Sebagai Seorang Muslim Jelaskan Indikator yang Bisa Dijadikan Acuan Untuk Menilai Bagaimana Hukum Childfree Menurut Islam?

Sastrawacana.id

hukum childfree dalam islam
hukum childfree dalam islam (eventsbyraina)

Perbincangan tentang hukum childfree dalam Islam masih terus bergulir.

Di satu sisi, tidak ada ayat Al-Qur’an maupun hadis yang secara eksplisit mewajibkan pasangan suami istri untuk memiliki anak.

Hal ini menandakan bahwa childfree pada dasarnya tidak diharamkan.

Namun, perlu diingat bahwa Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, termasuk melestarikan keturunan dan menjaga kelangsungan hidup umat manusia.

Kemudian, Islam menganjurkan pasangan suami istri untuk memiliki anak. Hal ini terlihat dari beberapa ayat Al-Qur’an, seperti:

  • QS. Al-Furqan [25]:74 yang menyebutkan tentang anak sebagai “penyenang hati” (qurrata a’yun) bagi orang tua.
  • QS. Al-Kahfi [18]:46 yang menggambarkan anak sebagai “perhiasan kehidupan dunia” (zinat ad-dunya).

Ayat-ayat tersebut menunjukkan pandangan Islam yang positif terhadap kehadiran anak. Memiliki anak dilihat sebagai keberkahan dan cara untuk melanjutkan generasi.

Jadi, bagaimana menyikapi childfree dalam Islam?

Islam memandang childfree tidak hitam putih sebagai halal atau haram. Hukumnya tergantung pada niat, kondisi, dan dampak dari keputusan tersebut.

Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

  • Niat dan motif: Pastikan childfree bukan dilandasi sikap egois atau bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
  • Dampak: Pertimbangkan dampak jangka panjang terhadap diri sendiri, pasangan, keluarga, dan masyarakat.
  • Alternatif: Cari solusi lain untuk mencapai tujuan tanpa harus childfree.
  • Konsultasi dengan Ulama: Mintalah arahan dari ulama terpercaya untuk mendapatkan pemahaman yang sesuai dengan situasi individu.

Keputusan childfree adalah keputusan personal yang harus diambil dengan bijaksana.

Islam menganjurkan memiliki anak, namun tetap menghargai kondisi dan pertimbangan pasangan suami istri.

Meminta nasihat ulama sangatlah penting untuk mendapatkan arahan yang tepat.

Sebab dalam Islam ada keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Meskipun setiap individu memiliki hak untuk memilih jalannya sendiri, namun mereka juga memiliki kewajiban untuk mematuhi ajaran Islam dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Baca Juga

Bagikan:

Sastrawacana.id

Sastrawacana.id

Media Literasi Indoenesia