.

    Salemba

    Alma Mater, janganlah bersedih
    Bila arakan ini bergerak pelahan
    Menuju pemakaman
    Siang ini.

    Anakmu yang berani
    Telah tersungkur ke bumi
    Ketika melawan tirani.

    GUGUR DALAM PENCEGATAN TAHUN EMPATPULUH-DELAPAN

    Demikian cerita kakek penjaga
    Tentang pengunjung lelaki setengah baya
    Berkemeja dril lusuh, dari luar kota
    Matanya memandang jauh, tubuh amat kurusnya
    Datang ke musium perjuangan
    Pada suatu sore yang sepi
    Ketika hujan rinai tetes-tetes di jendela
    Dan angin mengibarkan tirai serta pucuk-pucuk cemara
    Lelaki itu menulis kesannya di buku-tamu
    Buku tahun-keenam, halaman seratus-delapan
    Dan sebelum dia pergi
    Menyalami dulu kakek Aki
    Dengan tangannya yang dingin aneh
    Setelah ke tugu nama-nama dia menoleh
    Lalu keluarlah dia, agak terseret berjalan
    Ke tengah gerimis di pekarangan
    Tetapi sebelum ke pagar halaman
    Lelaki itu tiba-tiba menghilang

    DOA

    Tuhan kami
    Telah nista kami dalam dosa bersama
    Bertahun-tahun membangun kultus ini
    Dalam pikiran yang ganda
    Dan menutupi hati nurani

    Ampunilah kami
    Ampunilah
    Amin

    Tuhan kami
    Telah terlalu mudah kami
    Menggunakan AsmaMu
    Bertahun di negeri ini
    Semoga Kau rela menerima kembali
    Kami dalam barisanMu

    Ampunilah kami
    Ampunilah
    Amin

    12 MEI, 1998

    Mengenang elang Mulya, Hery Hertanto,
    Hendriawan Lesmana dan Hafidhin Royan

    Empat syuhada berangkat pada suatu malam
    gerimis air mata tertahan di hari keesokan
    telinga kami lekapkan ke tanah kuburan
    dan simaklah itu sedu-sedan

    Mereka anak muda pengembara tiada sendiri,
    mengukir reformasi karena jemu deformasi
    dengarkan saban hari langkah sahabat-sahabatmu beribu menderu-deru,

    Kartu mahasiswa telah disimpan dan tas kuliah turun dari bahu
    Mestinya kalian jadi insinyur dan ekonom abad dua puluh satu

    Tapi malaikat telah mencatat
    indeks prestasi kalian tertinggi di Trisakti
    bahkan di seluruh negeri, karena kalian berani
    mengukir alfabet pertama dari gelombang ini dengan darah arteri sendiri,

    Merah putih yang setengah tiang ini
    merunduk di bawah garang matahari
    tak mampu mengibarkan diri karena angin lama bersembunyi,

    Tapi peluru logam telah kami patahkan dalam doa bersama
    dan kalian pahlawan bersih dari dendam
    karena jalan masih jauh dan kita perlukan peta dari tuhan.

    SYAIR ORANG LAPAR

    Lapar menyerang desaku
    Kentang dipanggang kemarau
    Surat orang kampungku
    Kuguratkan kertas
    Risau
    Lapar lautan pidato
    Ranah dipanggang kemarau
    Ketika berduyun mengemis
    Kesinikan hatimu
    Kuiris
    Lapar di Gunungkidul
    Mayat dipanggang kemarau
    Berjajar masuk kubur
    Kauulang jua
    Kalau.

    MEMANG SELALU DEMIKIAN, HADI

    Setiap perjuangan selalu melahirkan
    Sejumlah pengkhianat dan para penjilat
    Jangan kau gusar, Hadi.

    Setiap perjuangan selalu menghadapkan kita
    Pada kaum yang bimbang menghadapi gelombang
    Jangan kau kecewa, Hadi.

    Setiap perjuangan yang akan menang
    Selalu mendatangkan pahlawan jadi-jadian
    Dan para jagoan kesiangan.

    Memang demikianlah halnya, Hadi.

  • Antologi Puisi: Pengertian, Ciri Ciri dan Contohnya

    Antologi Puisi: Pengertian, Ciri Ciri dan Contohnya

    Pengertian Antologi Puisi

    Antologi puisi adalah kumpulan beberapa karya sastra berupa puisi yang dibukukan dari seorang penulis ataupun beberapa penulis sekaligus.

    Jadi, dalam satu antologi puisi, akan diisi oleh berbagai macam karya yang diciptakan oleh satu orang, ataupun lebih dari satu pengarang atau penulis.

    Misalnya seorang Chairil Anwar yang telah menulis banyak puisi.

    Maka jika diantologikan, hanya ada beberapa karyanya yang akan dimasukkan ke dalam sebuah karya antologi.

    Artinya karya-karya pilihan saja yang akan dimuat dalam antologi puisi.

    Begitu juga antologi campuran. Di mana dalam satu buku, akan ada beberapa karya puisi dari banyak penulis.

    Contohnya, di dalam satu buku berisi puisi dari Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono, Asrul Sani, dan sebagainya.

    Menurut KBBI, antologi adalah:/an·to·lo·gi/ n kumpulan karya tulis pilihan dari seorang atau beberapa orang pengarang

    Sedangkan secara harfiah, antologi berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti “karangan bunga” atau”kumpulan bunga”,  adalah sebuah kumpulan dari karya-karya sastra.

    Ciri Ciri Antologi Puisi

    Adapun ciri-ciri antologi puisi adalah sebagai berikut.

    • Terdiri dari banyak puisi.
    • Ditulis oleh satu satu lebih dari satu pengarang.
    • Karya-karya pilihan.
    • Memiliki tema terpadu.

    Contoh Antologi Puisi

    Ada begitu banyak contoh antologi puisi, diantaranya:

    • Balada Secangkir Kopi
    • Kumpulan Puisi Kahlil Gibran
    • Kumpulan Puisi Chairil Anwar
    • Kumpulan Puisi Sapardi Djoko

    Intinya, antologi puisi adalah kumpulan puisi-puisi pilihan yang dikemas dalam satu buku. Bagaimana, sudah jelas, kan?

    Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/ ya!