Menelusuri Jejak Lokasi Syuting Film The Architecture of Love di New York

Sastrawacana.id

Lokasi Syuting Film The Architecture of Love di New York
Lokasi Syuting Film The Architecture of Love di New York

New York, kota yang tidak pernah tidur telah menjadi latar bagi banyak kisah cinta yang tak terlupakan dalam sejarah perfilman.

Salah satunya adalah film Indonesia terbaru yang berjudul “The Architecture of Love“.

Film ini, yang diadaptasi dari novel bestseller karya Ika Natassa, telah menarik perhatian penonton dengan pemandangan kota yang memukau dan narasi yang menggugah.

Baca juga: Hubungan Antara Arsitektur dan Pesan Moral dalam Film The Architecture of Love

Sinopsis The Architecture of Love

Film The Architecture of Love mengisahkan perjalanan Raia, seorang penulis yang mengalami kebuntuan kreatif setelah perceraian yang menyakitkan.

Dalam pencariannya akan inspirasi, ia bertolak ke New York dan bertemu dengan River, seorang arsitek yang juga membawa luka masa lalu.

Bersama, mereka menjelajahi kota dan menemukan lebih dari sekadar inspirasi untuk menulis—mereka menemukan cinta.

Lokasi-Lokasi Ikonik

Film ini mengambil gambar di beberapa lokasi ikonik di New York yang tidak hanya menawarkan latar belakang yang indah, tetapi juga menjadi bagian integral dari cerita.

Dari Central Park yang hijau hingga jembatan Brooklyn yang ikonis, setiap lokasi dipilih dengan hati-hati untuk menambah kedalaman pada perjalanan emosional karakter.

Tantangan Produksi

Syuting di New York bukanlah tanpa tantangan. Cuaca yang tidak terduga dan keramaian kota menjadi faktor yang harus dihadapi oleh tim produksi dan para aktor.

Nicholas Saputra dan Putri Marino yang memerankan karakter utama berbagi pengalaman mereka tentang bagaimana mereka mengatasi hambatan ini untuk membawa cerita ini ke layar.

Baca juga: Menggali Pesan Moral Film The Architecture of Love, Sebuah Refleksi tentang Kehilangan dan Penemuan Diri

Wawancara dengan Pemain dan Kru

Dalam wawancara eksklusif, sutradara Teddy Soeriaatmadja berbicara tentang visinya dalam mengadaptasi novel ke dalam film dan bagaimana New York memberikan nuansa yang sempurna untuk kisah ini.

Produser Chand Parwez Servia juga membagikan pengalamannya dalam menghadapi tantangan logistik saat syuting di salah satu kota paling sibuk di dunia.

Kesimpulan

“The Architecture of Love” adalah bukti dari keindahan yang dapat tercipta ketika cerita yang kuat bertemu dengan lokasi syuting yang sempurna.

Film ini tidak hanya memberikan pengalaman visual yang menawan tetapi juga menyentuh hati penonton dengan kisah cinta yang relatable dan emosional.

Menelusuri jejak lokasi syuting film ini di New York adalah perjalanan yang memperkaya bagi setiap penggemar film dan arsitektur.

Catatan Akhir

Untuk lebih mendalami kisah di balik layar dan lokasi-lokasi syuting yang menakjubkan dari “The Architecture of Love”, jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan film ini di bioskop

Dan bagi Anda yang ingin merasakan lebih dekat pengalaman tersebut, New York selalu terbuka untuk menjelajahi jejak-jejak yang telah ditinggalkan oleh Raia dan River dalam kisah mereka.

Baca Juga

Bagikan:

Sastrawacana.id

Sastrawacana.id

Media Literasi Indoenesia