Tag: sastra

  • 5 Aplikasi Baca Novel Gratis Terbaik

    Novel adalah sebuah karya sastra berbentuk prosa yang disusun dalam bentuk cerita bebas dan lengkap.

    Novel sendiri tergolong dalam karya fiksi sebab cerita yang diangkat bukanlah cerita sebenarnya, melainkan hanya karangan bebas atau imajinasi penulis belaka.

    Walau ada juga beberapa novel yang diangkat dari cerita nyata, tapi jika sudah berupa novel, maka cerita tersebut sudah diimprovisasi sehingga menjadi sebuah karya fiksi yang disadur dari kisah nyata.

    Sampai saat ini novel masih menjadi sebuah bacaan yang cukup laris bagi kebanyakan orang, baik kalangan muda maupun tua.

    Hal tersebut dibuktikan dengan eksistensinya dunia sastra pada era digital ini.

    Walau sudah memasuki dunia teknologi, tapi penikmat sastra masih banyak dan bahkan bertambah.

    Begitu tinggi antusias untuk membaca novel sehingga membuat beberapa penerbit masih tetap eksis dalam menerbitkan karya-karya penulis Indonesia.

    Bahkan, saat ini ada begitu banyak penulis novel baru yang bermunculan dan berkiprah di dunia sastra.

    Namun, mengingat kemajuan jaman sekarang yang sudah serba canggih, dunia sastra pun ikut larut di dalam teknologi.

    Untuk membaca novel, saat ini kita tidak perlu repot-repot lagi membeli buku atau membawa buku yang berat karena novel biasanya memiliki halaman yang tebal.

    Saat ini kita bisa membaca novel hanya dengan bermodalkan smartphone saja.

    Ya, membaca novel secara online adalah menjadi pilihan yang cukup praktis bagi kebanyakan orang saat ini.

    Selain praktis, baca novel online juga tergolong hemat tempat karena tidak membutuhkan rak buku.

    Jadi, kita bisa membaca novel online secara gratis kapan saja dan di mana saja dengan mengandalkan teknologi.

    Aplikasi Baca Novel Online

    Tenang saja, kali ini sastrawacana.id/ telah merangkum beberapa aplikasi baca novel online terbaik dan gratis. Adapun aplikasi tersebut diantaranya:

    1. Wattpad

    Wattpad adalah aplikasi baca novel gratis yang bisa kita instal di smartphone.

    Aplikasi yang satu ini cukup menarik, sebab kita tidak hanya bisa membaca novel saja, tapi juga bisa menulis novel.

    Menariknya lagi karya yang kita tulis akan dibaca oleh banyak orang sehingga membuat kita berkesempatan menjadi seorang penulis novel terkenal.

    Ada banyak jenis atau genre novel di Wattpad, mulai dari romance, horror, komedi, dan animasi. Jadi, yuk instal Wattpad sekarang juga!

    2. Google Play Book

    Aplikasi baca novel online selanjutnya adalah Google Play Book yang bisa kita instal secara gratis melalui Play Store.

    Aplikasi yang satu ini adalah milik rajanya internet, yaitu Google.

    Dalam Google Play Book, kita bisa menemukan dan membaca banyak novel sesuai dengan selera.

    Tidak hanya novel Indonesia saja, kita juga bisa menikmati novel luar negeri dari berbagai bahasa.

    3. NovelPlus

    Aplikasi baca novel online berikutnya adalah NovelPlus. Aplikasi besutan anak bangsa ini memang diciptakan untuk pecinta novel.

    Jadi, di dalam aplikasi tersebut hanya menyediakan novel saja. Ada begitu banyak genre novel yang bisa kita pilih untuk dibaca.

    Aplikasi yang satu ini bisa membuat kita lebih mudah dalam membaca novel kapanpun dan di manapun.

    Tidak sampai di situ, kita juga bisa berkomentar untuk memberi tanggapan atau kritik sastra kepada penulis agar karya-karya selanjutnya lebih baik lagi.

    4. Cabaca

    Aplikasi baca novel gratis selanjutnya adalah Cabaca. Aplikasi lokal ini juga menyediakan banyak novel yang bisa kita baca secara gratis.

    Ada begitu banyak genre, mulai dari romance, komedi, fantasi, horror, teenlit, dan masih banyak lagi.

    Selain itu, Cabaca juga akan update secara berkala.

    Misalnya ketika ada novel baru terbit, maka aplikasi ini akan segera menyediakan novel baru tersebut kepada setiap pengguna.

    5. Webnovel

    Aplikasi baca novel online yang terakhir adalah Webnovel.

    Aplikasi ini merupakan aplikasi internasional yang menyediakan ribuan novel dari berbagai macam negara.

    Jadi, kita bisa menikmati hasil karya sastra selain Indonesia.

    Kelebihan dari aplikasi ini adalah bisa membuat kita menjadi penulis terkenal dengan cara menerbitkan novel secara mandiri atau indie.

    Jadi kita bisa mempublish novel yang kita tulis ke dalam aplikasi dan mematok harga sesuka hati.

    Selain itu, Webnovel juga sering mengadakan kontes penulisan dengan hadiah yang menarik.

    Nah, itulah beberapa aplikasi baca novel online yang bisa kita instal secara gratis di smartphone.

    Tetaplah menghidupkan dunia sastra dengan membaca dan menghargai hasil karya sastra dari penulis.

    Semoga artikel ini bermanfaat dan salam literasi!

    Author : Maulana Affandi

  • Pengertian Pantun Agama dan 50 Contohnya

    Pantun Agama

    Dalam artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai pengertian pantun berbalas lengkap dengan contohnya. Kali ini kita akan membahas mengenai pantun agama dalam Bahasa Indonesia.

    Sebelum masuk ke dalam pembahasan, penting untuk diketahui terlebih dahulu bahwa pantun memiliki berbagai jenis di dalamnya. Nah, pantun agama ini merupakan salah satu dari sekian banyak jenis pantun yang ada.

    Pengertian Pantun Agama

    Pantun agama adalah sebuah jenis karya sastra berupa puisi lama yang digunakan untuk menyampaikan pesan baik berupa moral serta nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam ajaran agama.

    Pada jaman dulu, pantun agama digunakan untuk menyebarkan agama dengan kata-kata. Penggunanya pun bukan sembarang orang, melainkan orang ahli syair yang mampu merajut kata menjadi dalam maknanya.

    Semakin maju perkembangan jaman, maka pantun agama juga semakin luas manfaatnya, tidak lagi dikhususkan untuk menyebarkan agama.

    Tapi lebih condong ke dalam tuturan atau nasihat serta mengajarkan setiap orang untuk menjalankan kehidupan sebaik-baiknya di muka bumi ini.

    Contoh Pantun Agama

    Nah, supaya lebih jelas, berikut adalah beberapa contoh pantun agama dalam Bahasa Indonesia:

    Ayah pergi membeli tembaga
    Dipakai untuk merekatkan parang
    Apabila ingin masuk surga
    Sering mengaji dan sembahyang

    Asam kandis asam gelugur
    Kedua ayam si riang-riang
    Menangis mayat di pintu kubur
    Teringat badan tidak sembahyang

    Anak ayam turunlah satu
    Mati satu tinggallah habis
    Tersiksa badan waktu itu
    Sebab mengikuti setan iblis

    Nangka muda digulai lemak
    Buah keranji masak tersangkut
    Harta dunia jangan di tamak
    Kalau mati tak akan mengikut

    Jangan senang memfitnah orang
    Orang benci Tuhan pun murka
    Jangan senang melalaikan sembahyang
    Jika mati masuk neraka

    Tante Mayang istrinya jaksa
    Membeli bubur dikasih laksa
    Tidak sembahnyang tidak puasa.
    Di dalam kubur pasti disiksa.

    Terang bulan terang Cahaya
    Cahaya memancar ke Tanjung Jati
    Jika kau ingin hidup bahagia
    Beramal ibadah sebelum mati

    Banyaklah masa antara masa
    Tidak seelok masa bersua
    Meninggalkan solat jadi biasa
    Tanpa takut api neraka

    Dua tiga empat lima
    Enam tujuh delapan sembilan
    Kita hidup tak akan lama
    Jangan lupa siapkan bekalan

    Banyak orang menggali perigi
    Ambil buluh kemudian diikat
    Ilmu dicari tak akan rugi
    Untuk bekal dunia akhirat

    Kera di hutan cekat melompat
    Si pemburu memasang jerat
    Hina sangat sifat mengumpat
    Dilaknat Allah dunia akhirat

    Daun tetap di atas dulang
    Anak udang mati dituba
    Dalam kitab ada terlarang
    Perbuatan haram jangan dicoba

    Redup bulan nampak akan hujan
    Pasang pelita sampai berjelaga
    Hidup mati di tangan Tuhan
    Tiada siapa dapat menduga

    Anak ayam turun sepuluh
    Mati satu tinggal sembilan
    Bangun pagi sembahyang subuh
    Agar dapat ampunan tuhan

    Sayang-sayang buah kepayang
    Buah kepayang hendak dimakan
    Manusia hanya boleh merancang
    Kuasa Allah yang menentukan

    Lembayung di antara semak
    Jatuh melayang ke dalam paya
    Walau ilmu setinggi tegak
    Tidak sembahyang apa gunanya

    Indah sekali pintu dipahat
    Bergambar daun dan dahan
    Kalau ingin hidup selamat
    Taat selalu perintah tuhan

    Anak ayam turunnya lima
    Mati satu tinggalah empat
    Turut mengikut alim ulama
    Supaya betul jalan selamat

    Terang bulan indah bercahaya
    Cahaya memancar ke Tanjung Jati
    Jika engkau hendak bahagia
    Beramal Ibadat sebelum mati

    Air cuka bercampur pasta,
    terkena mata jadi terluka.
    Jangan suka berkata dusta,
    Kalau tak ingin masuk neraka

    Ikan pari loncat ke selokan,
    Bisa-bisa mati kurang makan.
    Didik diri jadi dermawan,
    sedekah jariyah sebagai bekalan

    Kalau tuan pergi ke Tuban
    Jangan lupa mampir ke Daka
    Shalat itu perintah Tuhan
    Jika ingkar masuk neraka

    Bunga besar bunga raflesia,
    Bunga kecil bunga melati.
    Cepatlah taubat wahai manusia,
    Jangan menunggu sampai kau mati.

    Air dan api slalu berlawanan,
    Langit dan bumi adalah berjauhan.
    Kalau hati penuh kedengkian,
    Siaplah orang yang mau berteman.

    Hari minggu mancing di kali,
    di pinggiran melihat buaya.
    Hidup di dunia hanya sekali,
    maka jalani dengan sebaik-baiknya.

    Makan mendoan di kantin sekolah,
    Minum teh sisri bersama Falah.
    Maaf jika aku telah berbuat salah,
    Kasih tahu aku InsyaAllah bisa berubah.

    Ada gadis perawan,
    paling cantik di kampungnya.
    Hormatilah ibumu kawan,
    Ada surga di telapak kakinya.

    Naik delman ditarik kuda,
    Melewati desa dan rawa-rawa.
    Harta tak dibawa saat kau tiada,
    Amal Sholeh yang akan kau bawa.

    Nangka muda digulai lemak,
    Buah beri masak tersangkut.
    Harta dunia jangan ditamak,
    Bila mati takkan mengikut.

    Tiada bumi tanpa udara
    Bumi-lah tempat kita berada
    Tiada Tuhan selain Dia
    Nabi Muhammad itu Rasul-Nya.

    Percuma punya liontin emas
    Bila emasnya emas yang palsu
    Percuma punya otak yang cerdas
    Bila sembahyang saja tak mau.

    Hanyalah padi satu-satunya
    Yang bisa jadi sepiring nasi
    Hanyalah Dia satu-satunya
    Yang harus selalu kita imani.

    Janganlah tunggu daun yang lebat
    Untuk melihat sebuah dahan
    Janganlah tunggu ajal mendekat
    Untuk bertobat kepada Tuhan.

    Dari kecil menanam biji
    Saat besar jadi pohonan
    Sejak kecil rajin mengaji
    Makin teguhlah dalam beriman.

    Pisau tak akan tajam selalu
    Karena itu ia diasah
    Tuhan tak akan meninggalkanmu
    Disaat engkau kena masalah.

    Ingatlah surya di pagi hari
    Niscaya engkau ingat sinarnya
    Ingatlah Dia di dalam hati
    Niscaya hati tidak gulana

    Tak akan ada seekor ikan
    Jika tak ada sungai di situ
    Tak akan pernah ada cobaan
    Yang melampaui batas dayamu.

    Jangan menagih janji kepada
    Orang yang suka tipu menipu
    Jangan bersedih jangan gulana
    Karna derita pasti berlalu.

    Barang siapa mencuri kentang
    Nantinya ia mendapat dera
    Barang siapa zalimi orang
    Nantinya dapat balas dari-Nya.

    Bunga seroja di atas kolam
    Bunga melati di tengah taman
    Barang siapa mengaku Islam
    Maka taatlah kepada Tuhan.

    Jangan menanam di tengah ladang
    Bila tak tahu menanam apa
    Janganlah buka aibnya orang
    Bila aibmu enggan dibuka.

    Kedua tangan saling menjabat
    Jangan mengepal adu kelahi
    Sesama umat saling menghormat
    Jangan mengumpat atau memaki.

    padi tak akan jadi kelapa
    Yang tumbuh tinggi batang-batangnya
    Tuhan tak akan memberi coba
    Yang melampaui daya hamba-Nya.

    Jikalau sudah ada di Jawa
    Kabari aku o secepatnya
    Jikalau nanti sudah bahagia
    Janganlah lupa ingat pada-Nya.

    Janganlah suka makan kecebong
    Karena itu bukan camilan
    Janganlah suka berlaku sombong
    Karena itu dilarang Tuhan.

    Jikalau nanti berjumpa jalak
    Janganlah lupa diberi makan
    Jikalah nati beruang banyak
    Janganlah lupa disedekahkan

    Ibu ke pasar membeli lobak
    Adik membeli jajanan pasar
    Barang siapa berlaku tamak
    Maka dirinya termasuk ingkar.

    Siapa telah asah belati
    Berarti dia pemilik pisau
    Siapa jauh dari Illahi
    Hidupnya akan selalu kacau.

    Sebuah daun ujungnya basah
    Basah karena embun senoktah
    Awali hari dengan Basmallah
    Akhiri hari dengan Hamdallah.

    Nah, itulah pengertian dan contoh pantun agama dalam bahasa Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di Sastrawacana.

  • Pengertian Tekstologi Secara Umum dan Menurut Para Ahli

    Pengertian Tekstologi Secara Umum dan Menurut Para Ahli

    Dalam bidang keilmuan sastra, khususnya Sastra Indonesia, ada satu disiplin ilmu yang bernama tekstologi. Ilmu ini juga sering dijadikan mata kuliah inti dalam akademik sastra.

    Nah, agar lebih jelas, mari kita bahas apa yang dimaksud dengan tekstologi secara umum dan menurut para ahli berikut ini.

    Pengertian Tekstologi Secara Umum

    Dari segi bahasa, tekstologi bisa diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang teks.

    Lalu, jika dikaji lebih luas lagi, tekstologi tidak hanya mempelajari tentang teks saja, tapi juga seluk beluk tentang bahasa meliputi sejarah teks dalam sebuah karya sastra.

    Pengertian Tekstologi Menurut Para Ahli

    Dalam teori lain, Prof. Oman pernah mengemukakan jika tekstologi itu hampir sama dengan filologi. Kedua ilmu tersebut mempelajari bagaimana sejarah serta proses terjadinya teks sehingga muncul dalam bentuk tulisan.

    Kendati terkesan sama, namun hakikatnya kedua ilmu tersebut memiliki. Hal ini dapat dilihat dari cakupan ilmu masing-masing.

    Dimana, tekstologi lebih mempelajari proses terjadinya teks serta silsilah penurunannya dalam sebuah karya yang berupa tulisan.

    Salah satu tokoh literasi yang bernama De Haan (dalam Baried, 1994:58) mengemukakan bahwa teks bisa terjadi akibat beberapa kemungkinan, diantaranya:

    1. Aslinya teks itu hanya ada dalam ingatan pengarang atau pembawa cerita, atau tukang cerita. Setiap terjadi penurunan teks maka akan terjadi variasi teks.

    2. Aslinya berupa teks tertulis yang masih memungknkan berubahan, atau karena memerlukan kebebasan seni.

    3. Aslinya merupakan teks yang tidak mengizinkan kebebasan dalam pembawaanya.

    Sedangkan menurut Lichacev dalam Undang. A Darsa:2015 mengemukakan bahwa tekstologi adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk-beluk teks, meliputi penjelmaan dan penurunan teks dalam sebuah naskah, penafsiran, serta pemahamannya.

    Kesimpulan

    Jadi, bila disimpulkan, arti dari tekstologi adalah ilmu yang mempelajari tentang teks secara mendalam pada karya sastra, meliputi sejarah terjadinya teks, proses terjadinya teks, serta bagaimana pelafalan itu menjadi sebuah teks yang bisa tersusun rapi menjadi naskah atau bacaan.

  • Pengertian Pantun Berbalas dan Contohnya

    Pengertian Pantun Berbalas

    Pantun adalah sebuah jenis karya sastra berupa puisi lama yang terikat dengan aturan. Sejak awal kemunculannya, pantun terus berkembang sehingga kini sudah sangat banyak jenisnya. Salah satu jenis pantun yang cukup populer adalah pantun berbalas.

    Pantun berbalas adalah sebuah bentuk atau wujud karya sastra lama yang digunakan untuk berinteraksi dengan cara saling sahut-menyahut.

    adi, secara sederhana bisa disebutkan jika pantun berbalas adalah media komunikasi, di mana pantun yang dilontarkan akan dijawab oleh orang yang mendengar, dan begitu seterusnya sampai menuju sebuah kesepakatan.

    Biasanya, pantun berbalas dikolaborasikan dengan tradisi serta adat-istiadat suatu tempat. Misalnya di Betawi, ada tradisi pantun berbalas yang sering digunakan untuk proses lamaran.

    Begitu pula di tempat lainnya, ada tradisi pantun berbalas yang digunakan untuk maksud dan tujuan tertentu.

    Berikut adalah contoh pantun berbalas:

    Orang ke-1
    Ikan goreng enak dimakan
    Minumnya ngambil dari kulkas
    Nikmat nian kamu sedang makan
    Sedang saya berkutat tugas

    Orang ke-2:
    Jika lapar jangan dipaksa
    Pergi keluar mencari makan
    Saya kekantin karena terpaksa
    Perut lapar tak tertahankan

    Orang ke-1:
    Pohon rindang pohon mengkudu
    Pohonnya tumbuh di pinggit sungai
    Kalau kamu mau membantuku
    Kan kuberi hadiah nanti

    Orang ke-2:
    Hujan lebat ada petir
    Suaranya keras sampai kehulu
    Sudahlah teman jangan khawatir
    Kau temanku pasti kubantu

    Orang ke-1
    Ada kakek yang sudah tua
    Sedang berdiri di depan kali
    Pemuda janganlah memakai narkoba
    Karena bisa merugikan diri sendiri

    Orang ke-2
    Ada anak sedang membaca
    Sambil memakan pulut ketan
    Saya tak akan memakai narkoba
    Karena itu perbuatan setan

    Orang ke-1
    Pergi kepasar membeli sandal
    Jangan lupa membawa duku
    Kalau memang kepingin kenal
    Katakan saja tak usah malu

    Orang ke-2
    Jalan-jalan kepasar baru
    Jangan lupa membeli pepaya
    Kalau abang boleh tahu
    Nama adik, siapa

  • Pengertian Kritik Sastra Beserta Ciri-Ciri dan Contohnya

    Pengertian Kritik Sastra Beserta Ciri-Ciri dan Contohnya

    Pengertian Kritik Sastra

    Kritik Sastra adalah sebuah analisa terhadap karya sastra untuk mengamati atau menilai lebih jauh karya sastra tersebut, mulai dari baik buruknya serta unsur yang terdapa di dalamnya secara obyektif.

    Kritik sastra juga bisa disebut sebagai sebuah bidang studi sastra yang fungsinya untuk menghakimi karya sastra, serta memberi penilaian tentang bermutu atau tidaknya suatu karya sastra tersebut dihadapan kritikus.

    Pengertian Kritik Sastra Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian kritik sastra menurut para ahli.

    1. H.B Jassin

    kritik sastra adalah pertimbangan baik dan buruknya suatu hasil kesusastraan. Pertimbangan yang diungkapkan H.B. Jassin ini maksudnya adalah suatu kritik sastra harus disertai alasan dan berisi mengenai isi dan berbagai bentuk di dalam karya sastra.

    2. Widyamartaya dan Sudiati

    Pengertian kritik sastra adalah proses pengamatan yang teliti, perbandingan yang tepat akan sebuah karya sastra, dan pertimbangan yang adil terhadap baik dan buruknya kualitas, nilai, dan kebenaran suatu karya sastra.

    3. Abrams

    Pengertian kritik sastra merupakan cabang ilmu yang berurusan dengan suatu perumusan, klasifikasi, dan penerangan, serta juga adanya penilaian karya sastra.

    4. Rene Welk dan Austin Warren

    Rene Wellek dan Austin Warren berpendapat bahwa pengertian kritik sastra merupakan penelitian atau studi terhadap karya sastra atau ilmu sastra yang mencakup tiga bidang. Tiga bidang tersebut antara lain teori sastra, kritik sastra, dan sejarah sastra yang terjadi di dalam karya sastra tersebut. Ketiga bidang tersebut memiliki hubungan yang erat dan saling terkait.

    5. Hough

    Hough berpendapat bahwa pengertian kritik sastra tersebut tidak hanya terbatas pada penyuntingan, penetapan teks, interpretasi, dan juga pertimbangan mengenai nilai dari sebuah karya sastra.

    Ciri-ciri Kritik Sastra

    Berikut ini adalah ciri-ciri kritik sastra, antara lain:

    • Kritik sastra bersifat objektif.
    • Bertujuan untuk memperbaiki karya yang dikritik.
    • Menjadi bahan acuan untuk meningkatkan kualitas penciptaan karya sastra.
    • Memberi solusi atas kekurangan dari sebuah karya sastra.
    • Memaparkan nilai-nilai yang perlu dibangun dalam sebuah karya sastra.

    Contok Kritik Satra

    Berikut adalah contoh kritik sastra:

    Hatiku Selembar Daun
    Sapardi Djoko Damono

    Hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput
    Nanti dulu, biarkan aku sejenak berbaring di sini
    Ada yang masih ingin ku pandang
    Yang selama ini senantiasa luput
    Sesaat adalah abadi
    Sebelum kau sapu taman setiap pagi

    Sapardi Djoko Damono ada seorang sastrawan nasional, yang cukup terkenal. Karya-karyanya telah banyak dipulikasikan aaupun diterbitkan.

    Salah satunya adalah puisi Hatiku Selembar Daun. Para pembaca puisi pun ikut menginterpretasikan puisi ini menurut pemahamannya masing-masing.

    Penikmat puisi memaknai puisi Hatiku Selembar Daun karya Sapardi Djoko Damono ini tentang seseorang yang sedang mencari jati dirinya yang telah hilang.

    Ada pula yang menyebutkan  sang penyair memaknai seorang yang telah menemukan akhir hidupnya. Karena penyair terbaring mengenang segala masa lalunya yang ia sesali sebelum nyawanya terenggut.

    Pembaca lainnya pun memberikan makna puisi ini tentang seseorang yang merindukan kematian, puisi ini menggambarkan bahwa merindukan kematian begitu indah.

    Adapun pembaca lain juga memaknai puisi ini dengan kalimat berbeda namun hampir serupa intinya yaitu pengarang menggambarkan bahwa ia hanyalah selembar daun yang dengan mudahnya lepas dari rantingnya walaupun hanya terkena angin.

    Dan akhirnya sadar bahwa ia tidak ada apa-apanya di dunia ini. Dia berharap agar diberi waktu untuk memikirkan apa yang dulu sering dia tinggalkan, walaupun sebentar cukup untuk memikirkan semuanya.

    Meskipun dia tidak menggambarkan penyesalan sebelum yang maha kuasa yang digambarkan dengan pembersih taman yang melakukan aktifitasnya membersihkan daun-daun yang berserakan.

    Pembaca lain juga menyebutkan makna puisi ini tentang sesulit-sulitnya sesuatu itu, pasti ada sesuatu yang mudah kita lakukan.

    Selain itu ada pula yang menyebutkan puisi ini tentang menunjukkan seseorang yang rapuh dan lemah dan berharap belas kasihan dari orang lain.

    Seorang pembaca lain juga mengatakan pusi ini tentang seseorang yang menanti kematiannya. Ia menanti kematiannya dengan berbuat banyak hal yang belum sempat ia lakukan sebelumnya.

    Pembaca puisi ini pun mengatakan bahwa puisi ini bercerita atau bermakna tentang mengingatkan kepada kita akan kecilnya kita di mata Tuhan, dan untuk itu gunakanlah waktu sebaik mungkin di dunia ini, bersyukur atas rahmat dari Tuhan dan selalu beribadah dan berbuat baik.

    Makna puisi ini yaitu tentang sesorang yang mencoba meratapi nasib dan sikapnya selama ia hidup. Karena ia telah di ujung tanduk atau di detik-detik akhir hidupnya.

    Ia menyadari bahwa kehidupannya akan abadi walau hanya sesaat karena, semua yang ia lakukan tak akan terulang. Ia mencoba menyesali apa yang telah ia lakukan selama ia hidup.

    Ia mencoba merubah semua sikap buruknya namun waktunya hampir habis, sehingga ia mencoba melakukan yang terbaik sebelum kematiannya tiba walau hanya sebentar.

  • Hikayat: Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri, Unsur dan Jenisnya

    Hikayat: Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri, Unsur dan Jenisnya

    Pengertian Hikayat

    Hikayat adalah karya sastra lama berbentuk prosa naratif yang mengisahkan kehidupan tokoh-tokoh terkenal, biasanya kaum bangsawan, raja, pahlawan, atau orang sakti dengan berbagai kehebatan dan mukjizatnya.

    Hikayat berkembang terutama dalam kesusastraan Melayu klasik, yang banyak tumbuh di lingkungan kerajaan-kerajaan Nusantara.

    Secara etimologis, kata hikayat berasal dari bahasa Arab “ḥakā” yang berarti bercerita atau menceritakan.

    Dalam tradisi Arab, istilah ini digunakan untuk menyebut cerita-cerita yang berisi nasihat moral, kisah kepahlawanan, dan keajaiban tokoh-tokoh tertentu, baik yang nyata maupun imajinatif.

    Istilah ini kemudian diadopsi ke dalam tradisi sastra Melayu klasik, terutama setelah masuknya pengaruh Islam ke wilayah Nusantara sekitar abad ke-13.

    Sejak saat itu, karya-karya berbahasa Melayu mulai banyak mengadaptasi bentuk naratif Arab dan Persia, serta memadukannya dengan unsur lokal dan India.

    Fungsi Hikayat

    Hikayat bukan sekadar cerita lama untuk hiburan, tetapi juga memiliki fungsi sosial, moral, dan budaya yang penting bagi masyarakat pendukungnya. Secara umum, fungsi hikayat dapat dijabarkan sebagai berikut:

    1. Sebagai Hiburan

    Hikayat berfungsi memberikan kesenangan dan hiburan bagi pembacanya.

    Kisah-kisah yang penuh petualangan, keajaiban, dan romantika kerajaan membuat pembaca terbawa ke dunia imajinatif yang menarik.

    Misalnya, Hikayat Indera Bangsawan menampilkan petualangan pahlawan dengan berbagai rintangan magis dan keajaiban.

    2. Sarana Pendidikan dan Moral

    Hikayat mengandung banyak pesan moral (didaktis) yang bisa menjadi teladan bagi pembacanya.
    Melalui tokoh utama, hikayat mengajarkan nilai-nilai seperti:

    • Kesetiaan dan keberanian (Hikayat Hang Tuah),
    • Ketaatan kepada orang tua,
    • Keteguhan dalam berjuang, serta
    • Kejujuran dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.

    Dengan demikian, hikayat menjadi alat pendidikan karakter pada masa lampau.

    4. Media Dakwah atau Penyebaran Nilai Agama

    Pada masa penyebaran Islam di Nusantara, banyak hikayat digunakan untuk menyebarkan ajaran Islam melalui bentuk cerita.

    Tokoh-tokoh seperti Amir Hamzah dan Bachtiar digambarkan sebagai pahlawan Islam yang menegakkan kebenaran dan menolak kezaliman.

    Fungsi ini menjadikan hikayat sebagai alat dakwah yang halus dan menarik, karena nilai-nilai agama disampaikan lewat kisah inspiratif.

    5. Sarana Pewarisan Budaya dan Sejarah

    Hikayat menyimpan banyak unsur budaya, adat, dan kepercayaan masyarakat masa lalu.
    Melalui bahasa, simbol, dan latar cerita, pembaca dapat memahami:

    • Sistem sosial kerajaan,
    • Pandangan hidup masyarakat Melayu, dan
    • Tradisi yang berkembang di masa itu.

    Oleh karena itu, hikayat berfungsi sebagai dokumen budaya yang mencerminkan identitas bangsa pada zamannya.

    Ciri-Ciri Hikayat

    Hikayat memiliki sejumlah ciri khas yang membedakannya dari karya sastra lain seperti dongeng, legenda, atau roman.

    Ciri-ciri ini terlihat pada gaya bahasa, tema, tokoh, dan penyajiannya. Berikut penjelasannya:

    1. Anonim (Pengarang Tidak Diketahui)

    Sebagian besar hikayat tidak mencantumkan nama pengarangnya. Hal ini karena hikayat pada awalnya berasal dari tradisi lisan, diwariskan turun-temurun oleh masyarakat tanpa diketahui siapa penciptanya.

    2. Statis

    Ceritanya tidak mengalami perubahan yang berarti meskipun diceritakan berulang kali dari generasi ke generasi. Isi dan alur umumnya tetap sama karena dianggap bagian dari warisan budaya yang harus dijaga keasliannya.

    3. Komunal (Milik Bersama)

    Hikayat dianggap sebagai milik masyarakat, bukan karya pribadi. Setiap orang boleh menceritakan kembali, menambah, atau menyesuaikan dengan nilai-nilai daerahnya, selama tidak mengubah inti cerita.

    4. Bahasa Klise (Penuh Ungkapan Baku dan Berulang)

    Bahasa yang digunakan dalam hikayat sering mengandung ungkapan-ungkapan khas dan berulang, seperti pembukaan dan penutup cerita yang sama di banyak karya. Ungkapan klise ini memberi nuansa khas sastra lama.

    5. Tradisional

    Hikayat mencerminkan nilai-nilai dan kepercayaan tradisional masyarakat zaman dahulu, seperti kepercayaan terhadap kesaktian, takdir, dan keberkahan. Nilai-nilai ini menjadi cerminan pandangan hidup masyarakat masa lampau.

    6. Didaktis (Mengandung Ajaran atau Nasihat)

    Sebagian besar hikayat mengandung pesan moral yang dapat dijadikan teladan, seperti kesetiaan, kejujuran, dan keberanian. Fungsi ini menjadikan hikayat sebagai sarana pendidikan karakter dan nilai-nilai luhur.

    7. Magis (Mengandung Unsur Keajaiban dan Kesaktian)

    Ciri yang paling menonjol dalam hikayat adalah adanya unsur magis, mukjizat, atau hal-hal supranatural yang sulit diterima akal. Tokohnya sering digambarkan memiliki kekuatan luar biasa atau dibantu oleh makhluk gaib.

    8. Tokoh Utama Selalu Unggul

    Tokoh utama dalam hikayat hampir selalu digambarkan sebagai sosok sempurna: berani, gagah, saleh, bijaksana, dan tidak pernah benar-benar kalah. Hal ini memperkuat fungsi hikayat sebagai kisah teladan atau heroik.

    9. Latar Istana atau Kerajaan

    Sebagian besar hikayat berlatar kehidupan bangsawan, kerajaan, atau dunia istana, karena pada masa itu sastra lebih banyak berkembang di lingkungan istana dan kalangan elit.

    Unsur Hikayat

    Sama seperti karya prosa lainnya, hikayat memiliki berbagai unsur pembangun yang saling berkaitan dan membentuk keutuhan cerita.

    Unsur-unsur ini membantu pembaca memahami makna, alur, serta pesan moral yang ingin disampaikan pengarang. Berikut penjelasan masing-masing unsurnya:

    1. Tema

    Tema adalah ide utama atau gagasan pokok yang menjadi dasar keseluruhan cerita. Tema dalam hikayat umumnya berkaitan dengan kepahlawanan, keadilan, kesetiaan, kebijaksanaan, cinta kasih, atau ajaran moral dan keagamaan. Tema ini menjadi arah utama pengembangan alur dan penokohan.

    2. Latar (Setting)

    Latar mencakup tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita. Hikayat sering berlatar kerajaan atau lingkungan bangsawan, dengan nuansa kehidupan istana, peperangan, atau petualangan di negeri-negeri jauh. Latar waktu biasanya tidak disebutkan secara pasti, melainkan bersifat masa lampau yang legendaris, sedangkan suasananya sering menggambarkan kemegahan, keajaiban, dan unsur mistis.

    3. Alur (Plot)

    Alur adalah rangkaian peristiwa yang tersusun secara logis dan kronologis sehingga membentuk jalan cerita dari awal hingga akhir. Hikayat umumnya menggunakan alur maju (progresif) — dimulai dari perkenalan tokoh, timbulnya konflik, puncak masalah, dan diakhiri dengan penyelesaian bahagia. Namun, beberapa hikayat juga memiliki alur berbingkai atau cerita di dalam cerita.

    4. Amanat (Pesan Moral)

    Amanat adalah pesan, nilai, atau ajaran moral yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca melalui kisahnya. Pesan ini bisa tersurat (disampaikan secara langsung) atau tersirat (tersimpan dalam tindakan tokoh). Hikayat sarat dengan pesan moral tentang kebaikan, kesetiaan, keberanian, kesabaran, dan keadilan.

    5. Tokoh dan Penokohan

    Tokoh adalah pelaku dalam cerita, sedangkan penokohan adalah cara pengarang menggambarkan watak atau sifat tokoh tersebut. Dalam hikayat, tokoh utama sering digambarkan hebat, sakti, dan berjiwa luhur. Sementara tokoh antagonis digambarkan sebagai jahat, iri, atau tamak.

    6. Sudut Pandang

    Sudut pandang adalah posisi atau cara pengarang menempatkan diri dalam menceritakan kisah. Sebagian besar hikayat menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu, di mana pencerita mengetahui seluruh kejadian, pikiran, dan perasaan tokoh. Hal ini membuat cerita terasa berjarak dan objektif, sesuai dengan gaya sastra klasik.

    7. Gaya Bahasa

    Gaya bahasa dalam hikayat bersifat klasik, formal, dan penuh dengan ungkapan khas Melayu lama. Ciri khasnya adalah penggunaan kalimat panjang, pengulangan, serta kata-kata arkais seperti sebermula, maka, adapun, syahdan, dan sebagainya. Selain itu, hikayat juga menggunakan ungkapan metaforis, peribahasa, dan kiasan untuk memperindah narasi.

    Jenis Hikayat

    Hikayat memiliki berbagai jenis berdasarkan isi dan tokoh yang diceritakan. Setiap jenis memiliki ciri khas tersendiri dari segi tema, latar, dan pesan yang disampaikan. Berikut penjelasannya:

    1. Hikayat Panji

    Menceritakan kisah kehidupan tokoh kerajaan, terutama tentang cinta, peperangan, dan petualangan para bangsawan.

    2. Hikayat Rakyat

    Berisi kisah kehidupan rakyat biasa dengan unsur keajaiban, nasihat moral, dan nilai-nilai kebaikan.

    3. Hikayat Sejarah

    Mengisahkan tokoh atau peristiwa sejarah yang dipadukan dengan unsur legenda atau mitos untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap masa lalu.

    4. Hikayat Agama

    Berisi ajaran dan nilai keagamaan, menceritakan tokoh suci atau peristiwa yang mengandung pesan moral dan spiritual.

    5. Hikayat Kiasan atau Alegoris

    Disampaikan melalui simbol atau perumpamaan, berisi makna tersembunyi dan pesan kehidupan bagi pembaca.

    6. Hikayat Epos atau Kepahlawanan

    Menonjolkan semangat keberanian, kesetiaan, dan perjuangan tokoh utama dalam menghadapi berbagai rintangan.

  • 66 Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

    66 Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

    Pengertian Puisi

    Mungkin semura orang sudah sering melihat, mendengar, dan menikmati puisi. Tapi, tidak semua mengerti apa itu puisi.

    Mereka hanya bisa menikmati atau bahkan mencipta tanpa mengetahui makna dan maksud dari puisi itu sendiri.

    Lantas, apa itu puisi?

    Jadi, secara sederhana bisa disebutkan jika puisi adalah sebuah karya sastra yang terikat oleh aturan tertentu.

    Adapun aturannya seperti irama, ritma, pemilihan diksi, dan penyusunan bait. Ketika sebuah karya berhasil memenuhi aturan-aturan tersebut, maka karya itu layak dikatakan sebagai puisi.

    Walau demikian, puisi itu lahir bukan dari teori, tapi dari buah pikir dan ide seseorang.

    Dimana seseorang harus bisa mencurahkan isi hatinya, mencurahkan apa yang dirasa ke dalam goresan pena sehingga menjadi rajutan kata yang indah.

    Kesuksesan puisi sendiri tidak memiliki tolak ukur yang pasti. Hanya saja, karya sastra yang baik itu adalah karya yang maksud dan tujuannya sampai kepada pembaca.

    Dengan mengikuti pola itu, bisa dijelaskan jika puisi yang dirajut penulis haruslah dipahami oleh pembaca agar pembaca bisa merasakan apa yang sedang penulis rasakan.

    Puisi sendiri sudah mengalami perkembangan demi perkembangan, hingga memiliki banyak jenisnya.

    Kalau diringkas, puisi itu terbagi menjadi dua, yakni puisi lama dan puisi baru. Keduanya sama-sama karya sastra, hanya saja yang membedakannya adalah aturan.

    Puisi lama biasanya masih menggunakan aturan-aturan tertentu dalam penciptaannya. Sedangkan puisi baru adalah kebalikan dari puisi lama, di mana dalam penciptaannya tidak lagi terikat dengan aturan-aturan tersebut.

    Kesimpulan

    Secara umum, puisi bisa diartikan sebagai ekspresi dan perasaan penulis untuk mencurahkan isi hatinya dengan mengikuti aturan yang berlaku, seperti irama, ritma, lirik, diksi, serta penggunaan bait untuk menciptakan sebuah estetika berbahasa yang padu.

    Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian puisi menurut para ahli adalah sebagai berikut.

    1. Menurut Tjahjono

    Pengertian puisi secara umum merupakan pembentuk, pembangun atau pembuat, karena memang pada dasarnya dengan menciptakan sebuah puisi maka seorang penyair telah membangun, membuat atau membentuk sebuah dunia baru, secara lahir maupun batin.

    2. Menurut Lawrence Ferlinghetti

    Pengertian puisi menurut Lawrence Ferlinghetti diandaikan sebagai suara musim panas di tengah hujan orang tertawa di balik jendela menutup jalan sempit.

    3. Menurut Samuel Johnson

    Arti puisi merupakan seubah karya tulis seni penyatuan kesenangan dengan kebenaran melalui sentuhan imajinasi yang bernalar.

    4. Menurut Putu Arya Tirtawirya

    Putu Arya Tirtawirya mengungkapkan pendapat bahwa puisi merupakan suatu ungkapan secara implisit dan samar, dengan makna yang tersirat, dimana kata-katanya condong pada suatu makna konotatif.

    5. Menurut Jason Stone

    Puisi bertujuan untuk mengekspresikan perasaan dan ide-ide dengan cepat dan mengesankan, untuk berbagi perasaan dan ide dengan sahabat dan juga dengan mati dan dengan orang-orang untung datang setelah kami.

    6. Menurut Matthew Arnold

    Puisi menurut Matthew Arnold adalah satu-satunya cara yang paling indah, impresif, dan yang paling efektif untuk mendendangkan sesuatu.

    7. Menurut Robert Pinsky

    Pengertian puisi menurut Robert Pinsky adalah karya seni kuno, lebih tua dari komputer, lebih tua dari mesin cetak, lebih tua dari menulis dan jauh lebih tua dari prosa.

    8. Menurut Dylan Thomas

    Menurut Dylan Thomas, puisi adalah apa yang membuat seseorang bisa tertawa atau menangis serta apa yang membuat seseorang ingin melakukan ini atau itu atau tidak sama sekali.

    9. Menurut Aristoteles

    Pengertian puisi menurut Aristoteles adalah fragmen yang ada penyair yang menggambarkan tiga genre puisi adalah epik, komik, yang tragis dan mengembangkan aturan untuk membedakan puisi kualitas tertinggi setiap genre, berdasarkan tujuan yang mendasari genre.

    10. Menurut William Shakespeare

    Pengertian puisi menurut William Shakespeare adalah puisi lirik karena membingungkan berbagai bentuk, seperti perbuatan rumit dengan emosi sendiri dan pandangan penulis.

    11. Menurut Parrine

    Pengertian puisi menurut Parrine merupakan bentuk sastra yang paling padat dan terkonsentrasi. Kepadatan komposisi tersebut ditandai dengan pemakaian sedikit kata, namun mengungkap lebih banyak hal.

    12. Menurut Sumardi

    Pengertian puisi menurut Sumardi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipersingkat, dipadatkan bahasanya dan diberi irama sesuai bunyi yang padu dengan pemilihan kata kiasan yang bersifat imajinatif.

    13. Menurut Herman Waluyo

    Definisi puisi berdasarkan pendapat Herman Waluyo dapat diartikan sebagai karya sastra tertulis yang paling awal ditulis manusia dalam sejarah serta sebagai bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dalam sebuah struktur fisik dan batinnya.

    14. Menurut Najid

    Najid mendefinisikan puisi termasuk salah satu bentuk karya sastra. Puisi adalah jenis sastra imajinatif yang mengutamakan unsur fiksionalitas, nilai seni dan rekayasa bahasa.

    15. Menurut Daniel Ward

    Definisi puisi berdasarkan pendapat dari Daniel Ward diartikan sebagai kenikmatan dalam menonton teater dengan aksi panggung yang spektakuler.

    16. Menurut Shahnon Ahmad

    Pengertian puisi berdasarkan pendapat ahli Shahnon Ahmad merupakan unsur-unsur berupa emosi, imajinasi, pemikiran, ide, nada, irama, kesan panca indera, susunan kata, kata kiasan, kepadatan dan perasaan yang bercampur baur.

    17. Menurut Thomas Carlye

    Thomas Carlye mengemukakan pendapat bahwa pengertian puisi secara umum adalah ungkapan pikiran yang disampaikan secara musikalisasi.

    18. Menurut Pradopo

    Arti puisi menurut Pradopo merupakan sebuah rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, diubah dalam wujud yang paling berkesan.

    19. Menurut Herbert Spencer

    Pengertian puisi sesuai dengan pendapat Herbert Spencer yaitu bentuk pengucapan gagasan yang bersifat emosional dengan mempertimbangkan keindahan.

    20. Menurut Harold Bloom

    Menurut Harold Bloom, puisi pada dasarnya merupakan sebuah bahasa kiasan, terkonsentrasi sehingga menjadi bentuk ekspresif dan menggugah.

    21. Menurut Shelley

    Puisi adalah rekaman detik-detik yang paling indah dalam hidup seperti peristiwa-peristiwa yang sangat mengesankan dan menimbulkan keharuan yang kuat seperti kebahagiaan, kegembiraan yang memuncak, bahkan kesedihan karena kematian orang yang sangat dicintai.

    22. Menurut Paul Valery

    Definisi puisi menurut Paul Valery merupakan sebuah seni yang didasarkan pada bahasa, namun puisi memiliki makna yang lebih umum yang sulit untuk menentukannya. Puisi juga bertujuan mengungkapkan keadaan pikiran tertentu

    23. Menurut Ratih Mihardja

    Pengertian puisi dapat diartikan sebagai sebuah seni tertulis dimana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan atau selain arti semantiknya.

    24. Menurut Zulfahnur

    Puisi adalah ekspresi pengalaman batin dan jiwa seseorang tentang kehidupan manusia, alam dan Tuhan dengan media bahasa yang indah yang secara terpadu dan utuh dipadatkan kata-katanya, disusun dalam bentuk teks.

    25. Menurut James Reeves

    Menurut pendapat dari James Reeves, definisi puisi adalah ekspresi bahasa yang kaya dan penuh dengan daya pikat pemilihan kata.

    26. Menurut Watt-Dunton

    Puisi dapat diartikan sebagai suatu ekpresi yang kongkret dan yang sifatnya artistik dari sebuah pikiran manusia dalam bahasa emosional dan berirama.

    27. Menurut Edgar Allan Poe

    Pengertian puisi merupakan ciptaan tentang sesuatu keindahan dalam bentuk berirama dimana cita rasa adalah unsur yang diutamakan.

    28. Menurut Samuel Taylor Coleridge

    Pengertian puisi merupakan kata-kata yang terindah dalam susunan terindah. Penyair memilih kata-kata yang setepatnya dan disusun secara sebaik-baikna, misalnya seimbang, simetris, antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat hubungannya dan sebagainya.

    29. Menurut Samad Said

    Pengertian puisi merupakan suatu pernyataan dan pandangan hidup seorang penyair yang memandang sesuatu peristiwa alam dengan ketajaman perasaannya.

    30. Menurut Wallace Steven

    Pengertian puisi berdasarkan pendapat dari Wallace Steven merupakan sebuah kenikmatan dalam kata dengan sarana kata-kata.

    31. Menurut Dresden

    Pengertian puisi menurut Dresden adalah sebuah dunia dalam kata. Isi yang terkandung di dalam puisi merupakan cerminan pengalaman, pengetahuan dan perasaan penyair yang membentuk sebuah dunia bernama puisi.

    32. Menurut William Wordsworth

    Pengertian puisi menurut pendapat William Wordsworth adalah peluapan yang spontan dari perasaan-perasaan yang penuh daya, memperoleh asalnya dari emosi atau rasa yang dikumpulkan kembali dalam kedamaian.

    33. Menurut H.B. Jassin

    H.B. Jassin berpendapat bahwa arti puisi secara umum yaitu suatu pengucapan dengan sebuah perasaan yang di dalamnya mengandung suatu fikiran-fikiran dan sebuah tanggapan-tanggapan.

    34. Menurut Carol

    Carol berpendapat bahwa pengertian puisi menurutnya adalah pakaian perasaan atau karya sastra darimana kata-kata tampaknya dibuat khusus dari memori atau keinginan.

    35. Menurut Kamus Sastra Sudjiman

    Pengertian puisi adalah suatu ragam sastra yang bahasanya terikat oleh suatu irama, matra, rima, serta sesuatu dalam penyusunan larik dan bait.

    36. Menurut Ralph Waldo Emerson

    Menurut Ralph Waldo Emerson, arti puisi adalah sebuah pengajaran sebanyak mungkin dengan kata-kata yang lebih sedikit.

    37. Menurut Steve Borne

    Berdasarkan pendapat Steve Borne, arti kata puisi didefinisikan seperti seseorang yang sedang kerasukan, tetapi kata-kata indah dilontarkan.

    38. Menurut Hasanuddin

    Puisi adalah pernyataan perasaan yang imajinatif penyair yang masih abstrak dikonkretkan, untuk mengkonkretkan peristiwa-peristiwa yang telah ada di dalam pikiran dan perasaan penyair dan puisi merupakan sarananya.

    39. Menurut Tarigan

    Pengertian puisi menurut Tarigan adalah pengucapan dengan perasaasn, berbeda dengan prosa yang diungkapkan melalui pengucapan dengan pikiran.

    40. Menurut Edwin Arlington Robinson

    Pengertian puisi berdasarkan Edwin Arlington Robinson adalah suatu bahasa yang akan disampaikan sesuatu yang tidak hendak dinyatakan, tidak diperkirakan sama dan ada puisi yang benar atau sebaliknya.

    41. Menurut Semi

    Puisi dapat diumpamakan sebagai suatu pernyataan yang menyenangkan yang muncul dari suatu kemampuan, penyairnya melihat sesuatu secara antusias dengan jurus yang tepat. Penyair mempertimbangkan secara matang apa yang dilihatnya, kemudian mengungkapkan hasil penglihatannya tanpa terlalu berkecendrungan untuk mempermasalahkannya.

    42. Menurut Vicil C. Coulter

    Puisi merupakan teknologi, dengan menggunakan tubuh manusia sebagai media perantara, berevolusi untuk keperluan spesifik untuk menahan hal dalam memori, baik dalam maupun di luar rentang kehidupan individu, untuk mencapai intensitas dan daya tarik sensual.

    43. Menurut Adam Stelle

    Pengertian puisi menurut Adam Stelle adalah susunan not musik yang berasal dari jiwa dan berirama hingga membuat orang yang mendengarnya akan terlelap.

    44. Menurut Muhammad H. Salleh

    Puisi dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk karya sastra yang kental dengan musik bahasa serta suatu kebijaksanaan oleh si penyair dan tradisinya.

    45. Menurut Djososuroto

    Berdasarkan pendapat dari Djososuroto, pengertian puisi dapat diartikan sebagai hal yang berkaitan dengan mencari dan melukiskan yang diidamkan.

    46. Menurut Lescelles Abercrombie

    Puisi adalah ekspresi dari pengalaman imajinatif, yang hanya bernilai serta berlaku dalam pengucapan atau pernyataan yang bersifat kemasyarakatan yang diutarakan dengan bahasa yang mempergunakan setiap rencana yang matang serta bermanfaat.

    47. Menurut Antilan Purba

    Pengertian puisi menurut pendapat dari Antilan Purba mendefinisikan puisi sebagai salah satu karya sastra yang bersifat tradisional.

    48. Menurut Usman Awang

    Arti puisi berdasarkan pendapat Usman Awang yaitu bukanlah suatu nyanyian orang putus asa yang mencari suatu ketenangan dan kepuasan dalam puisi yang ditulisnya.

    49. Menurut Mulyana

    Sementara menurut Mulyana, puisi merupakan sintesis dari berbagai peristiwa yang tersaring semurni-murninya dan berbagai proses jiwa yang mencari hakikat pengalamannya, tersusun dengan sistem korespondensi dalam salah satu bentuk.

    50. Menurut Andrew Bradley

    Menurut Andrew Bradley, puisi terdiri daripada rangkaian pengalaman tentang bunyi, gambar, pemikiran dan emosi yang kita alami sewaktu kita membacanya dengan cara sepuitis mungkin.

    51. Menurut Matius Hollis

    Matius Hollis mengungkapkan bahwa puisi adalah bulletin masyarakat, layaknya musim semi meninggalkan catatan bagi orang lain untuk menemukan keinginan untuk memiliki mereka jatuh ke tangan yang salah.

    52. Menurut Kawirian

    Puisi menurut Kawirian diibaratkan seperti saat sedang memainkan sebuah alat dengan ekspresi yang luar biasa di atas panggung.

    53. Menurut John Keats

    Puisi menurut John Keats didefinisikan sebagai suatu usaha untuk membaca indah dari membayangkan suatu narasi proses pemikiran yang bersifat logis. Ia tidak menyiratkan sebuah puisi yang tidak masuk akal atau tidak memiliki narasi.

    54. Menurut Riffaterre

    Berdasarkan pendapat dari Riffaterre, puisi itu selalu berubah-ubah sesuai dengan evolusi selera dan perubahan konsepsi estetikanya.

    55. Menurut Anne Rouse

    Definisi puisi menurut Anne Rouse adalah intensitas di pusat kehidupan, dan tentang kerumitan berekspresi tanpa apresiasi dari mereka, orang yang dikutuk untuk emosi sederhana dan eskpresi mentah.

    56. Menurut Frieda Hughes

    Puisi merupakan cara berkomunkasi yang luas dari pikiran dan perasaan dengan berkonsentrasi mereka menjadi minimal, atau bahkan titik tunggal yang menggambarkan keseluruhan.

    57. Menurut Dick Hartono

    Pengertian puisi adalah karya sastra yang terdiri dari unsur-unsur penting yaitu unsur tematik atau unsur semantik puisi dan unsur sintaksis puisi. Unsur tematik puisi lebih menunjuk ke arah struktur batin puisi, sementara unsur sintaksis menunjuk ke arah struktur fisik puisi.

    58. Menurut Charles Baudelaire

    Pengertian puisi adalah karya sastra yang merupakan ekspresi konkret dan bersifat artistik yang berasal dari kehidupan manusia.

    59. Menurut Waluyo

    Menurut Waluyo, pengertian puisi merupakan sebuah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan sebuah kata-kata kias atau imajinatif.

    60. Menurut W.H. Auden

    Menurut pendapat dari W.H. Auden, arti dan definisi puisi secara umum adalah sebuah ekspresi yang bening dari perasaan yang berbaur.

    61. Menurut Rahmat Joko Pradopo

    Puisi merupakan bentuk ekspresi pemikiran yang membangkitkan perasaan, ia mampu membangkitkan imajinasi panca indera dalam suasana yang berirama.

    62. Menurut Schmitt dan Viala

    Schmitt dan Viala menuliskan bahwa masyarakat Yunani memahami puisi sebagai seni menciptakan bahasa yang berbeda dari pemakaian bahasa sehari-hari.

    63. Menurut Burhan Nurgiyantoro

    Arti puisi merupakan genre sastra yang sangat memperhatikan pemilihan aspek kebahasaan, efek keindahan dari puisi diperoleh dari pemilihan bahasa terutama aspek diksi yang menyangkut unsur bunyi, bentuk dan makna puisi itu sendiri.

    64. Menurut Umberto Eco

    Menurut Umberto Eco, karya puisi bukanlah masalah perasaan, namun merupakan masalah bahasa. Puisi adalah bahasa yang menciptakan perasaan.

    65. Menurut Aminuddin

    Menurut Aminuddin, arti puisi berasal dari kata bahasa Yunani yaitu pocima yang berarti membuat atau poeisis yang berarti pembuatan. Puisi diartikan sebagai proses membuat dan pembuatan karena lewat puisi, pada dasarnya seseorang telah menciptakan suatu dunia tersendiri, yang berisi pesan atau gambaran suasana tertentu, baik fisik maupun batin.

    66. Menurut Hudson

    Arti puisi menurut Hudson adalah salah satu cabang sastra yang menggunakan kata-kata sebagai media penyampaian untuk membuahkan ilusi dan imajinasi, seperti halnya lukisan yang menggunakan garis dan warna dalam menggambarkan gagasan pelukisnya.

  • 9 Pengertian Sosiolinguistik Menurut Para Ahli

    9 Pengertian Sosiolinguistik Menurut Para Ahli

    Pengertian Sosiolinguistik

    Sosiolinguistik adalah ilmu antardisiplin antara sosiologi dan linguistik, yaitu penggabungan dua bidang ilmu empiris yang mempunyai kaitan sangat erat dalam satu bidang kajian. Lantas, apa makna dari sosiologi dan linguistik itu sendiri?

    Secara sederhana, sosiologi bisa dijelaskan sebagai kajian yang objektif dan ilmiah mengenai manusia di dalam masyarakat, yang menyangkut induvidu, lembaga-lembaga, dan proses sosial yang ada di dalam masyarakat.

    Sosiologi berupaya mengetahui bagaimana proses masyarakat itu terjadi, berlangsung, dan tetap ada sampai saat ini.

    Sebab, dalam kehidupan sosial selalu ada permasalahan yang harus dicari tahu bagaiamana solusinya sehingga tidak terjadi konflik yang serius dalam kehidupan bermasyarakat.

    Sedangkan linguistik sendiri merupakan ilmu yang mempelajari tentang bahasa, di mana bahasa teramat penting dalam kehidupan sehari-hari.

    Baik itu berupa tatanan ataupun sistematika pelafalan, dijelaskan secara rinci dalam bidang kajian linguistik.

    Ada juga yang menyebutkan jika sosiolinguistik adalah ilmu yang interdisipliner. Artinya, dalam istilah linguistik-sosial (sosiolinguistik), kata sosio sendiri adalah aspek utama yang menjadi rujukan penelitian dan merupakan ciri umum bidang keilmuan itu.

    Linguistik dalam hal ini juga berciri sosial sebab bahasa pun berciri sosial, yaitu bahasa dan strukturnya hanya dapat berkembang dalam suatu masyarakat tertentu.

    Aspek sosial dalam hal ini mempunyai ciri khusus, misalnya ciri sosial yang spesifik dan bunyi bahasa dalam kaitannya dengan fonem, morfem, kata, kata majemuk, dan kalimat.

    Pengertian Sosiolinguistik Menurut Para Ahli

    Agar lebih jelas, berikut adalah beberapa pengertian sosiolinguistik menurut para ahli.

    1. Sumarsono (2007:2)

    Mendefinisikan sosiolinguistik sebagai linguistik institusional yang berkaitan dengan pertautan bahasa dengan orang-orang yang memakai bahasa itu.

    2. Abdul Chaer (2004:2)

    Berpendapat bahwa intinya sosiologi itu adalah kajian yang objektif mengenai manusia di dalam masyarakat, mengenai lembaga-lembaga, dan proses sosial yang ada di dalam masyarakat, sedangkan pengertian linguistik adalah bidang ilmu yang mempelajari bahasa atau bidang ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya.

    Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sosiolinguistik adalah bidang ilmu antardisiplin yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan penggunaan bahasa itu di dalam masyarakat.

    3. Rafiek (2005:1)

    Mendefinisikan sosiolinguistik sebagai studi bahasa dalam pelaksanaannya itu bermaksud/bertujuan untuk mempelajari bagaimana konvensi-konvensi tentang relasi penggunaan bahasa untuk aspek-aspek lain tentang perilaku sosial.

    4. Wijana (2006:7)

    Berpendapat bahwa sosiolinguistik merupakan cabang linguistik yang memandang atau menempatkan kedudukan bahasa dalam hubungannya dengan pemakai bahasa itu di dalam masyarakat.

    Pendapat tersebut pada intinya berpegang pada satu kenyalaan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat manusia tidak lagi sebagai individu, akan tetapi sebagai masyarakat sosial.

    5. Booiji (Rafiek, 2005:2)

    Mendefinisikan sosiolinguistik sebagai cabang linguistik yang mempelajari faktor-faktor sosial yang berperan dalam pemakaian bahasa dan yang berperan dalam pergaulan.

    6. Nababan

    Mengatakan bahwa sosiolinguistik merupakan pengkajian bahasa dengan dimensi kemasyarakatan.

    7. Bram & Dickey, (ed. 1986:146)

    Menyatakan bahwa Sosiolinguistik megkhususkan kajiannya pada bagaimana bahasa berfungsi di tengah masyarakat. Mereka menyatakan pula bahwa sosiolinguistik berupaya menjelaskan kemampuan manusia menggunakan aturan-aturan berbahasa secara tepat dalam situasi-situasi yang bervariasi.

    8. Kridalaksana (1978: 94)

    Sosiolinguistik lazim didefinisiksn sebagai ilmu yang mempelajari ciri dan berbagai variasi bahasa di dalam masyarakat bahasa.

    9. C.Criper dan H.G.Widdowson dalam J.P.B Allen dan S.Piet Corder (1975: 156)

    Sosiolinguistcs is the study of language operation, it’s purposeis to investigatehow the convention of the language use relate to other aspects of social behavior.

    Artinya, sosiolinguistik adalah kajian bahasa dalam penggunaannya, dengan tujuan untuk meneliti bagaimana konvevsi pemakaian bahasa berhubungan dengan aspek-aspek laindari timgkah laku sosial.

    Nah, itulah pengertian sosiolinguistik menurut para ahli. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/.

  • Pengertian dan Cara Menulis Roman yang Benar

    Pengertian Roman

    Roman adalah sebuah karya sastra yang bentuknya seperti prosa dengan isi dan jalan cerita yang sangat panjang. Biasanya, roman sering disamakan dengan novel, padahal mereka berdua adalah bentuk karya sastra yang berbeda, baik dari unsur instrinsik ataupun ekstrinsiknya.

    Sederhananya, cara membedakan novel dan roman adalah dengan melihat cerita, alur, konflik, dan berbagai unsur di dalamnya. Kalau novel secara umum hanya menceritakan sebagian besar perjalanan hidup seorang tokoh.

    Sedangkan, roman adalah karya sastra yang menceritakan kehidupan seorang tokok secara penuh, dari mulai lahir hingga kematian. Jadi, jika dikatakan mendalam, maka roman adalah yang lebih mendalam ceritanya daripada novel.

    Nah, dengan mengetahui perbedaan itu, tentu saja kita bisa mendapat kesimpulan bahwa menulis roman lebih susah dan butuh waktu lebih lama daripada menulis novel.

    Namun, walau terkesan lebih susah dan memakan waktu lama, bukan berarti sebagai penghalang kita dalam berkarya. Untuk itu, berikut adalah beberapa tips atau cara menulis roman yang benar sesuai kaidah sastra.

    Cara Menulis Roman

    1. Tentukan Tema

    Hal pertama yang harus kita lakukan ketika ingin menulis karya sastra adalah menentukan tema, baik dalam karya sastra apapun, mulai dari puisi, pantun, gurindam, cerpen, termasuk roman.

    Sebab, nantinya tema itu yang akan mengarahkan kita tentang gaya penulisan serta target pembaca. Misalnya, kita ingin menulis tema percintaan, maka kita bisa menggunakan bahasa yang syahdu agar lebih mengena di hati pembaca.

    2. Menentukan Tokoh dan Karakter

    Setelah menentukan tema, maka langkah selanjutnya adalah menentukan tokoh dan karakter. Tentu saja tokoh dan karakter tersebut harus sesuai dengan tema yang diusung. Kedudukan tokoh sendiri merupakan pilar utama dalam membuat roman.

    Jadi, usahakan menulis tokoh utama sampai tooh tambahan yang mendalam karakter serta wataknya agar isi cerita tidak terasa hambar. Selain itu, tokoh yang mendalam karakternya juga bisa selalu diingat oleh pembaca.

    3. Menentukan Alur

    Ketika tokoh utama sampai tokoh tambahan sudah terbentuk, maka kita harus menentukan alur dari karya yang kita tulis. Apakah akan menggunakan alur maju, alur mundur, atau alur campuran.

    Hal itu tentu saja perlu dipikirkan matang-matang dengan pertimbangan sudut pandang pembaca. Jangan sampai pemilihan alur membuat cerita menjadi kurang nyawanya.

    4. Menentukan Latar

    Cara menulis roman selanjutnya adalah menentukan latar. Seperti diketahui, latar merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Ketika kita menulis karya yang menceritakan tentang gadis desa, tentu saja latarnya harus di pedesaan. Jangan sampai salah memilih latar karena akan fatal akibatnya bagi penghayatan pembaca.

    5. Menentukan Konflik

    Hal ini pun penting dan sangat penting dalam membangun emosional pembaca. Perlu diketahui sebelumnya, konflik pada karya sastra terbagi menjadi dua, yakni konflik batin dan konflik fisik. Kita bisa memilih salah satu atau keduanya dalam karya yang kita tulis.

    Namun, perhatikan betul-betul konfilk ini. Usahakan, ada tahapan-tahapan sampai konfilk benar-benar memuncak hingga menimbulkan berbagai reaksi dari pembaca.

    6. Penyelesaian

    Setelah konflik terjadi, tentu saja cerita akan ditutup dengan penyelesaian atau jalan terang. Biasanya, dalam penyelesaian ini tidak ada aturan khusus. Penulis bisa membuat penyelesaian yang sifatnya sedih ataupun bahagia, itu adalah hak mereka. Namun, tentu saja kita harus memiliki alasan yang kuat ketika menentukan penyelesaian.

    Nah, itulah pengertian roman dan cara menulis roman sesuai dengan kaidah sastra. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/. Selamat berkarya!

  • Keragaman Sastra Periode 1970-1980

    Keragaman Sastra Periode 1970-1980

    Pada tahun 1970-1980an ini beragam serta menunjukkan suatu norma individual/kelompok individu sehingga cenderung heterogen.

    Norma-norma tersebut dapat dibagi dalam kelompok berikut:

    1. Norma Filsafat dalam Sastra Indonesia

    Filsafat eksistensialis adalah suatu pemikiran, filsafat  yang mempertanyakan “keberadaan manusia”.

    Menurut filsafat ini, manusia membuat rencana dalam keadaan yang bebas, selalu bergerak maju atas kekuatannya sendiri maupun atas dasar situasi yang aktual.

    Hidup manusia itu konkret dalam kerangka yang penuh kemungkinan untuk menempatkan dirinya.

    Paham filsafat tersebut berpengaruh pada pengarang Indonesia. Pelopor realisasi filsafat eksistensialis dalam karya sastra Indonesia adalah:

    A. Iwan Simatupang

    Menghasilkan karya-karya yang menunjukkan adanya keterlibatan komunikasi antarbudaya.

    Iwan Simatupang membuka lembaran sejarah baru dengan unsur struktur yang rumit dan pola pemikiran eksistensialis.

    Karya Iwan Simatupang tsb ialah Merahnya Merah, Ziarah, Kering  dan Koong.

    Keempat karya Iwan Simatupang tsb menunjukkan gaya penceritaan yang hampir sama.

    B. Kuntowidjojo

    Dalam novelnya yang berjudul Khotbah di Atas Bukit, melalui tokoh utamanya menonjolkan filsafat eksistensialis, mengajarkan tentang makna kehidupan.

    Novel ini diilhami dari cerita yang terdapat dalam Perjanjian baru yang di dalamnya terdapat cerita tentang Yesus yang berkhotbah di atas bukit.

    Baju yang dikenakan tokoh utamanya pun serba putih seperti gambaran Yesus yang mengenakan jubah putih.

    2. Gaya Surealisme

    Sejarah Sastra Indonesia membuka lembaran baru dengan munculnya karya-karya bersifat surealisme yang menampilkan pikiran bawah sadar dan hal-hal nonrasional dan tidak sesuai dengan kenyataan atau absurd. Misalnya Rafilus karya Budi darma.

    Perhatikan kutipan karya Budi Darma yang berjudul Rafilus berikut:

    “Tentu saja kesan saya salah. Tidak mungkin dia tidak akan mati. Meskipun demikian, hampir selamanya saya tidak dapat mengelak untuk berpendapat, bahwa sosok tubuhnya tidak terbentuk dari daging, melainkan dari besi. Kulitnya hitam mengkilat, seperti permukaan besi yang dipoles dan hampir tidak pernah berhenti digosok” (Darma, 1988: 14).

    Contoh karya bergaya surealisme yang lain adalah:

    – Olenka karya Budi Darma
    – Stasiun karya Putu Wijaya.

    3. Paham Sufistik dan Kebatinan

    Paham ini bukan hal baru dalam sastra Indonesia.

    Pada abad-17 di Aceh paham ini tumbuh subur. Pada masa Pujangga baru paham ini dipelopori oleh Amir hamzah.

    Bedanya paham Sufistik Pujangga Baru muncul dalam bentuk kekaguman.

    Sentara tahun 1970-an muncul sebagai salah satu bentuk filsafat-sastra yang diramu dengan paham spiritual nusantara seperti kejawen, mantra, dan sebagainya dalam rangka berkomunikasi dan memahami Tuhan.

    Tokoh sufistik adalah:

    Sutardji Calzoum Bachri
    Goenawan Muhammad
    Kuntowijoyo
    Danarto
    Abdul Hadi WM
    Emha Ainun Najib

    4. Munculnya Norma-norma Kedaerahan

    Pada tahun 1970-1980 telah bangkit kembali unsur-unsur kedaerahan.

    Unsur tersebut didominasi unsur budaya Jawa, meskipun unsur daerah lain juga tidak kalah suburnya.

    Misalnya: Novel Upacara karya Korrie Layun Rampan menceritakan suatu upacara di daerah Dayak, Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi, menceritakan selain tentang wanita Jawa juga mengunakan kata-kata Jawa dan struktur bahasa jawa secara dominan.

    Karya-karya bersetting Jawa:

    – Sri Sumarah dan Bawuk : Umar Kayam
    – Kutut Manggung : Linus Suryadi
    – Ki Blakasuto Bla Bla :  Darmanto Yatman
    – Karta Ia bilang Boten :Darmanto Yatman
    – Burung-Burung Manyar : JB Mangunwijaya
    – Roro Mendut : JB Mangunwijaya
    – Lusi Lindri : JB Mangunwijaya
    – Canting : Arswendo Atmowiloto
    – Ronggeng Dukuh Paruk : Ahmad Tohari
    – Lintang Kemukus Dini Hari : Ahmad Tohari
    – Jentera Bianglala : Ahmad Tohari