Lifestyle

Mengenal Sugesti, Pedang Bermata Dua yang Letaknya di Pikiran Manusia

Sugesti selalu hadir dalam kehidupan manusia tanpa terkecuali, karena letaknya di dalam pikiran.

Sugesti sendiri dapat memengaruhi perilaku seseorang dalam bertindak di kehidupan sehari-hari.

Bahkan, sugesti juga bisa menjadi pedang bermata dua bagi seseorang yang dapat memberikan kebaikan atau justru membawa petaka.

Lalu, apa itu sugesti dan kenapa begitu memengaruhi kehidupan manusia?

Baca juga: Mengungkap Misteri Dejavu, Para Ilmuwan Akhirnya Berhasil Membongkar Fenomena Aneh Ini

Pengertian Sugesti

Menurut KBBI, pengertian sugesti adalah pengaruh dan sebagainya yang dapat menggerakkan hati orang dan sebagainya.

Sugesti adalah proses atau pengaruh yang terjadi ketika seseorang menerima atau mempercayai gagasan yang diberikan oleh orang lain atau oleh dirinya sendiri.

Gagasan itu dapat memengaruhi pikiran sehingga membentuk keyakinan yang menancap dalam pikiran hati seseorang.

Maka, disebut sebagai pedang bermata karena ketika seseorang meyakini hal-hal yang positif, ia akan mampu meraih kebaikan.

Sebaliknya, ketika pikiran seseorang dikuasai oleh sugesti negatif, maka hidup akan terpuruk dan berisiko jatuh ke jurang keterpurukan.

Sebagai contoh, ketika seseorang memiliki sugesti bahwa dirinya adalah orang yang sehat, maka sugesti tersebut akan membentuk perilaku yang menyehatkan sehingga orang tersebut terhindar dari penyakit.

Sebaliknya, ketika seseorang bersugesti bahwa dirinya penyakitan, meski sebenarnya sehat, secara tidak sadar tubuhnya pun akan menjadi lebih rentan terhadap penyakit.

Sugesti dapat memengaruhi pikiran dan perilaku manusia dalam segala bidang, baik dari segi kesehatan, pekerjaan, kesuksesan, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Mengenal Playing Victim, Ciri-Ciri, Contoh, dan Cara Menghadapi Agar Kita Tidak Jadi Korban

sugesti positif
sugesti positif (pexels.com/Liza Summer)

Pengaruh Sugesti

Sugesti juga berhubungan erat dengan kekuatan pikiran bawah sadar kita. Pikiran bawah sadar kita memengaruhi cara kita berpikir, bertindak, dan merespons situasi sehari-hari.

Sugesti yang diterima oleh pikiran bawah sadar kita dapat memengaruhi keyakinan, perilaku, dan persepsi kita terhadap dunia di sekitar kita.

Sugesti juga dapat memengaruhi kemampuan kita untuk mencapai tujuan dan mengubah kebiasaan yang tidak diinginkan.

Dalam metode terapi, sugesti dapat digunakan sebagai alat untuk mengubah pola pikir dan perilaku yang tidak sehat atau tidak produktif.

Melalui sugesti yang tepat, seseorang dapat menggantikan pikiran negatif atau kebiasaan yang merugikan dengan pikiran positif atau kebiasaan yang lebih baik.

Baca juga: Deep Talk Itu Bukan Sesi Curhat, Simak Penjelasannya Agar Tak Salah Kaprah

Sumber Sugesti

Sugesti sering kali dikaitkan dengan hipnosis, tetapi juga dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari tanpa pengaruh hipnosis.

Misalnya, sugesti dapat terjadi melalui percakapan sehari-hari, media massa, iklan, atau pengaruh sosial.

Ketika kita menerima informasi atau gagasan dari sumber-sumber ini, kita cenderung memprosesnya dan meresponsnya secara otomatis, terutama jika kita menganggap sumbernya kredibel atau memiliki otoritas dalam bidang tersebut.

Semisal kita mendengar arahan dari orang kita anggap kaya. Sugesti kita akan mempercayai ucapannya karena kita menganggap ia adalah orang sukses yang memiliki pengalaman serta ilmu mendalam.

Padahal, bisa jadi itu hanyalah kedok untuk mencari keuntungannya sendiri. Tapi, sugesti kita cenderung memercayai dan meyakini apa yang disampaikan.

Kemudian, kadang ketika seseorang membaca buku tentang kesehatan yang menyebutkan ciri-ciri sebuah penyakit berbahaya.

Kita cenderung mengait-ngaitkan kondisi tubuh kita dengan ciri-ciri tersebut. Celakanya, ketika sugesti negatif datang, maka kita bisa meyakini jika tubuh kita juga berpotensi mengalami penyakit tersebut.

Padahal, ciri-ciri yang disebutkan tadi hanya mirip dengan apa yang kita alami. Mirip bukan berarti benar.

Baca juga: Arti Life Must Go On dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-Hari

Sugesti dalam Konteks Karier

Dalam setiap kehidupan manusia, tidak ada satupun yang tidak mengalami kegagalan.

Orang mengalami kegagalan itu wajar, justru kegagalan tersebut dapat membentuk mental dan meningkatkan pengalaman seseorang.

Bahayanya, ketika kegagalan itu justru dimasukkan ke dalam sugesti negatif. Seperti ucapan “aku selalu gagal”, maka sugesti ini dapat membuat seseorang akan terus mengalami kegagalan.

Sebaliknya, ketika sugesti meyakini “aku bisa belajar dari kegagalan”, maka orang tersebut akan terus melangkah untuk mewujudkan mimpinya.

Jadi, sebenarnya sugesti itu muncul dari dalam pikiran seseorang sendiri dan kemudian membentuk keyakinan.

Ketika yang diyakini hal-hal positif, maka itulah yang akan didapatkan. Begitu juga sebaliknya.

Semoga bermanfaat, jangan lupa membaca artikel lainnya di Sastrawacana.id.

Author: Maulana Affandi

Adblock Detected

Harap Matikan Ad Blocker :)